Volume 7 Nomor 1 Februari 2025 http://jurnal. Ensiklopedia Social Review PENGUNGKAPAN EMISI KARBON DAN ENVIRONMENTAL PERFORMANCE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN FRISKA OKTAVIANA WIDYA PANGESTIKA. Christina Dwi Astuti Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Trisakti cdw_astuti@trisakti. Abstract: This research was conducted to test whether there is a positive influence from Disclosure of Carbon Emissions and Environmental Performance on Company Value with Company Size as a control variable. This test uses 234 samples obtained from 78 Consumer Non-Cyclical companies with a time span of 3 years, namely 2021 to 2023. Based on the results of research and hypothesis testing that has been carried out by researchers, the conclusion is as follows: Carbon Emission Disclosure has an effect positive effect on company value, and environmental performance has a positive effect on company value. Keywords: Carbon Emissions. Environmental Performance. Company. Abstrak: Penelitian ini dilakukan guna untuk menguji apakah terdapat pengaruh positif dari Pengungkapan Emisi Karbon dan Environmental performance terhadap Nilai Perusahaan dengan Ukuran Perusahaan sebagai variabel kontrol. Pengujian ini menggunakan 234 sampel yang didapat dari 78 perusahaan Consumer Non-Cyclical dengan rentang waktu 3 tahun, yaitu tahun 2021 sampai tahun 2023. Berdasarkan hasil dari penelitian dan pengujian hipotesis yang sudah dilakukan oleh peneliti, maka kesimpulannya adalah sebagai berikut: Pengungkapan Emisi Karbon berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, dan Environmental performance berpengaruh positifterhadap nilai perusahaan. Kata Kunci: Emisi Karbon. Environmental Performance. Perusahaan. Pendahuluan Pada era saat ini, dalam mengembangkan usaha, pelaku bisnis harus memiliki gagasan baru yang mampu bersaing dengan pelaku bisnis lainnya. Hal ini disebabkan adanya persaingan yang jauh lebih ketat dalam pasar global maupun pasar lokal, yang kemudian menuntut setiap perusahaan dalam terus menciptakan inovasi agar tetap relevan dan Inovasi yang diciptakan tidak hanya sebatas pada produk ataupun jasa yang ditawarkan, tetapi juga mencakup strategi pemasaran, model bisnis, maupun teknologi Secara umum, perusahaan didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan para pemegang saham melalui optimasi nilai perusahaan. Optimasi nilai perusahaan akan berdampak pada peningkatan nilai pemegang saham, yang ditandai dengan semakin tinggi tingkat pengembalian investasi. Nilai perusahaan merupakan sebuah gambaran dari kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat terhadap suatu perusahaan sejak perusahaan tersebut didirikan (Pranata & Awaludin, 2. Menurut Suhendar & Paramita, . nilai perusahaan merupakan sebuah cerminan harga saham yang terbentuk oleh adanya permintaan maupun penawaran dari sebuah pasar modal. Selain itu, dari nilai suatu perusahaan dapat menunjukkan nilai keseluruhan aset yang dilihat dari nilai pasar ataupun harga saham. Nilai perusahaan itu sendiri dapat diukur dengan harga pasar saham yang beredar pada perusahaan yang di mana hal tersebut mencerminkan penilaian para investor terhadap ekuitas yang dimiliki (Gunawan & Berliyanda, 2. Dari nilai ini dapat tercermin persepsi investor terhadap keberhasilan suatu perusahaan, yang berkaitan dengan harga saham Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Volume 7 Nomor 1 Februari 2025 http://jurnal. Ensiklopedia Social Review Adanya peningkatan pada nilai perusahaan akan dianggap sebagai bentuk pencapaian yang diinginkan oleh setiap pemilik bisnis, karena hal tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan bagi mereka (Riyanti & Suwaidi, 2. Menurut Rahmadina et al. , . menyatakan jika suatu perusahaan memiliki nilai saham yang tinggi, maka hal tersebut mencerminkan bahwa perusahaan memiliki nilai yang baik. Nilai perusahaan itu sendiri merupakan konsep penting karena menjadi sebuah indikator penilaian pasar terhadap perusahaan secara menyeluruh, sehingga dalam meningkatkan nilai perusahaan dapat dilakukan dengan cara memberikan perhatian kepada aspek lingkungan dalam operasi usahanya (Nopriyanto, 2. Nilai perusahaan yang tinggi tidak hanya menjadi refleksi dari kinerja keuangan yang baik, tetapi juga mencerminkan upaya perusahaan dalam mempertahankan hubungan yang positif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk karyawan, pelanggan, dan masyarakat umum. Perusahaan yang berhasil membangun citra positif dan kepercayaan pasar cenderung memiliki daya tarik lebih besar bagi investor dan mendapatkan lebih banyak peluang untuk mengakses modal. Selain itu, keberlanjutan nilai perusahaan bergantung pada kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang, baik melalui inovasi, pengelolaan risiko, maupun pelaksanaan tanggung jawab sosial. Menurut Jatmiko dan Prasetya . , upaya menjaga reputasi perusahaan dan kepatuhan terhadap peraturan lingkungan serta sosial menjadi kunci utama dalam mendukung pertumbuhan nilai perusahaan secara berkelanjutan. Perusahaan yang baik sejatinya adalah perusahaan yang tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Sebagai respon terhadap berbagai isu lingkungan yang berkembang, terbentuklah Protokol Kyoto. Kyoto Protocol yang diresmikan pada tahun 1997 merupakan salah satu perjanjian internasional yang muncul akibat meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap peningkatan gas rumah kaca. Perjanjian ini mendorong lahirnya kebijakan akuntansi yang mengharuskan perusahaan untuk mencatat, melaporkan serta mengungkapkan emisi karbon yang ditimbulkan dari operasi perusahaan tersebut. Sedangkan di Indonesia sendiri, pengungkapan emisi karbon masih merupakan hal yang secara sukarela dilakukan oleh perusahaan. Saat ini terdapat peningkatan kesadaran terhadap lingkungan dan tuntutan mendesak bagi perusahaan untuk segera menerapkan praktik yang jauh lebih ramah lingkungan. Hal ini menjadikan sebuah praktik akuntansi ramah lingkungan muncul sebagai salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap para pemangku kepentingan (Apriani, 2. Perusahaan memainkan peran yang sangat penting dalam perekonomian. Aspek krusial dalam suatu keberlanjutan perusahaan adalah sumber daya manusia dan sumber daya alam. Semakin besar perusahaan maka semakin banyak pula kebutuhan sumber daya yang harus Terkadang, perusahaan memenuhi tidak menyadari bahwa kegiataan operasionalnya mampu merusak keadaan alam sekitar, baik secara langsung maupun tidak Oleh karena itu, perusahaan harus menerapkan praktik Ae praktik yang lebih ramah lingkungan, seperti pengungkapan emisi karbon dan Environmental performance (Agustin & Sari, 2. Aspek yang pertama adalah pengungkapan emisi karbon. Emisi karbon biasanya dipicu oleh gas rumah kaca yang menyebabkan peningkatan suhu rata Ae rata permukaan Perusahaan secara aktif dalam mengurangi emisi karbon yang diakibatkan oleh kegiatan operasional perusahaan serta melaporkan hal tersebut akan dianggap lebih bertanggung jawab oleh masyarakat. Perusahaan yang melakukan transparansi dalam mengungkapkan laporan mengenai emisi karbon biasanya memiliki reputasi yang baik di P-ISSN 2567-0319 E-ISSN 2657-0300 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Volume 7 Nomor 1 Februari 2025 http://jurnal. Ensiklopedia Social Review mata masyarakat, serta perusahaan tersebut memiliki akses modal yang lebih baik dibandingkan perusahaan yang tidak melakukan transparansi dalam mengungkapkan laporan emisi karbon yang dihasilkan (Ong et al. , 2. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Fitriana et al. , . dan Pradnyawati & Werastuti, . menyatakan jika pengungkapan emisi karbon berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Berbeda dengan Hariadi & Nurwanda, . dan Soetardjo & Nurmawati, . yang mengatakan jika pengungkapan emisi karbon tidak berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Selanjutnya adalah Environmental performance. Perusahaan berlomba Ae lomba untuk menerapkan praktik ini, karena praktik ini dapat mendorong suatu kemampuan yang dapat meminimalkan permasalahan lingkungan hidup yang dihadapi oleh perusahaan. Selain dapat mengurangi permasalahan lingkungan. Environmental performance ini juga mempu untuk meminimalkan biaya lingkungan, serta memberikan citra baik perusahaan terhadap lingkungan sekitar (Apriana, 2. Menurut implikasi yang ditetapkan dalam Protokol Kyoto. Environmental performance memiliki peran penting dalam pencatatan keuangan perusahaan, yang tidak hanya terbatas pada pelaporan keuangan konvensional, tetapi juga mencakup penghitungan biaya yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan terhadap Praktik ini berfokus pada identifikasi, pencatatan, dan pelaporan biaya-biaya yang timbul akibat dampak lingkungan yang dihasilkan oleh operasi bisnis perusahaan. Dengan demikian, akuntansi hijau bertujuan untuk memberikan transparansi dalam hal pengelolaan sumber daya dan biaya lingkungan, serta mendorong perusahaan untuk mengambil langkah-langkah yang lebih bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan hidup (Ulum et al. , 2. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Gunawan & Berliyanda, . dan Fini & Astuti, . menyatakan bahwa Environmental performance berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Sedangkan penelitan yang dilakukan oleh Sapulatte & Limba, . dan Apriana . menyatakan bahwa Environmental performance tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan uraian mengenai fenomena di atas, peneliti termotivasi untuk melakukan konfirmasi ulang dari hasil studi sebelumnya yang berbeda. Pada penelitian ini objek yang digunakan merupakan perusahaan sektor Consumer Non-Cyclical yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan periode tahun 2021 Ae 2023. Pemilihan pada perusahaan Consumer Non-Cyclical dilakukan karena perusahaan dengan jenis tersebut memiliki tingkat stabilitas yang cukup dalam pendapatan ataupun permintaan terhadap siklus ekonomi, sehingga indeks ini memudahkan peneliti dalam meneliti. Nilai perusahaan merupakan suatu bentuk yang memperlihatkan kondisi dari suatu perusahaan dengan jangka waktu satu periode tertentu. Suatu perusahaan akan dianggap baik jika nilai Perusahaan yang dimiliki tinggi, yang dilihat dari kemampuan Perusahaan itu sendiri dalam pengembalian pinjaman kreditur tanpa hambatan. Setelah mempertimbangkan latar belakang, penelitian ini akan menjawab pertanyaan Ae pertanyaan berikut: . Apakah pengungkapan emisi karbon berpengaruh terhadap nilai perusahaan? . Apakah Environmental performance berpengaruh terhadap nilai perusahaan ? Metodologi Penelitian Jenis penelitian ini adalah jenis pengujian hipotesis yang bertujuan untuk mengetahui hubungan kausalitas antara variabel independen dengan variabel dependen. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan lebih lanjut terkait adanya hubungan kausalitas antara pengungkapan emisi karbon dengan Environmental performance terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling, berupa suatu pendekatan di Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Volume 7 Nomor 1 Februari 2025 http://jurnal. Ensiklopedia Social Review mana sampel yang dipilih berdasarkan syarat dan karakteristik yang sudah ditentukan Data yang digunakan berasal dari perusahaan sektor Consumer Non-Cyclical yang menerbitkan laporan keberlanjutan periode 2021-2023, serta perusahaan yang mendapat tingkat PROPER melalui situs web Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel independen dalam suatu penelitian. Nilai perusahaan pada penelitian ini merupakan variabel dependen yang dipengaruhi dari variabel pengungkapan emisi karbon dan Environmental Hasil dan Pembahasan Pengaruh Pengungkapan Emisi Karbon Terhadap Nilai Perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan jika perusahaan melakukan pengungkapan secara sukarela dalam laporan jumlah emisi karbon mereka dapat berpengaruh secara positif terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan jika meningkatnya nilai rasio pada jumlah item pengungkapan emisi karbon yang dijalankan oleh perusahaan, maka akan terjadi peningkatan pada nilai perusahaan. Hal tersebut akan dianggap sebagai bagian kepedulian perusahaan pada lingkungan sekitar (Budiman et al. , 2. Penelitian ini sesuai dengan teori pemangku kepentingan yang mengatakan jika semakin banyak perusahaan yang melakukan transparansi dalam mengungkapkan jumlah emisi karbon yang dihasilkan, maka akan semakin banyak pula pihak yang akan tertarik dengan meningkatkan tanggung jawab sosial Hal ini nantinya akan meningkatkan kepercyaan dari para pemangku kepentingan terhadap perusahaan yang membuat peningkatan dalam nilai perusahaan (Dianti & Puspitasari, 2. Hal tersebut dapat ditinjau melalu nilai rata Ae rata pada hasil uji statistik deskriptif, yaitu sebesar 0,642799 atau sebesar 64,27% yang menunjukkan bahwa semakin banyak perusahaan yang sadar akan pentingnya dalam mengungkapkan jumlah emisi karbon yang dihasilkan akibat aktivitas operasional perusahaan berpengaruh terhadap citra dari perusahaan yang akan meningkatkan nilai perusahaan nantinya. Penelitian ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Dianti & Puspitasari, . Rahmasari & Irwansyah, . , dan Apriliani et al. , . yang menyatakan jika pengungkapan emisi karbon berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Sedangkan temuan ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Gunawan & Berliyanda, . Agatha & Aryati, . , dan Marlina & Herawaty . yang menyatakan jika pengungkapan emisi karbon tidak pengaruh dalam meningkatkan nilai perusahaan. Pengaruh Environmental performance Terhadap Nilai Perusahaan. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukkan jika Environmental performance atau penerapan prinsip akuntansi yang berfokus dengan dampak lingkungan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Adanya praktik ini tidak hanya dapat membantu perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepatuhan terhadap regulasi yang ada, tetapi juga mampu meningkatkan sistem transparansi dalam melaporkan laporan keberlanjutan. Hal ini yang membuat Environmental performance memiliki peran penting dalam memperbaiki citra dari perusahaan di mata para pemangku kepentingan, seperti investor, konsumen, serta masyarakat luas (Anggraini et al. , 2. Penelitian ini sesuai dengan teori sinyal yang menyatakan bahwa perusahaan mengirimkan sebuah sinyal atau tanda kepada pasar atau pemangku kepentingan untuk memberikan perbedaan atau ciri khas perusahaan mereka dari perusahaan lainnya. Pada konsep Environmental performance, sinyal tersebut dapat berupa mengungkapkan praktik ramah lingkungan, seperti contohnya keberlanjutan operasional, penerapan teknologi ramah lingkungan, ataupun menerbitkan laporan yang berisikan total P-ISSN 2567-0319 E-ISSN 2657-0300 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Volume 7 Nomor 1 Februari 2025 http://jurnal. Ensiklopedia Social Review emisi karbon yang dihasilkan oleh perusahaan (Margie & Melinda, 2. Hal tersebut tercermin dalam nilai rata Ae rata pada uji statistik deskriptif yaitu sebesar 0,726496 atau 72,64% menggambarkan bahwa posisi perusahaan berada dalam indikator warna yang baik dalam program PROPER. Penelitian ini selaras dengan penelitian yang dilakukan Margie & Melinda, . Fini & Astusti, . , dan Anggraeni, . yang menjelaskan jika perusahaan yang menerapkan Environmental performance memiliki pengaruh yang dapat meningkatkan nilai perusahaan. Namun, berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Anggraini et al. , . Fina et al. , . , dan Kumala & Priantilianingtiasari, . yang menyatakan Environmental performance tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Dari hasil penelitian ini, penulis berharap bahwa temuan ini mampu memberikan kontribusi yang layak dalam meningkatkan penelitian di masa yang akan datang. Peneliti juga berharap bahwa penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi perusahaan dalam menentukan arah perusahaan. Implikasi dari penelitian ini mencakup. Bagi Perusahaan, dari hasil penelitian ini diharapkan perusahaan mampu untuk menentukan arah mereka dalam meningkatkan kualitas praktik lingkungan, seperti pengungkapan emisi karbon di mana perusahaan diharapkan untuk lebih transparan dalam melaporkan jumlah emisi yang dihasilkan oleh aktivitas operasionalnya. Terakhir, yaitu Environmental performance, di mana perusahaan diharapkan dapat mengimplementasikan praktik akuntansi dengan lebih ramah lingkungan terhadap laporan keuangannya. Hal ini tidak hanya dapat meningkatkan citra perusahaan di mata para pemangku kepentingan, tetapi juga akan membuat perusahaan mampu dalam memenuhi regulasi pemerintah terkait keberlanjutan dan standar lingkungan. Sehingga, dengan adanya praktik ini dapat mengurangi risiko lingkungan yang akan dihadapi oleh perusahaan, yang nantinya membantu perusahaan dalam menjaga keberlanjutan jangka Bagi Investor, untuk investor itu sendiri dapat menggunakan penelitian ini sebagai bahan pertimbangan dalam proses mengambil keputusan untuk investasi yang mereka lakukan, khususnya dalam mengevaluasi perusahaan berdasarkan kriteria kerberlanjutan dan tanggung jawab terhadap Sehingga dapat memilah perusahaan mana saja yang tidak hanya memiliki kinerja lingkungan yang baik, tetapi juga memiliki inovasi yang terdepan dalam praktik ramah lingkungan, dan tidak hanya berkontribusi positif terhadap isu global, baik perubahan iklim maupun pelestarian dalam sumber daya alam. Hal