Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. | 27 Pengaruh Penjualan Bersih dan Total Utang terhadap Laba Bersih (Studi Kasus pada PT. Kalbe Farma Tbk Periode 2014-2. Eza Rizki Prasetia1. Palupi Permata Rahmi2 Email: ezarizkiprasetia@student. id1, palupipermatarahmi@gmail. Universitas Indonesia Membangun Abstract This study aims to determine whether there is an influence of net sales and total debt on net profit at PT. Kalbe Farma Tbk for the 2014-2023 period, both partially and simultaneously. The type of research used in this study is associative research with a quantitative approach. The data collection technique employed is documentation. The sampling technique used in this study is purposive sampling. The sample in this study is the financial report data of PT. Kalbe Farma Tbk for the 2014-2023 period. The independent variables in this study are net sales and total debt. The dependent variable is net profit. The results of this study are: . partially, net sales do not have a significant effect on net profit at PT. Kalbe Farma Tbk for the 2014-2023 period. partially, total debt has a significant effect on net profit at PT. Kalbe Farma Tbk for the 2014-2023 period. simultaneously, net sales and total debt affect net profit by 86,2%, while the remaining 13,8% is influenced by other factors. The results of this study confirm that net sales are a key factor in determining the companyAos net profit, while total debt does not have a significant individual impact. Based on these results, it is recommended that the company continue to improve its net sales and properly manage its debt to maintain a positive impact on its financial performance. Keywords: net sales, total debt, net profit Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penjualan bersih dan total utang terhadap laba bersih pada PT. Kalbe Farma Tbk periode 2014-2023, baik secara parsial maupun secara simultan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan PT. Kalbe Farma Tbk periode 2014-2023. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penjualan bersih dan total utang. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah laba bersih. Hasil dari penelitian ini adalah: . secara parsial, penjualan bersih tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih pada PT. Kalbe Farma Tbk periode 2014-2023. secara parsial, total utang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih pada PT. Kalbe Farma Tbk periode 20142023. penjualan bersih dan total utang secara simultan . ersama-sam. memiliki pengaruh terhadap laba bersih sebesar 86,2% dan sisanya sebesar 13,8% dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini menegaskan bahwa penjualan bersih merupakan faktor kunci dalam menentukan laba bersih perusahaan, sedangkan total utang tidak memberikan dampak signifikan secara individu. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, perusahaan disarankan untuk terus meningkatkan penjualan Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 28 | Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. bersih dan memastikan pengelolaan utang dilakukan dengan baik agar tetap memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Kata Kunci: penjualan bersih, total utang, laba bersih PENDAHULUAN Laba adalah penghasilan atau pendapatan yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi pengeluaran. Memperoleh laba atau keuntungan semaksimal mungkin dengan mengeluarkan biaya seminimal mungkin merupakan salah satu target atau tujuan pengusaha dalam mendirikan perusahaannya. Perolehan laba maupun rugi seringkali dijadikan sebagai alat ukur dalam melihat keberhasilan dari sebuah perusahaan. Jika perusahaan mendapatkan laba yang tinggi, maka dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut sukses. Sebaliknya, jika perusahaan mendapatkan laba yang rendah, maka dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut mengalami kerugian. Jika laba perusahaan tinggi dan terus berkembang, maka perusahaan tersebut sudah dipastikan memiliki kemampuan untuk bersaing dengan perusahaan yang lain, serta dapat menguatkan perekonomian secara keseluruhan. Namun, esensi sebenarnya dari laba jauh lebih dalam daripada sekadar angka di laporan keuangan. Laba mencerminkan sejumlah faktor yang menggambarkan kesehatan dan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Pertumbuhan laba perusahaan dapat mengalami fluktuasi, baik berupa peningkatan maupun penurunan (Cahyani & Kosadi, 2. Laba bersih, sering disebut juga sebagai net profit, merupakan jumlah uang yang tersisa setelah semua biaya dan beban telah dikurangkan dari total pendapatan perusahaan. Laba bersih . et profi. merupakan keuntungan yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi oleh semua biaya yang termasuk beban perusahaan, termasuk pajak, selama periode tertentu (Kasmir, 2. Jika laba bersih tinggi, itu menandakan perusahaan bisa menutupi biaya operasionalnya dan mendapat keuntungan besar. Namun, jika laba bersih yang rendah atau bahkan kerugian bisa menjadi pertanda bahwa perusahaan menghadapi tantangan dalam mengelola biaya operasionalnya atau menghasilkan pendapatan yang cukup. Perusahaan yang memiliki keuntungan yang solid cenderung memiliki kondisi keuangan yang sehat, sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan (Yantri & Merliana, 2. Laba yang terukur dengan andal merupakan elemen penting dari laporan keuangan yang berkualitas (Herliawati & Berliani, 2. Laba bersih penting karena menjadi indikator kesehatan keuangan perusahaan. Ini memengaruhi kemampuan perusahaan untuk berinvestasi, membayar utang, dan memberikan pengembalian kepada pemegang saham. Laba bersih yang stabil juga mendukung kepercayaan investor dan kreditor, serta memungkinkan perusahaan untuk terus beroperasi dan tumbuh. Laba bersih mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola pendapatannya, seberapa efektif laba tersebut dapat meningkatkan nilai perusahaan, serta sejauh mana manfaatnya dapat diberikan kepada pemegang saham (Shabrian & Hamdani, 2. Penjualan adalah aktivitas di mana penjual berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan pembeli dengan tujuan menciptakan manfaat bagi kedua belah pihak secara Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. | 29 berkelanjutan dan menguntungkan. Setiap aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan selalu berfokus pada pencapaian penjualan yang tinggi, dengan demikian pendapatan penjualan yang bersar diharapkan dapat meningkatkan laba perusahaan (Vellia & Kasir, 2. Penjualan bersih adalah jumlah penjualan . ash atau cashles. setelah dikurangi dengan nilai retur, potongan penjualan, dan beban perusahaan lainnya, seperti cukai, pajak, dan sebagainya (Hapsari & Saputra, 2. Penjualan bersih adalah salah satu faktor penting bagi laba perusahaan, karena mencerminkan pendapatan yang sebenarnya diperoleh dari penjualan produk atau layanan setelah dikurangi oleh retur dan potongan. Terdapat hubungan yang erat antara penjualan dan peningkatan laba bersih pada suatu perusahaan, hal ini tercermin dalam laporan laba rugi, karena laba akan terjadi ketika pendapatan dari penjualan melebihi total biaya yang dikeluarkan (Rahardjo, 2. Dengan demikian, menjaga penjualan bersih tetap tinggi merupakan strategi penting dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Utang adalah kegiatan meminjam dana kepada pihak lain dengan tujuan untuk membiayai kegiatan-kegiatan perusahaan, yang mana dana yang dipinjam tersebut harus dikembalikan dalam waktu yang telah ditentukan. Utang . ini muncul sebagai hasil dari transaksi atau kejadian di masa lalu, begitu pun dalam pembelian barang atau jasa dapat menimbulkan utang usaha, serta