Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 799-808 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Strategi Guru Tahfidz Dalam Meningkatkan Hafalan Al-QurAoan Santri Rumah QurAoan Umar Bin Khatab Bogor Maqfirah mahbengiA. Santi lisnawatiA. Retno triwoelandariA 1,2,3 Universitas Ibn Khaldun Bogor ABSTRACT Memorizing the Qur'an is one way to maintain the purity of the Qur'an. While the Qur'an itself is the word of Allah which functions as a guide or guide for humans. To understand the contents of the contents of the Qur'an, namely by studying it such as tahsinul Qur'an . mproving readin. , makharijul letters . ow to pronounce letters that are good and correc. nderstanding the meanin. and the messenger establishes the Al-Qur'an as a way of life for Muslims To find out the Tahfizd Teacher's Strategy in Improving Santri's Al-Qur'an Memorization at the Umar bin Khatab Bogor Qur'an House. To find out the quality of students' Al-Qur'an memorization at the Umar bin Khatab Qur'an House Bogor. To find out the obstacles obstacles faced by tahfidz teachers in increasing the memorization of the Al-Qur'an Santri at the Umar bin Khatab Qur'an House. Bogor. Qualitative research method is a method that involves qualitative data such as observation, documentation, and interviews. Research results The methods used in learning the tahfidz program include: tikror and talaqqi. The strategy used when learning tahfidz at the House of Qur'an Umar bin Khatab Bogor. Therefore they can do tahfidz learning properly and correctly. From the explanation above that 80% of it has been running, we can conclude that every tahfidz learning strategy in the Islamic boarding school. Rumah Qur'an Umar Bin Khatab. Bogor, is still running. properly and correctly. Obstacles to the tahfidz teacher's efforts to improve the memorization of tahfidz students namely. the age of the students, the physical condition of the students, lack of motivation, the physical condition of the teacher, and the laziness of the tahfidz students. The solution is carried out by means. evaluate, provide continuous motivation, and provide extra supervision. Keywords: Teacher. Strategy. Qur'an memorization ABSTRAK. Menghafal Al-QurAoan adalah salah satu cara untuk memelihara kemurnian Al-QurAoan. Sedangkan Al-QurAoan sendiri adalah kalam Allah yang berfungsi sebagai petunjuk atau pedoman bagi manusia. Untuk memahami isi kandungan Al-QurAoan yaitu dengan cara mempelajarinya seperti tahsinul QurAoan . emperbaiki bacaa. , makharijul huruf . ara pelafalan huruf yang baik dan bena. emahami makn. dan rosulnya menetapkan AlQurAoan sebagai pedoman hidup bagi umat IslamUntuk mengetahui Startegi Guru Tahfizd Dalam Meningkatkan Hafalan Al-Qur'an Santri di Rumah Qur'an Umar bin Khatab Bogor. Untuk mengetahui kualitas hafalan Al-QurAoan santri di Rumah Qur'an Umar bin Khatab Bogor. Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi guru tahfidz dalam meningkatkan hafalan Al-Qur'an Santri di Rumah Qur'an Umar bin Khatab Bogor. Metode penelitian kualitatif yaitu suatu metode yang melibatkan kepada data kualitatif seperti observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian Metode yang digunakan dalam pembelajaran program tahfidz meliputi: tikror dan talaqqi. Adapun strategi yang digunakan pada saat pembelajaran tahfidz Rumah QurAoan Umar bin Khatab Bogor. Oleh karena itu mereka dapat mengerjakan pembelajaran tahfidz dengan baik dan benar dari pemaparan di atas bahwa sudah berjalan 80% dari situ kiranya dapat kita simpulkan bahwa setiap startegi pembelajaran tahfidz yang 799 