Copyright A 2025 pada penulis Abdimas Singkerru. Vol. No. Agustus 2025 Penguatan Soft Skill Leadership Bagi Ibu Ae Ibu Penggerak Usaha Mikro di Ponrang Selatan Risda Mustakim1. Muh Fitra Nur Asri2. Nur Aqidah3. Ariani Amri4. Nur Azizah Jaya5. Nabila Febriyanti6. Chalik Mawardi7. Erin Savitri Gawing8 1,2,6Program Studi Teknologi Rekayasa Multimedia. Politeknik Dewantara. Indonesia 3,7Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan. Politeknik Dewantara. Indonesia 4Program Studi Teknik Elektronika. Politeknik Dewantara. Indonesia 5,8Program Studi Teknologi Rekayasa Metalurgi. Politeknik Dewantara. Indonesia risda@atidewantara. muhfitranurasri011@gmail. nuraqidah@polidewa. arianiamri12@gmail. nurazizahjaya@polidewa. nabilafebriyanti@polidewa. mawardi@polidewa. gawing55@gmail. Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan ibu-ibu pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Ponrang Selatan melalui penguatan soft skill leadership. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya keterampilan komunikasi, pengambilan keputusan, dan manajemen waktu yang menjadi penghambat berkembangnya usaha mikro secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan interaktif, diskusi kelompok, simulasi kasus, serta pendampingan praktik usaha. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri, kemampuan berbicara di depan umum, dan kemampuan manajerial peserta, yang diukur melalui evaluasi pre dan post-test serta observasi lapangan. Program ini berhasil membentuk embrio komunitas wirausaha perempuan yang solid dan Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan pelatihan soft skill sebagai fondasi dalam pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis Kata Kunci: Soft Skill. Leadership. Pemberdayaan Perempuan. Usaha Mikro Pendahuluan Ponrang Selatan, sebagai salah satu kecamatan di Kabupaten Luwu. Sulawesi Selatan, memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM. Banyak perempuan di wilayah ini yang telah memulai usaha rumahan di bidang kuliner, kerajinan tangan, dan perdagangan. Namun, sebagian besar masih menjalankan usahanya secara tradisional dan belum tersentuh pelatihan atau pengembangan kapasitas, terutama dalam aspek kepemimpinan. Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan oleh tim https://jurnal. id/index. php/singkerru Vol. No. Agustus 2025 ISSN 2776-7477 (Onlin. pengabdian, mayoritas ibu rumah tangga pelaku UMKM mengaku belum pernah mengikuti pelatihan formal tentang kepemimpinan dan manajemen usaha. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Kementerian Koperasi dan UKM RI, 2. Di tingkat lokal. UMKM yang dikelola oleh ibu-ibu rumah tangga tidak hanya berperan dalam menopang ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi komunitas. Namun demikian, tantangan utama yang masih dihadapi oleh pelaku UMKM perempuan, khususnya di wilayah perdesaan seperti Ponrang Selatan, bukan hanya pada aspek teknis produksi atau pemasaran, melainkan juga pada keterampilan kepemimpinan dan soft skill yang mendukung keberlangsungan usaha. Soft skill leadership, yang meliputi kemampuan komunikasi interpersonal, manajemen waktu, pengambilan keputusan, dan kepemimpinan kolaboratif, merupakan faktor penting dalam menjalankan usaha secara efektif (Robbins & Judge, 2019. Santosa & Riyanti, 2. Sayangnya, banyak pelaku UMKM belum mendapatkan pelatihan yang terstruktur terkait aspek-aspek tersebut. Kurangnya soft skill dapat menghambat proses pengambilan keputusan, membatasi jejaring sosial usaha, dan menurunkan daya saing pelaku UMKM (Widiyanti & Kartikasari, 2. Teori kepemimpinan transformasional sebagaimana dikemukakan oleh Bass dan Riggio . menekankan pentingnya pengembangan kapasitas individu agar mampu menjadi agen perubahan, baik dalam organisasi maupun komunitas. Dalam konteks pemberdayaan perempuan, soft skill leadership menjadi instrumen penting untuk meningkatkan rasa percaya diri, otonomi, dan kemampuan mengelola usaha secara lebih mandiri (Zimmerman, 2000. Setiawati & Andriani, 2. Kepemimpinan yang efektif tidak hanya memerlukan otoritas, tetapi juga kemampuan membangun relasi dan memotivasi orang lain, terutama dalam konteks usaha berbasis komunitas (Yukl, 2. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan ibu-ibu pelaku UMKM di Ponrang Selatan. Dengan pendekatan pelatihan partisipatif, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan praktis terkait soft skill leadership agar para pelaku usaha dapat mengelola usahanya dengan lebih efektif, berkolaborasi dalam kelompok usaha, dan meningkatkan daya saing usaha secara berkelanjutan. Program "Perempuan Pemimpin UMKM" ini dirancang sebagai respon terhadap kebutuhan tersebut. Fokus utama program ini adalah pada peningkatan soft skill leadership melalui pelatihan interaktif, diskusi kelompok, simulasi kasus, serta pendampingan usaha. Dengan pendekatan ini, diharapkan peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari. Selain itu, program ini akan mendorong terbentuknya komunitas wirausaha perempuan yang saling mendukung, berbagi pengalaman, dan tumbuh bersama secara kolaboratif. Dengan adanya program ini, diharapkan akan terjadi peningkatan signifikan dalam kapasitas kepemimpinan dan kinerja usaha peserta. Lebih jauh, program ini bertujuan untuk menciptakan model pemberdayaan perempuan berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa. Mengingat pentingnya peran perempuan dalam pembangunan ekonomi dan sosial, maka Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. investasi dalam pelatihan soft skill leadership merupakan langkah strategis untuk menciptakan perubahan jangka panjang yang berkelanjutan. Metode Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan Program Soft Skill Leadership bagi Ibu-Ibu Penggerak Usaha Mikro di Ponrang Selatan dilaksanakan di Gedung Serbaguna Desa Bakti Ponrang Selatan pada 21 April 2025, pukul 08. 30 sampai selesai. Tempat pelaksaan dapat dilihat pada peta berikut: Gambar 1. Peta Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian. Gedung Serbaguna Desa Bakti. Ponrang Selatan. Sasaran dari kegiatan ini adalah ibu Ae ibu pelaku usaha mikro yang berada di Kecamatan Ponrang Selatan. Kabupaten Luwu. Ibu Ae ibu ini merupakan pelaku UMK seperti penjual makanan rumahan, pengrajin, dan pedangan kecil yang memiliki peran dalam membantu perekonomian keluarga dan komunitas. Pelaksanaan program dilakukan melalui tahapan yang terstruktur yaitu: . Persiapan, yang dimana mitra saling koordinasi, penyusunan modul pelatihan. Penyuluhan dalam mengenal pentingnya soft skill dan kepemimpinan dalam pengembangan usaha . Pelatihan soft skill leadership. Melakukan pendampingan melalui dan . Demontrasi Kepemimpinan dengan membentuk kelompok kecil dan melakukan prantik langsung soft skill leadership. Adapun metode evaluasi dilakukan secara kuantitaf dan kualitatif untuk mengukur ketercapaian indikator keberhasilan yaitu: . Pre-Test & Post Ae Test. Observasi . Wawancara terstruktur. Dokumentasi Aktivitas. Hasil dan Pembahasan Pelaksanaan program Penguatan Soft Skill Leadership bagi Ibu Ae Ibu Penggerak Usaha Mikro di Ponrang Selatan telah menunjukkan hasil yang positif dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pada kegiatan ini berhasil mengikutsertakan sebanyak 50 peserta aktif yang merupakan pelaku usaha mikro dari berbagai desa dalam kecamatan Ponrang Selatan. Peserta ini, mayoritas