ini dapat memberikan nilai tambah bagi sebuah perusahaan yang mengadopsi Environmental performance secara konsisten. Bagi Pemerintah, dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah masukan bagi pemerintah ataupun lembaga pengatur perizinan badan usaha dalam membuat kebijakan lingkungan yang lebih efektif serta keberlanjutan, terutama untuk badan usaha yang bergerak pada bidang industri Consumer Non-Cyclical. Pemerintah dapat menawarkan sebuah insentif tertentu untuk badan usaha yang berhasil dalam mengoptimalisasikan penggunaan sumber daya maupun pengurangan jumlah limbah yang dihasilkan. Selain itu, pemerintah juga harus menetapkan sebuah acuan standar untuk kinerja terhadap lingkungan dengan ketat, dengan kebijakan yang jelas serta pemantauan secara berkala, pemerintah dapat memastikan bahwa perusahaan itu benar Ae benar beroperasi sesuai dengan kebijakan yang dibuat. Dengan melakukan hal tersebut, dapat terwujudnya transparansi perusahaan dalam melakukan regulasi yang mengharuskan sebuah perusahaan dalam melakukan pengungkapan hasil emisi karbon secara rutin dan terbuka, sehingga tidak ada lagi perusahaan Ae perusahaan yang tidak mengikuti kebijakan yang sudah dibuat. Meskipun sudah dibuat kebijakan tertentu dan pemantauan secara berkali, pemerintah juga mungkin dapat mendukung aktivitas tersebut dengan memberikan bantuan insentif baik secara fiskal maupun dengan dukungan infrastruktur. Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Volume 7 Nomor 1 Februari 2025 http://jurnal. Ensiklopedia Social Review Bagi Masyarakat, dengan adanya penelitian ini dapat membuat masyarakat umum lebih sadar akan pentingnya sistem transparansi sebuah perusahaan dalam hal isu Karena dengan adanya informasi yang lebih terbuka mengenai hasil jumlah emisi karbon yang dihasilkan oleh perusahaan serta upaya perusahaan dalam menerapkan akuntansi hijau, masyarakat dapat melihat serta menilai perusahaan mana saja yang memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan, yang tidak semata Ae mata hanya untuk menghasilkan pendapatan tanpa memikirkan dampak terhadap lingkungan sekitar. Kesadaran ini yang nantinya akan mendorong permintaan akan produk serta layanan yang lebih ramah lingkungan, yang secara tidak langsung akan mempengaruhi keputusan perusahaan dalam mengelola dampak lingkungannya dengan lebih baik. Penutup Penelitian ini dilakukan guna untuk menguji apakah terdapat pengaruh positif dari Pengungkapan Emisi Karbon dan Environmental performance terhadap Nilai Perusahaan dengan Ukuran Perusahaan sebagai variabel kontrol. Pengujian ini menggunakan 234 sampel yang didapat dari 78 perusahaan Consumer Non-Cyclical dengan rentang waktu 3 tahun, yaitu tahun 2021 sampai tahun 2023. Berdasarkan hasil dari penelitian dan pengujian hipotesis yang sudah dilakukan oleh peneliti, maka kesimpulannya adalah sebagai berikut: Pengungkapan Emisi Karbon berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, dan . Environmental performance berpengaruh positifterhadap nilai perusahaan. Dalam penelitian ini, penulis menyadari adanya keterbatasan Ae keterbatasan yang tidak dapat dihindari. Adanya keterbatasan dalam penelitian ini dapat menyebabkan terjadinya perbedaan hasil terhadap penelitian Ae penelitian sebelumnya yang memiliki kesamaan. Berikut adalah keterbatasan Ae keterbatasan yang menyebabkan adanya perbedaan hasil tersebut: . Pandemi Covid-19, yang menyebabkan banyak perusahaan yang tidak melaporkan maupun menerbitkan laporan keberlanjutan perusahaan mereka. Sehingga, periode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menjadi terbatas, yang akhirnya berdampak pada hasil representativitas ataupun keakuratan data yang dikumpulkan. Beberapa perusahaan tidak mengizinkan bahkan tidak melampirkan laporan keberlanjutan mereka, baik di website resmi perusahaan itu sendiri maupun website BEI. Hal ini lah yang dapay menyebabkan terjadinya kesenjangan dalam analisis data serta mengurangi validitas hasil dari penelitian. Keterbatasan dalam kurangnya standariasi dalam pelaporan emisi karbon juga menjadi sebuah tantangan dalam melakukan analisis secara konsisten dan Selain itu, perubahan Ae perubahan regulasi pemerintah yang berkaitan dengan sistem pelaporan emisi karbon ataupun Environmental performance dan dinamika ekonomi juga dapat mempengaruhi keberlanjutan dari operasional perusahaan. Daftar Pustaka