Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam e-ISSN: 2775-2933 Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Pada Proses Pembelajaran Elawati Manik1. Sahkolid Nasution2 . Solihah Titin Sumanti3 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan e-mail: manikelawati@gmail. com, sahkolidnasution@uinsu. id, solihah. sumanti@gmail. Submitted: 04-05-2023 Revised : 30-06-2023 Accepted: 18-07-2023 ABSTRACT. This article aims to find out how the teacher's pedagogical competence is in the learning process of Islamic religious education at the Muhammadiyah 09 Private Vocational High School in Medan. This type of research is qualitative research, with data sources taken from primary data sources, namely from the Principal. PAI Teachers, and Students, and secondary sources, namely obtained from documents and photographs related to Muhammadiyah Private Vocational School 09 Medan. Researchers act as participants. The data collection procedures are through observation, interviews, and documentation. And using data analysis in the form of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that: . The pedagogic competence of PAI teachers in the learning process is that teachers are able to . make lesson plans (RPP) well, . , teachers are able to carry out learning properly and correctly, . teachers are able to provide assessments on student learning processes and outcomes, and . teachers are able to supervise learning optimally. The PAI learning process, namely . the ability to understand students, . the ability to make learning designs, . Developing curriculum . the ability to carry out educational and dialogic learning, and . the ability to implement evaluation of learning outcomes. The obstacles of PAI teachers in the learning process are: the number of teachers and students is not directly proportional, and the result is an impact on the physical and psychological, namely fatigue when teaching children during busy hours. lack of supporting facilities and infrastructure provided by schools in the success of learning, environmental influences, and the less optimal role of parents in educating children at home. Keywords: Pedagogic Competence. Islamic Education Teachers. Learning Process https://doi. org/10. 31538/munaddhomah. How to Cite Manik. Nasution. , & Sumanti. Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Pada Proses Pembelajaran. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4. PENDAHULUAN Pendidikan adalah sebuah sistem yang komplek, dimana pendidikan tidak hanya berbicara tentang siswa tetapi juga tentang proses pembelajaran, media dan pendidik yang akan mendesain proses pembelajaran agar pelajaran dapat diterima siswa secara efektif. Maka guru dituntut untuk memiliki kompetensi yang menunjang kinerjanya. Setiap guru yang memiliki kompetensi akan menunjukkan kualitas dirinya secara tidak langsung dalam mengajar (Majid, 2. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai guru. hal yang berupa kompetensi ini dapat diperoleh diantaranya melalui pendidikan formal ataupun melalui hal-hal yang telah di alami sebelumnya (Marpaung et , 2. (Ismail. Zahrudin. Ruswandi, & Erihadiana, 2020. Karim. Kartiko. Daulay, & Kumalasari, 2. Dalam hal ini, kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya (Laili. Supriyatno, & Gafur, 2022. Ruhendi & Kosim, 2. Maka dari itu seorang guru haruslah terus mengembangkan kompetensi yang ada pada Pengembangan kompetensi dapat dilakukan dengan cara: . rajin membaca buku-buku pendidikan, . membaca dan menulis karya ilmiah, . mengikuti berita aktual dari media Elawati Manik1. Sahkolid Nasution2 . Solihah Titin Sumanti3 pemberitaan, . mengikuti pelatihan (Akbar, 2. Kompetensi pedagogik pada dasarnya adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik serta kemampuan penguasaan teoritis dan proses aplikasinya dalam pembelajaran (Tang. Wong. Li, & Cheng, 2. Kompetensi pedagogik merupakan kompetensi khas, yang akan membedakan guru dengan profesi lainnya dan akan menentukan tingkat keberhasilan proses dan hasil pembelajaran peserta didiknya (Illah. Mansur. Hidayatullah. Sariman, & Seena, 2. Kompetensi paedagogik bukan suatu hal yang tampak mudah bagi seorang guru. Dalam hal ini berkualitasnya guru harus di atas nilai rata-rata, dengan pencapaian melalui pembelajaran yang berkelanjutan dan tersistemik (Komariah & Nihayah, 2. Dengan kemampuan mengajar yang baik seorang guru dapat dijadikan sebagai kunci keberhasilan proses belajar mengajar. lain sisi, apabila guru tidak akrab dengan kompetensi ini, kecil kemungkinan bahwa berhasilnya suatu pembelajaran dapat diraih (Susanti. Wulansari. Harahap, & Hamengkubowono, 2. Oleh sebab itu, peningkatan mutu pendidikan berada di tangan para guru secara khusus selaku ujung mata pisau dalam proses pembelajaran di sekolah (Akmalia, 2. Kompetensi pedagogik ini ialah memenuhi semua sub kemampuan dan indikator kemampuan pendidikan, diantaranya mampu mengenali karakter anak didik, menguasai beberapa teori dan prinsip dasar pembelajaran, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), potensi yang senantiasa berkembang, komunikasi yang baik dan efektif, peduli, santun, melaksanakan evaluasi dari proses pembelajaran, penggunaan evaluasi dan hasil evaluasi untuk kepentingan refleksi pembelajaran (Depdiknas. Berdasarkan hasil observasi yang di lakukan ditemukan saat memasuki sekolah guru agama telah hadir sebelum siswa datang ke sekolah, mereka sudah dibiasakan disiplin oleh sistem di sekolah, karena saat mereka mampu mendisiplinkan waktu sesuai jadwal pembelajaran yang sudah diberlakukan, mereka akan mendapatkan tunjangan tambahan dari Majelis Dikdasmen . enyelenggara pendidikan dalam struktural Pimpinan Cabang Muhammadiyah Medan Sungga. Selain itu. Peneliti juga mengamati cara belajar yang diselenggarakan guru di ruang kelas, bahwa guru PAI sudah menjalankan tuppoksi . ugas pokok dan fungs. nya dengan baik, mereka mengajarkan materi Agama Islam dengan tersistematis sesuai dengan RPP, dan siswa sangat antusias menyimak dan mempelajarinya, hal ini dikarenakan guru menggunakan berbagai strategi dan tidak menoton sehingga siswa merasa senang dan sangat menikmati setiap proses pembelajaran yang diberikan. Kemudian peneliti juga menemukan bahwasannya adanya interaksi yang harmonis sesama guru PAI dan dengan siswa. Beberapa hasil penelitian yang relevan memaparkan bahwa pelaksanaan kompetensi pedagogik dalam proses pembelajaran berupa pengamatan dan pendekatan kepada peserta didik, mengembangkan silabus dan membuat perangkat pembelajaran di awal tahun pelajaran, menggunakan strategi diskusi kelompok, tutor sebaya, pendekatan lingkungan dalam pembelajaran, menggunakan LCD dan leptop, peserta didik mengikuti ekstrakurikuler yang ada di sekolah, melakukan penilaian berupa tes tertulis, tes lisan, tes perbuatan, dan portofolio (Wardani & Saring Marsudi, 2. Berjalannya beberapa program peningkatan kualitas belajar peserta didik baik melalui pembelajaran formal di jam sekolah maupun pembelajaran informal di luar jam sekolah atau pada sore hari dikarenakan guru PAI memiliki kompetensi paedagogik (Khairuddin. Aspek mampunya guru untuk merancang suatu gaya belajar diperlukan dalam mempertimbangkan cara unik belajar, ilmu pendekatan, model dan metode sesuai dengan yang dibutuhkan anak didik (Tamami, 2. Guru sudah memiliki kompetensi yang baik dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran sehingga hasil belajar yang di peroleh di sekolah ini juga meningkat (Magdalena. Septiani. Ilmah, & Faridah, 2. Upaya dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru diantaranya: seminar, workshop, pelatihanpelatihan, (MGMP) dan melanjutkan pendidikannya pada jenjang yang lebih tinggi yaitu ke jenjang S2 (Safitri, 2. Pengajaran IEET menggunakan berbagai pendekatan, metode, dan teknik pengajaran dalam merencanakan pengajaran praktik keagamaan yang efektif (Hussin. Noh, & Tamuri, 2. 