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 799-808 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. ada di pondok pesantren Rumah QurAoan Umar Bin Khatab Bogor sampai saat ini masih berjalan dengan baik dan benar. Hambatan-hambatan pada upaya guru tahfidz untuk meningkatkan hafalan santri tahfidz yaitu. usia santri, kondisi fisik santri, kurangnya motivasi, kondisi fisik guru, dan rasa malas pada diri santri tahfidz. Adapun solusi yang dilakukan dengan cara. melakukan evaluasi, memberikan motivasi terus menerus, dan memberikan pengawasan Kata kunci: Guru. Strategi. Hafalan Al-qurAoan PENDAHULUAN Guru tahfidz merupakan pendidik yang memiliki ilmu pengetahuan pada bidang Al-QurAoan yang dijadikan sebagai teladan yang mengajarkan peserta didik tentang al-QurAoan mulai dari membaca, menulis dan menghafal. Al-QurAoan (Ulfa, 2018:. Al-QurAoan adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan melalui nabi Muhammad SAW. Al-QurAoan diturunkan dengan menggunakan bahasa arab yang terdiri dari 30 juz dan 114 surat di dalamnya. Dalam Islam, orang yang menghafalkan Al-QurAoan disebut Hafidz yang berarti penjaga, namun di Indonesia memiliki istilah tersendiri dalam hal penyebutan orang yang sedang menghafal Al-QurAoan yaitu penghafal Al-QurAoan. Menghafal Al-QurAoan adalah salah satu cara untuk memelihara kemurnian AlQurAoan. Sedangkan Al-QurAoan sendiri adalah kalam Allah yang berfungsi sebagai petunjuk atau pedoman bagi manusia. Untuk memahami isi kandungan Al-QurAoan yaitu dengan cara mempelajarinya seperti tahsinul QurAoan . emperbaiki bacaa. , makharijul huruf . ara pelafalan huruf yang baik dan bena. emahami makn. kemudian dapat menghafalkan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, bahkan Allah dan rosulnya menetapkan Al-QurAoan sebagai pedoman hidup bagi umat Islam (Habibi, 2019:. Al-QurAoan sangat urgen untuk diajarkan sejak dini mengingat itu merupakan kitab suci yang menjadi pegangan utama bagi segenap umat Islam. Semua orang meyakini bahwa dengan membaca Al-QurAoan, namun tidak semua orang mampu meghafalkan Al-QurAoan itu sendiri bahkan jika ada yang mampu menghafal Al-QurAoan banyak yang belum bisa menjaga hafalanya dengan baik. Maka dari itu perlu adanya guru tahfidz yang mengajarkan cara menjaga hafalan Al-QuAoan. Dari cara menjaga hafalan Al-qurAoan, tentunya guru tahfidz harus memiliki Strategi berfungsi untuk meningkatkan kualitas menghafal dan hafalan santri (Khoirudin, 2022:. Dalam meningkatkan kualitas menghafal guru tahfidz juga harus menyesuaikan pada situasi peserta didik saat menghafal Al-Qur'an dan memberikan motivasi pada santri secara rutin untuk mencapai tujuan yang Di sini strategi guru tahfidz dalam meningkatkan hafalan Al-QurAoan bukanlah tugas yang mudah, sederhana, serta bisa dilakukan kebanyakan orang tanpa meluangkan waktu khusus, kesungguhan mengerahkan kemampuan dan keseriusan, tidak ada yang sanggup melakukannya selain orang-orang yang berkeinginan kuat. Seperti di dalam pondok pesantren Rumah QurAoan Umar bin Khatab Bogor yang memfokuskan kepada program tahfidz, akan tetapi masih ada juga beberapa 800 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 799-808 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. hambatan-hambatan yang ditemukan dalam meningkatkan hafalan Al-QurAoan baik dari guru maupun santri, salah satu hambatan dari guru yaitu kurangnya strategi dalam meningkatkan hafalan Al-QurAoan santri. Adapun salah satu hambatan dari santri yaitu masih ada beberapa santri yang memiliki kelemahan dalam menghafal AlQurAoan. Dari uraian di atas mesti harus ada guru yang memiliki kesungguhan dan