POLINOMIAL Jurnal Pendidikan Matematika Volume 5 Issue 1 . , pp. Online: https://ejournal. org/index. php/jp e-ISSN: 2830-0378 Hubungan Keterampilan Bertanya Guru dan Motivasi Belajar Matematika Siswa di MTs Negeri 2 Lampung Timur Jenny Artha Septiani1*. Ummi Rosyidah2. Iskandar3 1,2,3 Universitas Nahdlatul Ulama Lampung. Indonesia *Corresponding Author: jennyartha236@gmail. Submitted: 11 January 2026 | Revised: 22 February 2026 | Accepted: 24 February 2026 Abstrak Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran matematika. Salah satu faktor yang memengaruhi motivasi belajar siswa adalah keterampilan bertanya guru dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan adanya kesenjangan antara keterampilan bertanya guru dan tingkat motivasi belajar siswa di kelas . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keterampilan bertanya guru dan motivasi belajar matematika Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTS negeri 2 Lampung Timur yang berjumlah 161 siswa dan sampel penelitian kelas VII A dengan jumlah 30 siswa yang diperoleh menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket motivasi dan keterampilan bertanya guru. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji korelasi product moment . Hasil analisis data diperoleh nilai ycEaycnycycycuyci 0,705 dan nilai ycycycaycayceyco 0,374. Dimana jika ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco maka terdapat korelasi yang signifikan. Berdasarkan perolehan data tersebut dimana 0,705 > 0,374 atau ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan bertanya guru terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika kelas VII Mts N 2 Lampung Timur. Hubungan tersebut menunjukkan bahwa semakin baik keterampilan bertanya guru, maka semakin tinggi motivasi belajar matematika siswa begitu juga sebaliknya. Kata Kunci: Pembelajaran Matematika. Keterampilan Bertanya. Motivasi Belajar. Abstract Learning motivation is one of the key factors in the success of mathematics learning. One factor that influences studentsAo learning motivation is the teacherAos questioning skills during the instructional Based on observations and interviews, a gap was identified between teachersAo questioning skills and studentsAo levels of learning motivation in the classroom. This study aims to analyze the relationship between teachersAo questioning skills and studentsAo motivation in learning mathematics. This research employed a quantitative approach. The population consisted of all Grade VII students of MTs Negeri 2 East Lampung, totaling 161 students. The sample was Class VII A, comprising 30 students selected through cluster random sampling. The research instruments used were questionnaires measuring studentsAo learning motivation and teachersAo questioning skills. Data were analyzed using the Pearson product-moment correlation test. The results of the data analysis showed that the calculated correlation coefficient . _calculate. 705, while the critical value . _tabl. Since r_calculated > r_table . 705 > 0. , it indicates a significant correlation. Therefore, it can be concluded that there is a significant relationship between teachersAo questioning skills and studentsAo motivation in learning mathematics in Grade VII of MTs Negeri 2 East Lampung. This relationship suggests that the better the teacherAos questioning skills, the higher the studentsAo motivation in learning mathematics, and vice versa. Keywords: Mathematics learning. Questioning Skills. Learning Motivation. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2026 by Author | 385 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 385-390, Jenny Artha Septiani. Ummi Rosyidah. Iskandar PENDAHULUAN Pembelajaran matematika di jenjang madrasah tsanawiyah tidak hanya menuntut penguasaan konsep dan prosedur, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Selama proses pembelajaran, pendidik memainkan peran penting dalam keberhasilan pembelajaran siswa. Menurut pandangan Islam, pengajar harus memainkan peran penting dalam pendidikan pendidik harus hadir dan membimbing peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran (Hasan & Basri, 2. Guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan agar dapat memotivasi siswa untuk semangat belajar. Motivasi didefinisikan sebagai kekuatan atau energi yang mendorong antusiasme terhadap suatu aktivitas, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar individu. Motivasi belajar penting karena mendorong siswa untuk aktif dan tekun dalam belajar sehingga meningkatkan keberhasilan pembelajaran. Motivasi dipengaruhi oleh dua variabel yaitu variabel internal dan eksternal (Slameto, 2. Faktor