660 Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Pada Proses Pembelajaran Berdasarkan pemaparan di atas, artikel ini bertujuan untuk melihat secara spesifik akan pentingnya guru yang berkompeten dalam mengajar peserta didik untuk mencerdaskan anak bangsa melalui materi Pendidikan Agama Islam yang mereka peroleh di sekolah. Artikel ini berharap dapat memudahkan para guru PAI untuk mengembangkan proses pembelajaran melalui kompetensi pedagogik guru di SMK Swasta Muhammadiyah 09 Medan. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif. Informan penelitian ini yaitu kepala sekolah, wakasek bidang kurikulum, wakasek bidang kesiswaan, sebagian guru SMK Swasta Muhammadiyah 09 Medan, guru PAI sebanyak 2 orang dan siswa di SMK Swasta Muhammadiyah 09 Medan. Adapun data sekunder berupa RPP. Multimedia. Sumber dan bahan ajar pembelajaran, serta buku dan dokumen lainnya yang digunakan untuk menguatkan hasil temuan di lapangan agar data tentang problema yang dialami oleh pendidikan dan peserta didik dapat terungkat secara utuh. Untuk memperoleh data beserta informasi, menggunakan alat pengumpulan data seperti interview/wawancara, observasi dan dokumentasi serta studi literatur. Infromasi yang telah diperoleh dari wawancara kemudian disusun menjadi bentuk catatan lengkap yang didukung dari hasil observasi dan dokumentasi. Setelah itu, teknik analisis data berpedoman pada konsep Milles & Huberman (Sugiyono, 2. yaitu data reduction, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data yang telah direduksi ialah data yang memberikan gambaran yang tajam mengenai hasil pengamatan peneliti terkait dengan kompetensi paedagogik guru PAI. Kemudian dilakukan penyajian data secara sistematis kedalam bentuk teks naratif agar dapat memberikan kemudahan untuk menarik kesimpulan yang sifatnya sementara agar kesimpulan yang objektif mudah didapatkan. Untuk pengujian keabsahan data dilakukan dengan memperpanjang masa observasi, triangulasi, dan pengamatan secara bersama, dan mengadakan member and check agar informasi yang diperoleh dapat digunakan dalam penelitian sesuai dengan apa yang dimaksud informan (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Proses pembelajaran PAI di SMK Swasta Muhammadiyah 09 Medan Perencanaan awal dengan melakukan penyusunan RPP setiap awal tahun pelajaran dengan mengikuti panduan dari workshop cara penyusunan RPP yang baik dan benar. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar disesuaikan dengan Kurikulum 2013, sementara komponen lainnya dikembangkan sendiri oleh guru berdasarkan potensi dan sumber daya yang dimiliki. Pada saat wawancara dengan Bapak Bambang Permadi, ada beberapa komponen RPP yang dimodifikasi di bagian tekhnis sesuai dengan kebutuhan sekolah, dan modifikasi tersebut bukan menghilangkan kompenen yang tertuang pada ketentuan penyusunan RPP, melainkan modifikasi tersebut hanya dilakukan pada: . Media pembelajaran menggunakan LCD, kartu, pohon ilmu dengan media kertas, dan lain-lain. Alat pembelajaran seperti: papan tulis dan jaringan internet. Sumber belajar berasal dari buku paket agama Islam dan Budi Pekerti, buku LKS, dan buku-buku lain. Kegiatan modifikasi pada komponen RPP tersebut dilakukan karena tidak semua sekolah sempurna dalam artian memiliki kelengkapan sarana dan prasarana, terlebih mata pelajaran Pendidikan Agama Islam itu