Peran Keluarga dan Pendidikan Formal dalam Perkembangan Pola Pikir dan Moral Anak Broken home Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 PERAN KELUARGA DAN PENDIDIKAN FORMAL DALAM PERKEMBANGAN POLA PIKIR DAN MORAL ANAK BROKEN HOME Prihatini Septi Dayani1*. Haryono2 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Sosiologi UniversitasSUltan Ageng Tirtayasa email: Prihatinisepti01@gmail. Abstrak Education is a broader process of increasing knowledge, insight and process of shaping a broader character and mind-set. Formal education can transform one's self into a more disciplined, know - the - rules and limditations of doing things. With formal education we can raise awareness of a thing that can sometimes lead one toward something that is wrong. Education can also help a person to become critical in his or her thinking. Education can help a person change his weaknesses into strengths. In the world of education there is a great deal of implied meaning and purpose, hope and goals to achieve. One dof the professions that play a major role in education is teachers. Teachers are a milestone in the success and development of education. Education is especially important for children who receive little love from their parents and for children who are victims of a parent's divorce. Keyword: Phenomenological Qualitative Study. Family. Broken home. Abstrak Pendidikan adalah suatu proses menambah pengetahuan, wawasan dan proses pembentukan karakter serta pola pikir yang lebih luas. Pendidikan formal dapat mengubah diri seseorang menjadi lebih disiplin, tau aturan dan batasan dalam melakukan berbagai macam hal. Dengan adanya pendidikan formal kita dapat meningkatkan kesadaran dan keyakinan terhadap suatu hal yang terkadang dapat menjerumuskan seseorang terhadap sesuatu yang salah. Pendidikan juga dapat membantu seseorang untuk menjadi kritis dalam pemikirannya. Pendidikan dapat membantu seseorang mengubah kelemahan menajdi kekuatan. Didalam dunia pendidikan ada banyak sekali makna yang tersirat dan tujuan, harapan beserta cita-cita yang harus dicapai. Salah satu profesi yang sangat berperan dalam dunia pendidikan adalah guru. Guru adalah salah satu tonggak dalam keberhasilan dan majunya dunia pendidikan. Pendidikan sangat penting terutama bagi anak-anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya dan bagi anak-anak korban perceraian orang tua. Kata Kunci: Studi Kualitatif Fenomenologis. Keluarga. Broken home. 83 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Peran Keluarga dan Pendidikan Formal dalam Perkembangan Pola Pikir dan Moral Anak Broken home Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 keungkinan besar disebabkan oleh bebrapa PENDAHULUAN Keluarga adalah unit terkecil dalam hal seperti sibuk bekerja sampai lupa masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga yang dinamakan seorang ayah dan beberapa berakhir dengan perceraian dan sebagainya. orang yang tekumpul dalam suatu tempat Keluarga yang broken home dapat dilihatdari dan saling seperti seorang anak, ibu, aka, dua aspek yang pertama, keluarga yang adik yang selalu bergantungan satu sama terpecah karena strukturnya tidak utuh sebab Keluarga merupakan kelompok kecil salah satu keluarga meninggal atau telah yang memiliki struktur yang memiliki fungsi Yang ke dua, orangtua yang tfidak bercerai tetapi struktur keuarga itu sudah generasi baru. Dalam berkeluarga tidak tidak utuh lagi karena ayah atau ibu sering sedikit problem yang bermunculan ada saja tidak dirumah dan tidak memperlihatkan perselisihan dan keributan antar anggota. hubungan kasih sayang lagi. Keluarga Probematika yang rentan terjadi biasanya broken home apat mepengaruhi tumbuh dan diakibatkan oleh perbedaan pendapat antara anggita yang satu dengan anggota yang keluarga, karena perkembangan anak dapat Karena semakin tinggi tingkat terganggu oleh masalah-masalah yang ada. Menurut saya keluarga adalah suatu tempat meningkat juga konflik yang akan dihadapi. yang penting untuk perkembangan