Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Pengembangan Media Powerpoint Interaktif Terintegrasi Multipel Representasi Kimia pada Materi Laju Reaksi Fase F SMA/MA Annisa1. Hesty Parbuntari 2 Universitas Negeri Padang. Indonesia Email: annisanisa7899@gmail. com, hesty5193@fmipa. Abstrak Materi laju reaksi memiliki karakteristik yang mencakup berbagai konsep abstrak dan seringkali dianggap sulit oleh siswa sehingga menimbulkan miskonsepsi pada saat proses Materi laju reaksi bersifat abstrak yang perlu dijelaskan dengan multipel representasi kimia yaitu level makroskopis, submikroskopis, dan simbolik. Salah satu upaya untuk menghindari miskonsepsi siswa pada materi laju reaksi yang bersifat abstrak adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang terintegrasi dengan multipel representasi Media powerpoint interaktif merupakan salah satu media yang dapat memenuhi tuntutan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan menerapkan model pengembangan 4D. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa media powerpoint interaktif terintegrasi multipel representasi kimia pada materi laju reaksi fase F SMA/MA dan menentukan tingkat validitas dan praktikalitas dari produk yang dikembangkan. Media powerpoint interaktif divalidasi oleh 5 validator yaitu 3 orang dosen kimia FMIPA UNP dan 2 orang guru kimia SMA Negeri 1 Banuhampu. Uji praktikalitas dilaksanakan dengan 2 orang guru kimia SMA Negeri 1 Banuhampu serta 26 siswa fase F SMA Negeri 1 Banuhampu. Rumus yang digunakan untuk menganalisis tingkat validitas adalah rumus AikenAos V dengan nilai validitas 0,91 yang dinyatakan valid dan tingkat praktikalitas guru dan siswa dianalisis dengan rumus Purwanto dengan nilai praktikalitas guru dan siswa berturut-turut 96% dan 90% yang dikategorikan sangat praktis. Kata Kunci: Media Pembelajaran. Media Powerpoint Interaktif. Multipel Representasi Kimia. Laju Reaksi PENDAHULUAN Segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan selama proses pembelajaran untuk membantu guru dalam menyampaikan materi yang relevan dengan kegiatan mengajar dan belajar disebut media pembelajaran (Hasan et al. , 2. Salah satu media pembelajaran yang bisa dimanfaatkan adalah media powerpoint interaktif. Powerpoint merupakan perangkat lunak yang berperan dalam memudahkan penyusunan presentasi secara efektif dan mudah Powerpoint mampu menyajikan ide secara lebih menarik dan mudah dipahami melalui slide dinamis yang dilengkapi dengan clipart yang menarik. Powerpoint juga mempunyai fitur untuk mendesain presentasi dengan mencakup musik yang berfungsi untuk menambah efek audio yang menarik serta relevan dengan kebutuhan pada slide tertentu (Kamil, 2. Microsoft powerpoint merupakan program presentasi yang menampilkan lembar kerja dalam bentuk slide. Program ini umumnya digunakan untuk menyusun presentasi dalam bentuk teks, gambar, video, maupun grafik dengan berbagai opsi pengaturan tampilan. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Selain itu, fitur dalam powerpoint juga dapat digunakan untuk membuat animasi melalui perpindahan antar slide (Kamil, 2. Media powerpoint interaktif adalah media interaktif yang dirancang menggunakan perangkat lunak microsoft powerpoint yang dilengkapi dengan elemen interaktif, seperti tombol navigasi, hyperlink, animasi, audio, dan video, untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran (Dwi, 2. Media powerpoint interaktif dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami konsep abstrak pada materi laju reaksi. Laju reaksi termasuk ke dalam materi pembelajaran fase F pada kurikulum merdeka (Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, 2. Laju reaksi mempelajari tentang perubahan konsentrasi produk dan reaktan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya (Moore. W et al. , 2. Materi laju reaksi memiliki karakteristik yang mencakup berbagai konsep abstrak dan seringkali dianggap sulit oleh siswa sehingga menimbulkan miskonsepsi pada saat proses pembelajaran (Nurpratami et al. , 2. Materi laju reaksi mengandung konsep abstrak yang disajikan melalui representasi kimia di tingkat makroskopik, submikroskopik, serta simbolik (MusyaAoidah, 2. Level representasi makroskopis adalah level konkret