Jurnal STEI Ekonomi Journal homepage: https://journal. org/index. php/jemi p-ISSN: 0854-0. e-ISSN: 2527-4783 Vol 35. No. 2, 2026, pp. DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. Research article Pengaruh audit tenure, workload auditor, reputasi auditor, dan fee audit terhadap kualitas audit dengan risiko perusahaan sebagai variabel moderasi Nurfadhilah Zahra* & Harry Budiantoro Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia ABSTRACT The growing need for dependable financial statements, driven by fierce economic rivalry and the rising number of public firms, necessitates auditors to provide superior audit quality. Nonetheless, prior research on the determinants of audit quality continues to provide incongruous findings. This research seeks to examine the impact of audit tenure, auditor workload, auditor reputation, and audit fee on audit quality, with company risk serving as a moderating variable. This study employs a quantitative This study's population comprises 15 firms listed on the SRI-KEHATI index from 2019 to Data analysis was performed using multiple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA) with the aid of SPSS software. The t-test findings demonstrate that audit fees positively influence audit quality, but Audit tenure, auditor Workload, and auditor reputation do not impact audit quality. The moderation test findings indicate that business risk may moderate the impact of auditor Workload on audit quality, but it cannot moderate the effects of Audit tenure, auditor reputation, and audit fee on audit quality. The results suggest that increased audit fees may enhance audit quality, but business risk might amplify the impact of auditor Workload on audit quality. Keywords: Audit Quality. Audit tenure. Auditor Workload. Auditor Reputation. Audit Fee. Firm Risk Article Information: Received 12/31/2025 / Revised 4/24/2026 / Accepted 6/25/2026 / Online First 7/11/2026 Corresponding author: Nurfadhilah Zahra. Email: fadhilah. zahra1709@gmail. A The Author. Published by Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia jakarta. This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License . ttp://creativecommons. org/ licenses/by/4. 0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. The terms on which this article has been published allow the posting of the Accepted Manuscript in a repository by the author. or with their consent. DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. Abstrak Meningkatnya kebutuhan akan laporan keuangan yang dapat diandalkan, yang didorong oleh persaingan ekonomi yang ketat dan meningkatnya jumlah perusahaan publik, mengharuskan auditor untuk memberikan kualitas audit yang unggul. Meskipun demikian, penelitian sebelumnya tentang penentu kualitas audit terus memberikan temuan yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk audit tenure, workload auditor, reputasi auditor, dan fee audit terhadap kualitas audit, dengan risiko perusahaan sebagai variabel moderasi. Studi ini menggunakan metodologi kuantitatif. Populasi penelitian ini terdiri dari 15 perusahaan yang terdaftar di indeks SRI-KEHATI dari tahun 2019 hingga 2023. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Temuan uji-t menunjukkan bahwa fee audit berpengaruh positif terhadap kualitas audit, tetapi masa audit tenure, workload auditor, dan reputasi auditor tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Temuan uji moderasi menunjukkan bahwa risiko bisnis dapat memoderasi dampak Workload auditor terhadap kualitas audit, tetapi tidak dapat memoderasi pengaruh audit tenure, reputasi auditor, dan fee audit terhadap kualitas Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan fee audit dapat meningkatkan kualitas audit, tetapi risiko bisnis dapat memperkuat dampak workload auditor terhadap kualitas audit. Kata Kunci: Kualitas Audit. Audit tenure. Workload auditor. Reputasi Auditor. Fee Audit. Risiko Perusahaan. Pendahuluan Persaingan dunia bisnis yang semakin ketat serta meningkatnya jumlah perusahaan yang melakukan go public menyebabkan kebutuhan terhadap laporan keuangan yang berkualitas semakin tinggi (Qatrunnada & Sundari, 2. Laporan keuangan sangat penting bagi para pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan ekonomi, sehingga organisasi perlu menyediakan informasi yang akurat dan dapat diandalkan (Fisabilillah et al. , 2. Selama proses ini, auditor eksternal berperan sebagai entitas yang tidak memihak dan bertanggung jawab untuk memverifikasi bahwa laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang relevan (Andi et al. , 2. Konflik sering muncul antara manajemen, yang bertindak sebagai agen, dan pemilik perusahaan, sebagai prinsipal, terutama mengenai pengungkapan data keuangan perusahaan. Manajemen memiliki kepentingan tertentu dalam menyampaikan kondisi perusahaan, sedangkan stakeholders membutuhkan laporan yang objektif dan transparan (Sibuea & Arfianti. Oleh karena itu, keterlibatan auditor independen sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap laporan keuangan perusahaan. Profesi akuntansi publik harus menjaga independensi dan kualitas audit untuk menjamin kredibilitas temuan audit bagi konsumen laporan keuangan (Rompas & Agoes, 2. Kualitas audit sangat penting karena menunjukkan kemampuan auditor untuk mengidentifikasi dan mengungkapkan ketidakakuratan atau pelanggaran dalam laporan keuangan perusahaan (Normasyhuri et al. , 2. Kualitas audit yang kurang baik dapat mengikis kepercayaan investor dan meningkatkan kemungkinan kesalahan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, penting untuk mengevaluasi aspek lain yang dapat memengaruhi kualitas audit, termasuk Audit tenure. Workload auditor, reputasi auditor, dan fee audit. Banyak penelitian telah dilakukan mengenai faktor penentu kualitas audit. hasilnya tidak konsisten. Pratama dan Zulvia . menemukan bahwa Workload memengaruhi kualitas audit. Patricia et al. menemukan bahwa fee audit berpengaruh positif terhadap kualitas audit, meskipun Audit tenure tidak memiliki dampak yang signifikan. Nurfadhilah Zahra & Harry Budiantoro Audit Quality. Audit Tenure. Auditor Workload. Auditor Reputation. Audit Fee. Firm Risk Hidayati & Djamil . menunjukkan bahwa fee audit dan Audit tenure secara signifikan memengaruhi kualitas audit, meskipun reputasi auditor tidak memengaruhinya. Hal ini kontras dengan temuan Gunawan & Achyani . , yang menunjukkan bahwa fee audit. Audit tenure, rotasi auditor, dan reputasi auditor secara bersama-sama memengaruhi kualitas audit. Inkonsistensi dalam hasil penelitian menunjukkan adanya kekosongan pengetahuan yang perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini inovatif karena menggunakan risiko perusahaan sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara Audit tenure. Workload auditor, reputasi auditor, dan fee audit terhadap kualitas audit. Analisis ini menggunakan perusahaan yang termasuk dalam indeks SRIKEHATI dari tahun 2019-2023. Perusahaan dalam indeks tersebut dinilai memiliki perhatian terhadap aspek keberlanjutan dan tata kelola perusahaan sehingga menarik untuk dianalisis dalam kaitannya dengan kualitas audit. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Audit tenure. Workload auditor, reputasi auditor, dan fee audit terhadap kualitas audit dengan risiko perusahaan sebagai variabel moderasi. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur tentang kualitas audit dan memberikan wawasan bagi perusahaan, auditor, dan investor tentang penentu kualitas audit dan dampak risiko perusahaan terhadap proses audit. Landasan Teori dan Hipotesis Teori Keagenan (Agency Theor. Teori Keagenan, yang biasa dikenal sebagai Teori Keagenan, diuraikan oleh Jensen dan Meckling pada tahun 1976. Hubungan keagenan diakui sebagai perjanjian kontraktual antara prinsipal dan Mereka berpendapat bahwa prosedur ini secara inheren membutuhkan pendelegasian sebagian kekuasaan pengambilan keputusan kepada agen (Jensen & Meckling, 1. Hubungan keagenan adalah pengaturan kontraktual di mana satu atau lebih prinsipal menunjuk seorang agen untuk melaksanakan pekerjaan atas nama mereka. Auditor berfungsi sebagai pihak ketiga yang tidak memihak dalam hal ini. Auditor independen memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengurangi aktivitas curang dalam laporan keuangan yang dibuat oleh agen (Sawaludin & Fitriyana, 2. Keterlibatan auditor independen akan menjamin peningkatan standar kualitas audit di dalam perusahaan (Normasyhuri et al. , 2. Hubungan antara teori keagenan dan kualitas audit terletak pada kemampuan teori keagenan untuk mengurangi konflik antara prinsipal dan agen melalui keterlibatan pihak eksternal, khususnya auditor, yang bertindak sebagai mediator netral untuk meneliti laporan keuangan. Auditor independen seharusnya memverifikasi bahwa informasi yang diberikan oleh manajemen sesuai dengan standar yang telah ditetapkan (Hidayati & Djamil, 2. Audit Tenure Audit tenure mengacu pada durasi keterlibatan antara auditor dan klien mengenai jasa audit yang telah disepakati, yang mendefinisikan jangka waktu hubungan auditor-klien. Durasi yang diperlukan bagi seorang auditor untuk melakukan audit pada organisasi yang sama sangat penting untuk meningkatkan kualitas audit (Normasyhuri et al. , 2. Audit tenure mengacu pada durasi hubungan antara seorang auditor dari firma akuntansi publik dan perusahaan tertentu (Normasyhuri et al. , 2. Audit tenure yang berkepanjangan dapat dilihat oleh auditor sebagai sumber pendapatan. namun, hal itu juga dapat menumbuhkan ikatan emosional antara klien dan auditor, sehingga membahayakan independensi auditor dan oleh karena itu berdampak pada kualitas audit (Patricia et al. , 2. Dalam perspektif teori keagenan, auditor berperan sebagai pihak independen yang bertugas mengurangi asimetri informasi antara manajemen dan pemilik perusahaan. Oleh DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. karena itu, independensi auditor menjadi faktor penting dalam menghasilkan kualitas audit yang Di satu sisi. Audit tenure yang lebih panjang memungkinkan auditor memahami karakteristik bisnis, sistem pengendalian internal, dan risiko perusahaan secara lebih mendalam sehingga proses audit dapat dilakukan secara lebih efektif. Di sisi lain, hubungan yang berlangsung terlalu lama juga berpotensi menimbulkan kedekatan dengan klien yang dapat mengurangi objektivitas auditor dalam memberikan opini audit. Penelitian Nope dan Sudarmadi . menunjukkan bahwa Audit tenure tidak secara signifikan memengaruhi kualitas audit. Sebaliknya, penelitian Reza et al. menunjukkan bahwa Audit tenure berdampak negatif dan signifikan terhadap kualitas audit. Perbedaan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengaruh Audit tenure terhadap kualitas audit masih belum konsisten sehingga perlu dikaji kembali pada konteks penelitian ini. Oleh karena itu, hipotesis yang diajukan adalah: H1: Audit tenure berpengaruh terhadap kualitas audit Workload auditor Beban yang dihadapi oleh auditor ditentukan oleh banyaknya organisasi yang dikelola, dibatasi oleh periode waktu tertentu (Pratama & Zulvia, 2. Workload yang berlebihan dapat mengganggu kemampuan auditor untuk mengidentifikasi kesalahan atau kecurangan di dalam suatu organisasi, sehingga mengurangi kualitas laporan audit (Wulandari, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Maliyah et al. mengungkapkan bahwa Workload memiliki dampak negatif dan cukup besar terhadap kualitas audit. Adanya Workload akan mendesak auditor untuk menghasilkan laporan audit secepat mungkin sehingga menurunkan kualitasnya. Maka Workload berdampak negatif dan signifikan terhadap kualitas audit karena peningkatan Workload akan menurunkan fokus auditor sehingga kualitas audit akan semakin menurun (Pratama & Zulvia, 2. Secara teoritis, auditor yang menghadapi beban kerja tinggi cenderung mengalami tekanan waktu . ime budget pressur. yang dapat mengurangi ketelitian dalam melaksanakan prosedur audit. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan skeptisisme profesional auditor, membatasi ruang lingkup pemeriksaan, serta meningkatkan risiko tidak terdeteksinya salah saji Namun demikian, auditor yang memiliki pengalaman dan dukungan sistem pengendalian mutu yang baik masih dimungkinkan untuk mempertahankan kualitas audit meskipun menghadapi beban kerja yang tinggi. Namun demikian, sebuah studi oleh Pratama dan Zulvia . menunjukkan bahwa Workload tidak berdampak signifikan terhadap kualitas audit. Perbedaan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengaruh Workload auditor terhadap kualitas audit masih memerlukan pengujian lebih lanjut. Oleh karena itu, hipotesis yang diajukan adalah: H2: Workload auditor berpengaruh terhadap kualitas audit. Reputasi Auditor Reputasi seorang auditor berkaitan dengan kemampuan mereka untuk menjaga independensi dan melakukan audit secara profesional (Ayuni & Handayani, 2. Auditor Big Four dipandang lebih mahir dalam memberikan audit berkualitas tinggi dibandingkan auditor non-Big Four (Isnawan, 2. Pandangan ini mungkin muncul dari asumsi bahwa perusahaan akuntansi publik yang bereputasi memiliki reputasi mendunia, pelatihan yang memadai, dan tingkat akuntabilitas yang signifikan (Gunawan & Achyani, 2. Kualitas audit akan meningkat dengan melibatkan auditor ternama. Pemanfaatan jasa audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP) yang berafiliasi dengan Big Four diharapkan menghasilkan kualitas audit yang lebih baik dibandingkan KAP yang tidak berafiliasi (Ayuni & Handayani, 2. Nurfadhilah Zahra & Harry Budiantoro Audit Quality. Audit Tenure. Auditor Workload. Auditor Reputation. Audit Fee. Firm Risk Selain sumber daya yang lebih memadai, auditor yang memiliki reputasi tinggi umumnya menerapkan sistem pengendalian mutu yang lebih baik serta memiliki insentif untuk menjaga kredibilitas profesinya. Kondisi tersebut mendorong auditor untuk melaksanakan audit secara lebih independen dan sesuai dengan standar audit yang berlaku sehingga kualitas audit yang dihasilkan diharapkan lebih tinggi. Penelitian oleh Hidayati dan Djamil . menunjukkan bahwa reputasi auditor tidak secara signifikan memengaruhi kualitas audit pada perusahaan manufaktur. Perbedaan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara reputasi auditor dan kualitas audit masih belum konsisten. Oleh karena itu, hipotesis yang diajukan adalah: H3: Reputasi Auditor berpengaruh terhadap kualitas audit. Fee Audit Fee audit merupakan keuntungan yang diperoleh dari kontribusi, baik berupa uang maupun barang, yang diberikan oleh klien sebagai bukti dedikasi mereka untuk mendapatkan penugasan dari klien atau entitas lain (Fitriani & Challen, 2. Auditor berkualitas tinggi akan mengenakan fee audit yang lebih tinggi. Fee audit sesuai dengan tingkat risiko yang ditanggung oleh auditor. Risiko yang tinggi mengharuskan auditor untuk mengerahkan lebih banyak upaya, yang menyebabkan peningkatan biaya yang dibebankan kepada organisasi klien (Patricia et al. , 2. Besarnya fee audit mencerminkan tingkat kompleksitas penugasan audit, ruang lingkup pemeriksaan, serta sumber daya yang harus dialokasikan auditor selama proses audit. Fee audit yang memadai memungkinkan auditor melaksanakan prosedur audit secara lebih menyeluruh, meningkatkan penggunaan tenaga profesional yang kompeten, serta memperluas pengujian audit sehingga kualitas audit yang dihasilkan diharapkan semakin baik. Penelitian yang dilakukan oleh Hidayati dan Djamil . menunjukkan bahwa fee audit memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas audit. Fee audit yang tinggi dapat meningkatkan kualitas audit karena biaya yang diperoleh mampu mendukung pelaksanaan proses audit secara optimal (Ayuni & Handayani, 2. Oleh karena itu, hipotesis yang diajukan H4: Fee audit berpengaruh terhadap kualitas audit. Risiko Perusahaan Memoderasi Pengaruh Audit Tenure terhadap Kualitas Audit Risiko perusahaan menunjukkan varians dalam pendapatan, baik di bawah maupun di atas proyeksi (Kurniawan, 2. Tingkat risiko perusahaan mencerminkan tingkat ketidakpastian yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan aktivitas operasionalnya. Semakin tinggi risiko perusahaan, semakin tinggi pula kemungkinan terjadinya salah saji material dalam laporan keuangan, sehingga auditor dituntut untuk meningkatkan ketelitian, skeptisisme profesional, dan prosedur audit yang lebih komprehensif. Dalam perspektif teori keagenan, auditor berperan sebagai mekanisme pengawasan yang bertujuan mengurangi asimetri informasi antara manajemen dan pemegang saham. Pada perusahaan yang memiliki tingkat risiko tinggi, auditor menghadapi tekanan yang lebih besar untuk mempertahankan independensi dan objektivitas selama proses audit. Audit tenure yang panjang dapat memberikan keuntungan berupa pemahaman yang lebih mendalam mengenai karakteristik bisnis, sistem pengendalian internal, serta risiko perusahaan. Namun, hubungan kerja sama yang terlalu lama juga berpotensi menurunkan independensi auditor karena meningkatnya kedekatan dengan manajemen (Nope & Sudarmadi, 2. Oleh karena itu, tingkat risiko perusahaan diduga dapat memperkuat maupun memperlemah pengaruh Audit tenure terhadap kualitas audit. Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis yang diajukan adalah: H5: Risiko perusahaan memoderasi pengaruh Audit tenure terhadap kualitas audit. DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. Risiko Perusahaan Memoderasi Pengaruh Workload Auditor terhadap Kualitas Audit Workload auditor adalah volume tugas audit yang harus diselesaikan auditor dalam periode waktu tertentu. Workload yang berlebihan dapat menyebabkan auditor menghadapi keterbatasan waktu, kelelahan, serta berkurangnya kesempatan untuk melaksanakan prosedur audit secara menyeluruh. Kondisi tersebut dapat mengurangi skeptisisme profesional auditor dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam proses audit (Maliyah et al. , 2. Workload auditor yang tinggi juga berpotensi menurunkan kualitas audit akibat keterbatasan waktu dan sumber daya yang dimiliki auditor (Pratama & Zulvia, 2. Dalam perspektif teori keagenan, auditor dituntut untuk tetap memberikan keyakinan yang memadai atas kewajaran laporan keuangan meskipun menghadapi tekanan pekerjaan. Pengaruh Workload auditor terhadap kualitas audit diduga tidak selalu sama pada setiap perusahaan karena dipengaruhi oleh tingkat risiko perusahaan. Pada perusahaan dengan tingkat risiko yang tinggi, auditor perlu memperluas prosedur audit, meningkatkan pengujian substantif, dan mengalokasikan sumber daya yang lebih besar dibandingkan perusahaan dengan risiko yang lebih rendah. Kondisi tersebut memungkinkan risiko perusahaan memperkuat maupun memperlemah pengaruh Workload auditor terhadap kualitas audit. Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis yang diajukan adalah: H6: Risiko perusahaan memoderasi pengaruh Workload auditor terhadap kualitas audit. Risiko Perusahaan Memoderasi Pengaruh Reputasi Auditor terhadap Kualitas Audit Risiko perusahaan dapat memengaruhi laporan keuangan (Kurniawan, 2. Reputasi auditor menunjukkan prestasi, kepercayaan publik, dan rekam jejak auditor eksternal dalam melaksanakan penugasan audit (Afriani & Budiantoro, 2. Entitas yang memiliki tingkat risiko tinggi lebih rentan mengalami salah saji material dalam laporan keuangan sehingga auditor dituntut mampu mengidentifikasi dan merespons risiko tersebut secara memadai (Sibuea & Arfianti, 2. Dalam perspektif teori keagenan, auditor yang memiliki reputasi tinggi diharapkan mampu mempertahankan independensi, objektivitas, dan kualitas audit meskipun menghadapi perusahaan dengan tingkat risiko yang berbeda. Auditor yang berasal dari Kantor Akuntan Publik bereputasi umumnya memiliki sumber daya, sistem pengendalian mutu, serta kompetensi yang lebih baik dalam menangani penugasan audit yang kompleks. Oleh karena itu, perusahaan dengan tingkat risiko tinggi cenderung memilih auditor yang bereputasi baik untuk meningkatkan kredibilitas laporan keuangan dan mengurangi asimetri informasi antara manajemen dan pemegang saham (Afriani & Budiantoro, 2. Dengan demikian, risiko perusahaan diduga dapat memoderasi pengaruh reputasi auditor terhadap kualitas audit. Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis yang diajukan adalah: H7: Risiko perusahaan memoderasi pengaruh reputasi auditor terhadap kualitas audit. Risiko Perusahaan Memoderasi Pengaruh Fee Audit terhadap Kualitas Audit Fee audit merupakan imbalan yang diterima auditor atas jasa audit yang diberikan kepada perusahaan (Sawaludin & Fitriyana, 2. Besarnya fee audit umumnya disesuaikan dengan tingkat kompleksitas, ruang lingkup pemeriksaan, dan risiko audit yang dihadapi auditor selama proses penugasan. Fee audit yang lebih tinggi memungkinkan auditor mengalokasikan waktu, tenaga, serta sumber daya yang lebih memadai sehingga proses audit dapat dilakukan secara lebih menyeluruh (Qatrunnada & Sundari, 2. Dalam perspektif teori keagenan, perusahaan dengan tingkat risiko yang tinggi memiliki potensi lebih besar mengalami salah saji material sehingga memerlukan prosedur audit yang lebih ekstensif. Kondisi tersebut menyebabkan auditor harus meningkatkan intensitas Nurfadhilah Zahra & Harry Budiantoro Audit Quality. Audit Tenure. Auditor Workload. Auditor Reputation. Audit Fee. Firm Risk pemeriksaan, memperluas pengujian audit, serta melibatkan personel yang lebih kompeten. Akibatnya, perusahaan dengan tingkat risiko yang tinggi cenderung memerlukan fee audit yang lebih besar untuk mendukung pelaksanaan audit yang berkualitas. Dengan demikian, tingkat risiko perusahaan diduga dapat memperkuat maupun memperlemah pengaruh fee audit terhadap kualitas audit. Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis yang diajukan adalah: H8: Risiko perusahaan memoderasi pengaruh fee audit terhadap kualitas audit. Audit Tenure Workload Auditor Kualitas Audit Reputasi Auditor Fee Audit Risiko Perusahaan Gambar 1. Model Penelitian Metode Sampel dan Prosedur Penelitian ini menggunakan model kuantitatif. Penelitian ini menggunakan strategi moderasi untuk menganalisis kapasitas faktor moderasi dalam meningkatkan atau mengurangi hubungan antar variabel (Ghozali, 2. Penelitian ini menggunakan sampel 16 perusahaan dari indeks Sri Kehati untuk periode 2019 hingga 2023. Subjek penelitian adalah laporan tahunan yang diaudit dari tahun 2019-2023. Laporan tahunan perusahaan berfungsi sebagai sumber informasi untuk mengevaluasi dan menilai faktor-faktor yang digunakan dalam penelitian yaitu Audit tenure. Workload auditor, reputasi auditor, fee audit, risiko perusahaan dan kualitas audit. Metodologi penelitian menggunakan teknik kuantitatif deskriptif untuk menganalisis korelasi antar variabel (Sugiyono, 2. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Bukti ini diperoleh dari materi yang sudah ada sebelumnya, termasuk dokumen laporan tahunan perusahaan. Pengukuran Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan tahunan perusahaan yang termasuk dalam indeks SRI-KEHATI untuk tahun 2019-2023. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kualitas audit, sedangkan faktor independennya meliputi: audit tenure. DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. workload auditor, reputasi auditor, dan fee audit, dengan risiko perusahaan sebagai variabel Kualitas audit dan reputasi auditor dinilai dengan proksi firma akuntansi Big Four dan non-Big Four, dengan memberikan nilai 1 kepada perusahaan yang diaudit oleh firma Big Four dan nilai 0 kepada perusahaan yang diaudit oleh firma non-Big Four (Ayuni & Handayani, 2. Audit tenure diukur berdasarkan durasi hubungan penugasan audit antara auditor dan perusahaan klien, yang dinyatakan dalam tahun (Normasyhuri et al. , 2. Workload audit diukur berdasarkan jumlah klien yang ditangani oleh auditor selama satu periode audit (Pratama & Zulvia, 2. Fee audit diukur menggunakan logaritma natural (L. dari total fee audit yang dilaporkan dalam laporan tahunan perusahaan (Qatrunnada & Sundari, 2. Risiko perusahaan diukur menggunakan Debt to Asset Ratio (DAR), yang dihitung sebagai total kewajiban dibagi dengan total aset (Kurniawan, 2. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan dengan perangkat lunak SPSS versi 26. Prosedur analitis mencakup banyak fase evaluasi statistik, menggunakan uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisita. untuk memverifikasi bahwa data memenuhi prasyarat tertentu untuk analisis regresi. Analisis regresi moderasi dilakukan untuk memastikan dampak masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dan untuk mengevaluasi efek variabel moderasi, menentukan apakah variabel tersebut memperkuat atau mengurangi hubungan antara variabel independen dan dependen. Uji koefisien determinasi digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana faktor-faktor independen secara kolektif menjelaskan varians pada variabel dependen (Sugiyono, 2. Hasil dan Pembahasan Hasil analisis statistik deskriptif terhadap variabel Audit tenure. Workload auditor, reputasi auditor, fee audit, kualitas audit, dan risiko perusahaan dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Statistik