Vol. xx No. xx-xx pISSN: 1234-4567 | eISSN: 1234-5678 https://ejurnal. id/index. php/jmpip Received: 2025-xx-xx. Received in revised form: 2025-xx-xx. Accepted: 2025-xx-xx TUJUAN. FUNGSI. DAN PRINSIP EVALUASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PONDOK PESANTREN DARUL HUSNA LANGGAPAYUNG Aziddin Harahap1. Rahmad Hidayat2 1. Universitas Labuhanbatu. Indonesia 2 Dinas Pendidikan Prov. Sumut. Indonesia. E-mail: 1aziddinulb@gmail. com, 2rahmadhidayat@gmail. DOI: https://doi. org/10. 47766/jmpip. xABSTRACT Learning evaluation is an essential component of the educational process, particularly in Islamic boarding schools . that integrate mastery of religious knowledge, character development, and the cultivation of Islamic life skills. This study aims to describe the objectives, functions, and principles of learning evaluation in Islamic Religious Education (PAI) at Pesantren Darul Husna Langgapayung. The objectives of evaluation are focused on measuring studentsAo competence comprehensively, covering cognitive, affective, and psychomotor aspects. The functions of evaluation include measuring learning achievement, serving as a basis for curriculum and instructional improvement, and acting as a medium for character development in accordance with Islamic values. The principles applied consist of objectivity, fairness, continuity, comprehensiveness, and transparency, ensuring that the results are accountable and serve as a reference for improving the quality of education. Thus, learning evaluation in PAI at Pesantren Darul Husna Langgapayung is not only oriented toward academic achievement but also functions as an instrument for fostering studentsAo character to form a generation that is faithful, knowledgeable, and virtuous. Keywords: Learning Evaluation. Islamic Religious Education. Pesantren. Functions. Principle. Copyright Holder: A Aziddin Harahap. Rahmat Hidayat . This is an open-access article under the CC-BY-SA License ABSTRAK Evaluasi pembelajaran merupakan komponen esensial dalam proses pendidikan, khususnya di pesantren yang mengintegrasikan penguasaan ilmu agama, pengembangan akhlak, dan pembinaan keterampilan hidup Islami. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan tujuan, fungsi, dan prinsip evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pesantren Darul Husna Langgapayung. Tujuan evaluasi difokuskan pada pengukuran ketercapaian kompetensi santri secara komprehensif meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Fungsi evaluasi mencakup alat ukur pencapaian hasil belajar, dasar pertimbangan perbaikan JMPIP: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Vol. xx No. kurikulum dan metode pembelajaran, serta sarana pembinaan akhlak santri sesuai nilai-nilai Islam. Prinsip evaluasi yang diterapkan meliputi objektivitas, keadilan, kontinuitas, komprehensivitas, dan transparansi sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan serta menjadi rujukan dalam peningkatan mutu Dengan demikian, evaluasi pembelajaran PAI di Pesantren Darul Husna Langgapayung tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen pembinaan karakter santri menuju terbentuknya generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Kata Kunci: Evaluasi pembelajaran. Pendidikan Agama Islam. Pesantren. Fungsi. Prinsip. PENDAHULUAN Pendidikan agama Islam di pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muslim yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Sebagai lembaga pendidikan tradisional sekaligus modern, pesantren tidak hanya menekankan aspek kognitif dalam penguasaan ilmu agama, tetapi juga mengintegrasikan dimensi afektif dan psikomotorik dalam setiap proses Salah satu instrumen penting dalam menjamin tercapainya tujuan pendidikan di pesantren adalah evaluasi pembelajaran. Evalusi sangat di butuhkan dalam berbagai kegiatan kehidupan manusia sehari hari, karena disadari atau tidak, sebenarnya evalusai sudah sering dilakukan, baik untuk diri sendiri maupun kegiatan sosial lainnya, hal ini dapat dilihat mulai dari berpakaian, setelah berpakaian ia berdiri dihadapan kaca apakah penampilannya sudah wajar atau belum. Dalam pendidilkan islam evaluasi merupakan salah satu komponen dari system pendidikan islam yang harus di lakukan secara sistematis dan terencana sebagai alat untuk mengukur keberhasilan atau target yang akan di capai dalam diproses pendidikan Islam dan proses pembelajaran. Pembelajaran adalah kegiatan yang disengaja . oleh peserta didik dengan arahan, bimbingan atau bantuan dari pendidik untuk memperoleh suatu perobahan. Perobahan yang diharapkan meliputi: aspek kognitif . , afektif . ikap dan tingkah lak. dan psikomotorik . erakan ragawi/keterampila. Perobahan yang diharapkan itu yang dinamakan dengan kompetensi . emampuan melakukan sesuat. , dirumuskan sebelumnya dalam desain Rumusan tersebut biasanya dinamakan