Journal of Education and Culture Vol. No. Februari 2022 ISSN: 2797-8052 PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU SOSIAL SISWA Nurul Aulia 1. Nurdiyana2. Sofyan Hadi 3 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pamulang SD Negeri Pondok Cabe Udik 02 nurulauliaian@gmail. com 1, dosen02080@unpam. id 2 hadisofyan572@gmail. Abstract Keywords: Media Sosial Perilaku Sosial Social media is an online media where users can easily interact with each other virtually, social media invites anyone who is interested to participate by giving feedback openly, commenting, and sharing information in a fast and unlimited time. It is undeniable that social media has a great influence in one's life. which has indirectly shaped a person's social behavior. However, for the community, especially teenagers, social media has become an addiction that makes users go without opening social media, so they are too comfortable and forget their essence as social beings who must interact directly with the surrounding environment, this has resulted in the community, especially teenagers, having a negative nature. towards the environment, and creating a young generation that grows into individuals with poor social behavior. Abstrak Media sosial merupakan sebuah media online yang mana para penggunanya dapat dengan mudah untuk saling berinteraksi secara virtual, media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas. Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang. yang mana hal tersebut secara tidak langsung telah memebentuk perilaku sosial seseorang. Namun bagi masyarakat khususnya kalangan remaja, media sosial sudah menjadi candu yang membuat penggunanya tiada hari tanpa membuka media sosial, sehingga mereka terlalu nyaman dan melupakan hakikatnya sebagai mahluk sosial yang harus berinterksi secara langsung dengan lingkungan sekitarnya, hal ini mengakibatkan masyarakat khususnya kalangan remaja memiliki sifat apatis terhadap lingkungan, dan menciptakan generasi muda yang tumbuh menjadi individu dengan perilaku sosial yang kurang baik. Corresponding Author: Nurdiyana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pamulang E-mail: dosen02080@unpam. PENDAHULUAN Globalisasi terbentuk karna adanya hubungan timbal balik antar dunia mengenai pandangan dunia, gagasan, serta persfektif kebudayaan, yang mana hal tersebut disebut sebagai suatu proses integrasi Globalisasi itu sendiri diartikan sebagai proses yang menghasilkan dunia tunggal. Dalam perkembangan globalisasi, terdapat beberapa aspek yang memberikan dampak secara langsung kepada umat Salah satu di antaranya adalah aspek komunikasi. Komunikasi sendiri merupakan salahsatu bagian terpenting dalam peradaban manusia. Perkebangan komunikasi di era globalisasi sangatlah cepat. Journal homepage: https://w. com/index. php/jec/index dibandingkan dengan perkembangan aspek lainnya. Dimana pada media ini, satu orang akan lebih mudah menghubungi satu orang lainnya atau lebih banyak orang, dalam waktu yang singkat. Media sosial sendiri tidaklah serta merta memiliki alih fungsi sendiri, tetapi adanya media sosial dikarnakan mulai berkembangnya situs internet yang semakin cepat. Internet adalah salahsatu bagian dari kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, yang mana internet itu sendiri memiliki bermacammacam fungsi. Dan salahsatu fungsinya yang sangat familiar dan cukup digemari beberapa kalangan yaitu sebagai tempat komunitas jejaring sosial dunia maya. Media sosial memungkinkan penggunanya dapat berinteraksi dan berbagi data dengan pengguna yang lain dalam skala yang besar. Media sosial memberikan layanan informasi yang berbeda melalui sistem softwere tersebut yang tentunya dikemas dengan semenarik mungkin. Diantara softwere tersebut yang sering kita gunakan sehari-hari