santri juga yang memiliki kesungguhan dalam menghafal Al-QurAoan dan guru juga harus mampu menerapkan strategi pembelajaran tahfidz agar kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa menghafal Al-QurAoan itu berat dan melelahkan. Hal ini dikarenakan banyak problematika yang harus dihadapi para penghafal Al-QurAoan untuk mencapai derajat yang tinggi di sisi Allah. Mulai dari pengembangan minat, penciptaan lingkungan, pembagian waktu sampai kepada metode menghafal itu sendiri (Darmawan, 2014:. Rumusan Masalah Berdasarkan masalah di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan bagaimana startegi guru tahfizd dalam meningkatkan hafalan Al-Qur'an santri di Rumah Qur'an Umar bin Khatab Bogor. Oleh karena itu, yang kami dapat dari masalah yang ada kami menyimpulkan bahwa: Bagaimana Startegi Guru Tahfizd Dalam Meningkatkan Hafalan Al Qur'an Santri di Rumah Qur'an Umar bin Khatab Bogor? Bagaimana kualitas hafalan Al-QurAoan santri di Rumah Qur'an Umar bin Khatab Bogor? Apa saja hambatan-hambatan yang dihadapi guru dalam meningkatkan hafalan Al-Qur'an Santri di Rumah Qur'an Umar bin Khatab Bogor? Tujuan Penelitian Sesuai dengan latar belakang, identifikasi masalah dan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini untuk. Untuk mengetahui Startegi Guru Tahfizd Dalam Meningkatkan Hafalan AlQur'an Santri di Rumah Qur'an Umar bin Khatab Bogor Untuk mengetahui kualitas hafalan Al-QurAoan santri di Rumah Qur'an Umar bin Khatab Bogor Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi guru tahfidz dalam meningkatkan hafalan Al-Qur'an Santri di Rumah Qur'an Umar bin Khatab Bogor METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, penelitian menggunakan pendekatan penelitian lapangan yaitu peneliti ikut terlibat langsung pada lokasi penelitian guna untuk mengetahui suatu data yang akan dibutuhkan. Dikatakan sebagai penelitian lapangan karena peneliti harus mampu mengamati secara langsung pelaksanaan kegiatan yang dilakukan di lokasi penelitian (Normalini, 2022:. 801 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 799-808 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Adawiyah et al . penelitian lapangan merupakan penelitian yang pengumpulan data dan pelaksanaanya di lapangan, seperti lembaga dengan mengurai dan membahas data faktual yang kaitanya dengan objek penelitian, sumber data pada pendekatan penelitian yaitu seperti observasi dan wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian ini berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan karena dalam penelitian kualitatif, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu teori (Sugiyono, 2019:7-. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. (Sinaga et al, 2021:. Metode penelitian kualitatif yaitu suatu metode yang melibatkan kepada data kualitatif seperti observasi, dokumentasi, dan wawancara, agar semua paham mengenai suatu fenomena yang ada karena penelitian kualitatif fokus pada fenomena yang alami sehingga masuk akal baik istilah maupun makna. Herman . dalam Sugiyono . yang dimaksud dengan data primer ialah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data primer : Pimpinan Rumah QurAoan Umar bin Khatab Bogor Guru tahfidz Rumah QurAoan Umar bin Khatab Bogor Santri tahfidz Rumah QurAoan Umar bin Khatab Bogor Dan data sekunder buku, karya ilmiysah, silabus, dan buku tentang tahfidz, dan dokumentasi yang berkaitan dengan judul penelitian. Teknik dalam pengumpulan data adalah langkah, atau cara atau juga metode untuk mendapatkan informasi atau pun data yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan untuk menjawab rumusan masalah dengan data yang didapatkan. (Yusuf, 2017:. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa teknik dalam mengumpulkan data diantaranya yaitu : Observasi. Wawancara. Dokumentasi. (Adhimah, 2020:. HASIL DAN PEMBAHASAN Startegi Guru Tahfizd Dalam Meningkatkan Hafalan Al Qur'an Santri di Rumah Qur'an Umar bin Khatab Bogor Di dalam menerapkan berbagai strategi guru harus memiliki sifat yang baikm serta bisa menarik santri dalam pembelajaran tahfidz dan bisa membuat santri mudah dalam menerima hafalan, karena dengan itu santri merasa nyaman dan senang saat diajar sehingga membuat kualitas belajar santri dalam meningkatkan hafalan Al-QurAoan. Di dalam strategi pembelajaran tahfidz yang digunakan dalam pembelajaran tahfidz ini musyrif tahfidz menyiapkan lima stratergi dalam meningkatkan pembelajaran tahfidz Ada 5 jumlah strategi guru tahfidz di Rumah QurAoan Umar bin Khatab Bogor yaitu: target hafalan, waktu kegiatan tahfidz, murojaAoah, 802 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 799-808 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. dan bahasa arab Guru tahfidz di Rumah QurAoan Umar bin Khatab Bogor pada pembelajaran tahfidz mengunakan beberapa startegi untuk meningkatkan hafalan Al-QurAoan santri di Rumah QurAoan Umar bin Khatab Bogor dapat berjalan dengan efektif dan Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh guru atau musyrif tahfidz oleh bapak Muhammad Ishaq yang menyatakan sebagai berikut: Sebagaimana hasil wawancara bersama bapak Muhammad Ishaq selaku musyrif tahfidz Al-QurAoan di Rumah QurAoan Umar bin Khatab Bogor menyatakan: AuBahwa untuk meningkatkan hafalan Al-QurAoan santri tahfidz kami lakukan dengan mengunakan beberapa startegi supaya santri dalam menghafal Al-QurAoan dapat berkualitas seperti halnya dengan kemampuan santri juga bisa diukur dengan mengunakan strategi pembelajaran tahfidz dan bisa juga diukur kamampuan kualitas hafalan santriAy (Ishaq, wawancara 2. Hal senada juga dibenarkan oleh ibu izza selaku musyrif akhwat beliau juga menyampaikan terkait dengan kualitas hafalan santri beliau menyatakan: AuBahwa setiap pembelajaran meski harus adanya peningkatan supaya target suatu pembelajaran dapat berjalan dengan lancar bahkan kami disini menerapakan beberapa statrtegi untuk menigkatkan hafalan santri agar dapat terlaksana dengan baikAy (Izza, wawancara 2. Hal ini juga dibenarkan beberapa musyrif yang ada di pondok pesantren sehingga penerapan dan kualitas hafalan santri dan stategi pembelajaran di pondok pesantren Rumah QurAoan Umar Bin Khatab Bogor dapat berjalan efektif dan efesien. Dari pemaparan di atas dapat diketahui mengenai pembelajaran tahfidz perlu adanya strategi pembelajaran dalam proses meningkatkan hafalan. Di Rumah QurAoan Umar bin Khatab Bogor itu ada 6 hari dari hari senin sampai hari minggu, libur pada hari jumAoat dan dalam perharinya ada empat waktu halaqah pagi itu baAoda subuh adalah jadwal setoran, halaqah dhuha sampai dzuhur jadwal untuk menghafal, halaqah asar jadwal untuk murojaAoah, dan setelah isapun jadwalnya untuk memurojaAoah hafalan jadi ada empat waktu dalam sehari. Dan proses pembelajaran di dalam kelas berbentuk lingkaran atau halaqoh yang mana program tahfidz itu ada beberapa kategori yang pertama program pra tahfidz yaitu tahsin atau perbaikan bacaan setelah itu baru bisa lulus ke kategori ke dua yaitu tahfidz setelah itu baru bisa lulus ke kategori ketiga yaitu itkon yang mana melancarkan hafalan yang sudah diselesaikan 30 juz. Adapun metode yang dipakai dalam proses pembelajaran tahfidz QurAoan di Rumah QurAoan Umar bin Khatab Bogor. Berdasarkan