ANALISIS PERBANDINGAN METODE KERJA SISTEM SHORING DENGAN SISTEM BARCKET (Asmar - Trijet. ANALISIS BIAYA PERBANDINGAN METODE KERJA SISTEM SHORING DENGAN SISTEM BRACKET PADA KONSTRUKSI PIER-HEAD JEMBATAN Asmar Diansyah Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Jakarta Trijeti Dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Jakarta Email : t3jeti@yahoo. ABSTRAK : Pada Proyek New Access Road terdapat beberapa jenis konstruksi salah satunya adalah Jembatan pada STA 0 937,32 sampai dengan 1 173,123. Jembatan ini akan dibangun dengan ketinggian pier 22 meter dan terletak pada sungai yang rawan banjir. Terdapat 5 pier pada jembatan tersebut, namun hanya beberapa pier yang tingkat resiko dalam pengerjaan pier head-nya tidak terlalu besar, hanya bekerja di ketinggian saja, pihak kontraktor dapat mengatasinya dengan metode kerja sistem shoring, namun pada pier P4 dan P5 resikonya terlalu besar karena banjir yang akan terjadi ditakutkan akan menghanyutkan perancah shoring tersebut. Oleh karena itu pada pier tersebut digunakan sistem bracket untuk penopang bekisting pier head selama proses konstruksi berlangsung. Seiring perjalanan waktu, dibutuhkan analisa biaya dan waktu pelaksanaan yang tepat dari kedua metode yang dipakai, untuk kedepannya pada proyek-proyek berikutnya dapat dipakai metode kerja yang efisien dalam biaya dan efektif dalam waktu pelaksanaannya. Dari analisa didapatkan bahwa metode dengan sistem bracket lebih mahal yaitu sebesar Rp. 624 dibandingkan dengan sistem Shoring yaitu sebesar Rp. Dengan selisih biaya sebesar Rp. 960, maka sistem Shoring memiliki efisiensi sebesar 5,74 % dibandingkan dengan sistem Bracket Truss Kata kunci : pierhead , shoring , bracket ABSTRACT: On New Access Road there is some kind of a construction Bridge on one of them is STA 0 937,32 up to 1 173,123. This bridge will be built at a height of 22 meter pier and is situated on the river is prone to flooding. There are 5 pier on the bridge, but only some of the pier's level of risk in the workmanship of the pier head-not too big, just working at heights course, a Contracting Party could cope with the working method of shoring system, but on the pier P4 and P5 are the risks too great due to flooding that will occur will be feared washed away the scaffolding shoring. Therefore on the pier used for bracket cantilever formwork system pier head during the process of construction in progress. s time travel, needed analysis of the cost and time of the proper implementation of both methods used, for in the future at its next projects can be extrapolated method of working in the cost of an efficient and effective in time of its execution. He got that a method of analysis with a system of a bracket more expensive fund of Rp. 624 compared with a system of shoring fund of Rp. To within a fee of Rp. 960, then the system shoring having efficiency of 5. 