pinjaman bank pun dapat menimbulkan liabilitas (Surya, 2. Total hutang dapat memainkan peran penting dalam menentukan laba bersih suatu Hubungan antara total hutang dan laba bersih adalah bahwa peningkatan hutang jangka panjang dan pendek digunakan dalam memperluas aktivitas perusahaan, pemasaran, dan produksi dengan tujuan untuk meningkatkan laba. Dengan meningkatnya aktivitas ekspansi ini diharapkan dapat meningkatkan laba (Nafarin, 2. Namun, penting untuk memperhitungkan risiko terkait dengan pembayaran bunga dan pembayaran pokok hutang, serta kemampuan perusahaan untuk mengelola hutangnya secara efektif agar tidak terlalu terbebani dengan utang yang berlebihan. Dengan demikian, perusahaan perlu mengoptimalkan dana yang diperoleh dari utang. PT. Kalbe Farma Tbk adalah perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia. Mereka mengkhususkan diri dalam produksi obat-obatan, suplemen, dan produk kesehatan lainnya. Di bawah ini merupakan data penjualan bersih dan total hutang PT. Kimia Farma Tbk periode 2014-2023. Tabel. Laba Bersih PT. Kalbe Farma Tbk Periode 2014-2023 (Nominal dalam Jutaa. Tahun Laba Bersih Growth Fluktuasi -3% 14,7% 4,5% Naik Turun Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 30 | Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. Total Rata-rata 2,2% 16,5% 6,2% -18,2% 33,9% 3,4% Turun Turun Naik Naik Turun Turun Berdasarkan tabel. 1 total laba bersih PT. Kalbe Farma Tbk selama periode 20142023 mencapai 25,8 triliun rupiah dengan rata-rata laba bersih tiap tahunnya adalah 2,6 triliun rupiah dan rata-rata pertumbuhan laba bersih tiap tahunnya mencapai 3,4%. Pertumbuhan . laba bersih mengalami situasi yang fluktuatif. Pertumbuhan laba bersih pada tahun 2016, 2020, dan 2021 mengalami kenaikan. Sedangkan, pada tahun 2017, 2018, 2019, 2022, dan 2023 pertumbuhan laba bersih mengalami penurunan. Tabel. Penjualan Bersih PT. Kalbe Farma Tbk Periode 2014-2023 (Nominal dalam Jutaa. Tahun Penjualan Bersih Growth Total Rata-rata 8,3% 4,2% 4,4% 7,4% 2,1% 13,6% 10,2% 5,2% 58,4% 5,8% Fluktuasi Naik Turun Naik Naik Turun Naik Turun Turun Berdasarkan tabel. 2 terlihat bahwa penjualan bersih PT. Kalbe Farma Tbk mengalami peningkatan penjualan dalam periode 2014-2023, namun pertumbuhan . penjualan mengalami situasi yang fluktuatif. Total penjualan bersih selama periode 20142023 sebesar 227,28 triliun rupiah dengan rata-rata penjualan tiap tahunnya, yaitu sebesar 22,7 triliun rupiah dan rata-rata pertumbuhan penjualan setiap tahunnya mencapai 5,8%. Pertumbuhan penjualan bersih mengalami kenaikan pada tahun 2016, 2018, 2019, dan Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. | 31 Sedangkan, pertumbuhan penjualan bersih mengalami penurunan pada tahun 2017, 2020, 2022, dan 2023. Tabel. Total Utang PT. Kalbe Farma Tbk Periode 2014-2023 (Nominal dalam Jutaa. Tahun Total Utang Growth Total Rata-rata 3,1% 0,1% -1,4% 4,8% 24,8% 20,5% 2,6% 16,9% -23,5% 47,9% 4,8% Fluktuasi Turun Turun Naik Naik Turun Turun Naik Turun Berdasarkan tabel. 3 total utang PT. Kalbe Farma Tbk selama periode 2014-2023 mencapai 35,1 triliun rupiah dengan rata-rata total utang tiap tahunnya, yaitu sebesar 3,5 triliun rupiah dan rata-rata pertumbuhan utang setiap tahunnya mencapai 4,8%. Sama halnya dengan penjualan bersih, dalam periode 2014-2023 pertumbuhan total utang PT. Kalbe Farma Tbk mengalami kondisi fluktuatif. Pertumbuhan total utang mengalami kenaikan pada tahun 2018, 2019, dan 2022. Sedangkan, pada tahun 2016, 2017, 2020, 2021, dan 2023 mengalami penurunan. Berdasarkan pada penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa fenomena yang terjadi tidak sesuai dengan teori yang sudah ada. Sebagai contoh, melihat pada tabel. 