ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI DESA HAYAPING KECAMATAN AWANG KABUPATEN BARITO TIMUR Wahyuni * . Jamaluddin r@gmail. jamaltjg7777@gmail. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp. /Fax. 0826-2022484 Kode Pos 71571 Email : info@stiatabalong. ABSTRAK Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu inisiatif strategis pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. PKH dirancang bagi mereka yang kurang mampu dalam memenuhi standar hidup hidup rata-rata seperti kesehatan, pendidikan dan ekonomi, namun dengan adanya bantuan tersebut banyak tantangan yang menghabat efektivisas pelaksanaan program tersebut seperti ketergantungan terhadap bantuan dan penggunaan dana yang tidak selalu diarahkan dengan tujuan Program Keluarga Harapan (PKH). Oleh sebab itu. Tujuan Dari penelitian Ini Adalah Untuk Mengetahui Bagaimana Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Desa Hayaping Kecamatan Awang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi kepada informan sebanyak lima orang. Serta teknik analisis data model interaktif yang mencakup pengumpulan data. Reduksi Data. Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Efektivitas Pelaksanaan Keluarga Harapan (PKH) Di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur dapat dikategorikan sebagai Efektif. Kata Kunci : Efektivitas Program. PKH, pelaksanaan. Desa. Efektif THE EFFECTIVENESS OF THE FAMILY HOPE PROGRAM (PKH) IMPLEMENTATION IN HAYAPING VILLAGE. AWANG DISTRICT. EAST BARITO REGENCY ABSTRACT The Family Hope Program (PKH) is one of the Indonesian government's strategic initiatives aimed at reducing poverty and improving community welfare. PKH is designed for those who struggle to meet average living standards in areas such as health, education, and economy. However, despite this assistance, many challenges hinder the program's effective implementation, such as dependency on aid and the misdirection of funds not always aligned with the PKH's objectives. Therefore, the purpose of this research is to ascertain the effectiveness of the Family Hope Program (PKH) implementation in Hayaping Village. Awang District. This study employs a descriptive research type with a qualitative approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation with five informants. The data analysis used an interactive model, comprising data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of this study indicate JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB that the effectiveness of the Family Hope Program (PKH) implementation in Hayaping Village. Awang District. East Barito Regency, can be categorized as Effective. Keywords: Program Effectiveness. PKH. Implementation. Village. Effective PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia mengalami penurunan tingkat kemiskinan dari tahun 2012 hingga 2023. Meskipun penurunan ini belum signifikan, hal ini menunjukkan bahwa peran pemerintah dalam menangani kemiskinan perlu lebih dari sekadar wacana. Upaya yang konkret dan terukur diperlukan untuk mencapai target pengurangan kemiskinan yang lebih efektif. Kemiskinan adalah suatu kondisi ketidak mampuan seseorang secara ekonomi untuk memenuhi standar hidup rata-rata masyarakat di suatu daerah. Kondisi ketidak mampuan ini di tandai dengan rendahnya kemampuan pendapatan dalam memenuhi kebutuhan pokok baik berurupa pangan, sadang maupun papan. Kemampuan pendapatan yang rendah juga akan berdampak berkurangnya kamampuan untuk memenuhi standar hidup rata-rata seperti standar kesehatan masyarakat dan standar pendidikan. Kondisi masyarakat yang disebut miskin dapat dilihat berdasarkan jumlah pendapat dalam memenuhi standar hidupnya. Pada prinsipnya, standar hidup di suatu masyarakat tidak sekedar tercukupinya kebutuhan akan pangan ,tetapi juga tercukupinya kebutuhan akan kesehatan maupun pendidikan, tempat tinggal ataupun pemukiman. Gejala tersebut diatas menunjukkan bahwa kemiskinan merupakan salah satu dari standar hidup atau standar kesejahteraan masyarakat di suatu daerah. Berdasarkan kondisi ini, suatu masyarakat disebut miskin apabila memiliki pendapatan jauh lebih rendah dari rata-rata pendapatan sehingga tidak mensejahterahkan dirinya. