Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 Studi Kualitas Udara Ambien di Jalan Raya Industri Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) Hasti Suprihatin1, Ikhtisholiyah² 1,2 Program Studi Teknik Sipil, Universitas Gresik, Jalan Arif Rahman Hakim nomor 2B Gresik. hastisuprihatin@unigres.ac.id ABSTRAK Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) merupakan kawasan industri di kota Surabaya. Dalam perkembangannya saat ini, kawasan SIER banyak dikelilingi kawasan permukiman. Namun, hal ini dapat meningkatkan pencemaran udara di daerah sekitar permukiman, jika SIER tidak melakukan pengelolaan dengan baik. Karena warga merasa diguyur abu dan limbah yang berasal dari PT. SIER, maka perlu dilakukan penelitian tentang kualitas udara ambien di kawasan industri SIER dan permukiman sekitar untuk mengetahui lokasi sumber pencemar udara secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat polutan udara di PT. SIER yang mencemari permukiman dengan melakukan pengukuran konsentrasi CO, NOx, SO2, dan partikulat padat di kawasan industri dan permukiman. Dalam penelitian ini, pengukuran dilakukan dengan metode sesaat pada pengukuran dan merupakan penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan industri merupakan sumber pencemaran udara di kawasan SIER. Selain itu, konsentrasi NOx dan partikulat padat telah melampaui baku mutu kualitas udara ambien masing-masing sebesar 0,05 ppm dan 0,26 mg/Nm3, sedangkan konsentrasi CO dan SO2 masih berada pada kisaran baku mutu Peraturan Gubernur Jawa Timur nomor 10 tahun 2009 yaitu 20 ppm dan 0,1 ppm. Kata kunci: CO, NOx, SO2, partikulat padat ABSTRACT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) is an industrial area in Surabaya city. In its current development, the SIER area is surrounded by many residential areas. However, this can increase air pollution in the area around the settlements, if SIER does not manage it properly. Because residents feel showered with ash and waste from PT SIER, it is necessary to research ambient air quality in the SIER industrial area and surrounding settlements to determine the exact location of air pollutant sources. This study aims to determine the level of air pollutants in PT SIER that pollute settlements by measuring the concentration of CO, NOx, SO2, and solid particulates in industrial and residential areas. In this study, measurements were taken using the instantaneous measurement method and is a descriptive study. The results showed that the industrial area is a source of air pollution in the SIER area. In addition, the concentrations of NOx and solid particulates have exceeded the ambient air quality standards of 0.05 ppm and 0.26 mg/Nm3, respectively, while the concentrations of CO and SO2 are still within the range of quality standards of the East Java Governor Regulation number 10 of 2009,20 ppm and 0.1 ppm. Keywords: CO, NOx, SO2, solid particulate 1. PENDAHULUAN Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) merupakan kawasan industri terpesat di Kota Surabaya. Namun, kepesatan tersebut juga dapat potensi bagi SIER sebagai kawasan penghasil bahan pencemar udara sehingga mengubah kualitas udara ambien sekitar seperti kawasan permukiman. Tingkat pencemaran udara sekitar dapat menjadi lebih tinggi jika tidak adanya pengelolaan yang baik