EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL SINEKTIK BERBANTUAN APLIKASI WORDWALL TERHADAP MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK MATERI SISTEM EKSKRESI Tiara Sasmita1 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, tiarasasmita622@gmail. Muh. Rapi2 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, muh. rapi@uin-alauddin. Syamsul3 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, syamsul. hamzah@uin-alauddin. Jamilah4 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, jamilah@uin-alauddin. Andi Tenri Ola Rivai5 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, andi. tenriola@uin-alauddin. Abstrak Pembelajaran yang masih berfokus pada pendidik sering membuat peserta didik merasa kurang tertarik dengan materi yang disampaikan. Akibatnya, suasana belajar menjadi monoton dan peserta didik pun cenderung pasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran sinektik yang dipadukan dengan aplikasi wordwall bisa membantu meningkatkan minat belajar peserta didik, khususnya pada materi sistem ekskresi di SMA Negeri 1 Tommo. Kabupaten Mamuju. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan populasi sebanyak 76 peserta didik kelas XI. Desain penelitian yang digunakan adalah non-equivalen control group design. Data dikumpulkan melalui angket dan juga observasi dengan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial meliputi uji normalitas, homogenitas serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% peserta didik memiliki minat belajar yang tinggi setelah mengikuti pembelajaran dengan model ini, sementara hanya 5% yang tergolong Uji hipotesis menunjukkan hasil signifikan dengan nilai 0,017 yang lebih kecil dari 0,05. Ini membuktikan bahwa model sinektik berbantuan wordwall efektif dalam meningkatkan minat belajar peserta didik. Dengan model sinektik, proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan menarik, sehingga mendorong peserta didik untuk lebih aktif dan bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Implikasi dari penelitian ini minat belajar mereka terdorong melalui kombinasi pendekatan analogi dalam model sinektik dan permainan interaktif dalam wordwall. Abstract Learning that still focuses on educators often makes students feel less interested in the material being presented. As a result, the learning atmosphere becomes monotonous and students tend to be passive. This study aims to determine whether the use of the synectic learning model combined with the Wordwall application can help increase students' interest in learning, particularly in the subject of the excretory system at SMA Negeri 1 Tommo. Sasmita,et. al, 2026: Model Sinektik Berbantuan Aplikasi Wordwall Mamuju Regency. This study employs a quantitative approach, with a population of 76 eleventh-grade students. The research design used is a non-equivalent control group design Data was collected through questionnaires and observations with data analysis techniques using descriptive and differential analysis including normality tests, homogeneity tests, and hypotethesis tests. The results of the study indicate that 80% of students have high learning interest after participating in this learning model, while only 5% have low interest. The hypothesis test yielded a significant result with a value of 0. 