Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 2. Novenber 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Sosialisasi pengolahan produk tanaman obat keluarga Di desa kolbano kabupaten timor tengah selatan Nur Aini Bunyani1. Deglory Tunmuni2. Nardi Matias Leo3. Eka Citra Gayatri Kerihi4. Abdonia W Finmeta5. Maya F Roman6. Charizal M A Manu7. Novita M Pandie8. Duanita S Dengga9. Windy Djo Hau10 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 Program Studi Biologi. Universitas Persatuan Guru 1945. Kota Kupang. Indonesia Email: ainibny@gmail. glorytunmuni@gmail. Abstrak Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi yang kaya akan berbagai tanaman obat dan berpotensi untuk dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal. Tanaman obat mengandung senyawa dan zat akif yang berperan dalam pencegahan dan pengobatan penyakit. Sosialisasi penggunaan tanaman obat keluarga ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang jenis-jenis tanaman obat keluarga, kandungan, manfaat serta pengolahan produk tanaman obat keluarga sehingga mewujudkan masyarakat sehat di Desa Kolbano. Sosialisasi ini dengan metode observasi, sosialisasi/ceramah, serta diskusi dan tanya jawab tentang tanaman obat keluarga seperti jahe, kunyit, sirih, lidah buaya dan serai. Hasil yang diperoleh bahwa Masyarakat akhirnya dapat memahami dengan baik dan mendapat pengetahuan yang baru tentang jenis tanaman obat keluarga, tentang kandungan, manfaat serta produk olahan dengan berbagai macam bentuk. Kata Kunci: Masyarakat sehat. Sosialisasi,Tanaman Obat Keluarga Abstract Indonesia has very high biodiversity which is rich in various medicinal plants and has the potential to be developed and utilized optimally. Medicinal plants contain active compounds and substances that play a role in preventing and treating disease. This socialization on the use of family medicinal plants aims to increase understanding of the types of family medicinal plants, their contents, benefits, and processing of family medicinal plant products to create a healthy community in Kolbano Village. This socialization uses observation methods, socialization/lectures, as well as discussions and questions and answers about family medicinal plants such as ginger, turmeric, betel, aloe vera, and lemongrass. The results obtained are that the community can finally understand well and gain new knowledge about the types of family medicinal plants, their contents, benefits, and processed products in various forms. Keywords: Healthy society. Socialization. Family Medicinal Plants Submit: Juni 2024 Diterima: Agustus 2024 Publis: November 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Pendahuluan Indonesia hayati yang sangat tinggi yang kaya akan berbagai tanaman obat dan berpotensi untuk dikembangkan dan dimanfaatkan secara baik. Pada umumnya penggunaan tanaman obat lebih ampuh untuk mengobati penyakit namun penggunaan tanaman obat dianggap kuno dan tidak banyak memberikan hasil yang signifikan. Namun zaman semakin berkembang dimana pengobatan konvensional menjadi barang mewah bagi sebagian orang, maka pengobatan secara tradisional melalui Tanaman Obat Keluarga (TOGA) ini mulai dilirik oleh sebagian masyarakat diIndonesia berbagai penyakit dengan teknik yang lebih sederhana. Menurut Puspitasari . , mengandung senyawa atau zat aktif yang disebabkan oleh perubahan iklim maupun penyakit lainnya. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 103 tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional pada pasal 70 menyatakan bahwa masyarakat dapat melakukan perawatan kesehatan secara mandiri dengan memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Pemerintah juga sangat mendukung tentang pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) ini, terlihat dari Keputusan Menteri Kesehatan RI Np. 381/Menkes/SK/i/2007 dalam salah satu sub sistem dari Sistem Kesehatan Nasional. Dalam Keputusan Menkes tersebut, disebutkan dalam pengembangan dan peningkatan penelitian uji klinis pemanfaatan obat tradisional ditujukan agar diperoleh obat tradisional yang bermutu tinggi, aman, memiliki khasiat nyata yang teruji secara ilmiah, dan dimanfaatkan secara luas, baik digunakan kesehatan formal. TOGA efektif dalam mengobati berbagai penyakit dan gejala seperti demam, menggigil, batuk, sakit perut dan gatal-gatal. Sebagian besar Vol. 8 No. November 2024 tumbuhan yang tercantum dapat digunakan sebagai pertolongan pertama untuk berbagai penyakit seperti demam, batuk dan berbagai penyakit degenerative. Oleh meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam penggunaan TOGA, dilakukan sosialisasi untuk pemanfaatan TOGA di Desa Kolbano Kecamaan Kolbano Kabupaten Timor Tengah Selatan dilakukan melalui ceramah/presentasi, dan diskusi serta tanya jawab untuk berbagai tanaman obat dalam keluarga seperti nama beberapa tanaman obat, kandungan, manfaat, dan produk olahan tanaman obat keluarga. Pengunaan TOGA menurut Pamungkas et al. , 2021, dapat pemanfaatan lahan dan memelihara kesehatan secara mandiri. Gambar 1. Tim PkM dan Peserta Sosialisasi Artikel mengulas kegiatan sosialisasi TOGA di Desa Kolbano Kecamaan Kolbano Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan fokus pada meningkatkan kesadaran dan penggunaan tanaman obat keluarga. Dengan demikian, artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam melalui pemanfaatan TOGA secara mandiri dan berkelanjutan. Selain itu, hasil dari kegiatan ini juga dapat dijadikan acuan untuk memanfaatkan lahan kosong TOGA, meningkatkan kesadaran akan manfaat Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) TOGA sebagai obat alami, dan menanam TOGA untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Metode Pelaksanaan Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian. Metode diuraikan dengan jelas dan terperinci. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan metode: Tahap Observasi, masyarakat ini dimulai dengan melakukan survei ke lapangan. Komunikasi terkait dengan perijinan pada Camat. Kepala Desa Kolbano dan tokoh masyarakat, juga dilakukan pada tahap persiapan ini. Pada kegiatan ini juga dilakukan beberapa persiapan meliputi persiapan tempat, merencanakan materi yang akan diberikan, pembagian kerja diantara tim pelaksana dan mengadakan kesepakatan waktu kegiatan. Sosialisasi, menggunakan metode menyampaikan materi tentang: jenisjenis TOGA, kandungan TOGA, manfaat TOGA dan juga produk olahan TOGA untuk masyarakat Desa Kolbano Diskusi dan Tanya Jawab, hal ini pertanyaan yang berkaitan dengan TOGA (Tanaman Obat Keluarg. Hasil Dan Pembahasan Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Kolbano. Kecamatan Kolbano. Kabupaten Timor Tengah Selatan. Objek dari kegiatan ini adalah masyarakat berjumlah 25 orang. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada bulan November 2024. Pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan Vol. 8 No. November 2024 penggunaan TOGA untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, mencegah berbagai penyakit degenerative dan menjaga Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimulai dengan melakukan survei ke lapangan. Gambar 2. Tim PkM Seusai Wawancara Dengan Camat Kolbano Hasil wawancara mengatakan bahwa Desa Kolbano mempunyai banyak potensi tanaman untuk dijadikan sebagai obat-obatan dimana berdasarkan hasil observasi yang terlebih dahulu dilakukan cukup banyak tanaman yang tumbuh di sektiar kebun dan pekarangan rumah Adapun tanaman yang mayoritas tumbuh adalah tanaman yang bisa dijadikan sebagai obat - obatan sehari Selain itu tanaman yang tumbuh di sekitar kebun dan pekarangan masyarakat hanya diolah sebagai bumbu dapur tanpa dimanfaatkan untuk produk makanan Maka dari itu berdasarkan hasil observasi disimpulkan bahwa penting sekali melakukan sosialisasi di masyarakat Desa Kolbano melalui pemanfaatan tanaman disekitar untuk dijadikan sebagai obat Ae obatan dan produk lainnya yang bisa juga dikonsumsi. Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan di lokasi ada beberapa tanaman yang bisa dijadikan sebagai tanaman obat keluarga. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 Tabel 1. Jenis Tanaman TOGA Jenis Tanaman Jahe Kandungan Manfaat Shogaol Gingero Gambar 3. Tim PkM dan Kepala Desa Kolbano Melakukan Survei ke Lapangan Kegiatan Pengabdian tiba pada waktu yang telah ditentukan maka tahap sosialisasi ini lebih banyak difokuskan kepada jenis tanaman, maupun manfaat tanaman yang bisa dijadikan sebagai obat pendamping keluarga atau obat keluarga. Terutama mengenai tanaman yang mudah oleh masyarakat banyak dijumpai di sekitar halaman atau kebun masyarakat. Dengan sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat Desa Kolbano harapannya bisa memanfaatkan tanaman tersebut sebagai obat pendamping keluarga setelah diketahui kandungan, manfaat dan produk olahan untuk dilakukan agar dapat dikonsumsi. Kunyit Minyak Kurkumi Sirih Essential oil Gambar 4. Ceramah Tentang TOGA Beberapa tanaman TOGA yang disampaikan pada saat ceramah adalah sebagai berikut: Lidah 75 Senyawa Antiinfl Antioks Antikan Antibak Mempe aan, dll Antiinfl Antioks Antibak Antivir Antifun gi, dll Antimi Antikan Antinye Antioks Antikol Hepato Pengaw et alami Antiinfl Antioks Antidia Antibak Antisep tik, dll Olahan Produk - Teh - Manis - Kukis Mask Minu Perme n jelly Hands Pasta Escre Cend Nata Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Serai Sitronel Sitronel Geranio Antioks Antimi Antisep - Pee Pada kegiatan ini juga sangat harapannya dengan adanya kegaitan ini masyarakat Desa Kolbano bisa lebih mandiri terutama dalam hal menjaga kesehatan keluarga. Karena jenis tanaman meningkatkan kekebalan tubuh, serta membantu memperbaiki kerusakan sel. Vol. 8 No. November 2024 TehTabel 2 . Kualitas Hasil Indikator Capaian Indikator Capaian Kualitas Obat Masyarakat paham tentang Baik jenis-jenis TOGA Masyarakat paham tentang Baik Sabun khasiat/ manfaat TOGA Masyarakat mulai menanam TOGA di lahan rumahnya Masyarakat mampu mengelolah dan mengkonsumsi TOGA yang telah mereka tanam Baik Baik KESIMPULAN Berdasarkan Pengabdian yang telah dilakukan, maka kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Kolbano. Adapun manfaat yang bisa didapat oleh masayarakat maupun pemerintah adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan adanya kegiatan ini masyarakat Desa Kolbano bisa mengetahui jenis tanaman, kandungan, manfaat dan olahan produk dari tanaman TOGA yang bisa dijadikan sebagai obat - obatan pendamping keluarga maupun lebih mandiri dari segi kesehatan. Selain itu juga mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tetap melakukan pola hidup sehat dan bersih. UCAPAN TERIMA KASIH