seorang Perceraian anak dalam keluarga baik secara fisik, emosi, karena adanya kerugian terutama pada anak. spiritual dan sosial. Perceraian dapat diartikan bahwa rusaknya Anak-anak broken home yang kurang suatu unit keluarga atau retaknya suatu peran mendapatkan haknya sebagai seorang anak sosial saat satu atau beberapa anggota Perceraian perceraian orangtua lebih rentan melakukan dikenal dengan istilah broken home. Broken home dapat diartikan sebagai keluarga yang pendidikan formal sangat berperan penting retak, yaitu hilangnya perhatian-perhatian mendapatkan kasih sayang agar pola pikir kurangnya kasih sayang dari orangtua yang nya berkembang lebih maju dan moral nya 84 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Maka Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Peran Keluarga dan Pendidikan Formal dalam Perkembangan Pola Pikir dan Moral Anak Broken home Seseorang juga masih relatif tinggi karena banyak mendapatkan kasih sayang yang penuh dari pertengkaran terus menerus pasangan suami meninggalkan pihak yang lain. Jika kita gangguan mental, murung, berontak dan kaitkan engan virus yang beredar pada saat tidak berprinsip. Anak korban perceraian ini, tentu perekonimian turun karena banyak orang tua atau anak broken home juga sanagt sekali tenaga kerja yang terpaksa di phk dan rentan melakukan tindakan-tindakan seperti lain sebagainya. Para tenaga kerdja yang berprofesi sebagai buruh ataupun yang mabukan dan kenakalan-kenakalan remaja beragang seperti di pasar ataupun sebagai Tindakan-tindakan itu terjadi karena kaki lima juga perekonomiannya sangat adanya pola pikir yang apatis. Maka dari itu, terhambat karena diaakannya lockdown atau sudah seharusnya seorang ayah dan ibu menciptakan rumah tangga yang harmonis pedagang memiliki penghasilan yang lebih untuk kebaikan dan masa depan anak- sedikit dari biasanya. Perceraian secara langsung maupun tidak langsung sangat Karena Sehingga tindakan yang tidak diingan seperti, sulit berkembang dan tumbuh dengan baik akan berpengaruh terhadap menjadi seseorang yang berani, percaya diri anak, dampak langsung yang bisa dirasakan dan optimis. Lain halnya dengan anak-anak oleh seorang anak adalah adanya rasa broken home yang kurang mendapatkan kehingalan salah satu sosok orang tua yang kasih sayang, mereka akan lebih kurang setiap hari mereka jumpai. Mayoritas anak- percaya diri apalagi seorang anak yang anak atau remaja yang telahir ari keluarga broken home, anak-anak atau remaja yang benar-benar mendapatkan kasih sayang seutuhnya akan merasa lebih renadah diri. Badan Kependudukan dan Keluarga kesehatan mental jangka pendek seperti Inodnesia Berencana Nasional bahwa tahun 2013 . lampsikis seorang . alam Menurut peringkat tertinggi di Asia Pasifik dan pada 2. terdapat beberapa dampak terhadap tahun 2020-2021 perceraian di Indonesia anak yang lahir dari keluarga broken home 85 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Peran Keluarga dan Pendidikan Formal dalam Perkembangan Pola Pikir dan Moral Anak Broken home yaitu, penurunan akademik, kecenderungan keharusan bagi seluruh manusia, karena terpengaruh hal buruk, kualitas hubungan manusia dalam keadaan yang tidak berdaya yang rendah, mengalami pelecehan, seks sangat membutuhkan orang lain untuk merasa dibimbing. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 Fenomena sosial menunjukkan bahwa keluarga memiliki andil yang sangat besar dalam pembinaan generasi penerus. usaha sadar terencana untuk mewujudkan Secara geografis, historis dan kultural, suasana belajar dan proses pembelajaran Kajian Keluarga Pendidikan Nasional pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, perkembangan moral dan kompetensi anak, meskipun bukan satu-satunya faktor yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa Demikian halnya beberapa dan negara. Dasar pendidikan moral yang tepat pertama kali seharusnya dari pihak keluarga adalah sistem secara langsung yang keluarga terlebih dahulu terutama orang tua. dapat mempengaruhi