TEMA TEMA 25, 2 SUBMIT October 2023 REVISI October 2023 DITERIMA October 2023 Tera Ilmu Akuntansi Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL Shafa Salsabillah Qurunul Helmy Wahyu Sukiswo Fakultas Ekonomi dan Bisnis. UPN Veteran Jawa Timur. Indonesia Abstract: The role of payroll accounting information systems is crucial in the functioning of a company, as they support decision-making processes and facilitate the implementation of employee payroll activities. The objective of this research is to assess the effectiveness of the payroll accounting information system implemented at PT Petronika Gresik, in accordance with established standards. The data for this study were collected through observation, interviews, and documentation analysis. The findings of the research indicate that the implementation of PT Petronika Gresik's payroll system and procedures has been effective in achieving internal control, particularly in the area of employee payroll management. Keywords: Accounting Information System. Payroll. Internal Control Abstrak: Peran sistem informasi akuntansi penggajian sangat penting dalam berfungsinya suatu perusahaan, karena mendukung proses pengambilan keputusan dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan penggajian karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas sistem informasi akuntansi penggajian yang diterapkan di PT Petronika Gresik, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem dan prosedur penggajian PT Petronika Gresik telah efektif dalam mencapai pengendalian internal khususnya pada bidang pengelolaan penggajian karyawan. Kata kunci: Sistem Informasi Akuntansi. Penggajian. Pengendalian Internal INDEKS Google Scholar KORESPONDING AUTHOR Helmy Wahyu Sukiswo UPN Veteran Jawa Timur. Indonesia EMAIL ak@upnjatim. Cite: Qurunul. , & Sukiswo. Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penggajian untuk Meningkatkan Efektivitas Pengendalian Internal. Tema (Jurnal Tera Ilmu Akuntans. Volume 25 No. 2, 138Ae145. DOI: https://doi. org/10. 21776/ tema. Shafa Salsabillah Qurunul. Helmy Wahyu Sukiswo TEMA Tera Ilmu Akuntansi PENDAHULUAN Di era globalisasi saat ini, perusahaan dituntut untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan ekonomi dalam menentukan biaya operasional perusahaan. Hal ini sangat krusial dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif dengan perusahaan lain (Anthony & Govindarajan, 2. Untuk menjalankan operasional perusahaan dengan baik, diperlukan manajemen perusahaan yang efektif didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan sistem informasi akuntansi yang efisien. Sistem informasi akuntansi perlu dirancang dan digunakan dengan baik karena informasi akuntansi merupakan bagian penting dari semua informasi yang dibutuhkan oleh manajemen. Sistem informasi akuntansi membantu manajemen dalam memperoleh informasi yang tepat untuk pengambilan keputusan guna mencapai tujuan utama perusahaan, termasuk dalam hal pembayaran kompensasi kepada karyawan dalam bentuk gaji dan upah. Sistem informasi akuntansi penggajian memegang peranan penting dalam mengelola keuangan perusahaan. Sistem ini tidak hanya bertanggung jawab untuk menghitung gaji karyawan, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga integritas, keamanan, dan efektivitas pengendalian internal. Kontrol internal yang kuat memainkan peran penting dalam memastikan akurasi dan keandalan informasi keuangan yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi penggajian. Ini melibatkan penerapan kebijakan, prosedur, dan tindakan yang tepat untuk mencegah kesalahan, penyalahgunaan, dan ancaman keamanan yang mungkin terjadi dalam pemrosesan penggajian (Romney & Steinbart, 2. