STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SRIPING UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN Sri Wikanti1. Tanti Prita Hapsari2 Program Studi Kewirausahaan. Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Amikom Yogyakarta email korespondensi: sri. wikanti@students. Keywords: pengembangan usaha, camilan pedas, pilus cikur dan keripik cimol, produk repacking ABSTRACT Snacks with a spicy taste are one of the foods that are popular with Indonesian people. Among these spicy snacks are crackers and chips, but the crackers and chips themselves are vulnerable to being crushed or damaged and if exposed to air for too long, the crackers and chips will become soggy, thereby reducing the quality of the crackers and chips. Sriping, as a business that sells spicy snacks such as crackers and chips, took this opportunity by innovating to offer snacks that guarantee the product is always crunchy and does not crumble. The sriping business development process is: . Conducting research on consumer needs, market availability and BMC management. Conduct research to determine recipes, raw materials and packaging. Completing products to be ready for marketing includes calculating production costs as well as selling prices and product legality . Preparation of marketing management strategies, operational management strategies. HR management strategies, and financial management strategies that coordinate with each . Planning short-term and long-term development based on the SWOT matrix. The results of this development strategy analysis were then applied directly to the Sriping business, resulting in spicy snack products like spicy pilus cikur, lime leaves and spicy cimol chips, lime leaves, as well as repacking Article Info: Submitted: 12/12/2023 Revised: 9/01/2024 Published: 9/03/2024 products which are still maintained as supporting products. The aim of developing this business is so that the Sriping business can compete with existing snack businesses. ABSTRAK Camilan dengan cita rasa pedas merupakan salah satu makanan yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Camilan pedas tersebut diantaranya yakni kerupuk dan keripik, namun kerupuk dan keripik sendiri rentan remuk atau rusak dan apabila terkena udara terlalu lama maka kerupuk dan keripik menjadi tidak renyah sehingga mengurangi kualitas dari kerupuk dan keripik Sriping sebagai salah satu usaha yang menjual camilan pedas seperti kerupuk dan keripik mengambil peluang tersebut dengan berinovasi menawarkan camilan yang menjamin produk selalu renyah dan tidak remuk. Adapun proses pengembangan usaha sriping yakni : . Melakukan riset kebutuhan konsumen, ketersediaan pasar dan pengelolaan BMC. Melakukan riset untuk menentukan resep, bahan baku dan kemasan. Penyempurnaan produk untuk siap dipasarkan meliputi perhitungan biaya produksi, harga jual dan perizinan legalitas . Penyusunan strategi manajemen pemasaran, strategi manajemen operasional, strategi manajemen SDM, dan strategi manajemen keuangan. Merencanakan pengembangan jangka pendek dan jangka panjang didasarkan pada martiks SWOT. Hasil analisis strategi pengembangan ini kemudian diterapkan langsung pada usaha Sriping sehingga menghasilkan produk camilan pedas pilus cikur pedas daun jeruk dan keripik cimol pedas daun jeruk serta produk repacking yang masih Tujuan pengembangan usaha ini yakni agar usaha Sriping dapat bersaing dengan usaha camilan-camilan yang sudah ada lebih dulu. PENDAHULUAN Camilan merupakan salah satu produk makanan yang digemari banyak orang, biasanya dinikmati saat santai dan beberapa camilan cocok untuk dihidangkan bersama makanan berat seperti mie