Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 538-544 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KITAB RISALATUL MAHID DALAM MENGATASI MASALAH HAID PADA SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN AN-NAHDALH IAINU KEBUMEN Annisa Alif Ihsani. Nuraini Habibah Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen email: ihsanialif7@gmail. Abstract This study aims to determine menstruation according to the Risalatul Mahid book and the implementation of Risalatul Mahid learning at the An-Nahdlah Islamic Boarding School (Islamic State Islamic Universit. in Kebumen. In this study, the researcher used a qualitative method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The subjects in this study were the caretaker of the boarding school, who is also a teacher of the Risalatul Mahid book, and female students. The results show that Risalatul Mahid learning was carried out using the bandongan and question-and-answer method, accompanied by religious habits such as reciting the Asmaul Husna before learning and praying the Kafarotul Majelis prayer at the end. The implementation of this learning has been proven to improve understanding of women's jurisprudence, although there are still obstacles such as differences in literacy skills in the yellow book and the passive attitude of some female Thus, this learning plays a significant role in fostering knowledge, discipline, and awareness of worship among female students. Keywords: Implementation of Risalatul Mahid Learning. Concept of Menstruation. Risalatul Mahid Learning Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui haid menurut kitab Risalatul Mahid dan implementasi pembelajaran kitab Risalatul Mahid di Pondok Pesantren An-Nahdlah IAINU Kebumen. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini yakni, pengasuh pondok sekaligus guru Kitab Risalatul Mahid dan santriwati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kitab Risalatul Mahid dilaksanakan dengan metode bandongan dan tanya jawab, disertai pembiasaan religius seperti pembacaan Asmaul Husna sebelum pembelajaran dan doa kafarotul majelis sebagai penutup. Implementasi pembelajaran terbukti mampu meningkatkan pemahaman fiqih kewanitaan, meskipun masih terdapat kendala seperti perbedaan kemampuan literasi kitab kuning dan sikap pasif sebagian Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 538-544 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Dengan demikian, pembelajaran ini berperan penting dalam menumbuhkan pengetahuan, kedisiplinan, serta kesadaran beribadah santriwati. Kata Kunci: Implementasi Pembelajaran Kitab Risalatul Mahid. Konsep Haid. Pembelajaran Kitab Risalatul Mahid PENDAHULUAN Ditengah kehidupan bangsa yang semakin kompleks ini, dunia pendidikan dituntut harus mampu menyajikan kurikulum yang makin beragam dengan kebutuhan zaman. Akibatnya, pembahasan materi fikih mendapat porsi yang terbatas dengan bahasannya yang cenderung global, sehingga kurang memberikan pemahaman yang spesifik dan detail. Demikian pula, masalah fikih yang berkaitan dengan siklus bulanan perempuan, yaitu haid. Haid bisa diartikan sebagai darah yang keluar dari kemaluan seorang wanita setiap bulannya sebagai bagian dari siklus alami wanita yang sehat, bukan karena sakit atau melahirkan. Lamanya haid maksimal 15 hari dan paling sedikitnya adalah 1 hari 1 malam, dengan masa suci minimal 15 hari. Di antara sekian banyak kitab dan kajian yang membahas fikih wanita. Risalatul Mahid karya KH. Masrukhan merupakan salah satu rujukan yang memiliki keunikan Kitab ini ditulis pada tahun 1956 sebagai respon atas minimnya kajian khusus tentang haid pada masa itu. Isinya membahas secara rinci persoalan haid, nifas, dan istihadhah, mulai dari definisi, hukum-hukum yang terkait, batas minimal dan maksimal masa haid, hingga aturan praktis tentang qadha salat serta mandi wajib. 3 Keunggulan kitab ini terletak pada gaya bahasanya yang sederhana, disertai penjelasan sistematis dan mudah dipahami, sehingga relevan untuk dijadikan pedoman dalam pembelajaran di pondok pesantren maupun di kalangan masyarakat umum. Tidak mengherankan bila kitab ini sampai Fatimah. Suhartono, , & Mahmudah. A Robust Approach to Analyzing the Factors Influencing Quality Education in Indonesia. The New Educational Review, 49, 77-90. 2 Muhammad Ardani bin Ahmad. Risalah Haid. Nifas & Istihadhloh (Surabaya: Al-Miftah Surabaya, 2. Shofiyatul Alimah. AuAnalisis Kitab Risalatul Maahid Karya Masruhan Ihsan dan Relevansinya dengan Materi Fiqih di Madrasah Ibtidaiyah,Ay Skripsi, 2021, 5. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 538-544 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. sekarang masih dijadikan rujukan penting dalam kajian rutinan, khususnya di kalangan Pondok Pesantren An-Nahdlah IAINU Kebumen merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang menjadikan Risalatu Mahid sebagai bahan ajar penting bagi Melalui metode bandongan dan tanya jawab, santriwati dibimbing untuk memahami konsep haid dan hukum-hukum yang terkait dengannya. Dengan adanya pembelajaran kitab ini, diharapkan mereka mampu mengamalkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, sehingga ibadah yang dilakukan menjadi lebih sahih dan sesuai dengan tuntunan syariat. Namun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan kendala, seperti perbedaan kemampuan literasi kitab kuning di kalangan santri serta rasa malu untuk membicarakan persoalan kewanitaan secara terbuka. Atas dasar problematika tersebut, penelitian ini difokuskan pada implementasi pembelajaran Risalatul Mahid dalam mengatasi permasalahan haid santriwati di Pondok Pesantren An-Nahdlah. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diketahui bagaimana pembelajaran dilaksanakan, sejauh mana kitab Risalatul Mahid dipahami oleh santriwati, serta apa saja kendala dan solusi yang ditemui. Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi para santriwati dalam meningkatkan kualitas dan menyadari pentingnya mempelajari Kitab Risalatul Mahid sebagai bekal dalam menghadapi persoalan haid dan kewanitaan. Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat melaksanakan ibadah secara lebih benar serta sesuai tuntunan syariat. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan ini dipilih untuk memahami fenomena secara mendalam mengenai implementasi pembelajaran kitab Risalatul Mahid dalam mengatasi permasalahan haid pada santriwati. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren An-Nahdlah yang berlokasi di Jl. Tentara Pelajar No. Kembaran. Kecamatan Kebumen. Kabupaten Kebumen. Provinsi Jawa Tengah. Waktu penelitian berlangsung selama tiga bulan pada tahun 2025. Subjek penelitian Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 538-544 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. ini adalah pengasuh dan santriwati Podok Pesantren An-Nahdlah. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan Observasi merupakan kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti kepada objek penelitian dengan tujuan untuk mengumpulkan seluruh data yang dibutuhkan. Wawancara merupakan percakapan antara pewawancara dan narasumber. Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mencatat dan mengelompokan suatu informasi dalam bentuk foto, gambar, tulisan atau catatan kegiatan pondok pesantren. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian berdasarkan teknik pengumpulan data secara kualitatif, menunjukan bahwa pembelajaran kitab Risalatul Mahid di Pondok Pesantren An-Nahdlah IAINU Kebumen berhasil mencapai tujuan pembelajaran dalam membekali santriwati dengan pemahaman yang mendalam mengenai kitab Risalatul Mahid khususnya tentang materi haid. Pembelajaran kitab Risalatul Mahid di Pondok Pesantren An-Nahdlah Pembelajaran kitab Risalatul Mahid di Pondok Pesantren An-Nahdlah dilaksanakan secara rutin setiap Ahad malam selama kurang lebih satu jam . WIB) di Masjid IAINU Kebumen dengan melibatkan 56 santriwati dari berbagai semester dan diampu oleh Dr. Maesaroh. Ag. Proses pembelajaran menggunakan metode bandongan, yaitu ustadzah membaca kitab kemudian menerjemahkan dan menjelaskan makna teks, sedangkan santriwati menyimak serta mencatat penjelasan tersebut. Selain itu, diterapkan pula metode tanya jawab, di mana santriwati diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang belum dipahami. Metode bandongan memiliki keunggulan dalam memberikan pemahaman yang menyeluruh, sedangkan metode tanya jawab memungkinkan interaksi dua arah sehingga santriwati dapat mengklarifikasi pemahaman mereka. Hasil observasi menunjukkan 4 Marlina Yetni. AuPeningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Model Guided Discovery Learning Dalam Materi Kerja Sama Pada Siswa Kelas V SD Negeri 133 Halmahera Selatan. AuJurnal Pendidikan Dasar 3, no. :59. Observasi pembelajaran kitab Risalatul Mahid di Pondok Pesantren An-Nahdlah, 12 Juni 2025. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 538-544 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. bahwa kombinasi kedua metode ini cukup efektif dalam menyampaikan materi fikih kewanitaan, karena mampu menumbuhkan minat belajar santriwati sekaligus melatih keberanian mereka untuk berdiskusi. Proses pembelajaran dilakukan dalam tiga tahap sistematis yakni pembukaan dengan pembacaan Asmaul Husna dan tawasul, kegiatan inti yang fokus pada penyampaian materi dengan contoh-contoh praktis kehidupan sehari-hari, dan penutup mengaplikasikan hukum-hukum fikih wanita dengan baik dalam kehidupan mereka. Konsep haid pada kitab Risalatul Mahid Konsep haid dalam kitab Risalatul Mahid di Pondok Pesantren An-Nahdlah dipelajari secara komprehensif dan terperinci untuk membekali santriwati dengan pemahaman yang tepat tentang hukum-hukum haid dalam Islam. Konsep haid didalamnya membahas berbagai aspek mulai dari: Definisi haid sebagai darah alami yang keluar dari rahim perempuan pada usia minimal sembilan tahun, bukan karena penyakit atau melahirkan. Batas minimal dan maksimal haid, yaitu satu hari satu malam hingga lima belas hari. Sifat darah haid, seperti warna hitam, merah, kuning, atau keruh, yang membedakannya dari darah istihadhah. Kewajiban ibadah yang berkaitan, seperti larangan salat dan puasa selama haid, serta kewajiban qadha setelahnya, termasuk mandi wajib untuk kembali suci. Pembelajaran ini sangat ditekankan karena berkaitan langsung dengan keabsahan ibadah seorang muslimah, seperti salat, puasa, dan membaca Al-Qur'an, sehingga penguasaan ilmu haid menjadi keharusan bagi setiap santriwati agar dapat menjalankan kewajiban agama dengan benar sesuai syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hasil wawancara dengan pengasuh pesantren menyebutkan bahwa kitab ini dipilih karena pembahasannya sederhana, menggunakan bahasa Jawa Pegon, dan mudah 6 K. Masruhan I. AuKitab Risalatul MahidAy Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 538-544 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. dipahami oleh santriwati yang masih pemula. Dengan demikian, kitab ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga pedoman praktis yang langsung dapat diterapkan oleh santriwati dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi pembelajaran kitab Risalatul Mahid pada santriwati di Pondok Pesantren An-Nahdlah Implementasi pembelajaran kitab Risalatul Mahid di Pondok Pesantren AnNahdlah memberikan dampak nyata bagi santriwati. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, santriwati menjadi lebih memahami cara menghitung masa haid, menentukan waktu suci, serta menjalankan kewajiban ibadah dengan benar, seperti mengqadha salat setelah selesai haid. Selain itu, pembelajaran ini juga membentuk sikap religius santriwati, seperti kedisiplinan dalam menjaga kebersihan diri, kesadaran terhadap tanggung jawab ibadah, serta keterbukaan untuk bertanya mengenai persoalan kewanitaan yang sebelumnya dianggap tabu. 9 Namun, masih ditemukan hambatan, misalnya sebagian santriwati merasa enggan membicarakan masalah kewanitaan secara terbuka karena faktor budaya dan rasa Secara keseluruhan, implementasi kitab Risalatul Mahid berhasil membekali santriwati dengan pemahaman fikih kewanitaan yang lebih mendalam, meskipun masih memerlukan penguatan dari sisi pendampingan dan pembiasaan praktik sehari-hari. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kitab Risalatul Mahid di Pondok Pesantren An-Nahdlah dilaksanakan secara terstruktur melalui metode bandongan dan tanya jawab yang dipandu langsung oleh Dr. Maesaroh. Ag. Kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap Ahad malam dengan melibatkan puluhan santriwati dari berbagai 7 Wawancara dengan Dr. Maesaroh. Ag. Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah, 20 Juni 2025 8 Observasi kegiatan belajar mengajar kitab Risalatul Mahid, 22 Juni 2025 9 Wawancara dengan santriwati Pondok Pesantren An-Nahdlah, 25 Juni 2025. 10 Hasil observasi diskusi santriwati, 29 Juni 2025. 11 Dokumentasi kegiatan pembelajaran kitab Risalatul Mahid di Pondok Pesantren An-Nahdlah IAINU Kebumren, 2025 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 538-544 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. semester, sehingga pembelajaran tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman belajar yang interaktif. Materi yang disampaikan dalam kitab Risalatul Mahid mencakup konsep haid secara komprehensif, mulai dari definisi, sifat darah, batas minimal dan maksimal haid, hingga ketentuan ibadah seperti larangan salat dan puasa, kewajiban qadha, serta mandi wajib. Dengan bahasa Jawa Pegon yang sederhana, kitab ini mudah dipahami oleh santriwati dan dapat langsung diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi pembelajaran kitab Risalatul Mahid terbukti memberikan dampak positif terhadap santriwati, khususnya dalam meningkatkan pemahaman fikih kewanitaan, menumbuhkan kedisiplinan, kesadaran beribadah, serta keterbukaan dalam membicarakan persoalan kewanitaan. Meskipun masih terdapat hambatan seperti perbedaan kemampuan membaca kitab kuning dan rasa sungkan sebagian santriwati dalam berdiskusi terbuka, secara keseluruhan pembelajaran kitab ini berperan penting dalam membekali santriwati dengan ilmu fikih kewanitaan sekaligus membentuk karakter religius yang tercermin dalam sikap tanggung jawab, kedisiplinan, dan ketaatan menjalankan syariat Islam. DAFTAR PUSTAKA