2 penjualan bersih pada tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 7,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, namun laba bersih pada tahun 2019 ternyata mengalami penurunan sebesar 2% dari tahun sebelumnya. Kemudian pada tahun yang sama, total utang mengalami kenaikan sebesar 24,8% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, namun laba bersih mengalami penurunan sebesar 2% dari tahun sebelumnya. Hal ini sangat bertentangan dengan teori yang sudah ada, yang menjelaskan bahwa jika penjualan bersih naik, maka laba bersih pun akan naik, begitu pula jika total utang naik, maka laba bersih pun naik. Oleh karena itu, melihat fenomena yang terjadi, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait AuPengaruh Penjualan Bersih dan Total Utang terhadap Laba Bersih pada PT. Kalbe Farma Tbk Periode 2014-2023. Ay Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penjualan bersih terhadap laba bersih pada PT. Kalbe Farma Tbk periode 2014-2023, untuk mengetahui pengaruh total utang terhadap laba bersih pada PT. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 32 | Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. Kalbe Farma Tbk periode 2014-2023, serta untuk mengetahui pengaruh penjualan bersih dan total utang terhadap laba bersih pada PT. Kalbe Farma Tbk periode 2014-2023. KAJIAN TEORI Penjualan Bersih Penjualan bersih adalah jumlah penjualan . ash atau cashles. setelah dikurangi dengan nilai retur, potongan penjualan, dan beban perusahaan lainnya, seperti cukai, pajak, dan sebagainya (Hapsari & Saputra, 2. Sejalan dengan Fraser & Ormiston . menjelaskan bahwa penjualan bersih merupakan jumlah pendapat bersih pada setiap tahun yang telah dikurangi oleh retur penjualan dan potongan penjualan. Maka dapat disimpulkan bahwa penjualan bersih adalah penjualan bersih adalah jumlah pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk atau layanan setelah dikurangi dengan nilai retur, potongan harga, dan biaya-biaya lain yang berkaitan dengan penjualan Utang Utang adalah suatu kegiatan meminjam dana dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan peminjam memiliki kewajiban untuk mengembalikannya dalam jangka waktu tertentu. Menurut Rahmaniar & Soegijanto . utang adalah kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan untuk membayar sejumlah dana sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati. Sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Fahmi . yang menyebutkan bahwa utang adalah suatu kewajiban perusahaan yang bersumber dari dana eksternal baik yang berasal dari sumber pinjaman perbankan, leasing, obligasi dan Begitu pula menurut Samryn . yang menyatakan bahwa utang adalah kewajiban yang harus dilunasi oleh pihak perusahaan kepada pihak ketiga. Maka dapat disimpulkan bahwa utang adalah sejumlah dana eksternal yang dipinjam oleh pihak perusahaan dengan tujuan untuk menunjang berjalannya kegiatan Pinjaman yang dilakukan oleh pihak perusahaan wajib untuk dikembalikan atau dibayar sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Laba Bersih Laba adalah keuntungan bisnis yang diperoleh oleh suatu perusahaan. Menurut Hendrikson dalam Suwarjono . laba merupakan hasil selisih dari pendapatan dan biaya yang dikeluarkan dan jumlah pendapatan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Menurut Maryana . menyebutkan bahwa laba diartikan sebagai suatu profit yang diperoleh oleh suatu perusahaan, dengan alasan perusahaan tersebut telah melakukan banyak pengeluaran dan pengorbanan demi kepentingan usahanya dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan menurut Soemarso . , laba didapatkan dari kegiatan penting Maka dapat disimpulkan bahwa laba adalah keuntungan yang diperoleh suatu perusahaan atau kelebihan pendapatan, yang mana laba ini diperoleh dari hasil selisih pendapatan dan beban. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. | 33 Laba bersih . et profi. adalah keuntungan yang sudah dikurangi oleh biaya-biaya yang menjadi beban perusahaan dalam jangka waktu tertentu, termasuk pajak (Kasmir. Sejalan dengan pendapat Fahmi . yang menjelaskan bahwa laba bersih . et incom. adalah laba setelah dipotong oleh biaya pajak . arnings after ta. Begitu pula menurut Soemarso . laba bersih merupakan hasil pengurangan dari semua pendapatan dan prodit terhadap semua beban dan kerugian perusahaan. Maka dapat disimpulkan bahwa laba bersih adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan setelah dipotong atau dikurangi oleh beban perusahaan, termasuk pajak. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian asosiatif adalah salah satu jenis penelitian yang digunakan untuk mencari tahu terkait korelasi antara dua variabel berbeda (Abubakar. Penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif ini bertujuan untuk menggali dan memahami hubungan antara variabel-variabel dalam konteks kuantitatif. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data kuantitatif. Data kuantitatif merupakan data yang berupa angka atau bilangan. Sedangkan, sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah salah satu jenis sumber data penelitian yang diperoleh oleh peneliti secara tidak langsung atau dari sumbersumber lain yang telah ada, bukan dari pengumpulan langsung oleh peneliti sendiri diperoleh dari berbagai sumber seperti literatur, laporan, basis data, atau sumber lain yang tersedia secara umum. Adapun dalam penelitian ini, data atau informasi yang dikumpulkan oleh peneliti diperoleh dari laporan keuangan PT. Kalbe Farma Tbk periode 2014-2023 yang dapat diakses dari website w. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Teknik dokumentasi meeupakan salah satu teknik pengumpulan data yang melibatkan analisis sumber-sumber tertulis seperti buku, laporan, jurnal, dan berbagai bentuk dokumen lainnya, yang berisi informasi atau data yang relevan bagi penelitian yang akan dilakukan (Abubakar, 2. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive Purposive sampling merupakan metode pemilihan sampel yang dilakukan secara sengaja dengan memilih individu atau kelompok yang dinilai paling sesuai atau mempunyai karakteristik tertentu yang mendukung tujuan penelitian. Adapun sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah data laporan keuangan PT. Kalbe Farma Tbk periode 2014-2023. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Di bawah ini merupakan hasil analisis data deskriptif yang meliputi nilai minimum, nilai maksimum, rata-rata, dan standar deviasi. Berdasarkan pada table 4, maka dapat diketahui bahwa: Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 34 | Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. Nilai minimum pada variabel laba bersih adalah Rp2. 237, sedangkan nilai maksimum laba bersih sebesar Rp3. 210,00. Adapun rata-rata dari laba bersih adalah Rp2. 343,10. Nilai minimum pada variabel penjualan bersih adalah Rp17. 533, sedangkan nilai maksimum penjualan bersih sebesar Rp30. Adapun rata-rata penjualan bersih adalah Rp22. 661,70. Nilai minimum pada variabel total utang adalah Rp2. 166, sedangkan nilai maksimum total utang sebesar Rp5. Adapun rata-rata dari variabel total utang adalah Rp3. 892,80. Tabel. Hasil Analisis Deskriptif Penjualan Bersih Total Utang Laba Bersih Minimum Maximum Mean Std. Deviation Uji Asumsi Klasik Setelah melakukan uji asumsi klasik, data penelitian pada penelitian ini adalah normal, tidak mengalami multikolinearitas, tidak mengalami gejala heteroskedastisitas, dan tidak menunjukkan adanya gejala autokorelasi. Uji Regresi Linear Berganda Hasil uji regresi linear berganda dapat terlihat pada tabel di bawah ini: Tabel. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Penjualan Bersih Total Utang Dependent Variable: Laba Bersih Sig. Berdasarkan hasil output uji regresi linear berganda, maka diperoleh persamaan sebagai berikut. = 726. 