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Berdasarkan Undang-Udang No. Tahun 2004, tentang AuPenanggulangan KemiskinanAy, kemiskinan adalah kondisi sosial ekonomi seseorang atau kelompok orang yang tidak terpenuhinya hak-hak mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Kebutuhan dasar yang menjadi hak seseorang atau kelompok orang meliputi kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, sumberdaya alam, lingkungan hidup, rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan, dan hak untuk berfartisifasi dalam penyelengaraan kehidupan sosial dan Upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengurangi masalah yang disebabkan oleh kemiskinan salah satunya adalah membuat kebijakan terkait pemberdayaan masyarakat miskin. Salah satu kebijakannya yaitu membuat Program Keluarga Harapan (PKH) yang mulai direncanakan pemerintah Berdasarkan pada keputusan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat selaku Ketua Tim Koordinasi Kemiskinan,No:31/KEP/MENKOP/KESRA/1 X/2007 tentang AuTim Pengendali Program Keluarga HarapanAy, yang pengembangan sistem perlindungan sosial khususnya dalam hal kesehatan dan pendidikan. Tujuan utama PKH adalah untuk meningkatkan aksebilitas terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial dalam mendukung tercapainya kualitas hidup keluarga miskin. PKH diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin dalam jangka pendek serta memutus rantai kemiskinan dalam jangka panjang. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Sebab peningkatan kualitas kesehatan, penghidupan masyarakat akan memberikan kesempatan pada masyarakat untuk mampu meningkatkan kualitas dirinya. Sasaran penerima PKH adalah Keluarga Miskin yang memenuhi minimal satu kriteria yang terdiri dari anak usia 0-21 tahun, ibu hamil/nifas, lansia diatas 70 tahun dan disabilitas berat. Hal yang sama dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Barito Timur, dimana telah diatur dalam Peraturan Bupati (PERBUB) Barito timur Nomor 3 tahun 2024 tentang AuPendoman Pengelolaan Hibah dan Bantuan SosialAy, dengan melaksanakan Program Keluarga Harapan (PKH) di desa-desa. Hal ini bertujuan Pemerintah Kabupaten Barito Timur berupaya menerapkan Program Keluarga Harapan dengan harapan agar hasil yang didapat sama dengan kabupaten atau kota lainnya di Indonesia. Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Barito Timur sudah dilaksanakansejak dari Tahun 2014. Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu inisiatif strategis pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sejak diluncurkan pada tahun 2007. PKH memberikan bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin, dengan harapan agar mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar, termasuk Dengan ini diharapkan dapat membantu keluarga kurang mampu untuk mengurangi angka kemiskinan. Desa Hayaping di Kecamatan Awang dipilih sebagai lokasi studi karena memiliki karakteristik masyarakat yang beragam dan tingkat kemiskinan yang relatif tinggi. Dimana berdasarkan Data tunggal ekonomi sosial nasional kecamatan Awang desa Hayaping terdapat 57 masyarakat yang dikategorikan keluarga miskin. Dimana 31 diantaranya JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 merupakan penerima Program Keluarga Harapan. Hal ini menjadikan desa ini ideal pelaksanaan PKH di Desa Hayaping Kecamatan awang. Data dari Badan Pusat Statistik partisipasi siswa di desa-desa dengan program PKH lebih tinggi dibandingkan dengan desa tanpa program tersebut. Namun, penting untuk mengevaluasi lebih lanjut apakah peningkatan ini signifikan dan berkelanjutan. Berdasarkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Sosial Kabupaten Barito Timur, pada Tahun 2014 yang melaksanakan Program Keluarga Harapan masih 4 (Empa. Kecamatan saja dari 10 (Sepulu. Kecamatan, yaitu Kecamatan Dusun Timur. Kecamatan Dusun Tengah. Kecamatan Raren Batuah, dan Kecamatan Pematang Karau. Kemudian di Tahun 2016 bertambah menjadi 6 Kecamatan, dan di Tahun 2018 seluruh kecamatan di Kabupaten Barito Timur telah melaksanakan Program Keluarga Harapan. Kecamatan Awang merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Barito Timur yang melaksanakan Program Keluarga Harapan di tahun 2016. Permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan yaitu Bagaimanakah Efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur ? Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Zakirin. , & Arifin. Penelitian ini menilai dampak PKH terhadap pendidikan di Desa Hayaping, dengan fokus pada bagaimana bantuan yang diterima oleh keluarga miskin mempengaruhi partisipasi dan prestasi pendidikan anakanak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKH memiliki dampak positif dalam meningkatkan akses pendidikan, meskipun terdapat tantangan dalam implementasinya. Penelitian ini juga faktor-faktor mempengaruhi efektifitas program, seperti kesadaran masyarakat dan dukungan dari ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB lembaga pendidikan. Meskipun demikian, tantangan seperti ketergantungan pada bantuan sosial dan penggunaan dana yang tidak selalu diarahkan untuk pendidikan menjadi perhatian. