ASESMEN DAN EVALUASI PADA PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Muhammad Iqbal Affandi STAI Tebingtinggi Deli muhammadiqbal136@gmail. Abstrak Asesmen dan evaluasi pada pembelajaran anak usia dini merupakan hal yang penting untuk memastikan bahwapendekatan pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak. Artikel ini akan membahas beberapa metode asesmen dan evaluasi yang relevan dalam konteks pendidikan anak usia dini. Pertama, asesmen formatif memainkan peran kunci dalam memahami kemajuan anak dalam Pendekatan ini melibatkan pengamatan guru terhadap aktivitas anak, interaksi sosial, dan pencapaian dalam berbagai keterampilan. Hasil asesmen formatif dapat digunakan untuk menyesuaikan strategi pembelajaran secara real-time, memperbaiki kelemahan, dan memperkuat kekuatan anak. Kedua, asesmen sumatif memberikan gambaran lebih menyeluruh tentang kemajuan anak dalam jangka waktu Ini bisa melibatkan penggunaan tes standar atau portofolio yang mencatat capaian anak dalam berbagai area perkembangan seperti kognitif, motorik, bahasa, dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan evaluasi pembelajaran, untuk mengetahui pemanfaatan hasil evaluasi pembelajaran dalam pengembangan program pembelajaran, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat pemanfaatan hasilevaluasi pembelajaran dalam pengembangan program pembelajaran. Dengan demikian, asesmen dan evaluasi pada pembelajaran anak usia dini haruslah komprehensif, mengakomodasi kebutuhan individu anak, dan memberikan wawasan yang berharga bagi guru dan stakeholder lainnya dalam memperbaiki praktik pembelajaran dan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan optimal Kata Kunci: Evaluasi Pembelajaran. Asesmen. Anak Usia Dini ABSTRACT Assessment and evaluation of early childhood learning is important to ensure that the learning approach used isappropriate to the child's needs and development. This article will discuss several assessment and evaluation methods that are relevant in the context of early childhood education. First, formative assessment plays a key rolein understanding a child's progress in learning. This approach involves teachers observing children's activities, social interactions, and achievements in various skills. The results of formative assessments can be used to adjust learning strategies in real-time, correct weaknesses and strengthen children's strengths. Second, summative assessments provide a more comprehensive picture of a child's progress over a certain period of time. This may involve the use of standardized tests or portfolios that record the child's achievements in various developmental areas such as cognitive, motor, language, and social. The purpose of this research is to determine the implementation of learning evaluation, to determine the use of learning evaluation results in developing learningprograms, and to determine the supporting and inhibiting factors in the use of learning evaluation results in developing learning programs. Thus, assessment and evaluation in early childhood learning must be comprehensive, accommodate the needs of individual children, and provide valuable insights for teachers and other stakeholders in improving learning practices and creating an environment that supports children's optimal development. Keywords: Learning Evaluation. Assessment. Early Childhood AT-TARBIYAH 156 Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam PENDAHULUAN Setiap program yang sistematis membutuhkan evaluasi. Evaluasi sebagai alat dan sarana penilaian bagaimana tingkat keberhasilan dari program yang sudah direncanakan. Setiapevaluasi memiliki kriteria, karakteristik dan prosedur yang berbeda-beda Berfokus pada evaluasi pendidikan bahwa hasil belajar berupa perubahan sikap dan prilaku serta pola pikir yang semakin kompleks. Namun dari aspek pembelajaran, evaluasi diartikan sebagai proses perbaikan hasil pencapaian siswa