Jurnal Pendidikan Sultan Agung Volume 4 Nomor 2. J u n i Tahun 2024 Hal. 79 Ae 90 JP-SA Nomor E-ISSN: 2775-6335 SK No. 27756335/K. 4/SK. ISSN/2021. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sultan Agung Jl. Kaligawe Raya KM. 4 Kecamatan Genuk Semarang 50112 Jawa Tengah Indonesia Alamat website: http://jurnal. id/index. jpsa/index ========================================================================= PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MTS MUAyALLIMIN MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA MENGGUNAKAN LKPD Arief Toto Purwandaru1* MTs MuAoallimin Muhammadiyah Yogyakarta Email: arieftoto1@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui praktikum berbasis masalah nyata materi pengukuran tahun pelajaran 2023-2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilakukan di kelas VII E MTs MuAoallimin Muhammadiyah Yogyakarta dengan jumlah siswa Data penelitian diperoleh dari pengamatan praktikum siswa, aktivitas belajar siswa, dan nilai tes hasil belajar. Pengamatan dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap pra tindakan, siklus 1, dan siklus 2. Analisis data dilakukan dengan deskripksi kualitatif yang menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis masalah nyata dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII B MTs MuAoallimin Muhammadiyah Yogyakarta pada materi pengukuran. Rata-rata aktivitas siswa meningkat dari 5,7 pada pra tindakan menjadi 8,9 pada siklus 1, dan menjadi 10,16 pada siklus 2. Sedangkan nilai hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari 68,16 pada pra tindakan naik menjadi 87, 06 pada tindakan 1 dan naik menjadi 88,28 pada tindakan 2. LKPD berbasis masalah nyata direkomendasikan untuk digunakan dalam pembelajaran agar meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Peningkatan, aktivitas, hasil belajar siswa Abstract. This research aims to improve student activity and learning outcomes through real problembased practicums with measurement material for the 2023-2024 academic year. The method used in this research is Classroom Action Research (PTK). The research was conducted in class VII E MTs Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Research data was obtained from student practicum observations, student learning activities, and test scores on learning Observations were carried out in three stages, namely the pre-action stage, cycle 1 and cycle 2. Data analysis was carried out using qualitative descriptions which produced The research results show that LKPD based on real problems can increase the activity and learning outcomes of class VII B students at MTs Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta on measurement material. The average student activity increased from 5. 7 in pre-action to 8. 9 in cycle 1, and to 10. 16 in cycle 2. Meanwhile, student learning outcomes increased from 68. 16 in pre-action to 87. 06 in action 1 and rose to 88. 28 in action 2. Real problem-based LKPD is recommended for use in learning to increase student activity and learning outcomes. Keywords: Improvement, activities and student learning outcomes Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol. 4 No. 2 Juni 2024 PENDAHULUAN Pembelajaran IPA memberikan pengalaman langsung dalam mengembangkan kompetensi siswa (Hermansyah. Gunawan, & Herayanti, 2. Oleh karena itu diperlukan keterlibatan aktif peserta didik di dalam pembelajaran. Untuk dapat mengoptimalkan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran, guru harus dapat mengoptimalkan interaksi antar peserta didik dengan guru, peserta didik dengan peserta didik lain, maupun peserta didik dengan media dan sumber belajar (Widiastuti dkk. Hal tersebut juga harus dapat terjadi dalam pembelajaran IPA. Anggareni dkk. , . menyatakan bahwa pembelajaran IPA di MTs/SMP yang menggunakan Kurikulum 2013 menekankan pemberian pengalaman secara langsung kepada siswa dalam mempelajari peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar, kehidupan sehari-hari, dan masyarakat modern yang sarat dengan teknologi. Atas dasar itulah, pembelajaran IPA dirancang dengan tujuan agar siswa mampu menguasai konsep Ae konsep atau teori-teori yang ada dalam sebuah materi melalui pengalaman langsung. Indriastuti . menegaskan bahwa