JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) VOL 5. No. Oktober 2025, pp. 72 - 84 p-ISSN : 2808-8786 . e-ISSN : 2798-1355 . http://journal. id/index. php/dinamika DOI : https://doi. org/10. 51903/dinamika. Peran Digital Marketing. Kualitas Produk Dan Kualitas Layanan Dalam Peningkatan Keputusan Pembelian Ulang Kopi Disaat Radhya Sony Bagaskara1. Roymon Panjaitan2*,Agung Sedayu3,Aries Setiawan4 1,2,3,4 Universitas Dian Nuswantoro Jl. Imam Bonjol No. Pendrikan Kidul. Kec. Semarang Tengah. Kota Semarang. Jawa Tengah Email: 1211202106954@mhs. id, 2roymon@dsn. id, 3agung. sedayu@dsn. 4ariessetya_005@dsn. 1,2,3,4 ARTICLE INFO Article history: Received 8 Juli 2025 Recived in revised form 31 Juli 2025 Accepted 10 Agustus 2025 Available online 30 Oktober 2025 ABSTRACT This research investigates how digital marketing, product quality, and service quality impact the repurchase intentions of consumers who buy Kopi Disaat products. The study is driven by the increasing competition in IndonesiaAos coffee shop market and the rising consumer preference for coffee served in plastic cups. A quantitative approach was utilized, applying Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS) using SmartPLS 4. Data were gathered through purposive sampling from 100 individuals aged 17 or older who had purchased Kopi Disaat at least once. The findings reveal that digital marketing, product quality, and service quality each have a significant and positive influence on customers' decisions to repurchase. Digital marketing proves effective thanks to the convenience of online platforms, while high-quality products and services foster customer loyalty by ensuring reliability and a satisfying service experience. The study offers practical insights for Kopi Disaat's management to boost competitiveness by refining their digital marketing efforts, enhancing product offerings, and consistently delivering high-quality Among these factors, ease of access emerged as the most influential, followed by service assurance and performance. Keywords: repurchase decisions, digital marketing, product quality, service quality Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital marketing, kualitas produk, dan kualitas layanan terhadap keputusan pembelian ulang produk Kopi Disaat. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh tingginya persaingan dalam industri coffee shop di Indonesia dan fenomena meningkatnya konsumsi kopi dalam kemasan cup plastik oleh masyarakat modern. Metode kuantitatif dengan pendekatan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui aplikasi SmartPLS 4. Data dikumpulkan menggunakan purposive sampling terhadap 100 responden yang telah membeli produk Kopi Disaat minimal satu kali dan berusia minimal 17 tahun. Hasil penelitian menunjukkan ketiga variabel independen, digital marketing, kualitas produk, dan kualitas layanan, berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian ulang. Digital marketing terbukti efektif karena kemudahan akses terhadap platform online. Received 8 Juli, 2025. Revised 30 Juli, 2025. Accepted 10 Agustus, 2025 p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 sementara kualitas produk dan layanan mampu meningkatkan loyalitas konsumen melalui keandalan produk dan pengalaman pelayanan yang baik. Penelitian ini memberikan implikasi strategis bagi pemilik Kopi Disaat dalam meningkatkan daya saing melalui optimalisasi pemasaran digital, penguatan kualitas produk, dan pelayanan yang unggul. Aksesbilitas terbukti paling dominan memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian ulang diikuti oleh kepastian dan kinerja. Kata Kunci: kualitas produk, kualitas layanan, keputusan pembelian ulang, digital marketing PENDAHULUAN Industri coffee shop di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat cepat, terlihat dari semakin banyaknya merek dan produk yang beredar di pasaran. Hal ini menciptakan persaingan yang semakin ketat antar pelaku usaha. Perkembangan ini tidak terlepas dari perubahan pola pikir manusia yang semakin dinamis. Dalam dunia bisnis, kegiatan pemasaran memegang peranan penting sebagai ujung tombak untuk memenangkan persaingan. Strategi pemasaran yang efektif menjadi kunci bagi setiap pelaku usaha untuk tetap relevan dan menarik perhatian konsumen. Seiring waktu, kebutuhan manusia terus meningkat, didorong oleh kemajuan peradaban yang mengharuskan pola pikir modern dan global. Fenomena modernisasi ini juga membawa dampak pada gaya hidup masyarakat, salah satunya adalah perilaku konsumtif yang semakin Gaya hidup konsumtif ini mendorong terciptanya ide-ide baru yang menghasilkan berbagai produk minuman kekinian, salah satunya adalah kopi. Coffee shop kini menjadi tempat yang tidak hanya menyediakan kopi dan menu lainnya, tetapi juga menjadi ruang favorit bagi banyak orang, tanpa memandang usia atau latar belakang. Coffee shop dapat dijangkau oleh berbagai kalangan sehingga menjadi semakin Popularitas kopi sebagai minuman favorit juga terlihat dari tingginya minat masyarakat Indonesia . Coffee shop bersaing untuk menyajikan menu yang menarik, layanan berkualitas, persaingan harga, serta konsep tampilan yang unik. Keputusan pembelian ulang menggambarkan perilaku pembeli yang memiliki keinginan kuat untuk membeli kembali produk tertentu. Keputusan pembelian adalah