1st ICILEES 2024 (Internasional Conference on Islamic Law,Economic and Education Studie. Theme-Inovations and Solution to share the Future of Basic Law,Economic and Education in The Era of Society 5. e-ISSN: 2775-4200. p-ISSN: 2580-8028. Hal 42-56 Analisis Implikasi Tingkat Kemandirian Belajar terhadap Kemampuan Bahasa Lisan Siswa Alisatus Sina Asshobri1. Irvan Iswandi2. Dadan Mardani3 Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) Indramayu Alamat: Kampus IAI ALAZIS. Desa Karangtumaritis. Kecamatan Gantar . tau Haurgeuli. Kabupaten Indramayu. Jawa Barat. Indonesia Korespondensi penulis: asshobsina@gmail. com, irvan@iai-alzaytun. id, dadan@iai-alzaytun. Abstract. By examining the role of learning independence in education and the importance of oral language ability in the educational context, this research aims to contribute to the development of education at Madrasah Ibtidaiyah Ma'had Al-Zaytun and the broader educational context. This study will assess the implications of learning independence on the oral language ability of fourth-grade students at Madrasah Ibtidaiyah Ma'had Al-Zaytun. The purpose is to determine the relationship between learning independence and oral language ability and to identify the implications of learning independence on these abilities. A quantitative method is employed using a Likert scale questionnaire. To determine the relationship between the variables, a correlation test is used, while a simple linear regression test is employed to understand the implications of learning independence on oral language ability. The sample consists of 62 students from a total population of 160 students. The results show a positive and significant, yet weak, relationship between learning independence and oral language ability, with a product moment correlation value of 0. 299 and a significance of 0. The implications of learning independence on oral language ability are relatively small, with a coefficient of determination of 0. 089, indicating that learning independence explains only 8. 9% of the variation in oral language ability. Keywords: Learning Independence. Oral Language Ability. Madrasah Ibtidaiyah Abstrak. Dengan melihat peran kemandirian belajar dalam pembelajaran dan pentingnya kemampuan bahasa lisan dalam konteks pendidikan, penelitian ini diperlukan guna berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Ma'had AlZaytun serta konteks pendidikan secara lebih luas. Penelitian ini ini akan mengkaji implikasi tingkat kemandirian belajar terhadap kemampuan bahasa lisan siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah MaAohad Al-Zaytun. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kemandirian belajar dan kemampuan bahasa lisan siswa kelas IV di MI Ma'had Al-Zaytun. Dan untuk mengetahui implikasi dari tingkat kemandirian belajar terhadap kemampuan bahasa lisan siswa kelas IV di MI Ma'had Al-Zaytun. Menerapkan metode penelitian kuantitatif dengan instrumen penelitian berupa angket skala likert. Untuk mengetahui hubungan kedua variabel, digunakan uji korelasi sedangkan untuk mengetahui implikasi dari variabel kemandirian belajar terhadap variabel kemampuan bahasa lisan maka digunakan uji regresi linear sederhana, dengan * Alisatus Sina Asshobri, asshobsina@gmail. sampel sejumlah 62 siswa dari total populasi 160 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat kemandirian belajar dan kemampuan bahasa lisan siswa kelas IV MI Ma'had Al-Zaytun, meskipun lemah, dengan nilai korelasi product moment 0,299 dan signifikansi 0,018. Implikasi dari kemandirian belajar terhadap kemampuan bahasa lisan relatif kecil dengan koefisien determinasi 0,089, menunjukkan bahwa kemandirian belajar hanya menjelaskan 8,9% variasi dalam kemampuan bahasa lisan. Kata kunci: Kemandirian Belajar. Kemampuan Bahasa Lisan. Madrasah Ibtidaiyah