pendidikan IPA di Sekolah Menengah diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam IPA adalah praktikum. Kegiatan praktikum diperlukan sebagai sarana penunjang yang akan menjadikan pembelajaran IPA dapat berjalan dengan baik. Pada kegiatan praktikum ini, siswa dibekali keterampilan dalam mengukur, menganalisis, dan menggali informasi, salah satu kegiatan praktikum dapat menggunakan lembar kerja peserta didik (LKPD). Hasil pretest awal yang dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran IPA. Kelas VII E dengan jumlah siswa 32 didapatkan nilai rata-rata kelas 65,16 hal tersebut masih di bawah KKM dengan perincian 12 siswa memenuhi KKM dan 21 siswa memperoleh nilai di bawah KKM. Hal tersebut dikarenakan karena kurangnya penguasaan konsep siswa melalui pengalaman langsung dan aktivitas belajar siswa juga masih banyak menghafal dalam mempelajari bagaimana cara mengukur suatu benda, sehingga siswa belum dapat melaksanakan pengukuran dengan baik dan benar. Berdasarkan pengamatan guru saat kegiatan belajar mengajar masih banyak siswa yang kurang fokus misalnya siswa melamun di kelas, bahkan ada yang tidur di kelas. Rendahnya hasil belajar dan aktivitas siswa pada pembelajaran IPA karena kurangnya pembelajaran yang melibatkan siwa secara langsung menjalani proses pemahaman dan perhitungan secara nyata. Berdasarkan latar belakang keadaan aktivitas belajar dan nilai hasil belajar siswa yang masih kurang memuaskan karena model pembelajaran yang kurang mendukung untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa, maka akan dilakukan Penelitian Tindakan Kelas. Adapun penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII E MTs MuAoallimin Muhammadiyah Yogyakarta menggunakan LKPD berbasis masalah nyata materi pengukuran tahun pelajaran 2023-2024. Melalui penelitian ini diharapkan akan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siklus pertama ke siklus berikutnya. Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 4 Nomor 2 Juni 2024 hal. 79 - 90 METODE Penelitian ini dilaksanakan dengan model penelitian tindakan kelas (PTK), tempat penelitian ada di Kampus Terpadu Madrasah MuAoallimin Muhammadiyah Yogyakarta, adapun waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari bulan november sampai bulan desember 2023 dengan mengambil subjek penelitian adalah kelas VII E Madrasah MuAyallimin Muhammadiyah Yogyakarta yang semuanya adalah laki laki. Objek dalam penelitian ini adalah aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi pengukuran. Rencana tindakan dalam penelitian ini adalah observasi pra tindakan yaitu proses pengamatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi awal meliputi metode pembelajaran, aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa. Informasi awal diperoleh dengan menggunakan lembar observasi pra tindakan. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui metode pembelajaran di kelas dapat dilakukan dengan pengamatan langsung, aktivitas belajar siswa adalah lembar observasi dan angket, sedangkan untuk mengetahui hasil belajar siswa dapat diketahui dari nilai pretest mata pelajaran IPA, sedangkan tahap selanjutnya adalah siklus . Tindakan pada siklus 1 dilakukan dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis masalah nyata. Pembelajaran dilakukan satu pertemuan . x40 meni. Pengumpulan data menggunakan instrument lembar observasi pra tindakan yang dapat menjaring informasi tentang metode pembelajaran, aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa, dan selanjutnya adalah siklus . Tindakan pada siklus II, pembelajaran dengan dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis masalah nyata dengan tingkat kesukaran yang lebih. Sebelum kegiatan pembelajaran dilakukan, guru memberikan pembekalan khusus LKPD yang akan dikerjakan siswa sehingga penguasan konsep materi pengukuran lebih baik. Disisi lain harus diperhatikan siswa yang prestasinya belum baik dengan membangun pengertian bahwa pembekalan praktikum khusus yang diberikan kepada temannya untuk menciptakan mitra untuk mempermudah dalam belajar dan semuanya bisa mengalami peningkatan prestasi. Dalam tiap siklus tadi baik siklus 1 dan siklus 2 diadakan refleksi, sehingga akan didapatkan hal-hal yang akan dilakukan pada fase setelahnya sehingga akan