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk menghindari kesalahan dan menjaga keamanan sistem informasi Perusahaan perlu memiliki sistem informasi akuntansi penggajian yang baik untuk CVFV v untuk mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan memproses data secara akurat (Turner dkk. , 2. , sehingga in- Shafa Salsabillah Qurunul. Helmy Wahyu Sukiswo Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 formasi yang relevan dapat tersampaikan dengan baik. Dalam sistem ini, terdapat berbagai fungsi yang berkaitan dengan sistem dan prosedur penggajian, dokumen yang digunakan, catatan yang diperlukan, dan prosedur jaringan yang digunakan (Mulyadi, 2. Penerapan sistem informasi akuntansi penggajian dan pengendalian internal yang baik merupakan kunci untuk menjalankan fungsifungsi tersebut secara efektif. Dengan menggunakan sistem informasi akuntansi penggajian yang baik, perusahaan dapat memastikan ketersediaan data yang relevan, memudahkan kelancaran komunikasi internal, dan meningkatkan pengambilan Pengendalian internal yang efektif sering dianggap sebagai indikator keberhasilan perusahaan. Jika kegiatan perusahaan berjalan efektif, maka perusahaan dapat dianggap berhasil. Dengan menerapkan sistem informasi akuntansi penggajian yang baik dan pengendalian internal yang kuat, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam pengelolaan PT Petronika Gresik merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri kimia yang memproduksi Dioctyl Phthalate (DOP) sebagai bahan baku pembuatan plastik. Saat ini PT Petronika merupakan satu-satunya pabrik Dioctyl Phthalate di Indonesia yang memiliki kapasitas produksi sebesar 000 ton/tahun, yang tentunya memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup banyak dengan tingkat keahlian dan pendidikan yang tinggi. Kontrol atas gaji dan upah harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan kehati-hatian agar tidak menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem informasi akuntansi penggajian yang diterapkan pada PT Petronika Gresik apakah sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Menurut Romney dan Steinbart . , sistem informasi akuntansi adalah sistem yang berfungsi untuk mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan mengolah data dengan tujuan menghasilkan informasi yang diguna- TEMA Tera Ilmu Akuntansi kan oleh pengambil keputusan. Sistem ini melibatkan berbagai komponen seperti orang, prosedur dan instruksi, data, perangkat lunak, infrastruktur teknologi informasi, dan pengendalian internal untuk menjaga keamanan informasi. Elemen penting dalam sistem informasi akuntansi meliputi formulir, jurnal, buku besar, buku bantu, dan laporan. Dengan menggunakan elemen-elemen tersebut, sistem informasi akuntansi dapat mengumpulkan, menyimpan, mengolah, dan menyajikan informasi keuangan yang akurat dan relevan untuk mendukung pengambilan keputusan, pelaporan keuangan, dan pengendalian internal dalam perusahaan. Menurut Mulyadi . , sistem akuntansi penggajian dan upah dirancang untuk mengelola transaksi dan pembayaran gaji dan perhitungan upah karyawan. Dalam desain sistem ini, penting untuk memastikan validitas, otorisasi, kelengkapan, klasifikasi penilaian, ketepatan waktu, dan akurasi posting transaksi penggajian dan upah. Surwajeni . juga menjelaskan bahwa sistem akuntansi penggajian dan upah digunakan oleh perusahaan untuk memberikan upah dan gaji kepada karyawan sebagai imbalan atas pekerjaan yang mereka lakukan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari sistem akuntansi penggajian adalah untuk mengelola perhitungan transaksi dan pembayaran gaji karyawan secara efisien dan efektif. Sistem ini dirancang untuk mencegah kesalahan dan penyimpangan dalam perhitungan dan pembayaran gaji, serta memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami tentang gaji karyawan. Tujuan utama dari sistem informasi akuntansi penggajian adalah untuk memastikan bahwa status, tingkat gaji atau gaji, dan pemotongan gaji telah disahkan sesuai dengan kebijakan dan