Analisis Usahatani Jagung (Zea mays. ) Var. Betras 1 Di Kelompok Tani AuSido Mukti IAy Desa Blingoh Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara (Analysis Of Corn Farming (Zea mays. ) Of The Betras 1 Variety In The Farmer Group AuSido Mukti IAy Blingoh Village. Donorojo Sub-District. Jepara Regenc. Achmad Jubaidi. Saparto. , dan Harum Sitepu. Program Studi S-1 Agribisnis STIP Farming Semarang Staf Pengajar Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang achmadjubaidi82@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di kelompok tani Sido Mukti I Desa Blingoh Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara pada bulan Januari-Maret 2023. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pendapatan, kelayakan finansial, serta pengaruh biaya sarana produksi . enih, pupuk, pestisid. dan tenaga kerja terhadap pendapatan usaha tani Jagung Betras 1. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yang dipandu kuesioner kepada petani sejumlah 34 orang. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Pendapatan usahatani jagung varietas Betras 1 rata-rata sebesar Rp. 912,-/ha/musim tanam, dengan R/C Ratio sebesar 2,4 (Ou . BEP (Q) = 3. 145 kg . iil 409 k. BEP (R. = Rp. 786,- . iil Rp. 200,-) dan ROI = 137,3 %. Ada pengaruh yang sangat nyata: biaya sarana produksi (Benih, pupuk. Pestisid. dan Tenaga kerja terhadap pendapatan, dengan persamaan regresi Y = -1865806,324 22,160 X1 ** 9,278 X2 ** -5,855 X3ns 1,085 X4 ns. (P<1%. R2ajst= 0,. Kesimpulan: Usahatani jagung Betras 1 di Kelompok tani AuSido Mukti I' Desa Blingoh Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara menguntungkan, layak diusahakan secara finansial, dan secara simultan biaya benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja berpengaruh sangat signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung varietas Betras 1, namun secara parsial hanya biaya benih dan pupuk yang berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan usaha tani jagung varietas Betras 1. Kata Kunci : analisis, usahatani, jagung varietas Betras 1. ABSTRACT This research was conducted in the farmer group of Sido Mukti I Blingoh Village. Donorojo Sub-district. Jepara Regency in January - March 2023. The objective of the research is to find out income, financial feasibility, and the effect of production facility costs . eeds, fertilizers, and pesticide. and workers on the income of Betras 1 Corn farming. The data collection method was carried out by interview guided by questionnaire to 34 farmers. The data obtained was analyzed descriptively. The results of the research indicate that: 1. The average income of the Betras 1 variety corn farming is IDR 18,174,912,-/ha/planting season, with R/C Ratio of 2. 4 (Ou . BEP (Q) = 3,145 kg . eal 7,409 k. BEP (IDR) = IDR 1,786,- . eal IDR 4,200,) and ROI = 137. There is a very real effect: production facility costs . eeds, fertilizers, and pesticide. and workers on income, with the regression equation Y = 1865806,324 22,160 X1 ** 9,278 X2 ** -5,855 X3 ns 1,085 X4 ns. (P<1%. R2ajst= 0,. Conclusion: Betras 1 corn farming in the Farmer Group AuSido Mukti IAy Blingoh Village. Donorojo Sub-district. Jepara Regency is profitable, financially feasible, and simultaneously the costs of seeds, fertilizers, pesticides and workers have a very significant effect on the income of Betras 1 variety corn farming, however partially only the costs of seeds and