74 % compared with a system of a bracket Keywords : pierhead , shoring , bracket 63 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 5 Nomer 2 | Agustus 2014 PENDAHULUAN Proyek New Access Road adalah proyek pembangunan infrastruktur jalan dan Proyek ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif dari traffic padat yang terjadi disekitar lokasi karena berada di sekitar permukiman penduduk yang padat. Proyek ini akanmembangun jalan akses baru untuk jalur transportasi yang melayani distribusi produk dan aktifitas bisnis perusahaan di masa depan. Pada pekerjaan pengecoran pier head dibutuhkan suatu metode kerja untuk mengecor pier head yang berada di atas pier dengan dimensi pier yang ovalseperti pada pier 1 & 2 di jembatan 1 dan pier 4 & 5 di Pier didesain dengan bentuk oval oleh pihak konsultan dengan tujuan untuk memecah aliran air sungai. Sungai di lokasi proyek memang sering sekali terjadi banjir dikarenakan curah hujan yang tinggi dan limpahan air sungai. Perancah merupakan salah satu bagian penting yang tidak dapat dipisahkan daripada struktur, seperti pada pengecoran pier head, perancah berfungsi sebagai penopang dan penyangga bekisting yang harus benar-benar kokoh dan kuat. Penentuan metode perancah harus benarbenar diperhitungkan secara cermat dan teliti karena hal ini menyangkut hasil pengecoran yang akan dilaksanakan, baik terhadap biaya, waktu dan mutu pekerjaan Ketinggian pier jembatan pada proyek ini menjadi bahan pertimbangan atas keselamatan para pekerjanya, sehingga pemilihan perancah untuk membantu pelaksanaan pengecoran pier head sangat Pada desain jembatan 1, lokasi pier berada di tepi sungai dan penampang sungai juga memungkinkan untuk dibuat 64 | K o n s t r u k s i a cofferdam sebagai akses kerja pier Maka di awal proses tender pengecoranpier head di jembatan 1, dipilih metode kerja sistem Shoring. Metode ini akan memanfaatkan metode bekisting sistem dengan perancah Peri-up. Main Beam, dan Cross Beam yaitu suatu sistem perancah dengan dua batang kaki perancah yang merupakan salah satu sistem dari negara Jerman, dimana untuk setiap kaki perancah dapat menahan kapasitas maksimal beban sebesar 7 ton arah vertikal Gambar 1. Ilustrasi jembatan 1 Untuk jembatan 2, metode pengecoran pier head ada sedikit penambahan dengan metode yang akan dipakai, untuk pier 1, 2 dan 3 masih memakai metode shoring tetapi untuk pier 4 & 5 dipilih metode bekisting gantung dengan sistem Bracket Truss. Pemilihan metode alternatif ini didasarkan kepada lokasi pier jembatan P4 & P5 yang berada di tengah dan tepi sungai yang memiliki penampang sungai sangat Sehingga apabila kita menutup aliran sungai sebagian dengan cofferdam maka peluang untuk terjadinya banjir akan sangat besar sekali. Oleh karena itu metode dengan sistem shoring dianggap kurang efektif karena perancah akan hanyut saat ANALISIS PERBANDINGAN METODE KERJA SISTEM SHORING DENGAN SISTEM BARCKET (Asmar - Trijet. terjadinya banjir dan membuat bencana banjir terhadap lingkungan di sekitar Gambar2. Ilustrasi jembatan 2 Identifikasi Masalah : C Pada awal tender proyek, pelaksanaan hanya menggunakan metode perancah Shoring pengecoran pier head jembatan. C Dalam perjalanan waktu pelaksanaan terjadi perubahan metode pelaksanaan dengan memakai sistem Bracket Truss sehingga belum dihitung analisa biaya. Batasan Masalah C Studi kasus yang dibahas adalah proyekNew Access Road C Tidak membahas dan menganalisa kekuatan bekisting, perancah dan struktur pier maupun jembatan. C Metode kerja yang dibahas hanya metode sistem Shoring dan sistem Bracket Truss saja untuk pengecoran pier head jembatan. C Analisa biaya berdasarkan kepada rencana anggaran biayaproyek New Access Road pada tahun 2012. C Harga