ukuran yang menunjukkan sejauh mana kesediaan konsumen untuk memperoleh produk. Coffee shop harus memanfaatkan produk-produk ini untuk mempertahankan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan atas pesaing . Gaya hidup masyarakat modern menunjukkan kecenderungan untuk membeli kopi dalam kemasan cup plastik dari merek-merek populer yang menawarkan harga terjangkau seperti Kopi Disaat. Kopi Disaat didorong oleh kebutuhan akan kemudahan dan kepraktisan di tengah aktivitas yang padat, sekaligus memenuhi keinginan untuk menikmati produk yang dianggap kekinian dan terkesan mahal padahal hanya seharga Rp7. Selain itu, kopi dalam cup sering kali dijadikan simbol gaya hidup urban, di mana konsumen dapat menikmatinya sambil bekerja, bepergian, atau bersosialisasi. Fenomena ini juga dipengaruhi oleh strategi pemasaran yang efektif dari merek-merek kopi murah, seperti promosi di media sosial dan lokasi gerai yang mudah diakses, sehingga semakin menarik minat masyarakat untuk memilih produk ini . Melihat keberhasilan dari produk kopi Disaat menjadikan semakin lama munculnya semakin banyak merk pesaing yang juga menjual produk kopi dalam kemasan cup plastik. Hal ini menjadikan urgensi masalah dalam riset ini adalah pentingnya untuk meneliti faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian ulang Kopi Disaat supaya tetap kompetitif di tengah gempuran produk pesaing. Dalam persaingan bisnis coffee shop yang semakin kompetitif, para pengelola diharuskan untuk menciptakan keunggulan yang berfokus pada produk, pelayanan, dan harga salah satunya dengan munculnya produk kopi dalam kemasan Kopi Disaat yang memasarkan produknya dengan berkeliling menggunakan Upaya ini bertujuan untuk memenuhi ekspektasi konsumen serta mempertahankan loyalitas mereka. Kualitas pelayanan menjadi salah satu elemen kunci, di mana hal ini mencakup kemampuan memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan dengan tepat waktu dan sesuai harapan. Menurut . , pelayanan mencakup segala bentuk bantuan yang diberikan perusahaan kepada konsumen, baik saat mereka mencari informasi maupun setelah menggunakan produk atau jasa tersebut. Hal ini menjadi penentu keberhasilan dalam mempertahankan posisi bisnis di tengah persaingan yang terus berkembang sehingga konsumen akan memutuskan untuk membeli ulang Kopi Disaat. Digital marketing mempengaruhi keputusan pembelian ulang. Pada era modern, kemajuan teknologi, khususnya internet, membawa dampak besar bagi dunia bisnis. Banyak pelaku usaha yang memanfaatkan internet sebagai media untuk memasarkan produk mereka. Salah satu contohnya adalah maraknya kedai kopi yang mengadopsi strategi pemasaran berbasis digital marketing. Strategi ini memungkinkan kedai kopi untuk memanfaatkan berbagai platform media sosial dalam mempromosikan produk mereka. Digital marketing ialah upaya pemasaran yang melibatkan branding secara daring yang mencakup beragam platform misal website, blog, ad-words, surel, serta media sosial. Digital marketing merupakan salah satu saluran komunikasi elektronik yang digunakan oleh pemasar untuk mempromosikan produk dan layanan kepada konsumen. Secara konseptual, digital marketing didefinisikan sebagai suatu proses pertukaran informasi, produk, dan jasa yang Peran Digital Marketing. Kualitas Produk dan Kualitas Layanan dalam Peningkatan Keputusan Pembelian Ulang Kopi Disaat (Radhya Sony Bagaskara, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 dilakukan melalui jaringan komputer atau internet. Kopi Disaat merupakan usaha kopi lokal yang kini merambah ke ranah digital marketing untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan daya saing di tengah industri yang semakin kompetitif. Melalui strategi pemasaran digital yang terintegrasi. Kopi Disaat memanfaatkan media sosial, website, dan platform e-commerce untuk membangun brand awareness, menarik pelanggan baru, serta menjaga hubungan dengan konsumen setia. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat identitas merek sebagai penyedia kopi berkualitas dengan cita rasa khas, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih luas di era digital. Sejumlah studi empiris telah membuktikan bahwa strategi digital marketing berpengaruh secara positif terhadap kecenderungan konsumen melakukan pembelian ulang . , . , . Namun demikian, temuan yang berbeda dilaporkan oleh Murti & Surianto . yang mengindikasikan bahwa digital marketing tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian ulang . Selain digital marketing, kualitas produk juga diidentifikasi sebagai determinan penting dalam memengaruhi keputusan pembelian ulang. Kualitas produk memainkan peran strategis dalam membentuk persepsi dan kepuasan konsumen terhadap suatu merek. Pengalaman positif yang diperoleh konsumen dari penggunaan produk sebelumnya dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya pembelian ulang. Dalam konteks pasar yang kompetitif dengan beragam alternatif pilihan, perusahaan dituntut untuk memahami perilaku pembelian konsumen secara mendalam agar dapat bertahan dan unggul dalam persaingan. Semakin ketatnya kompetisi antar produsen dalam memenuhi kebutuhan dan preferensi konsumen menjadikan kepuasan pelanggan sebagai prioritas utama dalam strategi bisnis . Temuan penelitian dari . , . , . mendukung argumen bahwa kualitas produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian ulang. Sebaliknya, penelitian oleh Nabilawati et al. menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas produk dan keputusan pembelian ulang . Kualitas layanan juga merupakan faktor krusial yang turut memengaruhi keputusan pembelian ulang. Kualitas layanan mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan layanan yang unggul secara menyeluruh, termasuk memenuhi dan melampaui harapan pelanggan. Layanan yang berkualitas tidak hanya berkontribusi terhadap kepuasan pelanggan, tetapi juga mendukung keberlangsungan hubungan jangka panjang antara perusahaan dan konsumen. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk secara konsisten menjaga standar kualitas layanan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan . Hasil studi empiris yang dilakukan oleh . , . Ae. menyimpulkan bahwa kualitas layanan memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian ulang. Namun, hasil berbeda ditemukan oleh Hutagalung & Waluyo . yang menunjukkan bahwa kualitas layanan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian ulang . Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa keputusan pembelian ulang sangat dipengaruhi oleh digital marketing, kualitas produk, dan kualitas layanan. Penelitian terdahulu oleh Nabilawati et al. telah meneliti pengaruh digital marketing dan kualitas layanan terhadap keputusan pembelian ulang konsumen di coffee shop Tjangkir Kopi . Hasil penelitian tersebut menunjukkan nilai koefisien determinasi yang tergolong rendah, sehingga perlunya penambahan variabel lain. Oleh karena itu, penelitian ini memasukkan variabel kualitas produk untuk memperdalam dan memperkaya analisis yang dilakukan. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengkaji pengaruh digital marketing, kualitas produk, dan kualitas layanan terhadap keputusan pembelian ulang produk Kopi Disaat. Adapun manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi strategis bagi pemilik usaha Kopi Disaat dalam mengoptimalkan strategi digital marketing, meningkatkan kualitas produk, serta memperbaiki kualitas layanan guna memperluas pangsa pasar. TINJAUAN PUSTAKA Teori Pengambilan Keputusan Teori pengambilan keputusan dalam penelitian ini menggunakan Theory of Planned Behaviour (TPB) yang merupakan pengembangan dari Theory of Reasoned Action (TRA) dan sebelumnya digunakan untuk menjelaskan perilaku konsumen. Dalam TRA, perilaku dijelaskan sebagai hasil dari niat, sikap, dan norma TRA menggambarkan bahwa sikap memengaruhi perilaku melalui proses pengambilan keputusan yang rasional dan terencana, dengan beberapa implikasi, . Pengaruh Sikap Spesifik: Perilaku tidak hanya dipengaruhi oleh sikap umum, tetapi lebih dipengaruhi oleh sikap spesifik terhadap objek tertentu. Peran Norma Subjektif: Selain sikap, perilaku juga dipengaruhi oleh norma subjektif, yakni keyakinan individu tentang harapan orang lain terhadap tindakan yang harus dilakukan. Kolaborasi Sikap dan Norma Subjektif: Sikap terhadap perilaku dan norma subjektif secara bersamasama membentuk niat untuk melakukan perilaku tertentu. Peran Digital Marketing. Kualitas Produk dan Kualitas Layanan dalam Peningkatan Keputusan Pembelian Ulang Kopi Disaat (Radhya Sony Bagaskara, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Agar dapat memahami lebih dalam mengenai TPB, penting untuk meninjau komponen-komponen pembentuknya, yaitu . Sikap (Attitud. : Sikap individu terhadap suatu tindakan ditentukan oleh keyakinannya terhadap konsekuensi dari tindakan tersebut, atau yang disebut sebagai keyakinan perilaku . ehavioral belief. Keyakinan ini melibatkan evaluasi subjektif individu terhadap dunia sekitarnya, yang didasarkan pada hubungan antara tindakan tertentu dengan manfaat atau kerugian yang mungkin terjadi jika tindakan tersebut dilakukan atau tidak dilakukan. Dalam riset ini, attitude diproksikan dengan kualitas layanan. Kualitas layanan merupakan sikap responden terhadap suatu tindakan, yaitu sikap yang mengedepankan keunggulan dalam layanan secara keseluruhan. Norma Subjektif (Subjective Nor. : Norma subjektif mencerminkan persepsi individu mengenai pandangan dari orang-orang yang berpengaruh dalam hidupnya . ignificant other. terkait apakah tindakan tertentu perlu dilakukan atau tidak. Persepsi ini bersifat subjektif, tergantung pada pandangan pribadi individu terhadap harapan sosial. Dalam riset ini, subjective norm diproksikan dengan kualitas produk. Kualitas produk merupakan pandangan dari orang-orang . tentang pengalaman positif pada produk yang mampu memengaruhi keputusan guna melakukan pembelian kembali. Persepsi Kontrol Perilaku (Perceived Behavioral Contro. : Persepsi ini didasarkan pada keyakinan individu mengenai sejauh mana sumber daya yang tersedia, seperti peralatan, kemampuan, kompetensi, dan kesempatan, dapat mendukung atau menghambat pelaksanaan suatu tindakan. Dalam riset ini, perceived behavioral control diproksikan dengan digital marketing. Digital marketing merupakan keyakinan responden mengenai sejauh mana sumber daya . latform onlin. Ajzen dalam Mahyani . menguraikan tiga tujuan utama dari TPB, yaitu . Memahami dan memprediksi pengaruh motivasi terhadap perilaku: TPB bertujuan untuk menjelaskan bagaimana motivasi seseorang memengaruhi perilaku yang dilakukan. Mengidentifikasi