ISSN: 2597-3851 DOI: https://doi. org/10. 35747/hmj Homepage: https://journal. id/index. php/healthy Aktivitas Antibiofilm Ekstrak Etanol 96% Akar Rumbia (Metroxylon sagu Rottb. dengan Metode Ultrasound-Assisted Extraction terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Najwi Hasani1*. Desti Kameliani2. Daipadli1. Hayatus SaAoadah1. Nur Atika Rahmah1,Raiza Ristya Azzahra1. Awaluddin Padjrin1 Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Barito Kuala. Kalimantan Selatan. Indonesia 2Fakultas Farmasi. Kesehatan dan Sains. Universitas Muhammadiyah Kuningan. Kuningan. Jawa Barat. Indonesia *email: najwihasani@umbjm. ABSTRACT Infectious diseases caused by pathogenic bacteria such as Staphylococcus aureus and Escherichia coli remain a serious global health challenge, particularly with the increasing prevalence of antimicrobial resistance. The exploration of natural sources with antibiofilm potential has therefore become an important strategy in developing alternative therapeutic options. This study aimed to investigate the phytochemical constituents and antibiofilm activity of the 96% ethanol extract of sago palm root (Metroxylon sagu Rottb. ) against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Extraction was performed using the Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) method with 96% ethanol as the solvent. Antibiofilm activity was evaluated using the test tube method with 0. 1% crystal violet staining, and absorbance was measured by spectrophotometer at serial concentrations of 1000, 500, 250, 125, 62. 5, and 31. 25 AAg/mL, followed by IC 50 determination for each bacterium. Phytochemical screening revealed the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, quinones, and steroids/triterpenoids. The extract exhibited higher antibiofilm activity against Escherichia coli (IC50 = 87,79 AAg/mL) compared to Staphylococcus aureus (IC50 = 198,3 AAg/mL). These findings highlight the potential of sago palm root extract as a promising natural antibiofilm candidate for managing biofilm-associated infections. Keyword: Antibiofilm. Sago palm root. Escherichia coli. Staphylococcus aureus Received: Agustus 2025. Accepted: Desember 2025. Published: Desember 2025 A2025. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). LATAR BELAKANG %), tetracycline . %), dan nalidixic acid Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri . %), sementara E. coli menunjukkan resistensi Staphylococcus terhadap amoksisilin . %), tetracycline . %). Escherichia coli tetap menjadi masalah kesehatan Kedua dan nalidixic acid . %) . Fenomena resistensi antibiotik ini mendorong menyebabkan berbagai infeksi, mulai dari infeksi kulit hingga infeksi sistemik yang berpotensi fatal. Salah terutama dari sumber alami. Tanaman obat telah satu tantangan utama dalam pengobatan infeksi lama digunakan dalam pengobatan tradisional dan adalah meningkatnya resistensi bakteri terhadap menjadi fokus penelitian untuk menemukan agen Salah efektivitas terapi dan peningkatan biaya perawatan berpotensi adalah sagu (Metroxylon sagu Rottb. Penelitian menunjukkan bahwa S. Akar menunjukkan resistensi tinggi terhadap amoksisilin masyarakat Banjar sebagai obat tradisional untuk Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 148Ae 156 e-ISSN: 2598-2095 mengatasi berbagai gangguan kesehatan, termasuk senyawa yang diduga berperan dalam mekanisme luka, infeksi kulit, serta gangguan pencernaan. Kandungan metabolit sekunder didalamnya seperti Beberapa penelitian sebelumnya melaporkan alkaloid, flavonoid, saponin, fenol, steroid, dan tanin aktivitas antibakteri pada ekstrak daun rumbia, namun informasi terkait potensi antibiofilm khususnya dari farmakologi tertentu salah satunya berfungsi sebagai bagian akar masih terbatas. Hal ini menarik untuk antibakteri . diteliti lebih lanjut, mengingat biofilm memiliki peran Penelitian telah menunjukkan bahwa ekstrak penting dalam ketahanan bakteri terhadap terapi daun rumbia memiliki aktivitas antibakteri terhadap antibiotik serta keterlibatannya pada kasus infeksi Staphylococcus aureus. Escherichia coli. Shigella sp. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan dan Salmonella typhi . , . Selain itu, sediaan krim ekstrak etanol daun rumbia juga menunjukkan aktivitas antibiofilm ekstrak etanol 96% akar rumbia kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri terhadap S. aureus dan E. Dengan demikian, hasil Propionibacterium penelitian ini diharapkan dapat menambah dasar Staphylococcus epidermidis, yang diindikasikan oleh adanya zona hambat pada berbagai konsentrasi ekstrak. Senyawa fenolik dan flavonoid yang terdapat dalam tanaman menghadapi masalah resistensi antibiotik. ini diketahui memiliki aktivitas antibakteri dan antibiofilm yang dapat menghambat pertumbuhan serta pembentukan biofilm bakteri patogen . Bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli memiliki kemampuan membentuk METODE Determinasi Tanaman Determinasi biofilm yang berkontribusi terhadap terjadinya infeksi penambilan sampel tumbuhan. Determinasi dilakukan kronis sekaligus meningkatkan resistensi terhadap di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat untuk memastikan . Kondisi eksplorasi sumber alami sebagai kandidat agen identitas bahan tanaman. Akar rumbia (Metroxylon sagu Rottb. Pengambilan berpotensi menjadi salah satu alternatif, sehingga Simplisia Sampel Pembuatan pengujian aktivitas antibiofilm ekstrak etanol 96% dari Akar rumbia diperoleh dari Desa Terantang, tanaman ini menjadi penting dilakukan. Ekstraksi Semangat Karya. Kec. Alalak. Kabupaten Barito Kuala. Ultrasound-Assisted Kalimantan Selatan. Sampel dipisahkan dari kotoran. Extraction (UAE), sedangkan pengukuran aktivitas dicuci dengan air bersih, dipotong tipis-tipis, kemudian antibiofilm menggunakan metode spektrofotometri dikeringkan di bawah sinar matahari dan dioven pada dengan pewarnaan kristal violet, yang telah banyak 50AC selama 2y24 jam. Bahan kering disortasi untuk digunakan sebagai standar dalam kajian antibiofilm menghilangkan pengotor, dihaluskan dengan blender, . Analisis fitokimia, termasuk penentuan total fenol dan disaring menggunakan ayakan mesh 40 . dan flavonoid, juga dilakukan untuk mengidentifikasi Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 148Ae 156 Ekstraksi e-ISSN: 2598-2095 Uji Biokimia Bakteri Pembuatan ekstrak etanol akar rumbia dilakukan Isolat Escherichia coli ditanam pada media dengan metode Ultrasound Assisted Extraction (UAE). EMB-A, sedangkan isolat Staphylococcus aureus dengan cara menimbang serbuk simplisia akar rumbia ditanam pada media MSA dengan teknik goresan sebanyak 100 g diekstraksi dengan pelarut etanol 96% aseptik, kemudian diinkubasi pada suhu 37AC selama sebanyak 1000 mL . bobot/volume, kemudian 18Ae24 jam. Setelah inkubasi, diamati perubahan ditempatkan pada ultrasonic bath dengan frekuensi 47 warna koloni dan media sebagai indikator fermentasi kHz pada suhu 40EE 30 menit. Selanjutnya disaring laktosa pada EMBA dan fermentasi mannitol pada dengan menggunakan kertas saring. Didapatkan filtrat MSA untuk mengidentifikasi karakteristik biokimia yang diperoleh kemudian dipekatkan dalam rotary masing-masing bakteri . evaporator vakum pada suhu 40EE atau dehydrator Uji Aktivitas Antibiofilm suhu 50EE sehingga diperoleh ekstrak . Suspensi Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Skrining Fitokimia Escherichia coli ATCC 25922 ditumbuhkan dalam Skrining fitokimia merupakan tahap awal dalam Nutrient Broth atau Tryptic Soy Broth