JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 203 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Jurnal Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Makassar Strategi Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Pemahaman Konsep Fisika Peserta Didik SMA Negeri 1 Pakue Anisfaizurrahmah Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar Jln. Sultan Alauddin No. 259 Makassar. Makassar 90221 E-mail: anisfaizurrahmah1@gmail. Abstrak Ae Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pemahaman konsep peserta didik yang diajar dengan strategi pembelajaran inkuri terbimbing. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pra eksperimen dengan dengan desain one-shot case study. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas XI IPA SMA Negeri 1 Pakue. Pengambilan Sampel penelitian ini diambil secara acak sehingga diperoleh XI IPA I. Instrumen yang digunakan adalah tes pemehaman konsep fisika. Penelitian ini menggunakan analisis deskriftif. Dalam penelitian ini, dianalisis kemampuan pemahaman konsep fisika peserda didik yaitu dengan mengelompokkan peserta didik dalam 5 kategori, selanjutnya dianalisis berdasarkan indikator pemahaman konsep. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa banyaknya siswa kelas XI IPA I SMA Negeri 1 Pakue 77 % yang menguasai pemahaman konsep tingkat translasi, 71% yang menguasai pemehaman konsep tingkat interpretasi dan 77% yang mengusai pemehaman konsep tingkap ekstrapolasi. Rata-rata kemapuan pemahaman konsep peserta didik berada pada kriteria baik, ada 20 peserta didik yang berada pada kriteria baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% peserta didik Kelas XI IPA I SMA Negeri 1 Pakue yang diajar dengan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing mempunyai pemahaman konsep yang baik. Kata kunci: Inkuiri Terbimbing. Pemahaman Konsep Abstract Ae The purpose of this research is to get infomation about the Ability of Concept Understanding of Phisyics at Student of Class XI IPA I SMA Negeri 1 Pakue who tought by using the guiding inquiry studying strategy. The research is a pra experimental research with one-shot case study design. The population of this research are students of all classes IPA I SMA Negeri 1 Pakue. The sampel of this research was drawn ramdomly till obtained class XI IPA I. The research istrument that used was to test the ability of understanding phisycs concepts. This research uses descriptive data analysis. In this research, the ability of students understending phisycs concept were analized by dividing students into five categores, then analyzed based on the indicators of phisycs concepts understanding. The results of this researchs shows that the number of students of class XI IPA I SMA Negeri 1 Pakue, 77% wich mastering phisycs concepts understanding at level translation. 71% which mastering physics concepts understanding at level interpolation, and 77% wich mastering physics concepts understanding at level The average of students understanding physics consep is in the good category. There are 20 students is in the good category. The result of this research show that 75% students of class IPA I SMA Negeri 1 Pakue who tought by using the guiding inquiry studying strategy had a good understanding of phisych concept. Keywords: Guided Inquiry. Concept Understanding PENDAHULUAN penerapan persamaan, baik untuk materi yang Pelaksanaan pembelajaran fisika pada bersifat sederhana, kompleks, hingga abstrak. JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 204 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Sehingga dibutuhkan konsep dasar yang kuat dalam penguattan pemahaman konsep dan materi pelajaran. Keempat. Hasil tanya jawab peneliti dengan guru Penelitian Andriani, . pembelajaran fisika di SMA Negeri 1 Pakue . AuPeningkatan Pemahaman Konsep Fisika Dengan Menggunakan Metode Penemuan Terbimbing Kelas VII B Smp N 8 MakassarAy, penyampaian materi dan minimnya kegiatan diporoleh bahwa pemahaman peserta didik Secara umum fasilitas di dipengaruhhi oleh keaktifan peserta didik SMA Negeri 1 Pakue telah tersedianya dalam proses pembelajaran. Peningkatan laboratorium yang dapat digunakan untuk keaktifan peserta didik terlihat dalam proses diskusi kelompok dan diskusi kelas. Dalam digunakan secara maksimal. diskusi