bergerak dibidang kuliner, kerajinan tangan dan jasa. Sebelum kegiatan dimulai, yang pertama dilakukan adalah kegiatan penyuluhan dan asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan keterampilan soft skill yang Vol. No. Agustus 2025 ISSN 2776-7477 (Onlin. belum diperhatikan oleh para pelaku UMKM. Hasil wawancara awal menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memahami pentingnya peran kepemimpinan dalam mengelola usaha, terutama dalam hal pengambilan keputusan, komunikasi yang efektif dengan pelanggan dan mitra, serta manajemen waktu. Program ini dilaksanakan selama 1 hari secara bertahap dengan tindakan Materi pelatihan meliputi: komunikasi interpersonal, pengambilan keputusan, kepemimpinan kolanoratif, manajemen emosi, dan kerja tim. Metode pembelajaran yang digunakan berupa ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi dan studi kasus yang relevan dengan situasi nyata usaha mereka. Berikut dokumentasi hasil observasi dan interaksi awal dengan ibu-ibu pelaku UMKM di Ponrang Selatan: Gambar 1. Partisipasi aktif ibu Ae ibu penggerak UMKM dalam kegiatan Program penguatan soft skill leadership bagi ibu Ae ibu penggerak usaha mikro di Ponrang Selatan dilakcanakan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebanyak 80% peserta mengalami peningkatan skor posttest yang mencerminkan peningkatan pemahaman terhadap konsep dan praktik soft skill leadership. Peserta berhasil menerapkan minimal dua aspek soft skill dalam aktivitas usaha mereka sebanyak 70%, seperti menyusun jadwal kerja dan berkomunikasi lebih baik dengan serta, ada peningkatan rasa percaya diri para ibu dalam mengambil peran Hal ini memperkuat peran perempuan sebagai motor penggerak ekonomi lokal dan membuka peluang kolaborasi jangka panjang untuk pengembangan UMKM yang berkelanjutan. Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. Gambar 2. Diskusi kelompok kecil bersama ibu Ae ibu pelaku UMKM mengenai tantangan kepemimpinan usaha Gambar 3. Suasana semangat kolaboratif kegiatan penguatan kapasitas di aula desa Bakti. Kesimpulan Program Penguatan Soft Skill Leadership bagi IbuAeIbu Penggerak Usaha Mikro di Ponrang Selatan telah berhasil dilaksanakan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas personal dan sosial peserta, khususnya dalam hal keterampilan kepemimpinan, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Hal yang baru dari kegiatan ini adalah pendekatan pelatihan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan pendampingan praktik langsung yang mendorong peserta untuk mengimplementasikan soft skill dalam konteks usaha mikro dan Manfaat bagi masyarakat terlihat dari tumbuhnya rasa percaya diri, kemandirian, dan semangat kolaborasi di kalangan ibu-ibu pelaku usaha. Mereka tidak hanya menjadi pelaku usaha yang lebih produktif, tetapi juga mulai mengambil peran sebagai pemimpin dalam kelompoknya. Dari sisi kontribusi teoritik, kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan teori kepemimpinan transformasional dan pemberdayaan perempuan . Vol. No. Agustus 2025 ISSN 2776-7477 (Onlin. dapat diadaptasi secara kontekstual pada kelompok masyarakat lokal dengan pendekatan berbasis partisipasi dan praktik langsung. Ucapan Terimakasih Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar Ae besarnya kepada pemerintah Kecamatan Ponrang Selatan yang telah memberikan fasilitas di lapangan, kelompok ibu Ae ibu pelaku usaha Mikro di Ponrang Selatan telah berpartisipasi aktif dan antusian, terimakasih kepada Mitra yaitu PNM sebagai pemberi dana hibah sehingga ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dan terimaksih kepada Direktur Politenik Dewantara, beserta teman Ae teman dosen sejawat. Referensi