ungkapan Bapak KH. Ahmad Hanafi Usman,M. Pd selaku pimpinan pondok pesantren Rumah QurAoan Umar bin Khatab Bogor berikut ini: AuKami di pondok pesantren Rumah QurAoan Umar bin Khatab Bogor ini sangat antusias dengan kualitas hafalan dan peningkatan hafalan santri karena dalam pembelajaran tahfidz ini kami selaku pimpinan memberikan arahan kepada seluruh musyrif baik itu dikalangan putra dan maupun dikalangan putri harus menerapkan strategi dan metode pembelajaran terutama dibidang tahfidz itu sendiriAy( Hanafi Usman, wawancara 2. 803 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 799-808 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Dan dibenarkan oleh beberapa santri salah satunya adalah saudara Saidi Putra beliau juga mengatakan: AuKami dalam menghafal Al-QurAoan harus memilki target sebagaimana yang telah ditetapkan sebelumnya sehinga metode dan strategi yang kami dapat bisa kami terapkan dalam menghafal Al-QurAoan dengan mudahAy (Putra wawancara, 2. Hal senada juga disamapikan oleh santri putri Arabelangi beliau menyatakan: AuKami juga dalam pembelajaran tahfidz harus memiliki kualitas hafalan yang baik sehingga dalam menghafal kami dapat membaca dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah hafalan yang telah ditentukan sebelumnyaAy (Arabelangi, wawancara 2. Adapun Syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang musyrif dalam membimbing hafalan santri di Rumah QurAoan Umar bin Khatab Bogor perlu adanya Seperti yang diungkapkan oleh bapak Muhammad Ishaq selaku kepala tahfidz di pondok pesantren Rumah QurAoan Umar Bin Khatab Bogor sebagai berikut beliau mengatakan: AuAda 5 jumlah strategi guru tahfidz di Rumah QurAoan Umar bin Khatab Bogor yaitu: target hafalan, waktu kegiatan tahfidz, ziyadah, murojaAoah, dan bahasa arabAy (Ishaq, wawancara 2. Hal senada juga diungkapkan oleh ibu Izza selaku musyrif akhwat beliau AuAdapun strategi guru tahfidz di rumah QurAoan uamar bin khatab Bogor yaitu: target hafalan, waktu kegiatan tahfidz, ziyadah, murojaAoah, dan Bahasa ArabAy (Izaa, wawancara 2. Hal senada juga diungkapkan oleh ibu jamilah sebgai musyrif akhwat beliau AuAda beberapa strategi guru tahfidz dalam meningkatkan hafalan santri yang kami gunakan ziyadah, murojaAoah, mempelajari Bahasa Arab, dan juga memberi hadiah bagi yang mencapai targetAy . amilah, wawancara 2. Hambatan-hambatan yang dihadapi guru dalam meningkatkan hafalan AlQur'an Santri di Rumah Qur'an Umar bin Khatab Bogor Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dapat diketahui kesulitan menghafal Al-QurAoan pada siswa dipengaruhi oleh dua faktor Faktor Internal Faktor internal merupakan faktor penghambat yang timbul dari dalam diri penghafal yang mempengaruhi siswa sehingga mengalami kesulitan saat menghafal. Berdasarkan wawancara peneliti dengan siswa dan guru, faktor kesulitan menghafal Al-QurAoan seperti berikut: Malas . Tingkat Kemampuan siswa Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa terkait kemampuan siswa dalam menghafal . Bosan Timbulnya perasaan bosan dapat disebabkan karena keadaan emosional yang terus menerus dibiarkan. Bosan bisa timbul karena 804 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 799-808 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. seseorang sudah tidak lagi menyukai sesuatu. Munculnya persaan bosan tentu akan menjadi masalah bagi seorang penghafal Al-QurAoan sehingga ia mengalami kesulitan. Belum Lancar Membaca Al-QurAoan Menghafal Al-QurAoan memerlukan kefasihan dan pemahaman tentang makhrijul huruf. Apabila seorang penghafal belum fasih dalam membaca dan memahami