Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PERPUSTAKAAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI 004 SAMARINDA ULU Fathan Gustiawan*. Kautsa Eka Wardhana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda,Indonesia Jl. M Rifaddin Harapan Baru. Kec. Loa Janan Ilir. Kota Samarinda. Kalimantan Timur. Indonesia *Korespondensasi Penulis: fathangustiawan27@gmail. ABSTRACT This study aims to explore the perceptions of teachers and students towards library services at The method was descriptive qualitative, with data collection through in-depth interviews and The research subjects comprised 3 teachers and 2 students at 004 Elementary School of Samarinda Ulu. This study used triangulation to analyze the data studied. The results showed that teachers view library services as an important resource for learning. They appreciate the availability of books and adequate facilities. Still, they would like improvements in the availability of the latest book services and the internet network, thus the students could get information easily in learning. On the other hand, students show enthusiasm for the library but complain about the lack of variety of reading topics and room for reading. Based on this information, the recommendation for library services is to improve library management to support the learning process and literacy and develop programs for improving student attractiveness. Thus, library services can be optimized. Keywords: Information system. Library services. Perception. School facility ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru dan siswa terhadap layanan perpustakaan di sekolah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang guru dan 2 orang siswa dari Sekolah Dasar Negeri 004 Samarinda Ulu. Penelitian ini menggunakan Triangulasi dalam menganalisis data yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang layanan perpustakaan sebagai sumber daya yang penting dalam mendukung proses pembelajaran. Mereka mengapresiasi ketersediaan buku dan fasilitas yang memadai, namun menginginkan adanya peningkatan dalam hal ketersediaan buku-buku terbaru dan juga peningkatan jaringan internet agar siswa dapat memperoleh informasi dengan mudah dalam pembelajaran. Di sisi lain, siswa menunjukkan antusiasme terhadap perpustakaan tetapi mengeluhkan kurangnya variasi topik bacaan dan ruang untuk Berdasarkan informasi tersebut, rekomendasi untuk layanan perpustakaan adalah peningkatan manajemen perpustakaan yang mendukung proses pembelajaran dan literasi serta program pengembangan untuk meningkatkan daya tarik siswa. Dengan demikian, layanan perpustakaan dapat Kata kunci: Fasilitas sekolah. Layanan perpustakaan. Persepsi. Sistem informasi PENDAHULUAN Di era globalisasi ini pendidikan menjadi sangat penting dikarenakan dapat membuka akses dari berbagai peluang dan dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. Pada masa ini teknologi memegang peranan penting dalam aspek kehidupan masyarakat saat ini dan dapat digunakan dalam berbagai aspek (Haykal et al. , 2. Informasi yang dapat diterima darimana saja memberikan kemudahan setiap orang untuk mengetahui berbagai hal (Hakim et , 2. Globalisasi dapat memberikan transform Vol. No. Oktober 2024: 65-76 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. dampak dampak yang dapat dirasakan (Sholahudin, 2. Namun dikarenakan adanya berbagai sumber maka perlu ada yang dinamakan dengan persepsi. Sebagaimna pendapat Kotler dikutip oleh Yayan yang menjelaskan bahwa persepsi adalah proses menyeleksi, mengatur dan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang berarti oleh seseorang (Widyaningrum & Suratno, 2. Sugihartono,dkk mengemukakan bahwa persepsi adalah kemampuan otak dalam