JURNAL ILMIAH SYIAR Jurusan Dakwah. FUAD. IAIN Bengkulu https://ejournal. id/index. php/syiar Vol. No. Januari - Juni 2019. FALSAFAH HUMA BETANG DI KALIMANTAN TENGAH: SEBUAH PERGULATAN IDENTITAS KONSELOR DAYAK MUSLIM Dody Riswanto Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas MathlaAoul Anwar Banten Korespodensi dengan penulis: Dody Riswanto: 081261446194. E-mail: ronaldody32@gmail. Abstract The background of this research begins with the existence of Muslim Dayak counselors in schools who get a negative perception of the social environment regarding the existence of tribal counselors based on the religion adopted. This research method uses a qualitative approach where researchers act as key instruments, data collection techniques using interviews, observation, documentation studies and data triangulation, data analysis results from a combination of all data collection techniques that produce qualitative meanings and propositions. The negative perception of the social environment is the main problem of the formation of the identity of Muslim Dayak counselors that is strongly believed by the counselor, for which Muslim Dayak counselors need good communication skills in conveying their identities to the social environment so that the formation of selfidentity can be done well. Overall Muslim Dayak counselors are able to introduce selfidentity well without any obstacles based on the religion adopted. This happened partly because of the philosophy of Huma Betang which contained values of tolerance and mutual respect among religious believers who could reduce negative perceptions of the social environment about the existence of Muslim Dayak counselors. Keywords: Self Identity. Counselor. Dayak. Muslim. PENDAHULUAN Konselor adalah tenaga pendidik profesional yang bertugas melaksanakan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Konselor adalah salah satu tenaga kependidikan yang memiliki tugas menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling sebagai bagian integral dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. 1 Diantara aspek yang harus dimiliki oleh konselor adalah kompetensi kepribadian, yang didalamnya memuat unsur mengenai identitas Identitas diri adalah serangkaian hakikat dari kumpulan-kumpulan kesadaran manusia meliputi cara berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan yang berujung pada kekhasan 1 Hartono dan Soedarmadji. Psikologi Konseling, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2. JURNAL ILMIAH SYIAR Jurusan Dakwah. FUAD. IAIN Bengkulu https://ejournal. id/index. php/syiar Vol. No. Januari - Juni 2019. identitas adalah sekumpulan makna untuk mendefinisikan siapa seseorang ketika mengambil peran dalam kelompok masyarakat, terdapat karakteristik khusus yang mengidentifikasi dirinya sebagai pribadi yang unik. 2 Identitas adalah kerangka waktu pada masa lalu, sekarang, dan di masa depan. 3 Identitas secara dinamis dibangun dalam sebuah Identitas diri konselor yang terdapat di wilayah Kalimantan Tengah memiliki keunikan dan karakteristik khusus yang membedakannya dari wilayah lain di Kalimantan, terdapat ciriciri khusus yang dapat diamati berdasarkan persepsi masyarakat setempat dan budaya yang diwariskan secara turun temurun, salah satunya adalah identitas konselor ber-etnis Dayak Etnis Dayak adalah suku asli yang mendiami wilayah Kalimantan selain etnis-etnis lain seperti suku Banjar. Melayu. Kutai. Jawa. Sambas. Tidung. Tionghoa. Bugis. Sunda. Madura, dan beberapa suku lainnya, etnis Dayak dominan di hampir semua wilayah Kalimantan dengan konsentrasi terbesar berada di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, wilayah lainnya seperti Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara masih menempatkan etnis Dayak sebagai suku asli setempat namun dari segi jumlah penduduk, jumlah suku Dayak asli tidak begitu besar jumlahnya dibanding suku-suku yang lain, hanya wilayah Kalimantan Selatan sebagai satu-satunya wilayah yang bukan teritorial bagi etnis Dayak. Urgensi mengutamakan nilai-nilai multikultural yang sesuai dengan kebudayaan setempat, yaitu bagaimana memposisikan budaya Dayak dengan identitas keislaman, bukan menggunakan perspektif teori konseling barat yang tidak sesuai dengan asas multikultural konselor itu Pendidikan konselor di perguruan tinggi hanya berfokus pada aspek nilai-nilai kepribadian berdasarkan perspektif teori barat khususnya Amerika Serikat, dan dapatlah dikaji secara ilmiah bahwa tidak semua teori konseling barat mampu diserap dengan baik oleh konselor disebabkan teori-teori tersebut juga mengandung beberapa unsur kelemahan. 