PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA POSTER DILENGKAPI LKS TTS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Solviana Afrida Bulu1 Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, solvianabulu78@gmail. Vidriana Oktoviana Bano2 Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, vidri. bano@unkriswina. Kevin Andrean Tamaela3 Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, kevintamaela@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas Vi-C SMP Negeri 1 Lewa melalui model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan media Poster dan LKS Teka-Teki Silang (TTS). Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas dan ketuntasan belajar siswa yang hanya mencapai 33% pada data awal. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini mengikuti model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada ranah kognitif dan afektif. Pada tahap pra-siklus, rata-rata nilai siswa hanya 43,66 dengan ketuntasan 24%. Setelah penerapan tindakan pada Siklus I, rata-rata nilai meningkat menjadi 67 dengan ketuntasan 50%. Pada Siklus II, rata-rata nilai mencapai 85 dengan tingkat ketuntasan melonjak drastis hingga 90%. Selain itu, sikap afektif siswa berkembang dari kategori "Kurang" menjadi "Sangat Baik", mencerminkan peningkatan rasa percaya diri dan kerja sama. Disimpulkan bahwa penggunaan model Inkuiri Terbimbing yang dipadukan dengan media Poster dan TTS efektif meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan aktif siswa pada materi sistem pernapasan Abstract This study aims to improve the science learning outcomes of class Vi-C students of SMP Negeri 1 Lewa through the Guided Inquiry learning model assisted by Poster media and Crossword Puzzle (TTS) worksheets. The main problem in this study is the low activity and completeness of student learning which only reached 33% in the initial data. This Classroom Action Research (CAR) follows the Kemmis and McTaggart model which consists of two The results of the study showed significant improvements in the cognitive and affective In the pre-cycle stage, the average student score was only 43. 66 with a completeness of 24%. After the implementation of the action in Cycle I, the average score increased to 67 with a completeness of 50%. In Cycle II, the average score reached 85 with a completeness level soaring drastically to 90%. In addition, students' affective attitudes developed from the "Poor" category to "Very Good", reflecting an increase in self-confidence and cooperation. It was concluded that the use of the Guided Inquiry model combined with Poster and TTS media was effective in improving learning outcomes and active student involvement in the human respiratory system material. Kata kunci: Inkuiri Terbimbing. Poster. TTS. Hasil Belajar. Bulu et al 2026: Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan Media Poster PENDAHULUAN pemberian pengalaman langsung dan Pembelajaran keterampilan proses dan berbuat untuk pengajaran kepada siswa pada lingkungan belajar tertentu yang berdampak pada bekerja dan bersikap perubahan tingkah laku (Muhammad et al. Proses pembelajaran juga merupakan penting kecakapan hidup. suatu kegiatan inti pada pendidikan formal Berdasarkan di sekolah, terjadi interaksi antara guru, dengan seorang guru IPA (FHP) di SMP materi pembelajaran di sekolah, interaksi Negeri 1 Lewa diperoleh informasi bahwa tersebut melibatkan sarana dan prasarana sebelum memulai proses pembelajaran lingkungan tempat belajar, sehingga tercipta modul ajar. Selain itu pada proses situasi pembelajaran yang memungkinkan