perkembangan anak Dasar-asar moral biasanya tercermin dalam . eori sistem bioekologi Brofenbrenne. sikap dan perilaku orang tua sebagai teladan Secara eksistensi, manusia hidup dalam yang dapat dicontoh oleh seorang anak. Menurut Ki Hajar Dwantara rasa cinta, rasa membutuhkan pendidikan, yang pertamakali bersatu dan perasaan serta keadan jiwa yang pada umumnya sangat bermanfaat untuk selanjutnya lembaga sekolah, bahkan secara Penanaman masyarakat pada setiap bidang. Disinilah Pendidikan moral sejak dini sangatlah pentingnya pendidikan formal teutama bagi bermanfaat badgi perkembangan seorang mereka yang kurang memiliki hak pola asuh anak, agar mampu menjadi anak yang baik dimasa depan dan tidak terpengaruh oleh pergaulan luar yang sangat bebas. Dengan keluarDganya 86 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Peran Keluarga dan Pendidikan Formal dalam Perkembangan Pola Pikir dan Moral Anak Broken home adanya pendidikan moral bagi seorang anak orang yang mengalami pengalaman menjadi diharapkan dapat menjadi acuan dan tolak penelitian ini berjumlah tiga informan yaitu sehingga ketika sudah tumbuh menjadi siswa, tenaga kerja dan mahasiswa. Alasan seorang remaja dan sudah dewasa dapat saya mengambil data pada ketiga orang menjadi seseorang yang bertanggung jawab tersebut terpengaruh oleh pergaulan luar Informan Perilaku anak yang tidak sesuai diharapkan dapat menjadi acuan dan tolak Karena mampu menghadapi tantangan zaman yang Dengan perhatian, kasih sayang atau salah satu dari sehingga ketika sudah tumbuh menjadi orang tua yang tidak ikut berperan atau yang seorang remaja dan sudah dewasa dapat lebih parah tidak mendapatkan kasih sayang menjadi seseorang yang bertanggung jawab dan perhatian dari sosok ayah dan ibu dapat menjadikan seorang anak kehilangan salah mampu menghadapi tantangan zaman yang satu figur teladan yang seharusnya menjadi Perilaku anak yang tidak sesuai Karena Kedudukan orang tua sangatlah penting perhatian, kasih sayang atau salah satu dari dalam mengarahkan, memberi dasar-dasar orang tua yang tidak ikut berperan atau yang pendidikan dan kepribadian bahkan orang lebih parah tidak mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari sosok ayah dan ibu dapat perkembangan dan tata perlakuan anak. menjadikan seorang anak kehilangan salah satu figur teladan yang seharusnya menjadi METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan perspektif Kedudukan orang tua sangatlah penting kualitatif fenomenologis yang bertujuan dalam mengarahkan, memberi dasar-dasar untuk bisa memahami dan mempelajari serta pendidikan dan kepribadian bahkan orang mengungkap suatu fenomena yang khas yang ada dalam diri masing-masing individu. perkembangan dan tata perlakuan anak. Fenomena atau pengalaman ini secara umum sering terjadi karena perubahan sikap, sudut HASIL DAN PEMBAHASAN pandang, ataupun perilaku pada tiap-tiap 87 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Peran Keluarga dan Pendidikan Formal dalam Perkembangan Pola Pikir dan Moral Anak Broken home Berdasarkan analisis data melalui orang tua, karena seorang anak akan merasa wawancara, saya menemukan tiga episode putus harapan dalam mengejar cita-citanya yaitu episode sebelum broken home, episode ketika harapan mereka sendiri dihancurkan saat broken home dan episode setelah broken oleh kedua orangtuanya. Informan yang pertama atas nama VPM seorang siswa mewawancarai satu orang siswa, satu orang SMKN 1 Kota Serang yang masih duduk tenaga kerja dan satu orang mahasiswa. dibangku SMA kelas tiga sebagai anak Tabel 1. Episode dan Tema Umum Broken home Episode Tema Umum Sebelum broken Kondisikeluarga Hubungan Kehidupan Sosial Nilai-Nilai Makna Keluarga Saat broken Kondisi saat broken Dampak yang terjadi Setelah kondisi keluarga Dukungan Perubahan yang dialami Setalah broken Harapan di masa depan broken home menjelaskan bahwa hidupnya Pada baik-baik saja sebelum akhirnya dia sadar bahwa dia adalah seorang anak yang kurang kasih sayang dari orangtuanya. Dari kecil VPM