ialah whatsapp, instagram, facebook, line, path, bbm dan lain sebagainya. Media sosial dapat memudahkan seseorang untuk saling berbagi informasi, mengirim foto/vidio serta mengutarakan keadaan yang mereka alami, setiap penggunanya dapat saling berkomentar dengan bebas dan saling memberi feedback secara terbuka, maka tak heran pengguna media sosial banyak dari anak-anak Pada umumnya kalangan remaja yang aktif dalam media sosial memiliki kebiasaan-kebiasaan yang disukainya seperti menggunggah seputar kegiatan pribadi, curahan hati dan foto bersama teman-temannya. Banyak dari mereka yang menganggap dan menilai seseorang dari taraf penggunaan media sosial dan menjadikannya tolak ukur dalam kehidupan sosialnya, dimana jika seseorang memiliki akun di berbagai media sosial dan aktif didalamnya maka akan dianggap keren dan gaul, sedangkan mereka yang pasif dalam memainkan media sosial akan dianggap tertinggal jaman, kuno dan kurang bergaul. Perlu kita ketahui bahwa pengguna internet di Indonesia dari tahun ke tahunnya selalu mengalami peningkatan. Sebagaimana dilansir dalam berita online CNN Indonesia jumlah pengguna internet di Indonesia bertambah, dari 71,2 juta di tahun 2013 menjadi 88,1 juta orang di tahun 2014, atau meningkat sekitar 34,9% dari total penduduk di Indonesia. Indonesia sendiri menempati negara terbanyak yang menggunakan media sosial setidaknya dari 88,1 Juta orang pengguna internet 95% dari mereka mengakses media sosial. Melihat perkembangan media sosial di Indonesia yang sangat pesat mengakibatkan banyak pengguna media sosial dibawah umur, menurut survey asosiasi penyelenggara internet Indonesia, presentase pengguna internet pada usia 10-14 tahun mencapai 100% dengan jumlah 768. Pada dasarnya remaja di usia 10 sampai 14 tahun sedang ada didalam fase dimana mereka sedang mencari jati dirinya sendiri maka dari itu dalam proses ini remaja tidak dapat dihadapkan dengan lingkungan yang tidak mendukung atau yang memeberikan dampak negatif karna dengan sifatnya yang labil, mudah terpengaruhi, dan selalu ingin mencoba hal-hal baru akan membuat mereka mudah terjerumus pada hal-hal yang tidak diinginkan dan berakhir dengan perbuatan-perbuatan atau perilaku yang keluar dari nilai-nilai norma yang berlaku di Perilaku remaja baru-baru ini serigkali menjadikan media sosial sebagai tolak ukur kehidupan mereka, mulai dari kehidupan pribadi, kehidupan sekolah sampai dengan kehidupan asmara. Sehingga ada anggapan yang menganggap dikalangan remaja sendiri, semakin aktif seseorang di media sosial dan semakin banyak media sosial yang dimiliki maka dianggap semakin gaul. Begitupun sebaliknya, semakin tidak memiliki media sosial maka semakin dianggap kuno dan tertinggal jaman. Hal inilah yang menjadikan perilaku remaja sering besebrangan dengan nilai-nilai norma yang ada di masyarakat. Perilaku sosial seorang individu cenderung telah menjadi kebiasaan dalam kepekaannya terhadap keadaan sosial, seseorang yang memiliki prilaku sosial yang baik akan lebih peka terhadap suatu keadaan, begitupun sebaliknya. Setiap individu tentu memiliki respon yang berbeda dalam menanggapi suatu keadaan, lebih jelasnya bisa dibilang sebagai peristiwa yang dapat merangsang responnya untuk mengetahui perilaku Tentu dalam lingkup ini perilaku selalu berdampingan dengan sosialisasi, karna perilaku yang kita miliki akan mempengaruhi kita dalam kehidupan sosial yang ada didalam masyarakat. Pada hakikatnya perilaku sosial seseorang terbentuk dan mengalami perubahan bukan semata-mata hadir karna sendirinya melainkan dapat terbentuk karna jalinan hubungan dengan objek-objek sosial di Hal ini dilihat dari bagaimana hubungan dan interaksinya dengan lembaga, kelompok atupun antar individu yang dilakukan secara langsung ataupun melalui media-media pendukung lainnya seperti surat kabar, radio, televisi, hingga pada saat ini media yang sedang marak di masyarakat khususnya kalangan remaja yaitu media sosial. Dengan adanaya media sosial bukan hanya memeberi dampak positif akan tetapi terdapat juga dampak negative khususnya dalam perilaku sosial anak, anak jadi malas bersosialisasi didunia nyata dan lebih nyaman mengekspresikan dirinya di media sosial, mereka menjadi tidak sadar dengan lingkungan di sekitar mereka karana lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggunakan internet dan mengakses media sosial. Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang, khususnya bagi kalangan remaja. Dari media sosial sendiri adanya pengaruh positif dan negative yang dapat secara tidak langsung mempengaruhi kehidupan para remaja. Diantara pengaruh negatifnya ialah, remaja menjadi kecanduan terhadap internet. Hal ini sering sekali kita temukan dalam kehidupan kita sehari-hari, dimana para remaja menjadi sering bolos sekolah, berbohong kepada orang tua, melakukan perbuatan asusila dan masih banyak lagi yang lain. Tentunya hal ini menjadi satu fenomena yang sangat miris. Karna generasi masa depan bangsa seakan-akan tidak bisa hidup tanpa internet. Selain memberikan dampak negatif dikalangan remaja. Internet sendiri juga memberikan dampak positif bagi Diantaranya mulai munculnya remaja-remaja yang dapat memanfaatkan internet menjadi sarana edukasi maupun bisnis. Tanpa kita sadari hal-hal tersebut telah memberikan dampak yang cukup besar bagi tumbuh kembang anak khsusnya dalam membentuk perilaku sosialnya, banyak dari mereka yang tidak tahu bagaimana memulai interaksi untuk membangun suatu hubungan yang dalam, mereka merasa bahwa persahabatan yang mereka miliki dangkal, mereka menyukai pertemanan yang dimilikinya namuan tidak dapat berharap lebih atas hal itu, mereka meyakini bahwa temannya akan membatalkan semua hal ketika menemukan yang lebih baik. Pada hakikatnya mereka tidak memahami arti sesungguhnya dari sebuah hubungan karna memang tidak terlatih untuk hal itu, hingga ketika dihadapkan dengan suatu tekanan mereka tidak dapat mengutarakannya pada lingkungan disekitar mereka dan lebih memilih mengungkapkannya melalui media sosial yang dapat memberikan ketenangan sementara, kita akan merasa lebih baik ketika apa yang kita sampaikan mendapat respon positif namun ketika yang terjadi adalah sebaliknya kita tidak tahu dampak terburuk yang akan terjadi seperti apa, dari hal ini maka tidak heran bila para peneliti memberikan bukti ilmiah dimana hal itu menunjukan bahwa seseorang yang aktif/sering menggunakan facebook mudah mengalami depresi dibandingkan dengan seseorang yang jarang menggunakan facebook. Hal-hal ini harus seimbang tidak ada yang salah dengan media sosial dan handphone masalahnya adalah ketidak seimbangan, ketika kita sedang duduk makan malam dengan teman kita namun kita hanya chatting dengan teman kita yang tidak ada disitu . ewat handphon. itu adalah masalah, itu kecanduan. Contohnya ketika kita dalam sebuah pertemuan bersama dengan orang-orang yang semestinya kita bicara dan mendengarkan serta berinteraksi dengan seharusnya namun tidak heran pasti ada salahsatu atau bahkan sebagian orang dari pertemuan tersebut meletakkan handphonenya di meja, menghadap keatas/kebawah dengan rasa tidak perdulu, tanpa disadari pikiran kita tidak ada disitu lagi, semua menjadi tidak penting, seakan-akan mempunyai dunianya masing-masing dan acuh dengan keadaan yang seharusnya kita dapat bersosialisasi dengan baik disitu. Itulah yang terjadi, dan fakta bahwa kita tidak bisa melepas handphone kita adalah karna kita kecanduan dan seperti kecanduan-kecanduan lainnya, dapat menyebabkan hancurnya sebuah hubungan, waktu yang sia-sia, terbuangnya uang, dan membuat hidup kita semakin buruk. Tapi sayangnya di