pembelajaran sebelumnya, guru telah tercapainya tujuan pembelajaran IPA . Pembelajaran Discovery Learning dan Problem Based Learning dan menggunakan media buku IPA (Ilmu Namun Pengetahuan Ala. di Sekolah Menengah Pertama (SMP) bukan hanya permasalahan yaitu: . Model Discovery menguasai konsep saja tetapi pembelajaran Learning telah diterapkan selama beberapa IPA tahun perlu disesuaikan kembali agar penemuan yang dilakukan oleh para siswa selaras dengan dinamika kebutuhan siswa terhadap topik atau materi ajar yang saat ini. Siswa belum terlibat aktif dalam Proses proses belajar. Aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA di sekolah menuntut pembelajaran IPA masih tergolong rendah. siswa harus bekerja untuk memecahkan masalah dan menemukan ide-ide agar siswa menggunakan media buku paket dan alat dapat memahami dan dapat menerapkan peraga yang ada di laboratorium. ilmu pengetahuannya (Hidayati et al. Metode yang digunakan di SMP Negeri 1 (Bastari et al. , 2. menjelaskan Lewa bahwa pembelajaran IPA merupakan suatu . Hasil belajar siswa rendah karena siswa kurang aktif, tidak perhatikan Media Bulu et al 2026: Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan Media Poster ketika guru menjelaskan materi, siswa metode ceramah atau berfokus pada guru, kurang memahami materi yang diberikan oleh guru karena media yang guru gunakan dilakukan di SMP Negeri 1 Lewa di kelas kurang efektif, model pembelajaran yang VII C pada tanggal 15 April 2025 terlihat digunakan adalah model pembelajaran bahwa proses pembelajaran dimana guru Discovery Learning dan Problem Based masih didominasi oleh metode ceramah. Learning dan juga gaya mengajar guru dimana guru lebih banyak menjelaskan kurang bervariasi. Hal ini dilihat dari hasil sedangkan siswa hanya mendengarkan ulangan semester genap tahun ajaran sehingga sering kali membuat siswa 2024/2025 dengan nilai mata pelajaran IPA mengalami kesulitan dalam memahami untuk kelas VII C dengan jumlah siswa 30 Siswa kurang aktif dalam orang siswa terdapat 33% . dengan proses pembelajaran, kendala lain selama kriteria tuntas dan 67% . dengan kriteria tidak tuntas. Kelas VII C adalah kelas dengan nilai KKTP terendah. menjawab maupun bertanya, sehingga Selain guru, peneliti juga melakukan wawancara Pada saat kegiatan diskusi dengan 5 orang siswa kelas VII C di SMP kelompok berlangsung tidak semua siswa Negeri 1 Lewa pada tanggal 15 April 2025 aktif dalam mengerjakan tugas yang Beberapa terlihat serius dalam diskusi, sementara yang lain lebih banyak pembelajaran . Siswa kurang aktif menghabiskan waktu dengan bermain dan bercerita tentang hal-hal diluar materi pembelajaran berpusat pada guru dan kurangnya kepercayaan diri siswa. Model Siswa cepat bosan atau tidak fokus, karena penggunaan metode ceramah yang monoton dan minimnya variasi media pembelajaran. memotivasi siswa, model pembelajaran ini . Siswa takut salah saat memberikan pertanyaan, karena dalam diri mereka masih melekat budaya takut gagal atau takut Pembelajaran Bulu et al 2026: Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan Media Poster mengakses sumber informasi secara efektif tepat/benar. untuk membangun pengetahuan. Model Media pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan merupakan salah satu media yang terdiri rangkaian kegiatan belajar yang akan dari lambang atau kata simbol yang sangat berpusat pada pengalaman dan keterlibatan sederhana, poster juga sebagai kombinasi aktif siswa dengan melibatkan seluruh visual dari rancangan yang kuat, dengan kemampuan belajar secara kritis, logis dan warna dan pesan dengan