Jurnal Dimas Canthing Vol 3 No 1 Tahun 2026 E-ISSN: 3031-4607 Bijak Mengatur Harta di Usia Senja: Program Literasi bagi Kelompok Belajar Lansia Yohani*1. Saebani2. Aisyah3. Musfirah4 1,2,3,4 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan e-mail: adeniraku@gmail. Abstrak Kelompok lanjut usia . menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan akibat keterbatasan pendapatan, meningkatnya kebutuhan kesehatan, serta rendahnya literasi keuangan di usia senja. Selain aspek ekonomi, lansia juga memerlukan penguatan kesadaran akan persiapan kehidupan akhirat agar pengelolaan harta tidak hanya berorientasi pada kebutuhan duniawi, tetapi juga bernilai ibadah dan kebermanfaatan sosial. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan kesadaran spiritual lansia kelompok belajar lansia. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, edukasi literasi keuangan dan nilai-nilai keislaman, praktik pengelolaan keuangan sederhana, pendampingan, serta evaluasi. Materi mencakup perencanaan keuangan harian, pengelolaan dan pemanfaatan aset secara bijak, serta penguatan konsep persiapan akhirat melalui zakat, infak, sedekah, dan wasiat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman lansia terhadap pengelolaan harta yang seimbang antara kebutuhan dunia dan akhirat serta tumbuhnya kesadaran untuk menata keuangan secara bertanggung jawab dan bernilai ibadah. Program ini diharapkan menjadi model literasi keuangan lansia yang holistik, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan lahir dan batin di usia senja Kata Kunci: Pengelolaan harta, persiapan akhirat, kesejahteraan lansia PENDAHULUAN Lansia merupakan kelompok masyarakat yang menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sosial dan ekonomi, terutama terkait dengan kemampuan mengelola harta dan keuangan secara bijak di usia senja. Penurunan produktivitas, keterbatasan pendapatan, serta minimnya pemahaman literasi keuangan sering kali menyebabkan lansia berada pada kondisi rentan terhadap permasalahan finansial, seperti kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, ketergantungan ekonomi pada keluarga, hingga risiko penipuan keuangan. Kondisi ini semakin kompleks ketika lansia memiliki keterbatasan kemampuan keaksaraan dan numerasi yang berdampak pada pemahaman informasi Kelompok Belajar Lansia Keaksaraan Fungsional (KF) Aisyiyah berperan penting sebagai wadah pemberdayaan lansia untuk meningkatkan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian, pembelajaran keaksaraan fungsional perlu diintegrasikan dengan materi yang relevan dengan kebutuhan nyata lansia, salah satunya adalah literasi keuangan. Pemahaman mengenai pengelolaan harta, perencanaan pengeluaran, pengelolaan tabungan, serta pengambilan keputusan keuangan yang aman menjadi aspek krusial untuk mendukung kemandirian dan kesejahteraan lansia. Berdasarkan kondisi tersebut. Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul AuBijak Mengatur Harta di Usia Senja: Program Literasi Keuangan bagi Kelompok Jurnal Dimas Canthing Vol 3 No 1 Tahun 2026 E-ISSN: 3031-4607 Belajar LansiaAy dirancang sebagai upaya edukatif dan partisipatif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan literasi keuangan lansia KF Aisyiyah. Program ini diharapkan mampu membantu lansia dalam mengelola harta secara sederhana, aman, dan bertanggung jawab sesuai dengan prinsip keaksaraan fungsional serta nilai-nilai Aisyiyah yang menekankan kemandirian, amanah, dan kebermanfaatan. Melalui kegiatan ini, lansia diharapkan dapat menjalani usia senja dengan lebih tenang, mandiri, dan bermartabat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan lansia yang tergabung dalam Kelompok Belajar Lansia Keaksaraan Fungsional (KF) Aisyiyah agar mampu mengelola harta dan keuangan secara bijak di usia senja. Secara khusus, program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai pengelolaan pendapatan dan pengeluaran, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan sederhana, serta membekali lansia dengan keterampilan praktis dalam mengambil keputusan keuangan yang aman dan bertanggung jawab. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi lansia serta meningkatkan rasa percaya diri dalam mengelola harta sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka. Manfaat dari pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat dirasakan baik oleh peserta maupun mitra pengabdian. Bagi lansia peserta kegiatan, program ini memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan literasi keuangan yang aplikatif, sehingga mereka mampu mengelola harta secara sederhana, menghindari risiko keuangan, serta memenuhi kebutuhan hidup secara lebih terencana. Bagi Kelompok Belajar Lansia KF Aisyiyah, kegiatan ini menjadi penguatan materi keaksaraan fungsional yang relevan dengan kehidupan sehari-hari serta mendukung program pemberdayaan lansia yang berkelanjutan. Sementara itu, bagi pelaksana pengabdian dan institusi, kegiatan ini menjadi sarana implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi serta kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat lansia berbasis nilai keislaman dan kemasyarakatan. Integrasi nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam program ini diwujudkan melalui penanaman prinsip-prinsip keislaman yang relevan dengan pengelolaan harta, seperti amanah, kejujuran, kesederhanaan, dan tanggung jawab. Peserta dikenalkan pada pemahaman bahwa harta merupakan titipan Allah SWT yang harus dikelola secara bijak dan membawa kemaslahatan, sebagaimana ajaran Islam yang menekankan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan pribadi dan kepedulian sosial. Nilai wasathiyah . diterapkan dalam pengelolaan keuangan agar lansia terhindar dari sikap boros maupun kikir, serta mampu menyesuaikan pengeluaran dengan Selain itu, nilai Kemuhammadiyahan dan Aisyiyah diintegrasikan melalui semangat berkemajuan, pemberdayaan, dan kemandirian umat, dengan mendorong lansia untuk tetap produktif, mandiri, dan berperan aktif dalam keluarga serta lingkungan masyarakat. Kegiatan ini juga menanamkan nilai kepedulian sosial melalui pemahaman tentang pentingnya berbagi, infaq, dan sedekah sesuai kemampuan sebagai bagian dari pengelolaan harta yang bernilai ibadah. Dengan integrasi nilai AIK tersebut, program pengabdian ini tidak hanya meningkatkan literasi keuangan lansia, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku pengelolaan harta yang selaras dengan ajaran Islam dan cita-cita gerakan Aisyiyah. METODE Metode pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif, dan kontekstual, yang disesuaikan dengan Jurnal Dimas Canthing Vol 3 No 1 Tahun 2026 E-ISSN: 3031-4607 karakteristik lansia dan prinsip keaksaraan fungsional. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang saling berkesinambungan agar tujuan program dapat tercapai secara optimal. Berdasarkan analisis situasi, kondisi obyektif yang ada pada mitra dan solusi yang disepakati bersama, maka grand design penyelesaian masalahnya disajikan pada gambar di bawah . Gambar 1 Tahap pertama adalah identifikasi kebutuhan dan kondisi awal peserta. Pada tahap ini dilakukan observasi dan diskusi sederhana dengan pengelola Kelompok Belajar Lansia KF Aisyiyah serta peserta lansia untuk mengetahui tingkat pemahaman keaksaraan, numerasi, dan pengelolaan keuangan sehari-hari. Hasil identifikasi ini digunakan sebagai dasar penyusunan materi literasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan lansia. Tahap kedua adalah edukasi literasi keuangan berbasis keaksaraan fungsional. Edukasi diberikan melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok kecil, dan tanya jawab dengan bahasa sederhana dan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari Materi meliputi pengenalan konsep harta sebagai amanah, pengelolaan pendapatan dan pengeluaran, pencatatan keuangan sederhana, perencanaan kebutuhan, serta kewaspadaan terhadap risiko penipuan keuangan. Pada tahap ini juga diintegrasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, seperti amanah, kesederhanaan, dan tanggung jawab dalam mengelola harta. Tahap ketiga adalah evaluasi dan refleksi. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan perubahan pemahaman dan keterampilan peserta, diskusi reflektif, serta umpan balik dari peserta dan pengelola kelompok belajar. Evaluasi ini bertujuan untuk menilai efektivitas program serta mengetahui manfaat yang dirasakan oleh lansia setelah mengikuti kegiatan. Tahap terakhir adalah tindak lanjut dan keberlanjutan program. Pada tahap ini diberikan rekomendasi sederhana kepada pengelola Kelompok Belajar Lansia KF Jurnal Dimas Canthing Vol 3 No 1 Tahun 2026 E-ISSN: 3031-4607 Aisyiyah untuk melanjutkan praktik literasi keuangan dalam kegiatan rutin kelompok. Selain itu, disusun bahan ajar sederhana sebagai media pendukung agar lansia dapat terus mempraktikkan pengelolaan harta secara bijak dalam kehidupan sehari-hari. SOLUSI Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah pelaksanaan program literasi keuangan berbasis keaksaraan fungsional yang dirancang khusus untuk lansia pada Kelompok Belajar Lansia KF Aisyiyah. Program ini difokuskan pada upaya membantu lansia memahami dan menerapkan pengelolaan harta secara bijak, sederhana, dan aman sesuai dengan kondisi usia serta kemampuan keaksaraan peserta. Solusi diawali dengan pengenalan permasalahan keuangan yang dihadapi lansia, seperti kesulitan mengatur pengeluaran, tidak terbiasanya melakukan pencatatan keuangan, serta kerentanan terhadap risiko pengelolaan harta yang kurang tepat. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan edukasi literasi keuangan dengan pendekatan bahasa sederhana dan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari lansia, sehingga materi mudah dipahami dan relevan. Selanjutnya, solusi diwujudkan melalui praktik langsung dan pendampingan, di mana lansia dilatih untuk melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran sederhana, menyusun kebutuhan prioritas, serta memahami cara mengambil keputusan keuangan yang aman. Pendampingan dilakukan secara bertahap dan persuasif agar lansia merasa nyaman, percaya diri, dan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri. Sebagai bagian dari solusi, program ini juga mengintegrasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, dengan menanamkan pemahaman bahwa harta merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dikelola secara jujur, sederhana, dan bertanggung Nilai-nilai tersebut diperkuat melalui diskusi reflektif dan contoh perilaku pengelolaan harta yang bernilai ibadah dan membawa kemaslahatan. Tahap akhir dari solusi adalah evaluasi dan tindak lanjut, yang bertujuan untuk melihat perubahan pemahaman dan perilaku lansia dalam mengelola harta setelah mengikuti program. Evaluasi dilakukan secara sederhana melalui refleksi bersama dan pengamatan praktik peserta. Dengan solusi ini, diharapkan lansia mampu mengelola harta secara lebih bijak, mandiri, dan berkelanjutan sehingga dapat menjalani usia senja dengan lebih tenang dan bermartabat. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema AuBijak Mengatur Harta di Usia Senja: Program Literasi Keuangan bagi Kelompok Belajar Lansia KF AisyiyahAy menunjukkan hasil yang positif. Lansia peserta kegiatan mengikuti rangkaian program dengan antusias dan partisipatif, terutama pada sesi edukasi dan praktik pengelolaan keuangan sederhana. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memiliki kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran serta belum memahami pentingnya pengelolaan harta secara terencana. Setelah kegiatan edukasi dilakukan, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep dasar literasi keuangan, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas pengeluaran, serta pentingnya menyisihkan dana secara bijak sesuai kemampuan(Aulia et al. , 2019. Pada tahap praktik, sebagian besar lansia mampu melakukan pencatatan keuangan sederhana secara mandiri dengan Jurnal Dimas Canthing Vol 3 No 1 Tahun 2026 E-ISSN: 3031-4607 menggunakan format yang telah disediakan, meskipun masih memerlukan pendampingan ringan pada beberapa peserta. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri lansia dalam mengelola keuangan. Lansia mulai berani mengambil keputusan keuangan sederhana secara lebih berhati-hati dan tidak tergesa-gesa. Selain itu, peserta juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap risiko keuangan, khususnya terkait kewaspadaan terhadap tawaran keuangan yang tidak jelas. Pembahasan Banyak lansia cenderung menyimpan harta bukan karena kikir, melainkan sebagai hasil dari pengalaman hidup yang penuh keterbatasan di masa lalu. Pengalaman hidup susah menumbuhkan rasa takut akan kekurangan di usia tua, sehingga menyimpan harta dianggap sebagai bentuk perlindungan diri. Selain itu, keinginan untuk tidak merepotkan anak-anak membuat lansia merasa harus tetap mandiri secara Harta kemudian menjadi sumber rasa aman psikologis, terutama ketika menghadapi ketidakpastian kesehatan dan masa depan. Di sisi lain, rendahnya kepercayaan kepada orang lain dalam urusan harta serta kebiasaan hidup hemat yang terbentuk sejak lama turut memperkuat perilaku menabung Kekhawatiran harta disalahgunakan dan ketidakterbiasaan menikmati hasil jerih payah sendiri membuat lansia lebih nyaman menyimpan daripada menggunakan harta yang dimiliki. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan literasi keuangan yang empatik agar lansia dapat mengelola harta secara bijak, seimbang antara kebutuhan hidup, ketenangan batin, serta kebermanfaatan bagi diri sendiri, keluarga, dan persiapan akhirat(Fong et al. , 2. Mengubah pola pikir tentang harta menjadi langkah penting di usia senja, dari sekadar menyimpan menuju memaknai. Harta sejatinya adalah sarana, bukan tujuan akhir kehidupan. Harta tidak dibawa mati, yang akan menyertai seseorang adalah kebaikan, amal, dan hubungan baik dengan keluarga serta sesama. Oleh karena itu, pengelolaan harta di usia lanjut perlu diarahkan pada kebermanfaatan, ketenangan batin, dan nilai ibadah, bukan sekadar menumpuk demi rasa aman semu. Menikmati harta bukanlah pemborosan, melainkan bentuk penghargaan atas jerih payah selama bertahun-tahun bekerja dan berjuang. Mengonsumsi makanan yang lebih baik, tinggal di tempat yang nyaman, serta memperoleh fasilitas kesehatan yang layak adalah hak lansia untuk hidup bermartabat. Di samping itu, berbagi sebagian harta melalui sedekah, infak, atau bantuan kepada keluarga dan lingkungan sekitar justru menghadirkan ketenteraman hati. Berbagi membuat beban batin berkurang, memperkuat ikatan sosial, dan menumbuhkan kebahagiaan, baik bagi lansia maupun bagi mereka yang menerima. Prinsip bijak dalam mengelola harta di usia senja dimulai dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan dasar. Harta sebaiknya digunakan untuk menjaga kesehatan, mengonsumsi makanan bergizi, memiliki pakaian yang layak, serta menciptakan kenyamanan dan keamanan tempat tinggal(Lusardi et al. , 2. samping itu, keamanan harta juga perlu diperhatikan dengan menyimpan dokumen penting di tempat yang aman dan tidak memberikan akses bebas kepada pihak yang kurang dipercaya. Lansia juga perlu waspada terhadap berbagai bentuk penipuan, terutama yang dilakukan melalui telepon atau internet, agar harta yang dimiliki tetap Selain memenuhi kebutuhan dan menjaga keamanan, lansia dianjurkan untuk membuat perencanaan warisan sejak dini. Pengaturan harta yang jelas dapat mencegah Jurnal Dimas Canthing Vol 3 No 1 Tahun 2026 E-ISSN: 3031-4607 konflik keluarga, memastikan harta disalurkan sesuai keinginan, serta memberikan ketenangan batin. Dalam proses ini, penting bagi lansia untuk belajar mempercayai orang terdekat, seperti anak atau keluarga yang amanah, dengan melibatkan mereka secara transparan dalam pengelolaan harta. Di samping