Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 4. No 2. November 2023. Page 117-122 ISSN 2723-1674 (Media Onlin. DOI 10. 47065/jrespro. Pengenalan Investasi dan Perencanaan Keuangan Jangka Panjang Bagi Masyarakat Desa Kwala Serapuh Kabupaten Langkat Noni Ardian. Chaerul Rizky*. Angelina Br. Capah Fakultas Sosial Sains. Manajemen. Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Kota Medan. Indonesia Email: 1noniardian@dosen. id, 2,*mchaerulrizky@pancabudi. id, 3angelinacapah14@gmail. (* : coressponding autho. AbstrakOePengenalan investasi dan perencanaan keuangan jangka panjang merupakan hal yang penting bagi masyarakat, terutama masyarakat di desa. Hal ini dikarenakan masyarakat desa umumnya memiliki pendapatan yang terbatas, sehingga perlu untuk mengelola keuangannya dengan baik agar dapat mencapai tujuan finansialnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan investasi dan perencanaan keuangan jangka panjang kepada masyarakat Desa Kwala Serapuh. Kabupaten Langkat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Kwala Serapuh memiliki pemahaman yang rendah tentang investasi dan perencanaan keuangan jangka Hal ini dikarenakan masyarakat desa umumnya memiliki tingkat pendidikan yang rendah dan akses informasi yang Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Kwala Serapuh tentang investasi dan perencanaan keuangan jangka panjang melalui berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi. Kata Kunci: Investasi. Perencanaan Keuangan Jangka Panjang. Masyarakat Desa AbstractOeIntroduction to investment and long-term financial planning is important for the community, especially for rural This is because rural communities generally have limited income, so they need to manage their finances well in order to achieve their financial goals. This study aims to introduce investment and long-term financial planning to the people of Kwala Serapuh Village. Langkat Regency. The study was conducted using survey and interview methods. The results of the study showed that the people of Kwala Serapuh Village have a low understanding of investment and long-term financial This is because rural communities generally have low levels of education and limited access to information. Based on the results of the study, it is recommended to increase the understanding of the people of Kwala Serapuh Village about investment and long-term financial planning through various educational and socialization activities. Keywords: Investment. Long-term Financial Planning. Rural Community PENDAHULUAN Kwala Serapuh merupakan salah satu desa yang benar di kecamatan Tanjung Pura, kabupaten Langkat, provinsi Sumatera Utara. Indonesia. Merupakan desa kecil di ujung kabupaten Langkat dimana penghasilan warganya adalah sebagai petani, penghasil gula nipah, keripik dengan bahan dasar daun jeruju. Petani dan produsen perlu memahami bagaimana mengelola pendapatan yang fluktuatif. Kesadaran akan pentingnya mengendalikan pengeluaran dan membuat anggaran yang realistis membantu mencegah pemborosan. Pengelolaan keuangan yang baik harus didukung oleh literasi keuangan yang baik. Literasi keuangan juga berpengaruh kepada perilaku keuangan yang positif (Margaretha & Pambudhi, 2. Dengan adanya pengelolaan yang tepat dan juga didukung oleh literasi keuangan yang baik maka diharapkan taraf hidup akan meningkat (Nababan, 2. Pengenalan investasi dan perencanaan keuangan jangka panjang menjadi aspek kritis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat ini, banyak masyarakat masih minim pemahaman terhadap pentingnya melakukan investasi dan perencanaan keuangan untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang (OJK, 2. Perencanaan keuangan keluarga menjadi bagian penting dalam menentukan kesejahteraan keluarga agar masyarakat tidak konsumtif dan menghabiskan sumber