KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 151-156 https://bestjournal. id/index. php/kovalen Penentuan Kadar Albumin Ikan Gabus (Channa striat. dengan Metode Biuret setelah Dikukus dan Dipepes [Determination of Albumin Content of Snakehead Fish (Channa striat. by Biuret Method after Steamed and Wrappe. Inda Hastuti N NaserA. Syaiful Bahri. Pasjan Satrimafitrah. Abd. Rahman Razak. Ruslan. Ahmad Ridhay. Dwi Juli Puspitasari. Khairuddin Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Tadulako. Jl. Soekarno Hatta. Kampus Bumi Tadulako Tondo Palu. Sulawesi Tengah. Indonesia Abstract. Snakehead fish (Channa striat. is a type of freshwater fish that contains high levels of protein albumin. The research was conducted to determine the albumin content in snakehead fish after the cooking process, both steamed and wrapped. The research was conducted using a completely randomized design with a factorial pattern, the first factor was the cooking method . teamed and wrappe. and the second was cooking time . , 15, 20, and 20 minute. Determination of protein albumin levels in snakehead fish after processing using the Biuret method. The steaming process for 15 minutes resulted in protein content in the snakehead fish of 0. 76%, while the protein albumin that was lost was 19. The wrapped method for 20 minutes has a remaining protein content of 0. while the missing protein is 38. The method of processing snakehead fish by steaming is better than the wrapping process. Keywords: Snakehead fish (Channa striat. , albumin, wrapped fish, steamed fish. Abstrak. Ikan gabus (Channa striat. termasuk salah satu jenis ikan air tawar yang mengandung protein albumin dengan kadar yang cukup tinggi. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui kandungan albumin dalam ikan gabus setelah proses pemasakan baik yang dikukus maupun dipepes. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap berpola Faktorial, faktor pertama cara pemasakan . ukus dan pepe. dan kedua ialah waktu pemasakan . , 15, 20, dan 20 meni. Penentuan kadar protein albumin pada ikan gabus setelah pengolahan menggunakan metode Biuret. Proses pengukusan selama 15 menit menghasilkan kadar protein dalam ikan gabus sebesar 0,76%, sedangkan protein albumin yang hilang sebesar 19,28%. Pemepesan selama 20 menit memiliki kadar protein tersisa sebesar 0,59%, sedangkan yang hilang sebesar 38,78%. Metode pengolahan ikan gabus dengan pengukusan lebih baik dibandingkan dengan peroses pemepesan. Kata kunci: Ikan gabus (Channa striat. , albumin, ikan pepes, ikan kukus. Diterima: 6 Juni 2023. Disetujui: 10 Agustus 2023 Sitasi: Naser. Bahri. Satrimafitrah. Razak. Ruslan. Ridhay. Purpitasari. , dan Khairuddin. Penentuan Kadar Albumin Ikan Gabus (Channa striat. dengan Metode Biuret setelah Dikukus dan Dipepes. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. : 151-156. LATAR BELAKANG rawa-rawa, sawah, air payau, genangan, dan Ikan gabus (Channa striat. merupakan sungai yang tenang serta berlumpur (Evrawaty salah satu jenis ikan predator yang hidup di , 2. Ikan air tawar ini tersebar luas di seluruh Indonesia dan sudah sangat dikenal A Coressponding author E-mail: indahastuti. januari@gmail. oleh mayarakat Indonesia (Suwandi dkk. Ikan gabus memiliki bentuk kepala yang https://doi. org/10. 22487/kovalen. 2477-5398/ A 2023 Naser et al. This is an open-access article under the CC BY-SA license. Naser et al. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 151-156 menyerupai ular, sehingga ikan ini disebut juga Perbandingan kadar albumin ikan gabus dengan snake fish (Sinaga & Saribanon, 2. Ikan gabus memiliki banyak manfaat, (Channa pengukusan dan pemepesan belum pernah antara lain meningkatkan kadar albumin dalam darah, meningkatkan daya tahan tubuh, dapat pemasakan juga sangat penting diketahui menyembuhkan luka, baik luka dalam, luka sehingga dapat dipilih teknik terbaik dalam luar, bahkan luka pascaoperasi (Alviodinasyari pengolahan ikan gabus. Analisis kandungan , 2019. Ulandari dkk, 2011. Evrawaty dkk. ikan gabus dilakukan dengan menggunakan metode Biuret dengan menggunakan larutan Kadar ikan gabus cenderung lebih tinggi daripada jenis ikan lainnya, hingga mencapai 62,9% (Asfar dkk. direaksikan dengan reagen biuret. Fuadi 18/KEPMEN-KP/2015. Serum Albumin Berdasarkan keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. Bovine Penggunaan METODE PENELITIAN Bahan dan Peralatan kesehatan kandungan albumin yang ada pada Ikan gabus diperoleh dari tambak ikan daging ikan gabus merupakan salah satu gabus di daerah Mamuju Sulawesi Barat, buffer makanan yang bermanfaat sebagai obat yang asetat pH 5, etil eter, natrium sulfit 25%, kalium natrium tartarat, tembaga (II) sulfat hidrat. Hal ini pernah diuji coba di salah Bovine Serum Albumin (BSA), dan akuades. Peralatan satu rumah sakit di Malang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien yang menderita analitik, centrifuge PLC-024, stopwatch, shaker hipoalbumin dan luka bakar setelah diberikan HS 250, termometer, dan Spektrofotometer UV-Vis PerkinElmer L850. peningkatan kadar albumin hingga 21,2% dan bakar (Isamahendra dkk. , 2. ikan gabus segar dengan cara dikukus mampu mengurangi rusaknya albumin dalam ikan Pengolahan Pengukusan ikan gabus Ikan Menurut Sulfitri dkk. , . , pengolahan Prosedur Penelitian dibakar, ataupun dipanggang membutuhkan suhu tinggi yang dapat mengakibatkan nilai gizi pada ikan berkurang. Sebaiknya ikan gabus diolah dengan cara direbus, dikukus dan juga dapat dipepes agar kandungan protein pada dibersihkan/disiangi . ibuang kepala, sisik, isi perut, insang, dan siripny. dan dipotong besar . Kemudian dicuci sampai bersih. Pada . uhu 1000C), dikukus selama 10, 15, 20, dan 25 menit. Potongan didiamkan selama A5 menit. Daging ikan dipisahka dari kulit dan tulangnya, kemudian dihancurkan (Sulfitri dkk. , 2. ikan gabus tidak berkurang dan dapat terserap oleh tubuh lebih optimal (Salmatia dkk. , 2020. Edwin, 2. Pemepesan ikan gabus Bagian ikan gabus yang telah dipisahkan dari kepala, sisik, isi perut, insang, dan sirip. Naser et al. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 151-156 dipotong menjadi 4 bagian, kemudian dicuci HASIL DAN PEMBAHASAN sampai bersih. Ikan dibungkus menggunakan Ekstraksi Ikan Gabus aluminium foil. Pada wadah berisi air mendidih 1000C), . uhu menggunakan larutan buffer asam asetat yang kemudian dipepes selama 10, 15, 20, dan 25 ditambahkan natrium sulfit dan eter yang Potongan Albumin pada ikan gabus diekstrak pembungkusnya dan diamkan selama A5 pemisahan albumin. Hasil penelitian yang Kulit ikan dan tulang ikan dipisahkan dan diperoleh yaitu semakin lama waktu pada daging ikan dihancurkan. proses pengolahan ikan gabus maka volume Ekstraksi albumin ikan gabus ekstrak juga semakin meningkat (Gambar . gram dan ditambahkan 25 mL buffer asetat, kemudian dikocok pada alat shaker selama 10 menit dengan kecepatan 250 rpm. Hasil pengocokan disentrifugasi pada kecepatan 2668xg selama 30 menit. Larutan protein pada Ekstrak Albumin . L) Daging ikan gabus halus ditimbang 10 Waktu Pemasakan (Meni. ditambahkan 2 mL larutan natrium sulfit 25% dan 2 mL eter, kemudian disentrifugasi Supernatan bagian atas dikeluarkan . ampuran eter