017, which is smaller than 0. This proves that the synectic model assisted by wordwall is effective in enhancing students' learning interest. With the synectic model, the learning process becomes more enjoyable and engaging, thereby encouraging students to be more active and enthusiastic in participating in lessons. The implication of this research is that their interest in learning is encouraged through a combination of the analogy appoarch in the synectic model and interactive games in the wordwall. Kata Kunci: Aplikasi Wordwall. Minat Belajar. Model Sinektik. Sistem Ekskresi PENDAHULUAN Pendidikan Harapan pendidik ialah materi yang secara umum mempunyai arti untuk diberikan diamati dan dimengerti dengan meningkatkan potensi diri agar mampu baik (Bistari, 2. Dalam hal ini sangat dibutuhkan sikap kritis pendidik dan juga Tentunya dengan harapan peserta didik sebagai subjek maupun meningkatkan kecerdasan, kesejahteraan objek yang berpengetahuan. serta membangun martabat bangsa. Selain Model secara keseluruhan dapat itu menumbuhkan potensi dalam diri didefinisikan sebagai alat yang mampu manusia agar sukses dalam karir dan juga memberikan gambaran atau menjelaskan pekerjaan (Yayan, 2. sesuatu (Murti & Maya, 2. Model Faktor yang dapat mempengaruhi pembelajaran mengarah pada struktur kegiatan pembelajaran didalam kelas yang akan dijadikan pedoman untuk meliputi pendidik (Fasilitato. , peserta mengatur jalannya pembelajaran didalam didik, dan sarana prasarana. Kegiatan kelas (Trianto, 2. Model yang telah belajar mengajar yang berorientasi pada partisipasi peserta didik serta mampu apabila ketiga faktor tersebut memadai Sasmita,et. al, 2026: Model Sinektik Berbantuan Aplikasi Wordwall dengan potensi yang dimiliki peserta dan situasi pembelajaran. (Nandang et al. didik (Kasmawati et al. , 2. Model sinektik pertama kali Berdasarkan dikenalkan oleh William J. Gordon didapatkan informasi awal bahwa proses dalam bidang industri. model ini mulai belajar mengajar dengan guru masih digunakan dalam kegiatan kelompok bersifat Teacher Center membuat peserta untuk membantu individu memecahkan didik menjadi tidak tertarik apa yang dijelaskan oleh pendidik, mereka jadi Awalnya, sibuk sendiri bahkan ada yang mengobrol dikembangkan untuk keperluan industri, bersama teman sebangku mereka, hal ini namun seiring waktu terbukti efektif dan tentunya menurunkan kreativitas peserta Pendidikan (Suhartini et al. , 2. (Pramusinta, kurang begitu aktif. Faktor lainnya yang Istilah synectics berasal dari bahasa menjadi penghambat yakni pembelajaran Yunani, yakni gabungan dari kata syn masih berorientasi pada model yang yang berarti "menyatukan" dan ectics sifatnya monoton sehingga peserta didik yang berarti "unsur-unsur yang berbeda". terbiasa menggunakan cara belajar yang Model sinektik berguna untuk memberi sama setiap harinya. Karena itu, penting peserta didik pemahaman baru tentang menggunakan model pembelajaran yang benar-benar melibatkan peserta didik secara aktif dari awal hingga akhir proses tertentu (Dias dan Teguh, 2. Sintaks model pembelajaran sinektik Model sinektik adalah sebuah menurut Ridwan . terdiri atas beberapa tahapan yang dirancang untuk khusus oleh pendidik untuk membuat peserta didik menjadi lebih kreatif, terutama dalam hal keterampilan praktik peserta didik. Pada tahap awal . , . pendidik terlebih dahulu menyampaikan fleksibel untuk diterapkan karena dapat materi pembelajaran sebagai langkah digunakan dalam berbagai jenis kegiatan pembuka untuk memberikan landasan Model Sasmita,et. al, 2026: Model Sinektik Berbantuan Aplikasi Wordwall awal bagi peserta didik. Tahap ini penting konsep yang dipelajari menjadi lebih agar siswa memiliki gambaran umum mendalam dan bermakna. mengenai konsep yang akan dipelajari. Selanjutnya. Pada mengembangkan analogi baru, peserta langsung, pendidik memberikan contoh analogi yang relevan dengan materi, analogi lain berdasarkan pemahaman kemudian meminta