kelas juga terjadi penigkatan jumlah Salah satu metode pembelajaran yang peserta didik yang mau mengemukakan dapat diterapkan dalam melibatkan peserta didik secara aktif guna menunjang kelancaran Salah mengembangkan pemahaman konsep adalah penemuan terbimbing . nkuiri terbimbin. dengan memperlakukan peserta didik seperti Teknis ilmuwan muda sewaktu anak mengikuti keterlibatan siswa secara maksimal dalam kegiatan pembelajaran sains. Keterlibatan proses kegiatan belajar, dan keterarahan siswa secara aktif baik fisik maupun mental kegiatan secara maksimal daam proses dalam kegiatan labolatorium akan membawa mengembangkan sikap percaya diri tentang tindakan siswa yang selalu didasarkan pada apa yang ditemukan hal-hal yang bersifat ilmiah. tersebut (Kurniasih dan Berlin Sani, 2017: Kegiatan pembelajaran merupakan hal yang penting dalam proses inkuiri . Model pembelajaran inkuiri ini, siswa mengenai pentingnya kegiatan laboratorium. Sementara guru hanya bertindak sebagai Pertama, praktikum motivasi belajar. Kedua. Jadi, siswa tidak secara aktif menulis peryataan guru di kelas dan juga Ketiga, pertanyaan pada kolom isian atau menjawab soal-soal pada akhir bab sebuah buku, tetapi JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 205 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 dituntut terlibat dalam menciptakan sebuah Berdasarkan pengertian di atas maka produk yang menunjukkan pemahaman siswa terhadap konsep yang dipelajari. Dengan inkuiri adalah pembelajaran di mana peserta demikian, guru tidak lagi bertindak sebagai didik berperan sebagi ilmuwan, yang berarti sumber informasi aktif bagi siswa. Guru memberikan berbagai petunjuk pada siswa mengajukan pertanyaan, mencari informasi, dan selanjutnya siswalah yang menemukan dan melakukan penyelidikan sehingga siswa setelah mengambil kesimpulan. bukan hanya mengingat fakta-fakta tetapi Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti termotivasi meneliti tentang AuPenerapan juga hasil dari penemuannya sendiri. Pendekatan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap pemahaman konsep fisika perserta meletakkan dasar pengembangan cara berikir didikAy. imiah, pendekatan ini menempatkan siswa II. LANDASAN TEORI inquire yang berarti ikut serta atau terlibat (Fathurrohman, 2015: . Kemudian menurut Kurniasih dan Berlin Sani . merekayasa situasi-situasi yang sedemikian rupa sehingga siswa bisa berperan sebagi Menurut Sagala . 4: . , menemukan merupakan bagian inti dari pendekatan kontekstual. Pengetahuan dan keterampian yang diperoleh siswa diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta-fakta, tetapi juga hasil dari menemukan memecahkan masalah (Sagala, 2014: . Inkuiri . , bersal dari kata to Inkuiri Terbimbing Pembelajaran inkuiri ini mensyaratkan keterlibatan peserta didik yang diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar dan sikap anak terhadap pelajaraan, khususnya kemampuan pemahaman dan komunikasi peserta didik (Fathurrohman, 2015: . Ini sejalan dengan pendapat Andriani, dkk . , model pembelajaran inkuiri dapat ini dapat mengubah peserta didik dari pasif menjadi aktif dalam proses pembelajaran dan dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika peserta didik. Dari hasil penelitian Maretasari . , berbasis laboratorium mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap hasil belajar dan sikap ilmiah siswa. Menurut Kurniasih dan Berlin Sani . 7: . , pelaksanaan pembelajaran inkuiri adalah sebagai berikut: Melakukan JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 206 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 orientasi yaitu memberikan pemahaman dan tidak memberi generalisasi, agar timbul penjelesan tentang topic, tujuan dan hasil kenginan untuk menyelidiki sendiri. Problem belajar yang diharapkan dapaat dicapai oleh statement . ernyataan/indentifikasi masala. setalah tahap melakukan orientasi Setelah selanjutnya yaitu tahap belajara merumuskan selanjutnya adalah guru memberi kesempatan masalah, pada langkah bertujuan membawa kepada peserta didik untu mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah teka-teki. Persoalan siswa untuk memecahkan teka-teki itu. dirumuskan dalam bentuk hpotesis . awaban Merumuskan hipotesis, hipotesis merupakan sementara atas pertanyaan masala. Data jawaban sementara dimana