Desktiptif Variabel Minimum Maksimum Mean Standar Deviasi Audit tenure 1,00 5,00 2,6533 1,3997 Workload auditor 20,00 338,00 97,3067 81,2592 Reputasi Auditor 9,79 y 10a 1,49 y 10AA 6,21 y 10a 2,57 y 10AA Fee Audit 14,92 28,63 20,4168 3,8394 Kualitas Audit 0,00 1,00 0,5467 0,5012 Risiko Perusahaan 0,15 16,08 3,3154 3,5573 Valid N . Sumber: Data diolah Uji statistik deskriptif menunjukkan bahwa 75 sampel digunakan dalam data penelitian. Variabel Audit tenureor berkisar dari minimum 1,00 hingga maksimum 5,00, dengan rata-rata 2,6533 dan simpangan baku 1,39974. Variabel Workload auditor berkisar dari minimum 20,00 hingga maksimum 338,00, dengan rata-rata 97,3067 dan simpangan baku 81,25917. Variabel reputasi auditor memiliki nilai minimum 0,0000000010, maksimum 0,0014931980, rata-rata 0,0000620691, dan simpangan baku 0,0002573875. Variabel fee audit berkisar dari minimum 14,92 hingga maksimum 28,63, dengan rata-rata 20,4168 dan deviasi standar 3,83941. Variabel kualitas audit berkisar dari minimum 0,00 hingga maksimum 1,00, dengan rata-rata 0,5467 dan Nurfadhilah Zahra & Harry Budiantoro Audit Quality. Audit Tenure. Auditor Workload. Auditor Reputation. Audit Fee. Firm Risk deviasi standar 0,50117. Variabel risiko perusahaan memiliki nilai minimum 0,15, maksimum 16,08, rata-rata 3,3154, dan deviasi standar 3,55734. Temuan menunjukkan variabilitas yang signifikan pada setiap variabel data penelitian. Sebelum melakukan pengujian hipotesis, data dievaluasi dan memenuhi semua asumsi regresi klasik. Temuan pengujian asumsi klasik dirinci dalam Lampiran. Subbab ini mengkaji hasil penelitian tentang pengaruh Audit tenureor. Workload auditor, reputasi auditor, dan fee audit terhadap kualitas audit, dengan risiko perusahaan sebagai variabel moderasi. Pembahasan difokuskan pada interpretasi temuan empiris yang diperoleh dari pengujian hipotesis, serta keterkaitannya dengan teori dan hasil penelitian terdahulu. Tabel 2. Hasil Uji Koefisien Determinasi. Uji F dan Uji Hipotesis Koefisien Regresi (B) t-hitung Sig. Konstanta -0,672 -1,676 0,099 Ae Audit tenure -0,049 -0,993 0,324 H1 ditolak Workload auditor -0,001 -0,998 0,322 H2 ditolak Reputasi Auditor -425,958 -0,920 0,361 H3 ditolak Fee Audit 0,066 4,160 0,000 H4 diterima Audit tenure y Risiko Perusahaan -0,003 -0,261 0,795 H5 ditolak Workload auditor y Risiko Perusahaan 0,000 -1,996 0,050 H6 diterima Reputasi Auditor y Risiko Perusahaan 26,046 0,237 0,813 H7 ditolak Fee Audit y Risiko Perusahaan -0,005 -0,445 0,658 H8 ditolak RA 0,438 Adjusted RA 0,360 F-hitung 5,626 . Variabel Keterangan Sumber: Data diolah Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pada Tabel 2, diketahui bahwa Audit tenure memiliki nilai signifikansi sebesar 0,324 . > 0,. , sehingga H1 ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa Audit tenure tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Variabel Workload auditor memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,322 . > 0,. , sehingga H2 ditolak, yang berarti Workload auditor tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Selanjutnya, reputasi auditor memiliki nilai signifikansi sebesar 0,361 . > 0,. , sehingga H3 ditolak, yang menunjukkan bahwa reputasi auditor tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Sebaliknya, fee audit memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 . O 0,. dengan koefisien regresi positif sebesar 0,066, sehingga H4 diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa fee audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit. Selanjutnya, hasil pengujian variabel moderasi menunjukkan bahwa risiko perusahaan tidak mampu memoderasi pengaruh Audit tenure terhadap kualitas audit, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,795 . > 0,. , sehingga H5 ditolak. Risiko perusahaan mampu memoderasi pengaruh Workload auditor terhadap kualitas audit, dengan nilai signifikansi sebesar 0,050. Dengan nilai signifikansi sebesar 0,050 (O 0,. , sehingga H6 diterima. Sementara itu, risiko perusahaan tidak mampu memoderasi pengaruh reputasi auditor terhadap kualitas audit, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,813 . > 0,. , sehingga H7 ditolak. DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. Demikian pula, risiko perusahaan tidak mampu memoderasi pengaruh fee audit terhadap kualitas audit, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,658 . > 0,. , sehingga H8 Selain pengujian hipotesis, hasil uji kelayakan model menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan layak untuk menjelaskan hubungan antarvariabel. Hal ini ditunjukkan oleh nilai F-hitung sebesar 5,626 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 . < 0,. Selanjutnya, nilai RA sebesar 0,438 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan variasi kualitas audit sebesar 43,8%, sedangkan 56,2% sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian. Pembahasan Pengaruh Audit tenure terhadap Kualitas Audit Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama, diketahui bahwa Audit tenure tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lamanya hubungan antara auditor dan klien tidak menjadi faktor yang menentukan kualitas audit yang Temuan tersebut mengindikasikan bahwa auditor tetap mampu menjalankan tugasnya secara profesional tanpa dipengaruhi oleh durasi masa perikatan audit. Dalam perspektif teori keagenan, hubungan kerja sama yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama berpotensi menimbulkan kedekatan antara auditor dan klien sehingga dapat mengurangi independensi auditor. Namun, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa auditor tetap mampu mempertahankan independensi dan objektivitas dalam melaksanakan proses audit sesuai dengan standar profesional dan kode etik yang berlaku. Dengan demikian, lamanya masa perikatan tidak secara otomatis menurunkan maupun meningkatkan kualitas audit. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Nope dan Sudarmadi . serta Budiantoro et al. yang menyatakan bahwa Audit tenure tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa auditor tetap menjaga profesionalisme dalam melaksanakan penugasan audit sesuai dengan standar dan pedoman etika profesi, meskipun memiliki hubungan kerja sama yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu dengan Namun demikian, hasil penelitian ini bertentangan dengan temuan Reza et al. yang menyatakan bahwa Audit tenure memiliki pengaruh negatif terhadap kualitas audit. Di sisi lain, masa penugasan yang lebih panjang juga dapat memberikan manfaat bagi auditor karena meningkatkan pemahaman terhadap karakteristik perusahaan, sistem pengendalian internal, serta risiko yang dihadapi perusahaan. Kondisi tersebut memungkinkan auditor melaksanakan prosedur audit secara lebih efektif dan efisien (Sawaludin & Fitriyana. Oleh karena itu. Audit tenure bukan merupakan faktor utama yang menentukan kualitas audit, melainkan perlu didukung oleh kompetensi auditor, pemahaman yang memadai terhadap kondisi perusahaan, serta kemampuan auditor dalam mempertahankan independensi selama proses audit. Pengaruh Workload auditor terhadap Kualitas Audit Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa Workload auditor tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Secara teoritis, beban kerja yang tinggi berpotensi menurunkan kualitas audit akibat keterbatasan waktu, kelelahan, dan tekanan pekerjaan. Namun demikian, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi tersebut tidak memberikan pengaruh yang substansial. Dari sudut pandang teori keagenan, auditor tetap mampu mempertahankan independensinya sebagai pihak yang tidak memihak meskipun berada di bawah tekanan pekerjaan yang tinggi. Workload mencerminkan volume pekerjaan yang ditangani auditor akibat banyaknya klien yang dilayani dalam periode tertentu. Beban kerja yang berlebihan dapat mengganggu Nurfadhilah Zahra & Harry Budiantoro Audit Quality. Audit Tenure. Auditor Workload. Auditor Reputation. Audit Fee. Firm Risk kemampuan auditor dalam mendeteksi kesalahan maupun kecurangan (Wulandari, 2. Temuan penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Pratama dan Zulvia . , yang menyatakan bahwa Workload tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Namun, hasil ini bertentangan dengan temuan Maliyah et al. , yang mengidentifikasi adanya pengaruh negatif yang signifikan dari Workload terhadap kualitas audit. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa peningkatan beban kerja tanpa disertai sumber daya yang memadai dapat mengganggu kualitas audit, sehingga manajemen Workload yang proporsional menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Pengaruh Reputasi Auditor terhadap Kualitas Audit Hasil pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa reputasi auditor tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Auditor dengan keahlian dan kepercayaan publik yang tinggi, terutama yang berafiliasi dengan Kantor Akuntan Publik (KAP) Big Four, umumnya dianggap lebih mampu menghasilkan audit yang berkualitas tinggi karena didukung oleh sumber daya, kompetensi, dan sistem pengendalian mutu yang unggul. Namun, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa asumsi tersebut tidak sepenuhnya berlaku pada sampel penelitian yang Dari perspektif teori keagenan, independensi auditor merupakan elemen krusial dalam menjaga kualitas audit. Meskipun reputasi sering diasosiasikan dengan kualitas yang lebih baik, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa auditor tetap dapat mempertahankan independensinya sebagai pihak yang tidak memihak dalam hubungan keagenan, terlepas dari tingkat reputasinya. Kualitas audit merujuk pada kemampuan auditor dalam menilai laporan keuangan sesuai dengan standar yang berlaku (Isnawan, 2. , sedangkan reputasi auditor merujuk pada persepsi publik atau klien terhadap kualitas dan integritas auditor dalam menjalankan proses audit (Hidayati & Djamil, 2. Temuan penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Afriani dan Budiantoro . , yang menemukan bahwa reputasi auditor tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit pada perusahaan manufaktur di berbagai sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengaruh Fee Audit terhadap Kualitas Audit Hasil pengujian hipotesis keempat menunjukkan bahwa fee audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan fee audit berkorelasi dengan peningkatan kualitas audit yang dihasilkan. Fee audit yang memadai memungkinkan auditor mengalokasikan waktu, tenaga, dan sumber daya secara lebih optimal untuk melaksanakan proses audit secara menyeluruh. Dukungan tersebut memungkinkan auditor meningkatkan ketelitian, kedalaman pengujian, serta penerapan skeptisisme profesional dalam pelaksanaan audit. Selain itu, fee audit yang layak turut mendorong auditor untuk melibatkan tim yang lebih kompeten, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas audit secara keseluruhan. Temuan ini memperkuat hasil penelitian Nope dan Sudarmadi . serta Afriani dan Budiantoro . , yang juga menemukan bahwa fee audit berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Namun, hasil ini berbeda dengan temuan Hidayati dan Djamil . , yang meskipun juga mengidentifikasi pengaruh signifikan pada perusahaan manufaktur, menunjukkan bahwa besarnya pengaruh fee audit dapat bervariasi tergantung pada karakteristik perusahaan. Dalam perspektif teori keagenan, fee audit mencerminkan kompensasi atas jasa yang diberikan auditor kepada klien. Kompensasi yang layak memotivasi auditor untuk bekerja lebih efektif dengan dukungan sumber daya yang memadai, sehingga meningkatkan kualitas audit melalui pengurangan asimetri informasi antara prinsipal dan agen. DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. Pengaruh Audit Tenure terhadap Kualitas Audit dengan Risiko Perusahaan sebagai Pemoderasi Hasil pengujian hipotesis kelima menunjukkan bahwa interaksi antara Audit tenure dan risiko perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Dengan demikian, risiko perusahaan tidak memperkuat maupun memperlemah hubungan antara Audit tenure dan kualitas audit. Perusahaan dengan tingkat risiko tinggi umumnya membutuhkan auditor dengan skeptisisme dan independensi profesional yang lebih tinggi. Namun, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa durasi hubungan auditor dengan klien tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, baik pada perusahaan berisiko tinggi maupun rendah. Dari perspektif teori keagenan. Audit tenure yang panjang berpotensi mengancam independensi auditor akibat kedekatan dengan klien. Meskipun demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa auditor tetap mampu mempertahankan independensinya sebagai pihak yang tidak memihak dalam hubungan keagenan tersebut. Temuan ini sejalan dengan penelitian Dzikri et al. , yang menunjukkan bahwa Audit tenure tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit dan tidak dipengaruhi oleh variabel lain. Namun, hasil ini bertentangan dengan temuan Budiantoro et al. , yang menunjukkan bahwa Audit tenure berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Perbedaan ini diduga disebabkan oleh perbedaan karakteristik sampel dan variabel penelitian, sehingga pengaruh Audit tenure dapat bersifat kontekstual. Pengaruh Workload Auditor terhadap Kualitas Audit dengan Risiko Perusahaan sebagai Pemoderasi Hasil pengujian hipotesis keenam menunjukkan bahwa interaksi antara Workload auditor dan risiko perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Dengan demikian, risiko perusahaan memoderasi hubungan antara Workload auditor dan kualitas audit. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat risiko perusahaan dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh Workload auditor terhadap kualitas audit. Meskipun auditor menghadapi beban kerja yang tinggi, keberadaan risiko perusahaan tidak serta-merta menurunkan atau meningkatkan kualitas audit secara langsung, karena auditor tetap menjalankan proses audit sesuai dengan standar profesional yang berlaku, terlepas dari profil risiko klien. Dalam perspektif teori keagenan, auditor dituntut untuk senantiasa menjaga independensi dan objektivitas dalam kondisi apa pun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa auditor mampu menyesuaikan strategi audit seperti perencanaan, alokasi waktu, dan sumber daya ketika menghadapi perusahaan dengan tingkat risiko yang berbeda, sehingga dampak Workload terhadap kualitas audit dapat diminimalkan. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Pratama dan Zulvia . , yang menyatakan bahwa auditor memiliki mekanisme pengendalian yang memadai untuk mengelola Workload, sehingga kualitas audit tetap terjaga pada berbagai skenario risiko perusahaan. Pengaruh Reputasi Auditor terhadap Kualitas Audit dengan Risiko Perusahaan sebagai Pemoderasi Hasil pengujian hipotesis ketujuh menunjukkan bahwa interaksi antara reputasi auditor dan risiko perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Dengan demikian, risiko perusahaan tidak memoderasi pengaruh reputasi auditor terhadap kualitas audit. Temuan ini mengindikasikan bahwa reputasi auditor, baik pada KAP dengan reputasi tinggi maupun rendah, tetap menghasilkan kualitas audit yang relatif konsisten tanpa Nurfadhilah Zahra & Harry Budiantoro Audit Quality. Audit Tenure. Auditor Workload. Auditor Reputation. Audit Fee. Firm Risk dipengaruhi oleh tingkat risiko perusahaan klien. Auditor dengan reputasi tinggi cenderung menjaga kualitas audit sebagai bentuk tanggung jawab profesional sekaligus upaya mempertahankan reputasinya, sehingga kualitas audit tidak bergantung pada kondisi risiko Tidak signifikannya peran risiko perusahaan sebagai variabel moderasi diduga disebabkan oleh penerapan standar audit yang ketat serta sistem pengendalian mutu yang dimiliki oleh auditor bereputasi tinggi. Auditor dengan reputasi baik umumnya memiliki prosedur audit yang baku, pengawasan internal yang kuat, serta sumber daya yang memadai untuk menangani klien dengan berbagai tingkat risiko (Hidayati & Djamil, 2. Kondisi ini menjadikan kualitas audit tetap terjaga meskipun perusahaan memiliki tingkat risiko yang tinggi. Dalam perspektif teori keagenan, auditor dituntut untuk menjaga independensi dan objektivitas dalam setiap kondisi. Risiko perusahaan lebih diprioritaskan pada tahap perencanaan audit, dan bukan sebagai faktor penentu hubungan antara reputasi auditor dan kualitas audit. Auditor bereputasi tinggi mungkin menyesuaikan teknik auditnya berdasarkan tingkat risiko klien, namun penyesuaian tersebut tidak menurunkan kualitas audit yang Pengaruh Fee Audit terhadap Kualitas Audit dengan Risiko Perusahaan sebagai Pemoderasi Hasil pengujian hipotesis kedelapan menunjukkan bahwa interaksi antara fee audit dan risiko perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Dengan demikian, risiko perusahaan tidak memoderasi pengaruh fee audit terhadap kualitas audit. Hasil ini menunjukkan bahwa fee audit yang diterima auditor tidak dipengaruhi oleh tingkat risiko perusahaan dalam kaitannya dengan kualitas audit yang dihasilkan. Auditor tetap menjalankan proses audit sesuai dengan standar profesional yang berlaku, sehingga kualitas audit tidak bergantung pada profil risiko klien. Selain itu, risiko perusahaan tidak memperkuat maupun memperlemah hubungan antara fee audit dan kualitas audit. Tidak signifikannya peran risiko perusahaan sebagai variabel moderasi diduga disebabkan oleh penetapan fee audit yang umumnya telah mempertimbangkan tingkat kompleksitas dan risiko audit sejak awal perikatan. Dengan perencanaan audit yang matang dan kesepakatan fee yang jelas, auditor telah mengalokasikan sumber daya secara memadai untuk menjaga kualitas audit, sehingga pengaruh risiko perusahaan menjadi tidak signifikan. Dalam perspektif teori keagenan, auditor dituntut untuk menjaga independensi dan objektivitas dalam setiap kondisi. Fee audit tidak seharusnya mengompromikan kualitas maupun objektivitas auditor, terlepas dari tingginya tingkat risiko perusahaan. Auditor profesional menjunjung tinggi kualitas audit sebagai bentuk kewajiban kepada para pemangku kepentingan, upaya menjaga reputasi, serta langkah mitigasi risiko litigasi (Hartono & Laksito. Simpulan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Audit tenure. Workload auditor, reputasi auditor, dan fee audit terhadap kualitas audit dengan risiko perusahaan sebagai variabel Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan Audit tenure. Workload auditor, reputasi auditor, fee audit, risiko perusahaan, dan interaksi variabel moderasi membentuk model yang signifikan dalam menjelaskan kualitas audit. Secara parsial, hanya fee audit yang terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan Audit tenure. Workload auditor, dan reputasi auditor tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Selain itu, risiko perusahaan