dalam menyerap dan menerapkan apa yang sudah dipelajari dikeseharian anak. Kemudian bagaimana dengan prosedur evaluasi untuk pendidikan anak usiadini apa kriteria dan cara penilaiannya akan dijabarkan dalam tulisan (Wirawan,2. Evaluasi sebagai alat dan sarana penilaian bagaimana tingkat keberhasilan dari program yang sudah direncanakan. Setiap evaluasi memiliki kriteria, karakteristik dan prosedur yang berbeda-beda. Prosedur evaluasi atau penilaian pendidikan anak usia dini melalui perumusan kegiatan, menyiapkan alat penilaian dan menentukan kriteria penilaian. Adapun evaluasinya PAUD berupa deskripsi dari sejumlah data-data yang diperoleh dari proses pengumpulan datasaat observasi/pengamatan terhadap peserta didik. Evaluasi dan penilaian pembelajaran anak usia dini merupakan aspek penting dalam pendidikan anak usia dini (PAUD). Proses ini membantu guru dan orang tua memahami perkembangan anak secara menyeluruh, meliputi aspek fisik, kognitif, sosial-emosional, bahasa, dan motorik. Dengan melakukan evaluasi dan penilaian yang tepat, kita dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan anak, serta merancang strategi pembelajaran yang sesuai untuk mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal. (Wirawan,2. Kegiatan evaluasi pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang harus selalu dilakukan sepanjang proses pembelajaran, dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun. Hampir setiap guru melakukan hal tersebutdikelasnya masing-masing, tetapi tidak semua guru mampu melakukankegiatan evaluasi sebagaimana seharusnya sehingga hasilnyapun sesuai dengan tujuan yang menjadi tolak ukur dari suatu kegiatan pembelajaran (Sujiono 2010:. Asesmen dan evaluasi pada pembelajaran anak usia dini memiliki hakikat yang unik dan penting untuk memastikan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak pada tahap awal kehidupan. Penilaian dilakukan secara berkelanjutan selama proses pembelajaran untuk memberikan umpan balik yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengajaran dan pembelajaran. Penilaian harus mencakup perkembangan anak secara holistik, termasuk aspek fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Ini mencerminkan pendekatan komprehensif dalam memahami perkembangan anak. Sehubungan dengan hal tersebut, maka di dalam layanan pembelajaran PAUD dibutuhkan guru . yang tidak hanya mampu melayani/menstimulasi anak dengan baiktetapi juga mampu melakukan evaluasi dengan baik. Dengan demikian antara kegiatan layanan terhadap anak akan sejalan dengan memahami mutu tindakan-tindakan yang dijalankannya secara menyeleruh dan terpadu. Sujiono . 0: . juga menjelaskan kendala yang seringkali dihadapi oleh guru adalah ketidaktepatan dalam melakukan kegiatan evaluasi akibat kurangnya pemahaman tentang proses mengevaluasi dengan pendekatan, metode dan teknik asesmen dalam Kenyataan lainnya adalah evaluasi yang dilakukan lebih banyak bersifat kuantitatif dengan angka-angka atau huruf yang digunakan untuk meAolabelAo kemampuan anakdiakhirkegiatan pembelajaran, padahal untuk menilai perkembangan anak usia dini tidak cukup dengan penilaian kuantitatif karena anak usia dini memiliki karakteristik AT-TARBIYAH 157 Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam perkembangan yang unik dan pesat sehingga evaluasi proses yang dilakukan sepanjang kegiatan pembelajaran sebenarnya lebih diperlukan. Penting bagi guru dan orang tua untuk memahami bahwa setiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda-beda. Oleh karena itu, evaluasi dan penilaian harus dilakukansecara individual dan berkesinambungan. Dengan demikian, kita dapat memantau perkembangan pembelajaran anak secara menyeluruh dan memberikan dukungan yang tepat sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak. Evaluasi dan penilaian perkembangan anak usia dini merupakan aspek penting dalam pendidikan anak usia dini (PAUD). Proses ini membantu guru