Deposisi: Jurnal Publikasi Ilmu Hukum Vol. No. 4 Desember 2024 e-ISSN: 2987-4211. p-ISSN: 2987-5188. Hal 56-68 DOI: https://doi. org/10. 59581/deposisi. Available Online at: https://ifrelresearch. org/index. php/Deposisi-widyakarya Kontribusi Pesantren dalam Pengembangan Literasi Halal pada Produk Makanan Studi Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman Efatul Karimah1*. Hammam2 Universitas Trunojoyo Madura. Indonesia Alamat: Jalan raya telang , kamal bangkalan *Korespondensi penulis: 210711100146@student. Abstract. Islamic boarding school as a development of knowledge about Islamic teachings. Knowledge and indepth understanding of halal principles in production and consumption in accordance with Islamic law. Halal literacy is very important to ensure that products in circulation comply with halal regulations. Bangkalan is one of the districts on the island of Madura, which is famous for its strong Islamic culture, and the many Islamic boarding schools which play an important role in social life and community education, where many Islamic boarding schools are a challenge in implementing halal principles for the environment around Islamic boarding With the development of halal literacy, the aim is to increase understanding and application of halal principles through various education and training programs, outreach and other activities. This research focuses on the contribution of Islamic boarding schools in developing halal literacy at Islamic boarding schools in Bangkalan. Halal literacy includes a deep understanding of products and services that comply with Islamic law. The aim of this research is to identify forms of Islamic boarding school contribution in developing halal literacy in Bangkalan Regency. It is hoped that the results of this research will provide new insights to increase the role of Islamic boarding schools in strengthening halal literacy in society. This research uses a qualitative approach with a study method that focuses on several Islamic boarding schools in Bangkalan Regency which are considered to have a significant role in developing halal literacy. Data was collected through in-depth interviews with Islamic boarding school caregivers, students and other relevant parties, as well as through direct observation of activities related to halal literacy. Keywords: Islamic Boarding School. Halal Literacy. Contribution. Abstrak. Pesantren sebagai pengembangan pengetahuan tentang ajaran islam. Pengetahuan dan pemahaman mendalam mengenai prinsip prinsip halal dalam produksi dan konsumsi sesuai dengan syariat islam. Literasi halal ini sangat penting untuk memastikan bahwa produk yang beredar mematuhi ketentuan halal. Bangkalan adalah salah satu kabupaten di Pulau Madura, yang terkenal dengan budaya Islamnya yang kuat, dan banyaknya pesantren yang berperan penting dalam kehidupan sosial dan Pendidikan Masyarakat, di mana banyak pesantren yang menjadi tantangan dalam penerapan prinsip halal bagi lingkungan di sekitar pondok pesantren. Dengan adanya pengembangan literasi halal bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan prinsip halal melalui berbagai program Pendidikan dan pelatihan, sosialisasi dan kegiatan lainnya. Penelitian ini berfokus pada kontribusi pesantren dalam pengembangan literasi halal di Pondok Pesantren di Bangkalan. Literasi halal mencakup pemahaman mendalam tentang produk dan layanan yang sesuai dengan syariat Islam. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kontribusi pesantren dalam pengembangan literasi halal di Kabupaten Bangkalan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru untuk meningkatkan peran pesantren dalam memperkuat literasi halal di Masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fokus pada beberapa pesantren di Kabupaten Bangkalan yang dianggap memiliki peran signifikan dalam pengembangan literasi halal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengasuh pesantren, santri, dan pihak lain yang relevan, serta melalui observasi langsung terhadap kegiatan-kegiatan yang terkait dengan literasi halal. Kata Kunci: Pesantren. Literasi Halal. Kontribusi. Received September 19, 2024. Revised Oktober 17, 2024. Accepted November 12, 2024. Online Available November 15, 2024 Kontribusi Pesantren dalam Pengembangan Literasi Halal Pada Produk Makanan Studi Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman LATAR BELAKANG Indonesia adalah negara dengan persentase penduduk muslim terbesar didunia. Meningkatnya kesadaran beragama masyarakat mempengaruhi gaya hidup seseorang. Bagi masyarakat