yang diperkaya identifikasi senyawa bioaktif pada bahan alam, yang 1% glukosa pada 37AC selama 18Ae24 jam hingga bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit mencapai fase eksponensial, kemudian disesuaikan sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, kekeruhannya dengan standar McFarland 0,5 . x10A terpenoid, steroid, dan kuinon. Analisis ini penting CFU/mL) . Untuk uji antibiofilm, 200 AAL ekstrak sebagai dasar untuk mengevaluasi potensi biologis etanol 96% akar rumbia yang diencerkan dalam aqua ekstrak dan menentukan senyawa yang berperan pro injeksi dari konsentrasi 31,25Ae1000 AAg/mL. ditambahkan ke tabung reaksi steril, kemudian Pengujian skrining dilakukan secara kualitatif dengan ditambahkan 700 AAL media Nutrient Broth dan 100 AAL melihat perubahan warna maupun endapan . suspensi bakteri, lalu diinkubasi secara statis pada Adapun reagen yang digunakan dapat dilihat pada 37AC selama 24 jam. Untuk perlakuan kontrol uji tabel berikut. dengan menambahkan 100 AAL suspensi bakteri Tabel 1. Reagen Uji Skrining Fitokimia Jenis Uji Alkaloid Flavonoid Saponin Tanin Kuinon Terpenoid / Steroid Reagen / Bahan HCl 2 N, pereaksi Meyer. Bouchardat. Dragendorf Serbuk Mg. HCl Air panas. HCl 2 N FeCl3 3% NaOH 1 N Eter, asam sulfat pekat, asam asetat kedalam tabung reaksi steril yang berisi 900 AAL media Nutrient Broth. Setelah inkubasi, suspensi dibuang, tabung dicuci tiga kali dengan aquadest steril untuk menghilangkan sel planktonik, kemudian biofilm diwarnai dengan kristal violet 0,1% selama 15 menit, dicuci tiga kali dengan air suling steril, kemudian pewarna yang terikat dilarutkan dengan 1 mL asam asetat 30% dan diencerkan 5 kalinya menggunakan aquadest steril. Absorbansi diukur pada panjang gelombang 570 nm menggunakan spektrofotometer UVAeVis untuk menilai jumlah biofilm yang tersisa . Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 148Ae 156 e-ISSN: 2598-2095 menghasilkan ekstrak dengan tekstur lebih pekat . Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) dipilih karena menghasilkan ekstraksi senyawa bioaktif yang lebih efisien dan selektif melalui mekanisme cavitation gelombang ultrasonik menghancurkan dinding sel, mempercepat pelepasan senyawa dan memperbaiki transfer massa ke pelarut. Metode ini memungkinkan waktu ekstraksi lebih singkat, penggunaan pelarut lebih hemat, operasi pada suhu rendah untuk menjaga stabilitas senyawa sensitif panas, serta peningkatan Gambar 1. Tabung Uji Antibiofilm dibandingkan metode konvensional seperti maserasi HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan sampel akar rumbia, yang sebelumnya telah dilakukan determinasi dengan hasil identifikasi Metroxylon sagu Rottb. (Arecacea. Pengolahan simplisia dimulai dengan pengambilan sampel akar tanaman dari Desa Terantang. Semangat Karya. Kecamatan Alalak. Kabupaten Barito Kuala, atau ekstraksi Soxhlet . Hasil rendemen ekstraksi dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3. Rendemen Ekstrak Akar Rumbia Simplisia akar Bobot ekstrak % rendemen 11,92 Ekstrak 11,92% Kalimantan Selatan. Hasil rendemen simplisia dapat skrining fitokimia secara kualitatif berbagai macam dilihat pada tabel berikut. Skrining ini menjadi langkah awal untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang Tabel 2. Rendemen Simplisia Akar Rumbia Bahan segar Bobot simplisia % rendemen hasil sortasi . terdapat pada ekstrak akar rumbia. Hasil skrining kering . dapat dilihat pada tabel berikut 22,05% Tabel 4. Hasil Skrining Fitokimia Uji Penurunan bobot terjadi akibat penyusutan ukuran akar selama pengeringan yang dipengaruhi oleh tingginya kandungan air pada bahan segar . Alkaloid Flavonoid Simplisia yang diperoleh dilanjutkan proses ekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode Ultrasound-Assisted Extraction (UAE). Etanol 96% dipilih sebagai pelarut karena memiliki spektrum Kuinon Tanin Saponin Steroid/Terpenoid polaritas yang luas mampu melarutkan senyawa baik polar maupun nonpolar sehingga efektif dalam Kelarutannya yang tinggi serta sifatnya yang cepat Pereaksi Dragendorf Mayer Wagner HCl 2N, serbuk Mg dan amil NaOH 1 N Gelatin 2% FeCl3 3% HCl 2N Asam asetat dan H2SO4 Hasil Keterangan: ( ) hasil positif . enyawa metabolit sekunder terdeteks. (-) menunjukkan hasil negatif . idak terdeteks. Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 148Ae 156 e-ISSN: 2598-2095 Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa Uji aktivitas antibiofilm dilakukan untuk menilai potensi ekstrak etanol 96% akar rumbia dalam alkaloid, flavonoid, kuinon, tanin, saponin, serta menghambat pembentukan biofilm oleh dua bakteri steroid/terpenoid. Escherichia (Gram-negati. perubahan warna atau terbentuknya endapan dan Staphylococcus dilakukan pada berbagai konsentrasi ekstrak . ,25Ae setiap uji, menandakan keberadaan berkontribusi pada aktivitas antibiofilm . (Gram-positi. Pengujian 1000 AAg/mL) dan dibandingkan dengan kontrol tanpa Sebagai pembanding standar, digunakan Sebelum pengujian antibiofilm, bakteri uji diuji ciprofloxacin sebagai kontrol positif, karena antibiotik pada media selektif untuk mengonfirmasi identitas dan golongan fluoroquinolon ini merupakan antibiotik Escherichia coli spektrum luas yang aktif terhadap banyak bakteri ditanam pada media EMBA untuk mengevaluasi Gram-negatif dan beberapa bakteri Gram-positif fermentasi laktosa, sedangkan Staphylococcus aureus dengan mekanisme kerja yang jelas melalui inhibisi Isolat MSA DNA kemampuan fermentasi mannitol, yang terlihat melalui menghambat replikasi DNA bakteri. Penggunaan Hasil memastikan bahwa kultur yang digunakan dalam uji antibiofilm juga telah banyak dilaporkan dalam antibiofilm adalah murni dan sesuai spesies target. literatur sebagai agen standar untuk mengevaluasi pembentukan biofilm dan viabilitas bakteri . Persentase densitas optik (OD). Nilai densitas optik (OD) yang diperoleh dari Gambar 2. Hasil Uji Biokimia Bakteri . Escherichia coli dengan Media EMB-A dan . Staphylococcus aureus dengan Media MSA pengukuran biomassa biofilm kemudian dianalisis Uji biokimia menegaskan identitas koloni bakteri, persentase penghambatan pembentukan biofilm. Data di mana E. coli membentuk koloni hijau metalik pada tersebut dipresentasikan dalam bentuk kurva dosisAe media EMBA sebagai indikasi fermentasi laktosa, sedangkan S. aureus menghasilkan koloni kuning pada perhitungan nilai ICCICA, yaitu konsentrasi ekstrak yang media MSA, mencerminkan fermentasi mannitol dan mampu menghambat pembentukan biofilm sebesar toleransi terhadap kadar garam tinggi. Pertumbuhan 50% . pada media selektif ini memastikan bahwa model bakteri yang digunakan dalam uji antibiofilm valid, baik secara biokimia maupun morfologi, sehingga hasil evaluasi antibiofilm menjadi akurat . menggunakan perangkat lunak GraphPad Prism untuk menentukan hubungan antara konsentrasi ekstrak dan Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 148Ae 156 Tabel 5. Hasil Uji Antibiofilm Ekstrak Etanol 96% Akar Rumbia terhadap E. Ekstrak Konsentrasi Rata-rata % IC50 (AAg/mL) Inhibisi A SD (AAg/mL) 78,25A10,78 60,06A4,94 55,03A2,40 49,51A3,46 87,79 38,64A10,53 31,25 22,89A23,13 Sig. 0,000 Keterangan: Nilai Sig. < 0,05 menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan. Hasil antibiofilm ekstrak etanol 96% akar rumbia terhadap E. coli memperlihatkan bahwa semakin besar e-ISSN: 2598-2095 kemampuannya dalam menghambat pembentukan biofilm dengan nilai IC50 yang didapat 87,79 AAg/mL. Tabel 6. Hasil Uji Kontrol Positif (Ciprofloxaci. terhadap