satuan, biaya pelaksanaan yang dipakai adalah harga satuan intern LANDASAN TEORI Jembatan dapat dibagi atas dua bangunan utama, yaitu :Bangunan bawah / Substructure. ondasi,kolom pier, abutment dan opri. Bangunan atas / Superstructure . elagar jembatan, bearing, expantion join. Pada umumnya suatu bangunan jembatan terdiri dari enam bagian pokok, yaitu :Bangunan Landasan,Bangunan bawah,Pondasi,Oprit,Bangunan pengaman Klasifikasi Jembatan : C Klasifikasi menurut kegunaannya : Jembatan jalan raya,Jembatan kereta api,Jembatan jalan air,Jembatan jalan pipa,Jembatan militer,Jembatan penyeberangan, dll. C Klasifikasi menurut jenis materialnya : Jembatan kayu,Jembatan baja,Jembatan Untuk jembatan beton dapat dibagi dua jenis menurut gelagarnya yaitu beton bertulang dan beton C Klasifikasi jembatan : Jembatan lantai kendaraan di bawah. Jembatan lantai kendaraan di atas,Jembatan lantai kendaraan di tengah,Jembatan lantai kendaraan di atas dan di bawah . ouble deck bridg. C Klasifikasi menurut daya dukung jembatan : Jembatan kelas I ( tekanan as = 7 ton ) . Jembatan kelas II . ekanan as = 5 to. Jembatan kelas i ( tekanan as = 3,5 to. Jembatan kelas IV . ekanan as = 2 ton ) C Klasifikasi menurut bentuk struktur secara umum : Jembatan gelagar . irder bridg. ,Jembatan pelengkung/busur (Arch bridg. ,Jembatan rangka (Truss bridg. ,Jembatan portal (Rigid frame 65 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 5 Nomer 2 | Agustus 2014 bridg. ,Jembatan gantung (Suspension bridg. ,Jembatan kabel (Cable-stayed Persyaratan umum yang harus dipenuhi bagi bekisting adalah :Mempunyai volume stabil sehingga dapat dihasilkan dimensi beton yang akurat. Dapat digunakan berulang kali. Mudah dibongkar pasang serta dipindahkan. Rapat air sehingga tidak memungkinkan air agregat keluar dari cetakan. Mempunyai daya lekat rendah membersihkannya (Ervianto, 2006:. Macam-macam bekesting : bekesting konvensional, bekesting pabrik, bekesting khusus . limbing formwork. Slip Form. Auto Jump Form. Traveler For. Perancah merupakan konstruksi sementara konstruksi permanen setelahnya. Dalam Wilshere . menemukan bahwa perancah dapat digunakan mulai proyek kecil seperti bangunan rumah sederhana, hingga bangunan jembatan utama. Cara penyetelan perancah . C Menentukan letak dari scaffolding dengan mengatur jarak scaffolding misalnya as balok, pada pekerjaan bekisting balok. C Memasang base plat . ack bas. diatas landasan yang stabil. C Menyetel rangka . C Dilanjutkan dengan pemasangan cross brace pada dua sisi agar elemen perancah dapat berdiri dengan baik. C Selanjutnya menyusun frame vertikal pemasangan shoring head jika ketinggian perancah dianggap cukup, artinya 66 | K o n s t r u k s i a ketinggian dapat dilakukan dengan mengukur jack base dan U-head. C Kemudian ketinggian perancah diatur sesuai dengan ketinggian bekisting yang telah direncanakan. Sistem Shoring :Kita sering salah pengertian antara bekisting, perancah, scaffolding, dan shoring. Menurut John F. Duntemann . C Perancah adalah konstruksi sementara yang digunakan untuk menopang struktur permanen sampai struktur tersebut dapat menopang dirinya C Bekisting adalah struktur sementara atau cetakan yang digunakan untuk menahan cairan beton dalam bentuk yang direncanakan sampai beton C Scaffolding adalah suatu landasan kerja di