peraturan yang berlaku. Menurut Sujarweni . , sistem pengendalian internal adalah langkah-langkah atau proses yang ada dalam suatu organisasi, yang bertujuan untuk memelihara aset, memeriksa keakuratan dan keandalan data akuntansi, serta mendukung efisiensi dan kepatuhan terhadap kebijakan manajemen. Dengan memiliki struktur pengendalian internal yang kuat, perusahaan dapat meningkatShafa Salsabillah Qurunul. Helmy Wahyu Sukiswo Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 kan efektivitas, efisiensi, dan mengurangi risiko dalam operasional dan pelaporan keuangan. TINJAUAN PUSTAKA Harga Pokok Produksi Harga Pokok Produksi yaitu serangkaian biaya yang ditimbulkan untuk mendapatkan bahan baku dan mengolahnya menjadi produk jadi. (Lambajang, 2. Menurut Hansen & Mowen . Harga pokok produksi produk mencerminkan total biaya produksi tenaga kerja langsung, bahan baku langsung, dan overhead pada periode berjalan. Biaya produksi suatu barang adalah jumlah tenaga kerja langsung, biaya material, dan biaya overhead manufaktur untuk menghasilkan suatu produk. Produk yang diproduksi akan diproses sesuai dengan prosedur perusahaan (Tarek dkk. , 2. , untuk Petrokimia gresik, akan dikirim kepada bagian penyimpanan/gudang. Harga Pokok Penjualan Berdasarkan opini (Bustomi, 2. Harga Pokok Penjualan yaitu harga jual produk yang telah dijual pada periode berjalan, dihitung dengan menjumlahkan harga pokok produksi dengan persediaan awal produk jadi dan mengurangkannya dengan persediaan barang akhir. Pusat Biaya Menurut Supra . , pusat biaya yaitu pusat pertanggungjawaban yang kinerja manajernya diperkirakan berdasarkan input yang diukur secara moneter, tetapi outputnya tidak diukur. Jadi prestasinya diperkirakan berdasarkan kesanggupannya dalam meminimalkan semua biaya yang dipakai oleh pusat pertanggungjawaban. Kinerja keuangan dari pemimpin suatu pusat biaya dapat dinilai dengan membandingkan biaya aslinya dengan biaya perkiraan anggaran. Subsidi Menurut Spencer dan Amos . , subsidi yaitu pembayaran yang dilaksanakan pemerintah terhadap perusahaan atau rumah tangga untuk meraih tujuan tertentu yang membuat mereka sanggup memproduksi TEMA Tera Ilmu Akuntansi atau mengonsumsi suatu produk dalam kuantitas lebih banyak atau pada harga yang lebih murah. Pupuk yang bersubsidi yaitu pupuk yang ditimbulkan dan disalurkan berdasarkan Harga yang ditetapkan oleh HET, dan dilakukan oleh distributor resmi di Lini IV. Lini IV adalah lokasi gudang atau kios pengecer di area kecamatan atau desa yang ditunjuk dan ditetapkan oleh distributor (Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 21/MDAG/PER/6/2008 dan perubahannya melalui Permendag Nomor 07/M-DAG/PER/2/ 2. (Indriasari & Sani, 2. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan analisis data kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang peristiwa, situasi, dan kegiatan yang terjadi dalam sistem akuntansi penggajian di PT Petronika Gresik. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer, diperoleh melalui wawancara langsung dengan pihak-pihak terkait, seperti keuangan dan SDM. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang tugas pekerjaan, struktur organisasi, sistem, dan prosedur yang digunakan dalam proses penggajian di perusahaan, serta aspek terkait lainnya dari kegiatan penggajian. Metode lain yang digunakan adalah metode dokumentasi, mengumpulkan dan mempelajari dokumen yang berkaitan dengan penelitian, seperti dokumen perubahan gaji, penggajian, rekap penggajian, slip gaji, dan rekap kehadiran. Dokumen ini memberikan informasi penting dalam memahami dan menganalisis sistem akuntansi penggajian di PT Petronika Gresik. Dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif dan metode analisis data kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas dan rinci mengenai sistem akuntansi penggajian yang diterapkan oleh