peserta didik untuk mendeskripsikan analogi tersebut. Tahap ini bertujuan untuk membantu siswa perbedaan antara analogi tersebut dengan konsep asli. Tahap ini menjadi puncak pengalaman atau pengetahuan yang sudah dari proses pembelajaran sinektik karena dimiliki sebelumnya. Setelah itu, pada mendorong siswa untuk berpikir kreatif, tahap analogi personal, peserta didik mandiri, serta mampu mengonstruksi diajak untuk membayangkan diri mereka pengetahuan secara lebih luas. Mereka sebagai bagian dari objek atau fenomena Menurut Hasan dan Istihana . yang sedang dipelajari, sehingga terjadi Kelebihan model pembelajaran sinektik keterlibatan emosional dan imajinatif dalam proses belajar. membentuk pemahaman baru terhadap Tahap membandingkan analogi, di mana peserta mampu menyadari perilaku yang sesuai dalam situasi tertentu, memperjelas serta persamaan dan perbedaan antara konsep yang dipelajari dengan analogi yang telah dalam diri peserta didik, dan mendorong Kegiatan ini melatih kemampuan berkembangnya pola pikir kreatif, baik pada peserta didik maupun pendidik. Kemudian, pada tahap eksplorasi, peserta pemahaman mereka sendiri, sehingga Wordwall merupakan sebuah website permainan serta kuis sehingga banyak pendidik memanfaatkannya sebagai salah Sasmita,et. al, 2026: Model Sinektik Berbantuan Aplikasi Wordwall (Ardis besar rasa ingin tahu dan minat peserta Pilihan didik dapat diukur dengan indikator: . permainannya yang beragam membuat media ini menyenangkan digunakan oleh Ketertarikan, peserta didik. Permainan seperti mencari kata, memasangkan atau mencocokkan Berdasarkan Perhatian dikemukakan oleh peneliti, dengan ini mengacak kata, dan masih banyak lagi. peneliti mengambil judul AuEfektivitas Karena mudah diakses melalui browser. Penerapan Model Pembelajaran Sinektik Berbantuan Aplikasi Wordwall Terhadap mengingat kembali materi yang diajarkan Minat Belajar Peserta Didik Pada Materi (Heni et al. , 2. fitur permainan yang Sistem Ekskresi Kelas XI Di SMA Negeri selesai dibuat bisa dikirim secara lansung 1 TommoAy. Peneliti ingin menerapkan model pembelajaran sinektik berbantuan Classroom. WhatsApp. Media ini juga memudahkan pendidik meningkatkan minat belajar peserta didik karena dapat diubah dalam bentuk PDF dan tentunya berbeda dengan penelitian dan dapat pula diprint apabila terkendala Peserta didik akan diajak jaringan (Siti dan Novida, 2. untuk berpikir secara kreatif dalam Minat dalam pelajaran sangat penting dilakukan tanpa minat. menyusun informasi dan memperkuat ide Sedangkan Minat pada wordwall mendukung dan menguraingi dasarnya memberikan sumbangsi yang hambatan kegiatan pmbelajaran dikelas menampilkan materi maupun gambar memuaskan tercipta dari peserta didik dengan mudah, dan pengacakan nama yang memiliki semangat dan antusias atau kata jika diperlukan pada saat dalam belajar (Lilis, 2. penerapan model sinektik. Setiap peserta Trygu . mengungkapkan bahwa indikator untuk mengetahui seberapa Sasmita,et. al, 2026: Model Sinektik Berbantuan Aplikasi Wordwall mengasah kembali daya ingat mereka dan angket minat belajar. Data yang melalui media wordwall. menggunakan metode analisis statistik METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan . uasy homogenitas dan uji hipotesis. Data Adapun desain penelitian dikatakan normal dan homogen apabila ini ialah non-equivalen control group memiliki nilai signifikansi diatas 0,05. Penelitian ini dilaksanakan di Adapun SMA Negeri 1 Tommo. Kabupaten sebagai berikut: Mamuju, dengan populasi peserta didik Tabel 1. Kategorisasi Minat Belajar kelas XI berjumlah 73 orang. Sampel Peserta didik penelitian diambil dari dua