instan. Seiring berkembangnya selera pasar, kini camilan berinovasi dengan pilihan yang lebih bervariatif dan pilihan rasa yang lebih banyak. Permintaan pasar akan camilan merupakan peluang yang menguntungkan bagi para pelaku usaha. Salah satu produk yang mengambil peluang tersebut yaitu Sriping. Awalnya Sriping merupakan usaha camilan yang produknya repacking dengan varian camilan seperti kerupuk ring pedas, kerupuk koin ikan tengiri dan berbagai macam camilan lainnya. Namun, dengan bertambahnya modal yang dimiliki dan komitmen untuk mempunyai produk sendiri Sriping mulai uji coba membuat sendiri camilannya. Produk pertama yang dibuat Sriping yakni siomay kering namun kemudian beralih membuat pilus cikur dan dalam percobaannya berhasil. Tidak cukup dengan satu produk saja Sriping kemudian melakukan uji coba membuat keripik cimol dan dalam percobaannya berhasil. Sriping membuat pilus cikur dan keripik cimol dengan menemukan resep dan teknik penggorengannya sendiri sehingga menghasilkan produk yang berbeda dengan poduk serupa yang ada di pasaran, begitu pula bumbu pedas untuk kedua produk tersebut Sriping meraciknya sendiri sehingga menghasilkan ciri khas bumbu pedas yang berbeda dengan bumbu pedas serupa yang ada di pasaran. Sriping sendiri diambil dari kata pemilik yakni AuSriAy dan terinspirasi dari kata AuCeriping/CripingAy yang memiliki arti keripik, dengan nama ini diharapkan orang yang membacanya bisa langsung menangkap maksud dari produk yang dijual. Sriping memulai penjualan produk pertamanya pada 13 November 2022 dengan varian produk pertama yang dijual yakni kerupuk ring pedas atau kerupuk koin pedas dan memulai uji coba membut produk sendiri pada 13 Desember 2023 serta memasarkan produk hasil produksi sendiri pada 5 Maret 2024. PEMBAHASAN Masalah. Solusi, dan Produk Minat konsumen pada produk camilan dari penelitian sebelumnya diketahui 95%, orang Indonesia mengaku bahwa mereka suka menikmati snack, anak muda Indonesia yang berusia 18-25 tahun, rata-rata menikmati snack sampai tiga kali sehari (Triwijanarko, 2. Sehingga dari minat konsumen tersebut Sriping menggali lebih dalam lagi permasalahan konsumen melalui kuesioner yang sudah disebar dan didapatkan permasalahan konsumen sebagai berikut: Banyak orang memperhatikan sisi kesehatan saat membeli camilan. Banyak orang mencari camilan snack seperti makaroni, basreng, pilus cikur, camilan keripik dan/atau kerupuk dibanding camilan yang lain. Sebagian besar orang menyukai pilus cikur pedas dibandingkan yang original Sebagian besar orang menyukai keripik cimol yang pedas dibandingkan yang Kemudian dalam proses pengembangan usaha Sriping. Sriping berusaha memenuhi kebutuhan konsumen dengan membuat solusi untuk menghadapi permasalahan tersebut, yaitu: Memperhatikan bahan dan proses produksi yang higienis Menawarkan camilan snack seperti makaroni, basreng, pilus cikur camilan keripik dan/atau kerupuk Menawarkan pilus cikur pedas daun jeruk Menawarkan keripik cimol pedas daun jeruk Adapun produk Sriping yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen mulai dari produk repacking dimana inovasi produk repacking ini ada di variasi kemasan dengan label produk sehingga lebih menarik, produk repacking yang Sriping jual dari pertama kali jualan sampai sekarang yakni kerupuk singkong pedas asin, siomay kering pedas daun jeruk, kerupuk ring pedas, kerupuk pedas lebar, kerupuk mawar putih, kerupuk tongkol pedas, kerupuk rambak tahu, potato kuning, kerupuk koin ikan tengiri, ball nana coklat, bakso kerikil, kerupuk tahu pedas cap tongkol, ring keju, yola coklat, roti wudel, seblak mawar pedas, slondok benik. Selain produk repacking. Sriping juga