maksud untuk analitis berkaitan dengan berbagai konsep menangkap perhatian siswa (Sari et al. dan prinsip pada aktivitas siswa akan menjadi hal baru dalam hidup mereka Penggunaan media poster ini dimaksudkan agar siswa selain mampu menangkap penerapan model pembelajaran inkuiri makna dari poster tersebut, juga mampu terbimbing mendukung berbagai aspek kemampuan siswa. Menurut (Ngguna et al. Berdasarkan pernyataan tersebut, 2. Inkuiri Terbimbing adalah model ditegaskan oleh (Intaha & Saputra, 2. pembelajaran yang dapat membantu siswa menyampaikan kesan-kesan tertentu tetapi (Frengki Vidriana, menemukan sendiri terstruktur sehingga apa memotivasi tingkah laku orang yang yang diperolehnya lebih mengenal dan Dalam poster, ditampilkan Model ini terencana secara ilustrasi gambar dan teks untuk menarik perhatian orang. memperoleh pengetahuan dengan cara benar-benar bersifat instruksional dan guru memandu Menurut Ulfiah & Wahyuningsih, siswa melalui materi yang mendalam . Teka Teki Silang (TTS) merupakan Menurut (Lovisia, 2. pembelajaran suatu permainan dengan cara mengisi Inkuiri ruang kosong berbentuk kotak dengan tiap- mengembangkan kemampuan intelektual tiap huruf hingga membentuk suatu kata tetapi seluruh potensi yang ada termasuk yang sesuai dengan petunjuk. (Agustin et pengembangan emosional dan keterampilan , 2. Teka Teki Silang dapat berpikir sementara. Pada inkuiri terbimbing digunakan sebagai metode pembelajaran peran siswa lebih dominan dan siswa lebih yang baik dan menyenangkan tanpa aktif sedangkan guru mengarahkan dan kehilangan esensi belajar yang sedang Penggunaan media teka-teki Bulu et al 2026: Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan Media Poster silang adalah agar proses pembelajaran guru yang bersangkutan dalam upaya semakin bervariasi dan tidak membosankan serta aktivitas belajar dapat menyenangkan, menyenangkan serta meningkatkan hasil sehingga membuat siswa semakin aktif dan belajar siswa dan menjadi pedoman agar semangat dalam mengikuti kegiatan proses Siswa terlibat aktif dalam bervariatif dan inovatif. Bagi Sekolah: proses pembelajaran yang dapat membuat Penelitian ini dapat dijadikan bahan siswa menjadi mandiri, berpikir kritis dan referensi untuk meningkatkan hasil belajar demokratis dengan bermain, pembelajaran siswa dalam mengikuti KBM . egiatan akan berlangsung dalam suasana yang belajar mengaja. di SMP Negeri 1 Lewa. menyenangkan, wajar, dan alami. Adapun Adapun rumusan masalah dalam lingkup penelitian ini meliputi: . Subjek penelitian ini adalah bagaimana hasil belajar penelitian adalah siswa kelas Vi C yang siswa sebelum dan setelah menggunakan berjumlah 30 orang, yang terdiri dari laki- model pembelajaran Inkuiri Terbimbing laki berjumlah 15 orang, dan perempuan berbantuan media Poster dilengkapi LKS berjumlah 15 orang, semester genap tahun Teka Teki Silang. Manfaat penelitian yang ajaran 2025/2026. Jenis penelitian yang mencakup manfaat teoritis dan praktis. Manfaat teoritis dalam penelitian ini Tindakan kelas. Pada penelitian ini menggunakan materi sistem pernapasan implementasi ilmu pengetahuan tentang pada manusia. Media poster dan LKS model, metode dan media pembelajaran Teka Teki Silang dibuat menggunakan yang akan digunakan pada saat proses aplikasi canva. Ukuran poster 29,7 cm X 42,0cm Terbimbing menggunakan kertas foto. Dalam media Poster dilengkapi LKS Teka Teki penggunaan LKS TTS terdapat juga soal Silang. Manfaat Praktis . Bagi Siswa: deskripsi yang dapat membuat siswa bisa Mendapatkan pembelajaran baru dan dapat berpikir kritis dan memecahkan masalah memecahkan suatu