Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Pengembangkan Ketrampilan Soft Skill Santri di Pondok Pesantren Tahfizh Wadil Quran Tangerang Amaliyah1. Muhamad Merdeka2 Universitas Pamulang. Indonesia dosen01610@unpam. id1, muhamadmerdeka08@gmail. Submitted: 06th March 2024 | Edited: 19th June 2024 | Issued: 01st July 2024 Cited on: Amaliyah. , & Merdeka. Pengembangkan Ketrampilan Soft Skill Santri di Pondok Pesantren Tahfizh Wadil Quran Tangerang. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 4. , 165-175. ABSTRAK Pondok pesantren memiliki peranan dalam pendidikan, terutama mempelajari ilmu-ilmu agama pada para santri. Juga pengembangan pada aspek pengetahuan. Perhatian pada soft skill yang meliputi kemampuan personal dan interpersonal santri juga dilakukan. Soft skill merupakan ketrampilan seperti komunikasi, kepemimpinan, kerjasama tim, berpikir kritis, negosiasi, persuasi, manajemen waktu dan adaptasi. Kemampuan ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari bagi para santri. Pembelajaran soft skill santri untuk meningkatkan mentalitas dalam bentuk budi pekerti serta sikap humanisme di lingkungan pesantren. Adapun pondok pesantren tahfidz Wadil Quran menggunakan praktik secara langsung, dalam kegiatan-kegiatan harian dan pembelajaran tahfidz di Kata Kunci: Pengembangan Santri. Keterampilan Lunak. Pelatihan. Pesantren ABSTRACT Islamic boarding schools have a role in education, especially studying religious sciences among students. Also development in the knowledge aspect. Attention to soft skills which include students' personal and interpersonal abilities is also carried out. Soft skills are skills such as communication, leadership, teamwork, critical thinking, negotiation, persuasion, time management and adaptation. This ability is very important in everyday life for students. Learning soft skills for students to improve mentality in the form of character and humanism in the Islamic boarding school environment. The Tahfidz Wadil Quran Islamic boarding school uses direct practice, in daily activities and tahfidz learning at the Islamic boarding school. Keywords: Santri Development. Soft Skills. Training. Islamic Boarding Schools PENDAHULUAN Pendidikan sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan suatu bangsa. Oleh karena itu, negara harus memberikan perhatian kepada sumber daya manusia, disamping pembangunan infrastruktur. Human capital investmen sangat penting. Skill yang sulit dikuasai robot adalah soft skill yaitu membuat orang bisa intract, care dan berdiplomasi (Putri, et al. , 2. Maka proses dari pendidikan ditekankan pada latihan, memahami hingga mendewasakan peserta didik untuk meningkatkan produktivitasnya Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. (Nurrahmah, et al. , 2. Pendidikan nasional mengintruksikan lembaga pendidikan untuk menanamkan character building bagi peserta didik dan memberi ruang untuk memberdayakan potensi siswa ke arah yang berkarakter (Sulistiana, 2. , baik secara luaran yang berupa pengetahuan, ketrampilan dan sikap dari peserta didik. Di era 5. 0, lembaga pendidikan menghadapi tantangan yang menuntut kualitas kompetensi lulusan, terlebih dalam persaingan global, termasuk dalam lembaga pendidikan di pesantren (Sulisno. , & Sari, 2. Santri harus siap dalam kemampuan dan karakter dalam memperjuangkan nilai-nilai agama dan moralitas (Khofifah, et al. Diantara tantangan santri antara lain (Asri, 2. : pertama, mampu menguasai tema-tema lintas ilmu. Artinya santri harus memiliki kemampuan literasi. Kedua, mampu mengaplikasikan pola pembelajaran . earning skill. Sebagaimana tuntutan kompetensi abad 21 pada ketrampilan kreatifitas, inovasi, penyelesaian masalah, komunikasi, kolaborasi. Ketiga, kemampuan mengelola hidup dan karir . ife and coreer skill. , yaitu kemampuan dalam mengontrol diri dalam beradaptasi lingkungan masyarakat (Kusbandono, et al. , 2. Kompetensi tersebut sebagai persiapan menghadapi tantangan global. Pada dasarnya, pengetahuan bukan satu satu-nya jalan dalam menentukan kesuksesan, akan tetapi, diperlukan soft skill dalam diri santri (Hasanah & Hikmah, 2. Soft skill mencakup ketrampilan interpersonal, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, negosiasi, kemampuan persuasi, manajemen waktu dan kemampuan beradaptasi (Zifaradella & Syarifah, 2. Soft