didapatkan hasil yang memuaskan. Instrument dalam penelitian ini adalah lembar cek list RPP, lembar observasi, dan Data yang diperoleh selama proses penelitian dianalisis secara kualitatif dan Peneliti menganalisis lembar observasi aktivitas, peningkatan hasil belajar, dan rata-rata hasil tes seluruh siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian dalam penelitian ini berupa informasi yang bersifat uraian keadaan dan data berupa angka-angka, data berupa informasi keadaan diperoleh dengan cara pengamatan sedangkan data berupa angka-angka diperoleh dengan cara pengukuran. Data hasil penelitian diperoleh pada tiga tahapan yaitu tahap pra tindakan, tahap tindakan 1 dan tahap tindakan 2. Pembahasan hasil penelitian dilakukan terhadap informasi keadaan dan data yang diperoleh pada setiap tahap tindakan. Hasil pembahasan dari Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 4 Nomor 2 Juni 2024 hal. 79 - 90 masing- masing tahapan dianalisis dan dihubungkan unuk mendapatkan kesimpulan akhir sebagai hasil penelitian. Data hasil penelitian ini terdiri dari data observasi pra tindakan, data hasil tindakan 1 dan data hasil tindakan 2. Sedangkan menurut jenis data terdiri data nilai hasil belajar siswa data aktivitas siswa. Dalam pra tindakan untuk hasil belajar siswa diperoleh berasal dari hasil pre test awal yang dilakukan oleh siswa. Adapun hasil pre test awal siswa dapat disajikan sebagai berikut: Tabel 1. Nilai pre-test Minimum Hasil Pre-test Valid N . Maximum Mean Std. Deviation Berdasarkan data di atas diperoleh informasi awal bahwa nilai siswa kelas VII B yang mencapai nilai KKM hanya ada 12 siswa dan nilai siswa yang belum mencapai KKM ada 20 siswa dari jumlah keseluruhan 32 siswa. Rata-rata nilai siswa pada tahap pra tindakan pada kelas VII B masih di bawah KKM yaitu 68, 16 sedangkan KKM untuk mata pelajaran IPA adalah 76. Sedangkan data aktivitas siswa dilakukan dengan lembar observasi meliputi aktivitas lisan, mengamati, menulis dan antusiasme siswa selama pembelajaran. Lembar observasi ini pelaksanaan dilakukan oleh guru dan juga observasi sesama siswa. Hasil aktivitas belajar siswa pra-tindakan dapat dilihat dari Tabel 2. Aktivitas Siswa Pra Tindakan Berani pendpaat Antusias Menyimpulkan Menganalisa Melaporkan Hasil percobaan Melakukan Percobaan di lab Menulis Hasil Belajar di buku Meringkas materi Jumlah Aktivitas Riang Gembira Menulis Jawaban dengan bener Memperhatikan saat guru Mengamati alat dan bahan Membaca buu Memberikan pendapat Memberikan sanggahan Memberikan jawaban Memberikan pertanyaan No Absen Aktivitas Belajar Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 4 Nomor 2 Juni 2024 hal. 79 - 90 Rata-rata Berdasarkan data hasil pengamatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran terlihat aktivitas paling banyak 9 aktivitas meliputi memberikan pertanyaan, memberikan jawaban, berpendapat, membaca, memperhatikan, menulis jawaban, antusias, berani. Aktivitas paling sedikit 4 aktivitas meliputi menulis jawaban, antusias, berani. Rata-rata aktivitas 5,9. Adapun skor maksimal dari observasi ini adalah 17 dan skor minimal 0. Berdasarkan analisis data hasil observasi pra tindakan meliputi aktivitas siswa, hasil belajar siswa dalam pembelajaran di kelas VII E siswa MTs MuAoallmin Muhammadiyah Yogyakarta materi pengukuran didapatkan hasil nilai KKM untuk mata pelajaran IPA adalah 76, nilai rata-rata hasil ulangan siswa 68,16 Siswa yang nilai rataratanya memenuhi KKM sebanyak 12 siswa dan yang belum mencapai KKM ada 20 siswa. Nilai tertinggi 92 dan nilai terendah 26. Ada 10 siswa yang cukup aktif dalam praktikum. Berdasarkan jenis aktivitasnya siswa paling banyak melakukan 7 aktivitas dan paling sedikit 4 aktivitas, sedang rata-rata aktivitas siswa secara keseluruhan 5,9 atau 32,95%. Dari data yang ada ternyata baik aktivitas dan hasil belajar siswa masih sangat kurang, maka refleksi untuk pra tindakan yaitu meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam proses belajar mengajar, menerapkan pembelajaran praktikum berbasis nyata dengan melakukan orientasi, merumuskan masalah nyata dalam kehidupan. Hasil refleksi ini digunakan sebagai dasar untuk merancang tindakan . Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 4 Nomor 2 Juni 2024 hal. 79 - 90 Tindakan . pada penelitian ini adalah praktikum dengan memberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis masalah nyata dengan 8 kelompok belajar dengan dimulai mengidentifikasi topik yang akan dipelajari, menentukan tujuan pembelajaran , mengidentifikasi masalah yang berfungsi sebagai fokus belajar. Adapun hasil dari aktivitas siswa dalam siklus . dapat diperoleh Tabel 3. Berdasarkan analisis data Tabel 3 bahwa rata-rata aktivitas siswa adalah 8,9 sehingga ada peningkatan aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran dari ratarata 5,9 di pra tindakan menjadi 8,9, dan ada sekitar 21 siswa yang aktif dalam kegiatan praktikum terbimbing berbasis masalah nyata dengan LKPD. Tabel 3. Aktivitas Siswa Dalam Siklus (Tindakan . Jumlah Aktivitas Riang Gembira Berani pendpaat Antusias Menyimpulkan Menganalisa Melaporkan Hasil percobaan Melakukan Percobaan di lab Menulis Hasil Belajar di buku Meringkas materi Menulis Jawaban dengan benr Memberikan pendapat Memperhatikan saat guru Mengamati alat dan bahan Memberikan jawaban Membaca buu Memberian pertanyaan Memberikan sanggahan No Absen Aktivitas Belajar Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 4 Nomor 2 Juni 2024 hal. 79 - 90 Rata-rata Sedangkan dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus . setelah siswa melakukan pengerjaan soal dalam bentuk uraian dengan soal yang berbeda, di dapatkan hasil dalam bentuk tabel seperti di bawah ini: Tabel 4. Hasil belajar Siklus 1 Hasil Belajar Siklus I Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Telah diterapkan praktikum terbimbing berbasis masalah nyata dengan LKPD kelas VII E MTs MuAyallimin Muhammadiyah Yogyakarta dengan membentuk kelompok Adapun tahapan pratikum terbimbing berbasis nyata dalam kehidupan adalah dengan dimulai mengidentifikasi topik yang akan dipelajari, menentukan tujuan pembelajaran, mengidentifikasi masalah yang berfungsi sebagai fokus belajar. Berdasarkan data hasil pengamatan rata-rata siswa mengalami peningkatan aktivitas belajar. Rata-rata aktivitas belajar 5,9 menjadi 8, 8705, sedangkan bila dilihat dari tes hasil belajar diperoleh rata-rata 87,0625 dengan nilai terendah adalah 76, sedangkan nilai tertinggi adalah 93. Hasil belajar ini lebih tinggi bila dibandingan dengan rata-rata nilai pada tahap pra tindakan yaitu 68, 16, dengan nilai terendah adalah 28 dan nilai tertinggi adalah 92. Nilai siswa pada tindakan 1 yang mencapai nilai KKM sebanyak 25 siswa , sedangkan saat pra tindakan ada siswa 17 siswa mencapai KKM. Berdasarkan data pengamatan pada tahap siklus . peneliti dan rekan sesama guru . mengadakan refleksi diskusi tentang hal berkait aktivitas siswa dalam pembelajaran serta prestasi hasil belajar siswa. Maka refleksi untuk siklus . indakan 1 ) adalah siswa masih harus terus belajar dengan giat sehingga hasilnya memuaskan dikarenakan masih ada siswa sejumlah 15 siswa yang belum mencapai KKM serta dalam pembuatan LKPD dan soal tes perlu dibuat lagi dengan tingkat kesukaran yang lebih tinggi. Berdasarkan masih ada 15 siswa yang belum KKM, maka diperlukan tindakan lanjutan pada tahap siklus . 2 Pada siklus 2 ini tindakannya adalah dengan menggunakan LKPD berbasis masalah nyata dengan tingkat yang kesukaran yang tinggi dengan kelompok belajar sehingga diharapkan siswa siswa tersebut akan semangat dalam kegiatan belajar mengajar sehingga setiap siswa akan melaksanakan praktikum dengan semangat dan Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 4 Nomor 2 Juni 2024 hal. 79 - 90 Hasil aktivitas siswa dalam siklus . indakan ) 2 dapat dilihat dari tabel di bawah Tabel 5. Aktivitas Siswa Siklus 2 Jumlah Aktivitas Riang Gembira Berani pendpaat Antusias Menyimpulkan Menganalisa Melakukan Percobaan di lab Melaporkan Hasil percobaan Menulis Hasil Belajar di buku Meringkas materi Menulis Jawaban dengan benr Mengamati alat dan bahan Memperhatikan saat guru menerangan Membaca buu Memberikan pendapat Memberikan sanggahan Memberikan jawaban No Absen Memberian pertanyaan Aktivitas Belajar Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 4 Nomor 2 Juni 2024 hal. 79 - 90 Rata-rata 10,15 Berdasarkan analisis data diatas rata-rata aktivitas siswa adalah 10, 15, hal ini ada peningkatan aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran dari