muslim, semua aspek kehidupan diatur oleh ajaran agama, termasuk aspek makanan, terutama apa yang boleh dan tidak boleh dimakan. Seperti dalam memilih bahan makanan, dalam islam dikenal istilah halalan thoyyiban, yaitu makanan yang halal dan baik. Literasi halal pengetahuan mendalam tentang prinsip-prinsip halal dalam produksi dan konsumsi merupakan faktor penting dalam memastikan bahwa produk yang beredar di masyarakat sesuai dengan standar syariah Islam. Literasi halal tidak hanya penting bagi konsumen untuk memastikan kehalalan produk, tetapi juga bagi pelaku usaha, khususnya UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. , yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan lokal. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang telah lama berperan dalam masyarakat, memiliki potensi yang sangat besar dalam mengisi kekosongan ini. Dengan pengalaman panjang dalam mendidik dan membina masyarakat dalam aspek-aspek kehidupan Islami. Pesantren di sini dapat memainkan peran strategis dalam pengembangan literasi halal. Pesantren dapat menyediakan pendidikan dan pelatihan mengenai prinsip-prinsip halal melalui berbagai program, seperti seminar, workshop, dan pendampingan teknis tentang sertifikasi Pesantren di masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai lembaga penyebaran ajaran Islam, tetapi juga sebagai institusi pendidikan yang menumbuhkan sikap kemandirian Kemandirian ekonomi sendiri adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan berbeda. Potensi pesantren dalam mendukung industri halal di Indonesia meliputi: pusat pembelajaran ekonomi syariah, laboratorium bisnis ekonomi syariah, lingkungan yang mendukung gaya hidup halal, pembentukan kelompok pengajian untuk masyarakat, pemberdayaan masyarakat sebagai agen pembangunan, serta peran kyai dalam mendorong perubahan sosial. Penelitian ini fokus tentang bagaimana kontribusi pesantren dapat dioptimalkan untuk pengembangan literasi halal Pondok pesantren Addimyathi nurul iman. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi peran pesantren dalam konteks ini, serta programprogram yang efektif untuk mendukung dalam memahami dan literasi halal. DEPOSISI - VOLUME 2. NO. DESEMBER 2024 e-ISSN: 2987-4211. p-ISSN: 2987-5188. Hal 56-68 KAJIAN TEORITIS Pondok Pesantren Kyai dan ulama memegang peranan yang sangat penting dalam mendukung pelaksanaan gaya hidup halal di Indonesia. Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan berbasis Islam yang ada di Indonesia, yang di dalamnya mengajarkan berbagai macam pelajaran keagamaan mengenai islam dan sebagai salah satu lembaga yang berperan banyak dalam pendidikan moral dan akhlak yang mulia bagi para santri di dalamnya. Pondok pesantren yang ada di Indonesia memiliki sejarah yang unik dan mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan pondok pesantren yang ada di negeri lain. pondok pesantren telah memainkan peranan yang besar dalam usaha memperkuat iman, meningkatkan ketakwaan, membina akhlaq mulia, mengembangkan swadaya masyarakat Indonesia ikut serta menderdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan informal, non-formal dan formal. Literasi Halal Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar untuk menjadi produsen halal dunia diiringi dengan kesadaran konsumen untuk membeli setiap produk makanan dan minuman yang sudah berlogo halal. Dengan demikian, jika masyarakat semakin sadar akan produk halal, maka jumlah permintaan produk halal akan semakin meningkat yang diiringi dengan semakin bertumbuhnya industri halal di Indonesia. Apabila masyarakat telah memiliki kesadaran yang tinggi untuk membeli setiap produk yang sudah berlogo halal. Maka potensi yang sangat besar tersebut bisa terealisasi untuk mendorong pertumbuhan industri halal di Indonesia. Literasi halal adalah tingkat pengetahuan dan pemahaman individu atau komunitas mengenai produk yang akan mereka konsumsi. Sebuah produk yang dianggap halal atau haram tidak hanya ditentukan oleh label halal yang tertera, tetapi masyarakat juga perlu memahami dan mengenali apakah bahan-bahan yang terdapat dalam konsumsi mereka itu halal atau tidak. Literasi halal memberikan pengetahuan mengenai cara membedakan produk dan layanan yang sesuai dengan hukum halal atau haram, sehingga dapat meningkatkan pemahaman tentang prinsip-prinsip Islam atau syariah. Kontribusi Pesantren Sumbangan, peran, atau partisipasi seseorang, kelompok, atau lembaga dalam memberikan sesuatu yang bernilai, baik dalam bentuk ide, tenaga, materi, maupun tindakan, untuk mencapai suatu tujuan bersama atau