Transformasi UMKM melalui Sistem Informasi Akuntansi: Akurasi Laporan. Kecepatan Informasi, dan Kepatuhan Pajak (MSME Transformation through Accounting Information Systems: Report Accuracy. Information Speed, and Tax Complianc. Denny Hambali. Reza Muhammad Rizqi2*) 1,2Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Teknologi Sumbawa. Indonesia Koresponden: reza. rizqi@uts. DOI: https://doi. org/10. 32939/dhb. E-Journal Al-Dzahab Vol. No. Sept. Hal. p-ISSN: 2808-7631 e-ISSN: 2808-758 ABSTRACT Purpose: This study aims to empirically examine the influence of Accounting Information Systems (AIS) on Financial Report Accuracy. Information Presentation Speed, and Tax Compliance among Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. in Sumbawa Regency. Design/Methodology/Approach: The research employs a quantitative approach with an explanatory design to explain the causal relationships between variables. The sample consists of 310 MSME actors in Sumbawa Regency selected using proportional stratified random sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using Partial Least SquaresAeStructural Equation Modeling (PLS-SEM). Findings: The results show that Accounting Information Systems have a positive and significant effect on Financial Report Accuracy. Information Presentation Speed, and Tax Compliance. Collectively, the research model demonstrates moderate to strong predictive power. Research Implications: To improve the quality of financial reporting and fundamentally address tax compliance issues, interventions should focus on facilitating and accelerating the adoption of AIS. Investments in training, mentoring, and providing access to affordable AIS are essential strategies for building a strong foundation of financial governance, which in turn will enhance sustainable compliance and optimize the potential of regional tax revenues. Keywords: Accounting Information Systems. Financial Report Accuracy. Information Speed. Tax Compliance. MSMEs ABSTRAK Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh Sistem Informasi Akuntansi (SIA) terhadap Akurasi Laporan Keuangan. Kecepatan Penyajian Informasi, dan Kepatuhan Pajak pada Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sumbawa. Desain/Metodologi/Pendekatan: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori untuk menjelaskan hubungan kausal antar Sampel penelitian terdiri dari 310 pelaku UMKM di Kabupaten Sumbawa yang dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Temuan: Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Akurasi Laporan Keuangan. Kecepatan Penyajian Informasi, dan Kepatuhan Pajak. Secara kolektif, model penelitian menunjukkan kemampuan prediksi yang moderat hingga kuat. Implikasi: Untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan dan mengatasi masalah kepatuhan pajak secara fundamental, intervensi harus difokuskan pada fasilitasi dan akselerasi adopsi SIA. Investasi dalam pelatihan, pendampingan, dan E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 penyediaan akses terhadap SIA yang terjangkau merupakan strategi esensial untuk membangun fondasi tata kelola keuangan yang baik, yang pada gilirannya akan meningkatkan kepatuhan secara berkelanjutan dan mengoptimalkan potensi penerimaan pajak daerah. Kata Kunci: Sistem Informasi Akuntansi. Akurasi Laporan Keuangan. Kecepatan Informasi. Kepatuhan Pajak. UMKM PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peran strategis dalam perekonomian Indonesia. Sektor ini menyumbang lebih dari 61% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional, sehingga menjadi pilar utama dalam stabilitas ekonomi dan distribusi pendapatan (Kementerian Koperasi dan UKM, 2. Meski demikian, kontribusi UMKM terhadap penerimaan pajak masih jauh di bawah potensi, yang menimbulkan kesenjangan pajak . ax ga. sebagai salah satu tantangan utama bagi pemerintah (Mardiasmo, 2. Salah satu faktor penyebab utama rendahnya kontribusi pajak adalah kualitas laporan keuangan UMKM yang belum memadai. Rendahnya akurasi, lambatnya penyajian informasi, dan kurangnya kepatuhan pajak menjadi masalah yang saling terkait (Darussalam et al. Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menunjukkan bahwa sebagian besar koreksi fiskal dan sengketa pajak pada UMKM bersumber dari ketidaksesuaian data yang dilaporkan dengan bukti transaksi, sebuah indikasi laporan keuangan yang tidak akurat. Permasalahan ini diperparah oleh praktik pencampuran keuangan pribadi dan usaha . ommingling of fund. , keterbatasan literasi akuntansi, dan persepsi bahwa akuntansi merupakan beban administratif, bukan alat strategis untuk pengambilan keputusan (Animah. Suryantara, & Astuti, 2. Akibatnya. UMKM sering menghadapi kesulitan dalam menghitung pajak secara tepat, baik yang disengaja maupun tidak, sehingga rentan terhadap sanksi fiskal. Dalam konteks modern, akurasi dan ketepatan waktu laporan keuangan menjadi fondasi bagi kredibilitas dan keberlanjutan usaha (Zahara & Firdaus, 2. Studi oleh Susanto & Wibowo . menunjukkan bahwa pencatatan manual dan tidak terstandar menjadi penyebab utama rendahnya akurasi laporan keuangan, sedangkan keterlambatan dalam proses rekapitulasi manual mengakibatkan keterlambatan pelaporan pajak (Nugraha & Setiawan, 2. Selain itu, ketidakakuratan dan keterlambatan informasi meningkatkan persepsi risiko di kalangan pemilik UMKM, sehingga mendorong perilaku penghindaran pajak (Farida. Hidayat, & Abdullah, 2. Adopsi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dipandang sebagai solusi strategis untuk mengatasi masalah ini. SIA mampu mengotomatisasi entri data, menerapkan kontrol internal, dan mengurangi kesalahan manusia (Muslim. Yani, & Permatasari, 2. Penelitian empiris menunjukkan bahwa implementasi SIA meningkatkan akurasi laporan keuangan (Wang. Chen, & Kim, 2. , mempercepat penyajian informasi (Johnson. Williams, & Smith, 2. , dan mendorong kepatuhan pajak melalui modul perpajakan terintegrasi serta jejak audit yang transparan (Kim & Park, 2024. Santoso, 2. Meski banyak bukti mendukung efektivitas SIA, sebagian besar penelitian fokus pada hubungan biner atau pada UMKM di perkotaan dengan infrastruktur digital yang lebih baik. UMKM di wilayah non-metropolitan, seperti Kabupaten Sumbawa, menghadapi tantangan tambahan, seperti keterbatasan konektivitas internet dan literasi digital rendah, yang dapat memengaruhi efektivitas SIA. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk memahami pengaruh SIA terhadap akurasi laporan keuangan, kecepatan penyajian informasi, dan kepatuhan pajak secara simultan di konteks daerah dengan karakteristik unik. Temuan penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah, kantor E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 pajak, dan asosiasi UMKM untuk meningkatkan kualitas pelaporan dan kepatuhan pajak secara berkelanjutan. TINJAUAN PUSTAKA Technology Acceptance Model (TAM) Technology Acceptance Model (TAM) adalah sebuah model teoretis yang secara luas digunakan untuk menjelaskan dan memprediksi penerimaan serta penggunaan teknologi oleh Model ini pertama kali diperkenalkan oleh Fred Davis pada tahun 1989 dan terus menjadi relevan hingga kini. TAM berfokus pada dua faktor persepsi utama yang memengaruhi keputusan seseorang untuk menggunakan teknologi baru, yaitu persepsi kemudahan penggunaan . erceived ease of us. dan persepsi kebermanfaatan . erceived Menurut model ini, persepsi kemudahan penggunaan, sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan teknologi tertentu akan bebas dari usaha secara langsung memengaruhi persepsi kebermanfaatan, yaitu keyakinan bahwa teknologi tersebut akan meningkatkan kinerja mereka (GraniN & MaranguniN, 2. Kedua persepsi ini kemudian secara bersama-sama membentuk sikap terhadap penggunaan . ttitude toward usin. , yang selanjutnya akan memengaruhi niat perilaku untuk menggunakan . ehavioral intention to Pada akhirnya, niat perilaku inilah yang menjadi prediktor utama dari penggunaan sistem aktual . ctual system us. Dalam perkembangannya, model TAM sering diperluas dengan menambahkan variabel eksternal seperti norma subjektif, pengalaman, dan karakteristik individu untuk meningkatkan kekuatan prediksinya dalam berbagai konteks, mulai dari implementasi sistem informasi di perusahaan hingga adopsi aplikasi seluler oleh konsumen (Abdullah & Ward, 2. Kepatuhan Pajak (Tax Complianc. Kepatuhan pajak merupakan konsep sentral dalam administrasi fiskal, yang secara fundamental merujuk pada kesediaan Wajib Pajak untuk memenuhi seluruh kewajiban perpajakannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, secara sukarela dan tanpa paksaan dari otoritas (James & Nobes, 2. Secara lebih terperinci, kepatuhan pajak dapat diklasifikasikan ke dalam dua dimensi utama. Pertama, kepatuhan formal, yaitu pemenuhan kewajiban administratif seperti mendaftarkan diri, menghitung, menyetor, dan melaporkan pajak tepat waktu sesuai dengan tenggat yang telah ditetapkan. Kedua, kepatuhan material, yaitu pemenuhan kewajiban substantif yang berkaitan dengan kebenaran dan keakuratan jumlah pajak yang dibayarkan (Mardiasmo, 2. Dalam konteks UMKM, kepatuhan material menjadi tantangan yang lebih signifikan karena keterkaitannya yang erat dengan kualitas pencatatan dan pelaporan keuangan. Akurasi Laporan Keuangan (Financial Report Accurac. Akurasi merupakan salah satu atribut fundamental dari kualitas informasi akuntansi. Laporan keuangan dianggap akurat jika menyajikan informasi yang bebas dari kesalahan material dan secara jujur merepresentasikan fenomena ekonomi yang seharusnya digambarkan . aithful representatio. (Kieso. Weygandt, & Warfield, 2. Akurasi tidak hanya berarti ketepatan matematis, tetapi juga mencakup kelengkapan, netralitas, dan kebebasan dari bias. Laporan keuangan yang akurat memberikan dasar yang andal bagi para pemangku kepentingan termasuk pemilik, kreditur, dan otoritas pajak untuk membuat Dalam konteks perpajakan, laporan laba rugi yang akurat menjadi dasar yang tidak terbantahkan untuk menentukan Dasar Pengenaan Pajak (DPP), sehingga meminimalisasi risiko sengketa dan koreksi fiskal saat pemeriksaan. E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 Kecepatan Penyajian Informasi (Information Presentation Speed/Timelines. Kecepatan atau ketepatan waktu . adalah karakteristik kualitatif lain yang meningkatkan kegunaan informasi akuntansi. Suatu informasi dianggap tepat waktu jika tersedia bagi pengambil keputusan sebelum informasi tersebut kehilangan kapasitasnya untuk memengaruhi keputusan mereka (Kieso. Weygandt, & Warfield, 2. Dalam siklus bisnis yang serba cepat, informasi historis yang disajikan dengan lambat memiliki nilai prediktif dan konfirmatif yang rendah. Bagi UMKM, kecepatan penyajian laporan keuangan bulanan atau triwulanan memungkinkan pemilik untuk melakukan perencanaan pajak, mengelola arus kas untuk pembayaran pajak, dan memenuhi tenggat waktu pelaporan SPT secara disiplin, sehingga terhindar dari sanksi administrasi akibat keterlambatan. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Sistem Informasi Akuntansi (SIA) didefinisikan sebagai sebuah sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan memproses data untuk menghasilkan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan (Romney & Steinbart, 2. SIA modern merupakan sebuah konvergensi antara prinsip-prinsip akuntansi dengan teknologi informasi, yang mencakup komponen-komponen seperti sumber daya manusia, prosedur, data, perangkat lunak, dan infrastruktur teknologi. Fungsi utama SIA adalah mentransformasikan data transaksi mentah menjadi laporan keuangan yang terstruktur dan informasi manajerial Bagi UMKM, implementasi SIA merupakan langkah strategis untuk beralih dari pencatatan manual yang rentan kesalahan menuju pengelolaan keuangan yang sistematis, terkontrol, dan efisien. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi terhadap Akurasi Laporan Keuangan Secara teoretis, implementasi SIA yang efektif memiliki pengaruh langsung dan positif terhadap peningkatan akurasi laporan keuangan. Mekanisme pengaruh ini terjadi melalui beberapa jalur. Pertama. SIA mengotomatiskan proses akuntansi, mulai dari penjurnalan hingga penyusunan laporan, yang secara signifikan mengurangi potensi kesalahan akibat intervensi manual . uman erro. (Romney & Steinbart, 2. Kedua. SIA modern dilengkapi dengan modul kontrol internal terprogram, seperti validasi entri data, otorisasi transaksi, dan rekonsiliasi otomatis, yang berfungsi untuk mencegah dan mendeteksi kesalahan secara dini. Ketiga. SIA memberlakukan standarisasi dalam pencatatan transaksi, memastikan bahwa setiap transaksi dicatat dengan cara yang konsisten sesuai dengan bagan akun . hart of account. yang telah ditetapkan, sehingga meningkatkan keandalan data secara Dukungan empiris terhadap hubungan ini sangat kuat. Penelitian oleh (Wang. Chen, & Kim, 2. menunjukkan bahwa UMKM yang mengadopsi SIA berbasis cloud melaporkan tingkat kesalahan akuntansi yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan yang masih menggunakan metode manual. Studi oleh (Hidayat & Pratama, 2. juga menemukan bahwa fitur kontrol internal yang tertanam dalam perangkat lunak akuntansi adalah prediktor paling signifikan terhadap keandalan laporan keuangan. Demikian pula, riset oleh (Sari & Wijaya, 2. menyimpulkan bahwa integrasi modul dalam SIA . isalnya, penjualan, pembelian, dan persediaa. memastikan konsistensi data di seluruh laporan, yang merupakan fondasi dari akurasi. : Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Akurasi Laporan Keuangan pada UMKM Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi terhadap Kecepatan Penyajian Informasi Selain akurasi. SIA juga dirancang untuk mengakselerasi siklus pemrosesan informasi Proses yang dalam sistem manual bisa memakan waktu berhari-hari, seperti E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 posting ke buku besar, penyesuaian, dan penyusunan neraca lajur, dapat diselesaikan oleh SIA dalam hitungan detik atau menit. Kemampuan pemrosesan real-time atau near real-time ini merupakan salah satu keunggulan utama SIA (Romney & Steinbart, 2. Kecepatan ini memungkinkan manajemen untuk mengakses laporan keuangan interim . ulanan atau triwulana. sesuai kebutuhan, bukan hanya menunggu laporan tahunan. Studi-studi terdahulu secara konsisten mengonfirmasi peran SIA sebagai akselerator Penelitian yang dilakukan oleh (Johnson. Williams, & Smith, 2. menemukan bahwa adopsi SIA secara signifikan mengurangi waktu siklus penutupan buku . losing cycle tim. , memungkinkan perusahaan untuk merilis informasi keuangan lebih cepat ke publik dan pemangku kepentingan internal. Riset oleh (Abdullah & Rahman, 2. pada UMKM menunjukkan bahwa penggunaan perangkat lunak akuntansi memungkinkan pemilik untuk memantau kinerja keuangan secara harian atau mingguan, yang sebelumnya tidak mungkin Lebih lanjut, (Davis & Miller, 2. berargumen bahwa kecepatan informasi yang difasilitasi oleh SIA meningkatkan kelincahan organisasi . rganizational agilit. , termasuk kemampuan untuk merespons perubahan regulasi pajak secara tepat waktu. : Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kecepatan Penyajian Informasi pada UMKM Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi terhadap Kepatuhan Pajak Hubungan antara SIA dan kepatuhan pajak dapat dijelaskan melalui dampak langsung dan tidak langsung. Secara tidak langsung, seperti yang telah dibahas. SIA meningkatkan akurasi dan kecepatan penyajian laporan keuangan, yang keduanya merupakan prasyarat penting untuk kepatuhan pajak. Laporan yang akurat memastikan jumlah pajak yang dibayar benar, sementara laporan yang cepat memastikan pembayaran dan pelaporan dilakukan tepat Secara langsung. SIA menyederhanakan proses pemenuhan kewajiban pajak. Banyak perangkat lunak akuntansi modern memiliki fitur perpajakan yang terintegrasi, yang dapat secara otomatis menghitung PPh Final berdasarkan omzet yang tercatat, menghasilkan rekapitulasi PPN, dan bahkan membantu dalam pengisian e-SPT (Mardiasmo, 2. Bukti empiris mendukung kuat hubungan ini. Sebuah studi komprehensif oleh (Kim & Park, 2. menemukan bahwa tingkat adopsi SIA memiliki korelasi positif yang sangat signifikan dengan indeks kepatuhan pajak gabungan . ormal dan materia. pada UMKM. Penelitian oleh (Santoso, 2. menyoroti bahwa SIA menciptakan jejak audit . udit trai. yang transparan dan dapat diverifikasi, yang berfungsi sebagai mekanisme pencegahan terhadap praktik penggelapan pajak karena meningkatkan risiko deteksi. Selain itu, (Chen & Li, 2. menyimpulkan bahwa keputusan untuk berinvestasi dalam SIA sering kali merupakan sinyal dari komitmen manajemen terhadap tata kelola yang baik, di mana kepatuhan terhadap hukum dan peraturan, termasuk pajak, adalah komponen utamanya. : Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Pajak pada UMKM METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori kausal. Pendekatan kuantitatif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk melakukan pengukuran variabel secara numerik, menganalisis hubungan antar variabel, dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan melalui prosedur statistik yang objektif (Sugiyono. Desain eksplanatori kausal secara spesifik bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis hubungan sebab-akibat, yaitu bagaimana variabel independen (Sistem Informasi Akuntans. memengaruhi serangkaian variabel dependen (Akurasi Laporan Keuangan. Kecepatan Penyajian Informasi, dan Kepatuhan Paja. E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 Populasi dan Sampel Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh UMKM yang terdaftar secara resmi di Dinas Koperasi. UKM. Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa. Berdasarkan data terakhir per akhir tahun 2024, tercatat sebanyak 1. 362 UMKM aktif. Mengingat populasi yang diketahui jumlahnya, penentuan ukuran sampel minimum dilakukan menggunakan rumus Slovin, yang merupakan metode yang lazim digunakan dalam penelitian sosial untuk populasi terbatas. Dengan menetapkan tingkat kesalahan . argin of erro. yang dapat ditoleransi sebesar 5% . = 0,. , maka perhitungan sampelnya adalah sebagai berikut: ycu = ycA / . ycA O yceA) = 1. 362 / . 362 O 0,05A) = 1. 362 / 4,405 OO 310 Teknik pengambilan sampel yang akan diterapkan adalah proportional stratified random sampling. Metode ini dipilih untuk menjamin bahwa sampel yang diambil dapat merepresentasikan populasi UMKM secara proporsional di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa. Prosesnya dimulai dengan mengelompokkan . populasi UMKM berdasarkan kecamatan. Selanjutnya, dari setiap strata . , sampel akan diambil secara acak . andom samplin. sesuai dengan proporsi jumlah UMKM di kecamatan tersebut terhadap total populasi. Pendekatan ini secara metodologis lebih unggul daripada simple random sampling karena dapat mengurangi bias dan meningkatkan kemampuan generalisasi temuan penelitian (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt, 2. Sumber dan Analisis Data Metode pengumpulan data primer akan dilakukan melalui survei dengan menggunakan kuesioner terstruktur sebagai instrumen utama. Seluruh data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM) yang berbasis Partial Least Squares (PLS). Metode SEM-PLS dipilih karena beberapa keunggulan: . tidak menuntut asumsi normalitas data yang ketat. mampu menganalisis model yang kompleks dengan banyak variabel laten dan indikator. sangat sesuai untuk penelitian yang bertujuan untuk prediksi dan penjelasan teori (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt, 2. Analisis akan dilakukan melalui dua tahapan. Tahap pertama adalah evaluasi model pengukuran . uter mode. untuk memastikan validitas . onvergen dan diskrimina. dan reliabilitas instrumen. Tahap kedua adalah evaluasi model struktural . nner mode. untuk menguji hipotesis penelitian dengan menganalisis nilai koefisien jalur . ath coefficien. , koefisien determinasi (RA), dan tingkat signifikansi (P-Value. yang dihasilkan melalui prosedur bootstrapping. HASIL DAN PEMBAHASAN Evaluasi Model Pengukuran (Outer Mode. Uji Validitas Konvergen Validitas konvergen dinilai untuk memastikan bahwa indikator konsep berkorelasi secara signifikan. Penilaian ini mengevaluasi faktor pemuatan dan nilai Average Variance Extracted (AVE). Investigasi ini awalnya memastikan bahwa setiap item kuesioner secara tepat mewakili konsep yang dinilai. Nilai faktor pemuatan untuk setiap indikator menunjukkan sejauh mana kontribusinya terhadap variabel laten terkait (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt, 2. Tabel 1. Nilai Loading Factor Variabel Sistem Informasi Akuntansi (X) Indikator Ketersediaan perangkat keras yang memadai Kualitas perangkat lunak Kompetensi pengguna (SDM) Kode Keterangan Loading Factor Valid Valid Valid E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 Akurasi Laporan Keuangan (Y. Kecepatan Penyajian Informasi (Y. Kepatuhan Pajak (Y. Ketersediaan prosedur dan kebijakan SIA Keamanan dan kontrol data Bebas dari kesalahan perhitungan Sesuai dengan bukti transaksi Menyajikan informasi secara Kewajaran penyajian sesuai Ketersediaan laporan keuangan Kemudahan mengakses informasi real-time Kecepatan proses penutupan Kecepatan dalam menghasilkan laporan ad-hoc Ketepatan waktu dalam pelaporan SPT Kebenaran dalam perhitungan jumlah pajak Ketepatan waktu dalam pembayaran pajak Kelengkapan dokumentasi Kepatuhan terhadap perubahan Valid Y1. Valid Valid Y1. Valid Y1. Valid Y1. Valid Y2. Valid Y2. Valid Y2. Valid Y2. Valid Y3. Valid Y3. Valid Y3. Valid Y3. Valid Y3. Valid Sumber: Data Primer Diolah, 2025 Berdasarkan hasil analisis yang disajikan pada Tabel 1, dapat diamati bahwa seluruh indikator yang digunakan dalam penelitian ini memiliki nilai loading factor yang lebih besar dari ambang batas yang direkomendasikan, yaitu 0,70. Dengan demikian, tidak ada indikator yang perlu dieliminasi dari model penelitian, dan analisis dapat dilanjutkan ke tahap pengujian validitas dan reliabilitas selanjutnya. Setelah melihat nilai loading factor, selanjutnya melihat nilai AVE untuk masing-masing variabel dalam penelitian. Tabel 2. Hasil Uji Average Variance Extracted (AVE) Variabel Konstruk AVE Keterangan Sistem Informasi Akuntansi (X) Valid Akurasi Laporan Keuangan (Y. Valid Kecepatan Penyajian Informasi (Y. Valid Kepatuhan Pajak (Y. Valid Sumber: Data Primer Diolah, 2025 Hasil analisis pada Tabel 2 di atas, menunjukkan bahwa nilai AVE untuk semua variabel konstruk berada di atas ambang batas 0,50. Nilai AVE untuk Sistem Informasi Akuntansi adalah 0,670. Akurasi Laporan Keuangan 0,737. Kecepatan Penyajian Informasi 0,655, dan Kepatuhan Pajak 0,753. Berdasarkan hasil uji loading factor dan AVE, dapat disimpulkan bahwa model pengukuran dalam penelitian ini telah memenuhi kriteria validitas konvergen dengan sangat baik. Uji Validitas Diskriminan Validitas diskriminan memastikan bahwa sebuah konstruk secara empiris benar-benar berbeda dari konstruk-konstruk lain dalam model. Pengujian ini