ketinggian untuk menopang pekerja, material, dan peralatan tetapi tidak C Shoring adalah komponen dari perancah seperti horizontal, vertikal, atau batang penopang miring. Menurut Department of Transportation of Engineering Services Offices of Structure Construction, . , perancah jembatan bisa dibagi menjadi 2 tipe umumnya yaitu : C Sistem konvensional dimana berbagai komponen . alok, tiang, kepala, bracing, dan lainny. masing-masing dipasang secara terpisah untuk membentuk kesatuan sistem. C Sistem shoring dimana komponen yang terbuat dari logam dirangkai menjadi unit modular yang dapat dirangkai di atas yang lainnya, untuk membentuk serangkaian menara yang terdiri dari ANALISIS PERBANDINGAN METODE KERJA SISTEM SHORING DENGAN SISTEM BARCKET (Asmar - Trijet. sistem batang-batang beban dukung Sistem Bracket : Dengan peningkatan beban memanfaatkan dukungan pondasi pada shoring dengan daya dukung menengah dan shoring tower dengan beban besar membuatnya menjadi lebih signifikan. Maka pondasi di bawahnya harus benarbenar diperhitungkan agar penurunan tanah dapat seragam di bawah kakikakinya. Untuk shoring dengan beban besar, ini memerlukan penggunaan bantalan beton atau pondasi tiang pancang, sebagai pengganti pijakan kayu. Pondasi tiang pancang dibutuhkan apabila kondisi lokasi tidak sesuai untuk penggunaan bantalan beton atau pijakan kayu, mendukung perancah pada struktur jembatan di atas air atau dimana bantalan pondasi konvensional tidak layak karena kondisi tanah yang buruk. Dalam beberapa kasus, beban konstruksi sementara didukung oleh bracket . erancah sik. yang dipasang di tubuh pier atau abutment. Perancah dengan sistem bracket sangat cocok dipakai bila di lokasi sekitar jembatan tidak memungkinkan untuk menggunakan perancah dengan sistem Sistem bracket ini mengandalkan kekuatan batang tie-rod yang bertumpu pada tubuh pier. Perancah dengan sistem bracket terinspirasi pada bekisting khusus pabrikan dengan sistem climbing formwork karena menopang bekisting pada tubuh struktur itu sendiri. Manajemen biaya proyek merupakan salah satu dari 9 lingkup pengetahuan dalam manajemen proyek. Manajemen biaya proyek diperlukan untuk memastikan mencakup :Estimasi biaya untuk setiap resource ,Pengalokasian estimasi biaya setiap resource yang dibutuhkan oleh setiap work item. Dalam manajemen biaya proyek, terdapat beberapa proses yang dilibatkan dalam tujuan penyelesaian proyek sesuai dengan anggaran yang disediakan. Proses tersebut yaitu estimasi, budgeting dan kontrol biaya. Menurut Abrar Husen . kegiatan proyek perlu memiliki standar kinerja biaya proyek dengan cara membuat format perencanaan seperti : C Kurva S, selain dapat mengetahui progres waktu proyek, kurva S berguna juga untuk mengendalikan kinerja biaya. C Diagram Cash Flow, diagram yang pengeluaran dan pemasukan biaya selama proyek berlangsung. C Kurva Earned Value, yang menyatakan nilai uang yang telah dikeluarkan pada kemajuan aktual proyek. C Balance Sheet, yang menyatakan besarnya aktiva dan pasiva keuangan perusahaan selama periode satu tahun dengan keseluruhan proyek yang telah dikerjakan beserta aset-aset yang dimiliki perusahaan. Menurut Abrar Husen komponen biaya total proyek terdiri atas :Biaya Langsung (Direct Cos. , merupakan biaya tetap selama proyek berlangsung seperti biaya tenaga