E. Konsentrasi Rata-rata % IC50 (AAg/mL) Inhibisi A SD (AAg/mL) 91,40A0,744 89,45A1,488 87,01A2,249 83,93A3,194 20,55 79,71A6,612 31,25 77,92A9,498 Sig. 0,038 Keterangan: Nilai Sig. < 0,05 menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan. Hasil menunjukkan perolehan nilai IC50 untuk kontrol positif (Ciprofloxaci. terhadap E. coli lebih rendah dibandingkan IC50 perlakuan ekstrak. Tabel 7. Hasil Uji Antibiofilm Ekstrak Etanol 96% Akar Rumbia terhadap S. Konsentrasi Rata-rata % IC50 (AAg/mL) Inhibisi A SD (AAg/mL) 70,90A4,67 57,34A4,03 43,64A13,74 35,03A3,53 21,61A2,65 31,25 19,92A7,35 Sig. 0,000 Keterangan: Nilai Sig. < 0,05 menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan. kemampuan menghambat biofilm S. aureus yang meningkat pada konsentrasi lebih tinggi, meskipun efektivitasnya lebih rendah dibandingkan terhadap E. coli, dengan IC50 198,3 AAg/mL. Tabel 8. Hasil Uji Uji Kontrol Positif (Ciprofloxaci. terhadap S. Konsentrasi Rata-rata % IC50 (AAg/mL) Inhibisi A SD (AAg/mL) 88,95A2,194 87,43A2,133 84,46A3,604 79,24A0,847 21,70 75,42A4,996 31,25 67,51A4,072 Sig. 0,000 Keterangan: Nilai Sig. < 0,05 menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa nilai ICCICA kontrol positif . terhadap S. aureus lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan ekstrak. Namun, apabila dibandingkan dengan nilai ICCICA terhadap E. coli, efektivitas ciprofloxacin terhadap S. aureus relatif lebih rendah. Hasil pengujian antibiofilm menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% akar rumbia mampu menghambat pembentukan biofilm pada E. coli dan S. Analisis statistik menggunakan SPSS menunjukkan bahwa data persentase inhibisi berdistribusi normal dan homogen. Selanjutnya, uji one-way ANOVA menghasilkan nilai signifikansi (Sig. ) < 0,05, yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan, sehingga dapat disimpulkan pengaruh nyata terhadap aktivitas antibiofilm pada kedua bakteri uji. Aktivitas meningkat seiring kenaikan konsentrasi, dengan persentase inhibisi tertinggi 78,25% pada 1000 AAg/mL dan IC50 sebesar 87,79 AAg/mL. Sementara itu, pada S. Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 148Ae 156 e-ISSN: 2598-2095 aureus, inhibisi biofilm juga meningkat dengan coli, sebagaimana dilaporkan dalam berbagai studi antibiofilm sebelumnya. dibanding E. coli, dengan persentase inhibisi tertinggi 70,90% pada 1000 AAg/mL dan IC50 sebesar 198,3 AAg/mL. Perbedaan nilai IC50 ini menunjukkan bahwa ekstrak memiliki kemampuan antibiofilm yang lebih kuat terhadap E. coli dibanding S. berbagai senyawa bioaktif yang berperan dalam menghambat pembentukan biofilm bakteri. Flavonoid, mengganggu adhesi bakteri dan interferensi dengan Berbagai penelitian menunjukkan bahwa aktivitas Ekstrak etanol 96% akar rumbia mengandung pembentukan matriks biofilm, sehingga menghambat kolonisasi bakteri . Alkaloid dapat menekan tergantung pada jenis bakteri target. Misalnya, pertumbuhan bakteri dan mengganggu sinyal quorum penelitian oleh Qaralleh dkk. menunjukkan sensing, yang berperan penting dalam pembentukan bahwa kombinasi ekstrak tanaman memiliki aktivitas Saponin memiliki sifat surfaktan yang dapat merusak membran sel bakteri dan mengurangi dibandingkan dengan S. Demikian pula, stabilitas biofilm. Tanin bersifat protein-precipitating, penelitian oleh Rajak dkk. menunjukkan bahwa sehingga dapat mengikat protein matriks biofilm dan nanopartikel perak yang disintesis dari ekstrak bunga menghambat pertumbuhan mikroba. Kuinon memiliki Curcuma longa menunjukkan aktivitas antibiofilm kemampuan oksidatif yang dapat merusak sel bakteri yang lebih kuat terhadap E. coli dibandingkan dengan dan struktur biofilm . Sedangkan steroid dan aureus . Perbedaan ini dapat disebabkan oleh triterpenoid dapat