Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Januari 2023, pp. Analisis potensi lokal pantai Pidakan sebagai sumber belajar IPA Sekolah Dasar Ratnaningsih a,1,*. Ezif Rizqi Imtihana a,2 a Institut Studi Islam Muhammadiyah Pacitan. Jl. Gajah Mada No. 20 Baleharjo. Pacitan 63511. Indonesia 1 ratnaning1621@gmail. 2 ezifrizqi@isimupacitan. INF O AR TI KE L Riwayat Artikel Received: 15 Desember 2022 Revised: 1 Januari 2023 Accepted: 25 Januari 2023 Kata Kunci Potensi lokal Pantai Pidakan Sumber belajar IPA AB S TR AK Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui kajian literatur hasil penelitian eksploratif dengan tujuan untuk mengidentifikasi potensi lokal di pantai Pidakan Kabupaten Pacitan sebagai bahan untuk mengembangkan bahan ajar IPA berbasis potensi lokal. Hasil kajian yang diperoleh berupa keanekaragaman makroalgae di pantai Pidakan Kabupaten Pacitan. Adapun spesies yang ditemukan berdasarkan hasil penelitian eksplorasi terdahulu diantaranya yaitu 5 spesies Chlorophyta, 2 spesies Phaeophyta dan 8 spesies Rhodophyta. Berdasarkan kriteria pembuatan bahan ajar yang terdiri dari kejelasan potensi, kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, kejelasan sasaran, kejelasan informasi yang dapat diungkap, kejelasan pedoman eksplorasi dan kejelasan perolehan yang diharapkan, maka potensi lokal tersebut dapat dikemas sebagai bahan ajar pada pokok bahasan pelestarian makhluk hidup pada mata pelajaran IPA kelas 4 Sekolah Dasar. Bentuk bahan ajar yang dapat dikembangkan bersumber potensi lokal tersebut adalah bahan ajar dalam bentuk modul atau e-modul. LKPD, booklet. This is an open access article under the CCAeBY-SA license. How to Cite: Ratnaningsih. & Imtihana. Analisis potensi lokal pantai Pidakan sebagai sumber belajar IPA Sekolah Dasar. Journal of basic learning and Thematic, 1. , 38-47. Pendahuluan Pembelajaran IPA sebagai bagian dari pendidikan memiliki potensi yang cukup besar dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar (Imtihana & Djukri, 2. salah satunya dengan mengkaji potensi lokal yang ada di lingkungan dan dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Banyaknya potensi lokal yang diinternalisasikan ke dalam pembelajaran IPA memberi pengaruh kepada para guru untuk dapat mengembangkan IPA sebagai salah satu alat dalam menyajikan materi IPAi yang bersifat kontekstual (Situmorang, 2. Kesesuaian antara kebutuhan peserta didik dengan materi pembelajaran yang bersifat kontekstual perlu diperhatikan oleh guru mengingat karakteristik peserta didik yang sangat beragam baik berdasarkan sosial, lingkungan maupun budaya dalam Penyelenggaraan proses pembelajaran yang mempertimbangkan potensi lokal dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan masyarakat sosial sehingga akan terbentuk pembelajaran kontekstual yang dapat dikelola sesuai dengan kebutuhan masyarakat (Marliana, et. , 2. Implementasi pembelajaran IPA berbasis potensi lokal yaitu melalui integrasi potensi dengan mengkaji Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) lalu dihubungkan dengan analisis potensi lokal untuk menentukan beberapa konsep yang berkaitan dengan Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Januari 2023, pp. konteks materi lalu disempurnakan pada silabus dan RPP serta penyusunan bahan ajar dan perangkat penilaian (Agustinasari et al. , 2. Salah satu daerah yang mempunyai potensi lokal dan telah banyak dikaji serta berpotensi sebagai sumber belajar IPA adalah Kabupaten Pacitan. Berdasarkan PP No 3 Tahun 2010 bab IV bagian kedua. Kabupaten Pacitan memiliki kawasan suaka alam dan cagar budaya dengan luas 1. 