masalah dan memotivasi yang terdapat pada kasus nyata yang ada siswa agar tertarik dan menimbulkan rasa pada LKS TTS. Inkuiri Penelitian sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Bagi Guru: Sebagai bahan pertimbangan METODE PENELITIAN Metode Penelitian yang digunakan Bulu et al 2026: Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan Media Poster adalah jenis penelitian tindakan kelas yang telah disiapkan, meliputi indikator (Classroom Action Researc. Penelitian percaya diri, gotong royong, rasa ingin Observasi dilakukan pada setiap reflektif yang dilakukan untuk memperbaiki siklus untuk mengetahui peningkatan atau meningkatkan proses pembelajaran di aktivitas belajar siswa. Dokumentasi Model penelitian tindakan kelas yang digunakan untuk mengumpulkan data diterapkan dalam penelitian ini adalah model Kemmis dan McTaggart. Model ini membantu peneliti memperoleh bukti membagi proses penelitian menjadi dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II, dengan Dokumentasi dilakukan pada setiap siklus terdiri dari empat tahap: setiap siklus. Teknik analisis data yang Perencanaan, tindakan, pengamatan, dan digunakan dalam penelitian ini adalah: . Selain itu, penelitian ini juga Analisis hasil belajar siswa ranah kognitif, hasil belajar kognitif siswa dapat dilihat Dalam penelitian ini terdiri atas 2 dari hasil posttest. posttest terdiri dari 10 macam variabel yaitu variabel bebas nomor soal pilihan ganda. Pengukuran . ndependent hasil belajar menggunakan posttest pada Inkuiri Terbimbing pra siklus, siklus I, dan siklus II setiap menggunakan media Poster dilengkapi TTS belajar mengajar. Hasil belajar pada dan Variabel Terikat . ependent variabl. yaitu hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam Observasi dilakukan untuk melihat sikap penelitian ini adalah: . Observasi. Tes. Dokumentasi. Instrumen pengumpulan data: . Hasil belajar. posttest yang pertemuan/setiap siklus. Dokumentasi diberikan dalam penelitian adalah prasiklus posttest 10 soal pilihan ganda, pada pra siklus materi tentang Sistem Pernapasan Pada Manusia, pertemuan ke dua . iklus I) materi tentang Mekanisme Pernapasan dan pertemuan ke tiga . iklus II) materi tentang Observasi dilakukan menggunakan lembar observasi HASIL DAN PEMBAHASAN Perkembangan hasil belajar kognitif siswa diukur pada tiga tahap, yaitu pra siklus, siklus I, dan siklus II. Pengukuran ini bertujuan melihat peningkatan ketuntasan belajar siswa setelah penerapan tindakan pembelajaran. Data persentase siswa yang tuntas dan tidak tuntas Bulu et al 2026: Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan Media Poster pada setiap tahap. Adapun hasil tersebut dapat siklus I, didapatkan nilai rata-rata posttest dilihat pada Gambar 1. sebesar 67, dari hasil posttest ada 15 siswa KKM sedangkan yang memenuhi KKM terdapat 15 siswa 50%. Hal tersebut menunjukkan terdapat 50% tuntas dan 50% tidak tuntas. Tabel 3. Hasil Belajar Kognitif Siswa Gambar 1. Persentase Ranah Kognitif Siswa Tabel 1. Hasil Belajar Kognitif Siswa Keterangan Pra Siklus Rata-rata Tuntas Tidak Tuntas Persentase Tuntas Persentase Tidak Tuntas 43,66 Siklus II Rata-rata Tuntas Tidak Tuntas Persentase Tuntas Persentase Tidak Tuntas Berdasarkan tabel 3 capaian pembelajaran Berdasarkan Tabel 1 hasil belajar Terbimbing Pernapasan Inkuiri Gangguan rata-rata Posttest siklus II adalah 85, terdapat 3 Sistem siswa yang tidak memenuhi KKM 74, dan Pernapasan pada Manusia ditemukan Rata- 27 siswa yang memenuhi KKM. Hal rata posttest adalah 43,66 dari hasil posttest tersebut menunjukan ada siswa yang tidak tersebut 23 