ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 2 MEI 2025 PERBANDINGAN AKURASI TAKSIRAN BERAT JANIN MENGGUNAKAN RUMUS DARE DAN RISANTO DALAM MENENTUKAN PERKIRAAN BERAT BAYI LAHIR DI PRAKTIK BIDAN MANDIRI X TAHUN 2024 Dino G Prihadianto1. Kasih Purwati2. Alfath Attarsyah AlAoayubi3 1Fakultas Kedokteran Universitas Batam, dinogprihadianto@univbatam. 2Fakultas Kedokteran Universitas Batam, kasihpurwati@univbatam. 3Fakultas Kedokteran Universitas Batam, alfathayubi18@gmail. ABSTRACT Background: Both of high birth weight (HBW) and low birth weight (LBW) infants have the potential to develop health problems during infancy. Most of these problems are related to birth weight, which is a crucial parameter in determining the survival of newborns. Inaccurate fetal weight estimation can lead to undetected problems during pregnancy, thus necessitating research to identify the most accurate fetal weight estimation formula. Methods: This study used a comparative design with a cross-sectional approach. The population in this study was mothers who gave birth at Midwife Practice X in 2024. The sample was determined using non-probability sampling, specifically total sampling. The results were tested using a paired t-test and receiver operating characteristic (ROC). Results: The research results indicated no significant difference between the Dare formula . and actual birth weight. however, a significant difference was found between the Risanto formula . -value 0. and actual birth weight. Based on ROC testing, the Dare formula showed an accuracy of 87%, while the Risanto formula had an accuracy of 65%. Conclusion: Fetal weight estimation using the Dare formula demonstrated a higher level of accuracy compared to the Risanto formula in predicting birth weight Keywords: Estimated fetal weight. Birth weight. Maternity ABSTRAK Latar Belakang: BBLB . maupun BBLR . dapat berpotensi kepada masalah kesehatan pada masa pertumbuhan bayi. Sebagian besar masalah ini terkait dengan berat lahir yang menjadi parameter terpenting dalam menentukan kelangsungan hidup bayi baru Perhitungan taksiran berat janin yang kurang tepat dapat menyebabkan tidak terdeteksinya masalah pada saat kehamilan, sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui rumus taksiran berat janin paling akurat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi komparatif dengan pendekatan crosectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang bersalin dan bayi lahir di praktik mandiri bidan X tahun 2024. Sampel ditentukan menggunakan non probability sampling berupa total sampling. Hasil penelitian diuji menggunakan paired t-test dan reciever operating characteristic (ROC). Hasil: Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara rumus Dare . -value 0. dengan berat bayi lahir namun terdapat perbedaan yang bermakna antara rumus Risanto . -value 0. dengan berat bayi lahir. Dan didapatkan keakuratan berdasarkan Uji ROC rumus Dare sebesar 87% dan rumus Risanto sebesar 65%. Kesimpulan: Pengukuran taksiran berat janin menggunakan rumus Dare sama memiliki tingkat akurasi yang lebih akurat bila dibandingkan dengan rumus Risanto dalam menentukan perkiraan berat bayi lahir. Kata kunci: Taksiran Berat Janin. Berat Bayi Lahir. Ibu bersalin Universitas Batam Batam Batam Page 174 ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 2 MEI 2025 PENDAHULUAN Berat lahir bayi, baik yang terlalu besar maupun terlalu kecil, dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan dalam masa Abnormalitas saat persalinan serta komplikasi pada bayi baru lahir sering kali berhubungan dengan berat lahir yang berlebihan (BBLB) atau terlalu rendah (BBLR). Oleh karena itu, pelayanan kesehatan maternal dan neonatal memegang peran penting