2 Peter J. Burke dan Jan E. Stets. Identity Theory, (Oxford University Press Inc. 198 Madison Avenue. New York, 2009. 3 Mardi J. Horowitz. AuSelf-Identity Theory and Research MethodsAy. Journal of Research Practice Vol. No. 2, 2012. 4 Daphna Oyserman dkk. Handbook of Self and Identity: Self. Self-Concept, and Identity, (Guilford Press A Division of Guilford Publications. Inc. 72 Spring Street. New York, 2. 5 Dody Riswanto dkk. AuKarakteristik Kepribadian Ideal KonselorAy, (Studi Hermeneutika Gadameria. Ay. Jurnal Pendidikan: Teori. Penelitian, dan Pengembangan. Vol. No. 11, 2016. JURNAL ILMIAH SYIAR Jurusan Dakwah. FUAD. IAIN Bengkulu https://ejournal. id/index. php/syiar Vol. No. Januari - Juni 2019. Nilai-nilai multikultural tersebut selanjutnya menjadi sebuah pedoman bagi konselor yaitu bagaimana membangun sebuah pondasi identitas diri yang diinginkan, yang melahirkan eksistensi konselor Dayak yang menganut ajaran Islam dengan mempertimbangkan aspek multikultural secara menyeluruh. Konselor harus memiliki kesadaran multikultural yang kuat disertai pemahaman yang mendalam tentang asas budaya. METODE Metodologi yang digunakan dalam kajian penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif, dengan mendeskripsikan fenomena-fenomena terkait menjadi sebuah makna berdasarkan setting alamiah atau naturalistic fenomena, membentuk sebuah proposisi yang bermakna. Penelitian kualitatif disebut juga dengan naturalistic inquiry karena menekankan pentingnya pemahaman tentang situasi alamiah partisipan, lingkungan dan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dengan memperpanjang pengamatan, studi dokumentasi yang meliputi pengumpulan literature tertulis seperti buku, artikel ilmiah, jurnal, dan beberapa teks tertulis lainnya, serta triangulasi data dengan mereduksi mana data-data yang terpilih yang akan dijadikan sebagai sumber data primer utama. Analisis data dilakukan dengan mengkombinasikan hasil pengumpulan data untuk selanjutnya mencari pemaknaan dan membentuk sebuah proposisi. Dody Riswanto dkk. AuKompetensi Multikultural Konselor Pada Kebudayaan Suku Dayak Kalimantan TengahAy. JOMSIGN: Journal of Multicultural Studies in Guidance and Counseling. Vol. No. 7 Raco. JR. Metode Penelitian Kualitatif-Jenis. Karakteristik dan Keunggulannya. (Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 2. JURNAL ILMIAH SYIAR Jurusan Dakwah. FUAD. IAIN Bengkulu https://ejournal. id/index. php/syiar Vol. No. Januari - Juni 2019. DATA COLLECTION INTERVIEW DOCUMENTATION STUDY OBSERVATION TRIANGULATION DATA DATA ANALYSIS MEANING PROPOSITION HASIL PENELITIAN Terdapat sebuah stigma yang telah mengakar kuat dalam persepsi masyarakat Kalimantan, bahwa setiap warga masyarakat Dayak yang berpindah ke agama Islam, maka warga masyarakat tersebut telah berpindah ke suku Melayu, hal ini disebabkan karena kebudayaan dan kepercayaan suku Dayak sangat lekat dengan unsur animisme, dimana hal tersebut dilarang dalam agama Islam, jadi ketika terdapat warga Dayak berpindah ke agama Islam, maka secara kultural bagi masyarakat telah dianggap berubah menjadi Melayu. Berdasarkan kajian peneliti dari telaah buku-buku dan sumber referensi tertulis serta observasi lapangan, hal ini bermula dari politik pecah belah yang dilancarkan oleh penjajah Belanda pada zaman dahulu untuk mengkategorikan kelas-kelas masyarakat Kalimantan berdasarkan kepentingan politik Belanda, dimana warga masyarakat Kalimantan yang beragama Islam disebut Melayu dan warga masyarakat yang beragama Nasrani disebut Dayak. Hal lainnya yang melatarbelakangi persepsi tersebut adalah merujuk pada kebiasaan, adat istiadat dan kepercayaan etnis Dayak seperti misalnya upacara pemanggilan roh-roh halus, upacara Tiwah, memakan daging babi, meminum baram atau bir tradisional, merajah atau men-tato tubuh, dan beberapa