skill juga dapat memberikan kesadaran diri untuk percaya diri, berempati (Ilyas, 2. Oleh karena itu, pesantren perlu memberikan perhatian khusus pada pengembangan soft skills. Santri pada era generasi Z merupakan generasi yang akan mendominasi dunia kerja di masa depan. Bloomberg of United nation menyebut sebagai generasi Z sebagai generasi realism inovatif dan mandiri. Sebagaimana laporan world economic forum menyebutkan bahwa 80 % skill yang dibutuhkan tenaga kerja untuk bersaing di era 5. yaitu penguasaan soft skill, dan 20 % merupakan technical skill. Oleh karena itu generasi Z, membutuhkan keseimbangan dalam kecerdasan teknologi dan kecerdasan interpersonal (Yazid & Rosyidi, 2. Dalam buku pengembangan pendidikan kesetaraan, terdapat skill penting yang harus dimiliki santri pesantren. Di gambarkan dalam tabel sebagai berikut: Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Tabel 1. Daftar Keterampilan Cakupan Aspek vokasional Kiprah fleksibel dan luwes proyeksi sebagai Berorientasi keahlian Kemampuan problem solving, pemanfaatan media dan keilmuan Inventif (Berdaya Cipt. Aspek maslahat / mampu meng-kontruk ilmu Kreatif Daya kreatif Sumber: Kegiatan PKM, 2024 Ketrampilan Terampil Informal leader Tentu dalam pengembangan soft skill pada pesantren dengan tetap mengacu pada kurikulum pesantren yang berbasis keislaman. Melalui proposal pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan dapat diterapkan suatu model pembelajaran yang inovatif, berbasis nilai-nilai Islam, dan dapat meningkatkan keterampilan soft skill santri Pondok Tahfidz Wadil Quran Tangerang. Dengan demikian, diharapkan para santri dapat menjadi agen perubahan yang memiliki kualitas intelektual dan moral yang tinggi, serta siap bersaing dalam tingkat lokal, nasional, dan internasional. METODE Tujuan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan edukasi terkait pentingnya pengembangan soft skill yang harus dimiliki oleh setiap santri dalam Hal ini menjadi bekal bagi setiap santri untuk menghadapi tantangan generasi Z dan sebagai persiapan untuk menghadapi jenjang pendidikan yang lebih Selain itu, pengabdian masyarakat juga bertujuan agar informasi yang diterima oleh santri dapat mendukung pelaksanaan kegiatan, yang mendukung program pengembangan soft skill di lembaga pendidikan. Beberapa hal signifikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di lembaga pendidikan ini: Pertama. Mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pengembangan soft skill, membentuk karakter siswa sesuai dengan ajaran agama dan etika yang baik. Kedua. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, siswa dapat memberikan kontribusi positif pada masyarakat sekitar, menciptakan dampak sosial yang Ketiga. Menghasilkan pengetahuan akademis, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri, memudahkan integrasi mereka dalam lingkungan kerja. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Segmen masyarakatnya adalah membuat sasaran program pengabdian masyarakat yang akan di tuju adalah Lembaga Pendidikan Pondok Tahfidz Wadil QurAoan. Tangerang. Dengan jumlah peserta PKM sebanyak 81 Orang. Jumlah 81 Orang itu terdiri dari Tabel 2. Peserta PKM No Instansi/ Peran Dosen Mahasiswa Pengurus Pondok Tahfidz Wadil QurAoan. Tangerang Warga Pondok Tahfidz Wadil QurAoan. Tangerang Sumber: Kegiatan PKM, 2024 Jumlah Desain pelaksanaan pengabdian masyarakat melalui kegiatan pelatihan kepada Lembaga Pendidikan dengan seluruh anggota yang tergabung dalam Lembaga Pendidikan yang dikemas dengan nama kegiatan AuPengembangan keterampilan soft skill melalui kurikulum pendidikan Islam di Pondok Tahfidz Wadil Quran TangerangAy. Alur model pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat digambarkan pada skema di bawah ini: Gambar 1. Proses Pelaksanaan PKM Adapun pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di pesantren wadil quran dilakukan dengan tiga tahap antara lain persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tabel 3. Rangkaian Kegiatan Pengabdian Persiapan Tim PKM melakukan survei di pondok pesantren wadil quran untuk menganalisis pembelajaran yang dilakukan di pesantren wadil quran, santri yang akan Termasuk untuk penyusunan rancangan kegiatan yang akan dilakukan. Pelaksanaan Tim PKM dengan metode cooperative dalam pelaksanaan juga menggunakan observasi pembelajaran soft skill, dengan menggunakan geogle form. Sumber: Kegiatan PKM, 2024 Evaluasi Tim melakukan evaluasi kegiatan yang dilakukan selama proses kegiatan, dimulai dari persiapan, selesainya kegiatan PKM. Meliputi keadaan sekolah, kehadiran peserta santri pada pelatihan, antusias kegiatan hingga saran dan kritik kegiatan. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Metode pengabdian kepada masyarakat di pondok pesantren wadil quran menggunakan metode cooperative learning. Cooperative learning sebagai salah satu bentuk paham pembelajaran konstruktivisme. Tehnik pembelajaran ini melibatkan siswa untuk membina diri siswa secara aktif, dengan mengoptimalkan pengetahuan yang telah dimiliki siswa sebelumnya. Metode ini memberi ruang komunikasi informal antar siswa, untuk membuat siswa cepat dalam memahami materi yang dibahas. Juga melatih siswa untuk belajar mendengarkan pendapat orang lain. Materi dalam pembelajaran pada guru dan santri memuat pengenalan, perancangan dan penerapan di pesantren wadil quran. PEMBAHASAN Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan sesuai dengan skema yang sudah direncanakan dengan tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Realisasi pada tahap persiapan, dimulai dengan melakukan analisa situasi. Tantangan yang dihadapi oleh santri Pondok Tahfidz Wadil Quran bukan hanya pada penguasaan materi pelajaran, tetapi juga melibatkan pengembangan keterampilan soft skill. Dimana keterampilan soft skill melibatkan aspek-aspek seperti kepemimpinan, komunikasi, kerjasama, kreativitas, dan etika, yang sangat diperlukan dalam menghadapi tuntutan dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. Di Lembaga Pendidikan Pondok Tahfidz Wadil Quran Tangerang, keterampilan soft skill menjadi suatu kebutuhan yang semakin mendesak untuk dikembangkan. Kondisi ini muncul karena perkembangan zaman yang cepat dan dinamis, serta tuntutan masyarakat terhadap lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis hafalan quran-nya dan akademis kejar paket, tetapi juga memiliki keunggulan dalam aspek keterampilan soft skill. Oleh karena itu, perlu adanya suatu upaya pengembangan keterampilan soft skill melalui penguatan kurikulum pendidikan Islam di lembaga ini Penguatan kurikulum pendidikan Islam di Pondok Tahfidz Wadil Quran Tangerang akan memberikan landasan moral dan etika yang kuat, sejalan dengan nilainilai ajaran Islam. Hal ini tidak hanya mencakup aspek spiritual, tetapi juga melibatkan penguatan nilai-nilai sosial, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, para siswa tidak hanya menjadi individu yang cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampuberkontribusi positif dalam masyarakat. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Pengembangan keterampilan soft skill ini juga mendukung visi dan misi Pondok Tahfidz Wadil Quran Tangerang dalam menciptakan lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Dengan melibatkan semua pihak terkait, termasuk guru, siswa, orang tua, dan stakeholder lainnya, diharapkan program ini dapat menjadi langkah konkret untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang holistik dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan terdapat permasalahan yang alami oleh komponen guru, siswa terkait dengan pengembangan keterampilan soft skill pada santri di lembaga Pendidikan Pondok Tahfidz Wadil Quran Tangerang. Berbagai masalah yang terjadi karena kurangnya informasi relevan informasi penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman semua pihak terkait definisi dan pentingnya pengembangan dan keterampilan softskill. Kemudian tahap pelaksanaan PKM, dimulai dengan kegiatan registrasi peserta PKM pada pukul 07. Kegiatan dihadiri oleh KAPRODI Manajemen Pendidikan Islam UNPAM beserta jajaran dosen MPI dan Pengurus Pondok Pesantren Wadil Quran. Tangerang beserta jajaran pengasuh dan guru. Termasuk mahasiswa MPI dan santri Wadil Quran. Pemberian materi dilaksanakan secara bergantian. Pemateri pertama oleh Mohamad Hadad Alwi yaitu menyadarkan santri terhadap kepentingan soft Soft skill membantu seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain secara efektif, menyelesaikan masalah, mengelola konflik, dan meraih tujuan mereka dengan lebih Dalam lingkungan kerja, soft skill sering kali menjadi faktor penentu