Indonesaia internet . edia sosia. justru lebih banyak memberikan pengaruh buruk bagi remaja khususnya dikalangan menengah kebawah, karna jika diperhatikan kembali latar belakang keluarga dari menengah kebawah cenderung lebih membebaskan anak untuk memegang gadget bahkan mengakses media sosial dan memiliki akun sendiri, hal ini banyak disebabkan oleh ketidak tahuan orang tua akan masalah-masalah media sosial yang terbaru, tentu hal itu membuat anak lebih leluasa lagi untuk mengekspor diri dimedia sosial tanpa teguran ataupun arahan yang benar sehingga akan berdampak negatif pada perkembangan anak tersebut. Baik dalam kehidupan agama, pendidikan, juga sosial. Banyak kasus yang menyeret remaja terhadap tindakan-tindakan yang melanggar norma, bahkan media sosial seperti mengalihkan dunia para penggunanya khususnya dikalangan remaja yang mana disadari atau tidak hal tersebut telah mempengaruhi perilaku sosial seseorang khususnya pada kalangan remaja. Berdasarkan uraian tersebut diatas peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa dan siswa SMK Islam Ruhama mengenai penggunaan media sosial terhadap perilaku sosial siswa, dari hasil pengamatan peneliti melihat bahwa media sosial sudah menjadi candu yang membuat siswa/siswi di SMK Islam Ruhama tiada hari tanpa membuka media sosial, banyak dari mereka yang asyik dengan smarphone yang mereka miliki dan menghabiskan waktu luang mereka hanya untuk berselancar di dunia maya tanpa mereka sadari mereka telah lupa bahwa ada kehidupan lain dilingkungan sekitarnya, padahal dalam perkembangannya disekolah seharusnya siswa/siswi berusaha mencari identitasnya dengan banyak interaksi dan bergaul dengan teman sebayanya. Dengan terjadinya fenomena tersebut membuat saya merasa perlu melakukan penelitian METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian korelasi dengan pendekatan kuantitatif, dengan variabel bebas yaitu media sosial dan variabel terikat perilaku sosial. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket berupa pertanyaan atau pernyataan yang jawabannya berbentuk skala linkert, deskriptif skala linkert itu sendiri digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tetang fenomena sosial. Angket untuk mengungkap tentang data variabel media sosial dan perilaku sosial dengan alternative jawaban misalnya: sangat setuju (SS), setuju (S), kurang setuju (KS), tidak setuju (TS), sangat tidak setuju (STS). PEMBAHASAN Hurlock berpendapat bahwa prilaku sosial menunjukan kemampuan untuk menjadi orang yang Lebih lanjut lagi, perilaku sosial adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku umum yang ditunjukan oleh individu dalam masyarakat, yang pada dasarnya sebagai respon terhadap apa yang dianggap dapat diterima atau tidak diterima oleh kelompok sebaya seseorang. Dimana prilaku tersebut ditunjukkan dengan perasaan, tindakan, sikap, keyakinan, kenangan, dan rasa hormat terhadap orang lain Dari pengertian perilaku sosial menurut Hurlock tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa perilaku seseorang merupakan kebutuhan diri untuk menyesuaikan dengan lingkungan masyarakat, hakikatnya perilaku yang dapat diterima dalam lingkungan masyarakat merupakan perilaku yang sesuai dengan norma atau aturan-aturan yang ada didalam lingkungan masyarakat, maka dari itu perilaku juga sering disebut sebagai suatu ahlak atau moral. Moral itu sendiri merupakan suatu perilaku atau tingkah laku yang sesuai dengan ukuran-ukuran . ilai-nila. masyarakat, dimana perilaku tersebut timbul atas kemauan diri sendiri tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun, seyogyanya perilaku tersebut akan selalu dibarengi dengan rasa tanggung jawab atas perilaku/tindakan yang dilakukan. Sedangkan Media Sosial menurut Rulli Narullah adalah medium di internet yang memungkinkan pengguna