menerjemahkan stimulas atau proses untuk menerjemahkan stimulus yang masuk kedalam alat indera manusia (Jayanti & Arista, 2. Dari hal tersebutlah yang hingga saat ini menjadi pegangan seseorang dalam memilih jalan hidupnya masing- masing. Dari adanya pilihan yang berbeda tersebut, hal ini selaras dengan yang disampaikan oleh Leavit bahwa persepsi Aupandangan secara sempit dan luasAy. Padangan sempit dimaknai sebagai penglihatan, yakni mengenai cara pandang seseorang melihat sesuatu. Sedangkan secara luas dimaknai dengan bagaimana cara seseorang memandang dan mengartikan sesuatu (Widyaningrum & Suratno, 2. Serta Eka Kautsar berpendapat bahwa setiap masyarakat memiliki tujuan, peraturan dan sistem otoritas tertentu yang berhubungan dengan kehidupan sosial sehingga mempengaruhi dapat mempengaruhi satu sama lain (Wardhana & Sukamto, 2. Dengan adanya perbedaan ini juga dapat diketahui bahwa persepsi seseorang dapat terpengaruhi ataupun tidak sama. Berdasarkan dari uraian diatas maka diketahui bahwa persepsi merupakam proses menyeleksi ataupun pandangan dalam memahami atau menafsirkan apa yang dilihat, berdasarkan pengalaman, budaya, serta konteks sosial. Dari hal tersebutlah yang menimbulkana adanya perbedaan pandangan antara dua individu, semisalnya pandangan guru dan siswa selama di lingkungan sekolah. Hingga saat ini masih terjadi perbedaan persepsi, salah satunya yang terjadi dilingkungan sekolah ialah pengoprasian perpustakaan. Dalam hal Menurut Suwarno perpustakaan ialah pusat sumber daya informasi yang menjadi tulang punggung gerak majunya pendidikan, dimana tuntutan untuk infromasi sangat tinggi (Eskha, 2. Maka dari hal tersebutlah keberadaan perpustakaan memberikan pengaruh besar bagi kepentingan dunia pendidikan. Perpustakaan yang dijadikan sarana dalam menyediakan berbagai informasi, tentunya memiliki tujuan yakni untuk membantu masyarakat dalam segala jenjang dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melalui jasa pelayan perpustakaan agar dapat mendidik diri sendirinya secara berkesinambungan (Cut et al. , 2. Dikarenakan peran perpustakaan yang beragam dimulai dari sebagai pusat informasi. Hal ini selaras perpustakaan pastinya tidak hanya mengoleksi satu buku namun bisa ratusan hingga ribuan buku. Tak hanya buku melainkan berbagai hal yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi. Peran selanjutnya dari perpustakaan ialah sebagai pusat inovasi, yakni pusat berkembangnya berbagai ide-ide kreatif yang menciptakan suatu karya yang Peran terakhir dari perpustakaan ialah sebagai pusat sumber perpustakaan menjadi pusat belajar maka tentunya akan ada upaya dalam meningkatkan serta mengefisienkan efektifitas proses belajar-mengajar. Dalam proses peningkatan efisiensi tersebut, maka diperlukan adanya upaya dalam pelayanan, yakni layanan prima di transform Vol. No. Oktober 2024: 65-76 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. perpustakaan merupakan pendekatan yang menempatkan pengguna sebagai pusat dari semua aktivitas perpustakaan. Ini mencakup pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan harapan pengguna, serta memberikan layanan yang cepat, akurat, dan ramah. Salah satu aspek penting dari layanan prima adalah penciptaan suasana yang mendukung antara pustakawan dan pengguna, serta penyediaan akses yang mudah terhadap sumber informasi (Lamba, 2. Di sisi lain, layanan kualitas perpustakaan dapat diukur melalui beberapa indikator, seperti kepuasan pengguna, efektivitas layanan, serta efisiensi dalam pengelolaan sumber Dalam konteks ini, perpustakaan perlu menerapkan standar kualitas yang tinggi dan melakukan evaluasi secara berkala untuk meningkatkan layanan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penerapan prinsip