dalam menentukan status kesehatan bayi. Salah satu aspek penting dalam asuhan antenatal adalah pemantauan pertumbuhan janin, yang salah satunya dilakukan dengan mengukur tinggi fundus uteri (TFU) untuk memperkirakan berat janin (Cunningham, 2. Berat lahir merupakan parameter utama dalam menentukan peluang hidup bayi yang baru lahir. Diperkirakan sekitar 9 juta bayi di dunia meninggal akibat berat lahir yang Bayi dengan berat lahir rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai komplikasi kesehatan, seperti asfiksia, septikemia, sindrom gangguan pernapasan, hipoglikemia, serta jaundice. Sebaliknya, makrosomia janin juga dikaitkan dengan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas perinatal. Bayi dengan makrosomia berisiko mengalami komplikasi saat persalinan, seperti robekan jalan lahir, cedera pleksus brakialis, hingga asfiksia saat lahir (Kuma, 2. Menurut Taylor dan Ward, berat janin adalah faktor utama yang menentukan Kemampuan memprediksi berat janin secara akurat sebelum kelahiran dapat membantu mengidentifikasi usia kehamilan serta mendeteksi adanya hambatan dalam pertumbuhan janin. Dengan demikian, risiko kematian saat persalinan pada usia kehamilan 20-36 minggu dapat dikurangi (Aruna, 2. Kesalahan dalam memperkirakan berat janin dapat menyebabkan masalah selama kehamilan tidak terdeteksi dengan baik. Jika masalah ini dapat diketahui lebih awal, tenaga kesehatan bisa menentukan langkah yang lebih tepat dalam mengelola kehamilan dan persalinan (Widatiningsih S. Saat ini, ada dua metode utama dalam menentukan estimasi berat janin. Universitas Batam Batam Batam yaitu dengan ultrasonografi (USG) dan pengukuran tinggi fundus uteri (TFU). Meskipun USG memberikan gambaran yang lebih rinci tentang pertumbuhan janin, alat ini tidak selalu tersedia secara merata. Oleh karena itu, metode lain yang lebih sederhana seperti pengukuran TFU dan perhitungan menggunakan rumus tertentu menjadi alternatif yang penting (Alfi. Trimester ketiga merupakan fase kritis dalam kehamilan karena pada periode ini terjadi perkembangan organ janin yang pesat serta peningkatan signifikan pada berat badannya. Oleh sebab itu, pemantauan pertumbuhan janin harus dilakukan dengan cermat guna memastikan janin berkembang dengan sehat. Salah satu cara efektif untuk melakukan pemantauan ini adalah dengan mengestimasi berat janin (Hasliana Haslan. Teknik perkiraan berat janin umumnya dilakukan dengan palpasi abdomen menggunakan manuver Leopold. TFU diukur dari batas atas simfisis pubis hingga titik tertinggi fundus uteri, sedangkan lingkar abdomen ibu diukur sejajar dengan Pengukuran ini dilakukan dalam satuan sentimeter, karena tinggi fundus uteri memiliki hubungan erat dengan berat serta ukuran janin. Estimasi berat janin yang akurat sangat penting dalam perencanaan persalinan. Ketepatan dalam memperkirakan berat lahir bayi dapat persalinan yang tepat, sehingga dapat menekan angka kematian dan komplikasi selama proses persalinan (Baiq N, dkk. Di wilayah yang tidak memiliki fasilitas USG, pengukuran berat janin secara klinis menjadi keterampilan yang sangat penting bagi tenaga medis. Dengan menguasai teknik ini, mereka dapat memperkirakan berat janin dan menentukan tindakan yang lebih tepat dalam penanganan ibu hamil (Njoku C, 2. Penelitian mengenai perbandingan akurasi rumus Dare dan Risanto dalam memperkirakan berat janin memiliki landasan yang kuat. Praktik Mandiri Bidan Page 175 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 sering kali menjadi tempat pertama yang dikunjungi ibu hamil untuk pemeriksaan Namun, tidak semua fasilitas ini memiliki alat USG. Oleh karena itu, mengetahui rumus mana yang lebih akurat dalam memperkirakan berat lahir bayi dapat membantu tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik. Berdasarkan latar belakang ini, penelitian mengenai "Perbandingan Akurasi Taksiran Berat Janin Menggunakan Rumus Dare dan Risanto dalam Menentukan Perkiraan Berat Bayi Lahir di Praktik Mandiri Bidan X Tahun 2024" menjadi penting untuk METODE PENELITIAN Desain penelitian ini adalah komparatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dengan menggunakan lembar observasi pengukuran taksiran berat janin forumla dare (TBJD = TFU x LP) dan formula risanto (TBJR = . ,6 x TFU) 931,. Populasi pada penelitian ini adalah ibu bersalin di Praktik Bidan Mandiri X Sampel diambil menggunakan metode total sampling dengan sebanyak 81 Kemudian, menggunakan uji paired t test dan uji Receiver Operating Characteristic (ROC). HASIL DAN PEMBAHASAN Distribusi Frekuensi Karakteristik Responen Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Frekuensi Persentase 11,1% 81,5% 7,4% 37,0% 63,0% 3,7% 95,1% 1,2% Usia Ibu < 20 Tahun 20-35 Tahun > 35 Tahun Paritas Primigravida Multigravida Berat Bayi Lahir O 2500gr 2500-3999gr Ou 4000gr Total Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu dalam sampel penelitian termasuk adaptasi tubuh yang sedang terjadi pada ibu untuk pertama kalinya. Universitas Batam Batam Batam berusia antara 20 hingga 35 tahun, dengan jumlah mencapai 66 orang . ,5%), sebagaimana tercantum dalam Tabel 1. Usia ibu memiliki hubungan yang erat dengan berat lahir bayi. Kehamilan yang terjadi pada perempuan di bawah usia 20 tahun cenderung berisiko lebih tinggi, yaitu sekitar 2 hingga 4 kali lebih besar dibandingkan dengan kehamilan pada usia yang lebih matang. Pada usia yang masih muda, organ reproduksi serta fungsi fisiologis belum berkembang sepenuhnya, sehingga belum mencapai tingkat kematangan optimal. Selain faktor fisik, aspek emosional dan psikologis juga belum sepenuhnya stabil, yang dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan. Ibu yang masih berada dalam rentang usia ini mungkin belum siap secara fisik maupun mental untuk persalinan, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kesehatan ibu dan bayi. Selain itu, kehamilan pada usia yang terlalu muda juga berisiko tinggi terhadap kelahiran prematur, perdarahan, dan bayi dengan berat badan rendah. Meskipun demikian, kehamilan pada usia di atas 35 tahun juga tidak disarankan karena membawa risiko yang serius. Pada usia ini, hipertensi, tumor jinak di rahim, dan penurunan elastisitas jalan lahir. Kehamilan pada usia di atas 35 tahun dapat menyulitkan dan berbahaya, termasuk risiko pre-eklampsia, ketuban pecah dini. Sebagian besar data menunjukan sebanyak 51 sampel . ,0%) dan sebagian kecil primigravida. Pada dua kondisi ini terdapat kaitan terhadap berat bayi lahir. Menurut (Indriati, 2. pada penelitiannya menyatakan terdapat perbedaan berat bayi lahir antara primigravida dan multigravida. Pada primigravida, umumnya berat bayi lahir cenderung lebih rendah dibandingkan dengan multigravida. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, kondisi fisik dan nutrisi yang mungkin belum optimal, serta proses persalinan yang Page 176 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 cenderung lebih lambat dan lebih lama. Pada sisi lain, pada multigravida, berat bayi lahir cenderung lebih tinggi. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti pengalaman sebelumnya dalam melahirkan yang membuat tubuh ibu lebih siap dan terlatih, kondisi fisik dan nutrisi yang lebih baik karena pengalaman sebelumnya, serta proses persalinan yang lebih cepat dan lebih Selain itu, multigravida umumnya memiliki risiko komplikasi persalinan yang primigravida, yang secara positif dapat memengaruhi berat bayi lahir (Priatini. Hampir seluruh sampel memiliki berat bayi lahir normal . 