yang bisa diperhatikan secara nyata oleh siswa dalam aktivitas sehari-hari atau berdasarkan percobaan yang dilakukan pada materi laju reaksi. Level representasi submikroskopis adalah level yang tidak dapat dilihat secara langsung dan menjelaskan fenomena makroskopis dalam pergerakan partikel seperti elektron, molekul, dan atom. Level representasi simbolik adalah representasi kuantitatif serta kualitatif yang mencakup persamaan reaksi, grafik, mekanisme reaksi, perhitungan kimia, rumus kimia, stoikiometri, dan diagram (Treagust et al. , 2. Proses pembelajaran yang dilaksanakan sebatas memperhatikan materi di tingkat makroskopis maupun simbolik, tetapi kurang menyentuh level submikroskopis. Kondisi tersebut menyebabkan siswa kesulitan untuk memahami materi laju reaksi pada level submikroskopik dan menimbulkan miskonsepsi (MusyaAoidah, 2. Salah satu strategi guna menghindari miskonsepsi siswa pada materi laju reaksi yang bersifat abstrak adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang terintegrasi dengan multipel representasi Salah satu sarana yang mampu memenuhi tuntutan tersebut adalah dengan menggunakan media powerpoint interaktif. Merujuk pada hasil angket yang disebarkan di SMAN 1 IV Koto. SMAN 1 Banuhampu. SMAN 1 Matur memperoleh hasil . siswa mengisi materi laju reaksi adalah materi yang sulit karena bersifat abstrak, . siswa menyatakan bahwa media pembelajaran yang digunakan oleh guru belum dapat menjelaskan konsep abstrak pada materi laju reaksi, . siswa menyatakan bahwa media pembelajaran yang digunakan oleh guru belum dilengkapi dengan multipel representasi kimia, . kebanyakan dari siswa mengisi karakteristik media pembelajaran yang disukai berupa gambar, animasi, dan representasi kimia, . siswa menyatakan bahwa menyukai powerpoint sebagai media pembelajaran . siswa menyatakan bahwa siswa membutuhkan media powerpoint interaktif terintegrasi multiple representasi kimia pada materi laju reaksi. Penelitian sebelumnya terkait media powerpoint interaktif terhadap motivasi dan hasil belajar kognitif yang dilakukan oleh (Rahmani. Aulia & Abduh, 2. menyatakan media pembelajaran powerpoint interaktif Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 memperoleh motivasi serta capaian belajar yang lebih tinggi. Tujuan dari kajian ini yaitu mengembangkan media powerpoint interaktif terintegrasi multipel representasi kimia pada materi laju reaksi, menentukan validitas dan tingkat praktikalitas media powerpoint interaktif terintegrasi multipel representasi kimia pada materi laju reaksi, serta penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman yang membantu penelitian yang serupa. METODE Metode penelitian yang diterapkan adalah Research and Development (R&D) yang disebut juga penelitian pengembangan. Tujuan penelitian ini agar merancang atau menghasilkan sebuah produk tertentu sekaligus menguji produk untuk mendapatkan tingkat validitas, praktikalitas dan keefektifan produk yang dihasilkan. Melalui pendekatan R&D ini diharapkan dapat menghasilkan serta menguji produk yang dihasilkan, dengan demikian dapat dipergunakan pada kehidupan individu, institusi serta masyarakat (Sugiyono, 2. Penelitian ini menerapkan model 4D yang dikenal juga sebagai four D models. Empat tahapan utama digunakan dalam proses pengembangan ini, adalah: . , . , . (Lawhon, 1. Penelitian ini dilakukan sampai media powerpoint interaktif terintegrasi multipel representasi kimia yang sudah dikembangkan teruji validitas dan praktikalitasnya. Penelitian tentang pengembangan media powerpoint interaktif terintegrasi multipel representasi kimia pada materi laju reaksi Fase F SMA/MA dilakukan pada semester ganjil SMA/MA. Penelitian dilaksanakan di Universitas Negeri Padang dan SMA Negeri 1 Banuhampu. Kecamatan Banuhampu. Kabupaten Agam. Provinsi Sumatera Barat. Uji validitas oleh 3 dosen Departemen Kimia FMIPA UNP dan 2 guru mata pelajaran kimia SMA Negeri 1 Banuhampu, serta 26 siswa Fase F SMA Negeri 1 Banuhampu sebagai penguji coba produk yang dikembangkan. Data penilaian validator dianalisis dengan rumus AikenAos V sebagai berikut: V = (Oc. ) dimana s = r Ae l0 Keterangan: V : validitas r : skor yang diberikan oleh validator l0 : skor penilaian validitas terendah . 