memiliki ketersediaan jam pembelajaran yang bisa dikatakan tidak Maka kepala sekolah memberikan hak akses kepada guru Pendidikan Agama Islam untuk memodifikasi RPP, yang terpenting tidak lari dari target yang tersedia dalam kurikulum Hasil wawancara dengan salah satu guru PAI memaparkan bahwa: AuPenentuan model pembelajaran tergantung dari materi yang akan kita bahas. Yang pertama pada materi yang kita bahas, kemudian yang kedua keadaan/kondisi kelas. siswasiswanya bagaimana, baru kita bisa menentukan model pembelajaran, karena tidak semua kelas dapat diajarkan dengan model pembelajaran yang sama, tergantung pada potensi rataMunaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. 659-668 661 Elawati Manik1. Sahkolid Nasution2 . Solihah Titin Sumanti3 rata anak di kelas. Dari potensi itu baru kita bisa jadikan acuan dalam menentukan model atau metode pembelajaranAy. Pak Hamdai menambahkan, pembelajaran agama selama ini masih banyak menggunakan metode ceramah, beliau mengatakan: AuMetode yang paling ampuh adalah metode ceramah pada awal pelajaran minimal 5 . menit agar suasana bisa kondusif. Beliau menambahkan, metode dalam satu materi pelajaran bisa terdiri dari beberapa metode, jadi pintar-pintarnya guru menyesuaikannya di kelasAy. Ibu Suriati Sirait Selaku Guru PAI juga memberi komentar bahwa: Ausaya biasa menambahkan sumber belajar untuk melengkapi materi yang disampaikan. sebelum melaksanakan pembelajaran biasanya beliau membuat atau menyusun silabus sesuai dengan kurikulum, serta merancang rencana pembelajaran yang sesuai dengan silabus untuk membahas materi ajar agar peserta didik dapat mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan serta mengikuti urutan materi pembelajaran dengan memperhatikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Ay Setelah pembelajaran dilaksanakan, maka dilakukan evaluasi belajar. Penilaian hasil belajar mengikuti kriteria yang berlaku, mulai dari penilaian harian, mingguan, bulanan, bahkan UTS dan UAS pun ada proses penilaian yang terstruktur dan massif. Saat mengobservasi proses penilaian hasil belajar tersebut peneliti melihat: . Guru menilai siswa dari attitude . , knowledge . , dan soft skill . , . Proses penilaian dilakukan berkala, yakni mulai dari ulangan harian, mingguan, bulanan. UTS dan UAS. Mutu pembelajaran Agama Islam di SMK Muhammadiyah 09 Medan dapat ditingkatkan, ada beberapa evaluasi yang terus diadakan oleh jajaran sekolah dengan departemen agama, melalui pertemuan diklat antara penyelengara sekolah, guru dan depag yang diselenggarakan setiap 6 bulan, serta pertemuan ini merumuskan setiap pembelajaran yang berkualitas harus dilakukan pengawasan baik secara internal maupun eksternal. Tabel 1. Proses pembelajaran PAI di SMK Swasta Muhammadiyah 09 Medan Proses yang dilakukan Perencanaan Pelaksanaan Penilaian Pengawasan Aksi menyusun RPP dimana kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar menyesuaikan dengan format K13, sedangkan komponen lainnya dilakukan pengembangan oleh masing-masing guru satu minggu 3 jam pelajaran, dua kali tatap muka . menit dan 45 meni. dilengkapi LCD di setiap ruang kelas dan juga jaringan wifi pada kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan nilai KKM 80. Penilaian sikap diambil melalui observasi di kelas dan di luar kelas, sementara penilaian pengetahuan diambil melalui tes dan juga ulangan, baik itu ulangan harian. UTS dan juga UAS, sedangkan keterampilan diambil melalui peraktek oleh Kepala Sekolah dengan memeriksa dokumen mengajar dan kunjungan kelas, sementara Pengawasan dari Depag melalui kunjungan kelas dan diskusi tiga bulan sekali Kompetensi pedagogik guru PAI pada proses pembelajaran . elum di bac. Kompetensi paedagogik yang dimiliki tiap guru PAI di SMK Swasta