dan orang tua memahami pembelajaran anak secara menyeluruh, meliputi aspek fisik, kognitif, sosial-emosional, bahasa, dan motorik. Dengan melakukan evaluasi dan penilaian yang tepat, kita dapat mengidentifikasikekuatan dan kelemahan anak, serta merancang strategi pembelajaran yang sesuai untuk mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal. Penting bagi guru dan orang tua untuk memahami bahwa setiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda-beda. Oleh karena itu, evaluasi dan penilaian harus dilakukan secara individual dan berkesinambungan. Dengan demikian, kita dapat memantau pembelajaran anak secara menyeluruh dan memberikan dukungan yang tepat sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak. Dalam artikel ini, kami akan memberikan panduan lengkap tentang asesmen dan evaluasi pada pembelajaran anak usia dini di PAUD. (Wirawan,2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif yaitu studi kepustakaan buku dan jurnal artikel serta makalah lainnya dan memenuhi prosedur penelitian berupa data deskriptif seperti perilaku ucapan maupun tulisan yang selanjutnya dianalisis dan dikaji untuk menghasilkan suatu karya ilmiah, (Manurung, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Evaluasi pembelajaran Pengertian Evaluasi pembelajaran PAUD adalah suatu proses mengumpulkan dan mengkaji berbagai informasi secara sistematis, terukur, berkelanjutan, serta menyeluruh tentang pertumbuhan dan pembelajaran yang telah dicapai oleh anak selama kurun waktu Perlu dipahami bahwa penilaian di PAUD lebih menekankan untuk mendeskripsikan tingkat pencapaian pembelajaran anak yang mencakup pembelajaran nilai-nilai agama dan moral, fisik, kognitif, bahasa, dan sosial emosional sesuai Standar Nasional PAUD. Oleh karena itu kata yang lebih tepat pada penilaian anak usia dini adalah Asesmen atau Evaluasi. Asesmen dalam pembelajaran pendidikan anak usia dini adalah suatu proses pengamatan, pencatatan, dan pendokumentasian kinerja dan karya siswa serta bagaimana proses ia menghasilkan karyatersebut (Grace dan Shore, 1991. Kumano, 2002 dalam Suyanto,2005:. Asesmen pembelajaran merupakan proses yang sistematik, metode yang berkesinambungan dalam mengobservasi individual anak dan keunikanpembelajaran mereka. Proses tersebut meliputi hal sebagai berikut (NAEYC, dalam Catron & Allen, 1999:. Koleksi catatan pembelajaran yang dapatdicatat melalui teknik observasi. Metode yang secara langsung, observasi yang objektif dalam kemampuan dan perilaku yangspesifik dalam setiap domain pembelajaran. Dokumentasi dari keunikan danpembelajaran individual dari masing- masing anakdengan menggunakan komentar,anekdot, dan sampel kerja. Sistem komunikasi dengan orang tua, dalam berbagi tentang kekuatan anak dan mengidentifikasi area yang diperhatikan. Dan untuk mendiskusikan tingkat AT-TARBIYAH 158 Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam pembelajaran selanjutnya. Sujiono . 0: . menyatakan dalam dunia pendidikan asesmen dimaknai sebagai suatu proses yang sistematis tentang pengumpulan, penganalisisan, penafsiran, dan pemberiankeputusan tentang informasi yang dikumpulkan. Pengertian tersebut memiliki arti bahwa asesmen bukanlah suatuhasil, melainkan suatu proses yang dilakukan secara Proses- proses tersebut dimulai dengan mengumpulkan data atau informasi. Sebagai kesimpulan. Sujiono . menyampaikan asesmen pembelajaran anak usia dini adalah suatu proses yang sistematik meliputi pengumpulan, penganalisisan, penafsiran, dan pemberian keputusan tentang pembelajaran anak usia dini. Asesmen pembelajaran anak usia dini dilaksanakan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pembelajaran anak usia dini yang terjadi sebagai akibat adanya kegiatan yang diberikan Evaluasi pembelajaran anak usia dini adalah proses pengumpulan dan penilaian data untuk mengukur pembelajaran dan pencapaian anak pada tahap-tahap awal kehidupan, biasanya dari kelahiran hingga sekitar