INFORMATIKA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. No. Desember 2025 Hal. 160 - 167 e-ISSN: 2774-7921 DIGITALISASI PENDIDIKAN MELALUI PELATIHAN MICROSOFT WORD BAGI PESERTA DIDIK SMPN 1 TROWULAN Lintang Ramadhani1. Devri Bayu Perdana Putra2. Mochammad Alhafis Havian3. Siti Nur MazroAoatin Nisa4. Alvin Barka Andiya5 Pendidikan Agama Islam. Universitas KH. Wahab Hasbullah Jombang Informatika. Universitas KH. Wahab Hasbullah Jombang Sistem Informasi. Universitas KH. Wahab Hasbullah Jombang Hukum Keluarga Islam. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang *Email: lintang@unwaha. ABSTRACT This community service program focused on improving the digital literacy of students at SMPN 1 Trowulan through Microsoft Word training. The main problem faced was students' low skill level in using word processing applications due to limited facilities, limited computer practice, and the predominant use of smartphones over computers. The activity method consisted of initial observation, development of training modules, implementation of step-by-step practice, intensive mentoring, and evaluation of results. The training materials included an introduction to basic features, document organization, insertion of images and tables, and preparation of reports in accordance with academic The results showed a significant improvement in students' digital skills, demonstrated by their ability to create simple documents, adjust text formatting, and compile neat reports. Furthermore, the training fostered learning motivation, increased self-confidence, and encouraged students' creativity in utilizing technology. The program's impact was felt not only by students but also by teachers and the school through the availability of training modules that can be used continuously. Thus, this Microsoft Word training is an important first step in realizing the digitalization of education at SMPN 1 Trowulan. Keywords: digitalization of education, digital literacy. Microsoft Word ABSTRAK Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan fokus pada peningkatan literasi digital peserta didik SMPN 1 Trowulan melalui pelatihan Microsoft Word. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya keterampilan siswa dalam menggunakan aplikasi pengolah kata akibat keterbatasan fasilitas, minimnya praktik komputer, serta dominannya penggunaan smartphone dibandingkan komputer. Metode kegiatan dilakukan melalui observasi awal, penyusunan modul pelatihan, pelaksanaan praktik bertahap, pendampingan intensif, hingga evaluasi hasil. Materi pelatihan mencakup pengenalan fitur dasar, pengaturan dokumen, penyisipan gambar dan tabel, serta penyusunan laporan sesuai kaidah Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan digital siswa, ditandai dengan kemampuan mereka membuat dokumen sederhana, mengatur format teks, hingga menyusun laporan yang rapi. Selain itu, pelatihan ini menumbuhkan motivasi belajar, meningkatkan kepercayaan diri, dan mendorong kreativitas siswa dalam memanfaatkan teknologi. Dampak program tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga guru dan sekolah melalui keberadaan modul pelatihan yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pelatihan Microsoft Word ini menjadi langkah awal penting dalam mewujudkan digitalisasi pendidikan di SMPN 1 Trowulan. Kata Kunci: digitalisasi pendidikan, literasi digital. Microsoft Word Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi penerus bangsa, karena melalui pendidikan siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman(Pratama1 et al. , n. Yoga Pratama et al. , 2. Di era digital saat ini, keterampilan dalam mengoperasikan perangkat lunak komputer, khususnya Microsoft Word, menjadi salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh siswa(Arie, 2019. Pratama1 