layanan prima tidak hanya meningkatkan kepuasan pengguna tetapi juga berkontribusi pada reputasi perpustakaan sebagai lembaga yang pengetahuan dan informasi. Berdasarkan dari latar belakang tersebut maka peneliti, tertarik untuk Pelayanan Perpustakan. Dikarenakan hingga saat ini khususnya di Samarinda masih sedikit peneliti yang membahas terkait pelayanan Sedangkan pelayanan perspustakaan menjadi faktor utama dalam mendorong motivasi siswa sebagai generasi penerus untuk membaca buku dan mencari sumber informasi yang akurat. yang alamiah dan peneliti yang memegang kendali dalam penelitian ini. Sehingga peneliti memilih menggunakan desain dan metode ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Triangulasi . abungan observasi, wawancara, dan dokumentas. data yang diperoleh cenderung bersifat Analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian berupa temuantemuan potensi dan keunikan objek permasalahan, makna suatu kejadian, proses dan interaksi sosial, kepastian kebenaran data, konstruksi fenomena, dan temuan hipotesis. Maka dari itu penelitian ini akan menggunakan kualitatif deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini ialah Guru dan Siswa di SDN 004 Samarinda Ulu. Penelitian ini berusaha menganalisis mengenai persepsi guru dan siswa terhadap pelayanan perpustakaan di Sekolah Dasar Negeri 004 Samarinda Ulu. Tahapan diseskripsikan sebagai berikut. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Peneliti melakukan obeservasi terkait kualitas serta berbagai fasilitas yang ada di perpustakaan di Sekolah Dasar Negeri 004 Samarinda Ulu, berdasarkan dari hasil wawancara. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ialah pendekatan Dengan menggunakan metode kualitatif deksriptif. Hal ini dilakukan dikarenakan peneliti melakukan objek Wawancara Wawancara secara mendalam, dilakukan dengan berinteraksi langsung pandangan mereka. Pada penelitian ini peneliti mewawancarai ketiga guru dan kedua siswa yang ada di Sekolah Dasar Negeri 004 Samarinda Ulu, terkait pandangan dan persepsi responden dari pelayanan serta kulitas fasilitas yang ada diperpustakaan sekolah . Observasi Dokumentasi transform Vol. No. Oktober 2024: 65-76 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. Beberapa hal yang akan didlakukan dalam penelitian ini ialah melakukan dokumentasi seperti laporan, artikel, atau catatan sejarah dapat memberikan konteks tambahan dan membantu peneliti memahami latar belakang dari fenomena yang ada di Perpustakaan SDN 004 Samarinda Ulu. Penggunaan beberapa instrumen ini memungkinkan triangulasi data, yang meningkatkan validitas hasil Dengan menggabungkan berbagai sumber data, peneliti dapat mengembangkan gambaran yang lebih holistik dan mendalam tentang subjek yang diteliti. Analisis Data Tahapan analisis dalam penelitian ini mencangkup collection data, condensation data, display data, dan Collection Data Kegiatan utama dari setiap penelitian adalah mengumpulkan data. Dalam menggunakan kuesioner atau tes tertutup. Data yang diperoleh adalah data Pada tahap awal peneliti melakukan penjelajahan umum terhadap sosial/objek yang diteliti, semua yang dilihat dan didengar. Condensation Setelah data terkumpul, data kemudian diseleksi untuk disortir mana yang sesuai dengan tujuan penelitian. Setelah itu deskripsi dibuat dalam bentuk abstrak yang dikombinasikan dengan bahan-bahan empiris lainnya sehingga data menjadi lebih kuat. Data Display Display data dimaksudnya untuk menyajikan data dalam bentuk yang lebih memudahkan dalam memahami apa yang terjadi sehingga dapat merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut. Pada penelitian ini, penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, hubungan antar Conclusion Penarikan memudahkan