p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Agromix Volume 10. No 1. Maret 2019 AuKEARIFAN LOKAL SUKU TENGGER DALAM ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN KENTANGAy "Local function of success in the adaptation of climate change and its effect on increasing potato plants production" Totok Fermansah1. Wenny Mamilianti1 Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan e-mail: 1totokfermansah@gmail. com, 2wennymfp@yudharta. ABSTRAK Beberapa penelitian menyebutkan alokasi input petani dipengaruhi oleh adanya perubahan iklim. Oleh karena itu permasalahan penelitian ini fokus pada . Bagaimana adaptasi suku Tengger dalam perubahan iklim?, . Bagaimana pengaruh adaptasi perubahan iklim masyarakat suku Tengger terhadap produksi tanaman kentang? Tujuan penelitian ini adalah : . Mendiskripsikan adaptasi suku Tengger dalam perubahan . Menganalisis pengaruh adaptasi perubahan iklim terhadap produksi tanaman Penelitian ini adalah penelitian survey yaitu pengambilan data dilakukan langsung pada sampel sebagai responden melalui kuisener. Penelitian dilakukan di Kec. Tosari Kab. Pasuruan dan sampel adalah petani Suku Tengger di Ds. Wonokitri Kec. Tosari Kab. Pasuruan. Metode analisis yang digunakan adalah tabulasi data, score dan coding, serta pendekatan fungsi produksi Cobb Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan adaptasi yang paling banyak dilakukan secara turun temurun adalah penghematan penggunaan air, penggunaan pupuk kandang, pengolahan lahan berlawanan kontur, penggunaan irigasi yang baik, penggunaan pestisida kimiawi, peningkatan intensitas penyiangan gulma, penyiapan benih yang baik, penanaman awal musim hujan, perubahan wakyu tanam, penggunaan jarak tanam rekomendasi, mencari informasi perubahan iklim, penanganan hasil panen dengan meminimalkan susut hasil, pengurangan luas lahan garapan, dan berpindah dari lokasi berisiko tinggidampak perubahan iklim. Hal ini dilihat dari prosentase terbesar yaitu 80-100%. Dan hasil kedua menunjukkan bahwa benih, urea, tenaga kerja dan dummy penerapan adaptasi perubahan iklim merupakan variable yang berpengaruh positif nyata terhadap produksi. Sedangkan penggunaan pestisida merupakan variable yang berpengaruh negative nyata terhadap produksi. dan variable yang tidak berpengaruh nyata adalah lahan, penggunaan pupuk SP. NPK, dan pupuk kandang. Kata Kunci : kearifan lokal, adaptasi, produksi kentang, perubahan iklim, stochastic production frontier. ABSTRACT Some studies say the allocation of farmers' inputs is influenced by climate change. Therefore the problem of this research focuses on . What is the adaptation of the Tengger tribe in climate change ?, . What is the effect of the climate change adaptation of the Tengger tribe on the production of potato crops? The purpose of this study are: . Describe the adaptation of the Tengger tribe in climate change. Analyzing the effects of climate change adaptation on potato crop production. This research is survey research, that is data collection is done directly on the sample as respondents through questionnaires. The study was conducted in the Sub-district of Tosari Regency and the sample was the Tengger Tribe farmers in Ds. Wonokitri Kec. Tosari Kab. Pasuruan. The analytical method used is data tabulation, score and coding, and Cobb Douglas production function approach. The results showed that the most adaptation actions carried out from generation to generation were saving water use, using manure, processing land opposite contours, using good irrigation, using chemical pesticides, increasing the intensity of weed weeding, preparing good seeds, planting the early wet season , changes in planting time, use of recommended spacing, seeking information on climate change, handling crop yields by minimizing yield losses, reducing the area of cultivated land, and moving from high-risk locations to climate change impacts. This is seen from