LATAR BELAKANG Pendidikan berperan dalam peningkatan potensi manusia serta masyarakat sebagaimana disebutkan Fakhruddin . , bahwa pendidikan pada dasarnya adalah proses sistematis yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan kapasitas individu melalui pembelajaran dan pengajaran. Di dalam proses pendidikan, salah satu aspek penting yang memengaruhi keberhasilan belajar adalah tingkat kemandirian siswa. Sebagaimana penelitian oleh Pattah. Madjid, dan Patandean . menunjukkan bahwa siswa yang tinggi tingkat kemandirian belajarnya cenderung mencapai hasil pembelajaran yang lebih baik. Kemandirian belajar mengarah pada kemampuan siswa untuk mengelola, mengontrol, dan mengatur proses pembelajaran mereka sendiri tanpa terlalu tergantung pada bimbingan eksternal atau tergantung pada orang lain (Mulyadi & Syahid, 2. Ini berarti siswa harus mempunyai kesadaran, kemauan, dan motivasi dari diri mereka sendiri, bukan sekedar tekanan dari pihak luar. Dengan memiliki kemandirian dalam belajar, siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran sebagaimana diharapkan. Dengan kata lain, tingkat kemandirian siswa dalam belajar mempengaruhi arah dan keberhasilan Kemandirian memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri tanpa memerlukan diperintah terlebih dahulu oleh pihak luar. Hal ini menekankan pentingnya tanggung jawab penuh terhadap proses belajar. Kemandirian belajar ialah kemampuan anak untuk belajar dengan sendirinya tanpa memerlukan bantuan maupun petunjuk dari orang lain. Ini termasuk dalam hal mengatur waktu, mengelola sumber daya, membuat keputusan, dan mengevaluasi hasil belajarnya secara independen. Anak yang menanamkan kemandirian belajar yang baik sering kali 43 | 1st ICILEES 2024 Theme-Inovations and Solution to share the Future of Basic Law,Economic and Education in The Era of Society 5. Analisis Implikasi Tingkat Kemandirian Belajar Terhadap Kemampuan Bahasa Lisan Siswa akan lebih efektif dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan karena mereka mampu memotivasi diri sendiri dan mengambil inisiatif dalam proses pembelajaran (Hariyadi et al. , 2. Beberapa teori yang berkaitan dengan kemandirian belajar antara lain yaitu Teori kognitif tentang kemandirian belajar (Cognitive Theory of Self-Regulated Learnin. menekankan bahwa siswa memiliki kemampuan untuk menggunakan strategi kognitif dalam mengelola proses pembelajaran mereka sendiri, termasuk perencanaan, pemantauan, dan penilaian diri. Mereka secara aktif memantau kemajuan mereka dan dapat mengubah strategi belajar jika diperlukan. Selanjutnya teori sosial kemandirian belajar (Social Cognitive Theory of Self-Regulated Learnin. : menguatkan betapa pentingnya pengaruh sosial dan interaksi dengan orang lain dalam membangun kemandirian belajar. Siswa mempelajari sesuatu dari contoh dan bimbingan orang lain, dan mampu memperkuat kemandirian mereka melalui interaksi sosial. Dan teori kendali diri (Self-Determination Theor. : menekankan bahwa motivasi intrinsik atau motivasi yang berasal dari sanubari pribadi berperan khusus dalam meraih tujuan pembelajaran. Siswa yang motivasi intrinsiknya kuat sering kali lebih mampu mandiri dalam proses Faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian belajar: faktor internal, yakni faktor fisiologis dan psikologis, faktor eksternal pun turut mempengaruhi, layaknya minat, motivasi, sikap, kecerdasan, kondisi sosial dan non-sosial lingkungan belajar, strategi belajar, dan kesehatan diri (Rakhma, 2. Suid. Syafrina, dan Tursinawati . menjelaskan bahwa ada lima ciri individu mandiri. Pertama, mereka percaya pada kemampuan dan penilaian pribadi saat mengerjakan tugas dan menentukan cara yang Kedua, mereka dapat bekerja sendiri dengan sungguh-sungguh untuk mencapai sesuatu yang membanggakan dengan keahlian yang dimiliki. Ketiga, mereka