fertilizers have a significant effect on the income of Betras 1 variety corn farming. Keywords : analysis, farming. Betras 1 variety corn. Achmad Jubaidi . Saparto , dan Harum Sitepu : Analisis Usahatani Jagung (Zea mays. ) Var. Betras 1 Di Kelompok Tani AuSido Mukti IAy PENDAHULUAN Pertanian merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Ditinjau dari konstribusi dalam penyediaan kebutuhan pangan bagi masyarakat Indonesia, maka pertanian berperan penting dalam kelangsungan ketahanan pangan Nasional. Salah satu komoditas tanaman pangan di Indonesia adalah jagung. Jagung masih menjadi bahan makanan pokok di beberapa daerah, dan jagung pada umumnya digunakan untuk bahan dasar industri pakan ternak. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menerapkan upaya khusus untuk meningkatkan produktivitas jagung melalui program upaya khusus (Padi. Jagung dan Kedel. Jagung merupakan tanaman serealia yang paling produktif di dunia, sesuai ditanam di wilayah bersuhu tinggi, dan pematangan tongkol ditentukan oleh akumulasi panas yang diperoleh Luas pertanaman jagung di seluruh dunia lebih dari 100 juta ha, menyebar di 70 negara, termasuk 53 negara berkembang. Jagung tumbuh baik di wilayah tropis hingga 50 A LU, dan 50 A LS, dari dataran rendah sampai 000 mdpl, dengan curah hujan tinggi, sedang, hingga rendah sekitar 500 mm/tahun. Pusat produksi jagung di dunia terbesar di negara tropis dan subtropis. Dari beberapa varietas yang terdapat di lokasi penelitian pada umumnya petani lebih memilih jagung Betras 1 untuk dibudidayakan, karena jagung Betras 1 yang paling unggul dari segi hasil. Varietas Betras 1 merupakan benih jagung unggul produksi PT. Benih Citra Asia. Secara teknis varietas Betras 1 termasuk jagung hibrida dengan ciri warna biji kuning terang. Ukuran panjang tongkol sekitar 18 cm dan diameter 5 cm, tahan terhadap penyakit hawar dan karat daun. Produksi hasil mencapai 10 ton/ha. Banyak faktor yang menjadi dasar gagalnya usaha budidaya jagung ini, antara lain jumlah produksi yang tidak sama, penggunaan saprodi yang berbeda dan manajemen yang kurang baik dan penggunaan bibit yang jelek. Semua itu berpengaruh pada pendapatan bersih dari sisa hasil usaha yang dilakukan. Perbedaan pendapatan inilah yang menjadi pertimbangan untuk melakukan analisis usahatani jagung Betras 1. Analisis usahatani ini dilakukan untuk mengetahui besarnya investasi, unsur biaya, tingkat produksi yang harus dicapai, harga jual yang menguntungkan, dan besarnya keuntungan yang akan diperoleh. Analisis usaha tani ini meliputi: pembiayaan usaha, keuntungan usaha, dan analisis kelayakan usaha yang terdiri dari analisis Break Even Point (BEP). Revenue Cost Ratio (R/C), dan Benefit Cost Ratio (B/C). METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Tani AuSido Mukti IAuDesa Blingoh. Kecamatan Donorojo. Kabupaten Jepara pada bulan Januari sampai Maret 2023. Pemilihan Desa Blingoh sebagai lokasi penelitian di antaranya adalah Desa Blingoh merupakan salah satu daerah yang mayoritas penduduknya adalah sebagai petani dan kondisi lahan yang mendukung untuk dilakukan usaha tani Jagung terutama Jagung varietas Betras Penelitian ini mengambil data dari petani yang menanam jagung varietas Betras 1 pada musim tanam ke 2 tahun Penelitian dilakukan berdasarkan deskriptif analisis yang artinya menganalisis pendapatan yang sudah berlangsung atau berdasarkan kenyataan dan ex post facto yang artinya