dalam tahapan verifikasi. Kesimpulan dalam penelitian ini menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan sejak awal dan dibuktikan serta berkembang saat penelitian berada di lapangan. Tringulasi Proses triangulasi dalam penelitian ini melibatkan perbandingan data yang diperoleh dari berbagai sumber, metode, dan perspektif untuk memastikan kredibilitas dan keandalan temuan sehingga memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai tantangan dan kendala berdasarkan persepsi guru dan siswa terkait pelayanan perpustakaan. Karena analisis ini dilakukan referensi silang terhadap wawasan yang diperoleh dari berbagai metode pengumpulan data sehingga memberikan rekomendasi yang berharga untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan rapor digital dalam penilaian pembelajaran, yang pengembangan praktik penilaian yang lebih baik di lingkungan madrasah. HASIL DAN PEMBAHASAN Kualitas Pelayanan Persepsi Guru transform Vol. No. Oktober 2024: 65-76 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. Pada wawancara yang dilakukan, peneliti memberikan pertanyaan kepada 3 guru dari SDN 004 Samarinda Ulu. Sesi wawancara dimulai dengan membahas perpustakaan di SDN 004 Samarinda Ulu. Adapun pertanyaan mengenai kualitas pelayanan meliputi AuApa pendapat anda tentang kualitas pelayanan perpustakaan ini?Ay. AuBagaimana pengalaman anda berinteraksi dengan pustakawan disekolah?Ay serta pertanyaan terkahir mengenai kualitas pelayanan ialah Au apakah para pustakwan membantu dalam memenuhi kebutuhan anda dan siswa?Ay. Berdasarkan dari pertanyaan tersebut peneliti menemukan bahwa guru memiliki persepsi yang Berdasarkan dari pertanyaanpertanyaan tersebut guru memberikan jawaban sebagai berikut : AuApa pendapat anda mengenai kualitas pelayanan perpustakaan di sekolah ini?Ay AuSaya merasa kualitas pelayanan Pustakawannya ramah dan selalu siap Namun, masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam koleksi bukuAy. AuSaya rasa kualitas pelayanan di perpustakaan cukup memuaskanAy Hal tersebut juga selaras, ketika peneliti melakukan observasi ke perpustkaan SDN 004 Samarinda Ulu. Pelayan yang diberikan oleh petugas dikarenakan dari petugas responsive serta mengenai isi dari perpustakan tersebut. Persepsi Siswa Pada wawancara yang dilakukan, peneliti memberikan pertanyaan kepada 2 siswa dari sekolah SDN 004 Samarinda Ulu. Sesi wawancara dimulai dengan membahas seputar kualitas dari pelayanan perpustakaan di SDN 004 Samarinda Ulu. Adapun pelayanan meliputi AuApa pendapat anda perpustakaan di skolah ini?Ay . AuBagaimana disekolah?Ay serta pertanyaan terkahir mengenai kualitas pelayanan ialah Auapakah para pustakwan membantu dalam memenuhi kebutuhan anda dan siswa?Ay. Berdasarkan dari pertanyaan tersebut peneliti menemukan bahwa siswa memiliki persepsi Berdasarkan pertanyaan- pertanyaan tersebut siswa memberikan jawaban sebagai berikut : AuApa pendapat anda tentang kualitas pelayanan perpustakaan di skolah ini?Ay AuMenurut saya, kualitas pelayanan Ruangannya nyaman dan koleksi bukunya lengkap. Namun, saya berharap ada lebih banyak buku Ay AuSaya perpustakaan di sini cukup Layanan peminjaman cepat, dan lingkungan belajar sangat mendukung. Ay AuBagaimana pengalaman pustakawan di sekolah? Anda AuPustakawan sangat ramah dan Mereka selalu siap memberikan rekomendasi buku yang sesuai dengan kebutuhan sayaAy AuTentu Mereka membantu saya menemukan materi yang saya butuhkan untuk belajar, dan sering kali menawarkan saran yang bergunaAy Berdasarkan dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti, dari ketiga pertanyaan mengenai kualitas pelayanan transform Vol. No. Oktober 2024: 65-76 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. yang ada menemukan