tinggal bersama omah nya, ibunya sibuk bekerja sedangkan ayahnya tidak tahu Dari kecil bahkan sejak balitapun VPM tidak pernah tahu ayahnya siapa dan memberitahu VPM mengenai sosok ayahnya Kondisi keluarga dan hubungan dengan keluarga VPM saat dirinya masih walaupun tanpa figure seorang ayah, karena pada saat itu yang VPM tahu hanyalah main dan bermain. Tapi semakin hari dirinya wawancari hampir semua alurnya sama yang semkain beranjak dewasa dan semakin menyadari bahwa dirnya kurang kasih pendewasaan nya saja yang berbeda. Ada sayang dari seorang ayah. Waktu terus sebagian anak yang sangat ambisius dalam berjalan beban pikiranpun semakin hari mengejar goals dalam hidupnya ada juga semkain bertambah. Sampai pada akhirnya sebagian anak yang cukup apatis dalam VPM merasa ada perubahan dalam dirinya. Anak-anak yang apatis dalam Biasanya viera sangat dgembira tapi semakin kehidupannya disebabkan oleh perceraian umurnya bertambah sekain juga irinya Dari Informan 88 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Peran Keluarga dan Pendidikan Formal dalam Perkembangan Pola Pikir dan Moral Anak Broken home berpikir bahwa perjalanan hidup tidak semudah yang dbayangkan sangat sedih, ekstrakulikuler, larangan-larangan dari omah kesepian dan mulai merasakan overthinking dan ibunya membuat dirinya tidak cukup atau berpikir berlebihan. Konddisi VPM saat berkembang karena dalam keterampilannya dirinya merasakan kurang kasih sayang VPM tidak menkuni salahsatu bidangnya. menjadi seseorang yang sedikit berontak. Larangan-larangan bermain, tidak boleh berpacran dan tidak disebabkan oleh rasa kehilangan salah satu boleh tidur dirumah teman membuat dirinya bagian terpenting dihidupnya yaitu perhatian menjadi melakukan itu semua saat dirinya dari orangtua. Dampak yang terjadi pada saat tahu kalau ternyata irinya seorang anak yang VPM broken home adalah timbulnya sikap kurang kasih sayang cari orangtuanya. VPM VPM konddisi keluarga. VPM ditinggalkan oleh seorang ayah kepaa ibu beserta keluarganya ayahnya sejak masih didalam kandungan, namun seluruh pihak keluarganya tidak jadi Vpm benar-benar tidak memiliki figure memberitahu dirinya sama sekali tentang keberadaan ayahnya tersebut. Pada tahun pamannya dirumah. Selain sikap apatis 2020 kemarin ibunya menikah dengan dampak yang terjadi juga timbul rasa yang seorang pria tanpa sepengetahuan dirinya, kurang percaya diri dan kurang berani, ibunya memberitahu VPM ketika sudah menarik diri dan menutup diri dan sulit melaksanakan akad dan saat sudah sah. Pada mempercayai orang lain. VPM mengatakan bahwa tidak ada dukungan dari siapapun keberadaan ayah angkatnya karena sikap entah dari keuarga maupun dari teman- ibunya yang tidak berkomunikasi terlebih Dia mengatakan bahwa yang dulu kepaa dirinya. Sejak saat itu VPM jadi mendukung dirinya hanyalah dirinya sendiri lebih sering kabur-kaburan dari rumah, bukan orang lain apalagi keluarganya. VPM pacaran dan sering menginap dirumah juga mengatakan harapan dia dimasa depan temannya, itu semua disebabkan karena adalah menjadi seorang mahasiswa yang VPM berpendidikan tinggi dan memiliki rumah berkurang setelah menikah. Tapi semakin tangga yang harmonis. VPM adalah salah kesini semakin usianya bertambah dan pola satu seorang siswa yang semasa sekolahnya pikirnya bertumbuh dan berkembang VPM 89 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi VPM Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Peran Keluarga dan Pendidikan Formal dalam Perkembangan Pola Pikir dan Moral Anak Broken home Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 MAN jarang sekali pulang ke rumah, yang keberadaan ayah angkatnya walaupun bisa biasanya seminggu sekali menjadi dua dikatakan baru 50%. minggu sekali sampai akhirnya sebulan Informan yang ke dua adalah seorang Makna keluarga bagi MAN adalah tenaga kerja yang bernama MAN. Beliau bekerja di indomaret sejak tahun 2019. MAN sesungguhnya adalah keluarga yang utuh dan adalah anak terakhir dari dua bersaudara. Kejadian broken home