dengan tujuan pembelajaran . ulu tujuan intruksional, sekarang kompetens. Mulai dari kompetensi dasar, kompetensi mata pelajaran, kompetensi lintas disiplin, dan kompetensi lulusan yang dalam GBPP kemudian dijabarkan menjadi beberapa indikator. Untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran atau kompetensi yang diharapkan tercapai oleh peserta didik diperoleh melalui evaluasi. i Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendalami tujuan, fungsi, dan prinsip dari evaluasi pembelajaran Pendidikan Aziddin Harahap1. Rahmad Hidayat2 Tujuan, fungsi, dan prinsip evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di pondok Pesantren Darul Husna Langgapayung Agama Islam. Pemahaman yang mendalam terhadap aspek-aspek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan agama Islam di berbagai lembaga pendidikanii . METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami peran guru agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di pesantren i Peneliti melakukan pengamatan langsung dan bertemu dengan guru serta siswa sebagai subjek penelitian. Metode kualitatif dipilih karena bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian, seperti perilaku, persepsi, dan motivasi, dalam konteks yang alamiahivData dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan penelaahan dokumen. Penelitian ini dilakukan di lapangan, dengan objek penelitian yang dibatasi agar data dapat digali sebanyak mungkin v Metode kualitatif memberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan diri dengan situasi kompleks dan dapat menghasilkan teori baru berdasarkan inspirasi dari data vi . Penelitian ini menggunakan pendekatan induktif-deduktif, di mana data menginspirasi teori vii Metode kualitatif ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang hubungan peneliti dengan responden serta menangkap nuansa-nilai yang dihadapi. Penelitian deskriptif kualitatif ini menjelaskan fenomena secara terperinci dan ilmiah melalui langkah-langkah penelitian yang sistematis, tanpa manipulasi dan pengujian hipotesis, dengan fokus pada makna fenomenavi HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pondok Pesantren modern Darul Husna adalah lembaga pendidikan Islam Di Langgapayung Labuhanbatu Selatan. Didirikan oleh Ustad Lukman Harahap, pondok pesantren ini mengikuti kurikulum gontor atau yang disebut Kulliyatul Muallimin AlIslamiyah Adalah kurikulum pendidikan holistik yang berlangsung 24 jam, memadukan pendidikan agama dan umum, bahasa asing . rab dan inggri. serta keterampilan, kesenian, dan olahraga. Pendidikan ini menerapkan pendekatan terintegrasi dimana seluruh aspek kehidupan santri, mulai dari kelas, asrama, hingga kegiatan lapangan, menjadi bagian dari proses pembelajaran. Tujuannuya adalah menciptakan ulama yang intelek dan santun dalam bergaul serta shalih dalam beribadah. Pendidikan di Pondok Pesantren Darul Husna Langgapayung tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga mencakup ilmu-ilmu umum seperti matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan ilmu pengetahuan alam. Santri diwajibkan belajar di sekolah formal dan non-formal untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih luas. Dalam konteks evaluasi pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Pondok Pesantren Darul Husna Langgapayung, terdapat dua aspek teori yang relevan. JMPIP: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Vol. xx No. Pertama, teori pembelajaran agama Islam, yang melibatkan pendekatan dan metode pengajaran yang efektif. Kedua, teori manajemen kelas, yang berfokus pada strategi dan teknik untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Melalui evaluasi ini, dapat ditentukan efektivitas metode pengajaran dan manajemen kelas yang diterapkan di Pondok Pesantren Darul Husna Langgapayung, sehingga dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran di lembaga Tabel 1. Metode Pengajaran Aspek Tujuan Fungsi Prinsip Keterbatasan Ringkasan Menyeluruh: Evaluasi dilakukan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang keberhasilan dan kekurangan dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Pondok Pesantren Darul Husna Langgapayung. Memberikan informasi objektif dan bermakna kepada pemangku kepentingan untuk pengambilan keputusan, perbaikan, atau perubahan kebijakan dan tindakan. Holistik: Fungsi utama Pendidikan Agama Islam tidak hanya terbatas pada transfer pengetahuan agama, melainkan juga melibatkan pembentukan karakter, moralitas, dan nilai-nilai spiritual pada siswa. Evaluasi berperan sebagai alat untuk menilai sejauh mana siswa mencapai pemahaman dan penerapan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi: Prinsip integrasi antara ajaran agama dan pembentukan karakter menjadi fondasi pendidikan agama Islam di pondok Adaptabilitas: Pondok Pesantren Darul husna Langgapayung berupaya