merepresentasikan dirinya maupun berinteraksi, bekerja sama, berkomunikasi dengan pengguna lain, dan membentuk ikatan sosial secara virtual. Karakteristik umum yang dimiliki setiap media sosial yaitu adanya keterbukaan dialog antar para pengguna. Sosial media dapat dirubah oleh waktu dan diatur ulang oleh penciptanya, atau dalam beberapa situs tertentu, dapat diubah oleh suatu komunitas. Selain itu sosial media juga menyediakan dan membentuk cara baru dalam ber komunikasi. Penelitian ini dilakukan di SMK Islam Ruhama yang berlokasi di Jl. Tarumanegara No. Cirendeu. Kec. Ciputat Timur. Kota Tangerang Selatan. Subyek penelitian merupakan perwakilan dari kelas X,XI dan XII sebanyak 58 siswa. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Juni 2021. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri tes tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu pengorganisasian data, hipotesis statistic dan uji persyaratan analisis. Namun Sebelum instrument test ini dipakai, terlebih dahulu dilakukan pengujian soal dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Untuk mengukur validasi Kuisioner menggunakan rumus Correlation product moment sebagai berikut: Adapun dari masing-masing item soal mengenai perilaku sosial dan media sosial dengan jumlah item soal sebanyak 25 pervariabel yang diberlakukan kepada 58 siswa, dapat diketahui bahwa seluruh pernyataan yang diajukan untuk penelitian ini adalah valid karna dilihat dari nilai sig, . -taile. kurang dari 05 sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh pernyataan yang ada dalam kuesioner tersebut dapat dikatakan layak sebagai instrumen untuk mengukur data penelitian. Setelah menunjukan bahwa semua variabel pernyataan valid dan layak dijadikan instrumen penelitian, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas. Hasil reliabilitas yang diperoleh Variabel Media Sosial yaitu diketahui bahwa ke-25 pernyataan yang valid termasuk kedalam soal dengan tingkat reliabilitas sangat reliabel dengan nilai (Rac = 0,. Sebagaimana tabel berikut: Tabel Hasil Uji Reliabilitas Variabel Media Sosial Reliability Statistics Cronbach's Alpha ,969 N of Items Sedangkan hasil reliabilitas yang diperoleh variabel Perilaku Sosial yaitu diketahui bahwa ke-25 pernyataan yang valid termasuk kedalam soal dengan tingkat reliabilitas sangat reliabel dengan nilai (Rac = 0,. Sebagaimana tabel berikut: Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,873 Uji Persyaratan Analisis Uji Normalitas Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan Shapiro-Wilk dengan menggunakan taraf 05, data dinyatakan terdistribusi normal jika signifikan lebih besar dari 5% atau 0. Tabel Output Uji Normalitas Media Sosial dan Perilaku Sosial Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Shapiro-Wilk Sig. Statistic Sig. Media Sosial ,106 ,165 ,975 ,279 Perilaku Sosial ,113 ,061 ,972 ,199 Lilliefors Significance Correction Berdasarkan Tabel 4. 5 Output Normalitas diatas dapat diketahui bahwa data Media Sosial Sig SW . > 0. 05, maka Ho gagal ditolak artinya data terdistribusi normal begitu juga dengan data Perilaku Sosial Sig SW . > 0. 05, maka Ho gagal ditolak artinya data terdistribusi normal. Uji Linearitas Pengambilan keputusan dalam uji linearitas dapat dilihat dari Deviation From Linearity yang ditampilkan dalam tabel sebagai berikut: Tabel Output Uji Linearitas ANOVA Table Sum of Squares Mean Square Sig. Perilaku Sosial Between (Combine. 5129,569 170,986 54,634 ,000 * Media Sosial Groups Linearity 5052,793 5052,793 1614,502 ,001 76,776 2,647 ,846 ,671 84,500 3,130 5214,069 Deviation from Linearity Within Groups Total Sumber : Data printer diolah 2021 melalui SPSS 22 Berdasarkan nilai signifikan (Si. dari Tabel 4. 6 Output Uji Linearitas diatas dapat diketahui Deviation From Linearity diperoleh nilai Sig 0. 