Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : April Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW: PERANAN GURU PAI DALAM PEMBINAAN AKHLAK MULIA PESERTA DIDIK Mustika Anggraini1. Dian Wulandari2 . Thoifahdini Chasanah3. Shokhibul Mighfar4 1 UIN Raden Mas Said Surakarta. Indonesia 2 UIN Raden Mas Said Surakarta. Indonesia 3 UIN Raden Mas Said Surakarta. Indonesia 4 UIN Raden Mas Said Surakarta. Indonesia Email: mstkanggraini@gmail. com 1, wulandian245@gmail. com 2 , thoifahdini@gmail. com 3, smighfar636@gmail. Received: 20-03-2025 DOI: Accepted: 15-04-2025 Published: 30-04-2025 Abstrak: Maraknya permasalahan pendidikan terkait rendahnya akhlak luhur siswa saat ini memicu munculnya sikap sewenang-wenang siswa terhadap guru dan lainnya. Hal ini dikarenakan banyak siswa yang pintar tetapi kurang bermoral. Peran guru, khususnya guru PAI, di sini sangat dibutuhkan dalam membentuk dan menumbuhkan akhlak luhur siswa agar dapat berperilaku sesuai dengan ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru PAI dalam menumbuhkan akhlak luhur siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR). Sumber data penelitian ini terdiri dari 6 artikel jurnal nasional yang diterbitkan pada masa rentan 2021-2023. Pencarian data dalam penelitian ini dilakukan melalui database Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sangat penting dalam menumbuhkan akhlak luhur siswa. Guru PAI tidak hanya memiliki tugas mengajarkan ilmu agama tetapi juga membimbing dan memotivasi siswa untuk menerapkan nilai-nilai moral dan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan peranan guru PAI dalam membina akhlak mulia siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni faktor pendukung dan penghambat, serta menekankan perlunya dukungan dari berbagai pihak, termasuk orang tua dan lingkungan sekolah dalam upaya membina akhlak mulia siswa secara efektif. Kata Kunci: Peran Guru PAI. Moral PENDAHULUAN Pembentukan akhlak di lingkungan sekolah kini sedang gencargencarnya dilakukan oleh pemerintah. Adanya program penguatan pendidikan karakter . menjadi salah satu contoh peran pemerintah melalui Kemdikbud dalam mengatasi permasalahan akhlak pada siswa. Dalam program p ini terdapat 5 nilai karakter utama yakni religious, nasionalisme, integritas, kemandirian dan gotong royong (Sukatin et al. , 2. Karakter pertama yang disebutkan dalam p adalah religious, dimana nilai dari karakter religious ini menyimbolkan hubungan keimanan seseorang kepada Allah Swt yang dapat ditunjukkan melalui perilaku taat terhadap aturan Menurut Fadhillah . akhlak merupakan hal penting yang dihasilkan Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : April Anggraini dkk. Systematic Literature Review Peranan Guru PAI dalam Pembinaan Akhlak Mulia Peserta Didik dari ajaran agama, dimana membentuk siswa yang berakhlak mulia disini adalah misi utama pembelajaran PAI. Hal tersebut sejalan dengan Hadis Riwayat Abu Daud. Tirmizi, dan Ahmad bahwa Rasulullah bersabda : AuOrang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang berakhlak paling muliaAy. Namun, kenyataannya masih banyak siswa di Indonesia yang memiliki masalah dan karakter yang buruk (R. Hidayat et al. , 2. Banyak siswa yang pandai tapi akhlak yang dimiliki kurang, sehingga semena-mena terhadap sesama siswa bahkan guru (Djazimi, 2. Beberapa contoh masalah yang sering terjadi yaitu kasus bullying, merokok, pornografi pertengkaran antar pelajar . , dan melanggar perintah guru (Nurhalim et al. , 2. Adapun faktor yang mendasari perilaku tersebut dapat berasal dari faktor internal yakni