the largest percentage of 80-100%. And the second result shows that seeds, urea, labor and dummy application of climate change adaptation are variables that have a real positive effect on production. While the use of pesticides is a variable that has a significant negative effect on production. variables that have no significant effect are land, use of SP fertilizer. NPK, and manure. Keywords: local wisdom, adaptation, potato production, climate change, stochastic production frontier. Isu pentingnya dampak perubahan PENDAHULUAN Perubahan iklim sudah dirasakan di Indonesia sejak abad 19. Pola perubahan penurunan produksi yang disebabkan oleh musim mulai tidak beraturan sejak 1991 serangan hama penyakit, jenis hama yang mengganggu swasembada pangan penyakit yang beragam, kualitas tanah Beberapa peneliti menyatakan yang menurun, kekeringan dan bencana bahwa perubahan iklim terjadi pada abad akibat perubahan iklim ini telah diteliti peningkatan suhu, dan perubahan cuaca oleh beberapa peneliti yang menjelaskan Wang Penurunan menjelaskan bahwa perubahan suhu di Cina menjelaskan bahwa peningkatan suhu kenaikan suhu pada tahun 1986-2005. udara dan penurunan curah hujan secara Intergoverment Panel On Climate Change bersama-sama mengakibatkan penurunan (IPCC, 2. melaporkan bahwa kenaikan perkembangan tanaman pada setiap fase suhu global rata-rata 0,85AC terjadi dari yang mengakibatkan penurunan hasil tahun 1880 sampai 2012, dan diprediksi terus berlanjut 1,5AC Ae 2,5AC sampai menjelaskan bahwa suhu rendah dalam waktu yang lama memperpendek periode berturut-turut Salinger Salwati . vegetasi dan menghambat produktivitas tanaman hortikultura di Negara tropis dan adanya modernisasi informasi dan budaya yang dibawa masyarakat pendatang baik Hatfield menjelaskan bahwa di USA bagian selatan menetap tinggal di wilayah Tengger. menurunkan hasil kedelai sampai 24%. Proses Dataran Bromo Tengger Semeru Suku Tengger serangkaian proses dari manusia untuk bermukim adalah kawasan yang subur melakukan penyesuaian diri atau memberi karena di lereng gunung Merapi. Berbagai respon terhadap perubahan lingkungan tanaman tumbuh subur utamanya tanaman fisik maupun sosial yang terjadi secara Dengan adanya perubahan iklim tidak menentu. Menurut Sulistiono R dan yang dirasakan menunjukkan penurunan Soemarmo Produksi perubahan iklim harus segera dilakukan, ditahun 1990 an mencapai 40 ton/ha, namun sekarang hanya mencapai 16 penurunan produksi pangan hingga 7%. ton/ha. Penurunan produksi ini jika tidak Namun segera ditangani terutama dengan strategi berkelanjutan tentunya memerlukan biaya adaptasi petani maka tentunya produksi pertanian akan terus menurun apalagi ada pembangunan irigasi, penggunaan input indikasi perubahan perilaku petani dalam produksi tambahan, langkah konservasi dan sebagainya. produksi ada kaitannya dengan efisiensi Masyarakat Suku Tengger adalah Dimana Penurunan kearifan lokal yang diturunkan secara dengan alokasi sumberdaya dan faktor turun-temurun dari leluhurnya. Kearifan sosial ekonomi. Menurut Otitoju M. A dan lokal tersebut antara lain dalam hal Enete. A . dalam penelitiannya menjelaskan bahwa perilaku adaptasi Namun 10 dekade terakhir dimana penguasaan lahan beralih ke ahli Nigeria. Masalahnya adalah kesadaran waris pemahaman akan kearifan lokal adanya perubahan iklim hanya dipahami mulai ditinggalkan, hal ini dikarenakan oleh sebagian masyarakat Tengger dan sebagian Oleh dengan sikap yang biasa saja. Hal ini dalam penelitian ini yaitu . Bagaimana adaptasi suku Tengger dalam perubahan perilaku di kalangan beberapa petani yang . Bagaimana pengaruh adaptasi mengabaikan kearifan lokal. Oleh karena perubahan iklim masyarakat suku Tengger itu strategi adaptasi terhadap perubahan terhadap produksi tanaman kentang?. iklim sangatlah penting segera dilakukan Untuk khususnya di daerah pertanian yang subur di kawasan Bromo Tengger Semeru. peneliti membatasi permasalahan