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa PKH memiliki dampak yang cukup baik atau signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Hayaping. Namun juga mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program, seperti kesadaran masyarakat dan dukungan dari lembaga pendidikan. Meskipun demikian, tantangan seperti ketergantungan pada bantuan sosial dan penggunaan dana yang tidak selalu diarahkan untuk pendidikan menjadi perhatian. Oleh karena itu, evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui seberapa efektif pelaksanaan PKH dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang bisa diambil guna memaksimalkan program Adapun manfaat yang diharapkan dan diperoleh dari penelitian ini yaitu, mendukung teori menurut (Sutrisno. , 2. menyatakan Efektifitas program : pemahaman program. Ketepatan sasaran, tepat waktu, tercapainya tujuan program, dan perubahan nyata. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik mengangkat permasalahan tersebut dalam suatu penelitian dengan judul AuEfektivitas pelaksanaan program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito TimurAy. TINJAUAN PUSTAKA Efektif Kata efektif yang digunakan di Indonesia merupakan kata yang berasal dari Bahasa Inggris yaitu effective. Yang Arti dari kata ini yaitu berhasil atau sesuatu yang dilakukan berhasil dengan baik, efektif merupakan kata dasar, sementara kata sifat dari efektif adalah JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 efektivitas, tujuan atau motif dari pada administrasi dan manajemen ialah untuk mencapai hasil secara efektif dan efisien. Dengan kata lain yaitu pencapaian tujuan dengan hasil yang berhasil guna . dan berdaya guna . Menurut (Ricard. , 1. mengemukakan bahwa: Auefektivitas adalah jangkauan usaha suatu program sebagai suatu sistem dengan sumber daya dan sarana tertentu untuk memenuhi tujuan dan sasarannya tanpa melumpuhkan cara dan sumber daya itu sendiri serta tanpa memberi pelaksanaannyaAy. Ukuran Efektivitas Program Upaya mengukur tingkat efektivitas dapat diukur dengan membandingkan antara rencana yang telah ditentukan dengan hasil nyata yang telah di wujudkan. Namun, jika hasil pekerjaan yang dilakukan tidak tepat sehingga menyebabkan tujuan tidak tercapai atau tidak Menurut (Kartiawati. , 2. menyatakan bahwa efektivitas dana Program Keluarga Harapan (PKH) keberhasilan dana PKH dalam memberikan konstribusi untuk membantu Rumah Tangga Miskin (RTM). Menurut teori (Sutrisno. menyatakan bahwa dalam mengukur tingkat efektivitas program dapat dilihat beberapa variabel yaitu: Pemahaman Program Pemahaman program merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur sejauh mana pengetahuan masyarakat terhadap Program Keluarga Harapan (PKH). Hal ini juga disampaikan menurut (Budiani. , 2. dalam (Astari. menyatakan bahwa untuk mengukur efektivitas program dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu indikatornya adalah sosialisasi program. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB dengan tujuan program ditetapkan sebelumnya. Tepat Waktu Ketepatan waktu dalam pencairan bantuan dana PKH sangat diperlukan, mengingat bantuan dana sosial yang diberikan tiga bulan 17 sekali, kepada masing-masing PKH, pelaksanaan PKH berjalan dengan efetif maka tepat waktu adalah salah satu strategi yang penting dalam program PKH. Tepat Sasaran Bahwa ketetapan sasaran program dilihat dari sejauh mana peserta PKH tepat sasaran yang sudah ditentukan sebelumnya. Dimana dalam ketepatan sasaran tersebut yaitu, jika bantuan diberikan kepada keluarga miskin dan rentan yang benarbenar membutuhkan sesuai dengan kriteria bantuan yang ditetapkan. Perubahan Nyata Perubahan nyata merupakan suatu bentuk perubahan yang dirasakan oleh seseorang atau program yang telah Untuk mengukur efektivitas dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu indikatornya jumlah hasil yang dapat dikeluarkan, artinya hasil tersebut berupa kuantitas atau bentuk fisik dari Tercapainya Tujuan Tujuan merupakan capaian dari suatu sasaran dana target yang diselenggarakan melalui beberapa tahapan yang telah ditentukan, sehingga memberikan arahan terkait sasaran yang ingin dicapai. Dalam hal ini disampaikan di teori yang dikemukan oleh (Budiani. , 2. dalam (Astari. , 2. menyatakan bahwa tujuan program 18 dapat dlihat dari sejauh mana kesesuaian antara hasil pelaksanaan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Pendekatan Efektivitas Dalam pendekatan Efektivitas (Lubis. & Huseini. menyebutkan ada 3 . pendekatan utama dalam pengukuran efektivitas, yaitu: Pendekatan sumber . esorce approac. , yakni mengukur efektivitas dari input. Pendekatan mengutamakan adanya keberhasilan organisasi untuk memperoleh sumber daya, baik fisik maupun non fisik yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Pendekatan proses . roses approac. adalah untuk melihat sejauh mana efektivitas pelaksanaan program dari semua kegiatan orises internal atau mekanisme organisasi. Pendekatan sasaran . oals approac. dimana pusat perhatian pada output, mengukur keberhasilan untuk mencapai hasil sesuai dengan rencana. Menurut Makmur, menyebutkan bahwa 21 penentuan sasaran yang