bahwa kedua siswa memiliki persepsi bahwa pelayanan sangat membantu dan memuaskan siswa mengenai layanan peminjaman buku serta lingkungan yang mendukung dan berharap semoga akan lebih banyak buku Sebagaimana yang diketahui bahwa kegiatan dalam proses pemenuhan kebutuhan melalui aktivitas seseorang sehingga moenir yang dikutip oleh Evalina beranggapan bahwa pelayanan adalah proses yang berlangsung secara berkesinambungan dan dilakukan dengan rutin (Evalina, 2. Dari hal tersebutlan maka persepsi yang diberikan baik guru dan siswa beranggapan bahwa pelayanan perpustakaan sudah sangat baik. Berdasarkan dilakukan oleh peneliti, menunjukkan persepsi yang sangat positif terhadap kualitas pelayanan di perpustakaan. Mereka menyatakan bahwa layanan peminjaman buku yang ada sangat membantu dan memuaskan, serta mendukung kebutuhan mereka dalam proses belajar. Selain itu, mereka juga mengapresiasi lingkungan perpustakaan yang nyaman, yang turut meningkatkan kenyamanan saat berada di sana. Meskipun demikian, mereka berharap agar perpustakaan dapat menambah koleksi buku terbaru, sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi yang lebih luas dan up-to-date bagi para siswa. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pelayanan sudah baik, ada harapan untuk peningkatan kualitas yang lebih lanjut, terutama dalam hal ketersediaan buku. Fasilitas Persepsi Guru Pada pertanyaan kepada 3 guru dari sekolah SDN 004 Samarinda Ulu. Sesi wawancara selanjutnya membahas mengenai fasilittas yang ada pada perpustakaan di SDN 004 Samarinda Ulu. Adapun pertanyaan mengenai AuBagaimana pandangan anda terkait fasilitas di perpustakaan, seperti tempat duduk, ruang baca, dan akses internet?Ay dan pertanyaan kedua ialah AuApa yang ingin Anda lihat diperbaiki atau ditambahkan di perpustakaan agar siswa?Ay. Berdasarkan dari pertanyaan tersebut peneliti menemukan bahwa guru memiliki persepsi yang berbeda. Berdasarkan pertanyaanpertanyaan tersebut guru memberikan jawaban sebagai berikut : AuBagaimana pandangan anda terkait fasilitas di perpustakaan, seperti tempat duduk, ruang baca, dan akses internet?Ay AuFasilitas di perpustakaan cukup memadai, tetapi tempat duduknya Ruang baca nyaman, namun akses internet seringkali lambat, yang mengganggu saat siswa menggunakan internet untuk pembelajaranAy AuSaya menilai fasilitasnya cukup Ruang baca luas dan nyaman, tetapi tempat duduknya kadang penuh, dan akses internetnya juga kurang stabilAy AuFasilitas umumnya baik. Ruang baca nyaman, tetapi tempat duduknya bisa diperbanyak. Akses internet juga sering bermasalah. Ay AuApa yang ingin Anda lihat diperbaiki atau ditambahkan di perpustakaan agar lebih menarik bagi siswa?Ay. AuSaya ingin ada lebih banyak komputer untuk akses internet dan mungkin beberapa ruang baca kecil transform Vol. No. Oktober 2024: 65-76 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. agar siswa bisa belajar dalam kelompokAy. AuSaya berharap ada lebih banyak buku terbaru dan kegiatan menarik, seperti workshop atau seminar kecil yang melibatkan siswa. Ay AuSaya ingin melihat penambahan koleksi buku yang lebih beragam dan ruang belajar yang lebih interaktif. Ay Berdasarkan dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti, dari ketiga perpustakaan yang ada peneliti menemukan bahwa ketiga guru memiliki persepsi bahwa fasilitas yang ada diperpustakaan sudah cukup memadai namun masih ada beberapa kekurangan misalnya saja dari akses internet dan tempat duduk yang masih kurang, serta mengharapkan adanya penambhan buku serta kegiatan yang melibatkan siswa. Hal tersebut juga selaras, ketika peneliti melakukan observasi ke perpustkaan SDN 004 Samarinda Ulu. Fasilitas yang dirasakan oleh peneliti sangat memuaskan sehingga dapat membuat