memberikan dampak positif pada suatu bidang atau Kontribusi pesantren dalam pengembangan literasi halal sangat penting, terutama Kontribusi Pesantren dalam Pengembangan Literasi Halal Pada Produk Makanan Studi Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman mengingat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk pemahaman dan praktik keagamaan di kalangan masyarakat. Pesantren sangat berpotensi untuk berperan dalam pengembangan keilmuan dan sosialisasi ekonomi syariah ke masyarakat. Hal ini karena pesantren diakui sebagai lembaga pengkaderan ulama dan daAoi yang diakui masyarakat. Disamping itu, mereka juga dapat berperan sebagai corong sosialisasi ekonomi syariah di masyarakat, karena mereka adalah panutan dan suara mereka lebih didengar daripada ulama dan daAoi produk lembaga Kelebihan lainnya, mereka lebih menguasai fiqih muamalah, sehingga memiliki kemampuan untuk menjelaskan tentang ekonomi syariah kepada masyarakat dengan lebih baik Sertifikasi Halal Sertifikasi halal adalah jaminan untuk memberikan kepastian atas kehalalan sebuah produk yang diperdagangkan atau beredar di Indonesia. dengan kehalalan suatu produk yang beredar di Indonesia, pemerintah telah melindungi dengan memberlakukan kewajiban sertifikasi halal yang ditetapkan dalam Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). UU Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal. Sertifikasi halal merupakan yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengkajian Pangan. Obatobatan dan Kosmetika (LPPOM-MUI) yang menyatakan suatu produk sudah sesuai dengan syariat islam. Sertifikat halal ini dapat digunakan pembuatan label halal. Undang undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal berusaha menyelesaikan kehawatiran masyarakat dengan memberikan aturan yang jelas mengenai penerbitan sertifikat halal. Sertifikat Halal itu sendiri merupakan sebagai bentuk pengakuan kehalalan suatu produk yang dikeluarkan oleh BPJPH berdasarkan fatwa halal tertulis yang dikeluarkan oleh MUI. Sertifikasi halal memiliki banyak sekali manfaat bagi konsumen salah satunya adalah untuk memberikan ketenangan terhadap produk yang dikonsumsi dapat terjamin dan aman. METODE PENELITIAN Jenis dan Sifat Penelitian . Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif (Field Researc. yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis dengan mengangkat data yang ada Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, peneliti dapat menggali lebih dalam lagi. Pendekatan kualitatif di pilih karena tujuan penelitian adalah untuk DEPOSISI - VOLUME 2. NO. DESEMBER 2024 e-ISSN: 2987-4211. p-ISSN: 2987-5188. Hal 56-68 memahami secara mendalam sebuah fenomena. Sugiono mengungkapkan dalam penelitian kualitatif yang menjadi istrumennya adalah peneliti itu sendiri sehingga untuk dapat menjadi instrument maka peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas, sehingga mampu bertanya, menganalisis, memotret dan mengkontruksi objek yang diteliti menjadi lebih jelas dan bermakna. Dengan Lokasi di pondok pesantren di kabupaten bangkalan madura. Sifat Penelitian Sifat penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian ysng berusaha menggambarkan dan menginterprestasi objek sesuai dengan yang ada. Di dalam penelitian ini penulis bermaksud menerangkan secara jelas bagaimana partisipasi pesantren dalam mengembangan literasi halal studi di pondok pesantren bangkalan madura. Lokasi Penelitian dan Objek Penelitian Penelitian ini dilakukakn di Kota bangkalan mengenai partisipasi pesantren dalam mengembangan literasi halal studi di pondok pesantren bangkalan madura. Subjek penelitian ini adalah pesantren (Kiya. , ustad, ustdzah santr dan yang terlibat di Karena mereka yang berperan aktif dalam partisipasi dan inisiatif pengembangan literasi halal. Sumber Data Penggolongan data data dalam penelitian digolongkan menjadi 2 jenis yaitu data primer dan data sekunder. Data Primer Data yang diperoleh dengan cara wawancara yang dilakukan dilapangan dengan mendatangi langsung ke lokaksi objek yang diteliti. Data primer di sebut juga data yang asli atau up to date. Data Sekunder Data yang dijadikan pelengkap guna melancarkan proses penelitian, data sekunder ini dilakukan dengan cara studi kepustakaan baik dari buku maupun Studi kepustakaan yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari bukubuku, literatur, internet dan sumber-sumber lain yang berkaitan dengan penelitian Studi dokumentasi yaitu lokasi pengumpulan data dengan menggunakan catatan atau dokumen yang ada di Lokasi penelitian. Kontribusi Pesantren