rata-rata 8,875 pada siklus 1 menjadi 10, 15 pada siklus 2. Ada sekitar 30 siswa yang aktif dalam kegiatan praktikum terbimbing berbasis masalah nyata pada siklus 2 ini. Sedangkan dilihat dari hasil belajar siswa dengan mengerjakan soal yang berbeda dengan siklus 1 untuk materi pengukuran ini didapatkan hasil sebagai berikut: Tabel 6. Hasil belajar Siklus 2 Hasil Belajar Siklus 2 Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Telah diterapkan praktikum terbimbing berbasis masalah nyata kelas VII E MTs MuAyallimin Muhammadiyah Yogyakarta dengan membentuk kelompok belajar. Adapun tahapan pratikum terbimbing berbasis nyata dalam kehidupan adalah dengan dimulai mengidentifikasi topik yang akan dipelajari, menentukan tujuan pembelajaran, mengidentifikasi masalah yang berfungsi sebagai fokus belajar. Berdasarkan data hasil pengamatan rata-rata siswa mengalami peningkatan aktivitas belajar. Rata-rata aktivitas belajar 8, 8705 menjadi 10,16 , sedangkan bila dilihat dari tes hasil belajar diperoleh rata-rata 88,28 dengan nilai terendah adalah 75, sedangkan nilai tertinggi adalah 100. Hasil belajar ini lebih tinggi bila dibandingan dengan rata-rata nilai pada tahap pra tindakan 1 yaitu 87,06 dengan nilai terendah adalah 60 dan nilai tertinggi adalah 93 . Nilai siswa pada tindakan 2 yang mencapai nilai KKM sebanyak 32 Dari tahapan Pra tindakan, siklus 1 dan siklus 2 apabila di lihat dalam tabel dapat dilihat seperti di bawah ini: Tabel 7. Perbandingan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Tiap Siklus Kategori Aktivitas siswa Hasil belajar siswa Pra tindakan 68,16 Siklus 1 87,06 Siklus 2 10, 15 88,28 Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan di atas, diketahui bahwa aktivitas siswa dari pra tindakan, siklus 1, dan siklus 2, mengalami peningkatan rata-rata yaitu dari 5,9 ke 8,9 dan 8,9 ke 10,15. Hal ini dikarenakan siswa didorong untuk melakukan kegiatan praktikum dengan menggunakan LKPD berbasis masalah nyata di siklus 1 dan di siklus 2, sehingga siswa akan termotivasi untuk mengerjakan LKPD tersebut sampai benar. Teaching is a multidimensional activity that aims to ensure student Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 4 Nomor 2 Juni 2024 hal. 79 - 90 (Widiastuti, et al. , 2. Praktikum yang dilakukan guru sebagai rangkaian proses pengajaran ternyata menjamin belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Gambar 1. Perbandingan Aktivitas Belajar Siswa Gambar 1. Perbandingan Hasil Belajar Siswa Saat ini guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi di kelas, akan tetapi lebih berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran (Salira, dkk. , 2. Peran guru dapat dioptimalkan dengan pembimbingan selama praktikum. Dengan adanya aktivitas siswa praktikum menggunakan LKPD terbimbing berbasis masalah nyata maka siswa akan banyak yang aktif dalam praktikum, sehigga dengan adanya praktikum tadi secara otomatis akan terbentuk penguasaan konsep yang bagus untuk materi pengukuran tersebut, sehingga menyebabkan hasil belajar siswa juga meningkat. Hal tersebut dapat dilihat dari tabel 7 yang menunjukkan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar siswa dari pra tindakan, siklus 1 dan siklus 2 yaitu 68,16 ke 87,06 dan 88,26. Oleh karena itu terbukti bahwa praktikum terbimbing berbasis masalah nyata menggunakan LKPD dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA. Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 4 Nomor 2 Juni 2024 hal. 79 - 90 SIMPULAN Praktikum terbimbing berbasis masalah nyata mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa, hal tersebut dapat dilihat dari tabel yang ada, bahwa pada saat pra tindakan 5,9, siklus 1 adalah 8,9 dan siklus 3 adalah 10,15. Sedangkan dalam hasil belajar siswa menggunakan praktikum terbimbing berbasis masalah nyata juga mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut juga dapat dilihat dari saat pra tindakan rata rata siswa 68,16, siklus 1 menjadi 87,06 dan siklus 3 menjdi 88,26. SARAN Peneliti merekomendasikan penggunaan praktikum terbimbing berbasis masalah nyata pada pembelajaran IPA agar meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi dan jenjang kelas lain sehingga siswa memperoleh pengalaman langsung terkait kehidupan sehari-hari. DAFTAR PUSTAKA