permasalahan pribadi dan faktor keluarga, serta faktor eksternal yang berasal dari lingkungan pertemanan dan lingkungan sekolah (Warasto. Lingkungan sekolah berpengaruh besar terhadap akhlak siswa, karena di lingkup sekolah pula siswa bergaul dengan teman-temannya (Herrin et al. , 2. Selain itu minimnya pengajaran terkait ilmu agama yang siswa terima juga menjadi penyebab akhlak siswa mengalami penurunan. Dalam menghadapi permasalahan penurunan akhlak siswa disekolah. Guru PAI perlu memiliki kemampuan untuk menginspirasi siswa agar mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan mereka, baik dilingkungan sekolah maupun dimasyarakat. Dengan kata lain guru PAI tidak hanya mengajarkan teori agama saja, tetapi juga membantu siswa menerapkan ajaran agama dalam tindakan nyata (A. Hidayat & Haryati, 2. Mengacu pada permasalahan tersebut, artikel ini disusun berdasarkan kajian pustaka dimaksudkan untuk menganalisis peranan guru PAI dalam membina akhlak mulia peserta didik. Diharapkan tulisan ini dapat dijadikan pedoman oleh peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Systematic Literature Review (SLR). Systematic Literature Review (SLR), sebuah pendekatan yang cermat dalam mengumpulkan dan mengevaluasi penelitian-penelitian yang relevan dalam suatu bidang studi tertentu. Dengan menggunakan metode SLR, peneliti dapat melakukan tinjauan yang sistematis dan komprehensif terhadap literatur yang ada. Penelusuran data dalam penelitian ini, dilakukan melalui database Google Schoolar. Sumber data yang digunakan terdiri dari 6 artikel jurnal nasional yang dipublikasikan dalam rentan waktu 2021-2023. Tahap pelaksanaan proses SLR dimulai dengan mengidentifikasi kata kunci yang relevan dengan penelitian yang akan diteliti. Selanjutnya, peneliti melakukan pencarian dan seleksi artikelartikel jurnal yang sesuai dengan kata kunci ini. Artikel-artikel yang telah terpilih kemudian dianalisis dengan cermat untuk mengevaluasi relevansi, metodologi, temuan, dan kontribusi mereka terhadap topik penelitian. Data artikel yang telah diperoleh, meliputi judul artikel, nama penulis, tahun terbit, nama jurnal, dan Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Anggraini dkk. Systematic Literature Review Peranan Guru PAI dalam Pembinaan Akhlak Mulia Peserta Didik hasil penelitian kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Dan pada akhirnya peneliti menarik kesimpulan, kemudian dijadikan satu dalam sebuah HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan analisis terhadap 6 artikel jurnal terkait peranan guru PAI dalam membina akhlak mulia siswa diperoleh hasil data yang disajikan dalam bentuk tabel berikut : Tabel 1 Hasil penelitian terkait peranan guru PAI dalam pembinaan akhlak mulia peserta didik Peneliti dan tahun Miharjurudin, 2022 Judul dan Nama Jurnal Peran Guru Agama Islam Dalam Pembinaan Akhlak Pada Siswa SDN 32 Kubu. BIKONS: Jurnal Bimbingan Konseling Fitria. Ahsanatul. Desy, 2021 Peran Guru PAI Dalam Pembentukan Akhlak Siswa Di SMP Negeri 2 Diwek Jombang. IRSYADUNA: Jurnal Studi Kemahasiswaan Saipul. Sulthon. Dewi, 2022 Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Akhlak Peserta Didik Kelas 5 Dan 6 Di SD IT Asy-Syamil Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Pembelajaran 20222023. UNISAN JOURNAL: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Hasil penelitian Pada SD Negeri 32 Kubu, peran guru PAI dalam membina akhlak siswa menggunakan metode keteladanan, nasehat dan pengawasan kepada siswa-siswanya Pada SMP Negeri 2 Diwek, peranan guru PAI dalam pembinaan akhlak siswa-siswinya