menurunkan viskositas matriks perbedaan struktur dinding sel antara kedua bakteri biofilm dan mengganggu adhesi sel bakteri . tersebut, yang mempengaruhi penetrasi senyawa aktif KESIMPULAN dan pembentukan biofilm. Perbedaan sensitivitas aktivitas antibiofilm antara Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak coli dan S. aureus berkaitan dengan karakteristik etanol 96% akar rumbia memiliki aktivitas dalam struktur dan komposisi matriks biofilm masing-masing menghambat pembentukan biofilm terhadap bakteri Biofilm E. coli umumnya memiliki matriks coli dan S. Nilai ICCICA yang diperoleh ekstraseluler yang lebih heterogen dan kurang padat, terhadap E. coli adalah sebesar 87,79 AAg/mL. DNA sedangkan terhadap S. aureus sebesar 198,3 AAg/mL. ekstraseluler, sehingga memungkinkan difusi senyawa Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak akar rumbia aktif antibiofilm berlangsung lebih efektif. Sebaliknya, berpotensi dikembangkan sebagai agen antibiofilm aureus membentuk biofilm yang lebih kompak dan stabil melalui produksi polysaccharide intercellular adhesin (PIA) dan protein adhesin permukaan, yang berfungsi sebagai penghalang fisik terhadap penetrasi UCAPAN TERIMAKASIH Penulis Riset Inovasi senyawa antimikroba. Perbedaan ini menyebabkan Lembaga biofilm S. aureus relatif lebih resisten dibandingkan E. Muhammadiyah Banjarmasin Universitas pendanaan melalui hibah P3M skema Penelitian Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 148Ae 156 e-ISSN: 2598-2095 Kerjasama Nasional, sehingga penelitian ini dapat Uji terlaksana dengan baik. Ucapan terima kasih juga Propionibacterium acnes dan Staphylococcus disampaikan kepada Laboratorium Farmasi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin atas penyediaan fasilitas Indonesia. 2023 Jun 30. :148Ae60. dukungan teknis Selain proses penelitian Aktivitas Bakteri Jurnal Terhadap Mandala Pharmacon Wilson C. Lukowicz R. Merchant S. ValquierFlynn H. Caballero J. Sandoval J, et al. apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim Quantitative peneliti yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan Methods for Biofilm Growth: A Mini-review HHS penelitian ini. Public Access. Vol. Res Rev J Eng Technol. Daipadli. KOMBINASI PELARUT EKSTRAKSI ETANOL Witaningrum AM, Permatasari DA. Hayatus Wardhana DK, et al. Prevalence and antibiotic 96%-ETIL ASETAT WANGI (Pandanus of Staphylococcus aureus and SaAoadah. PENGARUH DAUN PANDAN Roxb. Escherichia coli isolated from raw milk in East TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Bacillus Java. Jurnal Insan Farmasi Indonesia. Indonesia. Vet World. Aug May 31. :192Ae203. Umi Nurlila R. La Fua J. Efek Antibakteri Daun (Metroxylon Pertumbuhan saguRottb. )Terhadap Staphylococcus Susiloningrum D. Erliani D. Sari M. OPTIMASI SUHU UAE (Ultrasonik Asisted Extractio. TERHADAP NILAI SUN PROTECTION FACTOR Escherichia coli. Jurnal Mandala Pharmacon (SPF) EKSTRAK RIMPANG BANGLE (Zingiber Indonesia [Interne. :285Ae322. Purpureum Rox. SEBAGAI KANDIDAT BAHAN Available AKTIF TABIR SURYA [Interne. com/jmpi Available Karmila. Dian Astriani A. Rante H. UJI http://cjp. AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SAGU (Metroxylon sagu Rottb. ) TERHADAP Aldeewan A. Isolation and Identification of BAKTERI Shigella sp. dan Salmonella thyphi Escherichia coli and Staphylococcus aureus ANTIBACTERIAL ACTIVITY TEST SAGU LEAF from animal and detection of their antibiotics EXTRACT (Metroxylon sagu Rottb. ) AGAINST susceptibility pattern. University of Thi-Qar BACTERIA Shigella sp. And Salmonella typhi Journal of Science. 2022 Aug 10. :3Ae8. [Interne. Hasani N. Muhammad Awaluddin Padjrin. Sagu Assessment Tyasningsih W. Ramandinianto SC. Ansharieta 15. :2021Ae8. Qualitative DAFTAR PUSTAKA