menguasai keterampilan yang sesuai dengan pekerjaannya. Keempat, mereka menghargai waktu dengan mengatur jadwal sehari-hari untuk kegiatan yang berguna secara efisien. Kelima, mereka bertanggung jawab dalam menjalankan tugas-tugas yang sudah mereka pilih atau amanat yang diberikan kepada mereka. Peran kemampuan bahasa lisan sangat penting dalam memfasilitasi proses pembelajaran, hal tersebut sesuai dengan jurnal ilmiah karya Wicaksono . , bahwa 44 | 1st ICILEES 2024 Theme-Inovations and Solution to share the Future of Basic Law,Economic and Education in The Era of Society 5. bahasa memegang peranan penting dalam proses pembelajaran karena berfungsi sebagai alat utama untuk memotivasi siswa dalam belajar. Bahasa lisan merupakan alat utama dalam menyampaikan dan memahami informasi, serta memfasilitasi interaksi antar siswa (Pratiwi et al. , 2. Kemampuan bahasa lisan meliputi kemampuan berbicara, mendengarkan, dan memahami informasi secara verbal. Penelitian oleh Sani dan Rahman . menunjukkan bahwa kemampuan bahasa lisan yang baik memiliki hubungan yang erat dengan kemampuan akademik secara keseluruhan, walaupun dalam hal respect terhadap apa yang guru sampaikan. Maka demikian, untuk memastikan keberhasilan siswa dalam proses pendidikan, penting untuk memahami sejauh mana kemandirian belajar mereka mempengaruhi kemampuan bahasa lisan. Pengertian kemampuan bahasa lisan menurut Noortyani . adalah kegiatan yang melibatkan keterampilan mendengarkan dan berbicara. Guru menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan siswanya melalui ucapan. Mengajar melibatkan penggunaan bahasa untuk menyampaikan pesan kepada siswa. Siswa mendapat ilmu dari guru dengan mendengarkan. Sejujurnya, tindakan berbicara umumnya terjadi bersamaan dengan tindakan mendengarkan. Artinya, mendengarkan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari berbicara. Dalam situasi komunikasi, keduanya terhubung dan saling mendukung. Dengan demikian, komunikasi lisan tidak dapat berlangsung kecuali dua kegiatan berbicara dan mendengarkan terjadi secara bersamaan atau saling Dalam pembelajaran bahasa lisan, kegiatan-kegiatan seperti diskusi kelompok, simulasi situasi nyata, dan permainan peran sering digunakan untuk membangun keterampilan komunikasi siswa. Hal ini berprinsip untuk meningkatkan kepercayaan diri individu dalam menggunakan bahasa secara lisan dan memastikan bahwa mereka dapat berkomunikasi dengan lancar dalam situasi sehari-hari. Pendekatan ini memberikan pentingnya kepada proses interaksi dan pemahaman dalam membangun kemampuan berbicara dan mendengarkan yang efektif (Setyonegoro, 2. Selain itu, penggunaan materi audio atau visual, seperti rekaman suara atau video, dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap intonasi, aksen, dan konteks komunikasi dalam bahasa lisan. Hal tersebut sejalan dengan penelitian Adliani dan 45 | 1st ICILEES 2024 Theme-Inovations and Solution to share the Future of Basic Law,Economic and Education in The Era of Society 5. Analisis Implikasi Tingkat Kemandirian Belajar Terhadap Kemampuan Bahasa Lisan Siswa Wahab . yang mengemukakan bahwa pembelajaran dengan menerapkan media pembelajaran Information. Communication, and Technology (ICT) yaitu berupa ppt, animasi, video belajar, dan CD Room atau Flash disk, dapat meningkatkan kemampuan berbicara yang merupakan kemampuan berbahasa lisan. Implikasi dari tingkat kemandirian belajar terhadap kemampuan bahasa lisan dapat menjadi subjek penelitian yang menarik. Dengan memiliki kemandirian belajar yang tinggi, berharap siswa sanggup mengembangkan kemampuan bahasa lisan mereka secara lebih efektif. Penelitian oleh Hafsah . , menemukan adanya hubungan positif antara kemandirian belajar dan kemampuan bahasa lisan siswa. Siswa kelas IV merupakan kelompok yang menarik untuk diteliti dalam konteks