0-4000g. sebanyak 77 sampel . ,1%). Dan terdapat 3 sampel . ,7%) bayi lahir dengan berat bayi lahir rendah (<2500g. dan terdapat 1 sampel . ,2%) bayi lahir dengan berat bayi lahir berlebih (>4000g. Bayi yang lahir dengan berat badan berlebih dikenal sebagai makrosomia. Kondisi ini dapat membuat proses persalinan secara normal menjadi lebih sulit dan meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu maupun bayi. Selain itu, bayi dengan makrosomia juga lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan di kemudian hari, seperti obesitas dan diabetes (Saskia. Hasil temuan ini mendukung bahwa pentingnya skrining taksiran berat janin pada masa kehamilan trimester ke 3. Sebagian besar bayi cukup bulan dengan berat dalam kisaran normal . ,5 kg Ae 4,0 k. akan dilahirkan melalui vagina, kecuali jika ada kontraindikasi khusus (YomiboSofolahan, et al. , 2. Berdasarkan hasil penelitian ini yang menemukan terdapat bayi lahir dengan berat badan berlebih, sehingga apabila deteksi makrosomia penatalaksanaan yang tepat dapat segera dilakukan oleh penolong persalinan. Pernyataan ini didukung oleh teori dalam Buku ajar asuhan kegawatdaruratan maternal dan neonatal jika bayi berisiko mengalami makrosomia, maka pada melakukan tindakan operasi caesar jika memungkinkan (Siantar. , 2. Analisis Pengkuran Taksiran Berat Janin Menggunakan Rumus Dare Dan Risanto Dengan Berat Badan Bayi Lahir Tabel 4. Pengkuran Taksiran Berat Janin Menggunakan Rumus Dare Dan Risanto Dengan Berat Badan Bayi Lahir Mean Standar Deviasi TBJ Rumus DareBBL TBJ Rumus RisantoBBL Variabel Perbedaan Hasil Pengukuran Taksiran Berat Janin Metode Dare dengan Berat Bayi Lahir Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata taksiran berat janin menggunakan rumus Dare adalah 3. 025 gram dengan standar deviasi 416,8 gram. Sementara itu, rata-rata berat bayi lahir yang tercatat 047 gram dengan standar deviasi Universitas Batam Batam Batam Rank < BBL 38 > BBL 42 = BBL 1 < BBL 23 > BBL 58 = BBL 0 P-Value 0,147 0,000 392,3 gram. Analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil taksiran berat janin menggunakan rumus Dare dengan berat bayi lahir sebenarnya . = 0,. Hal ini mengindikasikan bahwa metode ini memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi dalam memprediksi berat bayi sebelum Selisih rata-rata antara taksiran berat janin dengan berat bayi lahir adalah -22,1 Page 177 ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 2 MEI 2025 gram, dengan nilai negatif yang menunjukkan bahwa estimasi berat janin sedikit lebih rendah dibandingkan berat bayi lahir yang sebenarnya. Meski demikian, perbedaan ini tergolong kecil dan tidak signifikan secara klinis, sehingga rumus Dare tetap dapat dianggap sebagai metode yang sangat akurat dalam memperkirakan berat janin. Salah satu keunggulan rumus Dare adalah kemudahan dalam penerapannya. Metode pengukuran lingkar perut ibu dan tinggi fundus uteri, sehingga menghasilkan estimasi yang lebih menyeluruh mengenai berat bayi yang akan lahir. Informasi yang diperoleh dari estimasi berat janin sangat penting bagi tenaga medis untuk menentukan strategi persalinan yang komplikasi, baik bagi ibu maupun bayi. Komplikasi yang dapat dihindari antara lain distosia bahu, asfiksia neonatorum, serta cedera pada bayi seperti patah tulang. Sedangkan pada ibu, komplikasi yang dapat dikurangi mencakup persalinan yang pascapersalinan, serta trauma pada jalan lahir (Baeva IY, 2. Di layanan kesehatan primer, setiap ibu hamil yang tidak memiliki estimasi berat janin yang jelas berisiko mengalami Oleh memperkirakan berat janin dengan tingkat akurasi yang tinggi merupakan bagian penting dari standar perawatan antenatal modern (Ugawa, 2. Rumus Dare sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Dare et al. pada tahun 1990 sebagai metode sederhana untuk memperkirakan berat janin. Cara kerja rumus ini cukup mudah, yaitu dengan mengalikan lingkar perut ibu (AG) dalam sentimeter dengan tinggi fundus uteri (SFH) dalam sentimeter. Metode ini dipilih karena lingkar perut ibu mencerminkan ukuran rahim, volume cairan ketuban, serta Universitas Batam Batam Batam perkembangan janin. Meskipun faktor lain seperti obesitas ibu atau polihidramnion dapat memengaruhi hasil pengukuran, rumus ini tetap dianggap lebih praktis dan akurat dibandingkan metode lain yang bergantung pada pengukuran symphysialfundal height. Penelitian lain yang dilakukan oleh Mohanty. Das, dan Misra menemukan bahwa metode taksiran berat janin berbasis pengukuran perut ibu memiliki nilai prediktif yang baik dalam mengidentifikasi bayi dengan berat lahir rendah (Mohanty. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan temuan Nindrea . , yang menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara estimasi berat janin menggunakan rumus Dare dengan berat bayi lahir yang sebenarnya . = 0,. Dalam studi tersebut, rata-rata berat bayi lahir tercatat sebesar 3. 147 gram dengan standar deviasi 1. 345,6 gram, sementara rata-rata taksiran berat janin dengan rumus Dare adalah 3. 170,6 gram dengan standar deviasi 352,2 gram. Perbedaan Hasil Pengukuran Taksiran Berat Janin Metode Risanto dengan Berat Bayi Lahir Dalam penelitian ini, rata-rata taksiran berat janin menggunakan rumus Risanto 933 gram dengan standar deviasi 347,6 gram. Sementara itu, rata-rata berat bayi lahir yang sebenarnya adalah 3. gram dengan standar deviasi 392,3 gram. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara estimasi berat janin menggunakan rumus Risanto dengan berat bayi lahir yang sesungguhnya . = 0,. Dengan kata lain, terdapat ketidaksesuaian antara prediksi yang dihasilkan rumus ini dengan data aktual berat bayi lahir. Selisih rata-rata antara hasil taksiran dengan berat bayi lahir mencapai -114,9 gram, yang menunjukkan bahwa rumus Risanto cenderung meremehkan berat janin dibandingkan hasil yang sesungguhnya Page 178 ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 2 MEI 2025 Rumus Risanto Risanto Siswosudarmo. SpOG(K) pada tahun 1990 dan berbasis pada tinggi fundus uteri yang dimasukkan dalam persamaan regresi Rumus ini dirancang berdasarkan penelitian terhadap 560 ibu hamil yang menjalani persalinan di RS Dr. Sardjito. Yogyakarta, pada tahun 1995. Namun, perbedaan hasil estimasi yang cukup besar dengan berat janin yang sebenarnya menunjukkan bahwa rumus ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keakuratannya sebelum dapat digunakan secara luas oleh tenaga Hasil penelitian ini juga didukung oleh studi yang dilakukan oleh Ivan Pasaribu . , yang menemukan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara hasil taksiran berat janin menggunakan rumus Risanto dengan berat bayi lahir yang sebenarnya . = 0,. Dalam penelitian tersebut, ratarata berat bayi lahir tercatat sebesar 106,8 gram dengan standar deviasi 257,2 gram, sementara rata-rata estimasi berat janin dengan rumus Risanto adalah 3. gram dengan standar deviasi 299,8 gram (Ivan, et al. , 2. Dari perbandingan antara kedua metode tersebut, dapat disimpulkan bahwa rumus Dare lebih akurat memperkirakan berat janin dibandingkan rumus Risanto. Keakuratan yang lebih tinggi ini menjadikan rumus Dare sebagai pilihan yang lebih baik bagi tenaga kesehatan, terutama di fasilitas kesehatan ultrasonografi (USG). Akurasi Rumus Taksiran Berat Janin Rumus Dare dan Risanto Tabel 3. Sensitifitas dan Spesifisitas berdasarkan Area Under The Curve (AUC) keakuratan taksiran berat janin Variabel TBJ Rumus Dare TBJ Rumus Risanto