kerja, material dan peralatan. Biaya Tak Langsung (Indirect Cos. , merupakan biaya tidak tetap yang dibutuhkan guna penyelesaian proyek seperti biaya manajemen proyek, tagihan 67 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 5 Nomer 2 | Agustus 2014 administrasi serta keuntungan. Menurut Mansyur . jenis-jenis biaya yang umumnya ditemukan pada sebuah proyek yaitu :Biaya langsung antara lain tenaga kerja, material, peralatan dan Biaya eksploitasi . Biaya overhead umum dan administratif (General and Administrativ. Kontraktor menyusun anggaran belanja dan aliran kas proyek berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dialokasikan oleh pemilik proyek, lalu mengkaji ulang nilainya secara cermat sehingga dapat menyusun Rencana Anggaran Pelaksanaan Proyek (RAPP) dengan asumsi nilai pada RAB masih layak dan dapat dihemat (Abrar Husen, 2011:. Pada umumnya dibuat berdasarkan 5 komponen pokok, yaitu : C Biaya material, diperoleh dengan mengetahui harga pembelian material, biaya transportasi dan biaya bongkar C Biaya peralatan, penentuan biaya peralatan pada umumnya didasarkan pada biaya produksinya. Biaya peralatan meliputi :Biaya pemilikan alat. Biaya operasional. Biaya sewa peralatan . Biaya transportasi peralatan. Biaya C Biaya tenaga kerja, tenaga kerja proyek konstruksi dibedakan menjadi dua, yaitu :Tenaga kerja langsung . irect hir. Tenaga kerja borongan. C Biaya tak terduga . , dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :Biaya tak terduga umum, misalnya sewa kantor, peralatan kantor, air, listrik, telepon, dan 68 | K o n s t r u k s i a Biaya tak terduga proyek, dipasang di lapangan, pengukuran . dan lainnya. Keuntungan . , pada umumnya diperhitungkan dengan prosentase dari jumlah biaya total yang berkisar antara 8% - 15%, tergantung dari besarnya resiko pekerjaan dan cara pembayaran dari owner. DATA& ANALISA Untuk kolom pier yang akan dibuat perbandingannya adalah Pier P4 pada bangunan jembatan 2. Tabel 1. Data teknis Pier Dimensi Item Pier column Pier head Panjang 5,00 m 9,00 m Lebar 2,00 m 5,93 m Tinggi 22,00 m 2,35 m Mutu beton K-350 K-350 Tabel 2. Volume pekerjaan Pier NO. ITEM SATUAN VOLUME Pier column Bekisting 270,27 Pembesian 038,00 Beton 201,15 Pier head Bekisting 115,67 Pembesian 586,00 Beton 103,09 ANALISIS PERBANDINGAN METODE KERJA SISTEM SHORING DENGAN SISTEM BARCKET (Asmar - Trijet. Konstruksi Pier dilaksanakan dalam 6 . tahap :Tahap-1 . ier colum. Tahap-2. ier column ) . Tahap-3 . ier column ) . Tahap-4. ier colum. Tahap-5 . ier hea. Tahapan pengecoran untuk pier sesuai gambar di bawah ini : Tahap-6 Tahap-5 Tahap-4 Tahap-3 Tahap-2 Tahap-1 Gambar 3. Tahapan pengecoran Pier Tabel 3. Daftar harga satuan bahan NO. ITEM Steel Formwork h = 6 m Multiplex SATUAN HARGA SATUAN 000,00 000,00 Kayu 800,00 Paku 300,00 500,00 000,00 Minyak bekisting Tie Rod, wingnut dan Form Tie. Washer. Cone 000,00 Perancah Scaffolding 000,00 Shoring Peri-up 729,65 932,49 000,00 Bracket Truss Alat bantu untuk pek. Bekisting Baja Tulangan 100,00 Kawat Beton 800,00 Bar Cutter 500,00 Bar Bender 500,00 69 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 5 Nomer 2 | Agustus 2014 Beton Ready mix K-350 000,00 Curing Compound 000,00 Concrete Pump 000,00 Concrete Vibrator 000,00 Alat bantu untuk pengecoran 000,00 Tabel 4. Daftar upah pekerja