internal adalah faktor dorongan dari dalam diri siswa dalam artian siswa termotivasi belajar karena siswa mampu memahami materi pada pembelajaran tersebut, bukan karena pujian ataupun dorongan dari orang lain. Sedangkan, faktor eksternal adalah faktor dorongan atau motivasi yang muncul karena adanya rangsangan dari luar. Salah satu faktor eksternal tersebut adalah guru beserta keterampilannya dalam mengajar. Guru perlu memiliki keterampilan mengajar yang baik agar proses pembelajaran berjalan efektif dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Keterampilan bertanya guru merupakan faktor penting dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan meningkatkan motivasi belajar siswa, karena pertanyaan yang terarah dan sistematis dapat mendorong siswa untuk berpikir kritis, partisipasi aktif, serta membangun pemahaman mandiri. Keterampilan ini mencakup cara guru mengajukan pertanyaan, mendorong siswa untuk bertanya, dan memotivasi melalui pertanyaan, serta dinilai ideal apabila memenuhi kriteria keterampilan bertanya dasar dan lanjutan. Dengan demikian, keterampilan bertanya yang efektif berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar siswa, karena mampu menumbuhkan rasa ingin tahu dan keterlibatan emosional dalam proses pembelajaran. Semakin baik kualitas pertanyaan yang diajukan guru, semakin tinggi pula dorongan internal siswa untuk memahami materi dan berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan belajar. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti pada tanggal 4 Juni 2025 di MTs N 2 Lampung Timur, diperoleh hasil bahwa motivasi belajar siswa masih rendah. Hal ini dilihat dari aktivitas pembelajaran dimana siswa tidak memperhatikan guru selama pembelajaran, mereka lebih tertarik bermain dengan teman sebangku mereka. Ketika guru mengajukan pertanyaan terkait materi yang diajarkan mereka tetap diam dan tidak mau Hal ini dipengaruhi karena kurangnya keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran melalui tanya jawab. Ketika guru mengajukan pertanyaan siswa tidak mampu menjawab sehingga guru menjawab pertanyaannya sendiri. Hal tersebut karena kurangnya keterampilan guru dalam mengajukan pertanyaan kepada siswa, karena setiap pertanyaan yang diajukan guru ketika siswa tidak mampu menjawab maka akan dijawab sendiri oleh guru tersebut, sehingga siswa merasa aman dan tidak ada motivasi belajar agar mampu menjawab pertanyaan tersebut. Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 386 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 385-390, Jenny Artha Septiani. Ummi Rosyidah. Iskandar Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti melakukan penelitian yang berjudul AuHubungan Keterampilan Bertanya Guru dan Motivasi Belajar Matematika Siswa di MTs Negeri 2 Lampung TimurAy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat korelasi antara keterampilan bertanya guru terhadap motivasi belajar matematika siswa kelas VII MTS negeri 2 Lampung Timur. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika melalui penguatan keterampilan bertanya guru guna menumbuhkan motivasi belajar siswa. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan di MTs Negeri 2 Lampung Timur pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 161 siswa, terdiri atas kelas VII A . VII B . VII C . VII D . VII E . , dan VII F . Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling, yaitu pemilihan sampel secara acak berdasarkan kelompok kelas. Berdasarkan hasil pemilihan sampel secara acak melalui teknik cluster random sampling, terpilih kelas VII A yang berjumlah 30 siswa sebagai sampel dalam penelitian ini. Variabel dalam penelitian ini terdiri atas dua variabel, yaitu variabel independen (X) berupa keterampilan bertanya guru dan variabel dependen (Y) berupa motivasi belajar siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui angket keterampilan bertanya guru dan angket motivasi belajar siswa, serta didukung oleh dokumentasi. Instrumen angket menggunakan skala Likert dengan empat pilihan jawaban, yang memuat pernyataan positif dan negatif. Untuk pernyataan positif, skor diberikan 4 . , 3 . , 2 . adang-kadan. , dan 1 . idak perna. , sedangkan untuk pernyataan negatif skor diberikan secara terbalik. Teknik analisis data dilakukan melalui uji hipotesis menggunakan uji korelasi product moment . untuk mengetahui hubungan keterampilan bertanya guru terhadap motivasi belajar siswa. HASIL PENELITIAN Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji korelasi product moment . dengan hipotesis penelitian AoAoterdapat korelasi yang signifikan keterampilan bertanya guru terhadap motivasi belajar pendidikan matematika Siswa Kelas VII di MTs N 2 Lampung TimurAy. Setelah mengumpulkan data pada keterampilan bertanya guru dan motivasi belajar Matematika siswa kelas VII di MTs N 2 Lampung Timur. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan aplikasi SPSS Versi 26 Microsoft Excel 2016. Dengan hasil sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Uji Hipotesis Uji korelasi product moment . ycEaycnycycycuyci N (Jumlah Sisw. 0,705 0,374 Berdasarkan data tersebut, kemudian hasil ycEaycnycycycuyci dibandingkan dengan nilai ycycycaycayceyco . Jika ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco maka hipotesis alternatif diterima. Sebaliknya jika ycEaycnycycycuyci < ycycycaycayceyco hipotesis alternatif ditolak. Adapun harga ycycycaycayceyco pada taraf signifikansi 5% dengan sampel 30 Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 387 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 385-390, Jenny Artha Septiani. Ummi Rosyidah. Iskandar maka yccyce = ycu Oe 2 = 30 Oe 2 = 28 adalah 0,374. Berdasarkan hasil analisis tersebut diketahui bahwa 0,705 > 0,374 atau ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco sehingga dapat simpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara Keterampilan bertanya guru terhadap motivasi belajar pendidikan matematika siswa Kelas VII Mts N 2 Lampung Timur. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan korelasi Product Moment melalui bantuan SPSS versi 26 dan Microsoft Excel 2016, diperoleh nilai rhitung=0,705 dan r tabel = 0,374. Karena rhitung > rtabel . ,705 > 0,. , maka hipotesis alternatif diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan bertanya guru dan motivasi belajar matematika siswa kelas VII MTs N 2 Lampung Timur. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,705 berada pada kategori kuat, yang menunjukkan bahwa semakin baik keterampilan bertanya guru, semakin tinggi motivasi belajar siswa. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kualitas interaksi guru melalui pertanyaan yang efektif dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa (Chin, 2007. Tofade. Elsner, & Haines, 2. Pertanyaan yang terstruktur dan bersifat menantang secara kognitif mampu merangsang rasa ingin tahu serta partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran Secara teoretis, keterampilan bertanya merupakan bagian penting dari strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa karena dapat mendorong proses berpikir tingkat tinggi serta memperkuat motivasi intrinsik (Walsh & Sattes, 2. Motivasi belajar sendiri memiliki peran signifikan dalam menentukan intensitas dan ketekunan siswa dalam mencapai tujuan akademik (Schunk, 2. Dengan demikian, hubungan yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam merancang dan mengajukan pertanyaan yang bermakna berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar matematika Hasil ini memperkuat temuan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa interaksi pedagogis yang berkualitas memiliki korelasi positif terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa (Lambros, 2. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru dalam keterampilan bertanya perlu menjadi perhatian dalam pengembangan profesionalisme pendidik, khususnya dalam pembelajaran matematika. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji Korelasi Product Moment diperoleh nilai ycEaycnycycycuyci = 0,705 dan ycycycaycayceyco = 0,374. Karena ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco . ,705 > 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan bertanya guru dan motivasi belajar matematika siswa. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,705 menunjukkan hubungan yang kuat dan positif, yang berarti semakin baik keterampilan bertanya guru, maka semakin tinggi motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian, guru matematika disarankan untuk terus meningkatkan keterampilan bertanya, khususnya dalam merancang pertanyaan yang bersifat terbuka, menantang, dan mendorong berpikir kritis siswa, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar mereka. Sekolah juga diharapkan memberikan pelatihan atau workshop terkait strategi bertanya efektif sebagai bagian dari pengembangan profesional Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menggunakan desain penelitian yang lebih Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 388 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 385-390, Jenny Artha Septiani. Ummi Rosyidah. Iskandar komprehensif, seperti regresi atau eksperimen, guna menguji pengaruh secara lebih mendalam serta melibatkan sampel yang lebih luas agar hasil penelitian memiliki daya generalisasi yang lebih kuat. DAFTAR PUSTAKA