jawaban ini harus ekspolorasi berlangsung guru juga memberi persoalan yang ada, siswa diajak menemukan kesempatan kepada para peserta didik untu data-data diasajikan adalah persoalan yang menantang Mengumpulkan . engumpulan persoalan yang ada, dan data tersebut banyaknya yang relevan untuk membuktikan nantinya diolah dan diskusikan dengan teman ataupun secara individu. Menguji hipotesis konsep ini adalah langkah untuk menentukan kegiatan mengolah data dan informasi yang jawaban yang dianggap diterima sesuai telah diperoeh para peserta didik baik melalui dengan data atau inormasi yang diperoleh wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu ditafsirkan, dan semuanya diolah, diacak. Merumuskan kesimpulan, yaitu dengan cara diklasifikasikan, ditabulasi, bahkan bila perlu melihat hipotesisi yang ada, dan peoses ini dihitung dengan cara tertentu serta ditafsirkan bisa bersama-sama dengn guru, jika siswa menemukan kesulitan. Verification . pada tahap ini data-data Menurut Syah, dalam pengaplikasian . engolaan Data peserta didik melakukan pemeriksaan secara pembelajaran inkuir di kelas, ada beberapa cermat untuk membuktikan benar prosedur yang harus dlaksanakan dalam tidaknya hipotesis yang ditetapkan dengan kegiatan belajar mengajar secara umum temuan alternative lau dihubungkan dengan . timulasi/pemberian Stimulation . enarik Generalization kesimpulan/generalisas. dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk kebingunganya, kemudian dilanjutkan untuk semua kejadian atau masalah yang sama, orientasi,pada tahap ini pelajar dihadapkan JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 207 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 abstaraksi yang mewakili suatu kelas objek- (Fathurrahman, 2017: . objek, kejadian-kejadian, kegiatan-kegiatan, atau hubungan-hubungan yang mempunyai Pemahaman Konsep Menurut Bloom, . emampuan menangkap makna atau arti atribut-atribut yang sama. Dari pengertian di atas maka dapat suatu ha. (Sagala, 2. Pemahaman (Ccomprehensio. , aspek pemahaman ini merupakan kemampuan peserta didik dalam mengacu pada kemampuan untuk mengerti memahami dan memakanai konsep-konsep, dan memahami sesuatu setelah sesuatu itu dan fakta diketahui atau diingat dan memaknai arti dari menjelaskan dengan kata-kata sendiri sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Pemahaman diekspresikan dalam bentuk yang diketahui, serta dapat Menurut Bloom . alam Sagala, 2014: , hasil belajar berupa pemahaman dibedakan menjadi tiga kategori yakni: dan pemahan ekstrapolasi. fakta, memprediksi dan mengekstrapolasi pengetahuan tersebut untuk dimanfaatkan (Jufri, 2017:. Pada umumnya unsur pemahaman ini menyangkut konsep dengan kata-kata sendiri (Sagala, i. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pra-eksperimen (Pre experimental desig. dengan desain penelitian one-shot case study yang dinyatakan dengan pola 2014: . sebagai berikut: Konsep merupakan buah pemikiran seseorang atau sekelompok orang yang melahirkan produk pengetahuan meliputi Keterangan: X = strategi pembelajaran inkuiri terbimbing O = Pemahaman konsep fisika peserta didik prinsip, hukum, dan teori (Sagala, 2014: Menurut gagne . alam Sagala, 2014: konsep-konsep (Concept Learnin. yaitu corak belajar yang dilakukan dengan menentukan cirri-ciri yang khas yang ada dan memberikan sifat tertentu pula pada berbagai objek. Menurut Rosser . alam Sagala, 2014: . , konsep adalah suatu Penelitian ini bertempat di SMA Negeri 1 Pakue tahun ajaran 2017/2018 pada semester ganjil. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA N 1 Pakue tahun ajaran 2017/2018 terdiri dari 5 kelas yang berjumla 162 orang. Dalam penelitian ini, sampel JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 208 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 diambil secara acak sesuai dengan kelas yang ada dengan asumsi bahwa populasi dalam keadaan homogen. Kelas yang menjadi sampel yaitu kelas XI IPA I jumlah siswa 32 Untuk mengetahui pemahaman konsep Tabel 1. Kriteria Pemahaman Konsep Nilai Pemahaman Kriteria 85,00 Ae 100 Sangat Baik 70,00 Ae 84,99 Baik 55,00 Ae 69,99 Cukup 40,00 Ae 54,99 Rendah 0 Ae 39,99 Sangat Rendah fisika peserta didik yang diajar dengan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing, digunakan yaitu tes. Tes pemahaman konsep yang digunakan