SIPAKARAYA Vol. No. Hal. 86 - 91 Maret 2023 https://ojs. id/index. php/sipakaraya Eduwisata Mangrove di Gonda Mangrove Park Masyitha Wahid1. Nurhidayah2. Nur Amaliah3 1,2,3 Program Studi Pendidikan Biologi/Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sulawesi Barat e-mail : *1masyithawahid@unsulbar. id, 2yaya@unsulbar. id 3nuramaliah@unsulbar. INFO ARTIKEL ABSTRAK Article history: Available online DOI: _____ ____ _____ Abstrak How to cite (APA) : Wahid. Nurhidayah. Amaliah. Eduwisata Mangrove di Gonda Mangrove Park. SIPAKARAYA Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. 1 (No. Hal : 86 - 91 ISSN x-x Ekosistem mangrove merupakan ekosistem kompleks yang terdiri interaksi anatara vegetasi mangrove, biota dan lingkungan mangrove itu sendiri. Salah satu kawasan hutan mangrove di Kabupaten Polewali Mandar adalah Gonda Mangrove Park yang terletak di Kecamatan Campalagian. Tujuan kegiatan PkM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran warga lokal mengenai pentingnya pengelolaan dan pengembangan kawasan mangrove berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan PkM ini dilaksanakan dengan konsep eduswisata yaitu dengan memberikan wisata dan edukasi kepada masyarakat dan mahasiswa mengenai ekosistem Kegiatan eduwisata ini juga dirangkaikan dengan kegiatan seperti penanaman mangrove dan pembersihan pantai. Masyarakat local diharapkan bersinergi dalam mengelola kawasan ini sehingga mendukung pemeliharaan kawasan mangrove. Kata kunci : eduwisata, mangrove, gonda This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Abstract The mangrove ecosystem is a complex ecosystem consisting of interactions between mangrove vegetation, biota and the mangrove environment itself. One of the mangrove forest areas in Polewali Mandar Regency is Gonda Mangrove Park which is located in Campalagian District. The purpose of this service activity is to increase the knowledge, understanding and awareness of local community regarding the importance of managing and developing sustainable mangrove areas. The implementation of this activity is carried out with the concept of edu-tourism, by providing tours and education to the community and students about mangrove ecosystems. This educational activity is also coupled with activities such as planting mangroves and cleaning the beach. The local community is expected to work together in managing this area so as to support the maintenance of the mangrove area. Keywords: Edu-tourism, mangrove, gonda PENDAHULUAN Hutan mangrove adalah jenis hutan yang ditemukan di daerah pasang surut dengan komunitas vegetasi yang memiliki toleransi tinggi terhadap kadar garam. Ekosistem mangrove merupakan SIPAKARAYA Vol. No. Hal. 86 - 91 Maret 2023 https://ojs. id/index. php/sipakaraya ekosistem yang sangat kompleks yang meliputi interaksi antara vegetasi mangrove dan organisme lainnya serta lingkungan hutan mangrove itu sendiri (Khairunnisa et al. , 2. Indonesia memiliki luas hutan mangrove sebesar 3,5 juta hektar yang menjadikannya salah satu negara dengan hutan mangrove terluas di Asia Tenggara (Muhtadi, 2. Nilai tersebut juga hampir setara dengan 50% luas mangrove Asia dan hampir 25% dari luas hutan mangrove dunia (Khairunnisa et al. , 2. Jika dibandingkan dengan jenis mangrove di negara lain, secara struktur, jenis mangrove di Indonesia lebih bervariasi. Sebanyak 202 jenis tumbuhan mangrove, meliputi 89 jenis pohon, 5 jenis palma, 19 jenis pemanjat, dan beberapa jenis perdu dapat hidup dan berkembang di Indonesia (Karminarsih, 2. Mangrove memliki fungsi dari segi fisik, biologis dan ekonomi. Dari segi fisik, mangrove berperan melindungi pantai dari abrasi dan system perakaran yang berperan dalam sebagai perangkap sedimen dan sampah yang berasal dari daratan. Dari segi biologi, mangrove menjadi habitat bagi jenis organisme seperti ikan, udang, kepiting. Sedangkan dari segi eknomi, kayu dari mangrove dapat digunakan sebagai bahan bakar dan buahnya sebagai obat-obatan. Selain itu, mangrove juga bisa menjadi daya tarik wisata yang dapat membuka peluang pekerjaan dan sebagai tempat edukasi (Anggraini. , 