usia 8 tahun. Evaluasi ini difokuskan pada aspekaspek pembelajaran holistik anak, termasuk aspek fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Evaluasi pembelajaran anak usia dini memiliki beberapa karakteristik khusus. (Grace dan Shore, 1991. Kumano, 2002 dalam Suyanto, 2005:. Berbasis pada Pembelajaran Anak. Evaluasi ini mempertimbangkan tahap pembelajaran yang normal pada anak-anak usia dini. Oleh karena itu, metode dan alat evaluasi harus sesuai dengan ciri-ciri pembelajaran anak pada rentang usia Menekankan Pemahaman Daripada Penguasaan Materi. Evaluasi pembelajaran anak usia dini tidak hanya fokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada pemahaman konsep dan keterampilan yang berkaitan. Pendidikan anak usia dini lebih menekankanpada pembelajaran melalui bermain dan pengalaman langsung. Melibatkan Berbagai Aspek Pembelajaran. Evaluasi tidak hanya terfokus pada aspek kognitif, melainkan juga mencakup aspek sosial, emosional, dan fisik. Ini mencerminkan pendekatan holistik dalam pengembangan anak usia dini. Pembelajaran PAUD Secara konseptual maupun secara praktis batasan antara pembelajaran pada PAUD dan pembelajaran pada umumnya mungkin tipis perbedaannya, karena dalam merumuskan batasan pembelajaran pada bidang PAUD tidak terlepas dari teori dan pandangan tentang pembelajaran pada umumnya. Untuk mendapatkan batasan pembelajaran yang memadai tentang pembelajaran PAUD akan dihantarkan dengan pengertian pembelajaran pada umumnya. Pembelajaran sering juga disebut dengan belajar-mengajar, sebagai terjemahan dari istilah AuinstructionalAy terdiri dari dua kata, belajar dan mengajar. Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Hal ini sesuai dengan pendapat Woolfolk & Nicolich . 4: . yang mengatakan bahwa AuLearning is a change in a person that comes about asa result of experienceAy. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubah pengetahuannya, kecakapan dan kemampuannya, dayareaksinya, daya penerimaannya dan lain-lain aspek yang ada pada individu (Nana Sujana, 2004 : . Menurut aliran behavioristik kegiatan belajar terjadi karena adanya kondisi/stimulus dari lingkungan. Kegiatan belajar merupakan respon/reaksi terhadap kondisi/stimulus Belajar tidaknya seseorang tergantung kepada faktor kondisional dari AT-TARBIYAH 159 Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam lingkungan. Lingkungan dapat berupa lingkungan keluarga, masyarakat maupun Lingkungan sekolahterdiri dari guru, media pembelajaran, buku teks, kurikulum, teman sekelas, peraturan sekolah, maupun sumber-sumber belajar lainnya. Salah seorang tokoh aliran behavioristik. Gagne, mengatakan bahwa belajar terdiri dari tiga komponen penting, yaitu kondisi internal . nternal conditions of learnin. , kondisi eksternal . xternal conditions of learnin. , dan hasil belajar . utcomes of learnin. Sama halnya dengan belajar, mengajarpun pada hakekatnya adalah suatu proses, yakni proses mengatur, mengorganisir lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan kegiatan belajar. Nana Sudjana . 2 : . menyatakan bahwa mengajar adalah suatu proses mengatur dan mengorganisasi lingkungan yangada di sekitar siswa sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan kegiatan Dalam proses pembelajaran terdapat dua kegiatan yang terjadi dalam satu kesatuan waktu dengan pelaku yang berbeda. Pelaku belajar adalah siswa sedangkan pelaku pengajar . adalah guru. Kegiatan siswa dan kegiatan guru berlangsung dalam proses yangbersamaan untuk mencapai tujuan instruksional tertentu. Jadi dalam proses pembelajaran terjadi hubungan yang interaktif antara guru dengan siswa dalam ikatan tujuan instruksional. Karena pelaku dalam proses pembelajaran adalah guru dengan siswa, maka keberhasilan proses pembelajaran tidak terlepas dari faktor guru dan siswa. Lebih tegas Cruickshank . 