sebanyak 30 soal berupa soal pilihan ganda. Tes tersebut dilaksanakan pembelajaran selesai. didik yang diambil dari tes pemahaman Aanalsis deskriptif yang digunakan adalah sebagai berikut: Penentuan data hasil tes pemahaman menggunakan rumus: ycAycnycoycaycn = Oc ycIycoycuyc ycycaycuyci yccycnycyyceycycuycoyceEa y 100 Oc ycIycoycuyc ycAycaycoycycnycoycayco Hasil kuantitatif dari perhitungan dengan rumus tersebut selanjutnya diubah dan ditafsirkan dengan kalimat yang bersifat Variabel pemahaman konsep peserta didik ditafsirkan secara kualitatif ke dalam lima kriteria. Adapun kriteria Berikut ini dikemukakan hasil deskriptif pemahaman konsep fisika peserta didik kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Pakue tahun 2017/2016 Dapat dilihat pada Tabel 2: mendeskripsikan pemahaman konsep peserta Hasil Penelitian menggunakan strategi pembelajaran inkuiri Analisis yang digunakan adalah analisis IV. HASIL DAN PEMBAHASAN diinterpretasikan pada tabel berikut: Tabel 2. Analisis Deskriptif Skor Hasil Belajar Peserta Didik kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Pakue Kolaka Utara Statistik Nilai statistik Ukuran Sampel Nilai Ideal Nilai Tertinggi Nilai Terendah Nilai Rata-Rata Standar Deviasi Ukuran sampel adalah 32 peserta didik, adapun nilai tertitinggi yang dicapai adalah 90 dan nilai terendah adalah 43. Nilai ratarata yang diperleh adalah 74 dari 100 nilai ideal, dan standar deviasi yang diperoleh Jika nilai pemahaman konsep peserta didik kelas XI IPA 1 Pakue dianalisis distribusi frekuensi sehingga kita dapat 9 - 66 JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 209 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 melihat perbandingan dari data ter sebut. Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta dapat dilihat pada tabel berikut : Didik Tabel 3. Distribusi Hasil Tes Pemahaman Konsep Peserta Didik Nilai fi Frekuensi relative (%) 43 Ae 50 6,25 51 - 58 6,35 9,375 67 Ae 74 75 - 82 28,125 83 - 90 Jumlah 32 Berdasarkan tabel data tes pemahaman konsep peserta didik . maka pemahaman konsep peserta didik dapat dilihat pada Tabel 4. Berikut: Tabel 4. Kriteria Pemahaman Konsep Peserta Didik Nilai Pemahaman konsep Frekuensi Kriteria 85,00 Ae 100 Sangat Baik 70,00 Ae 84,99 Baik 55,00 Ae 69,99 Cukup 40,00 Ae 54,99 Rendah 0 Ae 39,99 Sangat Rendah Jumlah Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui bahwa ad 5 peserta didik berada pada kriteria Pemahaman Konsep Peserta Didik Berdasarkan Indikator sangat baik, 20 berada pada kriteria baik, 4 Kemampuan pemahaman konsep fisika orang berada pada kriteri cukup dan 3 orang peserta didik pada penelitian ini berdasar 3 berada sangat rendah. Denagn kata lain indikator, yaitu translasi, interpretasi dan bahwa rata-rata pemahaman konsep fisika Adapun hasil skor pemahaman peserta didik berada pada kriteria baik. konsep fisika peserta didik berdasarkan indikator dapat dilihat pada Tabel 5 Tabel 5. Kemampuan Pemahaman Konsep Fisika Peserta Didik Berdasarkan Indikaor Skor Skor Skor Peserta Indikator Mean Ideal Maksimum Didik Translasi 5,38 Interpretasi 9,91 Ekstrapolasi 6,94 Pembahasan terbimbing pada kelas XI IPA 1. SMA Negeri Penelitian ini bertujuan untuk melihat 1 Pakue. Kolaka Utara dengan indikator, yaitu translasi, interpretasi, dan ekstrapolasi. konsep fisika peserta didik yang diajar Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan analisis JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 210 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 deskriftif diperoleh bahwa nilai rata-rata peserta didik menemukan sendiri rumus- pemahaman konsep kelas XI IPA 1. SMA rumus yang akan dipelajari sehingga peserta Negeri 1 Pakue yang telah dites dengan tes didik tidak perlu menghapal rumus-rumus pemahaman konsep yaitu 74 dari nilai ideal tersebut karena sudah tersimpan dalam . pikiran masing-masing peserta didik. Hal ini Hasil juga sesuai dengan kerucut pengalaman deskriftif tersebut selanjutnya diubah dan belajar Edgar Dale menyatakan bahwa proses ditafsirkan dengan kalimat yang bersifat pembelajaan dengan cara melakukan sendiri dan melihat . okus pada keterlibatan siswa ) peserta didik ditafsirkan secara kualitatif ke lebih besar pengaruhnya (Darmadi, 2017: dalam lima kriteria. Dari hasil analisi tersebut . Variabel diperoleh bahwa rata-rata