itu, menyisihkan sebagian harta untuk kebaikan melalui sedekah, membantu keluarga yang membutuhkan, kegiatan sosial, serta tujuan ibadah dan amal akan menjadikan harta lebih bermakna dan membawa keberkahan. Memaknai harta di usia senja berarti menjadikannya sebagai sarana untuk meraih kebahagiaan pribadi dan kualitas hidup yang lebih baik. Harta dapat digunakan untuk berobat tanpa menunda, menikmati rekreasi sederhana, mengikuti aktivitas sosial yang menyenangkan, serta memenuhi hobi ringan yang menenangkan jiwa(Faradilla et , n. Pemanfaatan harta untuk hal-hal tersebut bukanlah bentuk pemborosan, melainkan cara wajar untuk menikmati hidup yang telah lama diperjuangkan dengan kerja keras dan pengorbanan. Selain untuk diri sendiri, harta juga dapat menjadi sumber kebahagiaan bagi keluarga dan sarana mendekatkan hubungan. Memberi hadiah kecil, membantu pendidikan cucu, atau memfasilitasi acara keluarga dapat memperkuat ikatan kasih sayang dan menghadirkan kenangan indah. Lebih jauh lagi, harta yang dimanfaatkan untuk kebahagiaan spiritualAiseperti wakaf, sedekah jariyah, dukungan bagi kegiatan sosial dan keagamaan, serta program kemanusiaanAiakan meninggalkan jejak kebaikan yang lebih abadi(Aulia et al. , 2019. Dengan demikian, harta tidak hanya menjadi peninggalan materi, tetapi juga warisan nilai, cinta, dan amal yang terus mengalir Dalam perencanaan harta di usia senja, langkah utama yang harus didahulukan adalah melunasi seluruh utang dan menyelesaikan wasiat. Semua kewajiban pewaris, termasuk biaya pemakaman dan utang pribadi, wajib dilunasi dari harta peninggalan sebelum harta tersebut dibagikan kepada ahli waris. Setelah itu, wasiat dapat dilaksanakan dengan ketentuan maksimal sepertiga dari total harta dan ditujukan kepada pihak non-ahli waris atau untuk menambah bagian tertentu sesuai niat pewaris. Penting pula untuk mengidentifikasi ahli waris secara jelas, seperti suami atau istri, anak laki-laki dan perempuan, ayah, ibu, serta saudara kandung, serta memahami porsi pembagiannya sesuai ketentuan syariat agar tidak menimbulkan kekeliruan dan Agar pembagian harta berjalan tertib dan adil, lansia dianjurkan menyiapkan dokumen legal sebagai bentuk kehati-hatian, meskipun bersifat opsional namun sangat Dokumen tersebut dapat berupa surat wasiat yang sah dan surat pernyataan ahli waris yang disusun melalui musyawarah mufakat serta disahkan secara hukum. Selain itu, penting untuk memisahkan jenis harta, antara harta yang diwasiatkan, harta untuk ahli waris, dan aset investasi yang memerlukan perencanaan khusus. Proses pembagian sebaiknya dilakukan secara terbuka melalui musyawarah keluarga, dicatat secara tertulis dan bermaterai, serta melibatkan pihak yang berkompeten bila diperlukan, sehingga memberikan rasa aman, keadilan, dan ketenangan bagi semua Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan keaksaraan fungsional yang dipadukan dengan literasi keuangan sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman lansia dalam mengelola harta. Penyampaian materi dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari memudahkan lansia dalam menerima dan mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh. Hal ini sejalan dengan prinsip pembelajaran orang dewasa yang menekankan relevansi dan pengalaman langsung sebagai sumber belajar utama(Adminakunesa, 22602-Article Text-78921-1-1820230508. Pdf, n. Jurnal Dimas Canthing Vol 3 No 1 Tahun 2026 E-ISSN: 3031-4607 Praktik langsung dan pendampingan menjadi faktor kunci keberhasilan program Lansia tidak hanya menerima informasi secara teoritis, tetapi juga dibimbing untuk menerapkan pencatatan dan pengambilan keputusan keuangan secara nyata. Pendekatan ini membantu mengurangi rasa takut dan keraguan lansia terhadap pengelolaan keuangan, sekaligus menumbuhkan rasa kemandirian dan tanggung jawab(PPb_NURUL AAoINA FITRIAH AZHAR SR C 2020_5. PDF, n. Integrasi nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (Aisyiya. turut memperkuat