JPAP 10 . ISSN (Ceta. : 2548-6233. ISSN (Onlin. : 2548-6241 Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan https://jurnalpasca. id/index. php/jpap/index Eksplorasi Persepsi Mahasiswa tentang Literasi Digital dan Keamanan Data Pribadi dalam Konteks Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila Agersi Diah Anggraini1* Program Studi Teknik Informatika. STMIK Pontianak. Kalimantan Barat. Indonesia. DOI: 10. 29303/jpap. Sitasi: Anggraini. Eksplorasi Persepsi Mahasiswa tentang Literasi Digital dan Keamanan Data Pribadi dalam Konteks Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Pancasila. (JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan, 10. , 100Ae104. https://doi. org/10. 29303/jpap. *Corresponding Author: Agersi Diah Anggraini. Program Studi Teknik Informatika. STMIK Pontianak. Kalimantan Barat. Indonesia. anggraini@stmikpontianak. Abstrak: Perkembangan teknologi digital menuntut mahasiswa memiliki literasi digital dan kesadaran keamanan data pribadi yang memadai. Dalam konteks pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila (PKn-Pancasil. , kedua aspek tersebut menjadi penting guna menjadikan warga negara digital yang bisa kritis serta dapat bertanggung jawab. tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi persepsi mahasiswa tentang literasi digital dan keamanan data pribadi serta memahami bagaimana kedua isu tersebut terinternalisasi dalam pembelajaran PKnPancasila. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan desain yang bersifat eksploratif pemilihan partisipan dilakukan melalui sampling purposif sementara data diperoleh melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terstruktur dan Penggunaan analisis datanya yaitu analisis tematik. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi, member checking, dan audit trail. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: . pemahaman literasi digital mahasiswa belum merata dan cenderung terbatas pada aspek teknis. kesadaran terhadap keamanan data pribadi masih rendah, terutama dalam hal perlindungan akun, pemahaman risiko, dan pengelolaan privasi. pembelajaran PKn-Pancasila dinilai belum optimal dalam menghubungkan nilai-nilai kewarganegaraan dengan praktik penggunaan teknologi digital. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan kompetensi kewarganegaraan digital melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila yang lebih kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan pengalaman digital Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi literasi digital dan keamanan data pribadi dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila merupakan kebutuhan strategis untuk menciptakan masyarakat digital yang bijak dan bertanggung jawab dalam zaman digital. Kata Kunci: Persepsi Mahasiswa. Literasi Digital. Keamanan Data Pribadi. Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila. Pendahuluan Perkembangan dalam teknologi informasi dan komunikasi di zaman digital yang mengakibatkan perubahan besar pada berbagai sisi kehidupan, termasuk sector pendidikan. Kemajuan teknologi digital yang sangat pesat telah memberikan pengaruh besar dalam membantuk komunitas masa kini, mengubah cara orang berhubungan, beroprasi dan memperoleh informasi (Insani et al. , 2. Dalam konteks menuju visi Indonesia Emas 2045, integrasi teknologi menjadi strategi penting untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional (Putri et al. , 2. Literasi digital menjadi hal yang paling dibutuhkan dalam partisipasi di dunia modern (Fitriyah & Hafidah, 2. Mahasiswa sebagai generasi digital native tidak hanya dituntut untuk menguasai kemampuan teknis dalam memanfaatkan perangkat digital, tetapi juga dituntut untuk memiliki literasi digital yang baik. Literasi digital diperoleh dari unsur literasi komputer dan literasi informasi sehingga A 2026 Published by Posgraduate University of Mataram. This open access article is distributed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4. 0 Internasional. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan berhubungan dengan keterampilan mencari, mengerti dan mengembangkan Informasi (Rahmasari & Ratmaningsih, 2. Enam keterampilan literasi dasar mencakup kemampuan membaca dan menulis, kemampuan sains, kemapuan berhitung, literasi digital, keuangan, serta pemahaman tentang budaya dan kewarganegaraan (Dinata, 2. Perkembangan dunia digital dapat berkontribusi positif dan negatif jika dilihat dari sudut pandang literasi digital (Sulianta F, 2. Literasi digital bukan melainkan mencakup keterampilan berpikir kritis, etika penggunaan, kemampuan memilah informasi, serta Kemampuan tersebut semakin penting mengingat tingginya paparan terhadap informasi, platform media sosial, aplikasi pembelajaran dan sistem digital lainnya yang digunakan sehari-hari. Kemampaun dalam literasi digital sangat penting dikuasai oleh pengguna internet, baik dalam pengaturan waktu, kemampuan mencari informasi yang terpecaya, etika penggunaan media sosial, ketrampilan menjaga privasi, keamanan perangkat hingga kemampuan dalam alat teknologi (Ririen & Daryanes, 2. Di sisi lain, isu keamanan data pribadi menjadi semakin krusial. Data-data pribadi individu umumnya dikumpulkan, disimpan dan dikelola oleh berbagai badan atau Lembaga pemerintahan, misalnya saat saat seseorang dilahirkan, diperlukan akta kelahiran, dan saat seseorang meninggal, akta kematian juga diperlukan untuk dicatat (Iswandari, 2. Beragam kasus kebocoran data, penyalahgunaan informasi pribadi, serta maraknya praktik peretasan dan penipuan digital menunjukkan bahwa pengguna internet, termasuk mahasiswa, berada pada risiko yang semakin Tanpa kita ketahui sejumlah informasi tentang privasi individu telah terpublikasikan di dunia maya. Privasi bisa diartikan sebagai kebebasan individu, privasi merupakan hak setiap orang dan harus dihormati (Yel & Nasution, 2. Data privasi yang terungkap bisa terjadi akibat ketidakhatian maupun kesalahan dari penyedia layanan, aspek keamanan system informasi menjadi krusial dalam penggunaan media sosial, namun isu ini sering kali diabaikan oleh pemilik serta pengelola system informasi (Yel & Nasution, 2. Adanya penelitian terungkap bahwa perlindungan data pribadi dalam menjamin keamanan data pribadi sebagai pemenuhan hak atas privasi masyarakat Indonesia saat ini belum berjalan maksimal (Lesmana & Hamimah, 2. Maka dari itu Indonesia sekarang sudah secara resmi memiliki hukum yang mengatur perlindungan data pribadi yang dikenal sebagai Undang-Undang No 27 Tahun 2022 mengenai Perlindungan Data Pribadi (Vania et al. , 2. Tingkat Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 100-104 kesadaran dan pemahaman mahasiswa mengenai bagaimana data pribadi dikumpulkan, disimpan, dan diproses oleh berbagai aplikasi digital masih sangat Kondisi ini menuntut adanya edukasi yang sistematis dan terintegrasi dalam proses pembelajaran. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila memiliki posisi strategis dalam membangun karakter, kesadaran berwarga negara, dan sikap tanggung jawab untuk aspek digital. Mahasiswa harus kemampuan, dan prinsip-prinsip kewarganegaraan digital sebelum mereka dapat memebrikan pengalaman belajar di universitas (Insani et al. , 2. Dalam konteks digital citizenship, materi tentang literasi digital dan keamanan data pribadi sangat relevan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai hak dan kewajiban warga negara, etika dalam ruang digital, serta pentingnya menjaga privasi sebagai bagian dari perlindungan diri. Integrasi nilai-nilai Pancasila dapat mengembangkan perilaku digital yang bertanggung jawab, beradab, dan berorientasi pada kepentingan Namun demikian, masih terdapat kesenjangan antara tuntutan kemampuan digital yang ideal dengan persepsi, pengetahuan, dan praktik nyata yang dimiliki Dalam era digital saati ini, mahasiswa mengganggap bahawa kewarganegaraan sebagai sebuah perilaku yang bersifat diskresi dan tidak diakui secara langsung (Susilawati, 2. Oleh karena itu, diperlukan eksplorasi mendalam untuk memahami bagaimana mahasiswa memaknai literasi digital dan keamanan data pribadi dalam konteks pembelajaran PKn-Pancasila. Pemahaman ini penting sebagai dasar pengembangan model pembelajaran, bahan ajar, maupun intervensi kebijakan pendidikan yang lebih Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini memiliki tujuan untuk menyelidiki pandangan mahasiswa tentang kemampuan dalam literasi digital serta perlindungan informasi pribadi, serta bagaimana kedua aspek tersebut diinternalisasikan melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan untuk pengembangan literasi digital yang menyeluruh di dalam dunia pendidikan tinggi dan memperkuat pembentukan individuindividu yang cerdas dan bertanggung jawab dalam masyarakat digital. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif. Pendekatan ini dipilih karena Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan tujuan utama penelitian adalah untuk memahami secara mendalam persepsi mahasiswa mengenai literasi digital dan keamanan data pribadi dalam konteks pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila (PKn-Pancasil. Desain memungkinkan peneliti menggali makna, pengalaman, dan pandangan subjektif mahasiswa secara lebih komprehensif, tanpa membatasi temuan penelitian pada kategori-kategori yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan menghasilkan deskripsi yang kaya . hick descriptio. mengenai fenomena yang diteliti. Subjek penelitian adalah mahasiswa program Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila pada semester berjalan di salah satu perguruan tinggi. Pemilihan peserta dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu memilih narasumber yang dianggap mempunyai pengalaman dan pengetahuan yang berkaitan dengan penerapan teknologi digital dalam pros, serta pemahaman tentang literasi digital dan keamanan data Jumlah partisipan disesuaikan dengan prinsip kecukupan informasi . nformation-rich participant. dan mempertimbangkan pencapaian saturation, yaitu ketika data yang diperoleh mulai berulang dan tidak ditemukan informasi baru yang signifikan. Beberapa teknik pengumpulan data digunakan agar informasi yang diperoleh lebih komprehensif. Wawancara mendalam Dilakukan dengan cara semi-terstruktur untuk memberikan fleksibilitas untuk peserta atau partisipan dalam mengungkapkan persepsinya. Wawancara mencakup tema literasi digital, praktik penggunaan media digital, persepsi risiko keamanan data, dan pengalaman dalam pembelajaran PKnPancasila. Diskusi kelompok terarah Menggunakan diskusi ini karena untuk menggali pandangan kolektif mahasiswa, dinamika berpikir kelompok, serta pengalaman bersama terkait isu digital citizenship dalam pembelajaran. Dokumentasi Meliputi analisis materi perkuliahan, modul ajar, panduan tugas, serta jejak digital pembelajaran yang mendukung interpretasi data. Penggunaan analisis data yang digunakan adalah analisis tematik . hematic analysi. yang meliputi beberapa tahapan: Transkripsi data wawancara dan FGD. Pembacaan menyeluruh untuk memperoleh pemahaman awal. Pengkodean awal . nitial codin. untuk mengidentifikasi konsep atau ide penting. Pembentukan tema . heme developmen. dengan Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 100-104 mengelompokkan kode ke dalam kategori yang lebih luas. Peninjauan dan pemurnian tema agar konsisten dengan tujuan penelitian. Interpretasi temuan dengan menghubungkan tema yang muncul dengan teori literasi digital, keamanan data pribadi, dan pembelajaran PKn-Pancasila. Untuk memastikan adanyan kredibilitas dan validitas data, kajian ini menggunakan berbagai metode yaitu: Triangulasi sumber dan teknik . FGD, dokumentas. Member check, yaitu meminta partisipan mengonfirmasi kembali hasil interpretasi peneliti agar sesuai dengan pengalaman mereka. Peer debriefing, diskusi dengan rekan sejawat untuk meminimalkan bias peneliti. Audit trail, yaitu mendokumentasikan seluruh proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis. Penelitian ini berpegang pada dasar etika penelitian sosial-humaniora, yaitu: Mendapatkan persetujuan dari para paserta atau partisipan . nformed consen. Melindungi kerahasiaan identitas serta data informasi pribadi partisipan. Menggunakan data hanya untuk kepentingan akademik dan menampilkan temuan secara anonim. Menghormati kenyamanan partisipan selama proses wawancara dan FGD. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini menghasilkan tiga temuan utama terkait persepsi mahasiswa mengenai literasi digital dan keamanan data pribadi dalam konteks pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila, yaitu: . tingkat pemahaman literasi digital yang belum merata, . rendahnya kesadaran terhadap praktik perlindungan data pribadi, dan . peran pembelajaran PKn-Pancasila yang dirasakan belum optimal dalam membentuk kesadaran sebagai warga negara digital. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang berbeda-beda mengenai literasi Sebagian merasa mampu mengoperasikan perangkat dan aplikasi digital, tetapi belum sepenuhnya memahami aspek evaluasi informasi, etika digital, dan dampak penggunaan teknologi terhadap perilaku berwarga negara. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan antara kemampuan teknis dan kemampuan berpikir kritis dalam ruang digital. Mahasiswa cenderung menganggap literasi digital sebagai keterampilan teknis saja, sehingga kompetensi lainAiseperti menilai kredibilitas informasi atau memahami konsekuensi tindakan di ruang digitalAikurang diperhatikan. Dalam konteks pembelajaran PKn-Pancasila, hal ini penting karena kemampuan berpikir kritis dan bertanggung jawab secara digital merupakan bagian dari pembentukan karakter warga negara yang cerdas dan Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Hasil ini menandai perlunya integrasi literasi digital tidak hanya sebagai keterampilan, tetapi sebagai bagian dari pengembangan nilai dan sikap Hasil menunjukkan masih banyak mahasiswa belum paham tata cara melindungi data informasi pribadi secara efektif. Mereka terbiasa memberikan akses aplikasi secara sembarangan, penggunaan kata sandi yang sama untuk beberapa atau banyak akun, dan tidak membaca kebijakan privasi. Sebagian bahkan menganggap kebocoran data sebagai sesuatu yang tidak berdampak langsung pada diri mereka. Temuan ini menyoroti pentingnya pendidikan terkait keamanan digital sebagai bagian dari perlindungan diri dan hak sebagai warga negara. Rendahnya kesadaran risiko menunjukkan bahwa mahasiswa belum sepenuhnya memahami posisi mereka sebagai subjek data yang harus dilindungi. Dalam pembelajaran PKn-Pancasila, isu ini relevan karena menyangkut hak privasi, tanggung jawab penggunaan teknologi, dan kesadaran hukum di era Hasil ini menjadi alarm bahwa institusi pendidikan perlu memasukkan praktik keamanan data sebagai kompetensi dasar, bukan hanya pengetahuan Hal ini penting untuk menumbuhkan perilaku digital yang waspada dan bertanggung jawab. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa menilai materi PKn-Pancasila yang mereka terima belum secara eksplisit membahas literasi digital dan keamanan data Mereka menganggap hubungan antara nilainilai Pancasila, kewarganegaraan, dan perilaku digital belum dikemas secara konkret dalam perkuliahan. Mahasiswa berharap adanya contoh nyata, studi kasus digital, dan diskusi yang relevan dengan kehidupan online mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran PKn-Pancasila memiliki potensi besar namun belum dimaksimalkan untuk membentuk warga negara digital. Mahasiswa membutuhkan pengalaman belajar yang menghubungkan nilai-nilai dasarAimoralitas, etika, tanggung jawab, dan kesadaran hukumAidengan konteks digital. Ketika PKn-Pancasila tidak menyentuh persoalan praktis yang mereka hadapi sehari-hari, maka proses internalisasi materi menjadi lemah. Hasil ini menggarisbawahi perlunya desain pembelajaran yang lebih kontekstual, dengan memasukkan isu-isu seperti privasi digital, hoaks, etika bermedia sosial, keamanan data, dan jejak digital sebagai bagian dari pendidikan karakter kewarganegaraan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa hidup dalam lingkungan digital yang kompleks tetapi belum sepenuhnya dibekali dengan pemahaman dan keterampilan yang sesuai. Literasi digital yang tidak merata dan kesadaran keamanan data Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 100-104 yang rendah menunjukkan adanya kebutuhan kewarganegaraan digital. Pembelajaran PKn-Pancasila memiliki posisi strategis untuk menjembatani kebutuhan tersebut, tetapi memerlukan pendekatan pembelajaran yang lebih aplikatif dan relevan dengan pengalaman digital mahasiswa. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa mengenai literasi digital dan keamanan data pribadi dalam konteks pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila masih perlu diperkuat. Mahasiswa memiliki pemahaman literasi digital yang belum merata. sebagian mampu menggunakan teknologi, namun belum sepenuhnya memahami aspek evaluasi informasi, etika digital, dan dampak perilaku di ruang digital. Kesadaran mereka terhadap keamanan data pribadi juga masih rendah, terlihat dari kurangnya perhatian terhadap perlindungan akun, pengelolaan privasi, dan pemahaman risiko kebocoran data. Selain itu, pembelajaran PKn-Pancasila dinilai belum memberikan perhatian yang cukup pada isu-isu kewarganegaraan digital. Mahasiswa menyatakan bahwa keterkaitan antara nilai-nilai Pancasila, hakAe kewajiban warga negara, dan praktik penggunaan teknologi belum dikemas secara konkret. Kondisi ini menunjukkan bahwa integrasi literasi digital dan keamanan data pribadi dalam perkuliahan PKnPancasila masih perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi kewarganegaraan digital di perguruan tinggi melalui pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan digital mahasiswa. Usaha ini sangat krusial untuk mengembangkan individu yang memahami dan beretika didunia digital, yang mampu berpikir kritis, bertanggung jawab, serta mejaga privasi data pribadi mereka didalam lingkungan digital yang semakin rumit. Daftar Pustaka