keberhasilan seseorang, bersama dengan keahlian teknis yang dimiliki. Pemaparan tentang kondisi perkembangan soft skill saat ini di kalangan santri, antara lain. Pertama. Keterampilan Komunikasi, bahwa banyak santri memiliki keterampilan komunikasi yang baik dalam lingkungan pondok pesantren, terutama dalam berdiskusi agama dan kegiatan keagamaan lainnya. Namun, kemampuan berkomunikasi dalam konteks yang lebih luas, seperti berbicara di depan umum atau berinteraksi dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda, mungkin masih perlu Kedua. Kepemimpinan. Sebagian besar pondok pesantren memberikan peluang kepada santri untuk memegang posisi kepemimpinan di berbagai organisasi kegiatan, seperti pengurus kelas, pengurus asrama, atau pengurus kegiatan ekstrakurikuler. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Namun, tidak semua santri aktif dalam mengambil peran kepemimpinan, dan beberapa mungkin memerlukan bimbingan lebih lanjut dalam mengembangkan keterampilan Ketiga. Keterampilan Kerjasama. Pondok pesantren sering kali menciptakan lingkungan yang mendorong kerjasama antar-santri dalam berbagai kegiatan, seperti kegiatan belajar mengajar, gotong royong, atau kegiatan keagamaan. Namun, ada santri yang mungkin masih perlu belajar untuk bekerja sama secara efektif dalam tim dan menghargai kontribusi setiap anggota tim. Keempat. Kreativitas. Santri sering kali diajarkan untuk memahami dan menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, namun, pembelajaran yang mendukung pengembangan kreativitas terkadang kurang. Dalam menghadapi tantangan dan masalah sehari-hari, beberapa santri mungkin perlu didorong untuk berpikir di luar batas-batas konvensional dan mencari solusi yang inovatif. Penyampaian Materi 2 disampaikan oleh Ariel Adhadila Firmansyah tentang pengembangan soft skill pada pesantren. Dapat digambarkan pada bagan, beberapa point penting sebagai berikut: Gambar 2. Bagan Pengembangan Soft Skill Pada point soft skill dijabarkan dalam norma dan nilai yang terkandung dalam ayat suci al quran. Terkait pada mencari ridho Allah SWT terdapat dalam surat al baqarah ayat 207 : U AacEEa a aA ca AacEEa aOA ca AA AOA a eE aa aA a eA aII Oa e aO Ia eA aNa ea ae a aIA a AA a caO aIIa EIA (Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah. dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Ny. Tentang sabar dan semangat terdapat dalam surat ar rum ayat 60: ae ae a acI aO e a NA cU AcEEa aA n aAE Eac a eOIa aE OaOe CaIaOe IA a caAC OacaE Oa ea acIA Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. (Maka bersabarlah engkau (Muhamma. , sungguh, janji Allah itu benar dan sekali-kali jangan sampai orang-orang yang tidak meyakini . ebenaran ayat-ayat Alla. itu menggelisahkan engka. Tentang meningkatkan kecintaan terhadap al Quran dalam surat al baqarah ayat 31: e ANa eI aEaO eE aI NEeaa aE a AaCa aE a UIaA aOIaO a a e aIe a NNeaA a aCaOIA a aE a uaI aEIa eI NA a AaO aEac aI a a aI eEa e aIe a aEEacNa a acI a aA (Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama . enda-bend. seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar!). Tentang mengembangkan soft skill bersama al Quran dalam surat Hud ayat 61: ANA AAEa U o Ca aE NOaCaOe aI eaA ca AaOA a AaOuaEa NO a aIO a a aNa eI NA a aO ea e aI a aE eI AaONa Aa ea eaONA a eAacEEa aI Ea aEI acI eI uaEa sN a eO aNua n Na aO aIa a aEI acIIa eEaA Aa acI aO eaO uaEa eO aN o ua acI aacO Ca aO acI aOA (Dan kepada Tsamud (Kami utu. saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi . dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat . ahmat-Ny. lagi memperkenankan . oa hamba-Ny. Tentang bijak dalam teknologi dalam surat ar rahman ayat 33: Aa Aa eIAa aOe aE a eIAa aOe Ia a acaE a eaE N o sIA a A EacIN NOA a e ANO aI e a a eE aIac aOA a AaE eIA a aA a aI eaa ea eI a eI a eIAa aOe aI eI a eCA a eA aO eaEaA (Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus . penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan . ari Alla. Tentang terbentuknya karakter simpati, empati, dan kepedulian sesama muslim terdapat dalam surat al hujurat ayat 207: U AacEEa a aA ca AacEEa aOA ca AA AOA a eE aa aA a eA aII Oa e aO Ia eA aNa ea ae a aIA a AA a caO aIIa EIA ( Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah. dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Ny. Selanjutnya pemateri ke-tiga oleh Khairul anam. Pd. , terkait dengan pembelajaran dalam menghafal al quran sebagai penguatan untuk santri lebih giat dan semangat lagi dalam pembelajaran tahfidz di pondok pesantren Wadil Quran. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Gambar 3. Foto Narasumber Antusias peserta dalam mengikuti kegiatan sangat hikmat, dan mereka memperhatikan apresiasi dari proses pengadian kepada masyarakat. Termasuk antusias dari guru dan pengasuh pondok pesantren. Gambar 4. Foto-foto Santri Pondok Pesantren Wadil Quran Adapun padaa tahapan evaluasi dari geogle form yang diisi oleh guru dari pondok pesantren wadil quran, tentang pertanyaan : Apakah saudara tahu tentang soft skill? Secara keseluruhan guru di pondok pesantren wadil quran menjawab iya. Namun pada pertanyaan selanjutnya : Apakah makna soft skill yang saudara ketahui? Terdapat perbandingan 7 : 3 mengetahui dan memahami ketrampilan soft skill. Artinya masih terdapat guru yang belum memahami devinisi arti dari soft skill. Pada pertanyaan implementasi soft skill. Pada pembelajaran di Pondok, soft skill apa yang dilakukan? Kemampuan public speaking, yaitu menyampaikan kultum di depan santri - santri yang lain. Menyelesaikan masalahnya santri. Leadership dan kemampuan komunikasi. Contoh soft skill dalam pondok adalah kemampuan public speaking seperti menyampaikan kultum, di depan teman-temannya, salah satu soft skill yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin, atau manajemen waktu selama berada di pondok. Bekerja sama menjadi patner hafalan yang baik. Kemandirian. Empati, kreativitas, kesabaran, kemampuan manajemen halaqoh, dan kemampuan kolaborasi. Kegiatan kelompok, debat & persentasi, pengajaran etika & Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. leadership, proyek kolaboratif, kursus komunikasi, & kegiatan konseling & komunikasi. Menjadi pribadi yang menyenangkan. Dan hanya terdapat 1 guru yang menjawab tidak tahu dalam pengembangan pembelajarannya. Penutupan pengabdian kepada masyarakat ditutup dengan foto bersama seluruh pengasuh pondok pesantren Wadil Quran dan jajaran guru bersama dengan Kaprodi MPI Unpam beserta jajaran dosen, dan mahasiswa serta santri. Gambar 5. Foto Bersama Peserta PKM Kegiatan dilanjutkan dengan tahap evaluasi tim PKM terhadap pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat seluruh dosen dan mahasiswa yang ikut serta. Hasil yang sangat memuaskan dalam proses yang berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Dimana memberi sebuah wacana terbarukan pada pondok pesantren Wadil Quran, bahwa pembelajaran yang difokuskan pada tahfidz quran, tetap dimaksimalkan dalam pengembangan akademik melalui jenjang pendidikan formal melalui paket B,C, untuk memberi ruang pada aspek kognitif dan proses tahfidz dengan metode halaqah, diskusi dan ketrampilan soft skill akan memberi dampak positif bagi pengembangan santri dalam kompetensinya. KESIMPULAN Pada lembaga pendidikan masih fokus pada aspek-aspek kognitif . , maka ketrampilan aspek soft skill sebagai unsur utama pendidikan karakter sering Padahal pengembangan keterampilan soft skill melalui kurikulum pendidikan Quran memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter dan kemampuan individu. Disamping itu program soft skill akan memperkuat fondasi moral dan etika Islam dalam tindakan sehari-hari peserta. Termasuk dalam mendorong pemberdayaan individu untuk menghadapi tantangan perkembangan zaman. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Ketrampilan soft skill pada pondok pesantren Wadil Quran dilakukan dengan metode cooperative learning yang menuntut kerkasama semua pihak untuk saling bekerjasama, terlebih menghafal quran butuh komitmen manajemen diri santri dan guru. Sehingga PKM ini sangat bermanfaat terhadap santri terkait pentingnya pengembangan soft skill dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pengembangan tersebut dalam membentuk karakter para santri sesuai dalam ajaran agama dengan attitude yang Melatih santri di pondok pesantren Wadil Quran, bagaimana langkah terbaik dalam mengembangkan soft skill yang sesuai dengan ajaran agama dan etika yang baik. Dan pondok pesantren Wadil Quran melakukan pengembangan soft skill dalam praktek-praktek pembelajaran aktivitas harian dari program belajar secara langsung. DAFTAR PUSTAKA