siswa yang tidak memenuhi tuntas dengan persentase 10% dan siswa KKM 74, sedangkan yang memenuhi KKM yang tuntas 90%. Discovery Learning ada 7 siswa. Hal ini tersebut menunjukkan terdapat 24% tuntas dan 76% tidak tuntas. Tabel 2. Hasil Belajar Kognitif Siswa Siklus I Rata-rata Tuntas Tidak Tuntas Persentase Tuntas Persentase Tidak Tuntas Berdasarkan tabel 2 pencapaian pembelajaran siswa dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada materi Mekanisme Pernapasan pada Gambar 2. Penilaian hasil belajar Afektif siswa pra siklus, siklus I, siklus Tabel 4. Ranah Afektif Siswa Keterangan Sangat baik Baik Cukup Kurang Pra Siklus I Siklus Bulu et al 2026: Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan Media Poster Pra siklus Pada pelaksanaan pra siklus peneliti minimal (KKM). Berdasarkan analisis belum menerapkan model pembelajaran rata-rata hasil belajar kognitif siswa dapat Inkuiri Terbimbing berbantuan media Poster dilengkapi LKS Teka-teki Silang. memperoleh nilai rata-rata yaitu 43,66 dan Peneliti terdapat 23 orang siswa 76% yang tidak pernapasan pada manusia menggunakan memenuhi kriteria ketuntasan minimal model pembelajaran Discovery Learning (KKM) 74, sedangkan yang memenuhi yang sudah digunakan oleh guru IPA dan KKM terdapat 7 orang siswa 24%. Dari hasil belajar kognitif yang di peroleh Peneliti menjelaskan materi tersebut bahwa hasil belajar kognitif yang secara umum terkait fungsi pernapasan diperoleh pada pra siklus masih tergolong pada manusia dan kemudian membagi Pada kegiatan pra siklus ini siswa dalam beberapa kelompok untuk berlangsung terdapat beberapa siswa tidak mengerjakan LKS yang sudah disediakan fokus dalam pembelajaran di saat peneliti menjelaskan materi siswa tidak serius atau memberikan kesempatan kepada siswa tidak memperhatikan penjelasan saat untuk bertanya terkait materi yang sudah dijelaskan, tetapi dari keseluruhan siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar kondusif dan menimbulkan keributan di hanya ada 5 orang siswa yang aktif dan dalam kelas. Beberapa siswa yang tidak berani bertanya terkait materi yang telah mampu bekerjasama dalam kelompok tidak percaya diri untuk mengungkapkan pembelajaran selesai peneliti memberikan pendapatnya dan tidak bertanggung jawab posttest berupa soal pilihan ganda dengan dalam kelompoknya sehingga sikap yang jumlah 10 butir soal dengan tujuan agar dapat mengetahui siswa mana yang aktif perolehan persentase afektif siswa dapat dan mengerti terkait materi yang telah dilihat pada tabel 1 Penilaian afektif yaitu Selanjutnya Setelah Setelah Hal pelaksanaan pra siklus dilakukan siswa mendapatkan kriteria kurang, 5 orang diharapkan dapat memahami materi sistem siswa dengan kriteria cukup, 5 orang siswa pernapasan pada manusia. Pembelajaran dengan kriteria baik, dan 1 orang dengan pada siklus ini belum optimal karena siswa kriteria sangat baik. Bulu et al 2026: Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan Media Poster Untuk menyusun rencana pada siklus di awal dengan sub topik mekanisme I maka peneliti perlu menyusun perbaikan pernapasan pada manusia menggunakan dari Pra siklus berdasarkan hasil refleksi model pembelajaran Inkuiri Terbimbing Beberapa menggunakan media pembelajaran Poster yang didalamnya sudah tersedia bahan pembelajaran berikutnya sehingga dapat ajar yang digunakan siswa untuk dipelajari berjalan dengan baik. Peneliti harus saat proses pembelajaran berlangsung. menjelaskan terkait model pembelajaran Setelah itu, peneliti membentuk siswa Inkuiri Terbimbing dan penggunaan media dalam kelompok untuk mengerjakan LKS Poster