0: 10-. menyebutkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa adalah Teacher Variables . actor gur. Context Variables . actor muatan/is. Process Variables . actor prose. dan Product Variables . actor hasi. Dari keseluruhan makna pembelajaran di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran pada anak usia dini pada dasarnya adalah penciptaan lingkungan atau pengkondisian dan pemberian perilaku/pengalaman tertentu agar anak dapat berubah, dalam hal ini adalah tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan yang Untuk membatasinya lebih spesifik, pembelajaran pada anak usia dini akan setara dengan penciptaan lingkungan yang dapat menstimulasi anak utuk tumbuh dan berkembang secara wajar sesuai dengan kematangan dan potensinya. Bahkan secara singkat pembelajaran dalam konteks pendidikan anak usia dini terakumulasi dan setara dengan istilah pemberian atau layanan stimulasi yang bermutu. Sedangkan jika dikaitkan dengan factor-faktor yang mempengaruhi mutu pembelajaran atau stimulasi PAUD, maka hal-hal yang dianggap potensial mempengaruhi pembelajaran pada umumnya juga akan menjadi factor potensial dalam mempengarusitindakan atau program simulasi. Misalkan, factor guru atau pendidik, factor isi materi stimulasi, proses stimulasi, hasil stimulasi, lingkungan, pengelolaan, dan sebagainya. Evaluasi Pembelajaran PAUD Jika makna evaluasi dan makna pembelajaran PAUD telah terjabarkan secara jelas diatas, maka dapat dirumuskan pengertian atau batasan eveluasi pembelajaran PAUD yaitu merupakan proses pengumpulan, penganalisisan, penafsiran, dan pemberian keputusan tentang data pembelajaran dan belajar anak usia dini dalam kegiatan pembelajaran atau program layanan stimulasi yang diselenggarakan di lembaga . elas/sekola. PAUD. Prosedur Evaluasi/Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini Penilaian pendidikan anak suai sini dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut ini. Merumuskan Kegiatan AT-TARBIYAH 160 Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam Kegiatan yang akan dilakukan guru harus tergambar pada program yang dibuatnya. Dalam program kegiatan belajar dalam bentuk satuan kegiatan harian (SKH) maupun satuan kegiatan mingguan (SKM) akan tergambar kemampuan apa yang akan dimiliki anak dari program dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan guru. Program yang disusun dan apa yang harus dicapai oleh peserta didik terdapat dalam kompetensi, hasil belajar serta indikator pembelajaran yang dirumuskan oleh guru. Guru memilih kemampuan mana yang harus dimiliki anak dari kegiatan yang akan dilakukannya yang dituangkan dalam bentuk SKH. Dari SKH tersebut dapat ditetapkan alat penilaian yang akan digunakan setelah proses pembelajaran berlangsung untuk mengukur kegiatan dan kemampuan yang telah ditetapkan dalam SKH. Menyiapkan Alat Penilaian Alat penilaian yang diunakan guru dapat dibuat sendiri atau menggunakan yang sudah ada yang dibuat oleh orang lain. Pemakaian alat penilaian disesuaikan dengan indikator hasilbelajar yang telah ditetapkan dalam SKH. Penggunaan alat penilaian pada suatu ketika dapatjuga dimanfaatkan sebagai alat penilaian sekaligus media pembelajaran. Misalnya, alatpenilaian yang akan digunakan check list kemampuan yang dinilai terdiri Anak dapat berdoa . engembangan moral dan nilai-nilai agam. Anak dapat berkomunikasi secara lisan . engembangan bahas. Berkembangnya kemampuan motorik kasar , koordinasi Berkesinambungan untuk melakukan berbagai gerak . engembangan fisi. Setiapkemampuan tersebut sebelumnya ditetapkan indikatornya, misalnya: Anak dapat berdoa. Membaca doa belajar, membaca doa makan. Anak dapat berkomunikasi. Memberi keterangan tentang suatu hal . menyebutkan nama, tempat tinggal, kebiasaannya di rumah, pekerjaan ayah atau yang lainnya sesuai tema. Berkembangnya kemampuan motorik kasar dapat langsung bangun tanpa berpegangan, meloncat dari ketiggian 10 - 40 cm sambil melihat ke arah tertentu : kiri, kanan,atas dan bawah. meloncat dari ketinggian 10 Ae 20 cm sambil