Muhammadiyah 09 Medan sudah baik. Hasil wawancara bersama kepala sekolah Bapak Fadhli Hazmi Arifin. ST. AuGuru PAI disini mempunyai kompetensi yang baik dan selalu ada peningkatan, hal ini mungkin karena banyak pengalaman yang dimilikinya dalam bidang mengajar. Untuk 662 Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Pada Proses Pembelajaran meningkatkan kualitas pembelajaran Agama guru dituntut untuk memiliki kompetensi Ay Sesuai hasil wawancara di atas, beliau menjelaskan ada kompetensi pedagogik yang harus dimiliki oleh seorang guru yang profesional, kompetensi yang harus dimiliki itu seperti kemampuan untuk memahami peserta didik. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh guru PAI ketika memahami karakter peserta didik seperti: AuDalam memahami peserta didik saya melihat dari karakteristik peserta didik dan Dalam pembagian kelompok melakukan pemilihan secara acak dengan mencampurkan siswa yang tingkat kecerdasannya tinggi dengan siswa yang tingkat kecerdasannya biasa saja, guna peserta didik yang ber IQ tinggi bisa membantu peserta didik yang yang lain agar mudah dalam memahami pembelajaran. Untuk siswa yang mengalami kesulitan belajar saya mendekatinya dan menjelaskan ulang materi agar peserta didik tersebut memahaminya. Selain itu, saya juga mengadakan belajar tambahan . untuk siswa yang ber IQ rendah. Tujuan diadakan les tambahan untuk bisa mengetahui penyebab IQ peserta didik itu rendah dan bisa mengatasi Kemudian mengamati tingkah laku peserta didik selama berada di lingkungan sekolah. Menurut beliau perilaku peserta didik berbeda-beda, namun walaupun demikian pendidik selalu berusaha untuk tidak membeda- bedakan mereka dalam hal pemberian fasilitas belajar. Jika ada peserta didik yang memiliki karakter kurang baik, maka ada perhatian khusus untuk memperbaiki karakteristik anak tersebutAy. Selain itu, kepala sekolah juga memaparkan bahwa: AuDalam memahami peserta didik, guru PAI disekolah ini memberikan perhatiannya kepada siswa-siswi secara menyeluruh baik mengamati di dalam kelas pada saat proses belajar mengajar berlangsung maupun mengamati di lingkungan sekolah. Ay Dalam mengelola kelas guru PAI sangat perfect dalam mengajarkan materi pembelajaran kepada siswa, karena baginya keberhasilan seorang guru yang professional itu terjadi bila tujuan pembelajaran berhasil dicapai dan dipraktekkan oleh siswanya. Adapun kesesuaian yang disampaikan oleh Kepala Sekolah dengan yang peneliti amati saat guru mengelola pembelajaran di kelas sebagai berikut: . guru memasuki kelas dengan terlebih dahulu mengucap salam. guru mengabsen hadirnya siswa. guru memberi apersepsi terlebih dahulu dengan mereview pembelajaran pendidikan agama islam sebelum melanjutkan materi selanjutnya. guru memperankan dirinya sebagai penceramah, namun lebih sering melakonkan dirinya sebagai fasilitator, dengan terlebih dahulu mengelompokkan siswa. guru memberi materi, kemudian didiskusikan oleh setiap kelompok. siswa mempersentasikan hasil kelompoknya. guru mengevaluasi setiap kelompok. guru menyimpulkan hasil kelompok yang mereka sajikan. guru menutup pertemuan dengan memberikan kuis dan hadiah. Wawancara dengan salah seorang guru PAI. Pak Hamdani juga mengungkapkan bahwa: AuDalam pembelajaran saya menjelaskan materi secara rinci dan jelas dan menggunakan bahasa yang santai dan luwes agar peserta didik memahami apa yang disampaikan oleh beliau, beliau juga menggunakan metode pembelajaran untuk menunjang proses belajar mengajar agar peserta didik tidak bosan ataupun jenuh pada saat pembelajaran Biasanya metode yang paling sering saya gunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi dan demonstrasi, tak lupa juga saya memberikan contoh secara langsung dan sesuai dengan isi materi dan dikaitan dengan kehidupan sehari-hari. Saya juga menggunakan media pembelajaran dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang tersedia di lingkungan sekolah, dalam penggunaan media biasannya menyesuaikan dengan materi yang disampaikan. Sebelum pembelajaran selesai saya biasanya memberikan Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. 