tetap relevan dengan realitas zaman modern, termasuk memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran agama Islam. Sumber Daya dan Waktu: Keterbatasan dalam sumber daya dan waktu mungkin membatasi keluasan pengumpulan data dan Subjektivitas: Pengaruh mempengaruhi hasil evaluasi, dan upaya dilakukan untuk memitigasi ini melalui triangulasi data. Konteks Khusus: Hasil penelitian mungkin kurang generalisasi untuk lembaga pendidikan Islam lainnya. Ringkasan tersebut memberikan gambaran singkat tentang setiap aspek, menjelaskan tujuan menyeluruh, fungsi holistik, prinsip integrasi dan adaptabilitas, serta keterbatasan yang perlu diperhatikan dalam konteks evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Pondok Pesantren Darul Husna Langgapayung. Pembahasan Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran PAI di Pesantren Darul Husna Langgapayung tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur akademik, tetapi juga sebagai instrumen pembinaan karakter dan penguatan nilai- Aziddin Harahap1. Rahmad Hidayat2 Tujuan, fungsi, dan prinsip evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di pondok Pesantren Darul Husna Langgapayung nilai Islam. Evaluasi yang menekankan pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik mencerminkan orientasi pendidikan Islam yang holistik. Selain itu, penerapan prinsip objektivitas, keadilan, dan transparansi memperlihatkan upaya pesantren dalam menjaga kredibilitas hasil evaluasi. Hal ini penting agar evaluasi tidak dipandang sebagai beban administratif semata, melainkan sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang mendorong santri untuk berkembang secara utuh. Dengan demikian, evaluasi pembelajaran PAI di Pesantren Darul Husna Langgapayung berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan, sekaligus menjadi model integrasi antara penguasaan ilmu agama, pembinaan akhlak, dan praktik keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Agama Islam di Pondok Pesantren Darul Husna Langgapayung memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan moral siswa. Evaluasi pelaksanaan pembelajaran menjadi langkah krusial untuk memahami secara menyeluruh keberhasilan dan kekurangan dalam proses pendidikan ini. Evaluasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari metode pengajaran hingga pemahaman dan prestasi siswa. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan holistik dan totalitas kehidupan, dimana aktifitas santri 24 jam menjadi media pendidikan, termasuk pendidikan karakter, kemasyarakatan, dan penekanan pada penguasaan bahasa yang diterapkan di pondok pesantren ini memberikan dampak positif, memungkinkan partisipasi aktif siswa dan menciptakan lingkungan diskusi yang kondusif. Interaksi antara guru dan siswa di Pondok Pesantren Darul Husna Langgapayung juga dinilai positif, dengan guru-guru yang berpengalaman dan berkomitmen menciptakan atmosfer pembelajaran yang inklusif. Penggunaan sumber belajar juga terintegrasi dengan baik, meskipun evaluasi menyoroti perlunya peningkatan akses terhadap sumber daya teknologi untuk mendukung pembelajaran. Tingkat pemahaman dan prestasi siswa menjadi fokus utama evaluasi, dan hasilnya menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam di pondok pesantren ini memberikan kontribusi positif. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya teknologi perlu diatasi untuk meningkatkan kualitas Dalam menyusun rekomendasi, evaluasi ini menekankan perlunya peningkatan akses teknologi, keterlibatan siswa, dan pengembangan strategi pembelajaran yang lebih inklusif. Rekomendasi ini diarahkan untuk memperbaiki dan mengembangkan pendidikan agama Islam di Pondok Pesantren Darul husna Langgapayungagar dapat lebih efektif dan relevan. Sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen. Pondok Pesantren Darul husna Langgapayung diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam yang mereka berikan. Melalui evaluasi yang mendalam ini, diharapkan pondok pesantren ini dapat terus JMPIP: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Vol. xx No. berkontribusi positif dalam membentuk karakter, moral, dan nilai-nilai keagamaan generasi muda serta memberikan dampak positif dalam masyarakat. KESIMPULAN Evaluasi pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Pondok Pesantren Darul Husna Langgapayung memberikan landasan bagi perbaikan dan pengembangan ebih lanjut. Dengan meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam, diharapkan Pondok Pesantren Darul Husna Langgapayung dapat terus berkontribusi positif dalam membentuk karakter, moral, dan nilai nilai keagamaan generasi muda serta memberikan dampak positif dalam masyarakat. Evaluasi ini bukan hanya menjadi penilaian proses, tetapi juga menjadi langkah menuju perubahan positif dan relevansi pembelajaran agama Islam di masa depan. DAFTAR PUSTAKA