keuangannya hanya untuk memenuhi keinginannya (Fakhruddin et al. , 2. Hal ini membuat banyak orang terlilit hutang dengan angsuran yang dapat menelan biaya lebih dari setengah pendapatan mereka, dan dalam beberapa kasus melebihi pendapatan mereka. Dampak dari kebiasaan ini adalah mereka tidak memiliki tabungan atau tidak dapat menyiapkan dana darurat (Hanson & Olson, 2. Investasi menurut (Tandelilin, 2. merupakan komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengantujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang. Pada umumnyaaktivitas investasi merupakan aktivitas dengan menginvestasikan sejumlah dana pada aset riil . anah, emas, mesin atau banguna. , maupun aset finansial . eposito, saham, reksadana, sukuk, ataupun obligas. Investasi dan perencanaan keuangan jangka panjang bukan hanya sebatas urusan para profesional keuangan, namun juga menjadi kebutuhan esensial bagi setiap individu. Kondisi ini semakin diperparah oleh kurangnya literasi keuangan di kalangan masyarakat, yang dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk membuat keputusan yang cerdas dan berkelanjutan terkait dengan keuangan pribadi. Menurut (Puspharini & Hidayati, 2. perencanaan keuangan merupakan proses pengalokasian dana keluarga yang bertujuan untuk mewujudkan tujuan-tujuan keuangan yang akan dicapai keluarga dimasa yang akan datang dengan persiapan Copyright A 2023 Noni Ardian. Page 117 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 4. No 2. November 2023. Page 117-122 ISSN 2723-1674 (Media Onlin. DOI 10. 47065/jrespro. sedini mungkin, untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut dibutuhkan pengelolaan keuangan yang terencana, teratur, dan bijak (Lusardi & Olivia, 2. menyatakan bahwa literasi keuangan terdiri dari sejumlah kemampuan dan pengetahuan mengenai keuangan yang dimiliki oleh seseorang untuk mampu mengelola atau menggunakan sejumlah uang untuk meningkatkan taraf hidupnya dan bertujuan untuk mencapai kesejahteraan. Literasi keuangan sangat terkait dengan perilaku, kebiasaan dan pengaruh dari faktor eksternal (Yushita, 2. Ketidakpahaman masyarakat terhadap investasi dan perencanaan keuangan jangka panjang dapat menjadi hambatan utama dalam mencapai stabilitas keuangan dan tujuan hidup yang diinginkan. Edukasi yang holistik dan mudah dipahami menjadi kunci dalam membekali masyarakat dengan pengetahuan yang diperlukan untuk mengelola keuangan mereka secara efektif (Kapoor et al. , 2. Pengetahuan tentang keuangan menjadi sangat penting bagi individu agar tidak salah dalam membuat keputusan keuangan nantinya (Margaretha & Pambudhi. Sebagian besar rumah tangga umumnya memiliki impian finansial yang ingin dicapai di masa depan, seperti menyimpan dana untuk pendidikan anak-anak atau memiliki aset investasi. Namun, kenyataannya banyak keluarga yang menghadapi kendala dalam mewujudkan impian tersebut karena terbatasnya sumber daya Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan langkah-langkah perencanaan keuangan yang matang dan strategis guna mencapai tujuan finansial yang diinginkan. Permasalahan yang dihadapi masyarakat Kwala Serapuh adalah masih banyak masyarakat di desa memiliki tingkat literasi keuangan yang rendah sehingga pengelolaan keuangan mereka tidak efisien. Sebagian besar masyarakat di desa biasanya lebih berfokus pada kebutuhan sehari-hari dan memiliki sedikit pengetahuan tentang manfaat investasi jangka panjang. Kurangnya kesadaran ini menyebabkan mereka tidak melihat investasi sebagai alat untuk meningkatkan kekayaan dan kesejahteraan di masa depan. Kehidupan ekonomi di desa seringkali dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti fluktuasi harga komoditas, bencana alam, atau musim tanam yang tidak Ketidakstabilan pendapatan ini membuat masyarakat enggan berinvestasi karena takut kehilangan uang mereka jika