siswa betah untuk berlama- lama di perpustakaan. Persepsi Siswa Pada wawancara yang dilakukan, peneliti memberikan pertanyaan kepada 2 siswa dari sekolah SDN 004 Samarinda Ulu. Sesi wawancara fasilittas yang ada pada perpustakaan di SDN 004 Samarinda Ulu. Adapun perpustakaan meliputi AuBagaimana pandangan anda terkait fasilitas di perpustakaan, seperti tempat duduk, ruang baca, dan akses internet?Ay dan pertanyaan kedua ialah AuApa yang ingin Anda lihat diperbaiki atau ditambahkan di perpustakaan agar lebih menarik bagi siswa?Ay. Berdasarkan dari menemukan bahwa siswa memiliki yang berbeda. Berdasarkan pertanyaanpertanyaan tersebut siswa memberikan jawaban sebagai berikut : Bagaimana terkait fasilitas di perpustakaan, seperti tempat duduk, ruang baca, dan akses internet?Ay AuSaya perpustakaan cukup baik. Tempat duduknya nyaman. Ruang bacanya juga tenang, jadi saya bisa fokus Namun akses internetnya gangguanAy AuMenurut saya, perpustakaan kita sudah cukup baik. Tempat duduknya banyak, tapi kadang penuh saat jam belajar. Ruang bacanya juga nyaman, walau saya berharap ada area yang lebih Akses internetnya oke, tetapi sering kali lambat saat banyak orang menggunakannyaAy AuApa yang ingin Anda lihat diperbaiki atau ditambahkan di perpustakaan agar lebih menarik bagi siswa?Ay. AuSaya ingin ada lebih banyak ruang diskusi kelompok. Kadang, belajar bersama teman itu lebih Selain itu, beberapa koleksi buku terbaru atau majalah, jadi kami bisa lebih up-to-date dengan informasiAy AuSaya ingin ada lebih banyak kegiatan. Itu bisa menarik lebih banyak siswa untuk datang ke perpustakaanAy Berdasarkan dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti, dari kedua transform Vol. No. Oktober 2024: 65-76 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. perpustakaan yang ada peneliti menemukan bahwa kedua siswa memiliki persepsi bahwa fasilitas yang ada diperpustakaan sudah cukup memadai namun masih ada bberapa kekurangan misalnya saja dari akses internet jikabanyak siswa yang menggunakan , serta mengharapkan adanya penambhan buku yang up to date serta kegiatan yang melibatkan Fasilitas perpustakaan telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang beragam. Selain koleksi buku dan bahan bacaan, banyak perpustakaan modern kini menawarkan ruang baca yang nyaman, area kolaborasi, serta akses ke teknologi canggih seperti komputer dan perangkat Menurut Jones . , perpustakaan juga menyediakan ruang acara yang dapat digunakan untuk seminar, lokakarya, dan kegiatan perpustakaan sebagai pusat kegiatan sosial dan edukatif. Fasilitas teknologi juga sangat diperlukan dikarenakan eknologi pendidikan adalah pengkajian dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab untuk meningkatkan pembelajaran dan kinerja melalui pengembangan, pemanfaatan yang bijak, dan administrasi sumber daya teknologi (Ridho et al. , 2. Fasilitas ini membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembelajaran dan interaksi antarpengguna. Namun, meningkatkan fasilitas mereka, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Beberapa siswa merasa bahwa fasilitas yang ada tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka, seperti kurangnya ruang yang dapat digunakan untuk belajar kelompok atau fasilitas yang lebih menarik. Menurut penelitian oleh Ameen dan Raza . , penting bagi perpustakaan untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan pengguna dan tren terbaru dalam pendidikan. Dengan menyediakan ruang yang fleksibel, perpustakaan dapat berfungsi tidak hanya sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan pembelajaran yang dinamis. Berdasarkan dari hasil penelitian ditemukan bahwa perpustakaan di SDN 004 Samarinda Ulu telah mampu memfasilitas baik guru dan