tepat baik yang ditetapkan secara individu maupun sasaran yang ditetapkan organisasi Selanjutnya Sinambela, mengemukakan bahwa masyarakat merupakan faktor penting dalam suatu proses penentu suatu kebijakan atau program pembangunan. Peran serta publik tidak hanya diartikan sebagai upaya sadar untuk melibatkan masyarakat kedalam konteks proses penentu 3 kebijakan publik. Dari tiga pendekatan tersebut dapat dikemukakan bahwa efektivitas merupakan gambaran tentang keberhasilan suatu lembaga dalam mencapai sasarannya. Selanjutnya untuk mengetahui ketercapaian ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB suatu tujuan dalam suatu program dibutuhkan ukuran efektifitas untuk mengukur keberhasilan sebuah program. Program Keluarga harapan Pengertian Program Keluarga Harapan (PKH)Program Kelurga Harapan (PKH)merupakan Yang dimana dapat DiArtikan setiap masyarakat yang menjadi peserta sasaran program memiliki kewajiban yang di tentukan oleh Kementrian Sosial sebagai syarat penerima bantuan. Berdasarkan Peraturan Mentri Sosil Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2018, program keluarga harapan ditetapkan untuk terancana, terarah, dan berkelanjutan dalam bentuk Program Keluarga Harapan (PKH) adalah sebagai bantuan sosial bersyarat yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan. Program Keluarga Harapan adalah perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Miskin (RTM) dan bagi anggota keluarga RTM diwajibkan melaksanakan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Program ini dalam jangka pendek bertujuan mengurangi beban RTM dan dalam jangka panjang diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan. Tujuan Program Keluarga Harapan (PKH) Tujuan umum program keluarga harapan (PKH) adalah untuk mengurangi angka kemiskinan dan memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta merubah perilaku RTM JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 peningkatan kesejahteraan, terutama pada kelompok RTM. Tujuan PKH yaitu: Untuk penerimaan manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan Mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan. Menciptakan perubahan perilaku dan manfaat dalam mengakses layanan kesejahteraan sosial. Mengurangi kemiskinan dan kesenjanga Mengenalkan maanfaat produk dan jasa keuangan formal kepada keluarga penerimah manfaat. Sasaran Penerima Program Keluarga Harapan Sasaran PKH merupakan keluarga atau seseorang yang miskin dan rentan serta terdaftar dalam data terpadu program komponen kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial. Meningkatkan tarif hidup keluarga penerima manfaat (KPM) Sasaran PKH dan/atau kesejahteraan sosial. Beberapa kriteria penerima PKH adalah: Ibu hamil/menyusui Anak berusia 0 . sampai dengan 6 . Anak SD/MI atau sederajat. Anak SMP/MTs atau sederajat. Anak SMA/MA atau sederajat Memiliki anak balita . -6 tahu. , dengan jumlah maksimal dua anak. Memiliki anak usia 6 hingga 21 tahun yang sedang bersekolah di SD. SMP, atau SMA, dan belum menyelesaikan pendidikan wajib 12 tahun ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PKH adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada rumah tangga sangat miskin dan bagi anggota keluarga RTSM. PKH juga membuka akses keluarga miskin untuk memanfaatkan berbagai fasilitas layanan kesehatan dan fasilitas layanan pendidikan. PKH Akses adalah program pemberian bantuan sosial PKH di wilayah sulit Wilayah PKH Akses meliputi : pesisir dan pulau kecil, daerah tertinggal/terpencil, atau perbatasan antar negara. Mekanisme Penyaluran Bantuan PKH Mekanisme penyaluran bantuan sosial dilaksanakan oleh pemberi bantuan sosial melalui bank penyaluran ke rekening atas nana peserta penerima bantuan sosial. Yang di maksud rekening di atas nama peserta penerima bantuan sosial adalah rekening yang mencakup seluruh program sosial yang di terimah oleh peserta penerima bantuan sosial dan dapat dibedakan penggunannya untuk masing-masing Adapun Mekanisme penyaluran bantuan sosial PKH secara non tunai meliputi: Pembukaan rekening penerima bantuan Sosialisasi dan edukasi Distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Proses penyaluran bantuan sosial PKH Penarikan dana bantuan sosial Po Rekonsiliasi hasil penyaluran bantuan sosial PKH Pemantauan. Evaluasi dan Pelaporan Penyaluran Bantuan Sosial Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat di simpulkan bahwa, setiap keluarga penerimah manfaat peserta program JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 keluarga harapan wajib memenuhui tahapan mekanisme penyaluran dana memudahkan penyaluran dana kesetiap peserta PKH. Kerangka Konseptual Gambar 1. Kerangka Konseptual Peraturan Menteri Sosial No 1 Tahun 2018 Tentang Program Keluarga Harapan Peraturan Bupati Barito Timur No. 3 Tahun 2024 Pendoman Pengelolaan Hibah dan Bantuan Sosial Efektivitas Program dilihat melalui beberapa variable (Sutrisno 2. pemahaman program tepat waktu tepat sasaran Perubahan nyata tercapai tujuan Pelaksanaan program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur Dinyatakan Efektif Sumber : Penulis 2025 Metode Penelitian Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, . ebagai lawannya adalah eksperime. dimana peneliti adalah instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi . , analisis data bersifat induktif kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dan generalisasi. (Sugiyono, 2. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Lokasi Penelitian Gambar 2. Lokasi Penelitian Desa Hayaping Kecamatan Awang Sumber : Google Maps Penelitian ini berlokasi di Desa Hayaping Kecamatan Awang kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah dengan kode pos 73671. Penulis memilih lokasi ini karena penulis ingin mengetahui bagaimana efektivitas pelaksanaan PKH pada Desa Hayaping Kecamatan Awang, sehingga menggambarkan pelaksanaan program di Sumber Data Sumber data merupakan suatu subyek tempat berasalnya data yang diperoleh. Sumber data diperlukan untuk menunjang dilaksanakannya penelitian. Sumber data dapat dibagi menjadi dua, yakni: Data Primer Data primer merupakan sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sumber data JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 primer didapatkan melalui kegiatan wawancara dengan informan penelitian pengamatan langsung di lapangan (Sugiyono, 2. Peneliti memilih Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur sebagai tempat penelitian, penelitian ini adalah masyarakat desa hayaping yang merupakan penerima manfaat program Keluarga Harapan (PKH) Kemudian peneliti mengambil 5 memberikan data-data dan informasi bagi penulis. Table 1. jumlah informan penelitian Jumlah No informan Pengurus PKH 1 Orang Masyarakat 3 Orang bantuan PKH Masyarakat Tidak penerima 1 Orang bantuan PKH Sumber : Penulis . Data Sekunder Data sekunder dimaknai sebagai data yang tidak diperoleh dari sumber Dalam hal ini, peneliti berada dalam posisi orang pertama yang mengumpul data. Dan memanfaatkan data yang telah dikumpulkan oleh pihak Data sekunder merupakan data pendukung yang dapat mendukung dan memperjelas data primer agar mampu menjawab permasalahan penelitian. Data sekunder didapat dari mempelajari bahan-bahan kepustakaan, dokumen, buku-buku, dan laporan atau arsip-arsip yang mendukung dengan apa yang Teknik Pengumpulan Data ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Teknik pengumpulan data penelitian ada tiga yaitu Observasi Observasi penelitian dalam rangka mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah penelitian melalui proses pengamatan langsung di lapangan. Peneliti berada di tempat itu, untuk mendapatkan buktibukti yang valid dalam laporan yang akan Observasi merupakan teknik untuk mengadakan penelitian dengan cara mengamati secara langsung di lapangan. Dengan cara ini peneliti datang secara langsung ke Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Efektifitas pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Hayaping Tersebut. Wawancara Wawancara pengumpulan data melalui pertemuan dan pembicaraan dari satu orang atau lebih untuk mendapatkan informasi. Menurut (Lincoln. , & Guba. mengenai orang, kejadian, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian sebagai yang diharapkan untuk masa yang akan datang dengan memverifikasi, mengubah, dan memperluas informasi yang diperoleh dari orang membuat Adapun informan yang dijadikan peneliti sebagai sumber data peneliti sebagai berikut : Masyarakat penerima bantuan PKH 3 orang Tim pengelola Program 1 orang Masyarakat tidak penerima bantuan 1 orang Dokumentasi JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 (Sugiyono, 2. mengemukakan bahwa dokumentasi merupakan catatan Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar atau karyakarya monumental dari seseorang Dokumen berguna karena dapat memberikan latar belakang yang lebih luas mengenal pokok penelitian, dapat dijadikan bahan triangulasi untuk mengecek kesesuaian data, dan merupakan bahan utama dalam penelitian teknik dokumentasi keterangan yang diperoleh dari data ANALISIS DATA Teknik Analisis Data Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, unit-unit, melakukan sintesis, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. (Miles. Huberman. , & Saldana. J) dalam (Sugiyono, 2. mengemukakan bahwa aktivitas analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah Berikut teknik analisis data menurut (Miles M. Huberman. , & Saldana. J), yaitu: Pengumpulan Data Analisis data dimulai dengan proses pengumpulan data yang dilakukan secara terusmenerus hingga peneliti ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB dapat menarik simpulan akhir. Apabila simpulan penelitian yang ditarik