ini. Pada tahap ini, siswa mulai mengalami perkembangan kognitif yang signifikan, termasuk dalam kemampuan MI Ma'had Al-Zaytun sebagai institusi pendidikan Islam turut serta guna membentuk karakter dan kemampuan akademik siswa. Terlebih dengan basis sekolah berasrama dan lingkungan pendidikan yang Islami, sekolah ini dapat menjadi konteks yang ideal untuk mengkaji hubungan antara kemandirian belajar dan kemampuan bahasa Merangkum semua pembahasan di atas, terlihat bahwa analisis implikasi tingkat kemandirian belajar terhadap kemampuan bahasa lisan siswa kelas IV MI Ma'had AlZaytun menjadi pembahasan yang menarik untuk diteliti. Dengan melihat peran kemandirian belajar dalam pembelajaran dan pentingnya kemampuan bahasa lisan dalam konteks pendidikan, penelitian penulis diperlukan guna memberi kontribusi yang luar biasa dalam pengembangan pendidikan di MI Ma'had Al-Zaytun serta konteks pendidikan secara lebih luas. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengaplikasikan metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif berarti melakukan penelitian dengan menghitung dan mengukur berbagai hal. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan menggunakan alat khusus yang dirancang untuk tujuan penelitian. Setelah data terkumpul, mereka akan dihitung dan dianalisis dengan menggunakan angka dan statistik. Tujuannya adalah untuk memeriksa dan menguji ide- 46 | 1st ICILEES 2024 Theme-Inovations and Solution to share the Future of Basic Law,Economic and Education in The Era of Society 5. ide atau dugaan yang telah disiapkan sebelumnya (Sugiyono, 2. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah MaAohad Al-Zaytun sebanyak 160 siswa. Sampel penelitian penulis meliputi teknik Probability Sampling dengan jenis Simple Random Sampling, dihitung menggunakan rumus Slovin dengan margin of error sebesar 10% sehingga sampel yang didapatkan sejumlah 62 siswa. Diambil perwakilan tiap kelas, 11 siswa . -B01, 4-B02, 4-B03, dan 4-B. serta 9 siswa . -B04 dan 4-B. Ada dua variabel dalam penelitian ini yaitu variabel x kemandirian belajar . dan variabel y kemampuan bahasa lisan . Teknik pengumpulan data kedua variabel menggunakan instrumen penelitian berupa angket skala likert dengan 5 kategori . angat setuju, setuju, kurang setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuj. Dengan kombinasi pernyataan positif dan negatif. Dan masing-masing angket terdapat 25 Indikator instrumen penelitian kemandirian belajar dibuat berdasarkan ciri kemandirian belajar yaitu mampu mengambil keputusan, mampu bekerja sendiri dengan bersungguh-sungguh, percaya diri, proaktif dalam proses pembelajaran, serta bertanggung jawab (Suid et al. , 2. Sedangkan untuk Indikator instrumen penelitian kemampuan bahasa lisan dibuat berdasarkan kriteria kemampuan bahasa lisan yaitu artikulasi yang jelas, kemampuan bertanya dan menanggapi, kemampuan berbicara dalam dialog, kemampuan memahami instruksi, serta kemampuan menyimak pembelajaran (Husna, 2. Semua instrumen yang akan digunakan harus diuji terlebih dahulu, kemudian dilakukan analisis instrumen untuk memastikan kelayakannya. Adapun untuk menganalisis data, peneliti menggunakan aplikasi SPSS V. Analisis instrumen untuk kemandirian belajar dan kemampuan bahasa lisan mencakup uji validitas dan reliabilitas. Uji asumsi klasik yang digunakan yakni uji normalitas dan linearitas. Uji normalitas data dilakukan dengan metode Kolmogorov-Smirnov. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji korelasi (Correlation Pearson Bivariat. dan uji regresi linier sederhana untuk menemukan hubungan antara kemandirian belajar dan kemampuan bahasa lisan siswa kelas IV MI MaAohad Al-Zaytun serta untuk mengetahui implikasi tingkat kemandirian belajar siswa kelas IV MI MaAohad Al-Zaytun. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa data kemandirian belajar siswa yang diperoleh melalui angket memiliki nilai terendah sebesar 73 dan nilai tertinggi sebesar 47 | 1st ICILEES 2024 Theme-Inovations and Solution to share the Future of Basic Law,Economic and Education in The Era of Society 5. Analisis Implikasi Tingkat Kemandirian Belajar Terhadap Kemampuan Bahasa Lisan Siswa 119, dengan rata-rata nilai kemandirian belajar sebesar 98, 42. Terdapat 11 siswa yang memiliki kemandirian belajar dalam kategori rendah, 36 siswa dalam kategori sedang, dan 15 siswa dalam kategori tinggi. Sedangkan dari data kemampuan bahasa lisan siswa yang diperoleh melalui angket memiliki nilai terendah sebesar 66 dan nilai tertinggi sebesar 119, dengan rata-rata nilai kemampuan bahasa lisan sebesar 95,26. Terdapat 11 siswa yang memiliki kemampuan bahasa lisan dalam kategori rendah, 37 siswa dalam kategori sedang, dan 14 siswa dalam kategori tinggi. Berikut akan dijelaskan beberapa hasil analisis data yang telah di dapat kan dari skor data jawaban siswa terhadap instrumen penelitian kemandirian belajar dan kemampuan bahasa lisan . Uji Normalitas Setyawan . menyebutkan bahwa normalitas data mengacu pada distribusi data yang mengikuti pola distribusi normal atau kurva normal. Hasil uji normalitas data dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Kemandirian Belajar Kemampuan Bahasa Lisan Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Normal Parameters Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber: Hasil olah data menggunakan SPSS V. 48 | 1st ICILEES 2024 Theme-Inovations and Solution to share the Future of Basic Law,Economic and Education in The Era of Society 5. Berdasarkan tabel di atas, hasil uji normalitas data menunjukkan nilai 0,200 yakni lebih besar dari 0,05, data dari angket kemandirian belajar mengikuti distribusi normal. Sedangkan untuk kemampuan bahasa lisan adalah 0,092 yang juga lebih besar dari 0,05. Meskipun nilai ini lebih kecil dari kemandirian belajar, distribusi data kemampuan bahasa Gambar 1 Kurva Regresi Normal P-P Plot Hasil Uji Normalitas Data lisan juga dapat dianggap normal. Untuk menunjukkan sebaran titik data apakah berdistribusi normal juga dapat dilihat melalui P-P Plot pada Gambar 1. Dalam plot tersebut, sebagian besar titik-titik hijau berada sangat dekat dengan garis diagonal . istribusi normal idea. , menunjukkan bahwa residual dari model regresi untuk "Kemampuan Bahasa Lisan" mengikuti distribusi normal Uji Linearitas Uji linearitas berguna untuk menemukan hubungan antara dua hal, yaitu variabel terikat dan variabel bebas. Hasil uji linieritas terdapat pada Tabel 2. Tabel 2 Hasil Uji Linearitas ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig. 49 | 1st ICILEES 2024 Theme-Inovations and Solution to share the Future of Basic Law,Economic and Education in The Era of Society 5. Analisis Implikasi Tingkat Kemandirian Belajar Terhadap Kemampuan Bahasa Lisan Siswa Kemampuan Between Bahasa LisanGroups Kemandirian Belajar (Combine. Linearity Deviation Linearity Within Groups Total Sumber: Data diolah menggunakan SPSS V. Selanjutnya pada tabel tersebut, uji linearitas menghasilkan nilai signifikansi 0,015 yang lebih kecil dari 0,05 dan standar deviasi sebesar 0,263 yang lebih besar dari 0,05, hal itu membuktikan bahwa data yang diperoleh sudah linier. Uji Hipotesis Uji hipotesis menggunakan dua jenis uji, yaitu uji korelasi untuk mengetahui hubungan antara variabel kemandirian belajar dengan variabel kemampuan bahasa lisan. Serta untuk mengetahui implikasi tingkat kemandirian belajar terhadap kemampuan bahasa lisan maka digunakan uji regresi linear sederhana. Berikut adalah kedua uji tersebut, uji korelasi terdapat pada Tabel 3. Tabel 3 Hasil Uji Korelasi Correlations Kemandirian Belajar Pearson Correlation Kemandirian Belajar Kemampuan Bahasa Lisan Sig. -taile. Kemampuan Bahasa Lisan Pearson Correlation Sig. -taile. Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. Sumber: Hasil uji korelasi menggunakan SPSS V. 50 | 1st ICILEES 2024 Theme-Inovations and Solution to share the Future of Basic Law,Economic and Education in The Era of Society 5. Dengan uji korelasi menghasilkan nilai korelasi 0,299 Ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara kedua variabel. Tetapi karena nilai koefisien tersebut berada pada interval koefisien 0,21 Ae 0,40, maka hubungan tersebut dikatakan lemah. Serta ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,018. Karena nilai signifikansi ini lebih kecil dari 0,05, maka hubungan antara kemandirian belajar dan kemampuan bahasa lisan adalah signifikan. Nilai korelasi positif ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kemandirian belajar siswa, maka semakin baik pula kemampuan bahasa lisan mereka. Temuan ini mengonfirmasi bahwa kemandirian belajar memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan bahasa lisan siswa. Hal ini sejalan dengan teori kognitif tentang kemandirian belajar yakni siswa yang mampu mengatur pembelajaran mereka sendiri dapat lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa lisan karena mereka dapat merencanakan, memantau, dan mengevaluasi kemajuan mereka secara mandiri. Selain itu juga teori sosial kemandirian belajar, menekankan pentingnya interaksi sosial dalam pembelajaran. Siswa yang terlibat dalam interaksi sosial yang bermakna akan lebih mampu mengembangkan kemampuan bahasa lisan mereka. Dan teori kendali diri, yaitu Siswa yang memiliki motivasi intrinsik yang tinggi cenderung lebih mandiri dalam belajar dan lebih mampu mengembangkan kemampuan bahasa lisan mereka (Hariyadi et , 2. Selanjutnya pada uji regresi jika nilai signifikansinya kurang dari 0. 05, itu berarti kemandirian belajar berpengaruh terhadap kemampuan bahasa lisan. Namun, jika nilai signifikansi lebih dari 0. 05, itu berarti kemandirian belajar tidak berpengaruh terhadap kemampuan bahasa lisan. Selain itu, , semakin tinggi nilai R Square, semakin baik model kita dalam menjelaskan hubungan antara kemandirian belajar dan kemampuan bahasa Adapun uji regresi linear sederhana terdapat pada Tabel 4. Tabel 4 Uji Regresi Linear Sederhana (Koefisien regres. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta (Constan. Kemandirian Belajar Model Sig. Dependent Variable: Kemampuan Bahasa Lisan 51 | 1st ICILEES 2024 Theme-Inovations and Solution to share the Future of Basic Law,Economic and Education in The Era of Society 5. Analisis Implikasi Tingkat Kemandirian Belajar Terhadap Kemampuan Bahasa Lisan Siswa Sumber: Hasil uji regresi menggunakan SPSS V. Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai konstanta adalah 60,009, yang berarti ketika "Kemandirian Belajar" adalah nol, rata-rata "Kemampuan Bahasa Lisan" diharapkan sebesar 60,009. Konstanta ini signifikan secara statistik (Sig. = 0,. Dan diketahui nilai koefisien regresi X variabel kemandirian belajar adalah 0,358 yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu unit dalam "Kemandirian Belajar" diharapkan meningkatkan "Kemampuan Bahasa Lisan" sebesar 0,358 unit. Koefisien ini signifikan secara statistik (Sig. = 0,. , menunjukkan bahwa "Kemandirian Belajar" adalah prediktor yang signifikan untuk "Kemampuan Bahasa Lisan". Untuk memberikan informasi tentang kekuatan dan kecocokan model regresi linear yang dianalisis, berikut adalah model summary pada Tabel 5. Tabel 5 Model Summary Uji Regresi Model Summaryb Model R Square Std. Error of the Adjusted R SquareEstimate Predictors: (Constan. Kemandirian Belajar Dependent Variable: Kemampuan Bahasa Lisan Sumber: Hasil uji regresi menggunakan SPSS V. Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai koefisien determinasi (R Squar. adalah 0,089, yang menunjukkan bahwa model regresi yang menggunakan "Kemandirian Belajar" sebagai prediktor hanya mampu menjelaskan 8. 