dalam Dalam keluarganya tidak ada perceraian, keidupan MAN terjadi pada saat MAN hanya saja ayahnya menikah lagi dengan masih duduk dibangku sekolah kelas satu wanita yang dekat dengan tempat kerjanya MTS. Sebelum terjadinya keretakan dalam sehingga ayah dan istri yang keduanya sudah keluarganya. Angga adalah anak yang penurut dan periang serta optimis, namun saat dirinya mengetahui bahwa ayahnya tangga MAN adalah banyaknya perbedaan tidak setia dan menikah lagi dengan wanita pendapat dan hubungan jarak jauh antara yang lain yang dekat dengan tempat kerjanya ayah dan ibunya. Saat sebelum retaknya dampak yang diraskan MAN yaitu menjadi keluarga MAN, kondisi keluarganya sangat sosok yang pesimis, tidak percaya diri, apatis Setiap satu minggu sekali ayahnya dan melakukan hal-hal yang mebuatnya Pada saat dirinya menjadi seorang anak broken home. MAN jarang sekali bersama dirumah, menciptakan suasana yang pulang bisa sampai satu minggu tidak tidur begitu membahagaiakan dan menenangkan. MAN mencari kebahagiaan diluar Namun seiring berjalannya waktu ternyata kebahgaiaan didalam rumah. Pada saat dirinya menjadi korban brpken home tidak menjadi duka bagi MAN. Sebelumnya MAN ada yang mendukung dirinya samasekali. tinggal di daerah padarincang kabupaten Sehingga banyak sekali perubahan dalam serang bersama ibu dan kaka perempuannya dirinya, seperti perubahan fisik, perubahan sikap dan perilaku. Perubahan dari segi fisik yaitu tubuh yang tidak terurus, sikap dan Seiring berjalannya waktu ayah perilaku yang apatis, menjadi anak geng Penyebab laki-laki DVD kebahgaiaan-kebahagiaan 90 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi MAN Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Peran Keluarga dan Pendidikan Formal dalam Perkembangan Pola Pikir dan Moral Anak Broken home Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 motor dan malas bersekolah. Tetapi seiring walaupun pada dasarnya secara hukum tidak berjalannya waktu MAN semakin tumbuh diperbolehkan berpisah ketika seoarng istri dewasa dan pola pikirnya berjalan dengan dalam kondisi mengandung. Tapi karena yang awalnya menjadi seseorang yang pada tahun 1998 tidak begitu diwajibkan apatis sekarang sedikit memiliki emnpati menikah secara agama itu sudah bisa awalnya malas sekolah dan telihat seperti dibilang sah. IRW mendapat asi hanya 4 seseorang yang tidak memiliki semangat bulan saja karena ibunya terpaksa ke Jakarta hidup kini telah menjadi seseorang yang giat untuk bekerja. Selain itu rahma juga tidak bekerja, sedikit rajin dalam beribadah dan mendapat hak pola asuh dari ibunya karena bisa memandang dunia bahwa dirinya bisa ibunya sibuk bekerja dan IRW tinggal bangkit dari hal-hal yang telah membuatnya bersama nenek, paman dan bibinya dirumah. Harapan MAN dimasa depan adalah Setelah lahir ke duniapun IRW sama sekali bisa menciptakan rumah tangga dan keluarga yang harmonis dan memiliki prinsip bahwa ayahnya sama sekali tidak peduli. Untuk anaknya tidak boleh merasakan hal yang Saat Rahma tumbuh menjdi orang-orang Informan yang ke tiga adalah seorang seorang anak-anak yang menggemaskan mahasiswa UIN Maulana Hasanudin Banten Rahma sangat ceria, anaknya sangat sopan yang bernama IRW, sosok perempuan yang sekali dan baik hati. Walaupun IRW tidak sedari kecil tidak meiliki kasih sayang dari ibu dan ayahnya. Rahma sudaah ditinggal orangtuanya IRW sangat pandai sekali dalam ayahnya sejak dia masih kecil bahkan saat bertutur kata, disekolahpun dia sangat rajin IRW masih ada dalam kandungan. Pertikaian dan sangat berbakat. Dari kecil rahma sudah dalam keluarganya terjadi akibat pihak dari dituntut untuk hidup mandiri contohnya keuarga ayah IRW tidak menyukai istrinya seperti mencuci pakaian sendiri, berangkat atau ibunya IRW. Karena ibu IRW sakit hati sekolah sendiri dan melakukan hal-hal Saat IRW masuk SMP kondisinya menganggap anaknya yang ada didalam masih sama seperti dirinya duduk di sekolah kandungan akhirnya ibu IRW meutuskan dasar masih terasa menyenangkan. Waktu untuk tidak