siswa dalam bnetuk buku dan tempat untuk membaca informasi, namun masih terdapat kekurangan dari hasil buku yang kurang up to date serta fasilitas internet yang masih kurang. Peran dalam Pembelajaran Persepsi Guru Pada wawancara yang dilakukan, peneliti memberikan pertanyaan kepada guru dari SDN 004 Samarinda Ulu. Sesi wawancara selanjutnya membahas mengenai peran perpustakaan dalam perpustakaan di SDN 004 Samarinda Ulu. AuApa focus utama yang ingin anda gali terkait peran perpustakaan dalam pembelajarann?Ay. Berdasarkan dari menemukan bahwa guru memiliki persepsi yang berbeda. Berdasarkan dari pertanyaan tersebut guru memberikan jawaban sebagai berikut : AuSaya melihat perpustakaan sebagai sumber daya yang sangat Fokus utama saya adalah pada penyediaan materi tambahan yang bisa membantu siswa memahami konsep yang sulit. Misalnya, kami sering menggunakan buku referensi dan buku latihan yang ada di perpustakaan. Selain itu, saya juga ingin mendorong transform Vol. No. Oktober 2024: 65-76 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. siswa untuk menggunakan sumber daya digital, seperti video pembelajaran dan tutorial online, yang dapat mereka akses melalui perpustakaan. Ini membantu mereka belajar dengan cara yang lebih interaktifAy AuBagi memainkan peran krusial dalam pengembangan pemikiran kritis siswa. Fokus utama saya adalah mendorong siswa untuk mengeksplorasi berbagai perspektif sejarah melalui buku dan sumber lain yang tersedia. Di kelas, saya sering meminta siswa untuk melakukan penelitian di perpustakaan berbagai sumber. Ini tidak hanya membantu mereka memahami sejarah lebih dalam, tetapi juga melatih mereka untuk berpikir kritis dan analitisAy AuPerpustakaan sangat penting dalam pengembangan keterampilan berbahasa siswa. Fokus utama saya adalah pada peningkatan minat baca dan kemampuan menulis. Saya sering mendorong siswa untuk membaca berbagai jenis sastra yang ada di mendiskusikannya di kelas. Selain itu, kami juga melakukan proyek menulis di mana siswa harus mencari inspirasi dari buku yang mereka baca di Dengan cara ini, mereka tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga menghargai karya sastraAy Berdasarkan dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti, dari pertanyaan mengenai peran perpustakaan dalam pembelajaran yang ada peneliti menemukan bahwa ketiga guru memiliki perbedaan persepsi mengenai pandangan dari peran perpustakaan berdasarkan dari materi pembelajaran yang dibawkaan dari setiap guru. Persepsi Siswa Pembelajaran Pada wawancara yang dilakukan, peneliti memberikan pertanyaan kepada 2 siswa dari sekolah SDN 004 Samarinda Ulu. Sesi wawancara selanjutnya membahas mengenai peran perpustakaan dalam perpustakaan di SDN 004 Samarinda Ulu. AuApa focus utama yang ingin anda gali terkait peran perpustakaan dalam pembelajarann?Ay. Berdasarkan dari menemukan bahwa siswa memiliki persepsi yang berbeda. Berdasarkan dari pertanyaan tersebut siswa memberikan jawaban sebagai berikut : AuSaya ingin melihat bagaimana perpustakaan bisa jadi tempat untuk belajar bersama teman-teman. Saya suka kalau bisa belajar kelompokAy AuSaya ingin tahu lebih tentang membantu kita menemukan buku-buku yang menarik untuk dibaca. Soalnya, kadang saya bingung mau baca apa. Ay Berdasarkan dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti, dari ketiga perpustakaan dalam pembelajaran yang ada peneliti menemukan bahwa kedua siswa memiliki perbedaan mengenai pembelajaran, salah satu siswa menganggape bahwa peran yang perpustakaan ialaj sebagai tempat belajar bersama-sama, sedangkan ssiwa lainnya beranggapan bahwa perpustakaan dapat membantu siswa dalam menemukan buku-buku yang Pendidikan, kewajibannya berupa literatur-literatur yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pembaca (Ningsih & Sayekti. Perpustakaan memainkan peran yang sangat penting dalam proses transform Vol. No. Oktober 2024: 65-76 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. pembelajaran, tidak hanya sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan siswa. Menurut penelitian oleh Soria. Fransen, dan Nackerud . , akses ke sumber daya perpustakaan yang berkualitas dapat meningkatkan prestasi akademik siswa, terutama ketika mereka terlibat aktif dalam pencarian dan penggunaan Perpustakaan menyediakan berbagai materi, termasuk buku, jurnal, dan sumber daya digital, yang membantu siswa dalam eksplorasi dan Selain perpustakaan juga berfungsi sebagai ruang belajar yang fleksibel. Penelitian oleh Raju dan Goh . menunjukkan perpustakaan mendorong interaksi sosial dan kerja sama antara siswa. Fasilitas yang mendukung diskusi kelompok dan kegiatan kreatif, perpustakaan dapat menjadi lingkungan yang inspiratif, mendorong siswa untuk bekerja sama dalam menyelesaikan tugas dan proyek. Ini berkontribusi pada perkembangan keterampilan sosial dan komunikasi yang penting bagi mereka di masa depan. Di sisi lain, peran perpustakaan dalam pembelajaran juga mencakup penyediaan program literasi Menurut Jantti Thuneberg . , pelatihan literasi perpustakaan dapat membantu siswa informasi secara efektif. Dengan keterampilan ini, siswa tidak hanya lebih siap menghadapi tantangan akademik, tetapi juga dapat menjadi pembelajar seumur hidup yang kritis dan mandiri. Oleh karena itu, pengembangan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang aktif dan responsif sangat penting dalam mendukung pendidikan di era informasi saat ini. Berdasarkan dilakukan oleh peneliti, responden memiliki pandangan yang berbeda mengenai peran perpustakaan dalam Salah satu siswa menganggap bahwa perpustakaan berfungsi sebagai tempat belajar bersama, yang memungkinkan mereka untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan teman-temannya dalam suasana yang mendukung. Di sisi lain, siswa lainnya melihat perpustakaan sebagai sumber yang membantu mereka menemukan buku-buku yang menarik dan relevan untuk mendalami materi pelajaran secara lebih mendalam. Perbedaan persepsi ini menunjukkan bahwa meskipun keduanya menyadari pengalaman dan kebutuhan masingmasing siswa dapat memengaruhi cara mereka memaknai fungsi perpustakaan dalam proses belajar. Hal ini juga menandakan pentingnya perpustakaan untuk menyediakan berbagai fasilitas yang dapat mendukung beragam gaya belajar siswa. KESIMPULAN Persepsi siswa dan guru terhadap perpustakaan dalam pembelajaran saling berkaitan dan berpengaruh Siswa dan guru yang merasakan pelayanan yang responsif dan ramah dari staf perpustakaan cenderung memiliki pandangan positif mengenai penggunaan perpustakaan. Fasilitas yang memadai, seperti ruang belajar yang nyaman dan aksesibilitas lingkungan belajar yang kondusif. Hal ini, pada gilirannya, meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. transform Vol. No. Oktober 2024: 65-76 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. Selain menegaskan bahwa perpustakaan harus berfungsi sebagai lebih dari sekadar tempat penyimpanan buku. Peran perpustakaan sebagai pusat informasi dan literasi sangat penting untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif di kalangan siswa. Baik siswa maupun guru menilai bahwa program-program literasi informasi yang ditawarkan di perpustakaan sangat UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terimakasih kepada Sekolah Negeri 004 Samarinda Ulu atas kesempatan yang diberikan kepada peneliti untuk melakukan Banyak doa dan harapan peneliti lanturkan kepada sekolah dasar negeri 004 Samarinda Ulu agar semakin DAFTAR PUSTAKA