659-668 663 Elawati Manik1. Sahkolid Nasution2 . Solihah Titin Sumanti3 penguatan kepada peserta didik dengan berupa memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi guna untuk memastikan peserta didik telah memahami materi yang sudah diajarkanAy. Hambatan Guru PAI ketika proses pembelajaran berlangsung Bagi seorang guru dalam menjalankan aktivitas pembelajaran setiap harinya tentu saja tidak melewati adanya hambatan. Tentu saja hambatan ini selalu muncul ketika proses belajar mengajar Tak terkecuali guru PAI di SMK Swasta Muhammadiyah 09 Medan, pasti memiliki sederetan hambatan sebagai berikut: . Faktor Internal, termasuk kelelahan dalam mengajarkan ilmu Agama Islam kepada anak didik. Kemudian sarana prasarana pendukung belum sesuai untuk suksesi PBM dalam mencapai output pembelajaran. Alokasi jam pelajaran pendidikan agama Islam yang relatif sedikit dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Faktor Eksternal, yaitu kurang maksimalnya dukungan orang tua terhadap keberhasil PBM dan adanya pengaruh lingkungan. Dalam upaya mengimplementasikan atau meningkatkan kompetensi pedagogik, guru agama Islam mestinya harus didukung dengan sarana yang memadai. Apabila sarana pendukung kurang lengkap, maka proses belajar pun akan terkendala. Seperti alat peraga yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Contohnya KaAobah untuk materi Haji dan Umrah dan lain Menurut hasil wawancara dengan beberapa orang guru pendidikan agama Islam di SMK Swasta Muhammadiyah 09 Medan kendala yang dihadapi dalam penerapan kompetensi pedagogik yaitu: minimnya sarana pendukung yang disediakan oleh sekolah dalam mensukseskan pembelajaran, pengaruh lingkungan, dan kurang optimalnya peran orang tuan dalam mendidika anak di rumah. Pembahasan Kegiatan pembelajaran PAI di sekolah diselenggarakan melalui mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti. Proses pembelajaran ini dilakukan melalui 4 . tahap kegiatan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, penilaian proses dan hasil belajar, serta pengawasan. Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Kemudian dalam penyusunan RPP, guru juga diberi wewenang untuk memodifikasi tanpa mengurangi susunan yang sudah ditentukan dan modifikasi lebih bersifat tekhnis yaitu pada proses pembelajaran berlangsung yang disesuaikan dengan kondisi kelas, contohnya pada bagian media pembelajaran yang di dalamnya ada LCD, kartu, dan lain-lain. Adapun pelaksanaan pembelajaran di SMK Swasta Muhammadiyah 09 Medan sesuai alokasi waktu tatap muka yaitu 40-45 menit, antara 8-9 rombel, dan rasio buku teks pelajaran dengan perbandingan 1:1. setiap tingkat kelas dengan jumlah peserta didik antara 30-32/rombongan bealajar. Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP yang disusun, meliputi: kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup, yang dijabarkan dalam Permendikbud No. 22 Tahun 2019. Dalam pelaksanaan pembelajaran, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru, yaitu: pemilihan model, metode, media, dan sumber belajar yang sesuai (Akmalia & Kurnia, 2. Oleh karena itu, guru PAI harus secara terus menerus belajar, memodifikasinya bila diperlukan dan secara berkelanjutan meningkatkan kompetensi yang dimiliki, meliputi: kompetensi pedagogis, profesional, personal, sosial, dan kepemimpinan (Marpaung et al. , 2. Adapun penilaian yang dilakukan oleh guru PAI di SMK Swasta