dalam Mengingat daerah tersebut merupakan penelitian ini yaitu Penelitian ini hanya di sentra produksi sayuran Jawa Timur. fokuskan di Desa Wonokitri Kecamatan Penelitian tentang strategi adaptasi Tosari Kabupaten Pasuruan, serta Suku Tengger penting dilakukan. Sejauh ini sudah Kearifan lokal yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kearifan lokal tentang bagaimana Purnomohadi terhadap perubahan iklim. Namun studi Nurrahim A, 2014 yang menjelaskan atau penelitian yang menginvestigasi dan pengetahuan secara turun temurun yang knowledge atau kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat untuk mengelola berupa adaptasi terhadap perubahan iklim lingkungan hidupnya. Kearifan belum banyak dilakukan baik di Indonesia Internasional. Beberapa METODE PENELITIAN penelitian tentang indegenous knowledge Lokasi penelitian in dilakukan di atau kearifan lokal lebih fokus pada Desa Kabupaten Pasuruan. Penentuan lokasi ini Penelitian atau investigasi terhadap dilakukan secara purposive atau secara Wonokitri. Kecamatan inefisiensi teknis juga belum banyak Tengger dan merupakan daerah sentra dilakukan, kecuali yang dilakukan Otitoju produksi kentang. Penelitian ini dilakukan iklim terhadap efisiensi produksi dan A dan Enete A. A . Tosari selama tiga bulan, mulai bulan Mei pengambilan sampel dalam penelitian ini sampai Juli 2018. menggunakan teknik multi-stage cluster Data penelitian ini berupa data primer dan sampel yang dilakukan melalui dua tahap Data atau lebih. Metode pertanyaan yang telah disusun dalam penelitian ini adalah metode analisis beberapa sumber informasi kunci yang mengelompokkan jawaban dari sample. Kemudian observasi yang dilakukan dilanjutkan dengan sistem coding untuk secara langsung di daerah penelitian. Data sekunder diperoleh dari literature-literatur sedangkan ntuk menjawab permasalahan yang relevan, penelitian terdahulu dan kedua menggunakan metode pendekatan instansi yang terkait dalam penelitian ini, fungsi produksi Cobb-Douglas dalam yaitu kantor Kecamatan Tosari Kabupaten bentuk logaritma natural. Adapun model Pasuruan dan atau melalui website BPS tersusun berdasarkan spesifikasi fungsi Kabupaten produksi Cobb-Douglas dalam bentuk Pasuruan. Sampel penelitian ini adalah petani kentang pada logaritma natural adalah : Teknik = Jumlah produksi/output . = Luas lahan . = Jumlah Benih . Urea = Jumlah Urea . = Jumlah pupuk SP . NPK = Jumlah pupuk NPK . Pkd = Jumlah pupuk kandang . = Jumlah tenaga kerja (HOK) Pes = Jumlah pestisida . DCC = variabel dummy penerapan adaptasi oleh petani, bernilai 1 jika petani menerapkan langkah-langkah adaptasi secara baik, bernilai 0 jika petani tidak menerapkan atau menerapkan tidak sepenuhnya. Nilai ini diperoleh dari hasil wawancara dan kuisener dengan petani. = Jumlah petani responden = Intersep = koefisien parameter dugaan variabel/faktor produksi ( > . = Variabel acak, dimana variabel tersebut merupakan faktor eksternal (Iklim, serangan hama penyakit atau kesalahan dalam permodela. sebarannya simetris dan menyebar normal ( HASIL DAN PEMBAHASAN perubahan iklim, penanganan hasil panen Hasil identifikasi tindakan atau cara dengan meminimalkan kehilangan/susut adaptasi terhadap perubahan iklim yang hasil, pengurangan luas lahan. dilakukan oleh petani Tengger secara Ada turun temurun ada 17, antara lain : penggunaan penghematan air, penggunaan eksternal antara lain dari pemerintah atau pengolahan lahan berlawanan kontur, penggunaan penutup tanah, penggunaan tersebut antara lain penambahan luas system irigasi dan drainase yang baik, lahan garapan, berpindah dari kegiatan penggunaan pestisida hayati, peningkatan bertani ke kegiatan berdagang, berpindah intensitas penyiangan gulma, penyiapan benih/bibit produksi tanaman pangan atau ternak, penanaman pada awal musim hujan, lebih giat mencari pekerjaan paruh waktu penanaman tanaman penguat terasiring, diluar pertanian, berpindah dari lokasi