memiliki produk inovasi hasil resep yang ditemukan sendiri sehingga menghasilkan produk yang berbeda dengan produk serupa yang sudah beredar di pasaran, yakni: Tabel 1. Produk Inovasi Pilus Cikur dan Keripik Cimol Nama Harga Inovasi Pilus Rp 2. A Inovasi dari produk cikur dipasaran, dibuat khas produk sriping dengan Ae 6. tekstur dan ukuran yang berbeda dengan cikur yang ada dipasaran Produk Foto Produk A Memiliki varian rasa pedas daun jeruk A Tersedia kemasan kecil 30gram dan kemasan sedang 75gram Sumber: Dokumen Pribadi Nama Harga Inovasi Keripik Rp 2. A Inovasi dari produk Cimoring yang beredar di pasaran, krimol buatan Ae 6. sriping memiliki tekstur yang khas yang membedakan dengan produk Produk Foto Produk serupa di pasaran A Memiliki varian rasa pedas daun jeruk A Tersedia kemasan kecil 28gram dan kemasan sedang 70gram Sumber: Dokumen Pribadi BMC Bisnis Model Canvas (BMC) adalah gambaran model bisnis yang akan dijalankan, meliputi target pasar, value produk yang ditawarkan, media penawaran, hubungan dengan pelanggan, jalan pemasukan, aset penting, aktivitas bisnis, mitra bisnis dan struktur kebutuhan biaya. Berikut gambaran model bisnis yang dijalankan Sriping: Tabel 2. Bisnis Model Canvas Key Partners Key Activities Value Propotions Customer Relationship Customer Segments Supplier plastik Camilan sehat terbuat Memberikan Geografis: Percetakaan Kurir pengiriman Pengadaan bahan dari bahan asli Produksi camilan. awang putih asli. Mengemas produk. daun jeruk asli dan Menjual produk. kencur asli bukan satu camilan kemasan A Remaja 15th Ae Dewasa 34th A Kelas menengah ke bawah Camilan tanpa bahan Produk yang selalu waktu tertentu. Camilan dengan Demografis: Psikografis: A Memiliki pengetahuan Melakukan pilihan rasa utamanya rasa pedas. Terdapat variasi A DI Yogyakarta. kemasan dengan harga terjangkau. Instagram. Tiktok maupun WhatsApp. camilan kering A Memiliki pengetahuan cita rasa pedas Behavior: A Orang memerlukan camilan Membuat kering dengan cita rasa pedas yang dapat dimakan langsung maupun sebagai ramah pada customer. toping makanan berat. A Pecinta camilan sehat Key Resources Channels Aset Fisik WhatsApp SDM Instagram Marketplace Toko offline Cost Structure ue Biaya pemasaran dan promosi ue Biaya produksi ue Biaya gaji Revenue Streams Penjualan produk Sriping. Bisnis Model Canvas diatas menjadi pedoman dalam proses pengembangan usaha Sriping dimana target konsumen masyarakat DI Yogyakarta yang menyukai camilan kering yang memiliki citarasa pedas dengan rentang usia 15-34 tahun yang dijangkau dengan jalur penawaran nilai melalui sosial media, marketplace dan toko offline serta membangun hubungan dengan customer melalui promo yang ditawarkan dan mendapatkan aliran pemasukan melalui penjualan produk. Kepemilikan aset fisik menjadi pegangan dan memudahkan aktivitas usaha meliputi pengadaan bahan baku, produksi produk dan pemasaran melalui patner usaha yakni supplier bahan baku, percetakan dan kurir pengiriman, kemudian detail biaya yang dikeluarkan lebih jelas dan tidak sia-sia diantaranya biaya pemasaran, biaya produksi dan biaya gaji. Ukuran Pasar TAM (Total Available Marke. SAM (Serviceable Available Marke. , dan SOM (Serviceable Obtainable Marke. adalah alat ukur untuk menganalisis ketersediaan pasar sebelum mengembangkan dan memasarkan produk. TAM (Total Available Marke. ialah total keseluruhan pasar potensial. SAM (Serviceable Available Marke. ialah segmen yang dapat dijangkau melalui produk yang ditawarkan, dan SOM (Serviceable Obtainable Marke. menjadi bagian SAM yang dapat dikuasai oleh perusahaan menyesuaikan kapasitas Berikut TAM. SAM dan SOM usaha Sriping yang didapatkan melalui website https://yogyakarta. id/ diperoleh data sebagai berikut : Tabel 3. Total Addressable Market (TAM) Kabupaten Jumlah Penduduk Kota Yogyakarta 225 jiwa Sleman 086 jiwa Bantul 647 jiwa Gunung Kidul 408 jiwa Kulon Progo 078 Jiwa Total 444 jiwa Sumber: https://yogyakarta. id/, diakses 23 April 2024 Sehingga diperoleh Total Addressable Market (TAM) 4. 