dan tepat di kawasan SIER. Pesatnya perkembangan industri dapat meningkatkan konsumsi energi yang secara tidak langsung 1 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 juga dapat meningkatkan beban pencemar di udara seperti gas karbonmonoksida (CO), nitrogenoksida (NOx), sulfurdioksida (SO2), dan partikulat padat (Handriyono & Kusuma, 2017). Menurut Sabri (2011), gas buang dari industri menghasilkan emisi yang dapat menurunkan kualitas udara. Emisi gas buang tersebut dapat menyebabkan terjadinya hujan asam dan menganggu kesehatan manusia (Barman et al., 2010; Sutanto, 2011). Berdasarkan Agusnar (2007), kadar karboksihemoglobin (COHb) sebesar 60% dapat menyebabkan kematian karena gas CO di udara mengikat hemoglobin di dalam tubuh manusia. Selain itu, kontaminasi gas NOx berupa NO dan NO2 dapat mengganggu saluran pernapasan manusia sehingga penderita kesulitan bernafas dan dapat mengakibatkan kematian. Bahaya kematian juga dapat ditimbulkan akibat paparan konsentrasi SO2 dan partikulat padat yang tinggi dan cukup lama (Fahmi, 2019). Dalam penelitian sebelumnya, Gede Sugiarta (2012) menjelaskan konsentrasi CO tertinggi di depan GOR Ngurah Rai sekitar 1280 µg/m3. Selain itu, kualitas udara ambien berupa NO2, CO, dan SO2 di Kota Lhokseumawe masing-masing berada dalam rentang 173,66–232,6 µg/Nm3 dengan baku mutu 400 µg/Nm3, 15.439–16.464 µg/Nm3 (baku mutu 30.000 µg/Nm3) dan 296,6–323,53 µg/Nm3 dari baku mutu 900 µg/Nm3 (Fahmi, 2019). Oleh karena itu, untuk memastikan sumber polutan udara khususnya di kawasan SIER, maka perlu dilakukan pengukuran kualitas udara ambien di kawasan SIER dan permukiman sekitar. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui konsentrasi CO, NOx, SO2, dan partikulat padat di kedua kawasan tersebut. 2. METODE PENELITIAN LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2023 di persimpangan Jalan Raya Rungkut Industri, Jalan Rungkut Industri I, Jalan Rungkut Industri III, Perumahan Rungkut Permai, Perumahan Rungkut Harapan Barat dan Perumahan Jalan Kutisari Utara Gang I. PENGUMPULAN DATA DAN SAMPEL Dalam penelitian ini, metode sesaat dan penelitian deskriptif digunakan untuk menggambarkan konsentrasi kualitas udara ambien pada kawasan industri dan kualitas udara ambien pada kawasan permukiman. Pengumpulan data dilakukan secara primer dan sekunder. Secara primer, pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan mengambil sampel kualitas udara ambien di kawasan permukiman dan industri SIER pada waktu yang telah ditentukan. Selain itu, pengumpulan data secara sekunder diambil langsung di PT. SIER. Dalam pengambilan sampel, beberapa instrumen yang digunakan antara bahan kimia (absorben) sebagai larutan penyerap gas, filter penyerap partikulat, direct reading monitor CO, impinger, tripot, vacuum pump, anemometer, termometer, flow meter, HVS, genset, dan sound level meter. Metode sampling dilakukan secara grab sampling dan berdasarkan SNI 19-7119.9-2005. PENGUKURAN SAMPEL Dalam pengukuran sampel konsentrasi gas CO, metode titrimetri dilakukan dengan iodium pentoksida, sedangkan untuk pengukuran kadar NOx di udara ambien menggunakan 2 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 metode Salztman (indirect reading). Pada pengukuran gas SO2, sampel udara ambien diukur dengan menggunakan metode pararosanilin dan pengukuran partikulat dengan metode gravimetri. ANALISIS DATA Data sampel berupa konsentrasi CO, NOx, SO2, dan partikulat padat yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan baku mutu udara ambien dalam Peraturan Gubernur Jawa Timur nomor 10 tahun 2009. Nilai konsentrasi dari setiap parameter di lokasi penelitian akan dibandingkan dengan nilai baku mutu yang telah ditentukan. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Kualitas Udara Ambien Gas Karbon Monoksida (CO) Hasil pengukuran konsentrasi CO dari berbagai lokasi pengukuran dapat dilihat pada Tabel 1. Di seluruh lokasi pengukuran, nilai CO menunjukkan nilai aman dan masih di bawah standar baku mutu yang telah ditentukan yaitu sebesar 20 ppm. Namun, di kawasan industri Jalan Raya Rungkut Industri, hasil pengukuran menunjukkan nilai yang paling tinggi sebesar 6 ppm. Tabel 1 Nilai kualitas udara ambien gas CO No. Lokasi Pengukuran Hasil Pengukuran ppm 1 RT 01/RW 06 Perum RP 0 2 Halaman depan masjid Al Haq 1 3 Perum Kutisari Utara Gg.1 3 4 Jl. Rungkut Industri I 2 5 Jl. Raya Rungkut Industri 6 6 Jl. Raya Rungkut Industri III 1 PT. BIS Plant 7 a. b. Halaman depan Halaman belakang 0,7 / 1 / 0,3 Depan pos satpam timur halaman barat pabrik 0,7 / 1 0 / 0,3 / 0 PT. FI 8 a. b. 1/1 PT. UI a. 9 b. 10 lapangan evakuasi kontraktor depan pos satpam PW 2 / 0 / 1,7 1 / 2,3 / 0,3 PT. WKP a. 2 / 1,7 / 1 tank farm 1,3 / 1 / 1 3 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 b. halaman depan pabrik Sumber: Hasil pengukuran peneliti, (2023) Kualitas Udara Ambien Nitrogen Oksida (NOx) Pada Tabel 2 di bawah ini, tingkat beban pencemar NOx di kawasan permukiman seperti Perum Kutisari Utara dan RT 01/RW 06 Perum RP masih dapat dikategorikan aman karena nilai pengukuran yang diperoleh masih di bawah baku mutu sebesar 0,05 ppm. Sebaliknya, di wilayah industri, dalam pengukuran sebanyak 9 kali (32,1%) dan 17 kali (67,9%), nilai NOx telah melampaui baku mutu yang telah ditentukan. Tabel 2 Nilai kualitas udara gas NOx No. Lokasi Pengukuran Hasil Pengukuran ppm 1 RT 01/RW 06 Perum RP 0,0046 2 Halaman depan masjid Al Haq 0.0053 3 Perum Kutisari Utara Gg.1 0,0135 4 Jl. Rungkut Industri I 0,0543 5 Jl. Raya Rungkut Industri 0,0842 6 Jl. Raya Rungkut Industri III 0,0505 PT. BIS Plant 7 a. b. Halaman depan Halaman belakang 0,0290 / 0,0525 / 0,0259 Depan pos satpam timur halaman barat pabrik 0,0532 / 0,0338 0,0126 / 0,0157 / 0,0271 PT. FI 8 a. c. 0,0183 / 0,0154 PT. UI c. 9 b. lapangan evakuasi kontraktor depan pos satpam PW 0,0840 / 0,0273 / 0,0880 0,0823 / 0,0273 / 0,0152 PT. WKP 10 a. b. tank farm halaman depan pabrik 0,0871 / 0,0276 / 0,0106 0,0545 / 0,0170 / 0,0239 Sumber: Hasil pengukuran peneliti, (2023) Kualitas Udara Ambien Sulfur Dioksida (SO2) Di kawasan permukiman dan PT. UI, nilai SO2 tidak terdeteksi. Hal ini dapat diartikan bahwa kualitas udara di lokasi tersebut dikategorikan aman dan tidak melebihi 0,1 ppm sebagai nilai baku mutu, sedangkan konsentrasi SO2 tertinggi sebesar 0,0878 ppm ditemukan di 4 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 kawasan industri Jalan Rungkut Industri I. Hasil keseluruhan pengukuran kualitas udara gas SO2 dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3 Nilai kualitas udara gas SO2 No. Lokasi Pengukuran Hasil Pengukuran ppm 1 RT 01/RW 06 Perum RP < LD 2 Halaman depan