penelitian yang dilakukan untuk meneliti . Vol. No. 2 September 2024 peristiwa yang telah terjadi yang kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut (Sugiyono, 2. Setelah dilakukan pra survei di Desa Blingoh terdapat petani jagung varietas Betras 1 sebanyak 34 Karena populasi sampel kurang dari 100 maka semua populasi dijadikan sebagai sampel dengan menggunakan metode sensus. Pendapatan bersih atau keuntungan usahatani Jagung varietas Betras 1 di kelompok tani AuSido Mukti IAuDesa Blingoh Kecamatan Donorojo dihitung dengan rumus Kune. Penerimaan usahatani Jagung. Keterangan: TR=Total Revenue/Penerimaan total/jumlah pendapatan kotor (R. P = Price/Harga produk (Rp/k. Q = Quantitative/Jumlah produk yang dihasilkan . Analisa Pendapatan. Penerimaan dan Biaya (R/C Rati. BEP produksi. BEP Harga dan analisa ROI (Analisis Return on Invesmen. (Suratiyah. , 2. Untuk mengetahui adanya pengaruh biaya sarana produksi dan tenaga kerja terhadap pendapatan menggunakan analisis regresi linier berganda (Walpole, , 1. Analisis yang sering digunakan untuk mengetahui pengaruh tiap-tiap biaya produksi yaitu dengan analisis regresi linier berganda, dengan model matematis sbb: A = TR Ae TC Keterangan: = Pendapatan =Total Revenue (Penerimaa. = Total Cost . iaya Tota. Biaya Total. Keterangan: = Biaya Total (R. TFC = Total Biaya Tetap (R. TVC = Total Biaya Variabel (R. Analisis kelayakan adalah upaya untuk mengetahui tingkat kelayakan suatu jenis usaha yang terdiri dari Ratio Antara Keterangan: = bCAXCA bCCXCC bCEXCE bCEX a b1,2,3,4 = Pendapatan (R. = Konstanta (R. =Koefisien regresi = Biaya benih (R. = Biaya pupuk (R. = Biaya pestisida (R. = Biaya tenaga kerja (R. = Error (Gala. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Pendapatan Usahatani Jagung varietas Betras 1. Biaya usahatani adalah biaya yang muncul dalam satu kali musim tanam Achmad Jubaidi . Saparto , dan Harum Sitepu : Analisis Usahatani Jagung (Zea mays. ) Var. Betras 1 Di Kelompok Tani AuSido Mukti IAy yang berupa biaya tetap (Sewa Lahan, paja. dan biaya variabel (Benih. Pupuk. Pestisida dan tenaga kerj. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, hasil perhitungan ratarata biaya usahatani jagung dapat dilihat pada Tabel 1 dan 2. Berdasarkan Tabel 1. Dapat diketahui bahwa usahatani jagung memerlukan biaya tetap yaitu sewa lahan dan pajak, sedangkan untuk biaya variabel meliputi benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja. Berdasarkan harga sewa lahan dalam satu kali tanam per hektar di Kelompok tani AuSido Mukti IAyDesa Blingoh Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara sebesar Rp. 833,-/ha/tahun, lebih tinggi dibandingkan dengan sewa lahan pada penelitian (Matakena. , & Pigai. di Kabupaten Nabire untuk sewa lahan dikenai biaya sebesar Rp 500. 000,setiap bulannya, sehingga petani harus membayar biaya sewa lahan untuk satu kali musim tanam selama tiga bulan yaitu sebesar Rp 1. Biaya variabel usahatani jagung varietas Betras 1 meliputi benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja untuk per hektar per satu kali musim tanam, yaitu biaya benih sebesar Rp. 410,293,-/ha, biaya pemupukan jagung sebesar Rp. 484,-/ha, biaya penggunaan pestisida dalam analisa jagung sebesar Rp. 485,-/ha dan yang terakhir adalah biaya tenaga kerja untuk analisa usaha tani jagung varietas Betras 1 sebesar Rp. 788,-/ha. Sehingga total biaya variabel usahatani jagung varietas Betras 1 sebesar Rp. 050,-/ha. Dengan total biaya produksi sebesar Rp. 244,-/ha dan menurut Rahmad. berdasarkan biaya usahatani di Nagari Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten . Vol. No. 2 September 2024 Pasaman Barat terbagi dua yaitu biaya tidak tetap dan biaya tetap. diperoleh ratarata biaya tidak tetap yang di keluarkan oleh petani untuk 1 ha adalah sebesar Rp 121,-/MT dan biaya tetap sebesar Rp 4. 