JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 45-. Diterima: November 2022 Disetujui: April 2024 Dipublikasikan: April 2024 PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DETEKSI DINI KANKER SERVIKS Improve MotherAos Knowledge in Early Detection of Cervical Cancer Thresya Febrianti1*. Vania Alda Nabilah2 Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. KH. Ahmad Dahlan. Cirendeu. Ciputat. Tangerang Selatan Ae Kotak Pos No. 15419 Indonesia * Penulis Korespodensi : Thresya Febrianti *e-mail korespondensi: thresya. febrianti@umj. ABSTRAK Deteksi dini kanker serviks di wilayah Telukjambe masih di bawah target nasional. Salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam penanggulangan kanker serviks adalah dengan melakukan deteksi dini. Namun masih banyak masyarakat khususnya Wanita Usia Subur yang memiliki pengetahuan rendah tentang deteksi dini tersebut. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan WUS dan bersedia melakukan deteksi dini kanker serviks dalam upaya mencegah anker serviks di wilayah Telukjamber. Karawang. Sasaran dari pendidikan kesehatan ini adalah Wanita Usia Subur (WUS) usia 20-50 tahun yang bertempat tinggal di wilayah Telukjemabe. Edukasi kesehatan dilakukan dengan menggunapakan grup Whatsapp tentang kanker serviks dan deteksi dini kanker serviks. Kagiatan dilaksanakan selama 60 menit pada tanggal 8 Agustus 2022. Dalam kegiatan pendidikan kesehatan tim menyampaikan materi dengan menggunakan teks dan mengirimkan gambar terkait kanker Hasil menunuukkan terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan melalui Kulwap dengan nilai p=0,03. Hal ini berarti dalam melakukan pendidikan kesehatan bisa menggunakan berbagai media yang mudah diakses seperti grup Whatsapp. Penggunaan Whatsapp ini perlu terus ditingkatkan dan dibiasakan di lingkungan masyarakat karena selain bisa menjangkau secara luas materi juga bisa didownload dan dibava kapan saja. Kata Kunci: kanker serviks, deteksi dini, tes IVA, whatsapp ABSTRACT Early detection of cervical cancer in the Telukjambe region is still below the national target. One effort that can be made in the prevention of cervical cancer is to do early detection. However, many people, especially women of childbearing age, still have insufficient knowledge about early detection. The purpose of community service activities is to increase WUS knowledge and be willing to carry out early detection of cervical cancer to prevent cervical cancer in the Telukjamber region, of Karawang. This health education targets women of Reproductive Age (WUS) was aged 20-50 years who live in the Telukjemabe area. Health education is carried out using Whatsapp groups about cervical cancer and early detection of cervical cancer. The activity was carried out for 60 minutes on August 8, 2022. In the health education activity, the team delivered material using text and sent pictures related to cervical The results showed differences in knowledge before and after being given counseling through Kulwap, with a value of p = 0. This means that in carrying out health education you can use various easily accessible media such as the Whatsapp group. The use of Whatsapp needs to be continuously improved and used in the community because apart from being able to reach a broad audience, the material can also be downloaded and taken at any time. Keywords: cervical cancer, early detection. IVA test, whatsapp PENDAHULUAN Data World Health Organization (WHO) tahun 2018 terdapat sekitar Sembilan juta kematian dan satu dari enam kematian tersebut akibat kanker. Kanker serviks merupakan kanker terbanyak ke dua menyerang wanita setelah kanker payudara. Kasus kanker payudara . dan kanker leher rahim . per 000 perempua. (Globocan, 2. Febrianti et al. Peningkatan Pengetahuan Ibu. Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 45-. Diterima: November 2022 Disetujui: April 2024 Dipublikasikan: April 2024 Kematian akibat kanker serviks di Indonesia dipengaruhi karena masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam melakukan deteksi dini kanker srerviks selain itu kanker serviks juga tidak menimbulkan gejala pada awal stadium yang mengakibatkan sekitar 70% kasus ditemukan dalam stadium lanjut (Sulistyawati et al. , 2. Minimnya pengetahuan wanita, tentang kesehatan reproduksi menjadi salah satu pemicu terjadinya kematian pada wanita. Menjaga kesehatan organ reproduksi sangat penting karna terdapat organ kompleks sehingga dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti kanker serviks, kista, maupun penyakit menular seksual (PMS). Kurangnya pengetahuan wanita tentang penyakit menjadi pemicu menjadi buruknya kondisi yang ada. Hasil penelitian berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks di Dusun Tejo. Desa Keraskulon (Lailla et al. , 2. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2021, bahwa tahun 20192021 sekitar 6,8% Wanita usia subur (WUS) 30-50 tahun menjalani deteksi kanker serviks melalui metode IVA dan 837 orang ditemukan dengan hasil IVA positif. Hal ini menunjukkan bahwa cakupan deteksi dini masih cukup rendah karena target WHO sebesar 80% (Kemenkes RI, 2. Cakupan deteksi dini kanker serviks melalui metode IVA di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor. Hasil penelitian (Kelrey et al. , 2. bahwa factor yang berhubungan dengan pemanfaatn pemeriksaan IVA pada WUS yaitu sikap dan jumlah paritas. Penelitian lain yang dilakukan oleh (Asih & Anggraini, 2. menunjukkan bahwa pengetahuan dan motivasi berhubungan dengan pemanfaatan IVA. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang tahun 2022 cakupan pemeriksaan IVA hanya mencapai 3,2% dan masih jauh dari target nasional. Tahun 2022 juga dilaporkan cakupan pemeriksaan IVA di Puskesmas Telukjambe baru mencapai 2,3% atau sebanyak 238 WUS yang sudah melakukan pemeriksaan IVA, padahal target pemeriksaan IVA di Puskesmas Teukjambe pada tahun 2022 890 WUS melakukan pemeriksaan (Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, 2. Oleh karena itu, tim tertarik melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan penyuluhan tentang deteksi kanker serviks di wilayah tersebut melalui Kuliah Whatsapp. Whatsapp adalah aplikasi media komunikasi yang sedang popular dan secara mudah dapat menyampaikan pesan ke masyarakat luas. Whataspp biasanya diugunakan sebagai media komunikasi secara pribadi antara beberapa orang yang sedang tidak berada di lokasi berbeda. Pada saat ini Whatsapp sudah mulai banyak digunakan untuk tujuan sosial dan juga sebagai media bertukar informasi tentang Kesehatan (Rathbone et al. , 2. METODE Pendidikan kesehatan yang dilakukan menggunakan metode penyuluhan. Topik yang disampaikan terkait definisi kanker serviks, cara pencegahan kanker serviks, dan contoh-contoh deteksi dini yang kanker Peserta penyuluhan terdiri dari ibuibu yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Telukjambe. Penyuluhan diberikan melalui Kuliah Whatsapp (Kulwa. Febrianti et al. Peningkatan Pengetahuan Ibu. Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 45-. Diterima: November 2022 Disetujui: April 2024 Dipublikasikan: April 2024 Langkah-langkah antara lain: Tim melakukan perencanaan karena berdasarkan hasil survey ditemukan bahwa masih banyak ibu yang tidak melakukan tes IVA di wilayah teresebut. Berdasarkan hasil diskusi tim ingin memberikan penyuluhan tentang deteksi dini kanker serviks melalui metode IVA. Melakukan koordinasi dengan Ibu RT di wilayah Telukjambe. Membuat disampaikan pada saat Kulwap Membuat soal pre test dan post test yang bertujuan untuk mengevaluasi apakah terjadi peningkatan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2022. Sebanyak 23 orang ibu bergabung di dalam Grup Whatsapp yang telah disediakan. Kegiatan penyuluhan berlangsung selama 60 menit dengan rincian kegiatan sebagai Pembukaan oleh moderator Peserta Kulwap diminta untuk mengisi soal pre-test Penyampaian materi tentang kanker serviks, materi yang disampaikan berupa gambar dan narasi Diskusi dan tanya jawab Peserta Kulwap diminta untuk mengisi soal post-test Penutup. Soal-soal pre-test dan post-test tersebut dibuat di dalam google form yang kemudian dikirimkan di Grup Whatsapp. Berikut link untuk soal pre-test dan posttest https://bit. ly/PosttestKankerServiks. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan baik, pada saat diskusi terdapat beberapa pertanyaan dari peserta seperti jadwal dan manfaat pemberian vaksin Kanker Serviks, dampak kanker serviks dan faktor risiko kanker serviks. Hasil kegiatan penyuluhan kemudian dilakukan pengolahan dan analisis. Analisis menggunakan uji t berpasangan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pendidikan Kesehatan tentang kanker serviks dan deteksi kanker serviks telah diikuti oleh 23 orang peserta namun pada saat pengisian pre-test dan post-test hanya dilakukan oleh 5 orang peserta. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan antusias terbukti dengan ada beberapa oring ibu yang bertanya dan berbagi cerita tentang pengalaman mereka pada saat melakukan deteksi dini kanker serviks (IVA). Materi yang disampaikan dengan mengirimkan gambar-gambar yang menarik yang didownload dari Leaflet Kementerian Kesehatan, sehingga peserta menjadi lebih antusias dan mudah dalam memahami materi yang disampaikan. Pengetahuan masyarakat tentang kanker serviks masih cukup rendah. Pada umumnya masyarakat tidak tahu tentang kanker serviks, penyebab, pencegahan, faktor risiko, deteksi dini serta pengobatan kanker serviks (Purnami et al. , 2. Selain itu juga banyaknya isu yang berkembang di dalam masyarakat membuat adanya rasa takut terhadap kanker serviks dan membuat mereka takut melakukan pemeriksaan kanker serviks ke pelayanan kesehatan (Ardayani, 2. Febrianti et al. Peningkatan Pengetahuan Ibu. Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 45-. Diterima: November 2022 Disetujui: April 2024 Dipublikasikan: April 2024 Tabel 1. Distribusi Skor Pengetahuan Ibu tentang Kanker Serviks di Kelurahan Telukjambe Tahun 2022 Skor Pengetahuan Rata-rata Min-Max Pre-test 88,00 8,37 Post-test 98,33 4,47 Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat bahwa rata-rata skor pengetahuan ibu sebelum diberikan Kulwap sebesar 88,00 dan meningkat menjadi 98,33 setelah diberikan Kulwap. Tabel 1 juga menunjukkan nilai minimal sebelum Kulwap 80 lebih rendah dibandingkan setelah Kulwap. Dan nilai maksimal sebelum dan setelah Kulwap sama yaitu 100. Tabel 2. Analisis Tingkat Pengetahuan Peserta pada Penyuluhan Kanker Serviks di Kelurahan Telukjambe Tahun 2022 Skor Pengetahuan Rata-rata Pre-test 88,00 Value 0,03 Post-test 98,33 Tabel 2 menunjukkan bahwa ada pengaruh penyuluhan melalui Kulwap Kelurahan Telukjambe. Karawang . ilai p = 0,. Hasil analisis menunjukkan skor pengetahuan terendah peserta sebelum diberikan penyuluhan sebesar 80,00 dan meningkat menjadi 98,33 setelah diberikan Hasil penelitian ini sejalan dengan (Nisma et al. , 2. yang menjelaskan bahwa setelah dilakukan penyuluhan tentang deteksi dini Kanker Serviks terdapat peningkatan pengetahuan peserta. Penelitian lain juga menunjukkan terjadi sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan dengan nilai p= 0,00 (Nita & Novi Indrayani, 2. Pengetahuan menjadi salah satu dasar yang diperlukan dalam proses perubahan Sejak masa pandemic COVID-19 pemberian edukasi Kesehatan mengalami perubahan yang signifikan. Dimana adanya peraturan pembatasan sosial sehingga kegiatan edukasi kesehatan mulai dilakukan secara online salah satunya dengan Whatsapp. Penelitian (Hermayanti et al. , 2. menunjukkan bahwa penyuluhan dengan menggunakan grup Whatsapp terbukti responden memiliki skor pengetahuan kurang dan setelah dilakukan penyuluhan pengetahuan yang kurang turun menjadi Dalam kegiatan penyuluhan yang dilakukan di Kelurahan Telukjambe ditemukan beberapa kendala seperti tidak semua ibu yang bergabung di grup Whatsapp melakukan pre-test dan post-test hal ini kemungkinan ibu tersebut mempunyai aktivitas lain pada saat penyuluhan dilakukan. Namun semua materi yang diberikan masih bisa dibaca dan didownload setelah kegiatan selesai. Penelitian yang dilakukan di Kota Kediri juga menunjukkan bahwa pemberian penyuluhan melalui Grup Whatsapp efektif responden untuk melakukan SADARI. Penelitian ini membandingkan dua media yang dilakukan dalam penyuluhan yaitu dengan Whatsapp dan Leaflet dimana kelompok Whatsapp menunjukkan hasil peningkatan 100% sedangkan leaflet hanya 53,8% SADARI (Saraswati, 2. Febrianti et al. Peningkatan Pengetahuan Ibu. Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 45-. Diterima: November 2022 Disetujui: April 2024 Dipublikasikan: April 2024 PENUTUP Ada perbedaan yang signifikan nilai rata-rata skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan . ilai p=0,. Penyuluhan menggunakan grup Whatsapp bisa digunakan sebagai salah satu metode alternatif karena bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas dan tidak terbatas oleh jarak. Selain itu materi yang disampaikan jika berupa video dan gambar bisa didownload dan dilihat kapan saja. UCAPAN TERIMAKASIH