menggunakan dua kriteria utama yaitu. Fornell-Larcker Criterion dan Heterotrait-Monotrait Ratio of Correlations (HTMT). Pertama. Fornell-Larcker Criterion membandingkan akar kuadrat dari nilai AVE E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 setiap konstruk . ilai diagona. dengan korelasi antar konstruk . ilai off-diagona. (Latan. Hair, & Noonan, 2. Validitas diskriminan terpenuhi jika nilai akar kuadrat AVE lebih tinggi dari nilai korelasinya dengan semua konstruk lain. Tabel 3. Hasil Uji Validitas Diskriminan (Fornell-Larcker Criterio. Konstruk Akurasi Laporan Keuangan (Y. Kecepatan Penyajian Informasi (Y. Kepatuhan Pajak (Y. Sistem Informasi Akuntansi (X) Akurasi Laporan Keuangan (Y. Kecepatan Penyajian Informasi (Y. Kepatuhan Pajak (Y. Sistem Informasi Akuntansi (X) Sumber: Data Primer Diolah, 2025 Berdasarkan Tabel 3, nilai akar kuadrat AVE untuk setiap konstruk . icetak teba. lebih besar dari koefisien korelasi dengan konstruk lainnya di baris dan kolom yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa setiap konstruk berbagi lebih banyak varians dengan indikatornya sendiri daripada dengan konstruk lain, sehingga kriteria Fornell-Larcker Kemudian, untuk konfirmasi yang lebih robust, digunakan rasio HTMT. Metode ini dianggap lebih andal dalam mendeteksi masalah validitas diskriminan. Kriteria yang digunakan adalah nilai rasio HTMT harus lebih rendah dari 0,85 atau 0,90 (Setiabudhi. Suwono. Setiawan, & Karim, 2. Tabel 4. Hasil Uji Heterotrait-Monotrait Ratio (HTMT) Konstruk Kecepatan Penyajian Informasi (Y. Kepatuhan Pajak (Y. Sistem Informasi Akuntansi (X) Akurasi Laporan Keuangan (Y. Kecepatan Penyajian Informasi (Y. Kepatuhan Pajak (Y. Sumber: Data Primer Diolah, 2025 Hasil uji pada Tabel 4 menunjukkan bahwa semua nilai rasio HTMT antar konstruk berada di bawah ambang batas konservatif 0,90. Dengan terpenuhinya kriteria Fornelarcker dan HTMT, maka dapat disimpulkan bahwa model pengukuran dalam penelitian ini memiliki validitas diskriminan yang kuat. Uji Reliabilitas Konstruk Pengujian reliabilitas menyimpulkan evaluasi model pengukuran untuk memvalidasi konsistensi internal (Latan. Hair, & Noonan, 2. Pengujian menjamin reliabilitas instrumen penelitian dan menghasilkan hasil yang konsisten. Reliabilitas diukur menggunakan Composite Reliability (CR) dan Cronbach's Alpha. Tabel 5. Hasil Pengujian Reliabilitas Konstruk Variabel Konstruk Sistem Informasi Akuntansi (X) Akurasi Laporan Keuangan (Y. Kecepatan Penyajian Informasi (Y. Kepatuhan Pajak (Y. Cronbach's Alpha Composite Reliability Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: Data Primer Diolah, 2025 Berdasarkan hasil uji pada Tabel 5, dapat dilihat bahwa semua variabel konstruk memiliki nilai Cronbach's Alpha dan Composite Reliability yang jauh di atas ambang batas E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 0,70. Nilai Composite Reliability dianggap sebagai ukuran reliabilitas yang lebih superior dalam konteks PLS-SEM. Hasil ini menunjukkan bahwa semua indikator secara konsisten mengukur konstruk laten yang sama. Dengan terpenuhinya seluruh kriteria validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas, maka model pengukuran ini dinyatakan valid dan reliabel, sehingga analisis dapat dilanjutkan ke tahap evaluasi model struktural. Evaluasi Model Struktural (Inner Mode. Setelah validasi model pengukuran, penelitian dilanjutkan dengan penilaian model struktural untuk memeriksa hubungan sebab akibat yang diusulkan. Penilaian ini mencakup uji R-kuadrat. F-kuadrat, dan uji kesesuaian (GoF). R-Square Uji R-Square (RA) dilakukan untuk menilai sejauh mana varians dalam variabel dependen (Keputusan Pembelia. dijelaskan secara kolektif oleh variabel independen (Setiabudhi. Suwono. Setiawan, & Karim, 2. Tabel 6. Hasil Pengujian R-Square (RA) Variabel Dependen R-Square Adjusted R-Square Kategori Akurasi Laporan Keuangan (Y. Sedang Kecepatan Penyajian Informasi (Y. Sedang Kepatuhan Pajak (Y. Sedang Sumber: Data Primer Diolah, 2025 Hasil uji koefisien determinasi (R-Squar. pada Tabel 6 menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan prediksi yang moderat dan substansial. Secara spesifik. Sistem Informasi Akuntansi (X) terbukti mampu menjelaskan 56,6% varians pada Akurasi Laporan Keuangan (Y. dan 50,8% varians pada Kecepatan Penyajian Informasi (Y. Pengaruh yang paling kuat terlihat pada variabel Kepatuhan Pajak (Y. , di mana Sistem Informasi Akuntansi mampu menjelaskan sebesar 62,3% dari variasinya. Secara keseluruhan, nilai-nilai ini mengonfirmasi bahwa Sistem Informasi Akuntansi merupakan variabel prediktor yang signifikan dan relevan dalam menjelaskan peningkatan kualitas pelaporan keuangan . kurasi dan kecepata. serta mendorong tingkat kepatuhan pajak pada UMKM, meskipun masih terdapat faktor-faktor lain di luar model yang turut memberikan pengaruh. Goodness of Fit (GoF) Skor Goodness of Fit (GoF) memberikan penilaian tunggal terhadap kompatibilitas keseluruhan model pengukuran dan model struktural dengan menggabungkan kualitasnya. Tabel 7. Nilai Communality dan R-Square Variabel Konstruk Communality (AVE) R-Square Sistem Informasi Akuntansi (X) Akurasi Laporan Keuangan (Y. Kecepatan Penyajian Informasi (Y. Kepatuhan Pajak (Y. Rata-rata Sumber: Data Primer Diolah, 2025 Perhitungan nilai GoF untuk model ini adalah sebagai berikut: yaycuya = Oo. aycOya ycycaycyca Oe ycycaycyca y ycIA ycycaycyca Oe ycycaycyc. yaycuya = Oo0,698 y 0,566 yaycuya = Oo0,394668 = 0,628 Nilai GoF yang diperoleh sebesar 0,628. Karena nilai ini jauh di atas ambang batas 0,36, maka dapat disimpulkan bahwa model penelitian ini memiliki tingkat kesesuaian dan kelayakan . oodness of fi. yang besar atau sangat baik. E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 