et al. , n. Aplikasi ini banyak digunakan dalam penyusunan tugas, laporan, hingga karya ilmiah sehingga penguasaan MS Word sejak dini akan membantu siswa dalam meningkatkan literasi digital(Fuji Yanti et al. , 2025. Wahyudin Adam et al. , n. SMPN 1 Trowulan merupakan lembaga pendidikan formal yang memiliki peran besar dalam menyiapkan siswa menghadapi tantangan abad 21(Naila et al. , 2. Meskipun demikian, berdasarkan hasil observasi, sebagian besar siswa masih belum menguasai secara optimal penggunaan aplikasi perkantoran, khususnya MS Word(AzizatunnafiAoah & Mufidah, 2023. Fernanda et al. , 2. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain keterbatasan praktik penggunaan komputer di sekolah, siswa yang lebih familiar dengan penggunaan smartphone dibandingkan komputer, serta materi keterampilan digital dalam kurikulum yang belum diajarkan secara mendalam. Padahal, perkembangan teknologi digital menuntut siswa agar mampu beradaptasi sejak dini(Yuliana & Sarmini, 2. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan MS Word yang dilaksanakan oleh kelompok KKN menjadi solusi yang tepat untuk memperkenalkan serta membiasakan siswa dalam menggunakan teknologi perkantoran(Fitriyadi, 2013. Yudha et al. , 2. Pelatihan ini mencakup pengenalan fitur dasar MS Word, pengaturan dokumen, pembuatan tabel, penyisipan gambar, hingga format penulisan yang sesuai dengan kaidah akademik. Dengan metode tersebut, siswa akan memiliki keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan belajar sehari-hari(Pratama1 et al. , 2025. Yoga Pratama et al. Melalui program ini, siswa SMPN 1 Trowulan diharapkan mampu memahami fungsi dan fitur dasar MS Word, terbiasa menggunakannya dalam menyelesaikan tugas sekolah, memiliki keterampilan digital dasar sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, serta termotivasi untuk memanfaatkan teknologi secara positif dalam kehidupan sehari-hari. Program pelatihan ini tidak hanya memberikan dampak langsung kepada siswa, tetapi juga mendukung peran sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan berbasis teknologi(Siti Nurjanah et al. Dengan demikian, pelatihan MS Word bagi siswa SMPN 1 Trowulan dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan digitalisasi pendidikan di lingkungan sekolah menengah pertama(Lestari & Lestari, 2. Padahal, perkembangan teknologi digital menuntut siswa agar mampu beradaptasi sejak dini(Siti Nurjanah et al. , 2. Adapun mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah SMPN 1 Trowulan yang berlokasi di Kecamatan Wonorejo. Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan hasil analisis situasi, ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh sekolah dan peserta didik terkait keterampilan digital, khususnya dalam penggunaan aplikasi Microsoft Word, yaitu Pertama, rendahnya pemahaman siswa mengenai penggunaan aplikasi perkantoran. Sebagian besar siswa belum terbiasa menggunakan Microsoft Word dalam mengerjakan tugas sekolah, karena lebih sering menggunakan smartphone daripada komputer(Fitri et al. , 2. Kedua. Minimnya pembelajaran berbasis praktik komputer di sekolah. Materi teknologi informasi dalam kurikulum belum mengajarkan penguasaan aplikasi pengolah kata secara mendalam, sehingga siswa hanya mengenal fungsi dasar tanpa pendalaman praktik. Ketiga. Keterbatasan perangkat dan fasilitas laboratorium komputer. Meskipun sekolah memiliki fasilitas komputer, jumlah perangkat yang tersedia masih terbatas dibandingkan dengan jumlah siswa, sehingga praktik belajar menjadi kurang Keempat, kurangnya inovasi pembelajaran berbasis digital Guru masih dominan menggunakan metode konvensional dalam pembelajaran, sehingga integrasi keterampilan digital, seperti penguasaan MS Word, belum diterapkan secara maksimal(Fernanda et al. , 2. METODE Pendekatan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan kualitatif adalah sebuah prosedur penelitian yang menghasilkan data yang bersifat deskriptif (Lintang Ramadhani, 2. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian tidak bermaksud menguji hipotesis atau menghasilkan angka statistik, tetapi lebih menekankan pada pemahaman makna, proses, serta pengalaman siswa dalam kegiatan pembelajaran (Lintang Ramadhani, 2. Melalui pendekatan ini, peneliti ingin menggali secara mendalam bagaimana Digitalisasi Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Pendidikan Melalui Pelatihan Microsoft Word. Dalam pelaksanaannya, data diperoleh melalui tiga teknik utama, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi (Diana et al. , 2. Observasi dilakukan secara langsung pada saat kegiatan seminar berlangsung, sehingga peneliti dapat mengamati interaksi antar peserta didik dan mahasiswa, tingkat partisipasi, serta suasana kondusif yang tercipta. Wawancara dilakukan dengan peserta didik yang mengikuti kegiatan, dengan tujuan untuk mendapatkan penilaian Sementara itu, dokumentasi berupa foto dan video kegiatan digunakan sebagai bukti pendukung, sekaligus memberikan gambaran visual yang lebih nyata tentang proses pelaksanaan program. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan (Ramadhani et al. , 2. : . reduksi data, yaitu memilah dan merangkum informasi penting dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. penyajian data, yakni mengorganisasi data dalam bentuk narasi deskriptif agar lebih mudah dipahami. penarikan kesimpulan, yaitu merumuskan temuan penelitian secara logis dan sistematis. Dengan pendekatan ini, penelitian mampu menghadirkan gambaran yang lebih kaya dan mendalam mengenai keberhasilan pelaksanaan seminar. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program Digitalisasi Pendidikan melalui Pelatihan Microsoft Word di SMPN 1 Trowulan telah memberikan dampak yang signifikan bagi peningkatan keterampilan digital peserta didik. Tujuan utama dari kegiatan ini, yaitu meningkatkan kemampuan dasar siswa dalam menggunakan aplikasi pengolah kata, berhasil tercapai dengan baik. Berdasarkan hasil evaluasi, mayoritas siswa mampu membuat dokumen sederhana, melakukan pengaturan format teks, menyisipkan gambar maupun tabel, serta menyusun laporan sesuai dengan kaidah penulisan yang benar(Wahyudin Adam et al. , n. Yoga Pratama et al. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan mampu dipraktikkan secara langsung oleh para peserta didik dalam tugas sekolah Antusiasme siswa terlihat dari tingginya tingkat kehadiran serta partisipasi aktif dalam setiap sesi pelatihan(Pratama1 et al. , n. Wahyudin Adam et al. , n. Bahkan, sebagian siswa menampilkan kreativitas yang lebih dengan menambahkan variasi desain, format, serta elemen visual dalam dokumen yang mereka buat. Kreativitas ini menjadi salah satu indikator bahwa pelatihan tidak hanya melatih keterampilan dasar, tetapi juga membuka ruang bagi siswa untuk bereksplorasi dengan fitur-fitur yang tersedia dalam Microsoft Word. Guru pendamping pun memberikan respon positif, karena kegiatan ini sangat membantu mereka dalam mendorong siswa untuk lebih terampil memanfaatkan teknologi sebagai sarana pendukung pembelajaran. Gambar 1. Pendampingan Peserta Didik Selain itu, sekolah mendapatkan manfaat tambahan berupa modul pelatihan yang dapat dijadikan panduan belajar secara berkelanjutan. Keberadaan modul ini memungkinkan siswa maupun guru untuk mengulang materi secara mandiri di luar sesi pelatihan, sehingga hasil dari program tidak hanya berhenti pada periode pelaksanaan KKN, tetapi juga memiliki keberlanjutan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari di sekolah. Dengan demikian, program digitalisasi pendidikan melalui pelatihan Microsoft Word ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek dalam bentuk peningkatan keterampilan, tetapi juga berpotensi menjadi fondasi penting dalam membangun budaya literasi digital di lingkungan sekolah. Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Adapun kegiatan pelatihan Microsoft Word di SMPN 1 Trowulan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari tahap persiapan hingga tahap evaluasi. Rangkaian pelaksanaan kegiatan adalah sebagai Tahap Observasi C Tim KKN melakukan observasi awal di SMPN 1 Trowulan untuk mengetahui kondisi sarana prasarana laboratorium komputer, jumlah perangkat yang tersedia, serta tingkat kemampuan awal siswa dalam menggunakan komputer. C Dari hasil observasi, diperoleh informasi bahwa sebagian besar siswa hanya menguasai fungsi dasar komputer dan jarang menggunakan aplikasi Microsoft Word secara mendalam. Tahap Persiapan C Menyusun materi pelatihan yang meliputi: pengenalan menu dasar Microsoft Word, pembuatan dokumen, pengaturan format teks, penyisipan tabel/gambar, hingga pembuatan laporan C Menyiapkan modul praktikum berbasis langkah demi langkah agar siswa lebih mudah mengikuti C Menyiapkan perangkat komputer/laptop yang tersedia di laboratorium sekolah dan memastikan aplikasi Microsoft Word terinstal dengan baik. C Melakukan koordinasi dengan guru TIK dan pihak sekolah terkait jadwal pelaksanaan pelatihan. Tahap Pelatihan C Mengenalkan fungsi dasar aplikasi MS Word dan menu-menu utama. C Praktik Mengatur margin, ukuran kertas, dan orientasi halaman. C Menggunakan fitur format teks . ont, ukuran, warna, paragraph, bullet & numberin. C Praktik menyisipkan gambar, shapes, dan simbol. C Membuat tabel, mengatur ukuran kolom/baris, serta menggabungkan sel. C Siswa diminta membuat laporan dengan format yang benar . over, daftar isi, isi laporan. Tahap Pendampingan C Selama pelatihan, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil agar lebih fokus dalam praktik. C Tim KKN mendampingi siswa yang mengalami kesulitan. C Siswa yang lebih cepat memahami diarahkan untuk membantu temannya . eer learnin. Tahap Evaluasi dan Sosialisasi Hasil C Evaluasi dilakukan melalui tugas praktik, yaitu siswa membuat laporan sederhana dengan format penulisan yang sesuai. C Siswa yang berhasil menyelesaikan tugas dengan baik diberikan apresiasi. C Tim KKN menyerahkan modul pelatihan kepada pihak sekolah agar dapat digunakan kembali oleh guru untuk pelatihan berkelanjutan. Gambar 2. Pelaksanaan Program Digitalisasi Pendidikan Program Digitalisasi Pendidikan melalui Pelatihan Microsoft Word di SMPN 1 Trowulan memiliki fungsi yang beragam, baik bagi siswa, guru, maupun sekolah. Dari sisi edukatif, program ini berfungsi sebagai sarana pembelajaran literasi digital dasar, khususnya dalam penggunaan aplikasi pengolah kata Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 yang menjadi kebutuhan penting di dunia pendidikan dan pekerjaan. Fungsi praktis dari program ini terlihat pada kemampuan siswa dalam menyusun dokumen, laporan, dan makalah dengan format yang rapi dan sesuai kaidah penulisan. Selain itu, program ini juga memiliki fungsi pendukung pembelajaran karena membantu guru memperkaya metode mengajar dengan pendekatan berbasis teknologi. Fungsi lain yang tidak kalah penting adalah fungsi pemberdayaan, yaitu menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam menggunakan komputer serta membiasakan mereka memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif. Manfaat program ini dapat dirasakan secara langsung oleh siswa. Mereka memperoleh keterampilan dasar dalam mengoperasikan Microsoft Word, lebih percaya diri dalam menyelesaikan tugas berbasis komputer, serta terlatih berpikir sistematis melalui penyusunan dokumen yang terstruktur. Manfaat jangka panjangnya adalah siswa