NO. ITEM SATUAN HARGA SATUAN Mandor 800,00 Tukang 500,00 Pekerja 800,00 Tabel 5. Harga satuan pekerjaan bekistingPier column (Shoring Syste. NO. KOMPONEN TENAGA Pekerja Tukang Mandor SAT. KOEF. 0,4800 0,2400 0,1200 HARGA SATUAN (R. 800,00 500,00 800,00 JUMLAH HARGA TENAGA BAHAN Steel Formwork h = 6 Kayu Paku Minyak bekisting Tie Rod, wingnut dan Perancah Scaffolding 784,00 040,00 176,00 000,00 1,0000 000,00 000,00 0,0021 0,3163 0,1000 800,00 300,00 500,00 195,80 941,69 750,00 0,4000 000,00 000,00 0,6000 000,00 000,00 JUMLAH HARGA BAHAN 70 | K o n s t r u k s i a JUMLAH HARGA (R. 887,50 ANALISIS PERBANDINGAN METODE KERJA SISTEM SHORING DENGAN SISTEM BARCKET (Asmar - Trijet. PERALATAN Alat bantu 1,0000 000,00 000,00 JUMLAH HARGA PERALATAN 000,00 JUMLAH HARGA TENAGA. BAHAN DAN PERALATAN ( A B C ) OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D E ) 887,50 188,75 076,25 Tabel 6. Harga satuan pekerjaan bekistingPier head (Shoring Syste. NO. KOMPONEN TENAGA Pekerja Tukang Mandor SAT. KOEF. 0,4800 0,2400 0,1200 HARGA SATUAN (R. 800,00 500,00 800,00 JUMLAH HARGA TENAGA BAHAN Kayu Paku Multiplex Minyak bekisting Form Tie. Washer. Cone Shoring Peri-Up PERALATAN Alat bantu 784,00 040,00 176,00 000,00 0,0175 0,3163 0,3163 0,1000 800,00 300,00 000,00 500,00 291,35 941,69 403,98 750,00 0,4167 000,00 583,33 1,0000 729,65 729,65 JUMLAH HARGA BAHAN JUMLAH HARGA (R. 1,0000 700,01 000,00 000,00 JUMLAH HARGA PERALATAN 000,00 JUMLAH HARGA TENAGA. BAHAN DAN PERALATAN ( A B C ) OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D E ) 700,01 070,00 770,01 71 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 5 Nomer 2 | Agustus 2014 Tabel 7. Harga satuan pekerjaan pembesian(Shoring Syste. NO. KOMPONEN TENAGA Pekerja Tukang Mandor SAT. KOEF. 0,0600 0,0200 0,0200 HARGA SATUAN (R. 800,00 500,00 800,00 JUMLAH HARGA TENAGA BAHAN Baja tulangan Kawat beton 1,1000 0,0200 100,00 800,00 JUMLAH HARGA BAHAN PERALATAN Bar bender Bar cutter Jam Jam 0,0100 0,0095 JUMLAH HARGA (R. 348,00 170,00 196,00 714,00 810,00 196,00 006,00 500,00 500,00 125,00 118,75 JUMLAH HARGA PERALATAN 243,75 JUMLAH HARGA TENAGA. BAHAN DAN PERALATAN ( A B C ) OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D E ) 963,75 896,38 860,13 Tabel 8. Harga satuan pekerjaan beton(Shoring Syste. NO. KOMPONEN TENAGA Pekerja Tukang Mandor SAT. KOEF. 2,1429 0,5714 0,1429 HARGA SATUAN (R. 800,00 500,00 800,00 JUMLAH HARGA TENAGA 72 | K o n s t r u k s i a JUMLAH HARGA (R. 428,57 857,14 400,00 685,71 ANALISIS PERBANDINGAN METODE KERJA SISTEM SHORING DENGAN SISTEM BARCKET (Asmar - Trijet. BAHAN Beton Ready mix Curing Compound 1,1000 1,0000 000,00 000,00 JUMLAH HARGA BAHAN PERALATAN Concrete Pump Concrete Vibrator Alat bantu Jam Jam 0,1606 0,1606 1,0000 000,00 000,00 000,00 000,00 000,00 000,00 176,71 212,85 000,00 JUMLAH HARGA PERALATAN 389,56 JUMLAH HARGA TENAGA. BAHAN DAN PERALATAN ( A B C ) OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D E ) 075,27 707,53 782,80 Tabel 9. Rekapitulasi harga satuan pekerjaan (Shoring Syste. NO. ITEM SATUAN HARGA SATUAN PEKERJAAN Pekerjaan Bekisting Pier 076,25 Pekerjaan Bekisting Pier 770,01 Pekerjaan Pembesian 860,13 Pekerjaan Beton 782,80 Tabel 10. RAB konstruksi Pier (Shoring Syste. NO. ITEM SAT. Pekerjaan Bekisting Pier Pekerjaan Bekisting Pier head Pekerjaan Pembesian 270,27 HARGA SATUAN PEKERJAAN 076,25 115,67 770,01 Rp61. 