PERMAINAN KOTAK ALFABET DALAM MENINGKATKAN PENGENALAN HURUF ALPHABET BOX GAME IN IMPROVING LETTER RECOGNITION Ibrahim M. Jamil1*. Dewita1 STKIP An-Nur Nanggroe Aceh Darussalam. Banda Aceh. Indonesia ABSTRAK Kemampuan bahasa khususnya kemampuan mengenal huruf belum berkembang secara optimal, sebagian besar anak belum mengenal semua huruf-huruf. Beberapa anak terlihat bingung membedakan huruf tertentu dan terlihat sangat ragu untuk membentuknya menjadi kata tertentu. Untuk mendukung peningkatan kemampuan anak dalam mengenal huruf, guru dapat menggunakan media pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini apakah dengan permainan kotak alfabet dapat meningkatkan pengenalan huruf pada anak TK. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah permainan kotak alfabet dapat meningkatkan pengenalan huruf pada anak TK. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan empat tahap yaitu: merencanakan . , melakukan tindakan . , mengamati . , dan merefleksi . Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara, dan teknik analisa data dengan persentase. Kemampuan mengenal huruf anak sebelum menggunakan permainan kotak alfabet pada ketiga indikator adalah menyebutkan huruf persentase yang dicapai adalah 36,67%, menunjukkan huruf persentase yang dicapai adalah 46,67% dan menghubungkan gambar dengan huruf persentase yang dicapai adalah 63,33%, ini berarti bila dikonversikan pada tabel persentasi berada pada skala < 54% dengan insterpretasi kurang sekali. Hasil siklus I mengalami peningkatan dibandingkan pra siklus, kemampuan mengenal huruf anak sesudah menggunakan permainan kotak alfabet mencapai 50,00%, menunjukkan huruf persentase 66,67% dan menghubungkan gambar dengan huruf persentase 60,00%. Kemampuan mengenal huruf anak siklus II sesudah menggunakan permainan kotak alfabet menyebutkan huruf persentase yang dicapai 83,00%, menunjukkan huruf 86,67% dan menghubungkan gambar dengan huruf 86,67%. Hasil rata-rata pencapaian persentase Siklus II sebesar 85%. Kata Kunci: Permainan Kotak Alfabet. Meningkatkan. Pengenalan Huruf ABSTRACT Language skills especially the ability to recognize letters have not developed optimally, most children do not recognize all the letters. Some children look confused to distinguish certain letters and look very hesitant to form them into certain words. To support the improvement of children's ability to recognize letters, teachers can use learning media. The formulation of the problem in this study is whether the alphabet box game can improve letter recognition in kindergarten children. The purpose of this study was to determine whether alphabet box games can improve letter recognition in kindergarten The approach used in this research is a descriptive qualitative approach, the type of research is classroom action research with four stages, namely: planning, acting, observing, and reflecting. Data collection techniques using observation and interviews, and data analysis techniques with percentages. The ability to recognize children's letters before using the alphabet box game on the three indicators is to mention the letters the percentage achieved is 36. 67%, show the letters the percentage achieved is 46. 67% and connect the picture with the letters the percentage achieved is 63. 33%, this means that when converted to the percentage table is on a scale The results of cycle I have increased compared to the pre-cycle, the ability to recognize children's letters after using the alphabet box game reached 50. 00%, showing letters percentage 66. 67% and connecting pictures with letters percentage 60. The ability to recognize children's letters in cycle II after using the alphabet box game mentions letters the percentage achieved is 00%, shows letters 86. 67% and connects pictures with letters 86. The average percentage achievement of Cycle II was 85%. Keywords: Alphabet Box Game. Improving. Letter Recognition PENDAHULUAN Anak usia dini diartikan sebagai anak yang barada pada rentang usia 0-6 tahun, banyak orang yang mengatakan bahwa fase ini sebagai masa Augolden ageAy karena masa ini sangat menentukan bagaimana anak tersebut berkembang nantinya dari segi sikap, mental dan Anak adalah manusia yang masih kecil, yaitu yang baru berumur enam tahun. Jadi jika diartikan secara bahasa, anak usia dini adalah sebutan bagi anak yang berusia antara 0 hingga 6 tahun (Alwi, 2. Pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir hingga usia enam tahun yang dilakukan dengan pemberian rangsangan pendidikan untuk perkembangan jasmani dan rohani agar memasuki pendidikan lebih lanjut yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal. oordinasi motorik kasar dan motorik halu. , kecerdasan . aya pikir,daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritua. , sosial