masih dirasa meragukan, peneliti dapat mengulang kembali langkah penelitian dari awal, yaitu memulai kembali dari proses pengumpulan data di lapangan, hingga diperoleh kembali data-data penelitian baru, sebagai dasar bagi penarikan simpulan kembali dengan lebih mantap. Pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Reduksi Data Reduksi Data adalah Data yang diperoleh di lapangan ditulis dalam bentuk laporan atau uraian rinci, yang kemudian disederhanakan dan difokus kan pada hal yang penting dan dilakukan kategorisasi yang sesuai dengan fokus penelitian di lapangan. Data yang didapat sangat banyak sehingga perlu diteliti dan dirinci sesuai dengan tema penelitian. Dalam mereduksi data, peneliti melakukan seleksi, membuat ringkasan atau uraian singkat, menggolong golongkan data untuk membentuk transkrip penelitian, untuk membuat fokus data yang diperlukan dan kemudian membuang data yang tidak diperlukan. Reduksi kualitatif berlangsung dan merupakan bagian dan analisis. Sajian Data Setelah data direduksi, maka mendisplaykan data . enyajikan Menurut (Miles. Huberman. , & Saldana. J) dalam (Sugiyono, 2. menyatakan yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 bersifat naratif. Selain itu penyajian data dalam bentuk bagan dan jejaring juga dilakukan pada penelitian ini. Penyajian data bertujuan agar peneliti dapat memahami apa yang terjadi dan merencanakan tindakan selanjutnya yang akan dilakukan Penarikan Kesimpulan atau verifikasi Langkah analisis interaktif menurut (Miles. Huberman. , & Saldana, kesimpulan dan verifikasi. Dari permulaan pengumpulan data, peneliti mulai mencari arti dari hubunganhubungan, mencatat keteraturan, polapola dan menarik kesimpulan. Asumsi dasar dan kesimpulan awal yang dikemukakan di muka masih bersifat sementara, dan akan terus berubah selama proses pengumpulan data masih terus berlangsung. Akan tetapi, apabila kesimpulan tersebut didukung oleh bukti- bukti . yang valid dan konsisten yang peneliti temukan di lapangan, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel (Sugiyono, 2. Pengujian Keabsahan Data Dalam proses penelitian perlu untuk melakukan pengujian keabsahan data membuktikan dan memastikan data yang didapatkan selama proses penelitian itu benar serta valid. Salah satunya dalam penelitian kualitatif pengujian keabsahan dapat dilakukan dengan uji kredibilitas melalui triangulasi. Menurut (William, triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Dengan demikian terdapat ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan waktu. (Sugiyono. Dalam penelitian ini pengujian Triangulasi sumber dilakukan untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Dari beberapa sumber tersebut diperoleh data dikategorikan, mana yang sama, mana yang berbeda, dan mana spesifikasi dari tiga Dalam sumber dilakukan pengecekan data melalui tiga sumber, yaitu: 3 Masyarakat Penerima Bantuan PKH , 1 Tim pengelola PKH Desa Hayaping dan 1 Masyarakat Non Penerima Manfaat. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pemahaman Program pemahaman program di desa hayaping dilakukan dengan sosialisasi sehingga kegiatan tentang pemahaman program dapat tersampaikan dengan baik melalui sharing maupun diskusi antara pendamping Program keluarga harapan dengan masyarakat penerima PKH di Desa Hayaping dikategorikan Efektif. Ketepatan Sasaran Pada penelitian ini, tepat sasaran yang dimaksud adalah penerima yang dinyatakan lolos sebagai penerima Kesejahteraan Sosial Data Terpadu (DTKS) yang berdomisili di sekitar Desa Hayaping Kecamatan Awang dan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 tidak bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Dalam mengukur ketepatan sasaran perlu memastikan bahwa bantuan tersebut sudah benar dan sesuai dengan kriteria bantuan, yang dimana bantuan PKH diberikan kepada keluarga miskin benar-benar membutuhkan, dan kebali lagi harus sesuai dengan kriteria program yang telah ditetapkan. Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Hayaping Sudah cukup tepat sasaran, karena sebagian besar penerima manfaat adalah keluarga yang memang tergolong kurang mampu serta memenuhi kebutuhan dasar, terutama dalam hal pendidikan dan Kesehatan. Tepat Waktu Tepat waktu yaitu penggunaan waktu dalam pelaksanaan program harus sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya. Dengan waktu yang tepat maka program akan berjalan Pada penelitian ini, penggunaan aspek waktu dimaksudkan dalam pelaksanaan pencairan dan penyaluran dana bantuan Program Keluarga Harapan kepada Keluarga Penerima Manfaat di Desa Hayaping Kecamatan Awang. Proses penyaluran bantuan sosial PKH secara tunai/langsung disalurkan berdasarkan data KPM yang terdaftar dan telah ditetapkan dalam master data pusat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) lalu nantinya akan dibuatkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) untuk