terjadi kesulitan ekonomi. Masyarakat di desa memiliki keterbatasan akses ke informasi tentang berbagai jenis investasi dan cara mengelola keuangan mereka. Kurangnya akses ini menghalangi mereka dari memahami dan memanfaatkan berbagai kesempatan investasi yang ada. Dengan menganalisis aspek-aspek di atas, akan didapatkan gambaran tentang keadaan perekonomian rumah tanggak warga Desa Kwala Serapuh. Hasil analisis ini akan menjadi dasar dalam merancang program sosialisasi dan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman perencanaan keuangan yang lebih baik demi kesiapan kelanjutan Pendidikan anak dan hari tua. Permasalahan yang dihadapi mitra dalam kegiatan pengabdian dengan tema Pengenalan Investasi dan Perencanaan Keuangan Jangka Panjang bagi Masyarakat Desa Kwala Serapuh. Kabupaten Langkat yaitu sebagai berikut: . Rendahnya Literasi Keuangan: Banyak warga desa yang tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang konsep investasi, tabungan, inflasi, risiko, atau pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang. Kurangnya Akses ke Informasi Keuangan: Warga desa memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi tentang produk keuangan dan opsi investasi yang tersedia. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan teknologi, jangkauan pelayanan keuangan, atau minimnya akses terhadap edukasi keuangan. Ketidakpercayaan terhadap Investasi: Beberapa warga desa cenderung skeptis terhadap investasi karena mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara kerjanya dan takut akan risiko yang terlibat. Mereka mungkin lebih memilih menyimpan uang dalam bentuk tunai daripada menginvestasikannya. Prioritas Pengeluaran yang Kurang Bijaksana: Warga desa cenderung mengalokasikan sebagian besar pendapatan mereka untuk kebutuhan sehari-hari atau konsumsi daripada berinvestasi untuk masa depan. Ini dapat menghambat kemampuan mereka untuk membangun kekayaan jangka panjang. Keterbatasan Sumber Daya: Beberapa warga desa menghadapi keterbatasan sumber daya yang membatasi kemampuan mereka untuk berinvestasi atau merencanakan keuangan jangka panjang. Penghasilan yang rendah atau keterbatasan akses ke layanan keuangan bisa menjadi hambatan. Kurangnya Pembinaan dan Bimbingan: Warga desa merasa kesulitan dalam merencanakan keuangan jangka panjang dikarenakan tidak adanya pembinaan atau bimbingan dari pihak yang berpengalaman dalam bidang keuangan. Ketidakpastian Ekonomi: Ketidakstabilan ekonomi atau fluktuasi harga komoditas dapat mempengaruhi keputusan investasi dan merencanakan keuangan jangka panjang. Warga desa merasa ragu untuk berinvestasi di tengah-tengah ketidakpastian ini. Dalam mengatasi permasalahan ini, pendekatan yang memperhatikan karakteristik khusus masyarakat desa dan mengakomodasi tantangan yang ada akan menjadi kunci keberhasilan program pengenalan investasi dan perencanaan keuangan jangka panjang bagi warga desa. Edukasi dan pelatihan yang tepat, penyediaan informasi yang mudah dipahami, dan pendekatan yang berbasis pada kebutuhan masyarakat desa akan membantu meningkatkan literasi keuangan dan membuka peluang bagi warga desa untuk mengelola keuangan mereka dengan lebih bijaksana dan berkelanjutan. Copyright A 2023 Noni Ardian. Page 118 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 4. No 2. November 2023. Page 117-122 ISSN 2723-1674 (Media Onlin. DOI 10. 