Uji Hipotesis (Bootstrappin. Tahap terakhir adalah pengujian hipotesis untuk menentukan signifikansi pengaruh antar variabel. Pengujian dilakukan dengan prosedur bootstrapping untuk mendapatkan nilai T-Statistik dan P-Values. Hipotesis dinyatakan diterima jika nilai T-Statistik > 1,96 dan PValues < 0,05 . ingkat signifikansi 5%) (Latan. Hair, & Noonan, 2. Tabel 8. Hasil Uji Hipotesis Hipotesis Pengaruh Antar Variabel SIA (X) -> Akurasi Laporan Keuangan (Y. SIA (X) -> Kecepatan Penyajian Informasi (Y. SIA (X) -> Kepatuhan Pajak (Y. Original Sample () TStatistik PValues Keputusan Diterima Diterima Diterima Sumber: Data Primer Diolah, 2025 Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang disajikan pada Tabel 8, dapat ditarik simpulan sebagai berikut: Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi terhadap Akurasi Laporan Keuangan (H. , diperoleh nilai T-Statistik sebesar 15,831, yang lebih besar dari 1,96, dan nilai PValues sebesar 0,000, yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, hipotesis H1 Hasil ini secara statistik membuktikan bahwa Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Akurasi Laporan Keuangan pada UMKM di Kabupaten Sumbawa. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi terhadap Kecepatan Penyajian Informasi (H. , diperoleh nilai T-Statistik sebesar 12,455, yang lebih besar dari 1,96, dan nilai PValues sebesar 0,000, yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, hipotesis H2 Hasil ini mengonfirmasi bahwa Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kecepatan Penyajian Informasi pada UMKM di Kabupaten Sumbawa. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi terhadap Kepatuhan Pajak (H. , diperoleh nilai T-Statistik sebesar 19,217, yang lebih besar dari 1,96, dan nilai P-Values sebesar 0,000, yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, hipotesis H3 diterima. Hasil ini menunjukkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Pajak pada UMKM di Kabupaten Sumbawa. PEMBAHASAN Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi terhadap Akurasi Laporan Keuangan Hasil pengujian hipotesis pertama (H. menunjukkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi (SIA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Akurasi Laporan Keuangan. Temuan ini secara tegas mengonfirmasi bahwa investasi dan implementasi SIA yang efektif pada UMKM di Kabupaten Sumbawa secara langsung berkontribusi pada peningkatan kualitas akurasi laporan keuangan mereka. Besarnya koefisien jalur menunjukkan bahwa SIA adalah prediktor yang sangat kuat. Secara praktis, ini berarti UMKM yang beralih dari pencatatan manual ke sistem yang terkomputerisasi mampu menghasilkan laporan yang lebih andal, bebas dari kesalahan hitung, dan lebih sesuai dengan transaksi yang sebenarnya terjadi. Secara teoretis, temuan ini sangat selaras dengan kerangka konseptual kualitas informasi SIA, sebagaimana dijelaskan oleh (Romney & Steinbart, 2. , berfungsi sebagai mekanisme kontrol yang sistematis. Fitur-fitur seperti standarisasi input data melalui bagan akun, validasi otomatis, dan proses rekonsiliasi yang terintegrasi secara fundamental mengurangi peluang terjadinya human error. Hal ini secara langsung meningkatkan karakteristik faithful representation . enyajian juju. dan freedom from error . ebas dari kesalaha. , yang merupakan pilar utama dari akurasi laporan keuangan menurut (Kieso. E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 Weygandt, & Warfield, 2. SIA mentransformasi proses akuntansi dari aktivitas yang subjektif dan rentan bias menjadi proses yang terstruktur dan objektif. Hasil penelitian sejalan dengan kerangka Technology Acceptance Model (TAM), dimana menurut TAM, penerimaan dan pemanfaatan teknologi sangat dipengaruhi oleh perceived usefulness (PU) dan perceived ease of use (PEOU) (Davis, 1989. Venkatesh & Davis, 2. Implementasi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) pada UMKM di Kabupaten Sumbawa terbukti meningkatkan akurasi laporan keuangan, yang menunjukkan bahwa pelaku usaha merasakan manfaat nyata . dari penggunaan sistem tersebut. Dengan beralih ke sistem akuntansi terkomputerisasi, mereka memperoleh hasil yang lebih akurat, konsisten, dan andal dibandingkan dengan pencatatan manual. Hal ini mendukung gagasan bahwa ketika pelaku UMKM percaya sistem memberikan manfaat besar, maka tingkat penerimaan, penggunaan, dan dampak positifnya pada kualitas laporan keuangan juga meningkat secara Selain itu, temuan ini juga menegaskan dimensi perceived ease of use dalam TAM. SIA yang dirancang dengan antarmuka yang sederhana, fitur validasi otomatis, serta proses rekonsiliasi yang terintegrasi memungkinkan pengguna untuk dengan mudah mengoperasikan sistem tanpa memerlukan kompetensi teknis yang tinggi. Kemudahan penggunaan ini mengurangi hambatan psikologis maupun teknis dalam adopsi teknologi, sehingga mendorong pelaku UMKM lebih termotivasi untuk menggunakannya secara Dengan demikian, kombinasi antara persepsi kegunaan dan kemudahan penggunaan menjelaskan mengapa SIA memiliki pengaruh yang kuat terhadap akurasi laporan keuangan. Temuan ini sejalan dengan penelitian terkini yang menegaskan relevansi TAM dalam konteks penerapan teknologi akuntansi digital pada sektor UMKM (Rosli et al. Setyowati & Rahmawati, 2. Temuan ini juga memperkuat hasil penelitian-penelitian sebelumnya. Konsisten dengan studi oleh (Wang. Chen, & Kim, 2. dan (Hidayat & Pratama, 2. , penelitian ini membuktikan bahwa peran SIA dalam meningkatkan akurasi bersifat universal dan dapat diterapkan pada konteks UMKM di daerah non-metropolitan. Jika penelitian sebelumnya menyoroti pentingnya kontrol internal yang tertanam dalam SIA, penelitian ini mengonfirmasi bahwa bahkan pada skala UMKM di Sumbawa, fitur-fitur tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan disiplin pencatatan dan pada akhirnya menghasilkan laporan yang lebih dapat dipercaya. Dalam konteks lokal Kabupaten Sumbawa, di mana banyak UMKM secara historis tidak memiliki latar belakang akuntansi formal dan sering mencampuradukkan keuangan pribadi dengan bisnis, peran SIA menjadi lebih krusial. SIA tidak hanya bertindak sebagai alat, tetapi juga sebagai "guru" yang membimbing pelaku UMKM untuk mengikuti alur proses akuntansi yang benar. Dengan demikian. SIA secara efektif menjembatani kesenjangan kompetensi, memungkinkan UMKM yang sebelumnya hanya mengandalkan ingatan atau catatan sederhana untuk menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, baik untuk keperluan internal maupun eksternal seperti perpajakan. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi terhadap Kecepatan Penyajian Informasi Hasil pengujian hipotesis kedua (H. membuktikan bahwa SIA berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kecepatan Penyajian Informasi. Ini berarti bahwa adopsi SIA pada UMKM di Kabupaten Sumbawa secara signifikan mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan laporan keuangan. Secara praktis. UMKM tidak lagi harus menunggu hingga akhir tahun untuk mengetahui kinerja keuangannya. Mereka dapat mengakses informasi laba rugi, neraca, atau arus kas secara bulanan, mingguan, atau bahkan harian, yang memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih dinamis dan proaktif. Landasan teoretis dari temuan ini terletak pada kemampuan SIA untuk mengotomatiskan dan mengintegrasikan seluruh siklus akuntansi. Menurut (Romney & Steinbart, 2. SIA mengubah pemrosesan E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 data dari model batch processing yang tertunda menjadi model online, real-time processing. Setiap transaksi yang diinput akan secara otomatis memperbarui semua catatan terkait, dari jurnal hingga buku besar dan laporan akhir. Hal ini secara drastis memangkas waktu yang dibutuhkan untuk proses penutupan buku . losing proces. , yang dalam sistem manual bisa sangat memakan waktu. Dengan demikian. SIA secara langsung meningkatkan karakteristik kualitatif informasi yaitu timeliness . etepatan wakt. Temuan bahwa Sistem Informasi Akuntansi (SIA) berpengaruh positif terhadap kecepatan penyajian informasi dapat dijelaskan menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Menurut TAM, pengguna akan lebih cenderung menerima dan memanfaatkan suatu sistem jika mereka merasakan adanya perceived usefulness (PU), yaitu keyakinan bahwa penggunaan teknologi akan meningkatkan kinerja mereka (Davis, 1989. Venkatesh & Davis, 2. Dalam konteks UMKM, manfaat yang dirasakan berupa percepatan proses penyajian laporan keuangan yang sebelumnya membutuhkan waktu lama dengan pencatatan manual, kini dapat diperoleh secara real-time. Persepsi manfaat inilah yang mendorong pelaku UMKM untuk terus menggunakan SIA, sehingga kecepatan penyajian informasi dapat tercapai secara konsisten. Selain itu, hasil ini juga selaras dengan konstruk perceived ease of use (PEOU) dalam TAM. Ketika UMKM merasa SIA mudah digunakan, misalnya melalui antarmuka sederhana, fitur otomatisasi jurnal, hingga integrasi laporan, maka hambatan teknis dan psikologis dalam adopsi teknologi berkurang secara Kemudahan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat persepsi bahwa sistem tersebut memang layak digunakan untuk mempercepat pengambilan keputusan keuangan. Dengan demikian, kombinasi PU dan PEOU menjelaskan mengapa adopsi SIA menghasilkan peningkatan signifikan pada ketepatan waktu informasi. Hasil ini sejalan dengan studi terbaru yang menemukan bahwa penerimaan SIA berbasis digital pada UMKM di era transformasi digital terbukti mempercepat siklus pelaporan dan meningkatkan timeliness informasi keuangan. Temuan ini konsisten dengan bukti-bukti empiris sebelumnya. Penelitian oleh (Johnson. Williams, & Smith, 2. yang menyoroti pengurangan waktu siklus pelaporan berkat adopsi SIA berbasis cloud menemukan resonansinya dalam konteks UMKM di Sumbawa. Demikian pula, hasil ini mendukung argumen (Davis & Miller, 2. bahwa kecepatan informasi yang difasilitasi SIA meningkatkan kelincahan organisasi. Bagi UMKM, kelincahan ini sangat penting untuk merespons perubahan pasar atau permintaan data mendadak dari pihak eksternal seperti bank atau kantor pajak. Secara kontekstual, kecepatan penyajian informasi memberikan keuntungan kompetitif yang nyata bagi UMKM di Kabupaten Sumbawa. Kemampuan untuk menghasilkan laporan keuangan dengan cepat sangat vital saat mengajukan permohonan kredit ke lembaga keuangan, yang sering kali menjadi kendala bagi pertumbuhan UMKM. Selain itu, informasi yang cepat saji memungkinkan pemilik untuk segera mengidentifikasi masalah . isalnya, biaya yang membengkak atau penjualan yang menuru. dan mengambil tindakan korektif sebelum masalah tersebut menjadi lebih besar. Ini mengubah paradigma manajemen dari yang bersifat reaktif menjadi proaktif dan berbasis data. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi terhadap Kepatuhan Pajak Hipotesis ketiga (H. yang menyatakan bahwa SIA berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Pajak juga terbukti diterima dengan nilai koefisien jalur tertinggi . dan T-Statistik yang sangat kuat . Temuan ini menggarisbawahi peran sentral SIA sebagai pendorong utama kepatuhan pajak UMKM di Kabupaten Sumbawa. Besarnya pengaruh ini menandakan bahwa intervensi melalui teknologi informasi merupakan salah satu strategi paling efektif untuk mengatasi masalah rendahnya kepatuhan pajak yang berakar dari kesulitan teknis dalam administrasi keuangan. Secara teoretis, pengaruh SIA terhadap E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 kepatuhan pajak bersifat multifaset. Pertama, seperti yang telah dibuktikan oleh H1 dan H2. SIA menghasilkan laporan yang akurat dan tepat waktu, yang merupakan fondasi untuk menghitung dan melaporkan pajak dengan benar. Kedua. SIA mengurangi beban administratif dan kompleksitas yang dirasakan oleh Wajib Pajak. Fitur seperti perhitungan PPh Final otomatis atau pembuatan rekap PPN secara langsung menyederhanakan proses yang sebelumnya dianggap rumit dan memakan waktu (Mardiasmo, 2. Ketiga. SIA meningkatkan transparansi melalui penciptaan jejak audit, yang meningkatkan risiko deteksi jika terjadi ketidakpatuhan yang disengaja. Hasil pembahasan ini sangat selaras dengan kerangka Technology Acceptance Model (TAM), yang menyoroti dua konstruk utama perceived usefulness dan perceived ease of use sebagai penentu utama penerimaan teknologi oleh pengguna. Tingginya koefisien jalur antara SIA dan kepatuhan pajak UMKM mengindikasikan bahwa pengguna UMKM di Kabupaten Sumbawa melihat SIA sebagai sangat bermanfaat dalam meningkatkan akurasi dan ketepatan pelaporan pajak . erceived usefulnes. Hal ini diperkuat oleh peran SIA dalam mengurangi beban administratif dan kompleksitas melalui fitur-fitur otomatis yang disediakan, sehingga memudahkan wajib pajak dalam mengelola administrasi perpajakan . erceived ease of us. Menurut TAM, ketika sebuah teknologi dianggap bermanfaat dan mudah digunakan, maka tingkat penerimaannya akan semakin tinggi dan berdampak positif terhadap perilaku pengguna, termasuk perilaku kepatuhan pajak. Lebih lanjut, aspek transparansi dan penciptaan jejak audit yang ditawarkan oleh SIA juga dapat dikaitkan dengan elemen eksternal dalam model TAM, yaitu faktor-faktor yang memengaruhi persepsi pengguna terhadap teknologi secara tidak langsung. Transparansi dan jejak audit meningkatkan kepercayaan dan persepsi risiko, yang pada akhirnya memperkuat motivasi wajib pajak untuk mematuhi regulasi perpajakan. Dengan demikian, pengaruh signifikan SIA terhadap kepatuhan pajak tidak hanya didorong oleh faktor teknis, tetapi juga proses psikologis internal yang diprediksi oleh TAM. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi penerapan SIA berbasis teknologi dapat mempercepat digitalisasi administrasi perpajakan sekaligus meningkatkan kepatuhan pajak UMKM melalui pemanfaatan kedua aspek utama TAM dalam pengembangan sistem informasi (Davis, 1989. Mardiasmo, 2. Hasil ini memperkuat temuan-temuan sebelumnya secara signifikan. Sejalan dengan studi oleh (Kim & Park, 2. , penelitian ini menunjukkan bahwa adopsi SIA secara langsung meningkatkan kepatuhan formal . etepatan wakt. dan material . ebenaran Temuan ini juga mendukung argumen (Santoso, 2. mengenai efek jera . eterrent effec. dari jejak audit yang dihasilkan SIA. Dengan adanya catatan transaksi yang rapi dan sulit dimanipulasi, insentif untuk melakukan praktik penghindaran pajak yang agresif akan berkurang. Pada UMKM di Kabupaten Sumbawa, temuan ini memiliki implikasi kebijakan yang sangat penting. Upaya pemerintah daerah dan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama untuk meningkatkan kepatuhan pajak akan jauh lebih efektif jika tidak hanya berfokus pada sosialisasi dan penegakan hukum, tetapi juga pada fasilitasi adopsi teknologi SIA. Dengan membantu UMKM mengatasi kendala teknis fundamental dalam pencatatan keuangan, otoritas pajak secara proaktif mengatasi akar masalah ketidakpatuhan, bukan hanya gejalanya. Program pendampingan, subsidi perangkat lunak, atau pelatihan penggunaan SIA dapat menjadi investasi strategis untuk meningkatkan basis pajak secara SIMPULAN Hasil penelitian ini secara konklusif menunjukkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi (SIA) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Akurasi Laporan Keuangan. Kecepatan Penyajian Informasi, dan Kepatuhan Pajak pada UMKM, khususnya dalam konteks Kabupaten Sumbawa. SIA tidak hanya berfungsi sebagai alat teknis, tetapi sebagai E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 fondasi transformatif yang memengaruhi setiap aspek pelaporan dan kewajiban fiskal. Peningkatan akurasi laporan keuangan terbukti didorong oleh kemampuan SIA dalam menstandarisasi proses, menerapkan kontrol internal, dan meminimalkan kesalahan manusia. Secara simultan, kecepatan penyajian informasi ditingkatkan melalui otomatisasi siklus akuntansi yang memungkinkan pelaporan secara real-time. Temuan ini menggarisbawahi bahwa peningkatan kepatuhan pajak bukanlah sebuah hasil yang berdiri sendiri, melainkan konsekuensi logis dari perbaikan kualitas informasi akuntansi. Kekuatan SIA terletak pada kemampuannya menciptakan sinergi: laporan yang akurat dan cepat saji secara kolektif mengurangi beban administratif, meminimalkan risiko kesalahan hitung, dan meningkatkan kepercayaan diri pelaku UMKM dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Dalam ekosistem bisnis yang menuntut transparansi dan akuntabilitas, keberhasilan UMKM dalam menjaga kepatuhan sangat bergantung pada kualitas infrastruktur informasinya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa untuk mengatasi tantangan kepatuhan pajak secara fundamental di Kabupaten Sumbawa, intervensi harus difokuskan pada penguatan kapabilitas internal UMKM. Peningkatan kepatuhan pajak sangat dipengaruhi oleh kemampuan UMKM dalam mengadopsi dan memanfaatkan SIA secara efektif. Oleh karena itu, investasi dalam memfasilitasi adopsi SIA melalui pelatihan, pendampingan, atau insentif menjadi strategi Kebijakan yang mendorong implementasi SIA secara efektif akan menjadi kunci untuk membangun budaya kepatuhan yang berkelanjutan, meningkatkan tata kelola keuangan, dan pada akhirnya, mengoptimalkan potensi penerimaan pajak dari sektor UMKM. DAFTAR PUSTAKA