JOURNAL OF EMPOWERMENT Vol. No. Juni 2025, h. ISSN 2580-0620 (Prin. ISSN 2597-9809 (Onlin. Available Online at https://jurnal. id/index. php/JE Pendampingan Pengelolaan Keuangan UMKM Melalui Penggunaan Aplikasi Akuntansi Digital Berbasis SAK EMKM 1*Ihsan Nasihin, 2 Dian Purwandari, 3Neni Sumarni, 4Desty Prawatiningsih, & 5Erawati 1, 2, 3Universitas Buana Perjuangan Karawang 4UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten 5Universitas AKI *Email koresponding: ihsan. nasihin@ubpkarawang. Article Info Sejarah Artikel: Submit: 16 Mei 2025 Revisi: 26 Juni 2025 Diterima: 26 Juni 2025 Kata Kunci : Akuntansi. Aplikasi. Keuangan. Laporan. UMKM. Keyword: Accounting. Application. Finance. MSME. Report. Abstrak Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan keuangan, terutama pencatatan dan penyusunan laporan keuangan yang belum sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha menggunakan aplikasi akuntansi digital. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, pelatihan interaktif, evaluasi melalui tes dan praktik lapangan, serta pendampingan berkelanjutan melalui grup WhatsApp. Aplikasi yang digunakan dalam pengabdian ini adalah aplikasi akuntansi berbasis web yaitu paper. Hasil kegiatan pemahaman dan kemampuan para pelaku UMKM dalam pencatatan keuangan, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta penyusunan laporan keuangan secara akurat dan sesuai standar Aplikasi akuntansi terbukti efektif UMKM mempermudah proses pencatatan dan pelaporan, sehingga meningkatkan profesionalisme dan kredibilitas usaha. Dampak yang dapat dirasakan oleh para pelaku UMKM setelah menggunakan aplikasi akuntansi adalah dapat mengukur keuntungan yang didapatkan secara lebih akurat dan efektif. Abstract Micro. Small and Medium Enterprises (MSME. play an important role in the Indonesian economy, but still face big challenges in financial management, especially recording and preparing financial reports which are not yet in accordance with the Financial Accounting Standards for Micro. Small and Medium Entities (SAK EMKM). This service activity aims to increase the literacy and skills of MSME players in managing business finances using digital accounting applications. The methods used include field observations, interactive training, evaluation through tests and field Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pendampingan Pengelolaan Keuangan UMKM Melalui Penggunaan Aplikasi Akuntansi Digital Berbasis SAK EMKM Ihsan Nasihin. Dian Purwandari. Neni Sumarni. Desty Prawatiningsih, & Erawati JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 practice, as well as ongoing assistance via WhatsApp The results of the activity show that there is an increase in the understanding and ability of MSME players in recording finances, separating personal and business finances, as well as preparing financial reports accurately and in accordance with accounting Accounting applications have proven to be effective in helping MSMEs simplify the recording and reporting process, thereby increasing business professionalism and credibility. The impact that MSME players can feel after using accounting applications is that they can measure the profits they gain more PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, (Simanjuntak et al. , 2. Sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi nasional. UMKM tidak hanya berkontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja, tetapi juga dalam pemerataan hasil pembangunan dan pengentasan kemiskinan (Dharma et al. , 2. Data menunjukkan bahwa UMKM menyumbang sekitar 61% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 97% angkatan kerja nasional. Selain itu. UMKM dikenal relatif tahan terhadap guncangan ekonomi dan krisis, sehingga mampu bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi yang tidak menentu (Anggraeny et al. , 2. Meskipun kontribusinya besar. UMKM di Indonesia masih menghadapi tantangan yang sangat serius, terutama dalam aspek pengelolaan keuangan dan pencatatan akuntansi yang belum memadai. Sebagian besar pelaku UMKM