0 = . n : jumlah validator c : skor penilaian validitas tertinggi . = . Penilaian validitas berdasarkan rumus diatas dikategorikan sebagai berikut: Tabel 1. Kategori Validitas Skala AikenAos Kategori V > 0,8 Valid V O 0,8 Tidak Valid (Aiken, 1. Hasil dari penilaian praktikalitas dianalisis dengan rumus Purwanto sebagai berikut: NP = (R/SM) x 100 Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Keterangan: NP : nilai persen yang dicari atau diharapkan R : skor yang diperoleh SM : Skor Maksimal ideal Penilaian praktikalitas berdasarkan rumus diatas dikategorikan sebagai berikut: Tabel 2. Kategori Praktikalitas Nilai Praktikalitas 86%-100% Sangat Praktis 76%-85% Cukup Praktis 60%-75% Praktis 55%-59% Kurang Praktis O 54% Tidak Praktis (Purwanto, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengembangkan media powerpoint terintegrasi multipel representasi kimia pada materi laju reaksi untuk membantu siswa dalam memahami materi laju reaksi yang bersifat abstrak. Temuan yang didapatkan dari kajian ini mencakup hasil validitas dan praktikalitas terhadap media powerpoint interaktif. Uji Validitas Penilaian media powerpoint interaktif terintegrasi multipel representasi kimia pada materi laju reaksi dilakukan dengan lembar angket validasi. Data validasi diperoleh dari 3 orang dosen kimia FMIPA UNP dan 2 orang guru kimia SMA Negeri 1 Banuhampu. Lembar validasi berisi 27 pertanyaan dengan aspek penilaian komponen isi dan materi, komponen kebahasaan, komponen penyajian, dan komponen kegrafisan. Hasil penilaian lembar validasi media powerpoint interaktif terintegrasi multipel representasi kimia dianalisis dengan formula AikenAos V. Berdasarkan hasil akhir penilaian lembar validasi dari 5 validator terhadap media powerpoint interaktif yang dikembangkan telah valid dengan nilai formula AikenAos V yang diperoleh 0,91. Hasil penilaian menunjukkan bahwa aspek media powerpoint interaktif telah sesuai. Produk yang dihasilkan melalui proses pengembangan dapat dikatakan valid apabila mengacu pada teori atau konten (Rochmad, 2. Angket validasi terdapat 4 aspek dan terdiri dari 27 pertanyaan yang dinilai oleh validator yaitu aspek isi dan materi, aspek kebahasaan, aspek penyajian, komponen Aspek kelayakan isi media powerpoint interaktif terintegrasi multipel representasi kimia pada materi laju reaksi memiliki kategori valid dengan nilai formula AikenAos 0,91. Disimpulkan bahwa penilaian segi komponen isi dan materi yang telah dikembangkan telah valid dan telah sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Komponen isi dan materi meliputi tuntutan capaian pembelajaran (CP), tujuan pembelajaran (TP) serta alur tujuan pembelajaran (ATP). Isi dan materi powerpoint sesuai dengan fakta dan menggunakan referensi yang jelas. Media pembelajaran dinilai valid apabila media tersebut konsisten dengan kurikulum yang ada (Rochmad, 2. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Komponen kebahasaan media powerpoint interaktif terintegrasi multipel representasi kimia pada materi laju reaksi memiliki kategori valid dengan nilai formula AikenAos V sebesar 0,94. Berdasarkan penilaian dapat diberikan kesimpulan bahwa media powerpoint interaktif yang telah dikembangkan valid dari segi kebahasaan. Powerpoint interaktif digunakan pada proses pembelajaran yang membantu siswa dalam belajar dan memahami isi dari suatu materi lebih cepat dan mudah. Isi powerpoint interaktif menggunakan tata bahasa dan penggunaan tanda baca yang tepat dan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. Media pembelajaran yang baik, perlu dilakukan evaluasi terhadap komponen kebahasaan yang terdiri kejelasan informasi, kalimat yang efektif dan efisien, kesesuaian terhadap kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar, kejelasan bahasa, dan keterbacaan font. Komponen aspek kebahasaan sudah memenuhi kategori valid secara keseluruhan. Penilaian komponen penyajian adalah suatu penilaian untuk menunjukkan konsistensi internal di antara komponen-komponen yang ada dalam suatu produk. Komponen penyajian media powerpoint interaktif terintegrasi multipel representasi kimia memiliki kategori valid dengan nilai formula AikenAos yang diperoleh 0,87. Hal ini menunjukkan bahwa media powerpoint interaktif