444 jiwa (Yogyakarta. Proyeksi Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi DI Yogyakarta (Ribu Jiw. , 2024, 2. TAM dapat dijangkau ketika produksi Sriping dapat memenuhi permintaan pasar. Kelompok segmen yang dapat dijangkau Sriping dengan produknya yakni kelompok umur 15-34 tahun baik laki-laki maupun perempuan, sehingga dicari data jumlah penduduk menurut umur dan jenis kelamin sebagai berikut: Tabel 4. Serviceable Addressable Market (SAM) Umur Laki-laki Perempuan Jumlah 134,19 127,39 261,58 137,92 132,48 270,40 137,23 133,52 270,75 135,21 133,20 268,41 Total 217,58 Sumber: https://yogyakarta. id/, diakses 23 April 2024 Sehingga diperoleh Serviceable Addressable Market (SAM) 81. 217,58 jiwa (Yogyakarta. Proyeksi Penduduk Laki-laki Daerah Istimewa Yogyakarta Menurut Kelompok Umur (Ribu Jiw. , 2024, 2. (Yogyakarta. Proyeksi Penduduk Perempuan Daerah Istimewa Yogyakarta Menurut Kelompok Umur (Ribu Jiw. , 2024. Serviceable Obtainable Market (SOM) adalah bagian dari SAM yang dapat dijangkau Sriping dengan mempertimbangkan kemampuan produksi dan sumber daya manusia yang dimiliki yakni disetiap bulannya Sriping dapat memproduksi 685 kemasan untuk keseluruhan produk sehingga diperoleh SOM 685 jiwa. Strategi Pemasaran Strategi pemasaran Sriping menggunakan metode Marketing Mix . P), yakni sebagai berikut: Produk/Product: A Menawarkan berbagai jenis camilan keripik kerupuk pedas dan akan terus melakukan inovasi produk dan perluasan pilihan produk yang akan ditawarkan A Menyediakan pilihan camilan enak dan terjangkau sehingga bisa dibeli oleh semua kalangan terutama kelas menengah ke bawah. A Kerenyahan produk Sriping yang selalu terjaga A Produk terbaru Sriping yakni pilus cikur pedas daun jeruk dan keripik cimol pedas daun jeruk. Produk camilan pedas lain yang ditawarkan yakni kerupuk tahu pedas, kerupuk ring pedas, kerupuk seblak mawar, kerupuk tongkol pedas, kerupuk pedas lebar, siomay kering. Adapula camilan tidak pedas yang pernah ditawarkann Sriping yakni potato rasa jagung manis, ball nana coklat, bakso kerikil, ring keju, slondok benik, kerupuk mawar putih, kerupuk koin ikan tangiri, kerupuk rambak tahu, yola coklat, roti wudel. Harga/Price: A Menetapkan harga yang bersaing dan terjangkau untuk produk camilan. A Memberikan penawaran untuk pembelian dalam jumlah banyak A Menyediakan pilihan harga yang bervariasi mulai dari kemasan Rp 1. berikut list harga jual masing-masing produk. Tabel 5. Price Structure Price Structure Citra Mart Amikom Produk HPP End User Harga Jual Keuntungan Harga Jual Keuntungan Produksi Pilus Cikur Pedas Daun Jeruk S Pilus Cikur Pedas Daun Jeruk M Keripik Cimol Pedas Daun Jeruk S Keripik Cimol Pedas Daun Jeruk M Repacking Keripik Singkong Pedas Asin S Keripik Singkong Pedas Asin M Siomay Kering Pedas S Siomay Kering Pedas M Kerupuk Ring Pedas S Kerupuk Ring Pedas M Kerupuk Pedas Lebar S Kerupuk Pedas Lebar M Kerupuk Mawar Putih S Kerupuk Mawar Putih M Krupuk Tongkol Pedas S Krupuk Tongkol Pedas M Kerupuk Rambak Tahu S Kerupuk Rambak Tahu M Potato Kuning S Price Structure Citra Mart Amikom Produk HPP Harga Jual Keuntungan End User Harga Jual Keuntungan Potato Kuning M Kerupuk Koin Ikan Tengiri S Kerupuk Koin Ikan Tengiri M Ball Nana Coklat S Ball Nana Coklat M Bakso Kerikil S Bakso Kerikil M Kerupuk Tahu