47065/jrespro. METODE PELAKSANAAN 1 Metode Pendekatan yang ditawarkan Peserta kegiatan pengabdian ini sebagai khalayak sasaran adalah masyarakat desa Kwala Serapuh. Alternatif pemecahan masalah dalam permasalahan mitra dilakukan pendampingan dengan dua pendekatan, yakni pendekatan klasikal dan individual. Pendekatan klasikal dilakukan pada saat penyampaian materi perencanaan keuangan yang baik dan pengenalan alternatif investasi (Ovami & Lubis, 2. Pengabdian kepada masyarakat ini juga dilaksanakan dengan metode PRA (Participatory rural appraisa. yaitu seperangkat metode yang memungkinkan orang berkumpul untuk mengidentifikasi dan menganalisis elemen penting dari permasalahan atau aktivitas kehidupan mereka sendiri, serta merencanakan dan menerapkan perubahan yang layak (Bar-On & Prinsen, 1999. Campbell, 2. Berikut adalah langkah-langkah alur kerja tentang pengenalan investasi dan perencanaan keuangan jangka panjang bagi masyarakat di desa: Identifikasi kebutuhan dan tantangan khusus masyarakat di desa terkait investasi dan perencanaan Dan menentukan pendekatan yang sesuai, misalnya pendekatan pendidikan, teknologi digital, atau partisipatif. Survei Literasi Keuangan: survei untuk mengukur tingkat literasi keuangan masyarakat di desa. Rancang Program Edukasi Kuangan: Sesi pendidikan dan pelatihan dengan tingkat literasi dan kebutuhan masyarakat dengan menyiapkan materi dan modul yang mudah dipahami dan relevan dengan kondisi Implementasi Program Edukasi: Implementasi kegiatan pendidikan dan pelatihan investasi dan perencanaan keuangan jangka pancang. Laporan dan Publikasi Pengabdian: Menyusun laporan tentang seluruh proses kegiatan sosialisasi dan pelatihan, serta publikasi hasil pengabdian. 2 Prosedur Kerja Pelaksanaan Pengabdian Prosedur kerja kegiatan sosialisasi dan pelatihan tentang pengenalan investasi dan perencanaan keuangan jangka panjang bagi masyarakat di desa dapat melibatkan beberapa langkah berikut: Persiapan Identifikasi kebutuhan khusus masyarakat di desa terkait literasi keuangan, investasi, dan perencanaan keuangan jangka panjang. Penetapan tujuan dari kegiatan sosialisasi dan pelatihan, seperti meningkatkan pemahaman tentang konsep keuangan, mengenalkan peluang investasi lokal, dan membantu warga desa merencanakan masa depan keuangan mereka. Penentuan jadwal pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pelatihan, disesuaikan dengan kesibukan dan kebiasaan masyarakat desa. Siapkan materi pelatihan yang sesuai dengan tingkat literasi masyarakat desa dan tujuan kegiatan. Pelaksanaan Sosialisasi tentang kegiatan pelatihan kepada warga desa, penjelasan manfaat dan tujuan dari kegiatan pelatihan untuk memotivasi partisipasi masyarakat. Praktik simulasi atau penerapan konsep keuangan dalam situasi sehari-hari. Pelaporan Pelaporan PKM: Menyusun laporan mengenai seluruh proses kegiatan sosialisasi dan pelatihan, termasuk hasil evaluasi. Publikasi Jurnal: Jika relevan, hasil penelitian dapat dipublikasikan dalam jurnal ilmiah untuk kontribusi ilmiah yang lebih luas. 3 Uraian Partisipasi Mitra Uraian keterlibatan mitra tentang kegiatan Pengenalan Investasi dan Perencanaan Keuangan Jangka Panjang bagi Masyarakat Desa Kwala Serapuh. Kabupaten Langkat agar kegiatan berjalan dengan baik yaitu sebagai berikut: Copyright A 2023 Noni Ardian. Page 119 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 4. No 2. November 2023. Page 117-122 ISSN 2723-1674 (Media Onlin. DOI 10. 47065/jrespro. Pengajuan Kerjasama: Mitra, yaitu warga desa Kwala Serapuh berperan aktif dalam menginisiasi kerjasama dengan mengajukan permohonan kerjasama (MoA) dan menunjukkan kesediaan untuk berkolaborasi dalam kegiatan yang akan dilakukan. Pengumpulan Data dan Informasi : Dari awal, melibatkan Masyarakat desa dalam proses identifikasi kebutuhan dan aspirasi terkait keuangan. Dengan melakukan wawancara, diskusi kelompok, atau survei, dapat diketahui tingkat literasi keuangan, tantangan, dan peluang yang dihadapi oleh masyarakat di desa Kwala Serapuh. Penelitian Kerjasama Mitra: Mitra berkolaborasi dengan tim peneliti dalam melakukan analisis data dan mencari pola terkait pola perencanaan keuangan sehari-hari. Keterlibatan mitra dalam proses penelitian akan memastikan bahwa hasil penelitian benar-benar mencerminkan situasi di lapangan. Sosialisasi dan Penyampaian Informasi : warga berperan dalam mendukung pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan di wilayah mereka. Dengan membantu mengidentifikasi peserta yang tepat untuk pelatihan dan menyediakan fasilitas yang diperlukan. 