strategi untuk mengubah perilaku: TPB digunakan untuk mengembangkan strategi dalam memengaruhi atau mengarahkan perubahan perilaku. Menjelaskan berbagai perilaku manusia: TPB mampu menjelaskan hampir semua jenis perilaku manusia, termasuk alasan di balik tindakan tertentu, seperti mengapa seseorang melakukan "word of Dapat disimpulkan bahwa TPB dapat memprediksi perilaku manusia salah satunya adalah keputusan pembelian ulang, dengan asumsi bahwa manusia berpikir secara rasional dan sistematis dalam menggunakan informasi yang tersedia. Sebelum bertindak, individu mempertimbangkan berbagai implikasi dari tindakan mereka, baik dalam memutuskan untuk melakukan suatu perilaku maupun untuk tidak melakukannya. Keputusan Pembelian Ulang Keputusan pembelian ulang merujuk pada kondisi di mana konsumen menunjukkan sikap positif yang konsisten terhadap suatu merek, disertai dengan komitmen yang kuat untuk mempertahankan hubungan dengan merek tersebut serta niat berkelanjutan untuk melakukan pembelian kedepannya. Secara konseptual, keputusan pembelian ulang dapat diukur melalui empat indikator utama yang mencerminkan loyalitas dan preferensi konsumen terhadap produk atau layanan yang ditawarkan, yaitu . Melakukan pembelian ulang. Memberikan rekomendasi kepada orang lain. Tidak memiliki keinginan untuk beralih ke merek lain. Memberikan kepuasan. Digital Marketing Digital marketing merupakan pendekatan strategis dalam kegiatan pemasaran yang mencakup aktivitas branding melalui berbagai media berbasis internet, seperti blog, situs web, surat elektronik . , iklan digital . eperti Google AdWord. , serta platform media sosial. Dalam implementasinya, digital marketing memanfaatkan jaringan internet dan teknologi interaktif sebagai sarana untuk menciptakan, menyampaikan, serta mempertukarkan informasi antara perusahaan dan konsumen. Saluran yang digunakan meliputi situs web, mesin pencari, iklan berbasis tampilan . anner ad. , jejaring sosial, pemasaran viral, email marketing, hingga pemasaran afiliasi. Seiring dengan menurunnya efektivitas strategi pemasaran konvensional, digital marketing menunjukkan perkembangan yang signifikan dan menjadi alternatif utama dalam menjangkau konsumen secara lebih luas dan efisien . Terdapat empat indikator untuk mengukur digital marketing, yaitu . Peran Digital Marketing. Kualitas Produk dan Kualitas Layanan dalam Peningkatan Keputusan Pembelian Ulang Kopi Disaat (Radhya Sony Bagaskara, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Aksesibilitas (Accessibilit. : kemampuan konsumen untuk mengakses informasi atau produk dengan Interaktivitas (Interactivit. : keterlibatan aktif antara konsumen dan perusahaan. Informatif (Informativ. : kemampuan pemasaran untuk memberikan informasi yang relevan dan Partisipasi (Participatio. : sering berpartisipasi dalam aktivitas atau konten di media sosial. Kualitas Produk Kualitas produk merupakan keunggulan kompetitif yang dibentuk melalui penambahan nilai oleh produsen, yang membedakan produk tersebut dari produk pesaing. Fokus strategis perusahaan terhadap kualitas produk mencerminkan upaya untuk memenuhi dan melampaui ekspektasi konsumen. Menurut Kotler et al . , kualitas produk mencakup serangkaian atribut yang menentukan sejauh mana produk atau layanan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan, baik yang diungkapkan secara eksplisit maupun implisit. Terdapat tiga indikator untuk mengukur kualitas produk, yaitu . Kinerja (Performanc. : fungsi dasar produk, seperti kecepatan pengiriman paket, kualitas gambar dan warna televisi, serta kebersihan makanan di restoran. Fitur (Feature. : atribut tambahan yang meningkatkan pengalaman pengguna, seperti minuman gratis di pesawat. AC pada mobil, atau nada dering tambahan pada ponsel. Keandalan (Reliabilit. : kemungkinan terjadinya kerusakan atau kegagalan produk dalam periode Produk yang jarang mengalami kerusakan dianggap lebih andal. Estetika (Aesthetic. : aspek visual atau sensorik produk, seperti rasa, aroma atau suara yang dirasakan Persepsi kualitas (Perceived Qualit. : penilaian kualitas berdasarkan reputasi penjual atau merek. Kualitas Layanan Kualitas layanan merepresentasikan evaluasi subjektif pelanggan terhadap keunggulan suatu produk atau jasa, yang menjadi faktor krusial dalam membentuk kepuasan dan loyalitas pelanggan. Penilaian ini merupakan hasil dari persepsi konsumen terhadap kinerja layanan yang diberikan secara keseluruhan. Semakin tinggi kualitas layanan yang dirasakan, semakin positif pula persepsi pelanggan terhadap mutu perusahaan, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kepuasan dan reputasi bisnis . Terdapat tiga indikator untuk mengukur kualitas layanan, yaitu . Kehandalan (Reliabilit. : Kemampuan perusahaan untuk memberikan layanan terbaik secara Tanggapan (Responsivenes. : Kesediaan perusahaan untuk memberikan layanan secara cepat dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan. Kepastian (Assuranc. : Kemampuan perusahaan untuk menciptakan rasa percaya konsumen terhadap produk atau layanan yang ditawarkan. Empati (Empath. : Perhatian dan kepedulian khusus yang diberikan kepada pelanggan secara Penampilan Fisik (Tangible. : Kesan visual terlihat dari layanan atau fasilitas. Hipotesis Pengaruh Digital marketing terhadap Keputusan Pembelian Ulang Digital