Pedas Cap Tongkol S Kerupuk Tahu Pedas Cap Tongkol M Ring Keju S Ring Keju M Yola Coklat S Yola Coklat M Roti Wudel S Roti Wudel M Kerupuk Pedas Seblak Mawar S Kerupuk Pedas Seblak Mawar M Slondok Benik S Slondok Benik M . Tempat/Place: A Untuk saat ini tempat produksi Sriping beralamat di Gang Pandega Rini 1 No. Catur Tunggal. Depok. Kab. Sleman. DI Yogyakarta. A Sriping belum memiliki toko offline sendiri sehingga untuk penjualan produknya melalui titip warung, membuat kantin kejujuran di kost, menjual lewat social media Instagram dan WhatsApp serta menjual produk di marketplace Shopee dan Tokopedia. Promosi/Promotion: A Membuat konten kreatif di media sosial untuk meningkatkan kesadaran produk dengan merek Sriping. A Menyediakan tester produk saat membuka stand di event agar customer bisa mencicipi produk dan menarik lebih banyak customer. Strategi Operasional Bahan baku yang digunakan untuk membuat pilus cikur pedas daun jeruk dan keripik cimol pedas daun jeruk dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Bahan Baku Pembuatan Produk Bahan Baku Tepung Perkiraan Gambar 1 karung berisi 25kg, untuk 100 kali produksi pilus cikur dan untuk 200 kali produksi keripik cimol Sumber: shopee. Tepung terigu 1 karung berisi 25kg, untuk 200 kali produksi keripik cimol Sumber: shopee. Garam Isi kemasan 500gram, untuk 100 kali produksi masing-masing produk Sumber: shopee. No Bahan Baku Perkiraan Gambar Kaldu ayam Isi kemasan 100gram, untuk 10 kali produksi masing-masing produk Sumber: shopee. Lada Isi kemasan 100gram, untuk 25 kali produksi masing-masing produk Sumber: shopee. Bawang putih 1kg bawang putih, untuk 80 kali produksi masingmasing produk Sumber: Kencur 1kg kencur, untuk 80 kali produksi pilus cikur Sumber: w. Cabe bubuk Isi kemasan 250gram, untuk 25 kali produksi masing-masing produk Sumber: shopee. No Bahan Baku Daun jeruk Perkiraan Gambar 100lembar daun jeruk, untuk 25 kali produksi masing-masing produk Sumber: doktersehat. Proses produksi pilus cikur pedas daun jeruk dan keripik cimol pedas daun jeruk yakni ada 3 tahap, tahap membuat pilus cikur dan keripik cimol, tahap memberi bumbu pedas daun jeruk, terakhir tahap pengemasan untuk kemudian siap dipasarkan. Strategi SDM Struktur organisasi Sriping berguna untuk memetakan bagian-bagian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing pekerja dalam mengoprasikan usaha Sriping agar berjalan lancar dan terarah, berikut struktur organisasi usaha Sriping: Gambar 1. Struktur Organisasi Usaha Sriping Sumber: Dokumen Pribadi Berdasarkan Gambar 1 diketahui tim usaha sriping dibagi menjadi 4 divisi, yakni divisi keuangan, divisi produksi, divisi pemasaran serta divisi SDM. Sementara uraian tugas dan tanggung jawab dari tim usaha Sriping dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7. Job Deskripsi Jabatan Direktur Nama Sri Wikanti Tugas A Mengelola bisnis, menysusun strategi bisnis dan bertanggung jawab atas seluruh divisi yang ada Divisi SDM Divisi Pemasaran A Mengarahkan tim agar berjalan sesuai jobdesknya masing-masing A Merencanakan kebutuhan SDM Merekrut SDM berpotensi sesuai kebutuhan A Mengawasi dan menangani permasalahan terkait SDM Sri Wikanti & A Membuat konten marketing Sukeswi A Membantu customer dalam menemukan produk yang sesuai dengan Sri Wikanti referensinya . dmin cha. Divisi Produksi Divisi Keuangan Sri Wikanti Sri Wikanti A Mencari dan ikut dalam tim event produk Sriping A Update produk Sriping dikatalog/toko online A Produksi produk Quality control Desain stiker Packing produk pesanan online seperti shopee dll Mengatur arus kas secara keseluruhan dan memastikan uang yang dikeluarkan akan menguntungkan usaha