melihat kearah tertentu: kiri, kanan, atas dan bawah. meloncat dari ketinggian 10 Ae 30 cm sambil melihat kearah tertentu:kiri, kanan, atas dan bawah. meloncat dari ketinggian 30 Ae 40 cm sambil melihat ke arah tertentu: kiri, kanan, atas dan bawah. Menetapkan Kriteria Penilaian Setelah alat penilaian selesai, selanjutnya guru menetapkan kriteria penilaian. Kriteria penilaian adalah patokan ukuran keberhasilan anak. Patokan digunakan untuk menetapkan nilai anak. Penetapan kriteria harus memperhatikan anak dan waktu yang disediakan untuk memiliki kemampuan tersebut. Kriteria ini ditetapkan saat guru selesai membuat alat penilaiandan sebelum digunakan. Mengumpulkan Data Alat yang sudah dibuat guru digunakan untuk mengambil data yang berkaitan dengan kemampuan yang ingin dinilai dari anak. Bila menggunakan daftar cek (V) atau tanda lainnyapada kolom baris yang dapat dilakukan anak. Penggunaan daftar cek di atas berarti mengumpulkan data beberapa anak sekaligus atau secara perorangan. Menentukan Nilai Data yang diperoleh dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan. Misalnya kriteria daftar cek untuk membaca doa di atas sudah ditentukan doa yang harus dibacakan. Guru menghitung berapa tanda untuk setiap kemampuan. jumlah tanda cek dibandingkan AT-TARBIYAH 161 Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam dengan kriteria, kalau hasilnya lebih atau sama berarti berhasil. Pada anak usia dini biasanya nilai diberikan dalam bentuk deskripsi. dengan demikian guru harus mendeskripsikan sesuai dengan data yang diperoleh dari daftar cek di atas Fungsi dan Tujuan Asesmen Pembelajaran Anak Usia Dini Yus . menjelaskan penilaian bertujuan untuk mengetahui ketercapaian pertumbuhan dan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam rancangan kegiatan pelaksanaan Dengan mengetahui hal ini penilaian berfungsi sebagai berikut: Memberikan umpan balik kepada guru untuk memperbaiki rancangan kegiatanpelaksanaan program. Memberikan informasi kepada orang tua tentang ketercapaian pertumbuhan dan pembelajaran anak agar dapat memberikan bimbingan dan dorongan yang sesuai denganmemperbaiki dan meningkatkan pertumbuhan dan pembelajaran anak. Sebagai bahan pertimbangan guru untuk menempatkan anak dalam kegiatan pelaksanaan program yang dilakukan sesuai dengan minat dan kemampuan anak yang memungkinkan anak dapat mencapai kemampuan yang optimal. Sebagai bahan masukan bagi pihak lain yang memerlukan dan berkepentingan memberi pembinaan selanjutnya demi pengembangan semua potensi anak Tujuan dari evaluasi pembelajaran anak usia dini mencakup berbagai aspek yang mencerminkan perhatian terhadap pembelajaran anak pada tahap awal kehidupan. Evaluasi bertujuan untuk mengamati dan menilai pembelajaran kognitif anak, termasuk kemampuan kognitif seperti pemahaman bahasa, konsep matematika dasar, dan keterampilan pemecahan Evaluasi mencakup penilaian terhadap kemampuan motorik halus . eterampilan menggunakan jari-jari, seperti menuli. dan motorik kasar . eterampilan gerakan tubuh besar, seperti berlari atau melompa. Evaluasi bertujuan untuk mengukur kemampuan sosial dan emosional anak, termasuk kemampuan berinteraksi dengan teman sebaya, berbagi, serta mengelola emosi dan perilaku sosial. Evaluasi fokus pada penilaian kemampuan komunikasi anak, termasuk pengembangan kosa kata, kemampuan berbicara, dan pemahaman terhadap komunikasi verbal dan non-verbal. Evaluasi digunakan untuk menilai efektivitas program pendidikan anak usia dini secara keseluruhan dan mengidentifikasi area yang memerlukan peningkatan. Evaluasi juga dapat melibatkan penilaian terhadap faktor-faktor keselamatan dan kesehatan dalam lingkungan pembelajaran anak usia dini. Dengan demikian, tujuan evaluasi pembelajaran anak usia dini melibatkan pemahaman yang holistik terhadap pembelajaran anak dan penyediaan informasi yang bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan dan pembelajaran mereka. Subyek dan Sasaran Asesmen Pembelajaran Anak Usia Dini Subyek Penilaian Dalam konteks pembelajaran, menurut Arikunto . dalam Yus . 