9% dari variabilitas dalam "Kemampuan Bahasa Lisan". Ini berarti ada banyak faktor lain yang mempengaruhi kemampuan bahasa lisan yang tidak termasuk dalam model ini. Untuk mendukung hasil uji regresi maka digunakan scatter plot dengan menunjukkan hubungan linear antara "Kemandirian Belajar" dan "Kemampuan Bahasa Lisan" yang terdapat pada Gambar 2. 52 | 1st ICILEES 2024 Theme-Inovations and Solution to share the Future of Basic Law,Economic and Education in The Era of Society 5. Kemampuan Bahasa Lisan (Y) y = 0. RA = 0. Kemandirian Belajar (X) Gambar 2 Scatter Plot Total Jawaban Siswa Dalam gambar tersebut, terdapat persamaan garis y = 0,358x 60,009 yang menunjukkan bahwa dengan kemiringan . maka untuk setiap peningkatan satu unit dalam kemandirian belajar, kemampuan bahasa lisan rata-rata meningkat sebesar 0,358 Serta 60,009 adalah perkiraan skor kemampuan bahasa lisan ketika kemandirian belajar bernilai nol. Nilai RA adalah 0. 089, yang berarti sekitar 8. 9% variansi dalam kemampuan bahasa lisan dapat dijelaskan oleh variansi dalam kemandirian belajar. Ini adalah nilai RA yang relatif rendah, menunjukkan bahwa meskipun ada hubungan, kemandirian belajar saja tidak secara kuat memprediksi kemampuan bahasa lisan. Dengan uraian tabel dan grafik, hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa, terdapat implikasi dari tingkat kemandirian belajar terhadap kemampuan bahasa lisan siswa kelas IV MI MaAohad Al-Zaytun yang dibuktikan dengan persamaan regresi yang dihasilkan yaitu y = 0,358x 60,009 dengan nilai R2 = 0,089. Hal ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu unit dalam kemandirian belajar diikuti oleh peningkatan sebesar 0,358 unit dalam kemampuan bahasa lisan. Namun, nilai R2 yang rendah, yaitu 089, mengindikasikan bahwa kemandirian belajar hanya memberikan implikasi sekitar 9% terhadap kemampuan bahasa lisan siswa, sedangkan sisanya . ,1%) dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dalam konteks kemampuan 53 | 1st ICILEES 2024 Theme-Inovations and Solution to share the Future of Basic Law,Economic and Education in The Era of Society 5. Analisis Implikasi Tingkat Kemandirian Belajar Terhadap Kemampuan Bahasa Lisan Siswa bahasa lisan, yang mencakup keterampilan mendengarkan dan berbicara (Noortyani, 2. , pendekatan pembelajaran yang interaktif seperti diskusi kelompok, simulasi situasi nyata, dan permainan peran dapat membantu membangun keterampilan komunikasi siswa (Setyonegoro, 2. Penggunaan strategi pembelajaran yang melibatkan materi audio atau visual, seperti rekaman suara atau video, juga dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap intonasi, aksen, dan konteks komunikasi dalam bahasa lisan (Adliani & Wahab, 2. Implikasi dari hasil analisis ini menunjukkan bahwa meskipun kemandirian belajar memiliki kontribusi terhadap kemampuan bahasa lisan siswa, hubungan tersebut relatif lemah. Oleh karena itu, pihak sekolah atau guru perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kemampuan bahasa lisan siswa, seperti lingkungan belajar, motivasi intrinsik, dukungan sosial, dan strategi pembelajaran yang efektif. Meningkatkan kemandirian belajar siswa tetap penting, tetapi harus diimbangi dengan pendekatan pembelajaran yang holistik dan beragam untuk mengoptimalkan kemampuan bahasa lisan siswa. Dengan demikian, maka dapat menjawab uji hipotesis yaitu H0 di tolak sedangkan H1 diterima yaitu terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat kemandirian belajar terhadap kemampuan bahasa lisan siswa kelas IV MI MaAohad Al-Zaytun. KESIMPULAN DAN SARAN Terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat kemandirian belajar dan kemampuan bahasa lisan siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah (MI) MaAohad Al-Zaytun, meskipun hubungan tersebut lemah. Hal ini dibuktikan dengan nilai korelasi product moment dengan hasil 0,299 dan signifikansi 0,018 lebih kecil dari 0,05. Implikasi dari tingkat kemandirian belajar terhadap kemampuan bahasa lisan siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah (MI) MaAohad Al-Zaytun relatif kecil yaitu 0,089 dilihat dari nilai koefisien determinasi. Hal ini menunjukkan bahwa kemandirian belajar hanya menjelaskan sekitar 8. 