marketing memiliki peran penting dalam mendorong keputusan pembelian ulang konsumen, terutama dalam industri seperti coffee shop. Sebagai strategi pemasaran berbasis digital yang mencakup website, blog, iklan online, email, dan media sosial, digital marketing memungkinkan bisnis untuk menjangkau audiens yang lebih luas secara efektif. Metode ini memberikan akses mudah bagi konsumen untuk memperoleh informasi mengenai produk, yang pada akhirnya dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Digital marketing menawarkan kebebasan bagi pemasar untuk berkreasi dalam promosi tanpa batasan seperti metode Dengan membangun brand image yang kuat dan menciptakan interaksi yang berkelanjutan dengan pelanggan, digital marketing mampu meningkatkan keterikatan emosional konsumen terhadap suatu Interaksi ini dapat berupa komunikasi langsung melalui media sosial, email marketing yang dipersonalisasi, atau kampanye digital yang menarik. Melalui digital marketing, perusahaan dapat memberikan pelayanan yang lebih responsif, misalnya dengan menyediakan layanan pelanggan berbasis online atau menawarkan promosi eksklusif kepada pelanggan setia. Selain itu, pelanggan dapat dengan mudah memberikan feedback atau ulasan, yang dapat membantu bisnis meningkatkan kualitas produk dan layanan Digital marketing tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam Peran Digital Marketing. Kualitas Produk dan Kualitas Layanan dalam Peningkatan Keputusan Pembelian Ulang Kopi Disaat (Radhya Sony Bagaskara, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan, meningkatkan kepuasan, dan mendorong keputusan pembelian ulang. Dengan demikian, semakin baik digital marketing maka semakin tinggi keputusan pembelian Hasil riset menyatakan bahwa digital marketing berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian Maka dirumuskan hipotesis . , . , . H1: Digital marketing berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian ulang. Pengaruh Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Ulang Kalitas produk mengacu pada nilai tambah yang dimiliki suatu produk dibandingkan dengan pesaing, sehingga perusahaan berusaha untuk meningkatkan kualitasnya agar lebih unggul. Kualitas produk mencakup berbagai atribut yang menentukan sejauh mana produk atau layanan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan, baik yang diungkapkan secara langsung maupun tidak. Produk yang berkualitas memberikan pengalaman positif bagi konsumen, seperti daya tahan, rasa yang lebih baik, atau fitur yang lebih unggul. Pengalaman positif ini akan meningkatkan loyalitas pelanggan dan membangun kepercayaan terhadap merek. Produk berkualitas juga menciptakan persepsi nilai yang lebih tinggi di mata konsumen. Jika suatu produk mampu memenuhi atau bahkan melampaui ekspektasi pelanggan, mereka cenderung menganggapnya sebagai pilihan terbaik dibandingkan produk lain di pasaran. Hal ini membuat pelanggan tidak hanya kembali membeli, tetapi juga merekomendasikan produk tersebut kepada orang lain. Selain itu, kualitas produk yang baik mengurangi kemungkinan kekecewaan pelanggan. Produk yang buruk atau tidak sesuai ekspektasi dapat menyebabkan pelanggan mencari alternatif lain, sementara produk yang berkualitas tinggi akan menjaga loyalitas mereka. Dengan demikian, semakin baik kualitas produk maka semakin tinggi keputusan pembelian ulang. Hasil riset . , . , . menyatakan bahwa kualitas produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian ulang. Maka dirumuskan hipotesis: H2: Kualitas produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian ulang. Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Keputusan Pembelian Ulang Kualitas layanan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan Dalam industri coffee shop, persaingan yang semakin ketat mendorong bisnis untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar dapat menarik pelanggan serta menciptakan pengalaman yang nyaman. Layanan yang unggul tidak hanya sekadar memenuhi ekspektasi pelanggan, tetapi juga dapat membangun loyalitas dan mendorong mereka untuk kembali melakukan pembelian. Coffee shop yang mampu memberikan pengalaman unik dan pelayanan yang baik akan memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan Pelayanan yang ramah, kecepatan dalam menyajikan pesanan, kebersihan tempat, serta kenyamanan lingkungan menjadi faktor utama yang memengaruhi kepuasan pelanggan. Selain itu, kualitas layanan yang konsisten dapat memperkuat citra positif coffee shop di mata konsumen. Kepuasan pelanggan terhadap layanan yang diberikan berperan penting dalam mendorong keputusan pembelian ulang, bahkan dapat mendorong pelanggan untuk merekomendasikan tempat tersebut kepada orang lain. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas layanan menjadi strategi yang efektif dalam membangun loyalitas pelanggan dan mendorong keputusan pembelian ulang. Dengan demikian, semakin baik kualitas layanan maka semakin tinggi keputusan pembelian ulang. Hasil riset . , . Ae. menyatakan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian ulang. Maka dirumuskan hipotesis: H3: Kualitas layanan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian ulang. Kerangka Pikir Gambar 1. Kerangka Pikir Peran Digital Marketing. Kualitas Produk dan Kualitas Layanan dalam Peningkatan Keputusan Pembelian Ulang Kopi Disaat (Radhya Sony Bagaskara, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 METODOLOGI PENELITIAN Pengumpulan Data. Sampel, dan Teknik Populasi penelitian ini adalah responden yang sudah pernah membeli produk kopi Disaat. Jumlah sampel minimal dalam penelitian ini dengan teknik non-probability sampling yaitu purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan suatu pertimbangan/kriteria . Kriteria responden dalam penelitian ini adalah responden minimal sudah pernah membeli produk kopi Disaat setidaknya satu kali. Dan juga responden minimal berusia 17 tahun ke atas, mengingat usia tersebut responden sudah mampu menjawab pertanyaan dengan baik. Karena keterbatasan waktu maka selama seminggu masa penyebaran kuesioner, terkumpul responden sebanyak 108 orang responden. Namun hanya 100 orang responden yang dapat diolah karena 8 orang responden tidak mengisi kuesioner secara lengkap. Pengumpulan data dilakukan dengan bekerja sama dengan komunitas kopi melalui kuesioner tertutup yang didistribusikan via Google Forms dan wawancara, menggunakan skala Likert 5 poin yang berkisar dari "Sangat Tidak Setuju" hingga "Sangat Setuju. " Analisis menggunakan Structural Equation Modelling-Partial Least Squares (SEMPLS) dengan perangkat lunak SmartPLS 4. Karakteristik Responden Tabel 1. Karakteristik Responden Keterangan Jenis kelamin Pendidikan Usia Pekerjaan Karakteristik Laki-Laki Perempuan S2 atau lebih SMA/ Sederajat <20 Tahun 21 - 30 Tahun 31 - 40 Tahun 41 - 50 Tahun >50 Tahun Ibu Rumah Tangga Pegawai Swasta Pelajar / Mahasiswa TNI / POLRI / PNS Wirausaha Total Sumber: Data primer diolah . Sebagian besar responden dalam penelitian ini adalah perempuan . ,0%), sedangkan laki-laki hanya mencakup 39,0% dari total responden. Dari segi tingkat pendidikan, mayoritas responden memiliki latar belakang pendidikan S1 . ,0%), diikuti oleh SMA/sederajat . ,0%). Hanya sebagian kecil yang memiliki pendidikan D3 . ,0%) dan S2 atau lebih . ,0%). Dalam hal usia, mayoritas responden berada pada rentang 21Ae30 tahun . ,0%). Sebanyak 24,0% berusia di bawah 20 tahun, dan sisanya tersebar di kelompok usia 31Ae40 tahun . ,0%), 41Ae50 tahun . ,0%), serta lebih dari 50 tahun . ,0%). Dari sisi pekerjaan, sebagian besar responden adalah pelajar atau mahasiswa . ,0%), sementara lainnya bekerja sebagai pegawai swasta . ,0%). TNI/POLRI/PNS . ,0%), wirausaha . ,0%), dan ibu rumah tangga . ,0%). Instrumen Penelitian dan Pengukuran Tabel 2. Konstruk Pengukuran dan Indikator Variabel Keputusan Pembelian Ulang Digital Marketing Kualitas Produk Indikator Melakukan pembelian ulang Memberikan rekomendasi kepada orang lain Tidak memiliki keinginan untuk beralih ke merek lain Memberikan kepuasan Aksesibilitas (Accessibilit. Interaktivitas (Interactivit. Informatif (Informativ. Partisipasi (Participatio. Kinerja (Performanc. Fitur (Feature. Keandalan (Reliabilit. Estetika (Aesthetic. Sumber Murti & Surianto . Peran Digital Marketing. Kualitas Produk dan Kualitas Layanan dalam Peningkatan Keputusan Pembelian Ulang Kopi Disaat (Radhya Sony Bagaskara, et a. p-ISSN : 2808-8786 Kualitas Layanan Persepsi Kualitas (Perceived Qualit. Kehandalan (Reliabilit. Tanggapan (Responsivenes. Kepastian (Assuranc. Empati (Empath. Penampilan Fisik (Tangible. e-ISSN : 2798-1355 Khansa et al. Sumber: Data primer diolah . Analisis Data Penelitian ini menerapkan analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4. 0, yang mencakup pengujian outer model, inner model, serta uji Penggunaan SmartPLS dipilih karena memiliki beberapa keunggulan. Pertama, metode ini tidak mengharuskan data memiliki distribusi normal. Kedua. SmartPLS tetap dapat digunakan secara optimal meskipun jumlah sampel relatif kecil. Ketiga. SmartPLS memungkinkan pengujian seluruh hipotesis secara simultan, tanpa harus dilakukan secara bertahap seperti analisis menggunakan SPSS . Langkah pengujian SmartPLS: Perancangan Model Pengukuran (Outer Mode. Pada tahap ini, peneliti mendefinisikan dan menentukan spesifikasi hubungan antara konstruk laten dan indikator-indikatornya, yang diklasifikasikan sebagai hubungan reflektif atau formatif. Uji Validitas Validitas konstruk mengacu pada sejauh mana instrumen pengukuran mencerminkan konstruk yang didefinisikan secara teoritis. Validitas ini tercermin melalui hubungan atau korelasi antara konstruk dengan indikator yang mengukurnya. Validitas Konvergen Menilai konsistensi antar indikator dalam mengukur konstruk yang sama, yang ditunjukkan oleh tingkat korelasi yang tinggi. Suatu konstruk dinyatakan memenuhi validitas konvergen apabila nilai loading factor > 0,70, nilai Average Variance Extracted (AVE) > 0,50, dan communality > 0,50 . Validitas Diskriminan Menilai kemampuan instrumen untuk membedakan antara konstruk yang berbeda. Instrumen yang baik seharusnya tidak memiliki korelasi tinggi dengan konstruk lain di luar konstruk yang Validitas diskriminan dianggap terpenuhi apabila akar kuadrat nilai AVE lebih besar dari korelasi antar konstruk laten, serta nilai cross loading dalam satu konstruk lebih besar dari 0,70 . Uji Reliabilitas Reliabilitas mengukur konsistensi internal instrumen dalam mengukur konstruk yang sama. Suatu konstruk dikatakan reliabel apabila nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability masing-masing melebihi 0,70 . Perancangan