keberhasilan program. Penanaman nilai amanah, kesederhanaan, dan kehati-hatian dalam mengelola harta memberikan dimensi spiritual dan moral dalam praktik literasi keuangan(Aulia et al. , 2019. Lansia tidak hanya memahami pengelolaan harta sebagai kebutuhan ekonomi, tetapi juga sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab kepada Allah SWT serta keluarga. Secara keseluruhan, hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa program PkM ini mampu memberikan dampak nyata bagi lansia KF Aisyiyah dalam meningkatkan literasi keuangan dan kualitas hidup di usia senja. Program ini juga berpotensi untuk direplikasi dan dikembangkan pada kelompok lansia lainnya dengan penyesuaian konteks dan kebutuhan lokal KESIMPULAN Dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat AuBijak Mengatur Harta di Usia Senja: Program Literasi Keuangan bagi Kelompok Belajar Lansia KF AisyiyahAy telah dilaksanakan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi Kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan lansia dalam mengelola harta secara sederhana, terencana, dan bertanggung jawab sesuai dengan kemampuan keaksaraan fungsional yang dimiliki. Pendekatan edukasi yang dikombinasikan dengan praktik langsung dan pendampingan terbukti efektif dalam membantu lansia membiasakan pencatatan keuangan, menyusun prioritas pengeluaran, serta mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak. Selain itu, integrasi nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Jurnal Dimas Canthing Vol 3 No 1 Tahun 2026 E-ISSN: 3031-4607 memperkuat kesadaran lansia bahwa pengelolaan harta merupakan amanah yang harus dijalankan dengan prinsip kejujuran, kesederhanaan, dan kemaslahatan. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi dalam meningkatkan kemandirian finansial lansia dan mendukung terciptanya kualitas hidup yang lebih tenang dan bermartabat di usia senja. Kegiatan pengabdian ini juga berpotensi untuk dikembangkan dan direplikasi pada kelompok lansia lainnya sebagai upaya pemberdayaan berkelanjutan berbasis literasi keuangan dan keaksaraan fungsional. SARAN Bagi Kelompok Belajar Lansia KF Aisyiyah, kegiatan literasi keuangan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan pembelajaran keaksaraan fungsional agar kebiasaan mencatat dan mengelola harta dapat terus dipraktikkan oleh lansia dalam kehidupan sehari-hari. Bagi Pengelola dan Pendamping Lansia Diperlukan pendampingan rutin dan penyederhanaan materi agar lansia semakin percaya diri dalam mengelola keuangan, terutama dalam menghadapi risiko pengambilan keputusan keuangan di usia senja. Bagi Lembaga Aisyiyah dan Pemangku Kepentingan Program serupa dapat direplikasi pada kelompok lansia lainnya dengan menyesuaikan karakteristik peserta dan kondisi lokal sebagai upaya pemberdayaan lansia berbasis literasi keuangan dan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Bagi Kegiatan Pengabdian Selanjutnya disarankan untuk menambahkan materi perlindungan konsumen dan kewaspadaan terhadap penipuan keuangan agar lansia semakin terlindungi dan mandiri secara finansial. UCAPAN TERIMA KASIH Dalam menulis megucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berjudul AuBijak Mengatur Harta di Usia Senja: Program Literasi Keuangan bagi Kelompok Belajar Lansia KF Aisyiyah. Ay Ucapan terima kasih disampaikan kepada pimpinan dan pengelola Kelompok Belajar Lansia KF Aisyiyah atas kerja sama dan partisipasi yang sangat baik selama kegiatan Apresiasi juga disampaikan kepada para peserta lansia yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan semangat belajar. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan institusi dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan fasilitas, pendampingan, serta motivasi sehingga kegiatan pengabdian ini dapat terlaksana dengan lancar. Semoga kerja sama dan kontribusi yang telah terjalin dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan dan kemandirian lansia. REFERENSI