267,-/MT, total biaya yang diperlukan adalah Rp 11. 388,-/MT, sehingga total biaya produksi usahatani jagung Betras 1 di Kelompok tani AuSido mukti IAy Desa Blingoh Kecamatan Donorojo lebih tinggi dibandingkan dengan di Nagari Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat hal ini dikarenakan biaya tetap dan biaya variabel yang di keluarkan di Nagari Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat lebih kecil. Berdasarkan Tabel 2. hasil analisis usahatani jagung varietas Betras 1 yang sudah dilakukan untuk harga jual jagung sebesar Rp. dengan rataAerata produksi per hektar dalam satu musim tanam sebesar 7. kg, apabila di bandingkan hasil produksi per hektar dari PT. Benih Citra Asia 200 kg terdapat selisih kenaikan hasil produksi 272 kg lebih tinggi hasil produksi jagung varietas Betras 1 yang di budidayakan Kelompok tani Sido Mukti I Desa Blingoh, total penerimaan dalam rataAerata per hektar per satu kali musim tanam sebesar Rp. 157,/ha. Menurut Rahmad. berdasarkan rata-rata penerimaan petani s e b e s a r R p 2 3 . 6 9 2 . 1 5 4 , - / h a / M T, sedangkan rata-rata biaya variabel sebesar Rp 4. 267,-/ha/MT. Setelah dilakukan pengurangan antara rata-rata penerimaan dengan rata-rata biaya variabel dan diketahui bahwa rata-rata pendapatan yang diperoleh petani jagung hibrida di Nagari Kinali sebesar Rp 902,-/ha/MT. Analisis pendapatan usahatani jagung varietas Betras 1 di kelompok tani AuSido Mukti IAuDesa Blingoh Kecamatan Donorojo adalah pendapatan bersih yang diperoleh dari penerimaan . endapatan koto. dikurangi total biaya produksi. Total biaya Biaya Produksi terdiri dari biaya tetap . ewa lahan dan paja. dan biaya tidak tetap/biaya variabel . enih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerj. Sehingga pendapatan bersih yang diterima dalam melakukan analisis usahatani jagung varietas Betras 1 di kelompok tani AuSido Mukti IAuDesa Blingoh Kecamatan Donorojo adalah sebesar Rp. 912,-/ha. Apabila dibandingkan dengan pendapatan bersih di Nagari Kinali pendapatan yang di Kelompok tani AuSido Mukti IAy Desa Blingoh lebih besar. Hasil perhitungan analisis pendapatan usahatani jagung varietas Betras 1 di kelompok tani AuSido Mukti IAy Desa Blingoh Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara yaitu dengan total biaya Rp. 244,-/ha, dengan penerimaan sebesar Rp. 157,/ha dan menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 912,-/ha telah sesuai dengan hasil penelitian (Purwanto & Muis, 2. bahwa Penerimaan adalah hasil kali antara jumlah produksi dengan harga Semakin banyak hasil produksi yang dijual, maka semakin besar pula penerimaan yang diperoleh Rata-rata produksi yang diperoleh selama satu kali musim tanam di Desa Modo adalah sebesar 5. kg/ha dengan harga jual Rp. 500,-/kg, sehingga total penerimaan dalam satu kali musim tanam rata-rata sebesar Rp. 627,- pada luas lahan 1 ha. Dilihat dari data diatas bahwa untuk analisis usahatani jagung di Kelompok tani AuSido Mukti IAy Desa Blingoh harga produksi per ha lebih tinggi dibandingkan di