kelas, yaitu kelas XI IPA A sebagai kelas kontrol dan XI IPA B sebagai kelas eksperimen, yang Peneliti mengambil kelas XI IPA A dan XI IPA B dikarenakan kedua kelas ini memilih paket A yang dimana paket A memiliki pelajaran wajib yaitu Informatika. Ekonomi Biologi. Sedangkan kelas C yang memilih paket B Ekonomi Geografi. memiliki rata-rata hasil belajar yang sama . , jadwal pelajaran di hari yang sama serta pendidik biologi yang sama. Kategori Minat Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan didapatkan hasil analisis data secara deksriptif maupun inferensial sebagai Tabel 2. Analisis statistik Minat Belajar Kelas Eksperimen Adapun pertimbangan lain karena kedua kelas ini Instrumen Interval Skor Minimum Maximum Mean Std. Deviation Varians Pretest 47,90 2,150 4,621 Posttest 56,30 4,194 17,589 penelitian ini berupa lembar observasi Sasmita,et. al, 2026: Model Sinektik Berbantuan Aplikasi Wordwall Berdasarkan peserta didik . %) termasuk dalam sekitar 20 peserta didik yang dijadikan kategori rendah, 13 peserta didik . %) sebagai sampel dengan perolehan nilai berada pada kategori sedang, dan 2 pretest total rata-rata sebesar 47,90 nilai maksimum 52, nilai minimum 43, standar kategori tinggi. Distribusi 2,150 4,621. Sedangkan nilai posttes memiliki nilai . %) Minat Belajar Tahap Posttest rata-rata 56,30, memiliki nilai maksimum Tabel 4. Distribusi frekuensi dan 64, nilai minimum 47, standar deviasi Persentase Posttest Peserta Didik sebesar 4,194 dan memiliki varians 17,589. Adapun distribusi kategori minat belajar tahap pretest dan posttest sebagai Distribusi Minat Belajar Skor P(%) Tahap Kategori Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Pretest Tabel 3. Distribusi Frekuensi dan Presentase Pretest Peserta Didik Skor P(%) Kategori Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Berdasarkan Tabel 3. nilai pretest yaitu tidak terdapat peserta didik yang masuk dalam kategori sangat rendah maupun sangat tinggi. Sebanyak 5 Berdasarkan Tabel 4. Didapatkan frekuensi yaitu tidak ada peserta didik yang berada pada kategori sangat rendah maupun sedang. Sebanyak 1 orang . %) tergolong dalam kategori rendah, 16 orang . %) termasuk dalam kategori tinggi, dan 3 orang lainnya . %) berada pada kategori sangat tinggi. Perbandingan Pretest-Posttest minat belajar sebagai Sasmita,et. al, 2026: Model Sinektik Berbantuan Aplikasi Wordwall Pretest Tabel 5. Analisis statistik Minat Belajar Posttest Kelas Kontrol 0% 0% Sangat Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Gambar 1. Perbandingan PretestPosttest Minat Belajar Peserta Didik Hasil penelitian mengungkapkan bahwa uji normalitas nilai pretest berada 0,494 > 0,05 maka keduanya berdistribusi Adapun data ini juga bersifat homogen dengan nilai berada pada 0,118. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa thitung > ttabel . ,496 > 0,3. Sehingga H1 diterima dan HO ditolak dengan taraf belajar tahap pretest dan posttest pada kelas kontrol ialah sebagai berikut: Distribusi 0,. Sedangkan perlakuan kelas kontrol didapatkan hasil sebagai berikut: Minat Belajar Tahap Pretest Tabel 6. Distribusi Frekuensi dan Presentase Pretest Peserta Didik Skor P(%) Kategori Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi SangatTinggi signifikansi kurang dari (< 0,. ,017 Posttest 51,40 7,715 59,516 Adapun distribusi kategori minat pada 0,100 > 0,05, sedangkan nilai posttest mendapatkan nilai signifikansi Pretest 43,80 3,350 11,221 Minimum Maximum Mean Std. Deviation Varians Berdasarkan Tabel. 