254,13 ha . ,90% dari luas wilayah Kabupaten Pacita. yang perlu untuk dilindungi dan dilestarikan. Adapun cagar alam yang ada di Kabupaten Pacitan mempunyai karakteristik salah satunya yaitu memiliki kondisi alam baik biota maupun fisiknya yang masih asli atau belum diganggu manusia (Setiawan et all, 2. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa sumber daya alam yang ada di Kabupaten Pacitan masih melimpah sesuai dengan habitatnya di alam baik flora maupun fauna. Topografi wilayah Kabupaten Pacitan merupakan perbukitan kars dan berada diujung pulau sehingga bagian selatan sebagian besar merupakan kawasan pantai dan menyatu dengan Samudra Hindia. Wilayah pantai merupakan bagian dari sumber daya alam yang memiliki ciri khas keanekaragaman hayati tersendiri dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai (Suyadi et all, 2. Kabupaten Pacitan merupakan daerah dengan kawasan pantai yang cukup luas dengan beragam biota laut yang masih melimpah dan telah diteliti tentang indeks keanekaragamannya (Muzaki et all, 2. (Setiawan et all. Sumber daya alam tersebut merupakan salah satu potensi lokal daerah yang dapat dimanfaatkan dan dikaji dalam dunia pendidikan sebagai alternatif sumber belajar IPA. Sumber belajar yang berbasis potensi lokal dapat dikemas dalam bahan ajar yang dapat didesain untuk mencapai tujuan pembelajaran (Sungkono, 2. Susilo . menyatakan bahwa batasan sumber belajar adalah segala hal yang ada di sekitar . , baik hidup maupun mati yang dapat digunakan sebagai sarana untuk mempermudah peserta didik dan pendidik . dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar. Sasarannya adalah untuk mendapatkan pengalaman dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Salah satu lingkungan yang dapat memberikan pengalaman belajar IPA bagi peserta didik yaitu pembelajaran yang berbasis potensi lokal (Kurniawati et al, 2. Melalui pembelajaran bersumber potensi lokal, dapat menjadi cara untuk memperkenalkan peserta didik akan beragam potensi lokal daerah yang perlu untuk dilestarikan keberadaanya dalam menjaga keseimbangan ekosistem di alam. Apalagi IPA merupakan ilmu hayati yang objek kajiannya dapat dijumpai di alam dan lingkungan sekitar (Imtihana&Djukri. Kajian terhadap potensi lokal di setiap daerah sebenarnya memiliki tantangan dan keragaman lingkungan sehingga memerlukan suatu analisis serta kajian yang tepat. Alam menyediakan berbagai sumber belajar yang bervariasi. Namun, perlu pemanfaatan yang tepat dalam bentuk pengemasan bahan ajar yang disesuaikan dengan materi pembelajaran. Bahan ajar yang dikembangkan bersentuhan langsung dengan objek pembelajaran berpotensi dalam meningkatkan pemahaman konsep peserta didik (Situmorang, 2. Putri . menambahkan bahwa melalui integrasi potensi lokal dalam pembelajaran mampu mendorong peserta didik untuk membangun konsep mereka sendiri, bersifat kontekstual, melibatkan aspek-aspek kehidupan sehari-hari dan memanfaatkan alam sekitar, lingkungan dan potensi lokal dimana peserta didik berada sehingga dapat meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik. Banyak topik IPA yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pengetahuan lingkungan dan menumbuhkan sikap menjaga lingkungan (Dewi et al, 2. karena ilmu dasar IPA adalah belajar tentang alam. Pengetahuan tentang keanekaragaman hayati, ekosistem dan permasalahannya akan menjadi dasar bagi pengetahuan lingkungan sehingga peserta didik akan menyadari pentingnya lingkungan (Ardan, 2. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk dapat mengembangkan bahan ajar bersumber lingkungan salah satunya berbasis potensi lokal sebagai bentuk pembelajaran Khoiron et. menyatakan bahwa pembelajaran kontekstual dapat membantu guru untuk mengasiosiasikan bahan ajar dengan situasi nyata dan mendorong peserta didik untuk menggunakan pendekatan ilmiah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut memungkinkan peserta didik untuk dapat menghubungkan konten bahan ajar dengan konteks seharihari sehingga dengan sendirinya peserta didik akan menemukan tujuan dari proses pembelajaran yang dilakukannya (Bustami et. all, 2. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian tentang identifikasi potensi lokal yang ada di Kabupaten Pacitan untuk dapat dikembangkan menjadi bahan ajar yang sesuai dengan kriteria dalam pencapaian pembelajaran yang efektif dengan memperhatikan kriteria dalam pengembangan bahan ajar bersumber potensi lokal yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Ratnaningsih et. al (Analisis potensi lokal pantai Pidaka. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Januari 2023, pp. Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui kajian literatur hasil penelitian eksploratif tentang bahan ajar IPA bersumber potensi lokal kawasan pantai Pidakan Kabupaten Pacitan. Identifikasi potensi lokal yang dilakukan menekankan pada keanekaragaman makhluk hidup sebagai alternatif sumber belajar berbasis potensi lokal tentang keanekaragaman hayati daerah pada pokok bahasan IPA kelas 4 tema 6 subtema 3 dengan kajian tentang pelestarian keanekaragaman makhluk hidup di Indonesia. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif berupa gambaran tentang fakta-fakta keanekaragaman spesies makroalgae yang ditemukan di pantai Pidakan Kabupaten Pacitan serta bagaimana cara mengemasnya menjadi bahan ajar. Analisis pengembangan bahan ajar yang bersumber potensi lokal dilakukan berdasarkan syarat pengangkatan potensi lokal menjadi sumber belajar menurut Djohar . kejelasan potensi, . kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, . kejelasan sasaran, . kejelasan informasi yang dapat diungkap, . kejelasan pedoman eksplorasi, . kejelasan perolehan yang diharapkan. Hasil dan Pembahasan Pada dasarnya semua jenis lingkungan dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan kegiatan pembelajaran (Zaki et al, 2. Dalam pembelajaran IPA, lingkungan merupakan sumber belajar yang sangat relevan dengan objek kajian IPA (Imtihana & Djukri, 2. Lingkungan merupakan objek kajian IPA yang tidak terbatas jangkauannya. Namun, tidak setiap obyek di lingkungan sekitar merupakan ruang lingkup kajian IPA (Djohar, 1. Oleh karena itu bahan ajar perlu dikemas dan disusun menjadi sesuatu yang dapat meningkatkan motivasi, dapat dipahami dengan mudah oleh peserta didik serta menarik untuk dipelajari. Mulyasa . menyatakan bahwa sumber belajar yang dikemas dengan maksimal berpotensi dapat memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memperoleh informasi, pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu perlu pembenahan bahan ajar dari segi kualitas untuk membekali peserta didik dalam mempelajari materi yang cukup padat pada mata pelajaran IPA. Melalui pembelajaran secara kontekstual dapat menjadikan pembelajaran khusunya IPA akan lebih bermakna karena pembelajaran yang dilakukan relevan dengan kehidupan peserta didik (Tupas, 2. Untuk mengajak peserta didik mempelajari keanekaragaman hayati secara kontekstual dapat dilakukan melalui pembelajaran IPA bersumber potensi lokal (Kahar & Fadhilah, 2. Potensi lokal pada tiap daerah menyajikan beragam keanekaragaman hayati yang dapat dipelajari sebagai sumber belajar (Sukardi, 2. Selain sebagai sumber belajar, peserta didik dapat sekalius mengenal tentang keragaman potensi daerah sehingga diharapkan dengan mengetahuinya dapat ikut berperan dalam melestarikan sumber daya alam (Khusniati et al, 2. daerah tersebut. Kabupaten