Desa Modo dikarenakan harga jual jagung di Kelompok tani AuSido Mukti IAy Desa Blingoh lebih tinggi yaitu Rp. 200,- dibandingkan di Desa Modo Rp. 500,- ada selisih harga jual jagung di Kelompok tani AuSido Mukti IAy Desa Blingoh dan Desa Modo yaitu Rp. 700,dan selisih hasil produksi sebesar Rp. 123,-, sehingga untuk total Achmad Jubaidi . Saparto , dan Harum Sitepu : Analisis Usahatani Jagung (Zea mays. ) Var. Betras 1 Di Kelompok Tani AuSido Mukti IAy penerimaan lebih tinggi dibandingkan Desa Modo Kabupaten Buol. Dalam usahatani diperoleh rata-rata pendapatan jagung varietas Betras 1 lebih tinggi hal ini disebabkan karena produksi yang dihasilkan di Kelompok tani AuSido Mukti IAy Desa Blingoh lebih tinggi sehingga pendapatan yang dihasilkan tinggi. Analisis Kelayakan Usahatani Jagung Varietas Betras 1. Analisis kelayakan usahatani jagung meliputi aspek analisis R/C Ratio (Revenue cost rati. BEP (Break event poi. dan ROI (Return of investme. R/C Ratio adalah perbandingan antara penerimaan kotor atau hasil penjualan produk total dengan total biaya RCR>1 usahatani layak RCR < 1 usahatani tidak layak diusahakan dan RCR = 1 usahatani dikatakan impas. RCR pada usahatani jagung varietas Betras 1 per hektar dalam penelitian ini diperoleh perhitungan pada Tabel 3. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. R/C Ratio usahatani jagung varietas Betras 1 diatas diketahui R/C Ratio sebesar 2,376 yang artinya setiap penggunaan input sebesar 1, akan memberikan hasil penerimaan sebesar 2,376. Nilai 2,376 diperoleh dari penerimaan kotor dibagi total biaya produksi, dengan jumlah penerimaan kotor sebesar Rp. 157,- dan biaya total produksi sebesar Rp. 244,-. Dari hasil diatas maka diperoleh R/C Ratio sebesar 2,376 yang lebih besar dari 1 (R/C Ratio > 1 ) maka usahatani jagung varietas Betras 1 di Kelompok tani AuSido Mukti IAy Desa Blingoh Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara menguntungkan dan layak diusahakan, hal ini dikarenakan total biaya produksi di kelompok tani Sido Mukti I yang rendah, dengan hasil produksi dan harga jagung yang tinggi, dan ini sudah sesuai dengan penelitian yang di buat oleh Purwanto dan Muis, . yaitu hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan ratarata usahatani jagung di Desa Labae Kecamatan Citta Kabupaten Soppeng dalam satu kali musim panen sebesar Rp 7. 697,-, nilai R/C ratio yang diperoleh yaitu sebesar 2,7 yang berarti petani tersebut mengalami keuntungan. Dengan demikian maka usahatani jagung yang dilakukan oleh petani di Desa Labae Kecamatan Citta Kabupaten Soppeng layak untuk diusahakan oleh para petani. BEP adalah titik impas dimana revenue . endapatan koto. sama dengan total cost . otal biaya produks. BEP dapat dihitung dengan beberapa cara yaitu BEP harga dan BEP produksi. Vol. No. 2 September 2024 Dari Tabel 4. diatas dapat diketahui titik impas usahatani jagung varietas Betras 1 yang diperoleh BEP produksi sebesar 192 kg/ha artinya produksi minimal yang harus dicapai sesuai harga dipasar agar mencapai titik impas. Dari hasil perhitungan analisis usahatani jagung varietas Betras 1 produksi riil sebesar 7. 