Universitas Batam Batam Batam Area Under The Curve (%) Gambar 1. Uji Receiver Operating Curve (ROC). Dari hasil analisis Receiver Operating Curve (ROC), dapat disimpulkan bahwa rumus Dare memiliki tingkat keakuratan yang lebih tinggi daripada rumus Risanto dalam memperkirakan berat lahir bayi dengan diketahui luas kurva pada rumus Dare yaitu 87% sedangkan rumus Risanto Berdasarkan hasil ini peneliti dapat beperpendapat bahwa rumus Dare memiliki keakuratan yang baik dalam mengukur taksiran berat janin. Dengan penggunaan rumus Dare lebih mudah dan lebih akurat sehingga pada penelitian ini peneliti menjawab hipotesis bahwa rumus Dare lebih akurat dalam mengukur taksiran berat janin. Hal ini didukung oleh penelitian Ivan, . yang menunjukkan bahwa rumus Dare memiliki luas area kurva yang lebih besar dibandingkan dengan rumus Risanto dengan perbandingan luas area dibawah kurva 84,8%, dan 73,9%. Penelitian lain yang dilakukan oleh Ningtyas juga mendukung kesimpulan ini, dimana rumus Dare terbukti lebih akurat dalam menaksir berat janin dibandingkan rumus Johnson Toshach. Perbedaan tersebut dapat disebabkan oleh subjektivitas yang tinggi dalam pengukuran penurunan kepala janin . idang hodg. menggunakan rumus Johnson Toshach, sedangkan rumus Dare mempertimbangkan faktor lain seperti lingkar perut yang lebih objektif dalam Penelitian yang dilakukan oleh (Nindrea, 2. pada tahun 2017 di Rumah Sakit Satelit Fakultas Kedokteran Universitas Andalas menunjukkan bahwa formula Dare lebih akurat daripada formula lainnya dalam menentukan Page 179 ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 2 MEI 2025 perkiraan berat janin. Hasil penelitian ini menemukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara rerata TBJ menggunakan formula Dare dengan berat bayi lahir. Penelitian lain yang dilakukan oleh Njoku et al. pada tahun 2014 juga konsisten menunjukkan bahwa rumus Dare lebih akurat dalam menentukan TBJ kurang dari 3500 gram, sementara rumus lainnya lebih akurat dalam menentukan TBJ lebih dari 3500 gram. Meskipun demikian, perlu diperhatikan bahwa semua metode estimasi berat janin ini masih bergantung pada keahlian klinisi dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi akurasi estimasi KONTRIBUSI TEMUAN DALAM BIDANG KEILMUAN Temuan berkontribusi dalam bidang keilmuan, memberikan bukti empiris mengenai akurasi metode estimasi berat janin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumus Dare lebih akurat dibandingkan rumus Risanto dalam memprediksi berat lahir bayi, yang dapat menjadi dasar bagi bidan dan tenaga perhitungan yang lebih tepat dalam praktik Dengan akurasi yang lebih tinggi, penggunaan rumus Dare dapat membantu mengurangi kesalahan dalam memprediksi berat janin, sehingga meningkatkan kualitas persiapan persalinan, dan mencegah potensi komplikasi akibat kesalahan estimasi berat Selain itu, hasil penelitian ini dapat selanjutnya dalam mengembangkan metode estimasi berat janin yang lebih akurat dan aplikatif dalam praktik kebidanan. SIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas ibu dalam sampel berusia 20-35 tahun . ,5%), sebagian besar merupakan multigravida . ,0%), dan hampir seluruh bayi yang lahir memiliki berat badan normal Universitas Batam Batam Batam . 0-4000 gra. sebesar 95,1%. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara taksiran berat janin menggunakan rumus Dare dengan berat lahir bayi (P = 0,. , sementara rumus Risanto menunjukkan perbedaan yang bermakna dengan berat lahir bayi (P = 0,. Perbandingan akurasi menggunakan analisis ROC menunjukkan bahwa rumus Dare memiliki luas area sebesar 87%, sedangkan rumus Risanto sebesar 65%, sehingga rumus Dare lebih akurat dalam dibandingkan dengan rumus Risanto. UCAPAN TERIMAKASIH