terbukti mampu memoderasi pengaruh Workload auditor terhadap kualitas DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. audit, tetapi tidak mampu memoderasi pengaruh Audit tenure, reputasi auditor, maupun fee audit terhadap kualitas audit. Keterbatasan dan Saran Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, pengukuran kualitas audit masih menggunakan proksi tertentu sehingga belum sepenuhnya merepresentasikan kualitas audit yang sesungguhnya. Kedua, pengukuran risiko perusahaan hanya berfokus pada aspek keuangan sehingga belum mencakup dimensi risiko nonkeuangan, seperti risiko operasional, risiko kepatuhan, dan risiko tata kelola perusahaan. Ketiga, penelitian ini hanya menggunakan satu variabel moderasi, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel moderasi atau variabel lain, seperti kompetensi auditor, independensi auditor, tata kelola perusahaan, maupun kompleksitas audit, agar dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kualitas audit. Referensi Afriani. , & Budiantoro. The effect of auditor reputation , audit fee, audit committee and financial distress on audit quality with company size as a moderating variable. Jurnal Akuntansi Dan Manajemen, 23. , 99Ae116. Andi. Haliah, & Nirwana. Pengaruh Tekanan Anggaran Waktu. Risiko Audit. Dan Skeptisme Auditor Terhadap Kualitas Audit. Bata Ilyas Educational Management Review, 2. , 83Ae99. Ayuni. , & Handayani. Pengaruh Fee Audit . Rotasi Audit. Reputasi Auditor dan Spesialisasi Auditor terhadap Kualitas Audit. Jurnal Buana Akuntansi, 8. , 41Ae56. https://doi. org/10. 36805/akuntansi. Budiantoro. Serena. , & Tantriningsih. Pengaruh Audit tenure . Ukuran KAP . Spesialisasi Auditor , dan Auditor Switching Terhadap Kualitas Audit ( Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2019 ). Journal of Research in Business. Economics, and Education E-ISSN, 3. , 26Ae38. Budiantoro. Royudin. Simon. , & Lapae. PENGARUH AUDIT TENURE. ROTASI AUDIT. UKURAN KAP. DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KUALITAS AUDIT. Eqien - Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 11. , 811 Ae 820. https://doi. org/10. 34308/eqien. Dzikri. Sari. , & Helmi. Pengaruh Audit tenure terhadap kualitas audit dan peran variabel moderasi. Sebatik, 28. Fisabilillah. Fahria. , & Praptiningsih. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Risiko Perusahaan, dan Profitabilitas Klien Terhadap Audit Fee. Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan, 8. , 361Ae372. Fitriani. , & Challen. Pengaruh Audit tenure. Audit Fee. Audit Capacity Stress Serta Spesialisasi Auditor Terhadap Kualitas Audit. Jurnal Riset Akuntansi, 14. , 78Ae94. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate IBM SPSS 25 Edisi 9. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Gunawan. , & Achyani. Peran Komite Audit Dalam Mempengaruhi Fee Audit . Audit tenure . Rotasi Audit Dan Reputasi Auditor Terhadap Kualitas Audit. Economics and Digital Business Review, 5. , 365Ae394. Hartono. , & Laksito. Pengaruh Audit tenure. Fee Audit. Ukuran Kantor Akuntan Publik. Spesialisasi Auditor. Komite Audit Terhadap Kualitas Audit. Diponegoro Journal of Accounting, 11. , 1Ae12. Hidayati. , & Djamil. Pengaruh Fee Audit . Audit tenure . Rotasi Audit dan Reputasi Auditor Terhadap Kualitas Audit pada Perusahaan Manufaktur Sektor Aneka Industri yang Terdaftar di Indonesia Tahun 2020-2022. Jurnal Audit. Akuntansi. Manajemen Terintegrasi, 2. , 393Ae405. Nurfadhilah Zahra & Harry Budiantoro Audit Quality. Audit Tenure. Auditor Workload. Auditor Reputation. Audit Fee. Firm Risk Isnawan. Reputasi Auditor Sebagai Pemoderasi Audit tenure. Auditor Switching. Audit Fee. Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kualitas Audit. Repository UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kurniawan. Pengaruh Risiko Perusahaan. Komite Audit. Kualitas Audit. Profitabilitas. Dan Leverage Terhadap Tax Avoidance. Repository Universitas Islam Indonesia. Maliyah. Hidayat. , & Krisdina. The Effect Of Workload On Audit Quality ( Empirical Study at the Sumedang District Regional Inspectorate ). Jurnal Sintesa, 3. Jensen. , & Meckling. Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of Financial Economics, 3. , 305Ae360. Nope. , & Sudarmadi. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Audit tenure. Audit Fee Dan Audit Delay Terhadap Kualitas Audit. Jurnal Nusa Akuntansi, 1. , 1172Ae1194. Normasyhuri. Fauzi, & Suhaidi. Peran Moderasi Komite Audit dalam Hubungan Audit tenure dan Reputasi KAP dengan Kualitas Audit. Owner: Riset & Jurnal Akuntansi, 6. , 3901Ae Patricia. Suci. , & Suriyanti. Pengaruh Audit Fee. Rotasi Audit. Audit tenure dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kualitas Audit pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2022. EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi, 3. , 2008Ae2027. Pratama. , & Zulvia. Pengaruh Workload. Ukuran Perusahaan. Dewan Direksi dan Komite Audit Terhadap Kualitas Audit Pada Perusahaan. Jurnal Media Akademik, 2. Qatrunnada. , & Sundari. Peran Audit Fee dan Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Audit. Jurnal Ekonomi. Keuangan. Perbankan Dan Akuntansi, 13. , 32Ae45. https://doi. org/10. 35313/ekspansi. Reza. M Farhan Kholik. , & Kuntadi. Pengaruh Komite Audit. Spesialisasi Auditor. Dan Audit tenure Terhadap Kualitas Audit. Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis Dan Akuntansi, 1. , 11Ae25. Rompas. , & Agoes. Pengaruh Audit Fee. Institutional Ownership dan Litigation Risk Terhadap Kualitas Audit Dimoderasi Dengan Komite Audit. Jurnal Kontemporer Akuntansi, 4. Sawaludin. , & Fitriyana. Pengaruh Audit tenure. Fee Audit dan Spesialis Auditor Terhadap Kualitas Audit. Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Bisnis Dan Akuntansi, 2. , 632Ae642. Sibuea. , & Arfianti. Pengaruh Kualitas Audit. Ukuran Perusahaan. Kompleksitas Perusahaan dan Risiko Perusahaan Terhadap Audit Fee. Jurnal Akuntansi, 10. , 126Ae140. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif . nd ed. Cv. Alfabeta. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D (Edisi . Alfabeta. Wulandari. Pengaruh Reputasi Kap. Audit Fee. Audit tenure dan Workload Terhadap Audit Quality Pada Perusahaan Manufaktur. Skripsi. Perbanas Institute Repository Declarations