Pacitan merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak potensi lokal salah satunya adalah pantai (Amri & Arifin, 2. , sehingga keragaman yang ada di pantai dapat dipastikan juga sangat melimpah dan berpotensi dikaji sebagai sumber belajar IPA. Salah satu keanekaragaman pantai yang juga sekaligus berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai adalah makroalga. Makroalga merupakan tumbuhan tingkat rendah yang sangat umum dijumpai di daerah pantai yang berkarang dan berpasir (Srimariana, et al, 2. karena kondisi pantai yang demikian merupakan habitat dari organisme ini. Dalam mengembangkan keragaman makroalgae ke dalam bahan ajar IPA maka perlu dilakukan inventarisasi keragaman spesies makroalgae tersebut untuk selanjutnya dapat dikemas menjadi bahan ajar yang relevan dengan tujuan pembelajaran. Hasil Ratnaningsih et. al (Analisis potensi lokal pantai Pidaka. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Januari 2023, pp. inventarisasi dan identifikasi pada makroalgae ini dapat dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai bahan ajar bagi peserta didik untuk menganalisis tentang keanekaragaman makhluk hidup. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui indeks keragaman makroalga di pantai Pidakan Kabupaten Pacitan. Berikut merupakan hasil kajian literatur tentang inventarisasi keanekaragaman makroalgae di kawasan pantai pidakan Kabupaten Pacitan berdasarkan penelitian eksploratif pada tabel 1. Tabel 1. Hasil penelitian tentang keraaman makroalgae di pantai Pidakan Kabupaten Pacitan Ilham Budi Setyawan. Wahyu Prihanta. Elly Purwanti . Lokasi : Pantai Pidakan Divisi Famili Spesies Habitat Chlorophyta Ulvaceae Ulva lactuca L. Substrat karang mati di daerah paparan terumbu karang Ulvaceae Entermorpha intetnalis Terumbu karang (Linnaeu. Link Caulerpaceae Caulerpa racemosa teluk (Forsska. Agardh . erdekatan dengan karang hidu. Valoniaceae Valoni aegagropila C. batu atau pecahan karang di prairan Agardh Codiaceae Codium edule P. Silva Terumbu karang Phaeophyta Dictyotaceae Dictyota dichotoma Terumbu karang (Hudso. Lamouroux Dictyotaceae Padina australis Hauck Terumbu karang Rhodophyta Gracilariaceae Gracilaria gracilis Batuan di daerah intertidal dan (Stackhous. Steentoft Gelidiaceae Gelidium amansii J. Pantai berbatu Lamouroux Solieriaceae Euchema edule Weber di bagian ujung luar terumbu, van Bosse melekat pada batu Solieriaceae Euchema cottoni Terumbu karang Webber van Bosse Corallinaceae Jania longifurca Celah-celah karang Zanardini Corallinaceae Jania rubens (Linnaeu. Epifit pada pangkal tumbuhan yang Lamouroux lebih tua Rhodomelaceae Laurencia poitei Terumbu karang Lamouroux Rhodomelaceae Laurencia brongniartii Terumbu karang Agardh Berdasarkan hasil kajian literature pada tabel 1, dapat diketahui bahwa sebagian besar makroalgae yang ditemukan di pantai Pidakan Kabupaten Pacitan adalah spesies dari divisi rhodophyta . ambar Berdasarkan hal tersebut, maka makroalgae yang ada di pantai pidakan Kabupaten Pacitan tersebut merupakan potensi lokal yang seharusnya keberadaanya tetap dijaga mengingat sebagian besar spesies dari makroalgae mempunyai beragam manfaat dalam kehidupan. Oleh karena itu, penting untuk mengenalkan berbagai spesies makroalage ini kepada para peserta didik dengan mengintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran IPA. Keragaman makroalga di kawasan pantai Pidakan Kabupaten Pacitan seharusnya dapat dijadikan sebagai sumber belajar yang dapat dikemas dalam bahan ajar untuk dipelajari, karena mungkin saja sebagian besar peserta didik belum Ratnaningsih et. al (Analisis potensi lokal pantai Pidaka. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Januari 2023, pp. mengetahui tentang makroalga ini, sehingga perlu untuk mengemasnya ke dalam bahan ajar sebagai tambahan informasi mengenai keanekaragaman hayati daerah. Potensi lokal berkontribusi besar bagi peserta didik dalam proses pembelajaran (Sarah & Maryono, 2. Adanya potensi lokal yang terintegrasi dengan bahan ajar dapat membantu peserta didik memahami konsep yang diajarkan (Wilujeng & Suryadharma, 2. Keberadaan potensi lokal dalam suatu proses pembelajaran memberikan pengaruh pada kedekatan antara objek yang akan diajarkan kepada peserta didik (Imtihana & Djukri, 2. Materi IPA yang terintegrasi potensi lokal akan menarik peserta didik untuk mempelajarinya karena menyajikan gambar dan materi yang relevan dengan potensi lokal daerah (Ilma et. , 2. Bentuk integrasi materi pembelajaran yang sesuai dengan isu lingkungan dapat memudahkan peserta didik dalam menyelesaikan masalah lingkungan (Dewi et al, 2. Chlorophyta Rhodophyta Phaeophyta Gambar 1. Persentase keragaman makroalgae di pantai Pidakan Kabupaten Pacitan Bahan ajar yang dikembangkan perlu memperhatikan pengembangan bahan ajar yang sesuai denga kriteria dalam mencapai tujuan pembelajaran. Djohar . menyatakan bahwa sumber belajar yang mengandung bahan ajar, idealnya harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu : Kejelasan potensi Makrolagae yang berada di kawasan pantai Pidakan Kabupaten Pacitan diungkap keanekaragamannya melalui penelitian eksploratif yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti Ketersediaan objek pembelajaran IPA dalam bentuk potensi lokal diharapkan dapat mengajak peserta didik untuk dapat mengungkap berbagai fenomena dan fakta-fakta sehingga dapat lebih mengenal keragaman daerahnya masing-masing melalui pemahaman konsep bahan Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Hasil kajian yang diperoleh berupa data tentang keanekaragaman spesies makroalga di 3 wilayah pantai Pidakan Kabupaten Pacitan. Hasil penelitian tersebut memiliki kesetaraan dengan Tema 6 Subtema 3: Pelestarian makhluk hidup. Kejelasan sasaran Sasaran dari potensi lokal yang dikemas dalam bahan ajar adalah peserta didik kelas IV SD di Kabupaten Pacitan pada mata pelajaran IPA materi keanekaragaman makhluk hidup sebagai subjek sasaran. Bahan ajar yang dianalisis bersumber potensi lokal disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan peserta didik. Kejelasan informasi yang dapat diungkap Informasi atau data yang diperoleh dari tinjauan lapangan dideskripsikan dalam hasil penelitian tentang keragaman makroalgae yang ditemukan di pantai Pidakan Kabupaten Pacitan. Penyesuaian terhadap tuntutan kurikulum juga diperhatikan dalam aspek proses dan produk sebagai dasar pengembangan bahan ajar berbasis potensi lokal. Ratnaningsih et. al (Analisis potensi lokal pantai Pidaka. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Januari 2023, pp. Kejelasan pedoman eksplorasi Kejelasan pedoman melalui pengemasan bahan ajar dapat memperhatikan beberapa aspek tata cara dalam muatan isi. Pedoman eksplorasi yang dilakukan telah berdasarkan uji kelayakan hasil penelitian menjadi sumber belajar IPA. Implementasi kurikulum 2013 menekankan pada pembelajaan Auscientific approachAy dengan menitikberatkan pada penggunaan metode ilmiah dalam kegiatan belajar mengajar. Kejelasan perolehan yang diharapkan Pengemasan bahan ajar melalui kajian potensi lokal berdasarkan hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan minat peserta didik dalam belajar IPA. Perolehan terhadap hasil belajar yang bersifat menyeluruh menjadi perhatian dalam pengemasan bahan ajar IPA bersumber potensi lokal. Selain itu, melalui pengemasan potensi lokal menjadi