emosional . ikap dan perilaku serta agam. , bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini (Arifin. Pada usia 0-6 tahun adalah masa paling potensial untuk belajar, masa itu sering juga disebut sebagai Augolden ageAy atau usia emas, karena pada rentang usia itu anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat di berbagai aspek, yaitu aspek nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional dan seni. Pengembangan anak usia dini adalah suatu proses pembinaan tumbuh kembang anak usia lahir hingga enam tahun secara menyeluruh dan mencakup aspek fisik dan non fisik, dengan perkembangan jasmani, rohani, motorik, akal pikir, sosial emosional yang tepat agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal (Aqib, 2. Pendidikan menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan Bahasa merupakan alat yang penting bagi setiap orang. Melalui bahasa mengembangkan kemampuan bergaul dengan orang lain, dan tanpa bahasa berkomunikasi dengan orang lain. Anak dapat mengekspresikan pikirannya menggunakan bahasa sehingga orang lain dapat menangkap apa yang di pikirkan anak. Perkembangan bahasa pada anak usia dini sangat penting karena dengan bahasa sebagai dasar kemampuan seorang anak akan dapat meningkatkan kemampuan-kemampuan yang lain. Upaya meningkatkan kemampuan anak dalam membaca dapat dilakukan dengan memperkenalkan bentuk huruf sehingga anak dapat memahami kata-kata yang Dalam pengenalan bentuk huruf ini guru harus bersikap sabar, karena anak memiliki karakteristik yang berbeda sehingga perbedaan karakteristik anak wajib untuk diperhatikan guru. Pembelajaran yang menarik akan meningkatkan motivasi belajar anak dan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga mempermudah masuknya rangsangan pada anak-anak. Salah satu metode rangsangan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam menerapkan metode permainan dalam Melalui permainan, anak akan merasa senang dan nyaman dalam mengikuti pembelajaran, maka rangsangan yang diberikan akan diterima baik oleh anak-anak. Begitu kemampuan mengenal huruf pada anak usia dini. Kemampuan mengenal huruf perkembangan bahasa anak, yang perlu stimulasi secara optimal sejak usia dini. Musfiroh . mengungkapkan bahwa stimulasi pengenalan huruf adalah merangsang anak untuk mengenali, memahami, dan menggunakan simbol tertulis untuk berkomunikasi. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di TK Seatap SD Negeri Kuta Trieng Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya, ditemukan hasil kemampuan mengenal huruf belum dibandingkan dengan kemampuankemampuan lainnya, seperti kemampuan fisik motorik, kognitif, dan sosialemosional. Berdasarkan pengamatan tersebut terdeteksi terdapat permasalahan yang terkait dengan kemampuan mengenal huruf dan hal ini terbukti dengan sebagian besar anak belum mengeal semua huruf abjad dan anak mengalami kesulitan dalam Kemampuan perkembangan bahasa pada anak usia Kemampuan mengenal huruf tersebut dapat dikatakan juga sebagai kesanggupan anak dalam mengetahui atau mengenal tanda-tanda aksara dalam tata tulis yang merupakan huruf abjad. Kemampuan mengenal huruf perlu dirangsang dengan cara yang tepat, sehingga kemampuan anak-anak dalam mengenal huruf dapat berkembang Pemberian rangsangan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal huruf perlu menerapkan dengan suatu metode pembelajaran yang Anak nampak kesulitan saat menyebutkan huruf-huruf. Anak juga terbalik saat menyebutkan huruf dengan lafal ataupun bentuknya mirip, misalnya AudAy dengan AubAy. AufAy dengan AuvAy. AumAy dengan AunAy. AupAy dengan AubAy. AumAy dengan AuwAy. Anak juga kesulitan saat diminta menyebutkan kata dari sebuah huruf, begitu pula sebaliknya saat diminta untuk menyebutkan huruf depan dari sebuah kata. Kegiatan mengenalkan huruf dilakukan dengan cara guru menulis huruf papan tulis menyebutkan lafal huruf tersebut. Anak diminta untuk menyebutkan dan menulis huruf tersebut pada buku tulis yang sudah dibagikan. menekankan pada kegiatan bermain sambil belajar yang mengandung arti setiap kegiatan pembelajaran harus Melalui banyak konsep dasar dari pengetahuan dapat diperoleh, seperti konsep dasar warna, ukuran, bentuk, dan arah yang merupakan dasar dari perkembangan Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti akan berkolaborasi untuk menggunakan metode bermain. Metode bermain yang akan peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah berbentuk permainan kotak Alfabet. Selain menulis sesuai contoh yang diberikan guru, kegiatan mengenal huruf juga dilakukan dengan menghubungkan garis putus-putus yang membentuk pola suatu huruf dengan menggunakan lembar kerja anak (LKA), dan majalah Setelah selesai mengerjakan, guru mengajak anak untuk menyebutkan huruf yang sudah ditulis anak. Selain