dalam Pengembangan Literasi Halal Pada Produk Makanan Studi Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dihasilkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yang dianalisis secara induktif. Wawancara Wawancara ini melibatkan percakapan tatap muka antara peneliti dan responden untuk menggali informasi secara mendalam. Wawancara mendalam memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi pandangan, pengalaman, dan perasaan responden. Observasi Obsevasi dapat bersifat partisipatif, di mana peneliti ikut serta dalam kegiatan yang diamati, atau non-partisipatif, di mana peneliti hanya mengamati dari luar. Observaai dapat membantu peneliti memahami konteks sosial, budaya, dan lingkungan dari fenomena yang diteliti . Dokumentasi Dokumentasi melibatkan pengumpulan dan analisis dokumen yang relevan dengan topik penelitian, seperti arsip, laporan, catatan harian, surat, foto, video, dan artefak lainnya. Dokumen-dokumen ini dapat memberikan konteks historis atau latar belakang yang penting bagi penelitian Teknik Analisis Data Adapun Teknik Analisi data adalah Sebuah Proses dalam Mencari Sistematis data yang sudah di peroleh selama pengumpulan data baik dari wawancara dan bahan bahan lain. Teknik Analisis data yang di Gunakan Peneliti dalam Penelitian ini adalah: Reduksi Data Reduksi data sebuah Proses Penyederhanan data dengan mengurangi Kompleksitas atau Ukuran data yang di peroleh dengan tujuan Memperthankan Informasi yang penting dalam data Tersebut. Penyajian Data Menampilkan data atau informasi yang terkandung agar lebih mudah di pahami. Verifikasi Data Merupakan proses yang Memastikan bahwa data yang di peroleh adalah Akurat dan lengkap. Tujuan Verifikasi data untuk Memastikan bahwa informasi yang terkandung dalam penelitian ini benar dan dapat di Gunakan dalam keperluan DEPOSISI - VOLUME 2. NO. DESEMBER 2024 e-ISSN: 2987-4211. p-ISSN: 2987-5188. Hal 56-68 HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman yang terletak di Bangkalan. Madura. Tepatnya di Sukolilo Barat kecamatan Labang. Merupakan Lembaga Pendidikan Islam yang berfokus pada pengajaran agama dengan perpaduan antara metode tradisional dan modern. Didirikan pada tahun 1885 oleh Pendiri Beliau adalah kiyai Addimyathi Beliau Mendirikan pondok pesantren dengan tujuan membentuk generasi Muslim yang berakhlakul karimah serta memiliki ilmu agama yang mendalam. Sejak didirikan Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman terus berkembang. Pada tahun 1885 pondok pesantren addimyathi hanya memiliki santri putra saja, kemudian berkembang pada 1934 didirikannya pondok pesantren putri. Di pesantren ini, sistem pendidikan yang diterapkan berbasis salafiyah, dengan pembelajaran kitab kuning sebagai inti dari kurikulum. Santri diajarkan untuk mempelajari tafsir, fiqh, ushul fiqh, hadits, serta ilmu-ilmu agama lainnya yang berakar dari tradisi keilmuan Islam klasik. Selain itu, pesantren juga mengintegrasikan metode pendidikan modern, yang memungkinkan santri untuk tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga menguasai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Selain pendidikan agama. Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman juga mendirikan Pendidikan Formal yakni MTS dan MA. Pendidikan formal sangat penting untuk mencetak generasi yang tidak hanya cakap dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan, pengetahuan, dan karakter yang diperlukan untuk menghadapi tantangan zaman. Fasilitas yang tersedia di pesantren ini cukup memadai, mulai dari asrama santri, masjid, ruang kelas, hingga perpustakaan yang menyediakan berbagai kitab dan buku untuk menunjang proses Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman juga berperan aktif dalam masyarakat Pesantren sering mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan, seperti pengajian, peringatan hari-hari besar Islam, dan bakti sosial. Selain itu, pesantren juga berfungsi sebagai pusat dakwah yang memberikan bimbingan kepada masyarakat dalam hal keagamaan. Peran aktif pesantren dalam kehidupan sosial masyarakat ini menjadikan pesantren tidak hanya sebagai tempat pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak dakwah dan pembinaan spiritual di Bangkalan. Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman terus melahirkan generasi Muslim yang tangguh dan berdaya saing. Pesantren ini berkomitmen untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional Islam, sambil tetap terbuka terhadap perkembangan zaman, sehingga santri dapat menghadapi tantangan kehidupan modern dengan landasan agama yang kokoh. Kontribusi Pesantren dalam Pengembangan Literasi Halal Pada Produk Makanan Studi Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman Literasi Halal Produk Literasi halal Merujuk pada pemahaman individu mengenai produk tertentu yang akan Penilaian mengenai kehalalan atau keharaman suatu produk tidak hanya didasarkan pada labelnya, melainkan individu juga perlu mengetahui dan memahami asal bahan dari produk yang mereka konsumsi, apakah halal atau haram. Literasi halal memungkinkan seseorang untuk lebih memahami hukum Islam atau syariah, sehingga mereka dapat membedakan mana produk dan jasa yang halal serta mana yang haram. Sebagai seorang muslim, sangat penting untuk memperhatikan kehalalan atau keharaman suatu produk sebelum mengonsumsinya. Kriteria utama dalam memilih produk yang akan dikonsumsi adalah kehalalan produk tersebut. Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman memainkan peran penting dalam mengembangkan literasi halal, terutama di kalangan santri dan masyarakat sekitar. Literasi halal produk di pesantren ini bukan hanya sekadar pengajaran, tetapi juga mencakup praktik langsung dalam memproduksi, dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya produk halal sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Edukasi Santri tentang Konsep Halalan tayyiban Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman mengajarkan literasi halal melalui kurikulum pendidikan agama yang mendalam, mencakup prinsip halal . dan thayyib . aik serta bermanfaa. Para santri dibekali pemahaman mendalam tentang pentingnya memilih bahan makanan yang sesuai prinsip Islam, mulai dari bahan baku hingga proses pengolahan yang memenuhi syariat. Pemahaman ini memperkuat kesadaran mereka tidak hanya pada aspek kehalalan tetapi juga pada manfaat thayyib, yaitu dampak positif terhadap kesehatan, kebersihan, dan kesejahteraan lingkungan. Sebagai bagian dari pendalaman ini, para santri juga dibimbing untuk membedakan produk yang sekadar halal dari yang memiliki nilai thayyib, agar dapat membangun kebiasaan hidup yang sehat dan etis. Dengan demikian, pembelajaran ini tidak hanya menjadi pengetahuan agama tetapi juga keterampilan praktis yang bisa mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada masyarakat sekitar. Pelatihan dan Praktek Pengolahan Produk makanan Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi halal, pesantren mengadakan pelatihan dalam pengolahan makanan yang sesuai dengan standar halal. Melalui pelatihan ini, santri diajarkan untuk memilih bahan baku halal, menerapkan proses pengolahan yang bersih dan sesuai syariat, serta memastikan tidak adanya bahan-bahan yang dilarang dalam produksi. DEPOSISI - VOLUME 2. NO. DESEMBER 2024 e-ISSN: 2987-4211. p-ISSN: 2987-5188. Hal 56-68 Dengan adanya pelatihan ini diharapkan santri memahami pentingnya halal dalam setiap tahap pengolahan makanan. Hal ini bertujuan agar mereka mampu menjaga kualitas dan kehalalan produk secara konsisten, baik untuk konsumsi pribadi maupun masyarakat luas. Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman turut memberikan wawasan pentingnya label dan sertifikasi halal kepada para santri. Mereka diajarkan mengenali sertifikasi halal dari lembaga resmi, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta memahami prosedur untuk memperolehnya. Pemahaman ini bertujuan agar santri dan masyarakat sekitar mampu memilih produk yang aman dan sesuai dengan prinsip Pondok pesantren Addimyathi Nurul iman Juga Mempunyai Produk makanan yanki produk kue Pie susu, dalam hal ini pembutan produk pie susu pondok pesantren juga melibatkan santrinya dalam produksi. Dan produl tersebut sudah memiliki izin dan bersertifikasi halal. Hal ini sangat membantu santri dalam melatih skil dalam memberikan pengetahuan tentang produksi kue. Penyuluhan dan Sosialisasi ke Masyarakat Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman secara teratur menyampaikan informasi mengenai pentingnya mengonsumsi produk halal kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan dakwah, ceramah, dan pengajian. Kegiatan ini tidak hanya ditujukan kepada para santri, tetapi juga kepada masyarakat umum, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang literasi halal. Melalui pendekatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami, memilih, dan mendukung produk-produk yang memenuhi standar halal, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung gaya hidup yang sesuai dengan ajaran Islam. Kontribusi Pondok Pesantren Mengenai Literasi halal pada Produk Makanan Literasi halal pada produk makanan adalah pemahaman dan pengetahuan untuk mengenali, memilih, dan mengonsumsi makanan yang sesuai dengan prinsip halal dalam Islam. Kontribusi pondok pesantren dalam literasi halal sangat penting, terutama untuk memperkuat pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang konsumsi produk halal. Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi halal di kalangan santri dan masyarakat sekitar, khususnya terkait produk makanan. Tata kelola Pondok pesantren Addimyathi Nurul Iman terus berupaya pada perubahan dan kemajuan dari masa ke masa menyesuaikan dengan perubahan zaman. Pesantren menjadi pusat Kontribusi Pesantren dalam Pengembangan Literasi Halal Pada Produk Makanan Studi Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman pengembangan ekonomi bagi para santri dan masyarakat sekitar. Pesantren terus mengembangkan pendidikan dan mengembangkan sumber daya manusia . antri, ustaz dan kia. yang berkualitas sebagai persiapan menghadapi tantangan globalisasi perkembangan dunia kewirausahaan. Pentingnya kehadiran pesantren untuk berperan dan mendukung situasi yang memperkenalkan konsep halal ke Pondok Pesantren Addimyathi Nurul iman Aktif juga dalam pengembangan literasi halal melalui Kajian. Pelatihan. Santri diajarkan tentang konsep halal dan haram menurut syariat Islam, termasuk aturan mengenai makanan, minuman, obatobatan, dan produk konsumsi lainnya. Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman juga Memiliki produk makanan yang sampai saat ini Masih aktif dalam Produksi dan juga sudah Berlebelisasi halal. Pondok Pesantren Addimyathi Nurul iman juga Aktif berkontribusi dalam pengembangan literasi halal, baik di kalangan santri ataupun di kalangan masyarakat sekitar. Pelatihan ataupun Pendampingan terhadap masyarakat seperti. Mengadakan pelatihan E-comerce dan media sosial untuk meningkatkan ekonomi kepada pelaku UMKM di sekitar pondok pesantren Mendukung Program Pemerintahan Pendampingan Sertifikat halal bagi pelaku umkm dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi dan kesadaran halal di lingkungan pesantren. Selain dari itu Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman juga memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian, baik bagi pesantren, santri, alumni, dan masyarakat, di antaranya: Melatih jiwa kewirausahaan: Pondok pesantren melatih jiwa kewirausahaan santri yang akan terjun ke masyarakat. Membuka lapangan kerja: Pondok pesantren membuka lapangan kerja bagi santri, alumni, dan masyarakat. Memberikan Pelatihan-Pelatihan Bagi santri, alumni, dan Masyarakat Sekitar. Memberikan Pendampingan Fasilitas Dalam Pembuatan NIB Bagi Pelaku UMKM dan Juga Izin Edar dalam hal ini adalah Sertifikat Halal. Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman termasuk salah satu contoh sebuah instansi pesantren yang mengimplementasikan literasi halal produk, dimana produk yang di hasilkan adalah produk makanan atau kue. DEPOSISI - VOLUME 2. NO. DESEMBER 2024 e-ISSN: 2987-4211. p-ISSN: 2987-5188. Hal 56-68 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan Penelitian di atas Peneliti menarik Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman memiliki peran penting dalam pengembangan literasi halal, khususnya pada produk makanan. Pondok Pesantren Addimyathi tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga aktif dalam memberikan pemahaman kepada santri dan masyarakat terkait pentingnya makanan halal. Program-program edukasi yang diterapkan, seperti kajian halal dan pelatihan terkait produksi makanan yang sesuai syariat, berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya memilih dan memproduksi makanan halal. Literasi halal produk makanan di Pondok Pesantren Addimyathi Nurul Iman memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk kesadaran santri dan masyarakat sekitar tentang pentingnya memilih makanan yang sesuai dengan prinsip halal. Melalui program edukasi yang terstruktur, santri tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang bahan-bahan halal dan haram, tetapi juga belajar tentang proses produksi dan sertifikasi Saran Berdasarkan penelitian di atas, peneliti memiliki saran yakni pengguna media social sebagi sarana literasi halal untuk memperluas jangkauan edukasi literasi halal, pesantren bisa memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram. Youtube, dan Tiktik. Dengan memproduksi kontenm-kontem edukatif mengenai literasi halal, pesantren juga dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat luas tentang pentingnya konsumsi produk UCAPAN TERIMA KASIH