bahan ajar IPA dapat dilakukan sebagai sarana untuk mengenalkan kepada peserta didik tentang keragaman potensi lokal daerah. Kajian tentang keanekaragaman hayati dalam IPA merupakan kajian yang sangat umum dan merupakan materi yang bersifat kontekstual. Akan tetapi, materi tentang keanekaragaman hayati yang diajarkan di sekolah masih bersifat umum dan kompleks. Peserta didik belum diajak untuk belajar secara kontekstual berbasis lingkungan sekitar dimana peserta didik tinggal. Padahal objek kajian tentang keanekaragaman hayati tersedia melimpah di alam dan tidak harus pada objek yang sama dan berulang. Jika melihat kondisi alam pada saat ini, sebagian besar keanekaragaman hayati mengalami kerusakan bahkan terjadi kepunahan di beberapa daerah di Indonesia. Penggunaan sumber daya alam yang berlebihan dan tidak berkelanjutan menyebabkan rusaknya biodiversitas yang ada dan pada akhirnya dapat mengancam kehidupan. Menghargai alam, meningkatkan kualitas hidup dan melindungi biodiversitas merupakan prinsip komunitas berkelanjutan (Leksono et. Oleh karena itu, perlu dilakukan pelestarian dan mencegah kerusakan tersebut salah satunya dengan cara mengenalkan dan membelajarkan tentang keanekaragaman hayati daerah dengan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran IPA, mengingat IPA merupakan ilmu hayati dengan objek kajian yaitu makhluk hidup, lingkungan dan interaksi antara keduanya (Imtihana & Djukri. Kriteria menurut Djohar . tersebut menjadi dasar yang dapat disesuaikan dalam pengemasan bahan ajar berbasis potensi lokal. Informasi yang termuat dalam bahan ajar disesuaikan dengan aspek materi dari kurikulum 2013 pada materi keanekaragaman hayati. Karena bahan ajar yang dikembangkan merupakan tambahan informasi tentang keanekaragaman daerah, maka bahan ajar yang dapat dikembangkan diantaranya yaitu: modul cetak (Trisianawati et al, 2. (Hayati et al, 2. atau digital (Miswami & Nurcahyo, 2. LKPD (Mendala & Sueyadharma, 2. (Utami & Aznam, 2. , booklet (Setyaningsih et al, 2. dan lain sebagainya. Kesimpulan dan Saran Kabupaten Pacitan memiliki beragam potensi lokal yang dapat dikaji sebagai sumber belajar IPA salah satunya keanekaragaman makroalgae . umbuhan tingkat renda. yang berada di pantai Pidakan Kabupaten Pacitan. Berdasarkan hasil penelitian eksplorasi yang telah dilakukan seblumnya, ditemukan beberapa macam spesies makroalga yaitu 5 spesies Chlorophyta, 2 spesies Phaeophyta dan 8 spesies Rhodophyta di pantai pidakan. Melalui potensi lokal tersebut, peserta didik dapat belajar tidak hanya tentang keanekaragaman spesies saja, akan tetapi dapat juga mengamati tentang perbedaan pigmen dan bentuk dari makroalgae . yang merupakan keanekaragaman gen dan peranannya dalam menjaga ekosistem pantai. Oleh karena itu, perlu dikembangkan bahan ajar yang bersumber potensi lokal daerah dengan memenuhi kriteria pembuatan bahan ajar yang terdiri dari kejelasan potensi, kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, kejelasan sasaran, kejelasan informasi yang dapat diungkap, kejelasan pedoman Ratnaningsih et. al (Analisis potensi lokal pantai Pidaka. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Januari 2023, pp. eksplorasi dan kejelasan perolehan yang diharapkan. Bentuk bahan ajar yang dapat dikembangkan bersumber potensi lokal tersebut adalah bahan ajar dalam bentuk modul atau e-modul. LKPD, booklet. Hasil penelitian ini berhasil mengidentifikasi keragaman makroalgae di wilayah pantai Pidakan Kabupaten Pacitan serta merumuskan kriteria pengembangan bahan ajar berdasarkan potensi lokal, sehingga penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan untuk penelitian selanjutnya yang relevan. DAFTAR PUSTAKA