Sriping Analisis Matrix SWOT Analisis Matrix SWOT merupakan alat yang digunakan untuk memahami posisi perusahaan dengan mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja perusahaan. Analisis Matrix SWOT membantu untuk mengenali faktor yang dapat mempercepat dan menghambat kinerja usaha dengan mengoptimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang serta menghindari ancaman dan memanfaatkan peluang untuk meminimalkan kelemahan serta mencegah semua ancaman. Analisis Matrix SWOT usaha Sriping dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8. Matrix SWOT IFAS Kekuatan (S) : Kelemahan (W) : Menawarkan varian inovasi rasa Beberapa produk berisiko rusak saat pengiriman jarak jauh Cocok dihidangkan saat santai Produk mudah ditiru Proses produksi masih manual maupun dijadikan toping makanan berat seperti mie instan dan bakso EFAS Peluang (O) : Target pasar luas karena banyak Lidah Indonesia Pemasaran yang mudah karena sehingga produk sudah memiliki masih terbatas Produk inovasi untuk memenuhi Menawarkan sistem PO Memenuhi permintaan konsumen Melakukan inovasi pada varian Indonesia dengan membuat variasi rasa pedas sebagai diferensiasi rasa pedas Menjangkau pasar makanan berat dengan menjadikan toping Konsumen mudah bosan Persaingan dengan kompetitor Menemukan cara packing yang aman agar tetap bisa menjangkau konsumen lebih luas Ancaman (T) : Strategi (W-O) : kebutuhan pasar camilan yang luas menyukai makanan pedas Strategi (S-O) : peminat camilan Merupakan Strategi (S-T) : yang semakin banyak Menciptakan Strategi (S-W) : Menemukan cara packing yang bervariatif dan membuat produk konsumen dalam keadaan baik Memiliki target pasar yang luas Membuat inovasi produk yang karena camilan yang ditawarkan cocok dihidangkan saat santai diferensiasi pasar maupun dijadikan toping makanan Tawaran harga dari pesaing lebih Diferensiasi pada varian rasa. Menambah modal untuk dapat murah dengan kualitas produk bentuk dan tampilan produk yang yang sama ditawarkan sehingga memiliki ciri menunjang proses produksi khas dibanding pesaing dan tidak ikut perang harga alat/mesin PENUTUP Camilan dengan citarasa pedas merupakan salah satu makanan yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Diantaranya camilan pedas tersebut yakni kerupuk dan keripik, namun kerupuk dan keripik sendiri rentan remuk atau rusak dan apabila terkena udara terlalu lama maka kerupuk dan keripik akan mlempem, sehingga mengurangi kualitas dari kerupuk dan keripik tersebut. Sriping sebagai salah satu usaha yang menjual camilan pedas seperti kerupuk dan keripik mengambil peluang tersebut dengan berinovasi menawarkan camilan yang menjamin produk selalu renyah dan tidak remuk. Adapun proses pengembangan usaha sriping yakni : . Melakukan riset kebutuhan konsumen, ketersediaan pasar dan pengelolaan BMC. Melakukan riset untuk menentukan resep, bahan baku dan . Penyempurnaan produk untuk siap dipasarkan meliputi perhitungan biaya produksi serta harga jual dan perizinan legalitas produk. Penyusunan strategi manajemen pemasaran, strategi manajemen operasional, strategi manajemen SDM, dan strategi manajemen keuangan yang saling berkoordinasi. Merencanakan pengembangan jangka pendek dan jangka panjang didasarkan pada martiks SWOT. Hasil analisis strategi pengembangan ini kemudian diterapkan langsung pada usaha Sriping sehingga menghasilkan produk camilan pedas pilus cikur pedas daun jeruk dan keripik cimol pedas daun jeruk serta produk repacking yang masih dipertahankan sebagai produk pendukung. Tujuan pengembangan usaha ini yakni agar usaha Sriping dapat bersaing dengan usaha camilan-camilan yang sudah ada lebih dulu. DAFTAR PUSTAKA