6 Didapatkan frekuensi yaitu tidak ada peserta didik dalam kategori sangat rendah, 17 orang termasuk kategori rendah . %), 2 orang berada dalam kategori sedang . %), 1 orang dalam kategorisasi tinggi . %) dan tidak ada peserta didik berada dalam kategori sangat tinggi. Sasmita,et. al, 2026: Model Sinektik Berbantuan Aplikasi Wordwall Distribusi Minat Belajar Tahap Posttest Penelitian hasil yang nyata bahwa penggunaan Tabel 7. Distribusi frekuensi dan Persentase Posttest Peserta Didik Skor P(%) Kategori signifikan, yaitu terdapat 16 peserta didik Sangat Rendah yang telah berada dalam minat belajar kategori tinggi dan 3 orang lainnya Rendah berada pada ketegori minat belajar sangat Sedang Pernyataan diatas memberikan Tinggi gambaran bahwa peserta didik tersebut SangatTinggi terlibat aktif dengan sering memberikan Berdasarkan Tabel. 7 didapatkan tanggapan maupun megajukan pertanyaan dan menunjukkan sikap yang baik selama frekuensi yaitu tidak ada peserta didik mengikuti pembelajaran. Temuan ini sesuai dengan hasil penelitian yang rendah, 6 orang termasuk kategori rendah dilakukan oleh Yohanes . %), 2 orang masuk kategori sedang menyatakan bahwa model sinektik ini . %), 10 orang masuk kategori tinggi . %), dan 2 orang masuk kategori sangat identifikasi, dan wawasan dari kegiatan sehari-hari, untuk mendapatkan gagasan . %). Perbandingan Pretest- Posttest minat belajar sebagai berikut: yang diinginkan sehingga mendorong Sangat Rendah Sedang 0% 0% mereka aktif memberikan pendapat dan Pretest Tinggi Sangat Tinggi Gambar. 2 Perbandingan Pretest-Posttest Minat Belajar Peserta Didik kelas. ada peserta didik mereka kemukakan. Namun, memeroleh minat belajar yang masih tergolong kategori rendah, hal ini terjadi karena saat kegiatan belajar berlangsung. Sasmita,et. al, 2026: Model Sinektik Berbantuan Aplikasi Wordwall peserta didik terlihat kurang antusias dan monoton atau cenderung berulang tanpa pembelajaran, peserta didik tersebut tidak variasi dapat menyebabkan peserta didik merasa jenuh dan kehilangan fokus, mengabaikan pendapat teman terkait sehingga pembelajaran menjadi tidak efektif dan sulit mencapai tujuannya. Ketika Aktivitas terus-menerus Selain itu, merasa kurang percaya diri disajikan dengan model pengajaran yang dalam mengikuti pembelajaran dengan sama tanpa perubahan atau inovasi, model sinektik dan enggan berpikir lebih Maya. Ahmad, dan Ratnawati terhadap proses belajar. Kejenuhan akibat . model pengajaran yang monoton juga dapat berdampak pada emosi peserta didik, seperti mudah tersinggung, lelah, senantiasa hadir disaat pembelajaran, tidak pasif serta beperilaku baik. Berbeda halnya dengan kelas yang dan gelisah ( Sani, 2. Oleh penerapan model pembelajaran sinektik tidak menerapkan model pembelajaran yang dibarengi dengan media sinektik berbantuan aplikasi wordwall, didik memiliki semangat dalam dirinya diperoleh minat belajar peserta didik hasil untuk mengikuti pembelajaran karena posttest sebanyak 10 orang berada pada merasa dirinya diajak terlibat dalam kategori minat belajar tinggi, namun 6 pembelajaran (Aisiyah, 2. Hal ini orang berada dalam kategori rendah. dapat terlihat pada saat penerapan model Meskipun sudah meningkat namun belum sinektik dengan bantuan media wordwall, menunjukkan hasil yang maksimal. Hal perasaan senang yang dirasakan peserta ini dikarenakan model pembelajaran yang didik yaitu dengan menikmati kerja sama tim dan kompetisi. Pernyataan tersebut monoton dan membosankan sehingga mendukung bahwa mereka termotivasi keefektifan pembelajaran berkurang. untuk memenangkan game. Perolehan skor peserta didik pada website wordwall Sasmita,et. al, 2026: Model Sinektik Berbantuan Aplikasi Wordwall dapat diukur kecepatan dan ketepatan wordwall sangat membantu pendidik Semakin cepat