Model Struktural (Inner Mode. Tahap ini bertujuan untuk memformulasikan dan menguji hubungan kausal antar konstruk laten yang telah ditentukan sebelumnya dalam model struktural. PEMBAHASAN Analisis Outer Model Uji Validitas Konvergen Validitas konvergen menilai konsistensi antar indikator dalam mengukur konstruk yang sama, yang ditunjukkan oleh tingkat korelasi yang tinggi. Suatu konstruk dinyatakan memenuhi validitas konvergen apabila nilai loading factor > 0,70, nilai Average Variance Extracted (AVE) > 0,50, dan communality > 0,50 . Nilai AVE . verage variance extracte. >0,5. dan communality>0,5 sehingga dapat dikatakan keseluruhan variabel telah lolos validitas konvergen. Tabel 3. Validitas Konvergen Variabel Digital Marketing Kualitas Produk Kualitas Layanan Keputusan Pembelian AVE Communality Sumber: Data primer diolah . Peran Digital Marketing. Kualitas Produk dan Kualitas Layanan dalam Peningkatan Keputusan Pembelian Ulang Kopi Disaat (Radhya Sony Bagaskara, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Uji Validitas Diskriminan Validitas diskriminan menilai kemampuan instrumen untuk membedakan antara konstruk yang Instrumen yang baik seharusnya tidak memiliki korelasi tinggi dengan konstruk lain di luar konstruk yang diukurnya. Validitas diskriminan dianggap terpenuhi apabila akar kuadrat nilai AVE lebih besar dari korelasi antar konstruk laten, serta nilai cross loading dalam satu konstruk lebih besar dari 0,70 . Nilai cross loading > 0,7 dalam satu konstruk sehingga dapat dikatakan keseluruhan indikator variabel telah lolos validitas konvergen. Tabel 4. Outer Loading X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X3. Digital Marketing Keputusan Pembelian Kualitas Layanan Kualitas Produk Sumber: Data primer diolah . Gambar 1. Outer Loading Uji Reliabilitas Reliabilitas mengukur konsistensi internal instrumen dalam mengukur konstruk yang sama. Suatu konstruk dikatakan reliabel apabila nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability masing-masing melebihi 0,70 . Nilai cronbachAos alpha > 0,7. dan composite reliability > 0,7 sehingga dapat dikatakan keseluruhan variabel telah lolos reliabilitas. Tabel 5. Reliabilitas Variabel Digital Marketing Kualitas Produk Kualitas Layanan Keputusan Pembelian CronbachAos Alpha Composite Reliability Sumber: Data primer diolah . Peran Digital Marketing. Kualitas Produk dan Kualitas Layanan dalam Peningkatan Keputusan Pembelian Ulang Kopi Disaat (Radhya Sony Bagaskara, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Analisis Inner Model Koefisien Determinasi (R Squar. Nilai koefisien determinasi (R squar. sebesar 0,823 artinya 82,3% variabel keputusan pembelian dapat dipengaruhi oleh variabel digital marketing, kualitas produk dan kualitas layanan. Sisanya 17,7% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Tabel 6. Koefisien Determinasi (R Squar. Variabel Keputusan Pembelian R-square R-square adjusted Sumber: Data primer diolah . Penilaian Goodness of Fit (GoF) Tabel 7. Penilaian Goodness of Fit (GoF) SRMR d_ULS Chi-square NFI Saturated model Estimated model Sumber: Data primer diolah . Nilai Goodness of Fit, nilai NFI sebesar 0,859 sehingga dapat dikatakan model dalam penelitian ini memiliki tingkat Goodness of Fit tinggi dan sesuai untuk menguji hipotesis penelitian. Uji Hipotesis Setelah model struktural . nner mode. dirancang, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi hubungan antar konstruk laten berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskan. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menganalisis nilai T-Statistics dan P-Values yang dihasilkan dari estimasi jalur . ath coefficient. Suatu hipotesis dinyatakan diterima apabila nilai T-Statistics lebih besar dari 1,96 dan P-Values kurang dari 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan secara statistik pada tingkat signifikansi 5% . Gambar 2. Uji Hipotesis Tabel 8. Uji Path Coefficient Digital Marketing -> Keputusan Pembelian Kualitas Produk -> Keputusan Pembelian Kualitas Layanan -> Keputusan Pembelian Original sample (O) T statistics (|O/STDEV|) P values Hasil Diterima Diterima Diterima Sumber: Data primer diolah . Hasil dari uji path coefficient, variabel digital marketing memiliki nilai p-value sebesar 0,028 < 0,05 dan nilai t-statistic sebesar 2,194 > T-tabel Za . Maka digital marketing berpengaruh positif dan Peran Digital Marketing. Kualitas Produk dan Kualitas Layanan dalam Peningkatan Keputusan Pembelian Ulang Kopi Disaat (Radhya Sony Bagaskara, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 signifikan terhadap keputusan pembelian ulang. Variabel kualitas layanan memiliki nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t-statistic sebesar 4,055 > T-tabel Za . Maka kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian ulang. Variabel kualitas produk memiliki nilai p-value sebesar 0,035 < 0,05 dan nilai t-statistic sebesar 2,107 > T-tabel Za . Maka kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian ulang. Pengaruh Digital Marketing terhadap Keputusan Pembelian Ulang Hasil riset ini menyatakan bahwa digital marketing sangat berpengaruh terhadap keputusan pembelian Hal ini dibuktikan melalui nilai p-value sebesar 0,028 < 0,05 dan nilai t-statistic sebesar 2,194 > T-tabel Za . Maka digital marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian ulang. Artinya adalah semakin baik penerapan digital marketing Kopi Disaat maka akan semakin tinggi leputusan pembelian ulang. Berdasarkan hasil outer loading, indikator yang menunjukkan bahwa platform digital Kopi Disaat mudah diakses kapan saja dan di mana saja (X. , memiliki kontribusi besar dalam mendorong keputusan pembelian ulang (Y). Artinya, kemudahan akses melalui media digital seperti aplikasi, situs web, atau media sosial terbukti meningkatkan kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian ulang. Contohnya adalah pemasaran di akun instagram di Kopi Disaat yang sudah cukup memiliki banyak followers namun dibajak oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Kopi Disaat lalu membuat akun baru, namun tentu saja followers jumlahnya tidak sebanyak akun sebelumnya karena masih merintis kembali dari awal. Temuan ini sejalan dengan hasil studi sebelumnya oleh . , . , . yang menyatakan bahwa digital marketing berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian ulang. Gambar 3. Digital Marketing Kopi Disaat Pengaruh Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Ulang Hasil riset ini menyatakan bahwa variabel kualitas produk berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian ulang. Hal ini dibuktikan melalui nilai p-value sebesar 0,035 < 0,05 dan nilai t-statistic sebesar 2,107 > T-tabel Za . Maka kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian ulang. Artinya adalah semakin baik kualitas produk Kopi Disaat maka akan semakin tinggi leputusan pembelian ulang. Berdasarkan hasil outer loading, semakin tinggi indikator produk kopi Disaat andal dan jarang mengalami kerusakan, maka semakin tinggi keputusan pembelian ulang. Artinya adalah keandalan produk kopi . isalnya kualitas tetap terjaga, tidak mudah rusak, tidak basi, atau kemasan tidak mudah bocor/rusa. berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian ulang oleh konsumen. Temuan ini sejalan dengan hasil studi sebelumnya oleh yang menyatakan bahwa kualitas produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Keputusan Pembelian Ulang Hasil riset ini menyatakan bahwa variabel kualitas layanan berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian ulang. Hal ini dibuktikan melalui nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t-statistic sebesar 4,055 > T-tabel Za . Maka kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian ulang. Artinya adalah semakin baik kualitas layanan Kopi Disaat maka akan semakin tinggi leputusan pembelian ulang. Berdasarkan hasil outer loading dalam studi ini, semakin tinggi indikator layanan yang diterima dari kopi Disaat selalu konsisten dan dapat diandalkan dalam setiap kesempatan, maka semakin tinggi keputusan Peran Digital Marketing. Kualitas Produk dan Kualitas Layanan dalam Peningkatan Keputusan Pembelian Ulang Kopi Disaat (Radhya Sony Bagaskara, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 pembelian ulang. Artinya adalah konsistensi dan keandalan layanan . isalnya pelayanan pelanggan, keramahan staf, kualitas pelayanan yang stabi. berpengaruh positif terhadap keputusan konsumen untuk melakukan pembelian ulang. Temuan ini sejalan dengan hasil studi sebelumnya menyatakan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian ulang . , . Ae. PENUTUP Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model konseptual yang dapat menganalisis faktorfaktor yang memengaruhi keputusan pembelian ulang produk kopi Disaat. Berdasarkan hasil analisis empiris terhadap pengaruh digital marketing, kualitas produk, dan kualitass layanan, ditemukan bahwa ketiga variabel tersebut memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian ulang. Temuan ini memperkuat bahwa digital marketing, kualitas produk, dan kualitas layanan secara kolektif memiliki kontribusi positif terhadap keputusan konsumen untuk membeli ulang. Hasil observasi di lapangan juga menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Dalam konteks tersebut, keputusan pembelian ulang dipengaruhi secara signifikan oleh strategi pemasaran digital, mutu produk, dan kualitas layanan yang diberikan. Kelemahan Peneliti Penelitian ini menggunakan data cross-sectional tanpa mempertimbangkan data time-series. Penelitian ini juga tidak memasukkan variabel mediasi, yang dapat memperkaya pemahaman dalam konteks studi yang dilakukan. Selain itu, jumlah sampel yang digunakan, yaitu 100 responden, masih terbatas dan belum cukup representatif untuk menggambarkan karakteristik konsumen Kopi Disaat secara keseluruhan. Saran Dari kesimpulan yang telah disampaikan, berikut adalah saran untuk riset mendatang. Penelitian selanjutnya disarankan untuk meningkatkan jumlah sampel dan responden agar hasil riset lebih representatif dan meningkatkan generalisasi. Penelitian berikutnya juga dapat mengembangkan model yang dapat digunakan untuk merancang strategi yang lebih efektif dalam meningkatkan keputusan pembelian dan mendorong penjualan. Selain itu, kriteria responden juga dapat disesuaikan, dengan menetapkan bahwa responden minimal harus pernah melakukan pembelian produk kopi Disaat sebanyak dua kali. Hal ini untuk memastikan bahwa keputusan pembelian tidak semata-mata didasarkan pada tahap coba-coba, melainkan mencerminkan perilaku konsumsi yang lebih konsisten. Referensi