perusahaan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian yang dilakukan di PT Petronika Gresik berkaitan dengan fungsi sistem akuntansi penggajian, jaringan prosedur Shafa Salsabillah Qurunul. Helmy Wahyu Sukiswo Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 dalam sistem akuntansi penggajian, dan pengendalian penggajian internal. Selanjutnya, kami akan membahas secara detail berbagai hal yang telah disebutkan sebelumnya terkait dengan sistem akuntansi payroll di PT Petronika Gresik, sebagai berikut: Analisis Sistem Penggajian Karyawan PT. Petronika Gresik Unsur-unsur yang terkait dengan sistem penggajian di PT Petronika Gresik: . Fungsi yang terkait dengan penggajian karyawan di PT Petronika Gresik: Fungsi Personalia dijalankan secara efektif oleh departemen HRD, yang bertugas untuk melakukan proses seleksi dan penempatan karyawan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Fungsi Timekeeping merupakan tanggung jawab departemen SDM dan Umum di PT Petronika Gresik, yang bertugas mengelola catatan kehadiran karyawan. Perusahaan menggunakan sistem sidik jari sebagai metode kehadiran. Fungsi Payroll Creation merupakan tanggung jawab departemen HR dan General Affairs, dimana mereka bertugas menyusun payroll yang mencakup penghasilan yang diterima karyawan sebagai haknya, serta berbagai potongan yang menjadi beban bagi setiap karyawan. Payroll dilakukan berdasarkan catatan kehadiran yang ada pada saat pembayaran gaji. Fungsi Keuangan. Tugas departemen keuangan di PT Petronika Gresik adalah menerima daftar gaji dan slip gaji dari departemen SDM dan Umum untuk pengecekan menyeluruh. Departemen keuangan bertanggung jawab untuk mengoreksi perhitungan gaji take home pay setiap karyawan serta perhitungan pajak Departemen keuangan akan melakukan penelitian mendalam pada setiap penggajian yang diterima. Mereka akan melakukan pengecekan yang cermat untuk memastikan keakuratan perhitungan gaji dan juga perhitungan pajak gaji. Pada tahap ini, departemen keuangan akan memverifikasi dengan cermat setiap komponen gaji yang tercatat, termasuk gaji pokok, tunjangan, pemotongan, dan tunjangan lain yang berlaku. Melalui tanggung jawab ini, departemen keuangan berperan penting dalam memastikan kebenaran gaji yang diterima karyawan, termasuk perhitungan gaji bersih dan pajak gaji sesuai TEMA Tera Ilmu Akuntansi dengan peraturan yang berlaku. Dokumen yang digunakan. Dalam sistem akuntansi payroll PT Petronika Gresik, digunakan beberapa dokumen yang mendukung proses Dokumen-dokumen tersebut meliputi: gaji, payroll, rekap payroll, slip gaji, dan rekap kehadiran. Penggunaan amplop gaji tidak lagi diperlukan, karena pembayaran gaji karyawan dilakukan dengan transfer langsung ke rekening masing-masing karyawan melalui bank. Catatan akuntansi digunakan. PT Petronika Gresik menggunakan jurnal umum dan jurnal pengeluaran kas sebagai catatan akuntansi untuk mencatat pengeluaran gaji karyawan. Data yang dicatat dalam jurnal ini kemudian diposting ke buku besar untuk mengklasifikasikan data keuangan yang terkait dengan penggajian karyawan dan memeriksa apakah ada perbedaan. Setelah diposting ke buku besar, langkah terakhir yang diambil adalah rekonsiliasi penggajian. Tujuan dari rekonsiliasi ini adalah untuk memastikan bahwa akun penggajian perusahaan dalam buku besar mencerminkan saldo yang akurat. Dalam proses ini, catatan penggajian yang dicatat dalam jurnal umum dan jurnal pengeluaran kas diperiksa dan dibandingkan dengan saldo akun yang dicatat dalam buku besar. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki setiap perbedaan atau ketidaksesuaian yang mungkin terjadi. Dengan menggunakan jurnal umum, jurnal pengeluaran kas, dan buku besar. PT Petronika Gresik dapat memelihara catatan akuntansi yang sistematis dan terstruktur terkait penggajian karyawan. Proses rekonsiliasi juga membantu memastikan bahwa akun penggajian perusahaan di buku besar sangat akurat. Analisis Prosedur Penggajian PT Petronika Gresik memiliki jaringan prosedur yang terdiri dari staffing, pencatatan waktu kehadiran, penghitungan gaji, dan pembayaran gaji. Prosedur kepegawaian dan pencatatan waktu kehadiran dilakukan oleh departemen personalia atau HRD. Perusahaan telah menjalankan prosedur ini dengan Shafa Salsabillah Qurunul. Helmy Wahyu Sukiswo Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 Setiap hari, departemen personalia merekap kehadiran karyawan dan mencatat jam lembur karyawan setiap bulan. Proses ini dilakukan dengan cermat dan akurat. Selain itu, prosedur perhitungan gaji juga dilakukan dengan baik oleh bagian HRD. Payroll dilakukan berdasarkan rekapitulasi kehadiran Departemen kepegawaian bertanggung jawab untuk memastikan bahwa penggajian mencerminkan data karyawan yang tepat, dan dokumen yang dihasilkan dapat diandalkan. Prosedur pembayaran gaji dilakukan oleh departemen keuangan perusahaan. Departemen keuangan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa gaji karyawan dibayarkan sesuai dengan perhitungan yang telah Dalam hal ini, departemen keuangan memiliki peran penting dalam memastikan keakuratan dan ketepatan pembayaran gaji kepada karyawan. Dengan jaringan prosedur yang terstruktur dan terimplementasi dengan baik oleh departemen terkait. PT. Petronika Gresik dapat memastikan bahwa proses penggajian karyawan berjalan secara efisien, akurat, dan sesuai dengan kebijakan dan peraturan yang berlaku. Analisis Flowchart Payroll PT Petronika Gresik Departemen SDM dan Umum . agian Pay Rol. Departemen ini menerima data gaji absensi dan input yang terdiri dari lembur. BPISTK, disiplin karyawan, cuti, dan juga pemotongan gaji yang valid untuk proses Departemen Sumber Daya Manusia dan Umum . agian Pajak Pph . , bertugas menghitung atau mengoreksi pajak gaji apakah ada kenaikan gaji, atau perubahan status keluarga seperti menambah anak atau dari bujangan menjadi menikah dan lain-lain. Departemen SDM dan Umum, setelah menerima revisi rekap perhitungan pajak gaji dari departemen pajak, departemen ini bertugas membuat slip gaji dan daftar gaji seluruh karyawan untuk diperbaiki dan meminta tanda tangan SDM dan Pengawas Umum. TEMA Tera Ilmu Akuntansi Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 Gambar 1. Flowchart Payroll PT. Petrokimia Gresik Departemen Keuangan. Departemen ini akan menerima semua karyawan dari departemen SDM dan Umum, kemudian memeriksa dengan seksama perhitungan gaji take home pay masing-masing karyawan dan perhitungan pajak gaji. Jika ditemukan kesalahan perhitungan oleh Departemen, maka harus segera dikembalikan ke Departemen Sumber Daya Manusia dan Umum atau dibatalkan. Namun apabila Departemen Keuangan dalam hasil evaluasinya tidak menemukan kesalahan dalam Penggajian/Slip Gaji, maka wajib menandatanganinya dan melakukan cek tunai/bilyet giro sebesar jumlah gaji seluruh karyawan dan menyampaikannya kepada Direktur Perseroan. Direktur Perseroan menerima dan menandatangani seluruh karyawan dan cek/bilyet giro tunai untuk pengalihan gaji Karyawan melalui Bank. Bank menerima gaji dan transfer cek/bilyet ke rekening pribadi masing-masing aryawan pada tanggal yang telah ditentukan. Pada tanggal penggajian yang ditentukan, karyawan mengumpulkan Shafa Salsabillah Qurunul. Helmy Wahyu Sukiswo gajinya melalui kartu ATM Bank, dengan rentang waktu 24 jam per hari. Proses payroll bisa dikatakan selesai. Analisis Peran Sistem Informasi Akuntansi Penggajian Meningkatkan Efektivitas Pengendalian Internal Petronika Gresik telah berhasil menerapkan sistem informasi akuntansi penggajian yang efektif dalam mendukung pengendalian penggajian internal. Perusahaan ini telah menjalankan sistem prosedur operasi yang ditentukan dengan baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sistem informasi penggajian