409 kg/ha yang artinya produksi riil jauh lebih besar dari BEP produksi, sehingga usahatani jagung varietas Betras 1 layak diusahakan karena kelebihan produksi 217 kg/ha, hal ini disebabkan karena total biaya produksi jagung varietas Betras 1 yang rendah . iaya tetap dan biaya variabe. dengan harga jual jagung yang tinggi sehingga diperoleh hasil BEP produksi yang tinggi. BEP harga dalam usahatani jagung varietas Betras 1 sebesar Rp. - yang artinya harga terendah yang harus dicapai ditingkat petani agar mengalami titik impas. Dari hasil penelitian ini bahwa harga sudah diatas BEP yaitu Rp. 200,- jadi usahatani jagung varietas Betras 1 menguntungkan atau layak diusahakan, karena terdapat selisih keuntungan sebesar Rp. 360,- hal ini dikarenakan total biaya produksi rendah dengan hasil produksi yang tinggi sehingga BEP harga yang diperoleh menjadi tinggi. ROI adalah rasio antara besarnya laba pertahun dengan besarnya modal, yang dinyatakan dalam persen per tahun. Besar kecilnya ROI ditentukan oleh tingkat perputaran modal dan keuntungan bersih yang dicapai. Semakin besar tingkat keuntungan yang diterima semakin besar tingkat dalam pengembalian modalnya begitu juga sebaliknya. Perhitungan hasil ROI terdapat pada tabel 5. Hasil dari penelitian analisis usahatani jagung varietas Betras 1 di Kelompok tani AuSido Mukti IAuDesa Blingoh Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara diperoleh nilai ROI sebesar 137,60 %, yang artinya usahatani jagung varietas Betras 1 mendapatkan keuntungan sebsesar 137,60 % dalam satu kali musim tanam, lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat suku bunga bank . ingkat suku bunga BRI 1 % per bula. Sehingga dapat disimpulkan bahwa usahatani jagung varietas Betras 1 di Kelompok tani AuSido Mukti IAuDesa Blingoh Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara adalah menguntungkan dan layak untuk diusahakan. ROI lebih tinggi dari tingkat suku bunga bank. Suprihadi. Pengaruh Biaya Sarana Produksi dan Tenaga Kerja Pendapatan Usahatani Jagung Betras 1. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengukur dan mengetahui pengaruh biaya sarana produksi terhadap pendapatan terhadap pendapatan usahatani jagung varietas Betras 1. Hasil olah data regresi linear berganda usahatani jagung Betras 1 dapat dilihat pada Tabel 6. Achmad Jubaidi . Saparto , dan Harum Sitepu : Analisis Usahatani Jagung (Zea mays. ) Var. Betras 1 Di Kelompok Tani AuSido Mukti IAy Keterangan: *) Signifikan **) Sangat signifikan ) Non signifkanBerdasarkan persamaan regresi linear berganda pada tabel 6 dapat dijelaskan sebagai berikut: Y = -1865806,324 22,160 X1 ** 9,278 X2 ** - 5,855 X3 ns 1,085 X4 ns. Analisis regresi linear berganda menunjukan koefisien regresi X1 . enih ) = 22,160 dengan t hitung = 4,672 dan signifikan variabel X1 . enih ) sebesar = 000 maka variabel X1 sangat signifikan karena lebih kecil dari 0. 05 pada tingkat kepercayaan 95 % maka Ho diterima Ha ditolak yang artinya faktor benih berpengaruh sangat signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung varietas Betras 1. Nilai koefisien regresi variabel XCA = biaya benih adalah bCA = 22,160 artinya biaya variabel benih (XCA) ditambah satu-satuan, maka pendapatan akan bertambah sebesar 22,160 satuan. Apabila biaya pupuk, pestisida dan tenaga kerja tetap, sedangkan untuk t hitung = 4,672 dan signifikan variabel XCA . sebesar = 0,000 maka variabel XCA berpengaruh sangat signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung varietas Betras 1, dan apabila benih ditambah maka pendapatan akan mengalami Secara finansial rata-rata biaya benih yang dikeluarkan petani di Kelompok Tani AuSido Mukti IAy Desa Blingoh Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara sebesar Rp. 293,-. Menurut Kabeakan. Berdasarkan hasil cobb-douglas yang dikonversi kepada fungsi regresi linear berganda, dapat ditentukan bahwa benih berpengaruh positif terhadap produksi jagung, dimana nilai koefisiennya sebesar 0,651, artinya apabila benih ditambah 1% maka produksi jagung bertambah sebesar 0,651%. Analisis regresi linear berganda menunjukan bahwa koefisien regresi X2 . = 9,278 dengan t hitung = 3,949 dan signifikan variabel X2 . sebesar = 0. 