611,43 6,40 624,00 860,13 Rp558. 718,00 58,41 VOL. JUMLAH HARGA Rp62. 004,03 6,59 73 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 5 Nomer 2 | Agustus 2014 Pekerjaan Beton 304,24 782,80 TOTAL Rp273. 330,83 Rp955. 664,28 28,61 100,00 Gambar 4. Grafik persentase RAB pekerjaan PierShoring system Tabel 11. Harga satuan pekerjaan bekistingPier head(Bracket Syste. NO. KOMPONEN TENAGA Pekerja Tukang Mandor SAT. KOEF. 0,4800 0,2400 0,1200 HARGA SATUAN (R. 800,00 500,00 800,00 JUMLAH HARGA TENAGA BAHAN Kayu Paku Multiplex Minyak bekisting Form Tie. Washer. Cone Bracket Truss 784,00 040,00 176,00 000,00 0,0175 0,3163 0,3163 0,1000 800,00 300,00 000,00 500,00 291,35 941,69 403,98 750,00 0,4167 000,00 583,33 1,0000 932,49 932,49 JUMLAH HARGA BAHAN 74 | K o n s t r u k s i a JUMLAH HARGA (R. 902,85 ANALISIS PERBANDINGAN METODE KERJA SISTEM SHORING DENGAN SISTEM BARCKET (Asmar - Trijet. PERALATAN Alat bantu 1,0000 000,00 000,00 JUMLAH HARGA PERALATAN 000,00 JUMLAH HARGA TENAGA. BAHAN DAN PERALATAN ( A B C ) OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D E ) 902,85 790,28 693,13 Tabel 12. Rekapitulasi harga satuan pekerjaan(Bracket Syste. HARGA SATUAN PEKERJAAN NO. ITEM SATUAN Pekerjaan Bekisting Pier 076,25 Pekerjaan Bekisting Pier 693,13 Pekerjaan Pembesian 860,13 Pekerjaan Beton 782,80 Rencana Anggaran Biaya Pelaksanaan Tabel 13. RAB konstruksi Pier (Bracket Syste. NO. ITEM SAT. Pekerjaan Bekisting Pier Pekerjaan Bekisting Pier Pekerjaan Pembesian Pekerjaan Beton TOTAL VOL. 270,27 115,67 624,00 304,24 HARGA SATUAN PEKERJAAN JUMLAH HARGA 076,25 004,03 6,21 693,13 571,43 11,77 860,13 718,00 55,06 782,80 330,83 26,96 Rp 1. 624,28 100,00 Gambar 5. Grafik persentase RAB pekerjaan PierBracket system 75 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 5 Nomer 2 | Agustus 2014 Evaluasi Perbandingan Biaya dan Waktu Dari Rencana Anggaran Biaya yang telah dihitung maka didapat selisih harga untuk pekerjaan Pier menggunakan sistem Shoring Peri-Up dengan sistem Bracket Truss. JUMLAH HARGA NO. ITEM SHORING SYSTEM BRACKET SYSTEM DEVIASI Pekerjaan Bekisting Pier 004,03 004,03 Pekerjaan Bekisting Pier head 611,43 571,43 Rp 58. 960,00 Pekerjaan Pembesian 718,00 718,00 Pekerjaan Beton 330,83 330,83 664,28 Rp 1. 624,28 TOTAL Rp 58. 960,00 Tabel 14. Selisih biaya pekerjaan Pier antara sistem Shoring dengan sistem Bracket 76 | K o n s t r u k s i a ANALISIS PERBANDINGAN METODE KERJA SISTEM SHORING DENGAN SISTEM BARCKET (Asmar - Trijet. Gambar 6. Grafik selisih biaya pelaksanaan KESIMPULAN Dari hasil analisa didapatkan biaya pelaksanaan untuk pekerjaan 1 pier column pier head dengan sistem Bracketlebih mahal, yaitu sebesar Rp. atu miliar empat belas juta sembilan puluh ribu enam ratus dua puluh empat rupia. , dibandingkan dengan sistem Shoringyaitu sebesar Rp. embilan ratus lima puluh lima juta sembilan ratus delapan belas ribu enam ratus enam puluh empat rupia. Dengan selisih biaya sebesar Rp. ima puluh delapan juta seratus tujuh puluh satu ribu sembilan ratus enam puluh rupia. , maka sistem Shoringmemiliki efisiensi sebesar 5,74 % dibandingkan dengan Bracket Truss. Hal dikarenakan metode kerja dengan sistem Bracket banyak menggunakan bahan baja untuk penopang konstruksi-nya. DAFTAR PUSTAKA