Muhammadiyah 09 Medan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, meliputi:. aspek pengetahuan dengan tes, ulangan, dan tugas, . aspek keterampilan dengan praktek dan observasi saat diskusi, dan . aspek sikap dengan observasi di kelas dan di luar kelas. Proses pembelajaran PAI di SMK Swasta Muhammadiyah 09 Medan diantaranya: . Pemahaman terhadap peserta didik, dimana seorang guru akan layak menyandang prestasi pedagogiknya jika guru tersebut mampu memahami peserta didiknya, apa yang dibutuhkan peserta didiknya, lebih peka terhadap kegelisahan peserta didiknya dan lain sebagainya. Guru pendidikan agama Islam SMK Swasta Muhammadiyah memahami betul kebutuhan peserta didiknya, sehingga guru bisa mencari berbagai formulasi untuk mengatasi segala persoalan peserta didiknya. 664 Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Pada Proses Pembelajaran Merancang pelaksanaan pembelajaran (RPP), dimana sebagai guru yang bermutu, guru akan mematangkan pembelajaran yang diawali dengan merancang terlebih dahulu pembelajaran yang tersistematis, dan Guru pendidikan agama Islam di SMK Swasta Muhammadiyah sudah melakukan itu dengan baik. Mengembangkan kurikulum, dimana Guru pendidikan agama Islam SMK Swasta Muhammadiyah 09 Medan sudah bisa melakukan pengembangan kurikulum karena mereka pro aktif dalam mengikuti pelatihan kurikulum 2013. Sehingga dengan pro aktif tersebut, guru berhasil menjalankan tugasnya untuk mendidik peserta didik sesuai yang ditargetkan oleh sekolah, masyarakat dan pemerintah. Melaksanakan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, dimana Guru pendidikan agama Islam di SMK Swasta Muhammadiyah 09 Medan mendidik dan selalu melakukan dialog terbuka kepada siswanya, agar antara guru dan siswa tidak ada problem dan antar siswa dan guru seperti ayah dan anak yang saling membutuhkan antar satu dengan yang . Mengevaluasi hasil belajar, dimana sudah merupakan tugas guru SMK Swasta Muhammadiyah 09 Medan yang profesional dan bermutu dengan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, yaitu memberikan nilai terhadap hasil belajar siswa selama mereka menimba ilmu, bersikap di sekolah. Pengawasan terhadap kinerja guru harus terus dilakukan secara berkala agar performa guru dapat selalu terjaga dan terjadi perbaikan secara terus menerus, terutama untuk menghadapi perubahan yang terjadi dalam sistem pendidikan, seperti: perubahan yang disebabkan oleh perubahan kurikulum, perubahan peraturan pemerintah, dan perubahan dalam masyarakat (Hasanah. Basalamah, & Farida, 2022. Micomonaco & Espinoza, 2. Pemahaman terhadap peserta didik merupakan salah satu kompetensi pedagogik yang harus dimiliki oleh seorang guru. seorang guru yang halal itu adalah guru yang benar-benar memahami peserta didiknya, karena peserta didik itu beragam kemampuannya (Sari. Purba. Umayroh. Munawaroh, & Akmalia, 2. Ramayulis (Ramayulis, 2. , beliau mengungkapkan bahwa proses pembelajaran akan membaik bila guru mengerjakan dan mengaktualisasikan rencana pe-laksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam dengan baik pula, dengan mengacu pada komponen-komponen yang terdapat dalam RPP. Pembelajaran harus berangkat dari proses dialog antara pendidik dengan peserta didik sehingga melahirkan pemikiran dan komunikasi (Mulyasa, 2. Pembelajaran pada hakikatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungan, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik. Proses dalam pembelajaran meliputi tes awal, proses atau kegiatan inti, dan tes akhir (Mulyasa, 2. Evaluasi yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Islam dengan cara memberikan pertanyaan pada saat proses belajar mengajar, memberikan tugas, dan ulangan harian (Pratiwi, 2. Hambatan proses pembelajaran yang dialami