000 maka variabel X2 sangat signifikan karena lebih kecil dari 0. pada tingkat kepercayaan 95 % maka Ha diterima Ho ditolak yang artinya faktor pupuk berpengaruh sangat signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung varietas Betras 1. Nilai koefisien regresi variabel XCC = biaya pupuk adalah bCC = 9,278 artinya biaya variabel pupuk (XCC) ditambah satusatuan, maka pendapatan akan bertambah 9,278 sebesar satuan. Apabila biaya benih, pestisida dan tenaga kerja tetap, sedangkan untuk t hitung = 3,949 dan signifikan variabel XCC . sebesar = 0,000 maka variabel XCC artinya berpengaruh sangat signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung varietas Betras 1. Dosis pupuk yang dibutuhkan tanaman sangat bergantung pada kesuburan tanah dan diberikan . Vol. No. 2 September 2024 secara bertahap. Anjuran dosis rata-rata adalah: Urea 200-300 kg/ha. TSP 75-100 kg/ha dan KCl 50-100 kg/ha. Rata-rata petani di Kelompok Tani AuSido Mukti IAy Desa Blingoh dalam berbudidaya jagung Betras 1 sudah menggunakan pemakaian pupuk berimbang, sehingga jumlah pupuk yang diperlukan atau digunakan dapat lebih tepat guna dan lebih tepat sasaran. Secara finansial ratarata biaya pupuk yang dikeluarkan petani di Kelompok tani AuSido Mukti IAu Desa Blingoh Kecamataan Donorojo Kabupaten Jepara sebesar Rp. /ha per satu kali musim tanam. Analisis regresi linear berganda menunjukan bahwa koefisien regresi X3 . = -5,855 dengan t hitung = 1,087 dan signifikan variabel X 3 . sebesar = 0. 286 maka variabel X3 tidak signifikan karena lebih besar dari 05 pada tingkat kepercayaan 95 % maka Ho ditolak Ha diterima yang artinya faktor pestisida berpengaruh tidak signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung varietas Betras 1. Nilai koefisien regresi variabel X3 = biaya pestisida adalah b3 = -5,855 artinya biaya variabel pestisida (X. ditambah satusatuan. Maka pendapatan akan bertambah sebesar 5,855 satuan. Apabila biaya benih, pupuk, dan tenaga kerja tetap. Sedangkan untuk t hitung = 1,087 dan signifikan variabel X 3 . sebesar = 0,286 maka variabel X3 artinya berpengaruh tidak signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung varietas Betras 1. Hal ini dilihat dari hasil koefisien regresinya yang menghasilkan nilai ( - ) yang berarti bahwa pemakaian pestisida dapat dilakukan pengurangan pada kegiatan usahatani jagung Betras 1, yang terjadi di Kelompok tani Sido Mukti I pemakaian pestisida terlalu over dikarenakan pada masa pertumbuhan jagung terjadi serangan hama ulat pucuk daun sehingga perlu di tanggulangi. menurut Busman. I . Pestisida secara luas digunakan untuk memberantas hama dan penyakit dalam bidang pertanian. Secara finansial penggunaan pestisida yang dikeluarkan petani di kelompok tani AuSido Mukti IAuDesa Blingoh Kecamataan Donorojo Kabupaten Jepara sebesar Rp. -/ha per satu kali musim tanam. Analisis regresi linear berganda menunjukan bahwa koefisien regresi X4 . enaga kerj. = 1,085 dengan t hitung = 1,757 dan signifikan variabel X4 . enaga kerj. sebesar = 0. 