4 Uraian Evaluasi Pelaksanaan Program Pengabdian Dari evaluasi kegiatan pengabdian yang dilakukan, didapati bahwa pengetahuan masyarakat tentang potensi ekonomi masyarakat desa, masalah ekonomi masyarakat, upaya optimalisasi ekonomi masyarakat, cara pengelolaan keuangan yang baik, dan investasi pasar modal. Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat untuk lebih paham pentingnya perencanaan keuangan untuk masa mendatang dan dalam mengelola sumberdaya-sumberdaya yang ada agar menghasilkan pendapatan bagi masyarakat sekitar. Untuk itu, diperlukan pendampingan secara berkelanjutan dari pihak-pihak yang kompeten untuk dapat mengembangkan perekonomian. Sebagaimana terlihat pada gambar 1. Narasumber sedang memaparkan tentang merencanakan keuangan jangka panjang melibatkan langkah-langkah seperti menetapkan tujuan, mengidentifikasi sumber dan pengeluaran dana, membuat anggaran, serta memasukkan investasi sebagai bagian integral dari rencana Gambar 1. Tim PKM Sedang Melakukan Sosialisasi Kepada Masyarakat Sosialisasi telah dilakukan di Kantor Desa Kwala Serapuh, kemudian tim pengabdian bergegas menuju rumah warga yang memiliki usaha rumahan yaitu gula merah berdahan dasar nira dan hasil anyaman berbahan dasar daun nipah. Gambar 2. Tim PKM Melakukan Kunjungan ke Masyarakat Copyright A 2023 Noni Ardian. Page 120 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 4. No 2. November 2023. Page 117-122 ISSN 2723-1674 (Media Onlin. DOI 10. 47065/jrespro. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Pengabdian Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Kwala Serapuh Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat pada 01 Agustus 2023 pada pukul 9 pagi sampai dengan selesai dengan tema Pengenalan Investasi dan Perencanaan Keuangan Jangka Panjang Bagi Masyarakat Desa Kwala Serapuh. Kabupaten Langkat. Peserta kegiatan yaitu Kepala Dusun dan Ibu Rumah Tangga Pelaku UMKM namun tetap berperan sebagai ibu rumah tangga yang mengatur keuangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik dan sukes. Pihak pemerintah sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini dengan merencanakan dan menyediakan tempat yang tepat untuk terlaksananya pengabdian kepada masyarakat ini. Acara dibuka oleh Kepala Desan Kwala Serapuh yaitu Bapak Hasanuddin dalam sambutannya menyambut baik kegiatan pengabdian ini kemudian Tim Dosen PKM sebagai pemateri memperkenalkan diri. Hal ini dilakukan demi menciptakan suasana saat penyuluhan yang lebih akrab antara pemateri dan peserta. Kegiatan pengabdian ini dimulai dari persiapan : pengadaan sekaligus penggandaan modul, sosialisasi program, penentuan lokasi, waktu dan tempat kegiatan dan kegiatan inti yakni pengenalan investasi dan perencanaan/pengelolaan keuangan sederhana bagi pelaku usaha maupun ibu rumah tangga biasa. Hasil pengabdian kepada masyarakat yang sudah dilakukan, yaitu: Munculnya dorongan dan pemahaman diri di kalangan ibu-ibu tentang pentingnya perencanaan keuangan dalam kehidupan rumah tangga mereka. Timbulnya motivasi dan kesadaran diri pada ibu-ibu mengenai pentingnya manajemen keuangan jangka panjang dalam keluarga. Peningkatan pemahaman ibu-ibu tentang berbagai jenis investasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga di Desa tersebut. Pelatihan ini tidak hanya berlangsung satu arah, melainkan melibatkan dua arah komunikasi dengan adanya sesi diskusi yang diselenggarakan setelah penyampaian materi secara terstruktur. 