Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ https://doi. org/10. 60041/jap/v1i2. Meningkatkan Prestasi Akademik Siswa Kelas i SDN Tanjungmekar I Menggunakan Metode Diskusi Mata Pelajaran PKn Materi Pokok Mencerminkan Harga Diri Devi Fadilah . Dina Syaflita Pendidikan Guru Sekolah Dasar. FKIP. Universitas Terbuka Pendidikan Fisika. FKIP. Universitas Riau *Email: devifadillah1809@gmail. Received 04/08/2023. accepted 17/09/2023 . published 17/09/2023 Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pencapaian akademik siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di kelas i SDN Tanjungmekar I dengan fokus pada pengembangan harga diri siswa melalui pendekatan diskusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan desain penelitian tindakan kelas, melibatkan partisipasi 23 siswa sebagai subjek Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Metode diskusi diadopsi sebagai strategi pembelajaran untuk mendorong keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran PKN. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam prestasi akademik siswa setelah penerapan metode diskusi. Sebelum penelitian dilakukan, rata-rata skor siswa dalam pra-tes adalah 64,5. Setelah tiga siklus penerapan metode diskusi, rata-rata skor siswa meningkat menjadi 82,5. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode diskusi berpotensi meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PKN di kelas i SDN Tanjungmekar I. Kata Kunci: Metode Diskusi. Pendidikan Kewarganegaraan. Prestasi Akademik Abstract The primary objective of this study is to elevate the academic performance of third-grade students at Tanjungmekar I Elementary School in the domain of Citizenship Education (PKN) through the utilization of the discussion method, which specifically focuses on nurturing self- esteem. Utilizing a qualitative approach with a classroom action research design, this investigation involved the active participation of 23 students. The data collection process encompassed thorough classroom observations, interviews conducted with both the teacher and students, and comprehensive learning achievement tests. By implementing the discussion method as an instructional strategy, the researchers aimed to stimulate students' active involvement in the learning process of PKN. The results revealed a noteworthy enhancement subsequent to the implementation of the discussion Initially, during the pre-test phase, students achieved an average score of 64. However, following three cycles of employing the discussion method, the average score escalated to 82. Thus, it can be inferred that the discussion method effectively augments students' learning outcomes in the PKN subject within the third grade of Tanjungmekar I Elementary School. Keywords: Discussion Method. Citizenship Education. Academic Performance PENDAHULUAN Kemajuan manusia terus mengalami perkembangan dan mobilitas di berbagai ranah. Progres kehidupan dan peradaban yang semakin maju memaksa individu untuk menjaga kompetensi mereka sejalan dengan tuntutan zaman. Dalam menjelajahi potensi diri, pendidikan membentuk lanskap jalur-jalur yang memungkinkan manusia menggali kompetensi-kompetensi mereka (Octaviana, 2. Pendidikan, sebagai alat pengukur kapasitas individu, bertindak sebagai tolak ukur untuk mengamati pengetahuan, orientasi. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 75 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap/v1i2. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ dan kecakapan yang dipunyai oleh seseorang. Kunci keberhasilan proses pembelajaran ini sangat tergantung pada semua elemennya, dengan tokoh-tokoh utama yang memegang peran penting adalah guru dan murid (Benjamin, 2. Pendidikan memiliki peran sentral dalam menciptakan generasi yang mengesankan. Salah satu aspek yang tak terpisahkan dari pendidikan adalah pencapaianakademik siswa yang menjadi indikator keberhasilan proses Prestasi akademik siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Faktor internal melibatkan potensi individu siswa, minat dalam belajar, motivasi, serta pengalaman pendidikan sebelumnya. Di sisi lain, faktor eksternal meliputi peran guru, metode pengajaran, lingkungan belajar, dan fasilitas pembelajaran yang digunakan. PKn merupakan subjek inti yang harus diajarkan kepada murid mulai dari SD hingga perguruan tinggi. PKn mengusung wawasan yang meluas, merangkum kehidupan kita sebagai warga negara, dan bertujuan memandu kita menjadi individu yang berintegritas dan berkecerdasan tajam. Salah satu subjek menarik dalam mata pelajaran PKn untuk siswa kelas i adalah "Menghargai Perbedaan dan Mengenal Karakteristik Lingkungan Sekitar. Dalam rangkaian materi yang begitu beragam ini, kita perlu menggunakan alat-alat yang tepat agar semua konsep tersampaikan dengan jelas dan pembelajaran berlangsung secara efektif (Kurniawan, 2018. Anwar, 2. Menurut Wibowo, dkk. Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (Pk. memiliki tujuan yang mulia, yaitu memberikan wawasan yang mendalam dan pengalaman yang berharga mengenai hak dan tanggung jawab sebagai anggota negara, serta menggaris bawahi pentingnya etika dan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di dalam kurikulum Pkn kelas 3 terdapat materi yang tak ternilai, yaitu pemahaman mengenai harga diri. Materi ini memiliki peranan penting dalam pembentukan siswa yang berkualitas, karena dapat membantu mereka meningkatkan rasaharga diri dan keyakinan diri secara signifikan. Menurut Santoso . ada beberapa ciri-ciri metode pengajaran yang optimal yang dapat kita tinjau dengan cara yang unik dan cerdas. Pertama, metode tersebut harus mampu membangkitkan hasrat belajar siswa, menjadikan mereka terpesona dengan materi yang diajarkan. Kedua, metode tersebut harus menantang siswa agar aktif secara penuh dalam proses pembelajaran, merangsang pemikiran dan partisipasi Ketiga, metode tersebut juga harus melibatkan seluruh dimensi siswa, yaitupikiran, fisik, dan emosi mereka, sehingga menciptakan pengalaman pembelajaran yang holistik. Keempat, metode tersebut harus memberikan kemudahan bagi guru, memungkinkan mereka untuk mengajar dengan lebih efisien dan efektif. Kelima, metode tersebut harus mampu merangsang kreativitas siswa, mengembangkan potensi mereka dalam menciptakan solusi dan ide-ide baru. Dan terakhir, metode tersebut harus mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang sedang dipelajari, membantu mereka menginternalisasi konsep- konsep yang kompleks. Dengan demikian, pentingnya metode pengajaran dalam mencapai kesuksesan proses pembelajaran menjadi semakin jelas dan Seorang pendidik perlu menyeleksi serta menerapkan pendekatan yang optimal sesuai dengan keadaan serta konteks proses belajarmengajar yang beragam. (Huljannah, et, 2. Metode pengajaran merupakan elemen yangtak tergantikan dan menentukan dalam penyelenggaraan program pembelajaran, khususnya di dalam ranah pendidikan sebagai sebuah proses interaktif dan komunikatif antara pendidik, materi pembelajaran, serta peserta didik. Permasalahan yang ditemukan dalam proses pembelajaran di kelas i SDN Tanjungmekar 1 Desa Tanjungmekar Kecamatan Pakisjaya Kabupaten Karawang adalah This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 76 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap/v1i2. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ Siswa kurang konsentrasi ketika guru menerangkan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, anak asyik mengobrol dengan teman sebangkunya selain itu guru terlalu banyak ceramah pada waktu menyampaikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, menjadi bosan dalam menerima pelajaran. Selain itu juga siswa tidak memiliki motivasi yang tinggi untuk mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan karena dianggap pelajaran yang kurang Akibatnya banyak siswa yang nilainya di bawah KKM. Melalui penerapan metode diskusi, sebuah pendekatan yang penuh daya ungkit, telah terbukti secara efektif meningkatkan pencapaian siswa dalam mata pelajaran Pkn. Dengan menggunakan strategi ini, siswa didorong untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran, sambil mengasah kemampuan mereka dalam berpikir kritis dan kreatif. Selain itu, melalui metode diskusi ini, siswa juga dapat melatih kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan bekerja sama dengan teman sekelas, membuka jalan menuju perkembangan yang lebih baik dalam hal interaksi sosial dan kolaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah pendekatan inovatif yang cerdas dan menarik guna meningkatkan pencapaian akademik siswa di mata pelajaran Pkn pada tingkat kelas i di SDN Tanjungmekar I. Pakisjaya. Karawang. Upaya penelitian ini akan difokuskan pada materi utama yang membahas "Menghargai Diri Sendiri" dengan menerapkan metode diskusi yang menarik. Dengan demikian, penelitian ini bermaksud menghasilkan sebuahpendekatan yang unik dan cerdas dalam mencapai tujuan yang telah Meningkatkan efektivitas pembelajaran siswa pada mata pelajaran Pkn di kelas i dengan menggunakan metode diskusi untuk mempelajari dan memahami konsep mengenal harga diri. Menganalisis dampak dari penerapan metode diskusi terhadap prestasi belajar siswa, dengan mengamati peningkatan yang terjadi setelah metode ini diterapkan secara Dengan demikian, penelitian ini mengeksplorasi metode pembelajaran yang inovatif dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang harga diri melalui proses diskusi yangterarah. Selain itu, penelitian ini juga melihat bagaimana metode diskusi dapat berkontribusi terhadap peningkatan prestasi belajar siswa secara keseluruhan. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas i SDN Tanjungmekar 1 yang terdiri dari 11 orang laki-laki dan 12 orang Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni tahun ajaran 2022/2023 Penelitian ini dilaksanakan pada materi Mencerminkan Harga Diri. Instrumen pengumpul data dalam penelitian ini berupa kuantitatif Selanjutnya data yang diperoleh diolah secara deskriptif dengan bantuan diagram/tabel. Adapun tahapanyang dilaksanakan dalam PTK ini ditampilkan pada Gambar 1. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 77 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap/v1i2. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ Gambar 1. Tahapan PTK (Widia, dkk, 2. Pada Gambar 1. PTK yang dilaksanakan berupa siklus dimana setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Dalam desain penelitian, rencana penelitian tindakan untuk pengajaran dapat di jabarkan sebagai berikut: Perencanaan atau desain Kegiatan yang terstruktur dan terencana, tetapi tidak mencegah perubahan yang terjadi dalam keadaan yang tepat. Operasi atau aktivasi Tindakan atau tindakan dalam penelitian ini mengacu pada aktivitas sadar dan terkendali, yang merupakan varian dari praktik yang cermat dan bijaksana. Langkah-langkah didasarkan pada rencana yang direncanakan. Observasi atau Pengamatan Mengamati aktivitas ini membantu mendokumentasikan peristiwa yang terjadi selama Refleksi Pengingat dan memikirkan langkah-langkah yang diterapkan konsisten dengan hasil Alat penilaian merupakan instrumen yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan informasi dengan tujuan mempermudah pekerjaan dan mencapai hasil yang lebih baik. Alat ini dirancang secara teliti, sistematis, dan mudah diolah. Beberapa alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Lembar observasi Berisi catatan yang menggambarkan aktivitas peneliti dan siswa selama proses pembelajaran di kelas. Bentuknya berupa formulir observasi sistematis yang digunakan untuk mencatat dan memantau kegiatan pembelajaran. Wawancara Wawancara dilakukan dengan siswa secara tidak terstruktur, artinya hanya siswa terpilih yang diwawancarai tentang aktivitas, tanggapan, dan sikap mereka terhadap This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 78 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap/v1i2. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ Jurnal harian Jurnal harian itu berisi informasi tentang peristiwa yang belum ada di lembar observasi. Buku harian ini berfungsi untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran dan untuk mendeskripsikan aktivitas siswa dan guru selama pembelajaran berlangsung. Bahan ajar Bahan ajar terdiri dari buku guru, buku siswa dan lembar kerja siswa. Lembar penilaian Bentuk penilaian ini berbentuk angket dan berfungsi sebagai acuan kompetensi siswa terkait dengan materi yang dipelajari. Ketercapaian penelitian ini tercapai apabila sebanyak 80% siswa mencapai nilai 100. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada tahap permulaan, guru melibatkan siswa dalam suasana belajar yang kondusif dengan melakukan beberapa langkah rutin seperti berdoa, mengabsen, dan mengingatkan siswa untuk menyiapkan peralatan tulis. Setelah itu, dilakukan apersepsi dan penyampaian materi pembelajaran dengan cara yang menarik agar memikat perhatian siswa. Guru mendorong interaksi aktif siswa dengan melakukan sesi tanya jawab yang membuat proses pembelajaran menjadi hidup dan melibatkan partisipasi siswa secara aktif. Setelah itu, murid-murid diklasifikasikan ke dalam kelompok-kelompok untuk menyelesaikan tugas yang telah diberikan oleh pengajar. Pengajar bekerja sama dengan murid- murid untuk mengulas hasil kerja setiap kelompok, mencapai pemahaman bersama tentang materi yang telah dipelajari, dan melakukan penilaian secara individu. Sebagai langkah berikutnya, pengajar menyampaikan pesan moral kepada murid-murid guna memperkuatpemahaman tentang pentingnya belajar dengan tekun di rumah. Dengan cara ini, pengajar tidak hanya menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, tetapi juga mengaktifkan partisipasi murid-murid dalam proses pembelajaran. Melalui interaksi, kolaborasi, dan introspeksi, murid-murid diberikan kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran dan mendapatkan pemahaman yang lebih Pada tahap pengamatan setelah melaksanakan perbaikan pembelajaran dalam siklus I, terlihat adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa dibandingkan dengan nilai sebelumnya . Sebelumnya, pada evaluasi Mata Pelajaran Pkn di kelas i SDN Tanjungmekar I dengan topik "Mencerminkan Harga