memiliki bekal keterampilan digital yang dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Bagi guru, program ini bermanfaat karena adanya modul pelatihan yang bisa digunakan sebagai bahan ajar tambahan, serta memudahkan dalam pemberian tugas berbasis digital karena siswa sudah terbiasa menggunakan aplikasi pengolah kata. Bagi sekolah, program ini mendukung terwujudnya visi digitalisasi pendidikan sekaligus meningkatkan citra sekolah sebagai lembaga yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Hal ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan keterampilan abad 21, termasuk literasi digital, kreativitas, kolaborasi, dan berpikir kritis. Dengan demikian, program pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir digital yang berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh siswa, sekolah, maupun masyarakat. Adapun dampak dari progam ini adalah sebagai berikut: C Dampak Ekonomi Program pelatihan Microsoft Word memberikan dampak ekonomi secara tidak langsung. Keterampilan digital dasar yang diperoleh siswa menjadi bekal penting ketika mereka melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja. Dengan kemampuan menyusun laporan, proposal, dan dokumen formal, siswa memiliki nilai tambah yang dapat meningkatkan daya saing di masa depan. Secara jangka panjang, hal ini berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang produktif, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. C Dampak Sosial Dari aspek sosial, program ini meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam menggunakan komputer, yang sebelumnya masih terbatas. Siswa menjadi lebih mandiri dalam mengerjakan tugas sekolah, sekaligus lebih aktif bekerja sama dengan teman sekelas dalam suasana belajar yang Selain itu, keterlibatan guru dalam program ini juga memperkuat hubungan antara siswa, pendidik, dan tim KKN, sehingga tercipta sinergi yang positif di lingkungan sekolah. C Dampak Pendidikan Dalam bidang pendidikan, program ini mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan keterampilan abad 21, terutama literasi digital, berpikir kritis, kreativitas, dan Guru memperoleh manfaat berupa tambahan metode pembelajaran berbasis teknologi, sementara siswa terbiasa menyelesaikan tugas menggunakan aplikasi Microsoft Word. Sekolah pun mendapatkan citra positif sebagai lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memiliki sumber belajar tambahan berupa modul pelatihan yang dapat digunakan berkelanjutan. C Dampak pada Sektor Lain Program ini juga berdampak pada pengembangan sumber daya manusia di masyarakat secara lebih luas. Siswa yang lebih terbuka teknologi akan lebih mudah mengakses informasi, menggunakan aplikasi edukasi, hingga berkontribusi dalam kegiatan berbasis digital di Hal ini mendorong terciptanya masyarakat yang lebih inovatif, modern, dan siap menghadapi tantangan era digital. Adapun luaran yang dihasilkan dari pelaksanaan program pelatihan Microsoft Word ini meliputi: Luaran Wajib C Laporan program pengabdian masyarakat bidang digitalisasi pendidikan C Modul pelatihan Microsoft Word untuk siswa SMPN 1 Trowulan C Dokumentasi kegiatan pelatihan . oto, video, dan absensi pesert. Luaran Tambahan C Meningkatnya keterampilan siswa dalam menggunakan MS Word untuk tugas sekolah Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 C Guru memiliki referensi metode pembelajaran berbasis aplikasi perkantoran. C Terbentuknya budaya literasi digital di lingkungan sekolah. C Siswa lebih percaya diri dalam menyusun laporan, makalah, maupun karya tulis sederhana dengan format yang benar. Dengan adanya solusi dan target luaran ini, diharapkan program KKN dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kompetensi siswa SMPN 1 Trowulan, sekaligus mendukung transformasi pendidikan berbasis