090 maka variabel X4 tidak signifikan karena lebih besar dari 05 pada tingkat kepercayaan 95 % maka Ho ditolak Ha diterima yang artinya faktor tenaga kerja berpengaruh tidak signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung varietas Betras 1. Nilai koefisien regresi variabel X4 = biaya tenaga kerja adalah b4 = 1,085 artinya biaya variabel tenaga kerja (X 4 ) ditambah satu-satuan, maka pendapatan akan bertambah sebesar 1,085 satuan. Apabila biaya benih, dan pestisida tetap. Sedangkan untuk t hitung = 1,757 dan signifikan variabel X4 . enaga kerj. sebesar = 090 maka variabel X 4 artinya berpengaruh tidak signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung varietas Betras 1. Hal ini dilihat dari hasil koefisien regresinya yang menghasilkan nilai ( ) yang berarti bahwa tenaga kerja masih perlu ditambah untuk meningkatkan pendapatan usahatani jagung Betras 1. Menurut (Habib. Penggunaan tenaga kerja merupakan faktor yang harus dipenuhi untuk kelangsungan kegiatan usaha tani jagung. Keterlibatan tenaga kerja dimulai dari saat pengelolaan lahan hingga panen. Tenaga kerja yang digunakan berasal dari luar maupun dari dalam keluarga. Secara finansial rata-rata penggunaan biaya tenaga kerja yang dikeluarkan Achmad Jubaidi . Saparto , dan Harum Sitepu : Analisis Usahatani Jagung (Zea mays. ) Var. Betras 1 Di Kelompok Tani AuSido Mukti IAy petani di Kelompok tani AuSido Mukti IAuDesa Blingoh Kecamataan Donorojo Kabupaten Jepara sebesar Rp. -/ha per satu kali musim Pada Tabel 6. dapat diketahui koefisien determinasi yang disesuaikan/ adjusted R square (R. = 0. O R2 O artinya kontribusi variable X yang meliputi benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja terhadap Y (Pendapata. yaitu sebesar 97,2 % sedangkan sisanya yaitu sebesar 2,8 % dipengaruhi oleh faktor lain yaitu faktor iklim dan tanah yang tidak diteliti dalam penelitian ini. merupakan garis besar persamaan semakin besar nilai R maka akan memperoleh persamaan regresi linear berganda yang semakin baik, yang dapat digunakan sebagai prediktor. Pada penelitian analisa usahatani jagung varietas Betras 1 di kelompok tani AuSido Mukti IAuDesa Blingoh Kecamatan Donorojo ini menghasilkan R sebesar 97,2 % sehingga persamaan regresi linear berganda ini dapat digunakan sebagai prediktor. Suprihadi. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan usahatani jagung varietas Betras 1 di Kelompok Tani AuSido Mukti IAuDesa Blingoh Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara dapat diikhtisarkan sbb : Pendapatan rata-rata sebesar Rp. 912,-/ha/MT. Nilai kelayakan: R/C Ratio= 2,4 (Ou . BEP (Q)= 3. 145 kg . BEP (R. = Rp. 786,- . iil Rp. 200,-) dan ROI= 137,3 %. P e r s a m a a n r e g r e s i l i n i e r b e r g a n d a n : Y = 1865806,324 22,160 X 1 ** 9,278 X2 ** -5,855 X3 ns 1,085 X4 (P<1%. R ajstd = 0,. Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa usahatani jagung varietas Betras 1 di Kelompok Tani AuSido Mukti IAuDesa Blingoh Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara menguntungkan, layak secara finansial, dan ada pengaruh biaya sarana produksi . ibit, pupuk, pestisid. dan biaya tenaga kerja terhadap pendapatan. Saran Berdasarkan pada analisis regresi linear berganda maka dapat diberikan saran sebagai berikut: Penggunaan benih (X. dan pupuk (X. masih dapat ditingkatkan untuk meningkatkan pendapatan. DAFTAR PUSTAKA