2. Gonda merukapan salah satu wilayah potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan eduwisata. Hutan mangrove Gonda atau lebih dikenal dengan Gonda Mangrove Park merupakan kawasan mangrove yang berlokasi di Desa Laliko Kecamatan Campalagian. Kabupaten Polewali Mandar. Sulawesi Barat. Selain ekosistem mangrove, di kawasan ini juga terdapat ekosistem terumbu karang. Pemerintah dan masyarakat telah melakukan upaya untuk mengelola dan mengembangkan tempat ini menjadi kawasan ekowisata dan sekaligus kawasan konservasi (Sadik et al. , 2. Kawasan hutan mangrove ini juga dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan wisata alam yang berbasis edukasi ataupun Salah satu fungsi dari konsep ecoeduwisata adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Untuk itu sangat penting melibatkan masyarakat sekitar dalam pelaksaanan kegiatan Pengelolaan kawasan eko edu wisata mangrove berbasis masyarakat harus mementingkan masyarakat dengan mempertimbangkan masyarakat sebagai pemilik, pelaku dan penerima dari manfaat utama. Dengan demikian, masyarakat baik secara personal maupun kelompok turut serta aktif dalam kegiatan pengembangan eko edu wisata mangrove (Ermiliansa et al. , 2. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa saat ini Kawasan Gonda masih difungsikan sebatas kawasan wisata dan konservasi saja, sedangkan dari segi aspek edukasi ke masyarakat masih kurang Masyarakat lokal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kawasan ini. Masyarakat sekitar harus dibekali dengan pengetahuan mengenai ekosistem mangrove sehingga keberlangsungan kawasan ini tetap terjaga. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, menitikberatkan pada kegiatan berbagi pengetahuan mengenai ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove di kawasan gonda mangrove park merupakan salah satu wadah edukasi potensial bagi masyarakat maupun siswa/mahasiswa. Mengetahui jenis mangrove, karakteristik, potensi mangrove serta bagaimana pemeliharaanya merupakan hal yang sangat penting diketahui sehingga ekosistem ini bisa tetap terjaga. Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan masyarakat memperoleh pengetahuan yang baru tentang ekosistem mangrove, sehingga masyarakat nantinya dapat menjadi sumber edukasi bagi wisatawan yang datang berkunjung di kawasan tersebut. Adapun target dan luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa rehabilitasi ekosistem mangrove melalui penanaman pohon mangrove adalah sebagai berikut: Meningkatkan kesadaran masyarakat dan mahasiswa terhadap pentingnya keutuhan ekosistem SIPAKARAYA Vol. No. Hal. 86 - 91 Maret 2023 https://ojs. id/index. php/sipakaraya mangrove pesisir. Memberikan pemahaman masyarakat dalam mengolah potensi hutan mangrove. Dengan dilakukannya kegiatan tersebut, diharapkan mampu meningkatkan wawasan di luar bidang keilmuan bagi peserta kegiatan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar kawasan tersebut sehingga mereka mampu mengembangkan kawasan Hutan Mangrove Gonda sebagai kawasan wisata yang mengedukasi bagi para pengunjungnya. METODE PELAKSANAAN Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada hari Sabtu - Minggu . -15 Desember 2. di Gonda Mangrove Park. Desa Laliko. Kecamatan Campalagian. Kabupaten Polewali Mandar. Pada tahap persiapan dilakukan observasi awal untuk penentuan lokasi pengabdian masyarakat. Setalah itu dilakukan pengurusan perijinan kegiatan kepada pejabat daerah setempat dan pengelola kawasan Gonda Mangrove Park. Mempersiapkan materi dan alat atau bahan yang dibutuhkan selama kegiatan serta menyusun rowndown kegiatan. Kegiatan ini melibatkan peserta yang terdiri dari masyarakat sekitar Gonda Mangrove Park. Pengelola Gonda Mangrove Park. Dosen serta Mahasiswa program studi Pendidikan Biologi Angkatan 2019 dan 2017. Pelaksanaan kegiatan di Gonda Mangrove Park dengan memberikan wisata dan edukasi kepada masyarakat dan mahasiswa. Kegiatan eduwiisata ini juga dirangkaikan dengan kegiatan seperti penanaman mangrove da pembersihan pantai. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Eduwisata Mangrove yang dilaksanakan di Gonda Mangrove Park berlangsung selama 2 Kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk implementasi tri dharma perguruan tinggi berupa pengabdian kepada masyarakat. Sebelum kegiatan ini dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan observasi atau tinjau lokasi untuk penentuan lokasi pengabdian. Kawasan Mangrove Park yang terdapat di Desa Laliko Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar merupakan lokasi yang tepat untuk dijadikan lokasi pengabdian. Kawasan tersebut merupakan kawasan wisata yang memiliki beraneka ragam tanaman mangrove dan terumbu karang, sehingga kawasan ini dapat diterapkan sebagai tempat eduwisata. Gambar 1. Kegiatan pemberian edukasi dan wisata mengenai jenis-jenis dan karakteritik mangrove SIPAKARAYA Vol. No. Hal. 86 - 91 Maret 2023 https://ojs. id/index. php/sipakaraya Gambar 2. Kegiatan edukasi penanaman mangrove Gambar 3. Kegiatan pembersihan pantai di kawasan Gonda Mangrove Park Kegiatan ini diawali dengan dilakukannya persiapan dalam tim pengusul dengan mengecek semua kelengkapan yang dibutuhkan selama di lapangan dan mengkoordinasikan persiapan keberangkatan oleh pihak penyelenggara dengan peserta kegiatan. Saat tiba di lokasi, para peserta berkumpul terlebih dahulu untuk mendengarkan sosialisasi dari pihak pengelola Kawasan Gonda Mangrove Park terkait pentingnya pelestarian tanaman mangrove sebagai edukasi dan wisata. Setelah itu, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok untuk berkeliling mengamati secara langsung tanaman mangrove. Tiap kelompok akan dibimbing oleh 1 dosen yang akan memberikan informasi-informasi terkait mangrove dan menjawab pertanyaan peserta jika ada yang ditanyakan terkait tanaman mangrove. Masyarakat sekitar dan mahasiswa diberi penjelasan seputar tanaman mangrove seperti pentingnya tanaman mangrove, jenis-jenis mangrove, bagian-bagian mangrove, bagaimana mangrove dapat bereproduksi serta usaha yang dapat dilakukan untuk melestarikan tanaman mangrove. Pemberian informasi dasar tersebut sangat penting untuk warga sekitar dan juga mahasiswa agar mereka mendapatkan SIPAKARAYA Vol. No. Hal. 86 - 91 Maret 2023 https://ojs. id/index. php/sipakaraya pengalaman belajar secara langsung terkait dengan mangrove di Gonda Mangrove Park. Kegiatan ini juga memberikan informasi mengenai potensi hutan mangrove yang bisa dimanfaatkan oleh warga Selain peningkatan pemahaman, tentunya melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai habitat bagi keberlangsungan hidup biota lainnya seperti ikan, kerrang-kerangan, kepiting, yang tentunya memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Setelah kegiatan edukasi tentang mangrove, maka kegiatan dilanjutkan dengan beberapa kegiatan lain yaitu penanaman bibit mangrove dan pembersihan kawasan Gonda Mangrove Park. Penanaman mangrove dilakukan dengan terlebih dahulu mendengarkan instruksi dari pihak pengelola terkait cara menanam bibit mangrove. Sebagian bibit mangrove dikumpulkan oleh peserta kegiatan yang diambil saat berkeliling mengamati tanaman mangrove, dan sebagiannya lagi sudah disediakan oleh pihak Setelah itu dilakukan kegiatan pembersihan sampah di sekitar kawasan Gonda Mangrove Park yang diikuti oleh seluruh dosen Prodi Pendidikan Biologi Unsulbar, peserta, masyarakat, dan pihak Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat dan mahasiswa tentang pentingnya menjaga kebersihan kawasan mangrove, terkhusus dari sampah plastic yang banyak berserakan di sekitar kawasan tersebut. KESIMPULAN Konsep eduwisata di Gonda mangrove park merupakann sebuah konsep yang mengintegrasikan antara kegiatan wisata yang menarik disertai dengan kegiatan mengeduskasi tentang ekosistem Pentingnya kegiatan ini bagi masyarakat sekitar sehingga kawasan ini dapat menjadi wadah pariwisata sekaligus tempat belajar bagi para wisatawan atau pengunjun di kawasan Gonda Mangrove Park. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kami ucapkan kepada Pengelola Gonda Mangrove Park dan masyarakat sekitar atas kerja sama dan partisipasinya dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini. DAFTAR PUSTAKA