yang dikembangkan telah valid dari segi komponen Komponen kegrafisan media powerpoint interaktif terintegrasi multipel representasi kimia pada materi laju reaksi memiliki kategori valid dengan nilai formula AikenAos V 0,92. Penilaian komponen aspek kegrafisan pada media powerpoint interaktif yang dikembangkan telah valid dari segi kegrafisan. Aspek kegrafisan dinilai dari segi gambar, segi warna, jenis dan ukuran huruf yang digunakan dalam powerpoint interaktif sudah dapat dibaca dengan jelas, tata letak dan pemilihan warna yang menarik dan teratur. Media pembelajaran yang digunakan dapat membuat siswa memiliki minat untuk belajar (Daryanto, 2. Uji Praktikalitas Uji praktikalitas dilakukan untuk mengetahui tingkat kepraktisan penggunaan media powerpoint interaktif. Praktikalitas media powerpoint interaktif terintegrasi multipel representasi kimia pada materi laju reaksi dilakukan dengan 2 orang guru kimia dan 26 siswa fase F SMAN 1 Banuhampu. Aspek penilaian uji praktikalitas yaitu kemudahan penggunaan, tampilan, efisiensi pembelajaran. Berdasarkan hasil angket praktikalitas yang telah dibagikan kepada guru dan siswa, diperoleh nilai aspek kemudahan berturut turut 95% dan 92%, dikategorikan sangat praktis. Media powerpoint interaktif memiliki petunjuk penggunaan sehingga mudah untuk dioperasikan. Media powerpoint interaktif dapat digunakan berulangulang untuk memahami materi pembelajaran. Penggunaan media powerpoint interaktif tidak memerlukan data internet sehingga siswa dapat mengaksesnya dengan mudah. Kemudahan lainnya, media powerpoint interaktif dapat digunakan kapanpun dan dimanapun. Soal evaluasi yang disajikan merupakan aplikasi langsung dari konsep media pembelajaran yang diartikan sebagai media pembelajaran memiliki kemudahan dalam penggunaannya dan membuat situasi belajar lebih menyenangkan (Dwi, 2. Penilaian aspek kemudahan penggunaan dapat dinilai dengan mencermati produk mudah atau tidak mudah digunakan. Penilaian hasil angket pada aspek tampilan untuk guru dan siswa berturut-turut diperoleh dengan nilai 93% dan 89%, dikategorikan sangat praktis. Aspek tampilan yang Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 dinilai adalah tampilan cover, tampilan gambar dan video, tampilan multipel representasi yang menarik. Berdasarkan keseluruhan hasil, dapat disimpulkan bahwa media powerpoint interaktif baik dari segi tampilan. Penilaian hasil angket pada aspek efisiensi pembelajaran untuk guru dan siswa berturut-turut diperoleh dengan nilai 100% dan 89%, dikategorikan sangat praktis, yang artinya media powerpoint interaktif telah efisien dalam pembelajaran. Penilaian hasil angket pada aspek manfaat penggunaan untuk guru dan siswa berturut-turut diperoleh dengan nilai 97% dan 90%, dikategorikan sangat praktis, yang artinya media powerpoint interaktif bermanfaat digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil pengolahan angket praktikalitas secara keseluruhan adalah 96% dari guru dan 90% dari siswa yang dikategorikan sangat praktis. Hal ini menunjukkan bahwa waktu pembelajaran semakin efisien serta efektif dengan penerapan media powerpoint interaktif terintegrasi multipel representasi kimia pada materi laju reaksi dan membantu siswa dalam memahami materi laju reaksi yang bersifat abstrak. Dapat disimpulkan bahwa media powerpoint interaktif yang telah dikembangkan mudah dan dapat digunakan pada saat Penggunaan media powerpoint interaktif dapat dilakukan secara fleksibel dan berulang sehingga dapat membantu peningkatan daya ingat siswa (Nasution & Aini, 2. KESIMPULAN Berdasarkan analisis penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh kesimpulan media powerpoint interaktif terintegrasi multipel representasi kimia pada materi laju reaksi fase F SMA/MA telah dikembangkan dengan model pengembangan 4D dengan kategori valid dengan nilai formula AikenAos V yang diperoleh 0,91 dan praktis dengan nilai praktikalitas guru dan siswa berturut-turut diperoleh 96% dan 90%. Berdasarkan pengembangan dan hasil penelitian yang diperoleh, disarankan bahwa diharapkan penelitian mendatang dapat melakukan uji efektivitas dari media powerpoint interaktif terintegrasi multipel representasi kimia pada materi laju reaksi fase F SMA/MA. DAFTAR PUSTAKA