permasalahan tersebut, penggunaan media pembelajaran juga belum maksimal, dan hal tersebut dapat mempengaruhi ketertarikan anak dalam mengikuti proses pembelajaran. Media menggunakan permainan kota alfabet bertujuan untuk mengenalkan huruf . elalui kotak alfabe. kepada anak. Anak tidak merasa sedang belajar dan Hal meningkatkan motivasi anak untuk mengenal bentuk huruf yang diajarkan. Hartati . menyatakan bahwa permainan merupakan aktivitas yang menimbulkan rasa senang. Melalui permainan, anak dapat mengembangkan potensinya yang ada pada diri anak. Penelitian ini menerapkan permainan kotak alphabet yang dalam pembelajaran agar anak dapat belajar aktif, menyenangkan, sehingga kemampuan anak dalam mengenal huruf dapat Disisi lain penggunaan metode bermain juga belum dimanfaatkan secara Melihat dari permasalahan yang ada tersebut, maka kemampuan anak dikembangkan dengan cara yang tepat, yaitu dengan tetap berpedoman pada bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain karena menurut Moeslichatoen . bagi anak Taman Kanak-kanak belajar adalah bermain dan bermain adalah belajar. Suyanto . mengungkapkan bahwa pada dasarnya pendidikan anak usia dini lebih Permainan kotak alfabet merupakan salah satu metode bermain yang cukup kemampuan mengenal huruf pada anak. Hal ini dikarekan anak pada usia 5 sampai 6 tahun masih pada tahap pra operasional (Suyanto, 2. dimana anak belajar melalui benda konkret. Pada penelitian ini, penggunaan kartu huruf media/benda konkret yang dapat digunakan anak saat belajar dengan tujuan dapat mempermudah anak dalam mengenal dan memahami lafal huruf dan Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), dimana penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan tentang pembelajaran yang hendak dicapai mulai dari perencanaan, metode, dan evaluasi dalam permainan kotak alfabet untuk meningkatkan pengenalan huruf pada anak TK Seatap SD Negeri Kuta Trieng Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. Tujuan Penelitian Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah permainan kotak alfabet dapat meningkatkan pengenalan huruf pada anak TK Seatap SD Negeri Kuta Trieng Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri melalui fefleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sehingga hasil belajar siswa meningkat. Penelitian dimaksutkan untuk mencari kebenaran METODELOGI PENELITIAN Pendekatan Penelitian Lokasi Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Disebut kualitatif karena penelitian ini bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, sosial, tindakan secara umum, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan menggunakan metode khusus alamiah (Meleong, 2. Disebut deskriptif dikarenakan metode penelitian ini fenomena, atau setting sosial dalam suatu tulisan yang bersifat naratif. Data dan fakta yang di himpun akan didekripsikan dalam bentuk kata atau gambar faktual dan akurat mengenai meningkatkan pengenalan huruf pada anak TK Seatap SD Negeri Kuta Trieng Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. Lokasi penelitian ini adalah TK Seatap SD Negeri Kuta Trieng Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya, mulai dari bulan Juni 2022 sampai dengan bulan Agustus 2022. Tahapan Penelitian Menurut Arikunto . penelitian tindakan kelas terdiri dari empat tahap . , . , . , . Ay. PTK ini dilaksanakan melalui dua siklus, setiap siklus dilaksanakan mengikuti prosedur . , . , pengamatan . , dan refleksi . Purwanto . mengemukakan bahwa pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen atau alat ukur. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi dan daftar daftar cek . Kisi-kisi penelitian adalah mengukur kemampuan anak dalam mengenal huruf dengan menggunakan kotak alphabet dengan media kartu kata dengan indikator menyebut huruf, menunjukkan dan menghubungkan gambar dengan huruf. dapat menyebutkan kata yang tercantum di dalam kartu tersebut. Dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama 2 siklus, aspek kemampuan mengenal huruf mengalami peningkatan dari kondisi awal sebelum diadakan penelitian tindakan kelas hingga penelitian tindakan kelas siklus tahap II berakhir. Kemampuan mengenal huruf anak sebelum menggunakan permainan kotak alfabet pada ketiga indikator adalah kemampuan anak dalam menyebutkan huruf . ersentase yang dicapai adalah 36,67%), kemampuan anak dalam menunjukkan huruf . ersentase yang dicapai adalah 46,67%) menghubungkan gambar dengan huruf . ersentase yang dicapai adalah 63,33%). Angka dikonversikan pada tabel persentasi berada pada skala < 54% dengan insterpretasi kurang sekali. Data Penelitian Analisis dilakukan pada setiap pertemuan dalam siklus I dan II dengan menggunakan teknik diskriptif kuantitatif persentase. Adapun rumus yang digunakan dalam kuantitatif persentase (Sudijono, 2. Untuk kemampuan mengenal huruf anak perbandingan persentase skor yang diperoleh anak sebelum dan setelah pembelajaran dengan mengguankan kotak alfabet. Kriteria keberhasilan dalam penelitian adalah adanya peningkatan aktivitas anak dalam mengikuti pembelajaran dan anak menunjukkan peningkatan pemahaman yang dibuktikan dengan kemampuan anak menyebutkan simbol huruf dengan benar serta dapat menghubungkan gambar dengan huruf menggunakan kotak alfabet dengan benar. Penelitian dianggap berhasil apabila sejumlah 80% dari anak berkategori baik dalam mengenal huruf. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan terjadinya peningkatan kemampuan anak jika dibandingkan dengan saat pra siklus. Pada saat ini, kemampuan anak dalam mengenal huruf sesudah menggunakan permainan kotak alfabet pada ketiga indikator tampak Pada tahap ini anak sudah mampu menyebutkan huruf . engan persentase 50,00%), anak telah mampu menunjukkan huruf . engan persentase 66,67%) dan anak telah mampu menghubungkan gambar dengan huruf . enga persentase 60,00%). HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Kemampuan anak dalam mengenal huruf di siklus II . esudah menggunakan permainan kotak alfabe. adalah anak sudah mampu menyebutkan huruf denga benar . ersentase pencapaian 83,00%), anak sudah mampu menunjukkan huruf dengan benar . ersentase pencapaian 86,67%) Analisis Data Bermain kotak alfabet diawali dengan mengenalkan kartu kata terlebih dahulu kapada anak dan cara Melalui bermain kotak alfabet, anak dapat mengenal bentuk dan bunyi huruf atau bahkan menghubungkan gambar dengan huruf . engan persentase pencapaian 86,67%). siklus I. Di siklus I, anak sudah mengalami peningkatan kemampuan mengenal huruf sesudah menggunakan permainan kotak alfabet dengan indikator anak mampu menyebutkan huruf dengan benar . ,00%), anak mampu menunjukkan huruf denga benar . ,67%) menghubungkan gambar dengan huruf . ,00%). Kemampuan mengenal huruf anak terlihat semakin meningkat pada siklus II sesudah menggunakan permainan kotak alfabet, dengan beberapa indicator yaitu mampu benar. ,00%), mampu menunjukkan huruf dengan benar . ,67%) dan mampu menghubungkan gambar dengan . ,67%). Hasil rata-rata pencapaian persentase pencapaian pada siklus II jika diambil dari pencapaian Berdasarkan uraian tersebut diatas tergambarkan bahwa penggunaan kotak alfabet dapat meningkatkan pengenalan huruf pada anak TK Seatap SD Negeri Kuta Trieng Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. HASIL Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal huruf pada anak dapat ditingkatkan menggunakan permainan kotak alfabet. Kotak alfabet dalam penelitian ini merupakan alat peraga yang sangat membantu guru. Hal ini sejalan dengan pendapat Andang . yang mengungkapkan bahwa dengan bantuan alat peraga, guru bukan saja dapat menjelaskan lebih banyak hal dalam waktu yang lebih singkat, juga dapat mencapai hasil yang lebih cepat. Dengan bantuan kartu kata, maka anak dapat mengenal kata dengan cepat dengan cara yang menyenangkan. RofiAouddin . berpendapat bahwa dalam pembelajaran membaca beberapa metode dapat dapat seorang guru gunakan untuk lebih merangsang anak agar mau belajar, salah satunya adalah bermain mencocokkan kartu. Teknik bermain mengucapkan kata itu, temukan kata itu, kontes ucapan, temukan kalimat itu, baca dan berbuat dan sebagainya. Salah satu metode yang dapat guru gunakan dalam pelajaran membaca pada anak adalah strategi bermain dengan memanfaatkan kotak Kotak alfabet tersebut digunakan sebagai media dalam permainan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan mengenal huruf pada anak dapat ditingkatkan melalui permainan dengan menggunakan media kotak alfabet. Melalui media kotak alfabet, anak dapat mengenal berbagai bentuk dan bunyi huruf atau kata. Selain itu, kartu kata akan lebih efektif jika dibandingkan dengan pengenalan huruf yang dilakukan guru dengan menulis di papan tulis. Melalui media permainan, anak dapat dengan lebih mudah belajar. Hal tersebut dapat dibuktikan slah satunya dengan menggunakan permainan kotak Sebelum anak mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan kotak alfabet . ra siklu. , nilai anak dapat dikonfersikan skala < 54% dengan insterpretasi kurang sekali. Akan tetapi, nilai anak tampak mulai meningkat pada KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini dapat mengenal huruf anak TK Seatap SD Negeri Kuta Trieng Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya dapat ditingkatkan menggunakan media kotak alfabet dalam proses pembelajaran permainan secara langsung dan memainkannya sesuai instruksi guru yaitu menyebutkan huruf, menunjukkan huruf, dan menghubungkan huruf. SD Negeri Kuta Trieng Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. UCAPAN TERIMA KASIH