melanjutkan pernikahan tersebut, terus berjalan usia IRW pun semakin 91 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Peran Keluarga dan Pendidikan Formal dalam Perkembangan Pola Pikir dan Moral Anak Broken home Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 kegiatan disekolah Rahma juga terbiasa berkembang, semakin Rahma bertumbuh melakukan ibadah disetiap harinya, setiap dirinya semakin menyadari bahwa ternyata malam setelah menjalankan solat magrib dirinya kurang kasih sayang dari kedua IRW biasanya mengaji dan belajar. Memang Saat dirinya menyadari bahwa dari sejak kecil IRW sangat suka ikut nenek dirinya bagian dari korban keluarga broken nya pergi pengajian jadi ketika dirinya home kondisinya berubah, yang awalnya tumbuh menjadi seorang remaja IRW lebih IRW sangat ceria tapi ketika dirinya Ibu IRW sangat struggle sekali mengetahui dirinya anak broken home maka karena bisa menghidupi dan membiayai Rahma berubah menjadi seseorang yang sedikit pendiam. Dampak yang tejadi pada perguruan tinggi. Ibu IRW rela menjadi IRW yaitu, seringnya hilang fokus saat TKW ke Arab Saudi untuk memperbaiki belajar, mudah cemas dan gelisah, tidak IBu IRW sudah bertahun- berani mengungkapkan apa yang dirasakan, tahun menjai seorang TKW dan sudah kurang percaya diri, sensitive dan sulit bertahun-tahun percaya terhadap orang lain serta meiliki dirumah beserta orangtuanya dan anaknya. sikap apatis. Tapi IRW adalah seseorang IRW berharap bahwa dirinya dimasa depan yang sangat IRW Rahma adalah salah satu siswa menginspirasi orang-orang yang terlahir yang berprestasi semasa sekolahnya, saat sebagai anak broken home bahwa gagal di SMP dan SMA Rahma selalu mendapatkan didik bukan berarti akan gagal mendidik juara kelas. Rahma juga selalu mengikuti IRW sangat percaya bahwa dirinya perlombaan disetiap tahunnya dirinya sangat dapat membuktikan keseluruh dunia bahwa Orang-orang anak broken home bisa lebih maju dari terdekatnya adalah dukungan bagi dirinya. stetment-stetment masyarakat bayangkan. IRW setiap hari selalu menyibukan dirinya IRW mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur walaupun dirinya telahir dari mengikuti seni dan teater dan osis, karena bagi dirinya kehidupan diluar adalah oksigen lingkungannya sangat memotivasi dirinya bagi dirinya suatu kebahagiaan yang tidak untuk berkembang lebih maju disetiap dirinya dapatkan ketika dirumah. Selain Hal ini hampir sama dengan sebuah 92 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Peran Keluarga dan Pendidikan Formal dalam Perkembangan Pola Pikir dan Moral Anak Broken home studi literatur yang membahas mengenai Jika pengaruh pengasuhan orang tua terhadap kondisi psikologis anak yang di tinggalkan dalam keluarga. Hal tersebut memiliki didalam masyarakat. Struktural fungsional keseimbangan sistem dalam keluarga dan terhadap anak yang ditinggalkan. Hilangnya masyarakat yang juga memiliki keterkaitan peran orang tua terurama peran ibu dalam jawabnya sesuai peran dan kekudukannya. pengasuhan bagi anak, serta berpengaruh Nah didalam institusi keluarga, struktural terhadap keadaan psikologis anak dapat fungsional ini dapat dilihat pada pembagian membuat seorang anak menjadi keras kepala peran dan fungsi dalam keluarga, yang dana sedikit kasar . Dimana kekosongan dimana setiap anggota keluarga memiliki peran ibu dalam memberikan pengasuhan Contohnya ayah bertanggung jawab dalam masing-masing. yang lain, dan dapat terjadinya pergantian menghidupi keluarganya, ibu bertugas dalam peran dalam keluarga tersebut, dimana peran urusan domesti atau rumah tangga seperti mencuci, memasak, dan bertugas dalam dilakukan oleh ayah yang bekedudukan perawatan anak, dan anak juga memiki tugas sebagai kepala rumah tangga digantikan oleh ibu, dan sebaliknya peran perawatan anak dan pengasuhan yang seharusnya dilakukan membantu orang tua. Tetapi jika ada anggota oleh ibu dilakukan oleh ayah. Selain keluarga yang tidak dapat menjalankan tugas berpengaruh terhadap keadaan psikis anak dan tanggung jawabnya maka