penerapan system penanaman tumpang sari/tumpang Tindakan penggunaan input kimiawi, penggunaan yang sama berturut-turut pada lahan yang tahan hama penyakit, dan penggunaan varietas tahan hujan/kekeringan. Hasil penelitian tergambar pada tabel Tabel 11. Adaptasi petani terhadap perubahan iklim Adaptasi Penghematan penggunaan air Penggunaan pupuk kandang secara lebih Penggunaan varietas tahan hama penyakit Penggunaan varietas tahan hujan/kekeringan Pengolahan lahan berlawanan kontur Penggunaan penutup tanah Penggunaan irigasi dan drainase yang baik Penggunaan pestisida hayati Penggunaan pestiisida kimiawi Pengurangan penggunaan input kimiawi Peningkatan intensitas penyianyan gulma Penyiapan benih / semaian yang lebih baik dan teliti Penanaman pada awal musim hujan Penanaman tanaman penguat terasiring Penerapan sistem penanaman tumpang sari/ tumpang gilir Perubahan waktu tanam Penggunaan jarak tanam rekomendasi Menghindari penanaman tanaman yang sama berturut-turut pada lahan yang sama Mencari informasi tentang perubahan iklim Penanganan meminimalkan kehilangan/ susut hasil Berpindah dari lokasi berisiko tinggi terhadap dampak perubahan iklim Jumlah Pengurangan luas lahan garapan Penambahan luas lahan garapan Berpindah dari kegiatan bertani ke kegiatan 25 Berpindah dari produksi sayuran ke produksi pangan atau ternak 26 Lebih giat mencari pekerjaan paruh waktu diluar pertanian Sumber : data diolah, 2018 Dari beberapa tindakan adaptasi sudah ditinggalkan oleh petani Tengger yang dilakukan oleh Petani Tengger, dilihat dari persentase (%) terendah yaitu terdapat keragaman hasil namun tindakan penggunaan pestisida hayati, hal ini adaptasi yang telah dilakukan secara turun dikarenakan petani sudah ketergantungan dengan pestisida kimia dan pengaruh Hal ini terbukti dari beberapa Sedangkan yang dilakukan oleh petani Tengger yaitu kandang secara intensif, pengolahan lahan berlawanan kontur, penggunaan system produksi tanaman sayuran ke produksi tanaman pangan atau ternak, lebih giat peningkatan intensitas penyiangan gulma, mencari pekerjaan paruh waktu di luar penyiapan benih/semaian yang lebih baik pertanian, dan penggunaan varietas tahan dan teliti, penanaman pada awal musim hujan/kemarau. tersebut hanya dilakukan oleh sebagian petani Tengger, hal ini disebabkan karena penggunaan jarak tanam rekomendasi, petani masih dalam tahap mencoba dan mencari informasi tentang perubahan melihat hasilnya. iklim, penanganan hasil panen dengan susut/kehilangan modernisasi pada petani. Adaptasi Analisis pada model produksi dan penggunaan input pada usahatani kentang pengurangan luas lahan garapan. Selain dilakukan dengan menganalisis model itu tindakan adaptasi turun temurun yang produksi dalam ekonomi produksi dengan melihat berdasarkan kriteria ekonomi dan hitung dan probabilitas T (Uji-T) yang keseluruhan juga menunjukkan hasil yang memenuhi kreteria baik secara ekonomi baik pada fungsi produksi yang diestimasi. Secara maupun statistik. Secara ekonomi tanda Secara dan besaran pada setiap persamaan bisa menjelaskan fenomena yang ada. Nilai koefisien determinasi (R ), nilai F-hitung pengujian nilai koefisien determinasi (R. , dan nilai probabilitas F (Uji F) serta T- yang rata-rata lebih dari 0,987. Model Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,994a ,987 ,983 608,34903 Predictors: (Constan. DCC. SP. NPK. Pes. Urea. TK. Pkd. Bn. Lh Dependent Variable: Pd Hal ini menunjukkan bahwa variasi variabel independen yang tidak dimasukkan dalam dependen rata-rata mampu dijelaskan lebih dari 98,7% oleh variabel independen Hasil uji F secara keseluruhan juga yang dimasukkan dalam model sedangkan menunjukkan bahwa seluruh variabel ara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen pada taraf nyata 1%. ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square 79292801,68 Regression 713635215,146 214,254 Residual 9252213,426 25 370088,537 Total 722887428,571 Dependent Variable: Pd Predictors: (Constan. DCC. SP. NPK. Pes. Urea. TK. Pkd. Bn. Lh Untuk menduga apakah persamaan ,000b Suatu persamaan dikatakan tidak ada masalah autokorelasi jika du O DW O 4- Sig. DW. Nilai dari hasil pendugaan pada Durbin-Watson (DW) yang dihasilkan. model nilai DW adalah 2,143 berarti berada pada selang 1. 955, sehingga diduga tidak ada masalah autokorelasi. dapat disimpulkan bahwa pada model R Square Change ,987 Change Statistics F Change df1 214,254 Durbin-Watson Sig. F Change ,000 2,143 Pengujian asumsi multikolienaritas <10, sehingga dapat disimpulkan bahwa dilakukan dengan variance inflation factor asumsi non multikolinearitas terpenuhi (VIF). untuk semua model. Berdasarkan diperoleh nilai VIF untuk semua prediktor Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. Urea NPK Pkd Pes DCC Dependent Variable: Pd ,012 ,014 ,071 ,686 ,477 ,011 ,034 ,061 ,303 8,766 7,753 4,161 1,458 2,096 9,279 9,444 6,342 3,301 Hasil analisis model fungsi produksi dapat dilihat pada table berikut : Variabel Penduga Prob T Parameter Constanta 462,118 0,008 Luas Lahan (LHN) NS 0,092 0,789 Benih (B. ** 9,716 0,000 Urea (Ure. ** 9,191 0,002 2,271 0,267 2,271 0,189 SP (SP) NPK (NPK) Pupuk Kandang (Pk. NS 0,203 0,437 Tenaga Kerja (TK)** 77,412 0,031 Pestisida (Pe. ** -21,239 0,038 Dummy Penerapan Adaptasi (DCC)** 126,714 0,046 Prob F F Hitung 214,254 Koefisien Determinasi R Keterangan : NS : tidak nyata pada taraf 95 % : signifikan pada taraf nyata 95% Dari hasil analisis regresi variabel 0,987 yaitu 230 kg/Ha. Tenaga kerja signifikan positif adalah Benih. Urea. Tenaga Kerja parameter 77,412 artinya adalah jika dan yang berpengaruh nyata negatif Tenaga kerja ditambah 1 orang maka adalah Pestisida. Benih signifikan pada taraf 95% dengan koefisien parameter Tenaga kerja yang digunakan oleh petani 9,716 artinya adalah jika benih ditambah 1 kg maka produksi bertambah sebesar Tenaga kerja luar keluarga 9,716. Penggunaan benih oleh petani perlu mulai sulit didapatkan karena semakin berkurangnya tenaga kerja dalam sektor Benih berpengaruh nyata karena Oleh karnea itu yang dilakukan penggunaan benih yang baik atau unggul petani adalah bergiliran dengan petani lain dalam penggunaan tenaga kerja atau 77,412. dari dalam keluarga dan luar mengahadapi perubahan iklim sangat Urea signifikan pada taraf Dummy penerapan perubahan 95% dengan koefisien parameter 9,191 iklim berpengaruh terhadap peningkatan artinya adalah jika urea ditambah 1 kg produksi tanaman, karena semakin baik maka produksi bertambah sebesar 9,191. pengetahuan petani tentang perubahan Urea iklim maka adaptasi yang dilakukan oleh petani sesuai untuk mengurangi dampak penggunaan rata-rata pupuk masih jauh Pestisida dari anjuran penggunaan pupuk 300kg/ha koefisien -21,239 adalah jika pestisida ditambah 1 liter maka 21,239. Penggunaan pestisida oleh petani perlu KESIMPULAN Dummy Hasil dan pembahasan yang telah penerapan adaptasi signifikan pada taraf diuraikan di atas menghasilkan beberapa 95% dengan koefisien parameter 126,714 kesimpulan antara lain : artinya adalah jika Dummy penerapan Hasil identifikasi tindakan atau cara adaptasi oleh petani berambah 1 %, maka adaptasi terhadap perubahan iklim produksi bertambah sebesar 126,714 kali. yang dilakukan oleh petani Tengger Lahan tidak signifikan pada taraf secara turun temurun ada 17, antara 95% dengan koefisien parameter 0,092 lain : penggunaan penghematan air, artinya adalah jika lahan ditambah 1 m2 penggunaan pupuk kandang secara maka produksi tidak berpengaruh pada intensif, pengolahan lahan berlawanan kontur, penggunaan penutup tanah. Hal dimungkinkan lahan yang dikelola oleh pestisida hayati, peningkatan intensitas Masih banyak kosong atau belum termanfaatkan dengan SP tidak signifikan pada taraf 95% benih/bibit dengan koefisien parameter 2,271 artinya penanaman pada awal musim hujan, adalah jika SP ditambah 1 kg maka NPK sari/tumpang koefisien