menerapkan 5S baik kepada guru teman-temannya dikatakan baik. Pembentukan akhlak ini dilakukan dengan mengadakan kegiatan keagamaan seperti salat dzuhur berjamaah, membaca kitab suci Al-Qur'an. Istiqosah, memperingati hari besar Islam. Selain itu guru PAI juga menggunakan pembiasaan, dan demonstrasi dalam Guru PAI memiliki peranan penting dalam membentuk akhlak siswa. Dalam hal ini guru mengajarkan adabadab beribadah. memberikan contoh perilaku baik yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. akhlak mulia Rasulullah sebagai menggunakan metode pembelajaran dan membimbing siswa menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Anggraini dkk. Systematic Literature Review Peranan Guru PAI dalam Pembinaan Akhlak Mulia Peserta Didik Sugianto, 2022 Riza. Muhammad Endy. Fathi. Ahmad, & Yasmin, 2021 Ahmad Riza. Azhar, & Dwi, 2021 Peran Guru PAI Dalam Pendidikan Akhlak Peserta Didik di SMP N 3 Cukuh Balak. GUAU: Jurnal Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Peran Guru Pendidikan Agama Islam Sebagai Motivator Dalam Membentuk Akhlak Siswa Di MTs An-Najahiyyah. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan (JPPK. Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Akhlak Siswa Di SMP Negeri 2 Turen. VICRATINA: Jurnal Pendidikan Islam Dalam pendidikan moral di sekolah, guru memiliki peran yang sangat dominan, peran tersebut yaitu sebagai berikut: . Guru sebagai pembimbing. Guru sebagai model, . Guru sebagai penasihat. Guru Pendidikan Agama Islam di MTs An-Najahiyyah sudah berperan dalam pembentukan akhlak peserta didiknya. Dengan adanya peran guru sebagai motivator dapat menciptakan sekolah yang kondusif untuk membentuk akhlak siswa. Program-program yang dilakukan di sekolah tersebut dapat mendorong dan merubah akhlak siswa. Program-progam yang membiasakan perilaku sopan santun, menghargai dan menghormati orang lain, serta menjaga kebersihan yang dilakukan setiap hari jumat. Guru-guru di SMP Negeri 2 Turen Malang memiliki beberapa peran dalam membentuk akhlak siswasiswinya. Metode yang digunakan dalam membentuk akhlak siswanya Selain itu memberikan bimbingan melakukan absensi sholat jamaah, memberikan hukuman, memberikan nasehat, dan kegiatan keagamaan Pendidikan akhlak dan moral menjadi aspek kunci dalam pembentukan karakter siswa di berbagai tingkat pendidikan. Pembentukan akhlak peserta didik atau siswa dilingkungan sekolah tidak akan terlepas dengan adanya peran dari seorang guru, terutama guru PAI. Hal ini sesuai dengan singkatan dari guru yakni digugu dan ditiru, ia menjadi panutan siswa dalam melakukan segala hal terutama dalam mengajar dan mendidik (Haniyyah and Indana, 2. Adapun peran yang teramat penting guru dalam membina siswa agar memiliki akhlak mulia, nilai-nilai moral yang kuat, dan perilaku yang sesuai dengan ajaran agama diantaranya sebagai berikut: Guru sebagai Pembimbing Guru menjadi peran pengganti orangtua siswa dilingkungan sekolah dalam membimbing dan mengarahkan siswa agar tidak terjerumus dalam Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Anggraini dkk. Systematic Literature Review Peranan Guru PAI dalam Pembinaan Akhlak Mulia Peserta Didik perbuatan tercela. Guru sebagai pembimbing memiliki kewajiban untuk memecahkan suatu masalah yang tengah dihadapi baik mengalami kesulitan belajar ataupun permasalahan lain (Widiastuti, 2. Oleh karena itu guru perlu melakukan pendekatan kepada siswa agar dapat mengarahkan siswa kearah yang lebih baik. Guru sebagai Model atau Panutan Dalam proses pembelajaran guru memiliki peran yang cukup besar dalam membentuk akhlak mulia siswa, karena guru disini dijadikan model ajar atau panutan siswa dalam berperilaku dimana setiap gerak gerik guru pasti akan diperhatikan siswa. Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Heri Gunawan bahwa guru adalah orang yang dapat dijadikan panutan peserta didiknya. Pada mulanya anak akan meniru tingkah laku orangtuanya di lingkungan keluarga, namun ketika anak telah masuk dalam dunia pendidikan gurulah yang akan menjadi teladan atau contoh dalam bertingkah laku. Guru sebagai Penasehat Guru memiliki peran sebagai penasehat dalam membina akhlak mulia Dengan adanya nasehat tersebut diharapkan siswa mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu dalam menasehati siswa, guru tidak boleh menggunakan kata-kata yang kasar dan menghakimi, agar siswa tidak merasa mendapatkan tekanan. Namun guru harus memberikan nasihat yang baik dan menyentuh hati, serta perlu diulangulang agar dapat membentuk perilaku dan tindakan positif siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat Nur Uhbiyati dalam (Mashuri and Ummah, 2. yang menyatakan bahwa pembawaan yang ada dalam jiwa dapat terpengaruh oleh perkataan yang didengar. Guru sebagai Pendidik Guru menyampaikan ilmu kepada siswa tetapi juga berusaha membentuk dan membina akhlak siswa, sehingga memiliki kecerdasaan spiritual yang lebih matang. Hal ini didukung oleh pendapat H. M Arifin dalam (Muh Akib, 2. bahwa pendidik harus mampu menempatkan diri sebagai pembina dan pengarah siswa dalam mengembangkan bakat serta kemampuannya agar mencapai titik maksimal. Oleh karena itu dalam Islam untuk menjadi seorang pendidik tidak harus memenuhi kualifikasi akademis saja, namun ia juga harus memiliki akhlak terpuji. Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Anggraini dkk. Systematic Literature Review Peranan Guru PAI dalam Pembinaan Akhlak Mulia Peserta Didik Guru sebagai Motivator Guru disini memiliki tugas untuk merangsang dan memberi dorongan motivasi kepada siswa agar kembali bersemangat mengikuti proses Oleh karena itu untuk menumbuhkan semangat belajar siswa, guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, membantu siswa memahami dan mengembangkan potensi diri, menciptakan interaksi antara guru dan siswa yang positif. Disini guru dituntut kreatif untuk membangkitkan motivasi siswa, karena dengan adanya motivasi tuhjuan pembelajaran akan tercapai dan siswa mendapatkan hasil belajar yang optimal (Manizar, 2. Guru sebagai Evaluator Selain memerlukan ketrampilan mengajar, guru juga perlu mempelajari konsep serta teknik evaluasi secara mendalam agar dapat mengetahui disampaikan dapat dipahami, serta proses pembelajaran telah dilakukan secara optimal. Karena proses evaluasi merupakan aspek yang paling kompleks dalam pembelajaran maka guru harus menguasai kemampuan terkait teknik evaluasi, memahami karakteristik dari beberapa teknik evaluasi, serta prosedur pengembangan dan tingkat kesukaran soal dalam teknik evaluasi (Usman, 2. Guru PAI memiliki peran signifikan dalam membina akhlak siswa. Guru menerapkan metode keteladanan, nasehat, cerita, pembiasaan, dan demonstrasi untuk menginternalisasi nilai-nilai akhlak mulia, dan pengawasan. Menurut Arwani dan Jannah . cara dalam pembinaan akhlak pada peserta didik yakni melalui proses yang pembiasaan, keteladanan, latihan dan praktikum, perintah dan larangan, ganjaran, serta hukuman. Guru Pendidikan Agama Islam memainkan peran penting dalam pembentukan karakter. Mereka tidak hanya mengajarkan ajaran Islam, tetapi juga membimbing siswa dalam menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari. Para