makhrijul huruf, tentu itu akan menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan seorang penghafal mengalami kesulitan. Kemudian adapun hambatan yang sering dihadapi santri penghafal QurAoan pada saat pembelajaran tahfidz berlangsung seperti yang disamapaikan oleh bapak Muhammad Ishaq beliau mengatakan: AuMenghadapi anak-anak yang futur , futurnya itu kalau tiba-tiba down dan menyerah untuk menghafal bahkan sering terjadi pada saat kami menyampaikan beberapa penerapan strategi pembelajaran tahfidz karena sebagian besar anakanak tidak paham dengan sekali menjelaskan strategi bahkan sebagaian besar lagi santri harus memang betul-betul diberikan pembelajaran yang menarik sebelum pembelajaran tahfidz itu berlangsung seperti mengadakan refleksi kepada santri dan lain lainyaAy (Ishaq, wawancara 2. Hal senada juga disampaikan oleh ibu Izaa belia mengatakan: AuMenghadapi anak-anak yang kalau tiba-tiba down dan menyerah untuk menghafal kadang ada ayat yang sulit dihafafalkan membuat santri down dan malas bahkan sering terjadi pada saat kami menyampaikan beberapa penerapan strategi pembelajaran tahfidz bahkan ada beberapa santri memang harus betulbetul diberikan pembelajaran yang menarik sebelum pembelajaran tahfidz itu berlangsung seperti mengadakan motivasi kepada santri dan lain lainyaAy (Izza, wawancara 2. Hal senada juga dikatkan oleh ibu Ermawati sebgai musyrif beliau AuHambatan yang paling sering kami temukan yaitu rasa malas yang dimiliki santri yang kadang juga menghafal mengikuti suasana hati dan juga fisik kadang ada santri yang sakit sehingga ketinggalan hafalan, ada juga kemampuan yang berbeda ada yang mampu mencapai target ada yang tidak mampuAy (Ermawati, wawancara 2. Hal ini juga dibenarkan oleh Arabelangi santri akhwat: AuTerkadang menghafal suka mengikuti suasana hati kalau sedang tidak baik maka begitu juga dengan menghafal dihari itu tiba-tiba galau atau malas kadang juga mengantukAy (Arabelangi, wawancara 2. Hal senada juga disampaikan oleh Saidi putra santri ikhwan: AuKadang yang menjadi penghambat adalah diri sendiri entah itu tiba-tiba malas, suasana hati sedang tidak baik atau bahkan sedang sakitAy (Putra, wawancara 2. Adapun solusi yang dilakukan guru tahfidz terkait hambatan tersebut di Rumah QurAoan Umar bin Khatab Bogor seperti yang diungkapkan oleh bapak Muhammad Ishaq beliau mengataklan: 805 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 799-808 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. AuBiasanya yang dilakukan guru tahfidz adalah memanggil anak tersebut akan diberi motivasi, edukasi dan diberikan solusi dari apa yang mebuat si anak futurAy (Ishaq, wawancara 2. Hal senada juga disampaikan oleh ibu Izaa belia mengatakan: AuBiasanya yang dilakukan guru tahfidz adalah memanggil anak tersebut secara pribadi akan diberi motivasi, edukasi dan diberikan solusi dari apa yang mebuat si anak futur, galau, dan menyerah menghadapi ayat yang sulit dihafalkanAy (Izaa, wawancara 2. Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa solusi yang dilakukan guru pada saat ada hambatan dari pembelajaran adalah dengan memberikan motivasi dan edukasi, diberikan kepada santri yang membutuhkan. Dari motivasi juga seorang guru tidak bisa menekankan kepada santri seutuhnya melainkan dengan secara perlahan-lahan agar santri dapat mendapatkan semangat dalam belajar terkhusus dalam menghafal Al-QurAoan. Tujuan seorang guru dalam pembelajaran salah satunya adalah memberikan motivasi pada peserta didik agar memiliki semangat sehingga dalam pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Proses pelaksanaan kegiatan