dan LKS Teka-teki Silang terlebih yang telah disiapkan. Pengerjaan LKS dahulu sebelum pembelajaran berlangsung. tersebut di dalamnya terdapat pertanyaan- Peneliti harus mengontrol siswa di dalam pertanyaan terkait materi yang sudah kelas dan membimbing siswa yang masih diajarkan peneliti. Siklus I memperoleh kesulitan dalam memahami materi yang nilai rata-rata yaitu 67 dan terdapat 15 Peneliti mengawasi dengan orang siswa 50% yang tidak memenuhi ketat pada saat mengerjakan posttest akhir kriteria ketuntasan minimal (KKM) 74, sehingga tidak ada siswa yang bekerjasama sedangkan yang memenuhi KKM terdapat dalam mengerjakan posttest tersebut. 15 orang siswa 50%. Dari hasil belajar Siklus I Pembelajaran siklus I dilaksanakan mengalami perubahan dari hasil pra pada hari Rabu, 25 Februari 2026 pukul Beberapa siswa yang tidak mampu 08:50-10:10 diikuti 30 siswa. Sebelum sebelumnya telah merencanakan empat pendapatnya dan tidak bertanggung jawab tahapan yaitu: Perencanaan, pelaksanaan, dalam kelompoknya sehingga sikap yang observasi dan refleksi. Pada awal tahap perolehan afektif siswa dapat dilihat pada menyiapkan bahan ajar. RPP, posttest tabel 1 penilaian afektif yaitu terdapat 9 pilihan ganda sebanyak 10 butir. LKS Teka orang siswa dengan mendapatkan kriteria Teki Silang,soal deskripsi. Media Poster. kurang, 6 orang siswa dengan kriteria Pada kegiatan ini, peneliti melanjutkan cukup, 7 orang siswa dengan kriteria baik, materi pembelajaran yang sudah diberikan dan 8 orang dengan kriteria sangat baik. Bulu et al 2026: Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan Media Poster Pada siklus I ini keterlibatan siswa model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dikatakan kurang karena masih terdapat dan penggunaan media Poster. Teka Teki sebanyak 15 orang siswa yang belum Silang dan soal deskripsi terlebih dahulu mencapai standar ketuntasan . %). Pada siklus ini masih ada siswa yang belum Peneliti harus mengontrol siswa di dalam kelas dan membimbing siswa yang masih Terbimbing kesulitan dalam memahami materi yang dilengkapi LKS Teka Teki Silang dalam Peneliti mengawasi dengan pembelajaran sehingga sikap siswa yang ketat pada saat mengerjakan posttest akhir diharapkan belum tampak secara maksimal sehingga tidak ada siswa yang bekerja dengan perolehan nilai ketuntasan afektif siswa yaitu . %) termasuk dalam kategori Poster yaitu sajian kombinasi Akan tetapi masih banyak yang visual yang jelas, mencolok, dan menarik terlihat kurang kerja sama dan berdiskusi dengan untuk maksudnya suatu gambar antar siswa dalam kelompok. Adapun nilai rata-rata kognitif pada siklus I sebesar 67. mencolok dengan maksud digunakan guru Hasil penelitian menunjukan bahwa model Terbimbing materi pelajaran sehingga dapat menarik berbantuan media Poster dilengkapi LKS perhatian siswa dan mudah dipahaminya. Teka Teki Silang dan soal deskripsi masih Poster memiliki kekuatan untuk dicerna belum sepenuhnya berhasil karena, siswa oleh orang yang melihat karena poster belum memahami dengan baik terkait lebih menonjolkan kekuatan pesan, visual model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan warna. Poster dapat berupa gambar dan masih belum terbiasa menggunakan yang memiliki warna yang menarik Teka Teki Silang dan soal deskripsi, untuk sehingga dapat menangkap perhatian menyusun rencana pada siklus II maka orang dengan menanamkan suatu makna peneliti perlu menyusun perbaikan dari tertentu yang ingin disampaikan pembuat siklus I berdasarkan hasil refleksi yang poster, sesuai dengan tujuan dari makna Beberapa perbaikan tersebut poster