dan protein lai. dan bagian bawah dipisahkan yang merupakan albumin Ikan Kukus Ikan Pepes Gambar 1 Volume ekstrak larutan albumin Waktu pemasakan yang lama akan (Sulfitri dkk. , 2. menyebabkan kandungan air dalam daging Analisis protein albumin ikan cenderung meningkat sehingga volume Reagen biuret sebanyak 100 mL dibuat Menurut dari 0,15 g tembaga (II) sulfat hidrat, 0,6 g Chasanah dan Raditya . , semakin lama kalium natrium tartat, 50 mL akuades, dan proses pengukusan, uap air akan menambah natrium hidroksida 10% (Sulfitri dkk. , 2. volume ekstraksi. Volume ekstrak albumin ikan Penentuan kadar albumin dilakukan dengan gabus pada proses pengukusan lebih banyak menggunakan spektrofotometer UV-Vis. 1 mL dari pada proses pemepesan, dikarenakan lartuan albumin dari ikan gabus dicampurkan terjadi kontak langsung antara uap air dengan dengan 2,5 mL biuret dan didiamkan pada suhu daging ikan gabus, sehingga albumin yang ruang selama 30 menit. Serapan diukur pada terlarut uap air akan lebih banyak selama panjang gelombang maksimum 540 nm. Nilai proses pengukusan. serapan diplotkan pada kurva standar BSA Kurva standar BSA memiliki persamaan untuk mengetahui kadar albumin (Fuadi dkk. regresi y = 0,530x Ae 0,095 dengan nilai R2 = 0,996 (Gambar . Persamaan regresi tersebut digunakan untuk mengetahui kadar albumin, dimana y adalah nilai absorbansi dan x adalah nilai konsentrasi albumin. Naser et al. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 151-156 karena itu, pengolahan ikan gabus secara Absorbansi pengukusan lebih baik dari pada pemepesan. y = 0,530x - 0,095 RA = 0,996 Hal ini dikarenakan pada proses pemepesan daging ikan gabus banyak memperoleh uap air baik dalam wadah tertutup maupun aluminium foil yang digunakan untuk membungkus daging ikan gabus. Kadar Albumin (%) Konsentrasi Albumin (%) Gambar 2 Kurva standar BSA Kadar Albumin (%) Waktu Pemasakan . ikan Kukus Gambar 4 Kadar Albumin yang hilang dalam proses pengolahan Waktu Pemasakan (Meni. Ikan kukus Ikan pepes Berdasarkan Gambar 3 Kadar albumin ikan gabus setelah proses pengolahan Kadar albumin ikan sebelum pengolahan adalah 0,97%, sedangkan setelah proses pengukusan dan pemepesan terjadi penurunan kadar albumin dengan waktu pengolahan yang berbeda (Gambar . Penurunan kadar albumin selama 10, 15, 20, dan 25 menit secara berturut-turut yaitu 0,50%. 0,78%. 0,58%. 0,64%, sedangkan pada proses pemepesan dengan waktu selama 10, 15, 20, dan 25 menit secara berturut-turut yaitu 0,49%. 0,53%. 0,59%. 0,57%. Hasil ikan Pepes pengukusan dan pemepesan kadar albumin tertinggi diperoleh pada pengukusan selama 15 menit yaitu 0,76%, sedangkan pada proses pemepesan selama 20 menit yaitu 0,59%. Oleh menunjukkan bahwa waktu pegolahan daging ikan dengan pengukusan dan pemepesan berpengaruh terhadap hilangnya kadar albumin pada ikan gabus. Pada proses pengukusan, albumin yang hilang mengalami penurunan seiring waktu pemanasan yang semakin lama, yaitu waktu pengukusan 10, 15, 20, dan 20 menit secara berturut-turut memiliki albumin hilang 48,45%. 19,25%. 39,86%. dan 33,67%. Jumlah albumin yang hilang dengan nilai terendah 19,25% pada waktu 15 menit selama Jumlah albumin yang hilang selama pengukusan lebih sedikit dibandingkan pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sulfitri dkk . , yaitu kadar albumin hilang hingga 26,1% setelah pengukusan 10 Adapun hasil pada proses pemepesan selama 10, 15, 20 dan 25 menit juga mengalami masing-masing 49,14%. 45,71%. 38,83%. Naser et al. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 151-156 40,89%. Jumlah albumin yang hilang dengan DAFTAR PUSTAKA