2 Pembahasan Hasil Pelaksanaan PKM Kegiatan ini disambut dengan baik oleh Kepala Desa, aparat desa dan para ibuAeibu rumah tangga di daerah Kegiatan ini dibagi menjadi tiga sesi. Pertama, tim pengabdian memberikan pertanyaan pembuka tentang mengatur keuangan. Sifatnya pertanyaan ini ingin mengetahui sejauh mana ibu-ibu rumah tangga di Desa Kwala Serapuh dalam memilih investasi demi kelangsungan rumah tangga jangka panjang dan menyusun perencanaan keuangan. Sesi kedua adalah memberikan materi kegiatan pengabdian. Materi yang disampaikan telah dibuat dalam powerpoint sebanyak 6 slide. Desain setiap slide diberikan video edukasi sehingga memudahkan peserta kegiatan memahami setiap isi dari slide. Sesi ketiga adalah diskusi dan tanya jawab. Sesi ini memberikan kesempatan bagi ibu-ibu di Desa Kwala Serapuh untuk menyampaikan pertanyaan, masukan terkait dengan topik pengabdian yaitu alternatif investasi demi kemajuan dan kelangsungan rumah tangga dan bagaimana merencanakan keuangan ideal. Sesi penutupan adalah foto bersama seluruh khalayak sasaran dan Literasi keuangan merupakan kebutuhan dasar yang harus dimiliki oleh masyarakat agar dapat terhindar dari masalah keuangan (Landang et al. , 2. Pentingnya literasi keuangan bukan hanya sekedar sebagai ilmu pengetahuan ataupun teori saja bagi masyarakat, akan tetapi diharapkan juga dapat membuat masyarakat lebih bijaksana dan pandai dalam mengelola asset yang dimiliki sehingga dapat memberikan timbal balik yang bermanfaat dalam menyokong keuangan masyarakat baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang (Mandagie et al. , 2. Semakin meningkatnya literasi keuangan pada masyarakat juga berdampak pada kesadaran masyarakat tentang investasi, karena literasi keuangan sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan investasi (Maulani & Nur, 2. Dalam pengabdian masyarakat, para masyarakat ini masih belum mengetahui dan memahami pentingnya adanya investasi, perencanaan keuangan dan pengelolaan keuangan terutama dari pembukuan dan penyusunan laporan keuangan sederhana bagi rumah tangganya, dimana hasil dari pengelolaan keuangan yang baik dapat membantu mengendalikan pengeluaran dan mengalokasikan dana untuk investasi. Masyarakat juga dapat menghindari utang berlebihan dan memastikan bahwa memiliki dana yang cukup untuk berinvestasi. Namun yang terjadi selama ini adalah ibu-ibu masyarakat Desa Kwala Serapuh selama ini hanya mencatat pembukuannya secara biasa yaitu mencatat pendapatan yang diterima saja. Kadang mereka pun lupa untuk mencatatnya. Selain itu para ibu tersebut belum mengetahui dan memahami bahkan tidak ada melakukan investasi untuk jangka panjang. Padahal dengan adanya investasi akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan keluarga. Copyright A 2023 Noni Ardian. Page 121 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 4. No 2. November 2023. Page 117-122 ISSN 2723-1674 (Media Onlin. DOI 10. 47065/jrespro. 3 Kesesuaian Program dengan Capaian Pembelajaran Program kegiatan pengabdian masyarakat yang berjudul " Pengenalan Investasi dan Perencanaan Keuangan Jangka Panjang Bagi Masyarakat Desa Kwala Serapuh. Kabupaten Langkat" memiliki korelasi yang erat dengan capaian pembelajaran yang biasanya diajarkan dalam mata kuliah Manajemen Keuangan. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah bahwa keberhasilan ekonomi seseorang atau suatu komunitas seringkali bergantung pada kemampuan untuk merencanakan keuangan secara hati-hati. Ini mencakup langkah-langkah seperti menentukan visi keuangan, mengatur keuangan, dan melihat jauh ke masa depan melalui investasi yang tepat. Program "Pengenalan Investasi dan Perencanaan Keuangan Jangka Panjang Bagi Masyarakat Desa" merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan literasi keuangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat pedesaan, serta membantu mereka menghadapi tantangan ekonomi dengan lebih baik. DAFTAR PUSTAKA