parameter 2,271 artinya adalah penggunaan jarak tanam rekomendasi, jika NPK ditambah 1 kg maka produksi menghindari penanaman yang sama berturut-turut pada lahan yang sama. Pupuk kandang tidak signifikan mencari informasi tentang perubahan iklim, penanganan hasil panen dengan parameter 0,203 artinya adalah jika pupuk meminimalkan kehilangan/susut hasil, kandang ditambah 1 kg maka produksi pengurangan luas lahan. Ada 9 tindakan adaptasi yang karena penggunaan benih yang baik merupakan rekomendasi dari pihak atau unggul sesuai dengan kebutuhan eksternal antara lain dari pemerintah untuk mengahadapi perubahan iklim atau ketua kelompok tani yang sudah sangat dibutuhkan. Urea signifikan pada taraf 95% dengan koefisien tersebut antara lain penambahan luas parameter 9,191 artinya adalah jika lahan garapan, berpindah dari kegiatan urea ditambah 1 kg maka produksi bertambah sebesar 9,191. Pupuk urea masih dibutuhkan untuk meningkatkan sayuran ke produksi tanaman pangan produksi karena penggunaan rata-rata Tindakan penggunaan pupuk 300kg/ha yaitu 230 kg/Ha. Tenaga kerja signifikan pada taraf 95% dengan koefisien parameter 77,412 artinya adalah jika Tenaga kerja ditambah 1 orang maka produksi bertambah sebesar 77,412. Tenaga kerja yang digunakan oleh petani penyakit, dan penggunaan varietas berasal dari dalam keluarga dan luar tahan hujan/kekeringan. Tenaga kerja luar keluarga Hasil mulai sulit didapatkan karena semakin independen yang berpengaruh nyata positif adalah Benih. Urea. Tenaga sektor pertanian. Oleh karnea itu yang Kerja dan yang berpengaruh nyata dilakukan petani adalah bergiliran Benih dengan petani lain dalam penggunaan signifikan pada taraf 95% dengan tenaga kerja atau memaksimalkan koefisien parameter 9,716 artinya tenaga kerja dalam keluarga. Dummy adalah jika benih ditambah 1 kg maka produksi bertambah sebesar 9,716. Penggunaan benih oleh petani perlu produksi tanaman, karena semakin ditingkatkan selain jumlah maupun Benih berpengaruh nyata perubahan iklim maka adaptasi yang Pestisida. dilakukan oleh petani sesuai untuk adalah jika NPK ditambah 1 kg maka mengurangi dampak perubahan iklim Pestisida signifikan pada taraf 95% dengan koefisien parameter kandang tidak signifikan pada taraf -21,239 artinya adalah jika pestisida 0,203 artinya 21,239. kandang ditambah 1 kg maka produksi Penggunaan pestisida oleh petani perlu tidak berpengaruh pada penambahan Dummy Pupuk jika pupuk penerapan adaptasi signifikan pada taraf 95% dengan koefisien parameter SARAN 126,714 artinya adalah jika Dummy Berdasarkan bertambah sebesar 126,714 kali. 0,092 penelitian sehingga nantinya diharapkan beberapa saran bagi petani di daerah Lahan tidak signifikan pada taraf efisiensi teknis usahatani kentang dapat tercapai di daerah penelitian. ditambah 1 m2 maka produksi tidak Petani berpengaruh pada penambahan lahan. Hal ini dimungkinkan lahan yang dikelola oleh petani belum efisien peningkatan produksi usahataninya dalam pemanfaatannya. Masih banyak Dalam tanaman kentang di daerah penelitian termanfaatkan dengan baik. SP tidak petani harus memperhatikan dosis signifikan pada taraf 95% dengan anjuran dalam penggunaan faktor koefisien parameter 2,271 artinya adalah jika SP ditambah 1 kg maka Petani dapat mengurangi penggunaan pestisida kimia dengan penggunaan penambahan produksi. NPK tidak pestisida hayati untuk meningkatkan signifikan pada taraf 95% dengan koefisien parameter 2,271 artinya climate variability and climate Agric For Meteorol 103. Ae . :167Ae184 tahap berlebih dan akan mengurangi hasil produksi. Dalam Salwati. Aplikasi Model Simulasi Untuk Prediksi Dampak Perubahan Iklim Terhadap Produktivitas Tanaman Kentang (Solunum Indonesia. Desertasi Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor. tanaman kentang diperlukan berbagai mengkombinasikan input produksi. Sulistiono R dan Sumarno. Perubahan Iklim Global. PPSUB Malang. USBN :978-602-8624-32-9 DAFTAR PUSTAKA