pengajuan permohonan dana bantuan sosial PKH ke kas negara. Setelah surat tersebut diterbitkan, maka dana bantuan sosial PKH tersebut dikirimkan ke 2 tempat pembayaran yang sudah bekerjasama ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB dengan Kemensos yaitu melalui anggota bank dan PT. Pos Indonesia. Ketepatan waktu dalam pencairan dana bantuan sosial PKH sangat diperlukan, mengingat dana bantuan sosial yang diberikan setiap 2 . bulan sekali melalui PT Pos Indonesia dan 3 . bulan sekali melalui rekening kepada PKH. Penyaluran Bantuan Sosial PKH dilakukan secara bertahap dalam 1 . Tercapai Tujuan Tujuan yang diharapkan dari program PKH itu sendiri yaitu untuk memutus rantai kemiskinan. Dilihat kenyataan yang ada dilapangan, masyarakat penerima manfaat di Desa Hayaping sudah menerapkan dan Sehingga tujuan dari program tersebut sudah dapat dikatakan Perubahan Nyata Perubahan nyata merupakan hal yang sangat penting dalam suatu program yaitu sejauh mana keberhasilan suatu program tersebut, dapat di ukur dengan perubahan nyata. Dimana Bentuk perubahan yang di rasakan seseorang atau kelompok terkait pelaksanaan kegiatan atau program yang telah Setelah menerima bantuan tersebut terkhususnya di Desa Hyaping sudah banyak merasakan perubahan dan dampak program, baik dari segi ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Pembahasan Program merupakan program yang sangat penting JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 dalam pengelolaan kehidupan masyarakat terutama masyarakat yang kurang mampu baik oleh pemerintah setempat maupun masyarakat itu sendiri, dalam penelitian ini mengenai pengetasan masalah diperlukan penyedian program atau kegiatan yang tepat permasalahan yang ada secara mendalam dan Dalam hal ini pendamping program keluarga harapan dan pemerintah daerah sebagai pelaksanaan dan pengelolaan masyarakat tentunya perlu mengadakan program-program yang tepat guna mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat. Bagaimana Efektivitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) pada Masyarakat Miskin Di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur Kaliamantan Tengah Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu program kementrian sosial, dimana dengan tujuan jangka panjang guna untuk memutus rantai kemiskinan di Indonesia melalui peningkatan pendidikan dan kesehatan serta tujuan jangka pendek yaitu guna meringankan beban rumah tangga Mempermudahkan serta memfasilitasi akses terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan merupakan persoalan yang begitu kompleks. Kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan masalah rendahnya tingkat pendapatan dan kosumsi, namun juga pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan Pemerinttah daerah mengeluarkan salah satu program untuk menanggulangi kemiskinan yang disebut dengan Program Keluarga Harapan (PKH). Program keluarga harapan ini merupakan sebuah program yang diberikan oleh Pemerintah atau Kementrian Sosial yang dimana ditunjukan kepda masyarakat rentan atau miskin yang memiliki kriteria ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB komponen tertentu yang dapat menerima bantuan tersebut. Kriteria yang dimaksud kesejahteraan sosial. Desa hayaping kecamatan awang kabupaten barito timur diketahui memiliki berbagai permasalahan. Dalam penelitian ini cukup banyak menunjukan gambaran kegiatan program keluarga harapan yang dimana mencakup sub pembahasan yaitu mengenai efektivitas pada pelaksanaan program keluarga harapan yang dimana penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif tentang Efektifitas pelaksanaan Program keluarga harapan di Desa Hayaping, sehingga peneliti berusaha untuk menggali Mengukur Program Keluarga harapan di Desa hayaping ini peneliti lakukan sejalan dengan konsep efektifitas yang diukur melalui teori efektivitas (Sutrisno. , 2. yaitu berupa pemahaman program, tepat sasran, tepat waktu, tercapainya tujuan, perubahan nyata. Hasil penelitian ini menunjukan gambaran pada lima aspek efektivitas yaitu: Pemahaman program Dalam indikator pemahaman program ini, dengan adanya sosialisasi yang dilakukan yakni sekali dalam setahun dalam hal memudahkan pendamping PKH penerima bantuan PKH untuk berkomunikasi mengenai program keluarga harapan. Sosialisasi maupun komunikasi di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur sudah dapat berjalan dengan Karena dari hasil penelitian yang telah dilakukan peserta program PKH di Desa Hayaping sudah mampu memahami tentang program keluarga harapan, hak dan kewajiban bagi peserta program JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Mengenai tersampaikan kepada masyarakat pada umumnya dan sasaran peserta pada khususnya. Gambar 3. Hak dan Kewajiban penerima PKH Sumber : Kemensos. Tepat sasaran Sasaran Program Keluarga