hal tersebut dapat menggangu anggota keluarga yang membangun indentitas sosial di masyarakat lainnya dan sistem dalam keluarga tersebuat selain itu juga dapat menimbulkan depresi, juga akan terganggu, karena hubungan antara tugas dan fungsi antar anggota keluarga satu sama lain saling terkait Setiap individu menemukan jati dirinya. keseimbangan sistem pada anggota keluarga dalam masyarakat memiliki nteraksi baik 93 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Peran Keluarga dan Pendidikan Formal dalam Perkembangan Pola Pikir dan Moral Anak Broken home Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 dengan individu yang satu maupun dengan masyarakat lainnya yang mana interaksi dan orang lain kearah positif. Disini peran poses ini terjadi karenasatu bentuk perhatian serangkaian perilaku yang diharapkan sesuai individu dalam keluarga dan masyarakat dengan posisi sosial yang diberikan. Yang yangmerupakan bentuk realitas sosial yang dimaksudkan posisi disini adalah individu sangat penting, bahkan semua teori sosial dalam masyarakat misalnya sebagai suami, berdasarkan pada asumsi-asumsi mengenai istri anak dan sebagainya. Tapi nyatanya hakikat manusia dan masyarakat, yang terkadang peran ini tidak dapat dijalankan dengan baik oleh masing-masing individu. cenderung kurang lebih mengarah pada Dan pada akhirnya anak yang terlahir dari positivitas atau humanistis. Struktur keluarga korban perceraian orang tua harus mencari dan pola interaksi yang bersifat terbuka dan jujur, selalu menyelesaikan konflik keluarga keluarga terbagi menjadi dua beberapa dengan baik, berpikir positif dan tidak menerka nerka atas pikiran pikiran negatif sosialisasi, fungsi ekonomi dan fungsi yang sering muncul secara tiba-tiba adalah suatu pola dan proses komunikasi yang baik. berhubungan erat dengan fungsi internal Untuk meminimalisir konflik seharusnya kekuatan bagi keluarga itu sendiri. Fungsi sempurna karena kunci keeratan hubungan afektif sangat berguna untuk pemenuhan adalah komunikasi. Seperti mengemukakan kebutuhan psikososial. Karena jika keluarga sesuai atau pendapat dan menyampaikannya telah berhasil melaksanakan fungsi afektif dengan jelas tanpa merasa tersinggung dan menyinggung, lalu salah satu pihak juga harus bisa saling mengontrol emosi dan meredam emosi, siap mendengarkan dan mendukung dan bisa saling menghargai. melakukan evaluasi atas kesalahan kesalahan Selain fungsi afektif ada juga fungsi sosialisasi, yang aman fungsi sosialisasi ini masing-masing Kekuatan Fungsi perubahan yang dilalui oleh individu yang 94 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi kemampuan potensi dan aktual dari seorang Fungsi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Peran Keluarga dan Pendidikan Formal dalam Perkembangan Pola Pikir dan Moral Anak Broken home ketahui bahwa tidak ada satupun orangtua Sosial'dimulai sejak manusia lahir dan yang menginginkan. ketimpangan dalam keluarga adalah tempat individu untuk Keberhasilannya orangtua yang menginginkan masalah dan perkembangan individu dan keluarga bisa tidak ada orang tua yang menginginkan dicapai melalui interaksi antar anggota perceraian dalam rumah tangganya. Pasti keluarga yang diwujudkan dalam proses kita semua sudah tahu bahwa mendidik Kare dengan adanya proses seorang anak susah susah gampang, tidak sosialisasi anggota keluarga bisa belajar bias disama ratakan. Banyak orang tua disiplin, belajar norma-norma, budaya dan menjadi orang tua tanpa persiapan yang perilaku melalui hubungan dan interaksi matang jadi kebanyakan orang tua menjadi Selanjutnya fungsi reproduksi yang orang tua yang berintikan pada nalurinya tujuannya itu untuk meneuskan keturunan dan menambahkan sumber daya manusia. menjadi seorang ayah atau ibu yang benar- Ada fungsi ekonomi yang bertujuan untuk benar mumpuni. Banyak orang tua yang mendidik anaknya seperti saat dirinya didik pada zaman dulu padahal pada kenyataannya sandang, pangan dan papan. Banyak nya zaman orang tua dengan zaman anak itu perceraian atau