program tahfidz Rumah QurAoan Umar bin Khatab Bogor ada 6 hari dari hari senin sampai hari sabtu dan libur pada hari jumAoat dalam perharinya ada empat waktu yaitu khalaqoh subuh, khalaqoh dhuha, khalaqoh ashar, dan khalaqoh isa. Adapun metode yang digunakan dalam pembelajaran program tahfidz meliputi: tikror dan talaqqi. Adapun strategi yang digunakan pada saat pembelajaran tahfidz Rumah QurAoan Umar bin Khatab Bogor iyalah ada 5 strategi diantaranya adalah target hafalan, waktu kegiatan tahfidz, ziyadah, murojaAoah ,dan bahasa arab. strategi yang ada di pondok pesantren Rumah QurAoan Umar bin Khatab Bogor dapat diikuti dan diterapkan oleh musyrif dan musyrifah dengan baik seiring berjalanya waktu yang telah ditentukan. Bahkan santri sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran tahfidz yang sesuai dengan strategi yang diberikan. Oleh karena itu mereka dapat mengerjakan pembelajaran tahfidz dengan baik dan benar dari pemaparan di atas bahwa sudah berjalan 80% dari situ kiranya dapat kita simpulkan bahwa setiap startegi pembelajaran tahfidz yang ada di pondok pesantren Rumah QurAoan Umar Bin Khatab Bogor sampai saat ini masih berjalan dengan baik dan benar. Adapun target atau kualitas yang harus dicapai oleh santri tahfidz Rumah QurAoan Umar bin Khatab Bogor. Yang mana guru memberikan target kepada santrinya adapun target perhari 1 halaman atau sering disebut oleh santri 1 kaca dan setahun itu targetnya 6 juz , 3 tahun 18 juz sampai lulus 6 tahun target harus 30 juz. merupakan salah satu bentuk berhasilnya seorang santri dalam menghafal Al-QurAoan baik itu laki laki maupun perempuan karena tingkat buruknya sesuatu,taraf atau mutu harus adanya sebuah kualitas yang diartikan bahwa sesuatu harus mempunyai kualitas atau mutu yang baik. 806 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 799-808 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Adapun hambatan-hambatan pada upaya guru tahfidz untuk meningkatkan hafalan santri tahfidz yaitu. usia santri, kondisi fisik santri, kurangnya motivasi, kondisi fisik guru, dan rasa malas pada diri santri tahfidz. Adapun solusi yang dilakukan dengan cara. melakukan evaluasi, memberikan motivasi terus menerus, dan memberikan pengawasan ekstra. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan maka peneliti penulis dapat memberikan saran atau masukan yang mungkin berguna bagi lembaga sekolah yang menjadi objek penelitian. Kepada kepala pesantren Hendaknya dalam penerapan strategi pembelajaran tahfidz diharapkan untuk bisa memberikan fasilitas bagi peserta didik dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran sehingga pembelajran dapat berjalan dengan efektif dan Dan hendaknya selalu melakukan perkembangan dan selalu meningkatkan kualitas pondok pesantren jangan pernah puas dengan kualitas atau mutu yang saat ini sudah dimiliki pondok pesantren dengan teruslah Kepada guru Tahfidz Hendaknya guru tahfidz lebih mengawasi hafalan peserta didik yang diharapkan bisa menciptakan pemebelajaran yang dapat meningkatkan hafalan peserta didik dengan berbagai metode dan strategi dalam proses pembelajran. Sehingga proses pembelajaran tahfidz bisa diikuti berbagai kalangan santri dengan tujuan adanya strategi pembelajran tahfidz Kepada Santri Hendaknya diharapkan untuk bertanggung jawab pada hafalan Al-QurAoan yang telah dimiliki dan menyadari tujuan dan niat dari menghafal Al-QurAoan sehingga dapat menyelsaikan target hafalan Al-QurAoan. Kepada Peneliti selanjutnya Hendaknya penelitian ini diharapkan mampu menjadi rujukan para peneliti selanjutnya untuk menjadikan referensi. DAFTAR PUSTAKA