671 > 0. 05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara variabel Media Sosial (X) dan variabel Perilaku Sosial (Y). Uji Hipotesis Uji Hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis uji F, analisis uji T. Uji Koefisien Determinasi (UJI R. serta Uji Korelasi. Adapun hasilnya dapat disimpulkan bahwa diatas hasil korelasi antara media sosial dengan perilaku sosial menunjukan angka koefisien korelasi person sebesar 775, maka derajat hubungan antara media sosial siswa adalah bersifat kuat . Selanjutnya nilai signifikansi 000 < 0. 05, maka hipotesis kerja diterima yang artinya ada pengaruh antara media sosial terhadap perilaku sosial siswa di SMK Islam Ruhama. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t diperoleh data thitung = 12. 644 dan ttabel = 2. dengan keriteria pengujian jika thitung < ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak dan jika thitung > ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima karna thitung > ttabel hal ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara media sosial terhadap perilaku sosial siswa di SMK Islam Ruhama. Kedua nilai koefisien korelasi sebesar 0. 775 yang bertandakan positif memiliki arti bahwa semakin tinggi pemanfaatan media sosial yang dilakukan seorang siswa, semakin tinggi pula perilaku sosial yang ia Jadi kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah ada pengaruh yang berarti antara media sosial terhadap perilaku sosial siswa di SMK Islam Ruhama. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X terhadap variabel Y. Dari hasil pengujian hipotesis tersebut terbukti bahwa AuTerdapat Pengaruh Positif dan Signifikan Antara Media Sosial Terhadap Perilaku Sosial Siswa di SMK Islam Ruhama. KESIMPULAN DAN SARAN/REKOMENDASI 1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh media sosial terhadap perilaku sosial siswa, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Penggunaan media sosial oleh seluruh siswa SMK Islam Ruhama Tahun Pelajaran 2020/2021 tergolong tinggi. Hal ini dilihat dari hasil perolehan presentase histogram variabel media sosial menunjukkan frekuensi tertinggi terletak pada 91Ae100, dengan frekuensi mutlak 33 dan frekuensi relatif 39,66%. Ini berarti penggunaan media sosial diperoleh. Tingkat perilaku sosial seluruh siswa di SMK Islam Ruhama Tahun Pelajaran 2020/2021 tergolong Hal ini dilihat dari hasil perolehan presentase histogram variabel Perilaku sosial menunjukkan frekuensi tertinggi terletak pada 91 Ae 100, dengan frekuensi mutlak 37 dan frekuensi relatif 51,72%. Ini berarti perilaku sosial siswa diperoleh khususnya dalam proses pembelajaran mencakup perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, serta percaya diri. Terdapat pengaruh positif signifikan media sosial terhadap perilaku sosial siswa di SMK Islam Ruhama. Dengan hasil Fhitung . lebih besar dari Ftabel . dan nilai signifikansi 0. lebih kecil dari taraf signifikansi 5% . , maka keputusan statistik yang diambil adalah hipotesis Ha diterima dan hipotesis Ho ditolak. Artinya terdapat pengaruh media sosial terhadap perilaku sosial siswa secara signifikan. Berdasarkan hasil uji korelasi antara media sosial dengan perilaku sosial menunjukan angka koefisien korelasi person sebesar 0. Kedua variabel X dan Y yaitu media sosial dan perilaku sosial siswa di SMK Islam Ruhama berkorelasi (Sig. -taile. = 0. 000 < 0. dengan derajat hubungan korelasi kuat dan bentuk hubungan positif. Dengan besarnya koefisien determinasi (R. diketahui sebesar 0. 575 atau 57%. Angka ini memberikan arti bahwa variabel bebas . edia sosia. telah memberikan kontibusi atau pengaruh sebesar 57% terhadap perilaku sosial siswa. Sedangkan 53% dari perilaku sosial dipengaruhi oleh variabel lain yang mempengaruhi perilaku sosial agar lebih baik. REFERENSI