perselingkuhan dalam keluar salah satu penyebab terbesarnya ada dalam Contohnya jika zaman dulu teknologi tidak Banyak pasangan dengan secanggih saat ini maka penggunaan gadget penghasilan yang tidak seimbang antara saat dulu sangat kurang, berbeda dengan saat suami dan istri sehingga menjadi suatu ini yang mana penggunaan gadget sangat problem dan berujung perceraian. Yang meluap karena teknologi saat ini semakin terkahir ada fungsi pemeliharaan kesehatan. Berbicara mengenai peran orang tua disini keluarga juga sangat sangat berperan ibu dan ayah, yang mana seorang ibu itu penting karena untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan tumbuhnya anak-anak yang mana apabila Peran keluarga dalam memberikan jantung berhenti berdenyut maka orang itu tidak bisa melangsungkan hidupnya. Dari keluarga tersebut. Akan tetapi perlu kita perumpamaan itu kita bisa menyimpulkan 95 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Tidak Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Peran Keluarga dan Pendidikan Formal dalam Perkembangan Pola Pikir dan Moral Anak Broken home dengan keseimbangan antara sistem dan struktur yang ada di keluargadan masyarakat Pentingnya seorang ibu dapat kita lihat saat ibu memberikan susu agar anak tersebut bisa konflik bertentangn dengan teori struktural fungsional, dimana sosial konflik tidak menjadi pusat logistik memenuhi kebutuhan setuju dengan konsensus yang ditawarkan fisiologis agar anak tersebut meneruskan oleh masyarakat dan memandang konflik hidupnya dan seorang ibu dapat memberikan dan perubahan merupakan hal yang normal. kasih sayang lainnya perhatian perhatian Berdasarkan Begitupun peran seorang ayah, dilaksanakan pada tiga narasumber diatas karena dengan adanya peran ayah seoarng yang latarbelakang nya dari keluarga yang anak lebih berani menghaapi berbagai retak atau broken home bisa kita simpulkan macam hal terutama menghadapi dunia. Pada bahwa keluarga memiliki peran penting bagi intinya peran kedua orangtua sangatlah perkembangan seorang anak. Dampak yang penting dalam hubungan keluarga terutama dialami oleh anak saat kondisi keluarganya mendidik seorang anak. berubah adalah kecewa. Ketiga narasumber Sedangkan diatas memiliki proses yang berbeda menuju KESIMPULAN Keluarga adalah salah satu unit sosial Ada yang acuh taacuh dan terkecil dalam masyarakat. Yang mana ada juga yang sangat ambisius. Disinilah keluarga merupakantempat pertama dalam pentingnya pendidikan formal, karena kunci memulai kehidupan dan berinteraksi dengan utama untuk mereka yang kurang kasih sayang adalah Didalam pendidikan karakter dan anggotanya memiliki tugas dan fungsinya moral serta penanaman kereligiusan pada masing-masing dan setiap anggota tersebut seorang anak dan semua itu bisa didapatkan harus melaksanakan tugas dan fungsinya dialam sekolah ataupun dunia pendidikan. Dukungan lingkungan sekitar juga sangat berperan dilakukan, bahwa teori meluarga yang penting untuk tumbuh dan berkembangya seorang anak broken home. Seorang anak keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. yang latar belakangnya dari keluarga broken Seperti teori struktural fungsional berkaitan Anak-anak broken home yang kurang Berdasarkan 96 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Peran Keluarga dan Pendidikan Formal dalam Perkembangan Pola Pikir dan Moral Anak Broken home Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 mendapatkan haknya sebagai seorang anak percaya diri apalagi seorang anak yang mendapatkan kasih sayang seutuhnya akan perceraian orangtua lebih rentan melakukan Maka mendapatkan kasih sayang agar pola pikir nya berkembang lebih maju dan moral nya Seseorang mendapatkan kasih sayang yang penuh dari tindakan yang tidak diingan seperti, sulit gangguan mental, murung, berontak dan tidak berprinsip. Anak korban perceraian orang tua atau anak broken home juga sanagt rentan melakukan tindakan-tindakan seperti benar-benar merasa lebih renadah diri. pendidikan formal sangat berperan penting DAFTAR PUSTAKA