menjawab kuis, maka berfungsi sebagai bahan ajar dan juga semakin tinggi skor yang diperoleh. Selain itu, pendidik dapat menentukan batasan waktu maksimal untuk menjawab pengalaman baru bagi peserta didik untuk setiap butir kuisnya (Suraya & Asma, berkreativitas dan juga tidak merasa bosan atau lelah saat menyelesaikan Hal menyeimbangkan materi pembelajaran dengan permainan. Pembelajaran berbasis Tampilannya materi pembelajaran dan penilaian di sekolah (Sinta et al. , 2. Sistem sosial yang tercipta dari permainan dan kuis ini menggambarkan pendekatan pedagogi, dimana peserta terjalinnya hubungan antara peserta didik didik mengeksplorasi aspek-aspek yang dan pendidik terlihat saling mendukung, relevan dari konteks pembelajaran yang Ketika pendidik memberikan instruksi, dirancang oleh pendidik (Rizki, 2. peserta didik lansung melaksanakannya. Meskipun media wordwall tidak dapat Dengan begitu muncul perasaan belajar menghasilkan kelas yang energik, tapi dengan melihat dan menemukan sesuatu sebagian besar peserta didik mengatakan yang baru dari hasil pemikiran mereka (Abdussalam et al. , 2. Prosedur model sinektik membantu menciptakan memotivasi (Miftahul et al. , 2. Hal kesetaraan berpikir, dan ide-ide yang ini berdasarkan hasil refleksi peserta didik diungkapkan dianggap sebagai kontribusi yang menyatakan bahwa pembelajaran ini didukung dengan permainan kuis yang (Paustina dan Mahuze, 2. Kombinasi antara model sinektik memperkuat kembali materi yang telah dan wordwall menciptakan pengalaman mereka pelajari. belajar yang energik, interaktif dan lebih Proses pembelajaran menggunakan Pendidik merancang aktivitas model sinektik dengan melibatkan media wordwall dengan maksud agar kebutuhan Sasmita,et. al, 2026: Model Sinektik Berbantuan Aplikasi Wordwall dan tingkat pemahaman peserta didik membenarkan pernyataan yang logis dan dapat terpenuhi. Wordwall sebagai alat mereka untuk mengevaluasi pemahaman KESIMPULAN dan menyesuaikan pembelajaran sesuai Penerapan dengan kebutuhan (Tugba et al. , 2. berbantuan aplikasi wordwall dikelas XI Dengan begitu, peserta didik menerima IPA SMA Negeri 1 Tommo tergolong materi tidak secara monoton, tetapi dalam kategori minat belajar tinggi . %) dilibatkan dalam proses belajar yang dengan perolehan nilai uji . pada taraf 0,017 <0,05 Hal ini membuat mereka lebih membuktikan bahwa model pembelajaran fokus, termotivasi, dan merasa memiliki peran dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penggunaan peningkatan minat belajar peserta didik. model sinektik yang berbantuan aplikasi wordwall terbukti berpengaruh terhadap UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti Terlihat dari semangat mereka yang kasih yang tulus kepada orang tua tercinta makin tinggi, rasa ingin tahu yang tumbuh, serta keaktifan mereka dalam dukungan yang tiada henti, yang menjadi mengikuti pelajaran dan mengerjakan kekuatan utama hingga peneliti dapat Pernyataan ini diperkuat oleh mencapai tahap ini. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada dosen pembimbing Sulaiman . yang dengan penuh kesabaran telah Salwa. Husain diterapkannya model pebelajaran sinektik membantu peserta didik mengembangkan bimbingan, serta motivasi selama proses cara berpikir yang segar dan berempati penyusunan skripsi hingga terselesaikan dengan baik. Selain itu, peneliti juga Sasmita,et. al, 2026: Model Sinektik Berbantuan Aplikasi Wordwall almamater tercinta. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, khususnya Program Studi Pendidikan Biologi, yang telah menjadi tempat untuk belajar, berkembang, dan mengasah kemampuan yang dimiliki peneliti. DAFTAR PUSTAKA