1: . yang dimaksud dengan subyek penilaian adalah individu-individu yang terlibat dalam rangka penilaian ini. Berarti yang dimaksud dengan subyek penilaian yaitu guru dan anak. Guru sebagai pelaksana penilaian dan anak sebagaiorang yang dinilai. Sasaran Penilaian Arikunto . dalam Yus . 1: . mengemukakan bahwa sasaran atau obyek penilaian adalah segala sesuatu yang menjadi pusat pengamatan karena penilai menginginkaninformasi tentang sesuatu ini. Penilaian yang berkaitan dengan pembelajaran anak tentunya tidak dapat mengabaikan aspek-aspek yang berkaitan dengan kegiatan AT-TARBIYAH 162 Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam pelaksanaan program itu sendiri. Arikunto . dalam Yus . 1: . mengidentifikasi sasaran penilaian meliputi unsur input, transformasi, dan output. Unsur input terdiri dari aspek-aspek pembelajaran yangharus dinilai adalah sebagai berikut: Fisik Penilaian aspek pembelajaran fisik meliputi: Motorik Halus Dapat mengurus dirinya sendiri dengan sedikit bantuan: makan,berpakaian, mandi, menyisir rambut, menyuci, mengelap tangan, dan mengikat tali sepatu Dapat membuat berbagai bentuk dengan menggunakan misalnya tanah liat, plastik, dan play dough. Meniru membuat garis tegak, miring, lengkung, dan lingkaranMenjahit sederhana dengan menggunakan tali sepatu, benang wol, raffia, dan sebagainya. Motorik Kasar . Dapat langsung bangun tanpa berpegangan . Berjalan pada garis lurus, pada jari kaki . , mundur sejauh1-3 meter,diatas papan titian, dengan tumit dengan keseimbangan. Melompat dengan alat atau tanpa alat ditempat, ke depan, kesamping, dandengan satu kaki . Meloncat dari ketinggian 20 cm . Memanjat . Berlari dengan cepat dan sambil melompat . Bermain dengan bola . enangkap, melempar,menendan. SIMPULAN DAN SARAN Asesmen dan evaluasi pembelajaran anak usia dini adalah proses penting dalam memahami kemajuan dan kebutuhan anak-anak dalam tahap perkembangan awal mereka. Asesmen dan evaluasi membantu dalam memahami kebutuhan, minat, dan kekuatan individu Ini memungkinkan pendidik untuk merancang program pembelajaran yang sesuai dengantingkat perkembangan dan minat anak. Hasil dari asesmen dan evaluasi memberikan wawasankepada pendidik untuk merancang dan menyesuaikan program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan minat anak-anak. Melalui evaluasi, pendidik dapat melihat kemajuan anak dalam berbagai area perkembangan seperti kognitif, sosial, emosional, dan Ini membantu dalam mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan memberikan dukungan tambahan jika diperlukan. Asesmen yang tepat dapat membantu dalam mengidentifikasi anak-anak yang mungkin membutuhkan intervensi dini untuk mendukung perkembangan mereka. Ini termasuk identifikasi anak dengan kebutuhan khusus atau anak-anak yang berisiko mengalami kesulitan belajar. Proses asesmen dan evaluasi memungkinkan untuk berkomunikasi secara efektif dengan orang tua tentang kemajuan anak mereka. Ini menciptakan kesempatan bagi orang tuauntuk terlibat dalam pendidikan anak mereka dan mendukung perkembangan mereka di rumah. Bagi pendidik, asesmen dan evaluasi membantu dalam meningkatkan pemahaman mereka tentang perkembangan anak usia dini dan metode evaluasi yang efektif. Ini memfasilitasi pengembangan profesional yang Dengan memahami kebutuhan dan kemajuan anak melalui asesmen dan evaluasi, program pembelajaran dapat ditingkatkan untuk memastikan bahwa setiap anak mendapat pengalaman pembelajaran yang bermakna dan mendukung. Kesimpulan ini menekankan pentingnya asesmen dan evaluasi dalam memberikanpengalaman pembelajaran yang sesuai dan mendukung bagi anak usia dini serta pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung perkembangan anak-anak mereka. AT-TARBIYAH 163 Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam REFERENSI