memperkenalkan mereka kepada adab ibadah . eperti shalat, puasa, dan sedeka. , dan memberikan contoh nyata ibadah yang baik dan benar. Para guru juga menekankan karakter Nabi Muhammad sebagai panutan dalam perilaku dan bersosialisasi. Selain itu, guruguru menggunakan metode pengajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan untuk lebih efektif melibatkan siswa. Guru secara umum berperan dalam terciptanya tingkah laku yang dilakukan dalam Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Anggraini dkk. Systematic Literature Review Peranan Guru PAI dalam Pembinaan Akhlak Mulia Peserta Didik situasi tertentu dan berhubungan dengan kemajuan tingkah laku yang dilakukan peserta didiknya (Usman, 2. Dalam pembinaan akhlak mulia peserta didik, ada beberapa faktor yang memperngaruhinya baik faktor penghambat maupun pendukung. Berikut ini faktor- faktor yang menghambat dan mendukung peran guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan akhlak mulia peserta didik : Faktor Pendukung Faktor-faktor yang mendukung peran guru antara lain peran teladan guru, fasilitas pendidikan untuk kegiatan pembiasaan, dan dukungan orang tua. Dengan menjalin kerjasama dengan orang tua, maka guru dapat memperoleh banyak informasi terkait karakter siswa, termasuk perkembangan mereka dirumah, dan dapat bekerjasama dalam mengawasi anak-anak mereka saat berada di lingkungan rumah (Efendi. Jika disekolah sudah diajari, maka tugas orang tua untuk mengawasi anak dirumah dengan pembiasaan-pembiasaan yang telah dilakukan dilakukan. Itulah pentingnya orang tua untuk mensinkronkan program-progam sekolah terkait proses pembentukan akhlak mulia Selain itu ada juga faktor internal seperti keinginan, kebiasaan, atau tekad siswa, serta faktor eksternal seperti lingkungan sekolah yang berperan dalam pembentukan akhlak mulia siswa. Faktor Penghambat Tantangan yang dihadapi adalah terbatasnya waktu guru dalam membina akhlak siswa, kurangnya disiplin siswa dan kecenderungan mereka untuk meremehkan atau mengabaikan nasihat yang diberikan oleh guru. Adapun faktor yang menghambat dalam membina akhlak siswa yaitu latar belakang siswa, karena dari latar belakang tersebut siswa sudah terbentuk kepribadian sebelumnya. Sehingga di sekolah hanya melanjutkan dan meningkatkan akhlak dalam diri siswa tersebut. Apabila dari latar belakang sudah terbentuk pribadi yang kurang baik, maka akan sangat berpengaruh dan menjadi penghambat dalam pembinaan akhlakul karimah siswa di sekolah (Aulia, et. Al, 2. Dengan munculnya hambatan diatas, dibutuhkan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Pertama, guru dapat memberikan teguran secara langsung kepada siswa yang melanggar peraturan. Kedua, guru rutin melakukan sosialisasi keagamaan kepada siswa. Ketiga, guru dapat mengadakan pertemuan perkembangan akhlak anak (Ultra, et all. , 2. Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Anggraini dkk. Systematic Literature Review Peranan Guru PAI dalam Pembinaan Akhlak Mulia Peserta Didik KESIMPULAN Guru PAI memegang peranan yang sangat penting dalam membina akhlak mulia siswa. Mereka tidak hanya mengajar ajaran agama tetapi juga membimbing dan memberikan motivasi kepada siswa untuk menerapkan nilainilai moral dan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan peranan guru PAI dalam membina akhlak mulia siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni faktor pendukung dan penghambat, serta menekankan perlunya dukungan dari berbagai pihak, termasuk orang tua dan lingkungan sekolah dalam upaya membina akhlak mulia siswa secara efektif. DAFTAR PUSTAKA