digital di sekolah menengah pertama(Yudha et al. , 2. AuEvaluasi dilakukan melalui tugas praktik, yaitu siswa membuat laporan sederhana dengan format penulisan yang sesuai(Wahyudin Adam et al. , n. ) Program Digitalisasi Pendidikan melalui Pelatihan Microsoft Word di SMPN 1 Trowulan dirancang tidak hanya sebagai kegiatan sementara selama masa KKN, tetapi juga sebagai langkah awal menuju peningkatan literasi digital di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, diperlukan strategi keberlanjutan agar manfaat yang diperoleh siswa tidak berhenti setelah program Langkah pertama yang dapat ditempuh adalah dengan memberikan modul pelatihan Microsoft Word kepada pihak sekolah. Modul ini berisi panduan penggunaan Microsoft Word dari tingkat dasar hingga menengah, sehingga guru maupun siswa dapat terus menggunakannya sebagai bahan ajar dan referensi belajar mandiri. Dengan adanya modul ini, guru dapat lebih mudah mengintegrasikan penggunaan MS Word ke dalam pembelajaran sehari-hari, khususnya dalam tugas yang berbasis laporan atau karya tulis. Selain itu, pendampingan berkelanjutan oleh guru TIK menjadi faktor penting. Guru dapat memberikan tugas rutin yang memanfaatkan Microsoft Word, sehingga siswa terbiasa menggunakan aplikasi tersebut secara konsisten. Hal ini tidak hanya melatih keterampilan teknis siswa, tetapi juga membentuk budaya literasi digital di sekolah. Dari sisi sarana, sekolah perlu mengoptimalkan laboratorium komputer agar lebih efektif digunakan. Pengaturan jadwal praktikum komputer yang terstruktur akan memungkinkan siswa untuk berlatih lebih banyak. Jika memungkinkan, penambahan perangkat komputer juga perlu dipertimbangkan untuk mengatasi keterbatasan jumlah perangkat yang ada saat ini. Untuk mendukung keberlanjutan, pihak sekolah juga dapat menjalin kerja sama dengan mahasiswa KKN berikutnya atau lembaga lain yang bergerak di bidang teknologi pendidikan, sehingga program pelatihan dapat ditingkatkan ke level yang lebih tinggi, misalnya pelatihan Microsoft Excel. PowerPoint, atau aplikasi produktivitas lainnya. Dengan adanya upaya berkelanjutan ini, diharapkan SMPN 1 Trowulan mampu mewujudkan lingkungan belajar yang berbasis digital, meningkatkan keterampilan abad 21 siswa, dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan pendidikan maupun dunia kerja di era Pelaksanaan program Digitalisasi Pendidikan melalui Pelatihan Microsoft Word di SMPN 1 Trowulan secara umum berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Tingkat kehadiran siswa cukup tinggi, menunjukkan adanya antusiasme dari peserta didik untuk mengikuti Selama pelatihan berlangsung, siswa terlihat aktif mencoba fitur-fitur Microsoft Word yang diperkenalkan, bahkan beberapa di antaranya berinisiatif bertanya ketika mengalami kesulitan. Kehadiran guru pendamping juga memberikan dukungan positif, sehingga proses pelatihan dapat berlangsung lebih Dari segi hasil, mayoritas siswa sudah mampu membuat dokumen sederhana menggunakan Microsoft Word setelah mengikuti pelatihan. Mereka dapat mengatur format teks, membuat tabel, menyisipkan gambar, hingga menyusun laporan sederhana dengan format penulisan yang lebih rapi. Namun, masih ada sebagian siswa yang mengalami kesulitan dalam penggunaan fitur lanjutan seperti pembuatan daftar isi otomatis, pengaturan margin, maupun penggunaan heading(AzizatunnafiAoah & Mufidah, 2. Meski demikian, dengan adanya pendampingan secara kelompok kecil, kesulitan tersebut dapat teratasi secara bertahap. Dampak positif dari pelatihan ini terlihat dari meningkatnya motivasi siswa dalam belajar komputer, khususnya aplikasi Microsoft Word. Guru juga mendapat manfaat berupa modul pelatihan yang dapat dijadikan referensi tambahan untuk pembelajaran di kemudian hari. Selain itu, sekolah semakin terdorong untuk