Harapan adalah keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang memiliki kriteria penerima Program Keluarga Harapan yaitu kriteria pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial. Kriteria masyarakat miskin menurut standar Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipergunakan untuk menentukan keluarga atau rumah tangga yang dapat dikategorikan miskin, berikut Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8 m2 per Jenis lantai tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu Jenis diding tempat tinggal dari bambu/rumbia/kayu berkualit rendah/tembol tanpa diplester Tidak memiliki fasilitas buang air besa/bersama-sama dengan rumah tangga lain ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan Listrik sumber air minuman berasal dari sumur mata air tidak terlindungi/sungai air hujan. Bahan bakar untuk memasak sehari-hari bakar/arang/minyak tanah. Hanya daging/susu/ayam satu kali dalam seminggu Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun Hanya sanggup makan sebanyak satu/dua kali dalam Tidak mampu membayar biaya puskesmas/poliklinik. Sumber penghasilan kepala pendapatan di bawah Rp. 000 Ae Per bulan. Tidak tabungan/barang yang mudah dijual dengan minimal Rp. 000 seperti sepeda motor, emas, ternak, dan modal peningkatan yang dialami oleh masyarakat penerima bantuan PKH berdasarkan BPS, yang dimana masyarakat di Desa hayaping sebelum mendapatkan bantuan tersebut masih dalam kategori mencukupi kebutuhan standar, untuk pangan, sandang perumahan, dan pendidikana yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup. Setelah mendapat bantuan PKH kondisi masyarakat di Desa Hayaping ini sudah mengalami peningkatan seperti halnya dalam sehari hari, dalam kebutuan pangan serta pendapatan yang di dapatkan PKH. Sehingga sudah dapat dikatakan sebagai keluarga sejahtera. Keluarga sejahtera merupakan keluarga-keluarga rumah tangga yang dapat memenuhi kebutuhan Sehingga dikatakan secara sederhana bahwa kondisi masyarakat di Desa Hayaping Awang kabupaten barito timur mengalami peningkatan dibandingkn sebelum PKH. Dari penjelasan sebelumnya dapat di nyatakan bahwa sasaran bantuan Program Keluarga Harapan sudah mencapai 80% yang mendapatkan bantuan PKH. Gamar 4. Kriteria penerima PKH Sumber : Kemensos. Berdasarkan hasil penelitian hyang telah peneliti temukan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Tepat Waktu Ketepatan pencairan sangat diperlukan bagi peserta PKH dalam Mengigat bantuan sosial yang diberikan setiap tiga bulan sekali, kepada masing-masing PKH. Pencairan PKH ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB mengirimkan uang dari pihak bank ke rekening masing-masing peserta PKH, sehingga peserta PKH dapat mengambil uangnya sendiri di ATM. Ketetapan waktu dalam pencairan bantuan PKH sangat Mengigat bantuan sosial harus sesuai dengan jadwal dan waktu yang telah di tentukan walaupun bantuan ada yang diterima 2 bulan sekali bagi yang belum memiliki kartu merah putih penerima bantuan namun dapat disimpulkan bahwa ketepatan dalam waktu pencairan sudah sesuai dengan yang dilakukan di Desa Hayaping. Tercapai Tujuan Tujuan program dapat dilihat dari sejauh mana kesesuaian antara hasil pelaksanaan program dengan ditetapkan sebelumnya. Adapun tujuan dari program keluarga harapan adalah meningkatkan . terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial dalam mendukung tercapainya kualitas hidup bagi keluarga Berdasarkan hasil penelitian dilapangan ditemukan informasi Program keluarga harapan di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur, peserta bantuan dana PKH telah mendapat haknya berupa bantuan uang tunai tanpa ada potongan uang, beserta bantuan pangan yang lengkap untuk peserta PKH. Adapun hal-hal dalam ketercapaian pelayanan terhadap pendidikan, kesehatan dan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 mendukung kualitas hidup keluarga di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur sudah berjalan dengan baik. Perubahan nyata Perubahan nyata merupakan hal yang sangat penting dalam suatu program yaitu sejauh mana tersebut, dapat di ukur dengan perubahan nyata. Dimana Bentuk perubahan yang di rasakan seseorang atau kelompok terkait pelaksanaan kegiatan atau program yang telah dijalankan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa hayaping, dengan adanya bantuan PKH terdapat perubahan nyata yang dirasakan dengan adanya bantuan dana PKH ini yaitu dengan meringankan beban rumah tangga, meringankan biaya kebutuhan sehari-hari dan dengan bprogram PKH masyarakat mendapatkan fasilitas kesehatan yang gratis bagi keluarga miskin, maka dengn itu mereka merasakan sangat terbatu dengan bantuan dana PKH. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka disimpulkan bahwa pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur Dikategorikan Efektif. SARAN