9% dari variasi dalam kemampuan bahasa lisan. Artinya, meskipun ada pengaruh positif, sebagian besar kemampuan bahasa lisan siswa dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. DAFTAR REFERENSI Adliani. , & Wahab. Pemanfaatan Video untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Sekolah Dasar. Prosiding Seminar Nasional 54 | 1st ICILEES 2024 Theme-Inovations and Solution to share the Future of Basic Law,Economic and Education in The Era of Society 5. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia II, 2, 141Ae145. Fakhruddin. Urgensi Pendidikan Nilai untuk Memecahkan Problematika Nilai dalam Konteks Pendidikan Persekolahan. Jurnal Pendidikan Agama Islam -TaAolim Vol. 12 No. 1 - 2014, 12. , 79Ae96. Hafsah. Analisis Kemandirian Belajar Siswa dalam Pembelajaran Tematik di Kelas 2 SDI Al-AZHAR 17 Bintaro. In Skripsi. UIN Syarif Hidayatullah. Hariyadi. Misnawati. , & Yusrizal. Mewujudkan Kemandirian Belajar : Merdeka Belajar Sebagai Kunci Sukses Mahasiswa Jarak Jauh. Badan Penerbit STIEPARI Press. Husna. Analisis Keterampilan Berbicara Siswa Kelas IV SDN 1 Sripendowo Ketapang Lampung Selatan Dalam Pembelajaran Tematik. In FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mulyadi. , & Syahid. Faktor Pembentuk dari Kemandirian Belajar Siswa. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam, 5. , 197Ae214. Noortyani. Strategi Pembelajaran Berbahasa Lisan Melalui Kegiatan Bercerita Pada Siswa Kelas i Sekolah Dasar. 51Ae60. https://w. net/index. php/PS2DMP/article/view/700 Pattah. Madjid. , & Patandean. Kemandirian Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V Sekolah Dasar Di Kecamatan Soreang Kota Parepare. , 12Ae19. https://doi. org/10. 35965/bje. Pratiwi. Witono. , & Jaelani. Keterampilan Komunikasi Siswa Kelas V SDN 32 Cakranegara Kecamatan Sandubaya Kota Mataram Tahun Ajaran 2021/2022. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7. , 1639Ae1646. https://doi. org/10. 29303/jipp. Rakhma. HUBUNGAN KECERDASAN INTRAPERSONAL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI (Studi Korelasi di Kelas X MIPA SMA Negeri 3 Tasikmalay. (Nomor Jul. Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Sani. , & Rahman. Monograf Komunikasi Efektif dan Hasil Belajar. Media Sains Indonesia. https://books. id/books?id=96RcEaQBAJ Setyawan. Petunjuk Praktikum Normalitas & Homogenitas Data Dengan SPSS. In Angewandte Chemie International Edition, 6. , 951Ae952. (Vol. Tahta Media Group. Setyonegoro. Pembelajaran Berbicara Berbasis Masalah : Strategi Dan Pendekatan Sebagai Implementasi Kurikulum 2013. Pena, 3. , 29Ae41. https://online-journal. id/index. php/pena/article/view/2229 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. ALFABETA. Suid. Syafrina. , & Tursinawati. Analisis kemandirian siswa dalam proses pembelajaran di kelas i SD Negeri 1 Banda Aceh. Jurnal Pesona Dasar, 1. , 70Ae Wicaksono. Bahasa Dalam Komunikasi Pembelajaran. J P P Journal of 55 | 1st ICILEES 2024 Theme-Inovations and Solution to share the Future of Basic Law,Economic and Education in The Era of Society 5. Analisis Implikasi Tingkat Kemandirian Belajar Terhadap Kemampuan Bahasa Lisan Siswa Prospective Learning, 1. , 9Ae19. http://jurnal. id/index. php/lp3m 56 | 1st ICILEES 2024 Theme-Inovations and Solution to share the Future of Basic Law,Economic and Education in The Era of Society 5.