tersebut. Poster yang dibuat untuk yaitu peneliti harus dapat mengkondisikan pendidikan pada prinsipnya merupakan gagasan yang diwujudkan dalam bentuk Peneliti harus menjelaskan terkait Inkuiri Inkuiri berikutnya sehingga dapat berjalan dengan Bulu et al 2026: Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan Media Poster disederhanakan dan dibuat dengan ukuran terbaru sudah mengikuti dengan baik dan Pembelajaran dengan media TTS dapat merangsang daya belajar siswa membuat siswa lebih tertarik karena sehingga pembelajaran tidak terkesan mereka merasa tertantang dalam mencari jawaban dari pertanyaan yang ada dan peneliti sudah mampu untuk menguasai menyesuaikannya dengan kolom jawaban kelas dan mampu mengarahkan siswa yang sudah tersedia. Secara tidak langsung, dalam proses pembelajaran. Nilai yang hal tersebut menuntut daya pikir siswa ditunjukkan siswa dapat dilihat pada lebih aktif dan terarah dalam berdiskusi gambar 1 siklus II menunjukkan adanya perubahan yang berarti dalam peningkatan Dari jawaban yang tepat. hasil belajar dengan memperoleh nilai rata- Siklus II rata tes yaitu 85, terdapat 3 orang siswa Pelaksanaan pembelajaran siklus II, . %) yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), sedangkan dilaksanakan pada pukul 08:50-10:10 diikuti yang memenuhi KKM terdapat orang 27 30 siswa. Sebelum peneliti melaksanakan siswa . %). Sedangkan pada hasil belajar kegiatan belajar mengajar peneliti telah afektif dapat dilihat pada gambar tabel 4 Rabu. Februari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan mendapatkan kriteria kurang, 1 orang siswa Pada tahap awal perencanaan dengan kriteria cukup, 10 orang siswa tersebut peneliti sudah menyiapkan bahan dengan kriteria baik, dan 18 orang dengan ajar. RPP, posttest. LKS Teka-teki Silang, kriteria sangat baik. Hasil belajar pada siklus II melebihi target sebelumnya sehingga penerapan model pembelajaran kegiatan pembelajaran. Hasil belajar siswa Inkuiri Terbimbing berbantuan media pada siklus II ini mengalami peningkatan Poster dilengkapi LKS Teka-teki Silang dibandingkan dengan hasil belajar pada dan soal Deskripsi telah berhasil diterapkan siklus I. Pada siklus II, siswa terlihat jauh dalam pembelajaran IPA pada siswa. Hal lebih aktif dalam proses pembelajaran dilakukan oleh. Menurut (Pratiwi, 2. Siswa juga terlihat lebih Poster yaitu sajian kombinasi visual yang bersemangat dalam belajar. Selain itu, siswa jelas, mencolok, dan menarik dengan untuk yang pasif dengan pembelajaran yang maksudnya suatu gambar dengan warna Poster. Bulu et al 2026: Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan Media Poster yang menarik dan mencolok dengan maksud digunakan guru sebagai media untuk jawaban yang sudah tersedia. Secara tidak menyampaikan materi pelajaran sehingga langsung, hal tersebut menuntut daya pikir dapat menarik perhatian siswa dan mudah siswa lebih aktif dan terarah dalam Media poster merupakan salah satu media yang terdiri dari lambang atau simbol yang sangat sederhana, poster juga Penerapan model pembelajaran Inkuiri sebagai kombinasi visual dari rancangan Terbimbing dapat meningkatkan hasil yang kuat, untuk menangkap perhatian siswa belajar siswa di SMP Negeri 1 Lewa. (Jongu et al. , 2. Poster memiliki kekuatan untuk dicerna oleh orang yang KESIMPULAN melihat karena poster lebih menonjolkan Penerapan kekuatan pesan, visual dan warna. Poster Inkuiri Terbimbing berbantuan media dapat berupa gambar yang memiliki warna Poster dan LKS Teka-Teki Silang (TTS) yang menarik sehingga dapat menangkap terbukti efektif dalam meningkatkan hasil perhatian orang