mengintegrasikan keterampilan digital dalam proses pembelajaran sebagai bagian dari upaya mendukung literasi teknologi. Meskipun demikian, pelaksanaan program ini tidak lepas dari beberapa kendala. Keterbatasan jumlah perangkat komputer membuat beberapa siswa harus berbagi dalam praktik, sehingga waktu belajar individu menjadi berkurang. Tingkat keterampilan awal siswa yang beragam juga menyebabkan adanya perbedaan kecepatan pemahaman antar peserta. Selain itu, waktu Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 pelaksanaan yang terbatas membuat materi hanya dapat berfokus pada fitur-fitur dasar Microsoft Word, sedangkan fitur lanjutan belum dapat dibahas secara mendalam. Berdasarkan hasil evaluasi, direkomendasikan agar kegiatan serupa dapat diperpanjang waktunya atau dilaksanakan dalam bentuk pelatihan lanjutan sehingga siswa memiliki kesempatan untuk mempelajari fitur yang lebih kompleks. Sekolah juga diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan fasilitas laboratorium komputer dan mendorong siswa untuk berlatih secara mandiri di luar jam pelajaran. Selain itu, pelatihan tambahan bagi guru sangat diperlukan agar penggunaan Microsoft Word dapat diintegrasikan dalam tugas-tugas siswa secara berkesinambungan. Dengan demikian, keberlanjutan program digitalisasi pendidikan dapat lebih terjamin. SIMPULAN Pelaksanaan program Digitalisasi Pendidikan melalui Pelatihan Microsoft Word di SMPN 1 Trowulan berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan literasi digital siswa, khususnya dalam penggunaan aplikasi pengolah kata sebagai keterampilan dasar yang sangat penting di era teknologi informasi. Mayoritas siswa berhasil menguasai pembuatan dokumen sederhana, pengaturan format teks, penyisipan gambar dan tabel, serta penyusunan laporan dengan format yang rapi. Selain memberikan manfaat langsung kepada siswa, program ini juga berdampak positif bagi guru dan sekolah. Guru memperoleh modul pelatihan yang dapat dijadikan bahan ajar berkelanjutan, sementara sekolah memperoleh citra positif sebagai lembaga yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dari sisi sosial, siswa menunjukkan peningkatan motivasi, kepercayaan diri, dan kreativitas dalam memanfaatkan teknologi secara produktif. Dengan demikian, pelatihan Microsoft Word ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek berupa peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlanjutan literasi digital. Program ini dapat menjadi langkah awal penting dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis digital di tingkat sekolah menengah pertama, serta mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di era modern. DAFTAR RUJUKAN Arie. Utilization of Information and Communication Technologies (ICT) for Learning in SMPN 5 Ponorogo. East Java. Jurnal TEKNODIK, 23. , 55Ae64. AzizatunnafiAoah. , & Mufidah. Penerapan Program Kerja Creat-Tik Guna Meningkatkan Kemampuan Teknologi Siswa SMP PGRI 5 Taman Sidoarjo. PRAXIS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2. , 56Ae64. https://doi. org/10. 47776/praxis. Azfar. Ramadhani. Diana. Maulana Malik Ibrahim Malang. , & A Wahab Hasbullah Jombang. ISLAMIC BOARDING SCHOOL: CONTENTS EXTREMISM IN ANATOMY OF THE ISLAMIC RADICALISM MOVEMENT. Diana. Mubaraq. Ramadhani. , & Maula. Social History of Islamic Education Before Prophethood . -610 AD). At-Tarbawi: Jurnal Pendidikan. Sosial Dan Kebudayaan, 12. , 96Ae117. Fernanda. Rahmawati. Putri. , & NurAoaini. PENERAPAN LITERASI DIGITAL di SMP NEGERI 20 SURAKARTA. Buletin Literasi Budaya Sekolah, 2. , 141Ae148. https://doi. org/10. 