oleh SMK Swasta Muhammadiyah 09 Medan merupakan hal yang lazim terjadi karena hambatan itu sudah ada sejak dahulu dan sudah terjadi di rata-rata sekolah, bahkan hambatan ini sesuai dengan teori Kusdiana (Kusdiana, 2. bahwa deretan hambatan proses pembelajaran pendidikan agama Islam itu terjadi karena disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Ada beberapa hambatan, dan itu merupakan tantangan bagi SMK Swasta Muhammadiyah 09 Medan dalam upayanya untuk meningkatkan kompetensi profesional para gurunya tersebut, dengan selalu meningkatkan pengelolaan dan pengembangan SDM. Karena pengembangan SDM merupakan dimensi penting dalam proses pembangunan nasional yang saling berkaitan dengan pembangunan di sektor pendidikan, di mana dari waktu ke waktu persyaratan guru ideal senantiasa berubah, sehingga pertumbuhan profesionalnya harus terus menerus dirangsang. Adanya pengaruh lingkungan yang sangat besar memberikan dampak terhadap siswa, dan terakhir adalah kurangnya dukungan orang tua terhadap hasil PBM (Proses Belajar Mengaja. yang sudah dilakukan oleh guru pendidikan Agama Islam (Syahbudin. Basir. Karim, & Barni, 2022. Zadeh. Freeman, & Golombok, 2. Dengan adanya hambatan tersebut pada era globalisasi yang semakin massif ekstensif ini, tanpa adanya perbaikan sarana dan prasarana dan sumber daya manusia yang berkualitas, maka suatu lembaga akan mengalami ketertinggalan dan memiliki posisi yang tidak kuat di mata masyarakat. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. 659-668 665 Elawati Manik1. Sahkolid Nasution2 . Solihah Titin Sumanti3 KESIMPULAN Kompetensi pedagogik guru PAI pada proses pembelajaran di SMK Swasta Muhammadiyah pada proses pembelajaran adalah: . Mampu merencanakan pembelajaran untuk mengajarkan ilmu pengetahuan agama Islam kepada peserta didik yang terstruktur dan Guru pendidikan agama Islam di SMK Muhammadiyah 09 Medan memiliki keunikan tersendiri, yaitu merancang RPP yang sesuai dengan aturan pemerintah kemudian memodifikasinya yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi siswa, sebagai penguatan, yang dimodifikasi adalah bagian sumber buku, alat pembelajaran dan medianya, karena mengajar di SMK itu harus memiliki inovasi, karena siswa di SMK itu secara psikologinya sudah terbiasa dengan mekanik, maka model pembelajaran yang diajarkan guru pun mesti mengadaptasikan sesuai dengan kebutuhan siswa . Saat pelaksanaan pembelajaran guru PAI SMK Swasta Muhammadiyah 09 Medan memulai dengan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup, dengan mengguna-kan strategi dan media pembelajaran yang memudahkan siswa untuk memahami materi yang diajarkan oleh guru. melakukan penilaian sampai ke akar rumputnya, dan bila peserta didik mengalami kegagalan baik dari sisi kognitif, afekti dan psikomotoriknya, guru segera melakukan pendekatan lebih persuasif. Guru pendidikan agama Islam SMK Muhammadiyah 09 Medan telah melakukan yang maksimal untuk menjaga, mengawas dan mengevaluasi peserta didik, sampai sekolah menuai banyak prestasi dan apresiasi dari masyarakat. Adapun menjadi hambatan yang menghambat guru pendidikan agama Islam SMK Swasta Muhammadiyah 09 Medan dalam penerapan kompetensi pedagogik yaitu: jumlah guru dengan siswa yang tidak berbanding lurus, akihirnya berdampak terhadap fisik dan psikis yaitu kelelahan saat mengajar anak di jam yang padat, kurangnya sarana dan prasarana pendukung yang disediakan oleh sekolah dalam mensukseskan pembelajaran, pengaruh lingkungan, dan kurang optimalnya peran orang tua dalam mendidik anak di rumah. Berdasarkan simpulan ini, maka artikel ini merekomendasikan kepada peneliti selanjutnya untuk melihat dan membandingkan hasil temuan ini dengan kenyataan yang terjadi dilembaga satuan pendidikan lainnya. REFERENSI