yang diterapkan oleh PT Petronika Gresik menyediakan sumber daya manusia, data, dan informasi yang memadai untuk mendukung pengendalian internal. Dokumen dan catatan akuntansi yang dimiliki perusahaan ini juga mendukung transaksi penggajian, serta dipastikan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam proses transaksi payroll. PT Petronika Gresik menggunakan sistem komputerisasi dalam sistem TEMA Tera Ilmu Akuntansi Ini membantu dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam manajemen penggajian karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unur-unsur pengendalian internal telah dilakukan dengan baik oleh PT Petronika Gresik. Pemisahan fungsi antara penciptaan penggajian dan pembayaran gaji dilakukan untuk mencegah jebakan tugas, prosedur ini mendukung efektivitas pengendalian internal perusahaan. Sistem tenaga listrik yang diterapkan di PT Petronika Gresik berjalan Setiap dokumen yang terkait dengan pembuatan dan pengeluaran uang tunai harus terlebih dahulu mendapatkan otorisasi dari direktur sebelum diproses lebih lanjut. Hal ini memastikan bahwa proses pembayaran gaji dan pengeluaran kas dilakukan secara terkendali dan sesuai dengan kebijakan perusahaan. Dengan demikian. PT Petronika Gresik telah menunjukkan komitmen dalam menjalankan sistem informasi akuntansi penggajian yang efektif dan memastikan pengendalian internal yang baik dalam proses penggajian karyawan. Perubahan gaji karyawan setiap tahunnya ditetapkan dalam Surat Keputusan Direksi dengan mempertimbangkan biaya hidup, inflasi dan kemampuan perusahaan. Ini diteruskan ke departemen keuangan untuk diproses lebih lanjut, yang telah efektif. Selain itu. PT Petronika Gresik juga memiliki dokumen dan catatan akuntansi yang mendukung untuk melakukan kegiatan transaksi. Mereka telah memastikan bahwa dokumen akuntansi yang digunakan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, hal ini memudahkan proses pencatatan, perhitungan, dan pembayaran. PT Petronika Gresik juga telah mengadopsi sistem komputerisasi dalam pengelolaan payroll mereka, yaitu menggunakan sistem payroll. Dengan menggunakan sistem komputerisasi ini, proses kegiatan transaksi dapat dilakukan dengan lebih efisien dan Sistem penggajian membantu dalam menghitung gaji karyawan, memperbarui informasi pribadi, dan menghasilkan laporan terkait penggajian dengan lebih mudah. Dengan adanya dokumen dan catatan akuntansi yang tepat serta penggunaan sistem kompuShafa Salsabillah Qurunul. Helmy Wahyu Sukiswo Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 terisasi dalam proses penggajian. PT Petronika Gresik dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan keandalan dalam mengelola sistem informasi akuntansi penggajian karyawannya. KESIMPULAN Hasil penelitian yang dilakukan di PT Petronika Gresik mengenai efektivitas sistem informasi akuntansi penggajian karyawan, dapat disimpulkan bahwa PT Petronika Gresik berhasil membagi tugas dan tanggung jawab antar bagian yang ada. Selain itu, transaksi payroll di PT Petronika Gresik selalu melewati proses otorisasi oleh pihak berwenang. Gaji karyawan dibayarkan setiap bulan pada akhir bulan melalui transfer bank secara berkala dan teratur, tanpa penundaan. Proses payroll telah direncanakan dan dijadwalkan agar pada akhir bulan karyawan dapat menerima gajinya tepat waktu. Setiap hari rutin mencatat dan mencatat di komputer absensi karyawan, keterlambatan karyawan, lembur karyawan untuk proses penggajian. SARAN Berdasarkan kesimpulan di atas, saran penulis untuk menghindari kesalahan dalam pelaksanaan tugas yang diberikan kepada karyawan, perusahaan harus memiliki staf khusus untuk pemeriksaan internal. Staf khusus ini bertugas untuk memantau dan mengevaluasi semua kegiatan yang dilakukan di dalam perusahaan, dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas setiap kegiatan yang dilakukan. REFERENCES