Diri" selama prasiklus, terdapat sejumlah siswa yang belum mencapai tingkat kelulusan minimal yang ditetapkan, yaitu 65. Dari total 23 siswa, sekitar 16 siswa atau sekitar 69,56% masih belum mencapai tingkat kelulusan minimal, sehingga hanya sekitar 30,43% siswa yang berhasil mencapai tingkat kelulusan minimal. Namun, setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus I, terjadi peningkatan yang signifikan. Hanya terdapat 10 siswa atau sekitar 43,47% yang belum mencapai tingkat kelulusan minimal, sementara 13 siswa atau sekitar 56,52% siswa masih belum mencapai tingkat kelulusan minimal. Hal ini menunjukkan peningkatan sebesar sekitar 22,09% dalam persentase antara evaluasi prasiklus dan siklus I. Dengan demikian, hasil evaluasi pembelajaran pada prasiklus dan siklus I dapat dilihat pada tabel: This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 79 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ https://doi. org/10. 60041/jap/v1i2. Tabel 1. Perolehan Nilai Siswa pada Pra Siklus dan Siklus I Pra Siklus No. Nilai Siklus I Jumlah Persentase Jumlah Persentase 17,39 30,44 39,13 34,78 43,48 34,78 5,56 Jumlah Deskripsi Siklus II Dalam melaksanakan Tindakan Perbaikan pada siklus 2, guru berhasil mengatasi kelemahan dan kekurangan yang teridentifikasi pada siklus 1 dengan strategi yang lebih efektif. Guru telah meningkatkan efisiensi waktu, mengaktifkan partisipasi siswa dalampembelajaran melalui diskusi kelompok, memberikan kesempatan yang lebih luas bagi siswa untuk bertanya, dan menyampaikan materi secara berulang- ulang. Keberhasilan mencapai titik puncak setelah melakukan perbaikan yang cermat pada proses pembelajaran pada tahap awal. Implementasi yang ditingkatkan pada tahap berikutnya menghasilkan perencanaan yang lebih optimal, yang berdampak positif dalamkemajuan dan peningkatan yang signifikan. Indikasi keberhasilan ini dapat dijelaskan dengan perbandingan nilai evaluasi antara tahap awal dan tahap berikutnya, yang diperlihatkan dalam grafik berikut ini: Gambar 2. Nilai Siswa pada Siklus I dan Siklus II This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 80 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ https://doi. org/10. 60041/jap/v1i2. Dari hasil observasi pada putaran awal, terdapat sepuluh murid yang belum memenuhi persyaratan minimal kelulusan (KKM) dari total 23 murid, atau sekitar 43,47%. Sebaliknya, tiga belas murid telah berhasil mencapai KKM, yang setara dengan 56,52%. Setelah melaksanakan upaya perbaikan dalam proses pembelajaran pada putaran kedua, terjadi peningkatan yang signifikan dalam penilaian murid. Hanya ada dua murid yang masih belum mencapai KKM, atau sekitar 8,69% dari jumlah keseluruhan murid. Di sisi lain, dua puluh satu murid telah mencapai KKM, atau sekitar 91,03%. Oleh karena itu, terjadi peningkatan sebesar 34,51% dalam persentase penilaian dari putaran pertama ke putaran kedua. Berikut ini adalah tabel yang menggambarkan persentase perolehan penilaian padaputaran pertama dan kedua untuk memperjelas informasi tersebut: Tabel 2. Persentase Perolehan Nilai Evaluasi Siklus I dan siklus II Siklus I Nilai Jumlah Siklus II Persentase Jumlah Persentase 17,39 73,91 39,13 17,39 43,48 8,69 Jumlah Berikut ini terdapat grafik yang menggambarkan perbedaan rata- rata dalam hasil penilaian evaluasi sepanjang Pra-Siklus. Siklus I, dan Siklus II: Rata-rata Pra Siklus Siklus I Kegiatan Siklus II Gambar 3. Perbandingan Rata-rata pada Tahapan Pra Siklus. Siklus I, dan Siklus II This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 81 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap/v1i2. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ KESIMPULAN Penggunaan pendekatan kelompok diskusi dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas i SDN Tanjungmekar I. Kecamatan Pakisjaya. Kabupaten Karawang, telah membuktikan keefektifannya dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Dapat terlihat dari hasil evaluasi, di mana sejumlah siswa berhasil mencapai nilai di atas batas ketuntasan yang ditetapkan. Persentase siswa yang mencapai prestasi tersebut meningkat secarasignifikan dari tahap awal hingga tahap akhir. Dalam menghadapi variasi individual dan gaya belajar siswa yang beragam, peneliti selaku guru telah memilih metode pengerjaan latihan sebagai pendekatan pembelajaran. Metode ini terbukti efektif dalam memastikan interaksi dan proses belajar yang optimal. Sebagai hasilnya, terjadi peningkatan yang signifikan dalam prestasi belajar siswa kelas i SDN Tanjungmekar I. Kecamatan Pakisjaya. Kabupaten Karawang, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang membahas tentang "Mencerminkan Harga Diri,"mulai dari tahap awal, melalui tahap pertama, hingga mencapai tahap kedua. DAFTAR PUSTAKA