23917/blbs. Fitri. Anwari. Fadhilah. Rahma. Nurbela. Fata. Rizfi. Tabitha. , & Rahmawati, . Meningkatkan Pendidikan Literasi Digital Berbasis Aplikasi Microsoft Word di SMAN 1 Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. , 4Ae7. Fitriyadi. Integrasi Teknologi Informasi Komunikasi Dalam Pendidikan: Potensi Manfaat. Masyarakat Berbasis Pengetahuan. Pendidikan Nilai. Strategi Implementasi Dan Pengembangan Profesional. Jurnal Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan, 21. , 269Ae284. Fuji Yanti. Hernawati. Agustian. , & Badriah. Profil Literasi Digital Siswa SMP Pada Materi Perubahan Lingkungan. Hikmah. , & Ramadhani. ANALISIS HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI-ISTRI DALAM Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 BINGKAI KAJIAN KOMPARATIF HUKUM PERKAWINAN INTERNASIONAL. In Jurnal Kajian Islam Interdisipliner (Vol. Issue . http://riset. Lintang Ramadhani. Efektivitas penerapan media pembelajaran bagan faraidh dalam upaya meningkatkan hasil belajar materi fikih faraid Kelas MANPK di MAN 4 Jombang. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang . Lintang Ramadhani. Analilis pemahaman Fikih Haid dan problematikanya ditinjau dari tingkat kesadaran santri: Studi kasus di Pondok Pesantren Al-Hikmah Al-Fathimiyyah Malang. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Lestari. , & Lestari. Pelatihan Aplikasi Perkantoran Menggunakan Microsoft Office Di Panti Asuhan Rumah Impian Kota Denpasar. Jurnal Lentera Widya, 1. , 30Ae34. https://doi. org/10. 35886/lenterawidya. Naila. Ridlwan. , & Haq. Literasi Digital bagi Guru dan Siswa Sekolah Dasar: Analisis Konten dalam Pembelajaran. Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan Dan Hasil Penelitian, 7. , 166Ae122. https://doi. org/10. 26740/jrpd. Pratama1. Ashari2. Annisa. Zulkarnain3. , & Sabrina. The Importance of Digital Literacy in the World of Education: Learning Transformation in the Digital Era Pentingnya Literasi Digital dalam Dunia Pendidikan: Transformasi Pembelajaran di Era Digital. In JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Vol. Issue . http://journal. al-matani. com/index. php/jkip/index Ramadhani. Anggraini. Hartanto. Maghfiroh. , & Asrori. ANALISIS HUKUM PENGGUNAAN PEWARNA KARMIN (TELAAH ATAS FATWA MUI DAN LAJNAH BAHTSUL MASAAoIL NU). In Jurnal Kajian Islam Interdisipliner (Vol. Issue . http://riset. id/index. php/natiq/article/view/21149DOI:http://dx. org/annatiq. Safitri. Saputra. Fachrozzy. , & Zhonata. Pembelajaran dan Pelatihan Penggunaan Microsoft Word di SMP Muhammadiyah Terpadu Kota Bengkulu Bagi Siswa Kelas VII Leraning and Training on the use of Microsoft Word at Muhammadiyah Integrated Junior High School Bengkulu City for Grade VII Student. 3, 75Ae80. Siti Nurjanah. Dewi Masithoh. , & Zulfaidah. Literasi Digital dalam Dunia Pendidikan di Era Revolusi Society 5. 0 Termasuk Pemanfataan ICT pada Pendidikan. Jurnal Tonggak Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Teori Dan Hasil Pendidikan Dasar, 3. , 99Ae109. https://doi. org/10. 22437/jtpd. Wahyudin Adam. Wati Tukloy. Julistiana. Munu. Khiftiyah, rifatul. Trans Sulawesi No, , & Kab Pohuwato. Pendekatan Pembelajaran untuk Meningkatkan Literasi Digital Siswa. Jurnal Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 3. , 14Ae19. https://doi. org/10. 59061/guruku. Yoga Pratama. Gusrianti. , & Amrul Haq. Peran Mahasiswa Dalam Meningkatkan Literasi Digital. Jurnal Tonggak Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Teori Dan Hasil Pendidikan Dasar, 1. , 96Ae101. https://doi. org/10. 22437/jtpd. Yudha. Irawan. , & Khuntari. Pengaruh Literasi Digital Terhadap Prestasi Belajar Pada Siswa SMP Pusaka Bangsa Karawang. Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi Dan Komunikasi, 7. , 17Ae28. https://doi. org/10. 56873/jimik. Yuliana. , & Sarmini. Pengenalan dan Praktik Penggunaan Microsoft Word Pada Siswa SMP PGRI 1 Somagede. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 4. , 401Ae406. https://doi. org/10. 52436/1.