masjid Al Haq < LD 3 Perum Kutisari Utara Gg.1 < LD 4 Jl. Rungkut Industri I 0,0878 5 Jl. Raya Rungkut Industri 0,0070 6 Jl. Raya Rungkut Industri III 0,0082 PT. BIS Plant 7 a. b. Halaman depan Halaman belakang 0,0033 / 0,0129 / 0,0358 0,0197 / 0,0206 / 0,0039 PT. FI 8 a. b. Depan pos satpam timur halaman barat pabrik 0,0074 / 0,0078 0,0039 / 0,0036 PT. UI a. 9 b. lapangan evakuasi kontraktor depan pos satpam PW < LD / < LD / < LD < LD / 0,0003 / 0,0006 PT. WKP 10 a. b. tank farm halaman depan pabrik 0,0005 / 0,0044 / 0,0058 0,0376 / 0,0029 / 0,0019 Sumber: Hasil pengukuran peneliti, (2023) Kualitas Udara Ambien Partikulat Padat Pada Tabel 4 dapat diketahui bahwa partikulat padat (debu) di kawasan permukiman masih berada di bawah nilai baku sebesar 0,26 mg/Nm3. Namun, hampir keseluruhan lokasi pengambilan sampel kawasan industri menunjukkan nilai konsentrasi debu yang tinggi hingga 1,0855 mg/Nm3. Tabel 4 Nilai kualitas udara partikulat padat No. Lokasi Pengukuran Hasil Pengukuran mg/Nm3 1 RT 01/RW 06 Perum RP 0,1631 2 Halaman depan masjid Al Haq 0,0886 3 Perum Kutisari Utara Gg.1 0,1386 5 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 4 Jl. Rungkut Industri I 0,2823 5 Jl. Raya Rungkut Industri 0,2887 6 Jl. Raya Rungkut Industri III 0,5254 PT. BIS Plant 7 a. b. 0,2238 / 0,2711 / 0,1277 Halaman depan Halaman belakang 0,2991 / 0,2097 / 0,1406 Depan pos satpam timur halaman barat pabrik 0,0616 / 0,0342 PT. FI 8 a. b. 0,2040 / 0,1035 PT. UI a. 9 b. lapangan evakuasi kontraktor depan pos satpam PW 0,2889 / 0,2819 / 0,0749 0,2831 / 0,0752 / 0,0749 PT. WKP 10 a. b. tank farm halaman depan pabrik 0,3349 / 1,0855 / 0,1785 0,2488 / 0,1338 / 0,0713 Sumber: Hasil pengukuran peneliti, (2023) PEMBAHASAN Dari hasil pengukuran beberapa titik pengambilan sampel, nilai CO dan SO2 di lokasi pengukuran tidak melebihi nilai standar yang telah ditentukan. Hal ini disebabkan CO merupakan gas yang paling mudah terbentuk dan mengalami dilusi. Selain itu, angin dapat membantu mengurangi konsentrasi gas CO karena dapat berpindah ke lokasi lain (Permatasari, 2014). Namun, di beberapa lokasi pengukuran kualitas udara ambien misalnya di Jalan Raya Rungkut Industri, PT. UI, dan PT. WKP, nilai NOx dan partikulat padat tidak memenuhi baku mutu Peraturan Gubernur Jawa Timur nomor 10 tahun 2009 yaitu sebesar 0,05 ppm dan 0,26 mg/Nm3. Nilai NOx dari ketiga kawasan berada di rentang nilai 0,05–0,08 ppm, sedangkan partikulat padat sebesar 0,28–1 mg/Nm3. Tingginya nilai NOx dan partikulat padat di kawasan industri dapat disebabkan tingginya pemakaian boiler dalam kegiatan industri (Ling, Ling, Kuang, Li, & Lu, 2017). Pemakaian bahan bakar fosil pada boiler menyebabkan tingginya emisi gas buang berupa NOx dan partikulat (Masmulki Daniro & Ira, 2019). Selain itu, Constantya (2017) menjelaskan sumber NOx juga dapat berasal dari pembakaran mesin diesel tambahan. Tingginya kecepatan mesin diesel dapat meningkatkan emisi NOx secara signifikan. Dalam nilai kualitas gas SO2, keseluruhan lokasi pengukuran telah memenuhi nilai baku mutu sebesar 0,1 ppm kecuali di Jalan Rungkut Industri I. Hal ini dapat disebabkan dari adanya proses pemurnian petroleum atau peleburan baja di dalam industri kawasan SIER (Cahyono, 2011). 