tradisi lainnya yang kesemuanya itu tentu melanggar . JURNAL ILMIAH SYIAR Jurusan Dakwah. FUAD. IAIN Bengkulu https://ejournal. id/index. php/syiar Vol. No. Januari - Juni 2019. syariat dan aqidah islam, berdasarkan hal tersebut maka setiap warga Dayak yang berpindah ke agama Islam telah dianggap sebagai melayu oleh sebagian kalangan masyarakat. Persepsi masyarakat ini utamanya telah mengakar kuat di beberapa wilayah seperti Kalimantan Barat, bagi warga masyarakat Kalimantan Barat pada umumnya, identitas kesukuan dilihat dari kepercayaan yang dianut, apabila beragama Islam berarti adalah etnis Melayu walaupun terlahir dari suku Dayak, hal ini tidak terjadi di wilayah Kalimantan Tengah, keunikan yang terjadi adalah warga masyarakat yang beragama Islam tetap dianggap sebagai bagian komunitas dari etnis Dayak, keunikan inilah yang nantinya akan menempatkan bagaimana identitas diri konselor Dayak yang beragama Islam di wilayah Kalimantan Tengah. Kalimantan Tengah adalah sebuah wilayah seluas 153. 564 km persegi dengan kota Palangka Raya sebagai basis ibukota. Kalimantan Tengah memiliki julukan bumi tambun bungai yang dihuni oleh berbagai macam etnis pendatang seperti suku Banjar. Jawa. Melayu. Batak, dan beberapa suku-suku lain, wilayah Kalimantan Tengah yang dihuni oleh berbagai macam etnis menyimbolkan pluralitas yang tinggi disebabkan warga masyarakatnya dapat hidup aman, damai dan tenteram tanpa adanya perselisihan yang berujung pada konflik, disinilah bagaimana konselor Dayak muslim memposisikan diri di tengah kemajemukan Dinamika kehidupan masyarakat Dayak seiring dengan perkembangan sosial kultural masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan, masyarakat Dayak yang menganut Islam telah menyebut dirinya dengan istilah Dayak muslim, hal ini patut diberikan penghargaan tinggi, artinya mereka sudah kembali ke asal mula fitrahnya yaitu sebagai orang Dayak. 8 Konselor Dayak muslim bekerja di sekolah-sekolah dengan intensitas pergaulan sosial yang tinggi antara sesama konselor dan guru bidang studi, konselor dengan peserta didik, konselor dengan staf dan pegawai sekolah maupun konselor dengan lingkungan masyarakat sosial secara umum, bagaimana konselor Dayak muslim dapat memposisikan diri dengan baik dengan lingkungan sosial, hal itu terkadang tidak mudah untuk dilaksanakan, terdapat beberapa pertentangan dan kendala yang menimbulkan sebuah pertanyaan, bagaimana konstruksi identitas diri konselor Dayak muslim di tengah pergaulan lingkungan sosial yang majemuk. 8 Hamid Darmadi. AuDayak Asal Usul dan Penyebarannya di Bumi BorneoAy. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial. Vol. No. 2, 2016. JURNAL ILMIAH SYIAR Jurusan Dakwah. FUAD. IAIN Bengkulu https://ejournal. id/index. php/syiar Vol. No. Januari - Juni 2019. Identitas diri konselor Dayak muslim yang berhadapan dengan realitas kemajemukan menimbulkan serangkaian pertanyaan mengenai konstruksi konsep diri konselor, apakah lingkungan sosial menolak realitas kultural tersebut atau tetap menerima tanpa adanya kendala yang berarti, jika penerimaan lingkungan sosial baik maka identitas diri yang dibentuk oleh konselor juga akan berlangsung dengan baik, namun apabila lingkungan sosial menolak realitas tersebut maka konstruksi diri yang dibangun oleh konselor akan cenderung gagal. Realitas kultural tersebut adalah persepsi yang berasal dari lingkungan sosial yaitu bagaimana konselor atau guru bidang studi yang beragama Nasrani (Kristen dan Katoli. mempersepsikan konselor Dayak yang beragama Islam, apakah guru-guru nasrani tersebut tetap dapat menerima eksistensi konselor Dayak walaupun beragama Islam, atau justru sebaliknya menolak realitas tersebut yang membuat identitas diri konselor Dayak muslim menjadi semakin ambigu, hal ini dilakukan karena guru-guru bidang studi khususnya yang beragama Nasrani merupakan rekan kerja atau partner konselor Dayak muslim di sekolah. Kegagalan konstruksi identitas diri pada konselor Dayak muslim dapat mengakibatkan hilangnya eksistensi jati diri dari konselor tersebut, dengan konsekuensi bahwa konselor Dayak muslim mengikuti kehendak lingkungan sosial yang mempersepsikan konselor tersebut sesuai keinginan dari lingkungan sosial. DISKUSI