pemahaman konsep Berdasarkan semua hasil yang telah fisika peserta didik berada pada kriteria baik. dianalsis dan dibahas strategi pembelajaran Dengan demikian dapat dikemukakan inkuiri terbimbing dapat memaksimalakan bahwa kecenderungan rata-rata pemehaman pemahaman konsep peserta didik. Penelitian konsep peserta didik yang berada pada Ulya kategori baik ini dikarenakan pemberian atau kegiatan pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan pemahaman konsep Inkuiri terbimbing merupakan peserta didik. Bukan hanya pemahaman pembelajaran yang dimana peserta didik peserta didik yang mengalami peningkatan dilatih menjadi seorang ilmuan, menemukan tapi hasil belajar mengalami peningkatan. Penelitian yang dilakukan oleh Asmawati konsep-konsep . , . , menyatakan bahwa pemberian dengan cara memecakan masalah. Pembelajaran dilakukan dengan cara lembar kerja siswa (LKS) menggunakan membagi peserta didik dalam beberapa model inkuiri terbimbing sangat membantu Pembagia kelompok ini bertujuan dalam meningkatkan berpikir kritis dan pemahaman konsep peserta didik. berinteraksi satu sama lain agar peserta didik Hasil dapat mengembangkan idenya. Pada proses pembelajaran ini peserta didik diarahkan berdsarkan indikator pemahaman konsep untuk berusaha belajar bersama agar ilmu yaitu, translasi, interpretasi dan ekstrapolasi. yang didapat lebih bermakna. Hasil analisis menunjukka bahwa pada Proses pembelajaran dilakukan dengan pemahaman konsep peserta didik yang paling mengerjakan LKPD . embar kerja peserta tinggi adalah pada pemahaman translasi didi. , lembar LKPD tersebut menenuntun terlihat dari skor rata-rata yang diperoleh JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 211 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 yaitu 5 dari 7 skor i dela atau sekitar 77 %. PENUTUP Hal ini karena indikator translasi adalah tingkat terendah dari pemahaman konsep Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan matematika menurut Nana Sujana (Ernawati, 2. , yakni mulai dari translasi dalam arti yang sebenarnya, yang berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menerjemahkan kalimat kedalam bentuk yang lebih sesuai rata-rata pemahaman konsep peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Pakue yang diajar dengan strategi pembelajaran dengan keadaan dirinya. Pemahamn konsep peserta didik yang terendah adalah pemahan konsep interpretasi. berada pada kriteria baik. Walaupun pemahaman konsep interpretasi peserta didik kelas IPA 1. SMA N 1 Pakue penelitian di atas, maka saran yang dapat dikemukakan oleh peneliti adalah: dalam proses pembelajarannya sebagai Tingkatan pemahaman konsep yang ke-3 pemahaman ekstrapolasi mencapai skor rata2. pemahaman konsep peserta didik berdasarkan indikator pemahaman konsep yairu translasi, keseluruhan dirata-ratakan mencapai 75%. Hal ini membuktikan bahwa sekitar 75% kelas IPA 1. SMA Negeri 1 Pakue yang diajar dengan inkuiri terbimbing mempunyai kemampuan pemahaman konsep yanng baik. rata 6,94 dari skor 9 atau 77 %. Nilai ini sma Berdasarkan hasil analisis kemampuan hasil belajar fisika yang diharapkan serta dengan pemahaman konsep translasi. pelajaran fisika untuk dapat mencapai adalah pemahaman konsep ekstrapolasi. Guru diharapkan dapat menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing presentasinya mencapai 70%. Saran Sehubungan dengan kesimpulan hasil Pemahaman konsep interpretasi merupakan tingkatan ke-2 dari pemahaman konsep. inkuiri terbimbing Kepada peneliti lain yang berminat pembelajaran inkuiri terbimbing secara memperkuat hasil penelitian ini pada gilirannya nanti akan lahir suatu tulisan yang lebih baik, lebih lengkap dan lebih bermutu. JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 212 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 UCAPAN TERIMA KASIH Teristimewa kepada kedua orang tua dan seluruh keluarga tercinta atas segala doa dan bantuan baik moril maupun materil. Bapak Drs. Abdul Haris. Si. dan Bapak MaAoruf. Pd. kerendahan hatinya telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan serta senantiasa memberikan masukan dan arahan kepada penulis Rekan-rekan Mahasiswa fisika DIMENSI A. B, dan C terkhusus kepada ANABEL yang senantiasa memberi motivasi kepada Serta siswa SMA Negeri I Pakue atas selama penulis melakukan penelitian. PUSTAKA