731,749 0,028 X1 0,349 X2 Berdasarkan pada persamaan di atas, dapat diketahui bahwa: Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. | 35 Konstanta sebesar 726. 731,749 dapat diartikan bahwa apabila variabel bebas . enjualan bersih dan total utan. bernilai 0, maka variabel terikat . aba bersi. bernilai 731,749. Penjualan bersih mempunyai koefisien regresi bernilai positif ( ) sebesar 0,028. Dapat diartikan bahwa apabila penjualan bersih meningkat, maka laba bersih pun akan Total utang mempunyai koefisien regresi bernilai positif ( ) sebesar 0,349. Dapat diartikan bahwa apabila total utang meningkat, maka laba bersih pun akan meningkat. Koefisien Determinasi Sebelum melakukan uji koefisien determinasi, peneliti melakukan uji koefisien korelasi terlebih dahulu. Uji koefisien korelasi ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan atau keterkaitan antara variabel bebas dan variabel terikat. Adapun hasil uji koefisien korelasi adalah sebagai berikut. Tabel. Hasil Uji Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi Model Adjusted Square Square Change Statistics Std. Error of the Estimate Sig. Square df1 df2 Change Change Change Predictors: (Constan. Total Utang. Penjualan Bersih Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai signifikasi F Change adalah 000, ini berarti nilai signifikansi F Change < 0,05, yang artinya terdapat hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat secara signifikan. Selain itu, untuk melihat kuat atau tidaknya hubungan antar variabel, maka dapat dilihat pada nilai R, yaitu sebesar 0,945, ini berarti nilai R terdapat pada rentang Au0,80-1,00Ay yang artinya sangat kuat. Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat hubungan antara penjualan bersih dan total utang terhadap laba bersih termasuk pada tingkat hubungan yang sangat kuat. Berdasarkan tabel di atas pula, dapat diketahui nilai koefisien determinasi sebesar 0,862, yang artinya penjualan bersih dan total utang secara simultan menyumbangkan pengaruh terhadap laba bersih sebesar 86,2% dan sisanya 13,8% dipengaruhi oleh faktorfaktor lain di luar variabel. Uji t Hasil uji t dapat terlihat pada tabel di bawah ini: Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 36 | Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. Tabel. Hasil Uji t Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Beta Sig. Std. Error 1 (Constan. Penjualan Bersih Total Utang Dependent Variable: Laba Bersih Berdasarkan hasil output uji t, maka dapat diketahui bahwa: Pengaruh penjualan bersih terhadap laba bersih Penjualan bersih memiliki nilai Sig. sebesar 0,268 (> 0,. , yang artinya penjualan bersih tidak berpengaruh secara signifikan terhadap laba bersih. Selain itu, berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa t hitung penjualan bersih adalah 1,203 < t tabel 2,365, yang artinya penjualan bersih tidak memiliki pengaruh terhadap laba bersih. Penjualan bersih tidak memiliki cukup bukti statistik untuk menyatakan adanya pengaruh terhadap laba bersih. Hal ini menunjukkan bahwa adanya kemungkinan laba bersih dipengaruhi oleh variabel lain selain penjualan bersih. Pengaruh total utang terhadap laba bersih Total utang memiliki nilai Sig. sebesar 0,020 (< 0,. , yang artinya total utang berpengaruh secara signifikan terhadap laba bersih. Selain itu, berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa t hitung total utang adalah 3. 000 > t tabel 2,365, yang artinya total utang memiliki pengaruh terhadap laba bersih Hal ini menunjukkan bahwa total utang memiliki peran penting dalam mempengaruhi laba bersih, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian, peningkatan total utang berhubungan dengan peningkatan laba bersih. Uji F Hasil uji F dapat terlihat pada tabel di bawah ini: Tabel. Hasil Uji F Model Sum of Squares Mean Square Regression 1600004694898. Residual Total Dependent Variable: Laba Bersih Predictors: (Constan. Total Utang. Penjualan Bersih Sig. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. | 37 Berdasarkan hasil output uji F . , dapat diketahui bahwa nilai Sig. < 0,05. Maka, dapat disimpulkan bahwa penjualan bersih dan total utang secara simultan . berpengaruh terhadap laba bersih secara signifikan. PEMBAHASAN Pengaruh Penjualan Bersih terhadap Laba Bersih Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penjualan bersih tidak berpengaruh secara signifikan terhadap laba bersih pada PT. Kalbe Farma Tbk periode Hal ini dapat terlihat pada hasil uji t yang menunjukkan bahwa nilai Sig. penjualan bersih sebesar 0,268 (> 0,. , serta t hitung 1,203 < t tabel 2,365, yang artinya penjualan bersih tidak berpengaruh secara signifikan terhadap laba bersih. Hasil penelitian ini sejalan dengan Zahara & Zannati . yang menjelaskan bahwa penjualan bersih tidak memiliki pengaruh terhadap laba bersih. Selain itu, menurut Ermaya, dkk . menyebutkan pula bahwa penjualan bersih tidak berpengaruh secara signifikan terhadap laba bersih. Begitu pula menurut Hindi & Yasa . yang menjelaskan bahwa penjualan tidak berpengaruh terhadap laba bersih. Pengaruh Total Utang terhadap Laba Bersih Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa total utang berpengaruh secara signifikan terhadap laba bersih pada PT. Kalbe Farma Tbk periode 2014-2023. Hal ini dapat terlihat pada hasil uji t yang menunjukkan bahwa nilai Sig. total utang sebesar 0,020 (< 0,. yang artinya total utang berpengaruh secara signifikan terhadap laba bersih. Hasil penelitian ini sejalan dengan Yanita . yang menyebutkan bahwa total utang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih. Begitu pula menurut Sundari . yang menyebutkan bahwa total memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih. Selain itu. Lestari & Damayanti . juga menyatakan bahwa total utang memiliki pengaruh terhadap laba bersih. Pengaruh Penjualan Bersih dan Total Utang terhadap Laba Bersih Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penjualan bersih dan total utang secara bersama-sama berpengaruh terhadap laba bersih PT. Kalbe Farma Tbk periode 20142023. Hal ini dapat dilihat pada hasil uji F yang menunjukkan bahwa nilai Sig. < 0,05 yang artinya penjualan bersih dan total utang secara simultan . ersama-sam. berpengaruh terhadap laba bersih. Adapun penjualan bersih dan total utang secara simultan menyumbangkan pengaruh terhadap laba bersih sebesar 86%. Selain itu, tingkat hubungan antara penjualan bersih dan total utang terhadap laba bersih termasuk pada tingkat hubungan yang sangat kuat. Hal ini sejalan dengan Lestari & Damayanti . yang menyebutkan bahwa secara simultan total utang dan penjualan berpengaruh terhadap laba Begitu pula dengan Diana, dkk . menjelaskan bahwa penjualan dan utang secara bersama-sama berpengaruh terhadap laba bersih. Selain itu. Silvan . juga menyatakan bahwa utang dan penjualan memiliki pengaruh yang kuat terhadap laba bersih. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 38 | Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa: Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari penjualan bersih adalah Rp22. 661,70, sedangkan nilai rata-rata dari total utang adalah Rp3. 892,80, dan nilai rata-rata dari laba bersih adalah Rp2. 343,10. Secara parsial, penjualan bersih tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih pada PT. Kalbe Farma Tbk periode 2014-2023. Secara parsial, total utang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih pada PT. Kalbe Farma Tbk periode 2014-2023. Penjualan bersih dan total utang secara simultan . ersama-sam. memiliki pengaruh terhadap laba bersih sebesar 86,2% dan sisanya sebesar 13,8% dipengaruhi oleh faktor Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. | 39 DAFTAR PUSTAKA