dengan menanamkan suatu belajar IPA siswa kelas Vi C di SMP makna tertentu yang ingin disampaikan Negeri 1 Lewa, khususnya pada materi pembuat poster, sesuai dengan tujuan dari Sistem Pernapasan Manusia. Peningkatan makna poster tersebut. Berdasarkan kutipan tersebut terlihat pada beberapa aspek diatas penulis menyimpulkan bahwa poster utama: Peningkatan hasil belajar kognitif merupakan objek gambar terjadi peningkatan nilai rata-rata dan dalam ukuran besar sebagai media pengajaran yang diberi signifikan di setiap tahapan: Pra Siklus: 43,66 terkandung di dalamnya sehingga siswa rata-rata yang melihat mudah mengingatnya. Poster ketuntasan hanya 24% . Siklus I: Rata-rata nilai meningkat menjadi 67 dengan tingkat ketuntasan 43% . diwujudkan dalam bentuk ilustrasi objek Siklus II: Rata-rata nilai mencapai 85 gambar yang disederhanakan dan dibuat dengan tingkat ketuntasan melonjak hingga dengan ukuran besar. Pembelajaran dengan 90% . Peningkatan ranah afektif media TTS membuat siswa lebih tertarik . aktivitas dan sikap siswa selama karena mereka merasa tertantang dalam proses pembelajaran pada pra siklus mencari jawaban dari pertanyaan yang ada penilaian afektif yaitu terdapat 19 orang Bulu et al 2026: Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan Media Poster siswa dengan mendapatkan kriteria kurang. DAFTAR PUSTAKA 5 orang siswa dengan kriteria cukup, 5 orang Agustin. Sumardi. , & Hamdu. Kajian Tentang Keaktikan Belajar Siswa Dengan Media Teka Teki Silang Pada Pembelajaran IPS SD. PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 8. , 166Ae176. https://doi. org/10. 17509/pedadidaktik Bastari. Koto. , & Susanta. Pengaruh Model Cooperative Learning Type Make a Match Terhadap Penguasaan Konseptual Siswa Kelas Iv Sd Negeri 6 Kaur. Jurnal Pembelajaran Dan Pengajaran Pendidikan Dasar, 3. , 129Ae136. https://doi. org/10. 33369/dikdas. Huki. Bano. Njurumana. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquir. Berbantuan Media Gambar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas Vi Smp Negeri 1 Lewa Tidahu. , 7857Ae7868. JIP (Jurnal Inovasi Penelitia. Vol 3 Hidayati. Bustan. , & Hartanto. Bahana Pendidikan : Jurnal Pendidikan Sains Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi Tekanan. , 21Ae26. Intaha. , & Saputra. Pengaruh Media Pembelajaran Poster Video Penguasaan Keterampilan Pencak The Effect of Poster and Video Learning Media on the Mastery of Pencak Silat. 20, 145Ae153. Jongu. Bano. , & Ina. Pengaruh Model Pembelajaran Scramble Berbantuan Media Poster Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas Vi SMP Katolik Anda Luri Waingapu. 10, 25Ae36. JB&P : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya ISSN 2406-8659 . ISSN 27460959 . Volume 10. Nomor 1, siswa dengan kriteria baik, dan 1 orang dengan kriteria sangat baik. Pada siklus I terdapat 9 orang siswa dengan mendapatkan kriteria kurang, 6 orang siswa dengan kriteria cukup, 7 orang siswa dengan kriteria baik, dan 8 orang dengan kriteria sangat Pada siklus II mengalami perubahan positif: Siswa menjadi lebih aktif, berani mengemukakan pendapat. Kerja sama dalam kelompok meningkat secara drastis, di mana pada Siklus II sebanyak 18 siswa telah mencapai kriteria Sangat Baik dan 10 siswa Baik. Efektivitas Media Pembelajaran Poster: Berhasil menarik perhatian siswa melalui visualisasi yang jelas, sehingga memudahkan pemahaman konsep materi. LKS Teka-Teki Silang (TTS): Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, menantang daya pikir siswa, dan mengurangi kebosanan dibandingkan metode ceramah konvensional. UCAPAN TERIMA KASIH