6 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 4. KESIMPULAN Berdasarkan dari hasil penelitian, kawasan industri SIER menunjukkan nilai konsentrasi tertinggi dibandingkan dengan kawasan permukiman sehingga dapat dipastikan bahwa sumber polutan udara di kawasan SIER berasal dari industri. Kawasan industri yang paling banyak menjadi sumber pencemaran udara ada di Jalan Raya Rungkut Industri dan Jalan Rungkut Industri I. Hal ini didukung dengan tingginya nilai konsentrasi NOx dan partikulat padat di kawasan industri. 5. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih ditujukan kepada Bapak Muchlis Afrijanto, S.T. yang telah membantu dalam penelitian ini. Tulisan ini dipersembahkan kepada beliau yang telah menghadap Allah SWT. Semoga tulisan ini dapat menjadikan suatu amalan kebaikan tambahan untuk beliau dan menjadi manfaat bagi banyak orang khususnya dalam hal kualitas udara ambien. 6. DAFTAR PUSTAKA Agusnar, H. (2007). Analisa Pencemaran dan Pengendalian Pencemaran. Medan: USU Press. Barman, S. C., Kumar, N., Singh, R., Kisku, G. C., Khan, A. H., Kidwai, M. M., . . . Bhargava, S. K. (2010). Assessment of urban air pollution and it's probable health impact. Journal of environmental biology, 31(6), 913-920. Cahyono, W. E. (2011). Kajian Tingkat Pencemaran Sulfur Dioksida dari Industri di Beberapa Daerah di Indonesia. Berita Dirgantara, 12(4), 132-137. Constantya, Q. (2017). Studi Pola Konsentrasi Kualitas Udara Ambien Kota Surabaya (Parameter: NO, NO2, O3). Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya. Retrieved from https://repository.its.ac.id/42458/1/3313100026 Undergraduate_Theses.pdf Fahmi, M. H. (2019). Analisis Kualitas Udara Ambien di Kota Lhokseumawe. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam-Banda Aceh, Retrieved from https://repository.arraniry.ac.id/id/eprint/12849 Gede Sugiarta, A. A. (2012). DAMPAK BISING DAN KUALITAS UDARA PADA LINGKUNGAN KOTA DENPASAR. 8(2). Handriyono, R. E., & Kusuma, M. N. (2017). Kajian Beban Emisi SO2 dan NOx dari Kegiatan Industri di Kawasan Industri SIER Surabaya Jurnal Teknik Lingkungan, 3(2). doi:http://dx.doi.org/10.20527/jukung.v3i2.4026 Ling, Z., Ling, B., Kuang, M., Li, Z., & Lu, Y. (2017). Comparison of airflow, coal combustion, NOx emissions, and slagging characteristics among three large-scale MBEL downfired boilers manufactured at different times. Applied Energy, 187, 689-705. doi:10.1016/j.apenergy.2016.11.107 Masmulki Daniro, J., & Ira, S. (2019). Identifikasi dan Analisis Kadar Total Partikulat Debu dari Emisi Cerobong Industri di Lampung. Indonesian Journal of Industrial Research, 11(1), 22-26. doi:10.46559/tegi.v11i1.5765 Permatasari, A. A. I. (2014). Analisis Pemetaan Kualitas Udara Ambien Menggunakan Perangkat Lunas ARCGIS 10 dan Model Dispersi Gauss (Studi Kasus Kawasan Bukit 7 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 Semarang Baru Kecamatan Mijen, Kota Semarang) Universitas Diponegoro, Retrieved from http://eprints.undip.ac.id/43667/ Sabri, A. A. (2011). Mathematical Model for The Study Effects of Meteorological Conditions on Dispersion of Pollutants in Air Diyala Journal of Engineering Sciences, 4(2), 150-165. Sutanto, S. (2011). Hujan Asam dan Perubahan Kadar Nitrat dan Sulfat dalam Air Sumur di Wilayah Industri Cibinong-Citeureup Bogor. Jurnal Teknologi Pengelolaan Limbah, 14(1). 8 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023