belum menerapkan sistem akuntansi yang sesuai standar, bahkan masih mengandalkan pencatatan manual atau sama sekali tidak melakukan pencatatan keuangan, (Nasihin & Purwandari. Studi Bank Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 53% UMKM tidak memiliki sistem pencatatan keuangan yang baik. Hal ini berdampak pada ketidakmampuan UMKM dalam menyusun laporan keuangan yang layak, sehingga menyulitkan akses terhadap pembiayaan dari lembaga keuangan formal seperti bank dan lembaga keuangan lainnya (Restiana & Paramitalaksmi, 2. Rendahnya literasi keuangan menjadi penghambat signifikan. Banyak para pelaku UMKM tidak memahami pentingnya memisahkan keuangan usaha dan keuangan pribadi, serta belum memiliki kemampuan untuk mengelola arus kas, menyusun anggaran, dan membuat laporan keuangan, (Amin et al. , 2. Akibat dari rendahnya pemahaman para pelaku UMKM terhadap pengelolaan keuangan, akhirnya berdampak pada kesulitan dalam mengontrol keuangan, mengambil keputusan strategis, berisiko mengalami kebangkrutan karena ketidaksiapan menghadapi fluktuasi pasar atau kondisi darurat, dan tidak mengetahui kemajuan atau kemunduran usaha yang dilakukan (Hamzah et al. , 2. Laporan keuangan yang baik sejatinya merupakan alat vital dalam menilai kinerja keuangan usaha, memberikan informasi bagi pengambilan keputusan, serta menjadi dasar evaluasi oleh pihak internal (Nuvitasari et al. , 2. Dengan adanya laporan keuangan yang tersusun secara akurat dan sistematis, para pelaku UMKM dapat meningkatkan kredibilitas usahanya di mata investor dan lembaga pembiayaan, (Anggraeny et al. , 2. Sebagai Solusi untuk para pelaku UMKM adalah dengan memanfaatkan penggunaan aplikasi akuntansi digital sebagai salah satu alternatif yang efektif Copyright A2024 JE (Journal of Empowermen. Pendampingan Pengelolaan Keuangan UMKM Melalui Penggunaan Aplikasi Akuntansi Digital Berbasis SAK EMKM Ihsan Nasihin. Dian Purwandari. Neni Sumarni. Desty Prawatiningsih, & Erawati JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 dan efisien dalam melakukan pengelolaan keuangan dan pencatatan keuangan (Apipah et al. , 2. Aplikasi akuntansi yang digunakan memungkinkan pelaku UMKM melakukan pencatatan keuangan secara otomatis, menyusun laporan keuangan sesuai standar, serta memantau kondisi keuangan secara real-time (Restiana & Paramitalaksmi, 2. Selain mempermudah proses akuntansi, aplikasi akuntansi juga dapat meningkatkan transparansi dan mengurangi risiko kesalahan manusia dalam melakukan pencatatan keuangan (Trisulo et al. , 2. Tetapi dalam melakukan adopsi aplikasi akuntansi masih memerlukan dukungan yang kuat, baik dari sisi pelatihan, pendampingan, dan kebijakan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, dan penyedia teknologi untuk membangun ekosistem digital yang inklusif, yang mampu mendorong peningkatan literasi keuangan dan digitalisasi pencatatan keuangan di kalangan UMKM (Maryati & Listya, 2. Upaya kolektif ini diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM dalam mengelola keuangannya dengan lebih profesional, meningkatkan akses pembiayaan, serta mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan usaha secara jangka panjang (Emilda et al. , 2. Adapun beberapa kriteria Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dapat menggunakan aplikasi akuntansi berbasis website adalah UMKM yang sudah memiliki penjualan dan penerimaan, sehingga dapat mengukur dan melihat seberapa besar keuntungan yang dihasilkan secara lebih akurat. Dengan adanya aplikasi akuntansi juga dapat membantu para pelaku UMKM untuk menentukan strategi bisnis yang akurat. Untuk itu penting sekali melihat UMKM yang sudah menggunakan aplikasi akuntansi didalam pengelolaan keuangan usahanya. Salah satunya adalah UMKM yang tergabung dalam kelompok Pojok Wirausaha, selain itu UMKM-UMKM yang tergabung dalam grup mekari sudah menggunakan aplikasi akuntansi secara efektif, sehingga dapat membantu dalam peningkatan penjualan. Selain itu penting sekali ada keterlibatan dari lembaga keuangan, akademisi, pemerintah, dan penyedia teknologi untuk dapat membangun sistem keuangan yang aplikatif dan mudah digunakan untuk para pelaku UMKM. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor usaha yang memiliki modal, aset, dan jumlah tenaga kerja yang relatif kecil (Apipah et al. , 2. UMKM banyak yang bergerak di sektor padat karya dan berbasis sumber daya alam seperti pertanian, perdagangan, dan perikanan. Karakteristik UMKM berbeda tergantung pada skala dan tipe usahanya, mulai dari usaha mikro dengan 2Ae10 karyawan hingga usaha menengah dengan karyawan mencapai 300 orang (Anawati et al. , 2. Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya. UMKM sering kali menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan, termasuk pencatatan yang belum sistematis dan rendahnya pemahaman terhadap laporan keuangan (Agustin et al. , 2. Laporan keuangan sangat penting bagi para pelaku UMKM untuk menilai kinerja usaha, mengambil keputusan strategis, serta meningkatkan akses terhadap pembiayaan (Amin et al. , 2. Penyusunan laporan keuangan yang sesuai standar menjadi krusial agar informasi keuangan dapat digunakan secara optimal oleh pemilik usaha dan pihak eksternal dalam menganalisis bisnis yang sudah dilakukan (Nasihin et al. , 2. Untuk mengatasi tantangan ini, penggunaan aplikasi akuntansi menjadi solusi yang efektif. Aplikasi ini dapat memudahkan para pelaku UMKM untuk melakukan pencatatan keuangan secara otomatis, mengurangi kesalahan manual, dan meningkatkan transparansi serta kepatuhan terhadap standar akuntansi (Silalahi et al. , 2. Di era digital dan kompetisi bisnis yang semakin ketat, pengelolaan keuangan berbasis teknologi, dapat membantu para pelaku UMKM untuk mengelola arus kas dengan lebih baik, menyusun strategi keuangan, dan menjaga keberlanjutan usaha (Agunawan et al. Copyright A2024 JE (Journal of Empowermen. Pendampingan Pengelolaan Keuangan UMKM Melalui Penggunaan Aplikasi Akuntansi Digital Berbasis SAK EMKM Ihsan Nasihin. Dian Purwandari. Neni Sumarni. Desty Prawatiningsih, & Erawati JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga keuangan, untuk memberikan pelatihan, meningkatkan literasi keuangan, serta menciptakan ekosistem digital yang mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia, (Rumbiati, 2. METODE Kegiatan pengabdian ini merupakan kegiatan yang dilakukan untuk membantu mengembangkan bisnis para pelaku UMKM, khususnya untuk membantu para pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha dan penggunaan sistem aplikasi akuntansi untuk penyusunan laporan keuangan (Damayanti et al. , 2. Dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat yang sudah dilaksanakan, ada empat tahapan yang dilakukan, pertama tahap pengumpulan data, kedua tahap pelaksanaan, ketiga tahap evaluasi, dan keempat tahap pendampingan. Untuk alur kegiatan pengabdian dapat dilihat pada gambar berikut ini: Pengumpulan Data AObservasi AWawancara Pelatihan ASosialiasasi ASimulasi Laporan Keuangan Evaluasi AEvaluasi Penggunaan Laporan Keuangan Pendampingan AWAG (Whatsap. Gambar 1. Alur Tahapan Kegiatan Pengabdian Tahap pertama diawali dengan pengumpulan data melalui wawancara langsung dan observasi lapangan untuk mengidentifikasi kondisi riil para pelaku UMKM. Fokus utama pada tahap ini adalah menelusuri UMKM yang belum memiliki pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang baik, masih mencampur keuangan pribadi dengan usaha, serta belum menerapkan sistem akuntansi dalam pencatatan keuangannya. Informasi yang diperoleh akan menjadi dasar dalam menyusun materi pelatihan yang tepat sasaran (Kautsar et al. , 2. Copyright A2024 JE (Journal of Empowermen. Pendampingan Pengelolaan Keuangan UMKM Melalui Penggunaan Aplikasi Akuntansi Digital Berbasis SAK EMKM Ihsan Nasihin. Dian Purwandari. Neni Sumarni. Desty Prawatiningsih, & Erawati JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Tahap kedua merupakan pelaksanaan pelatihan yang akan menjadi inti dari kegiatan pengabdian. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari dan menggunakan tiga metode utama, yaitu ceramah, diskusi, dan simulasi. Metode ceramah digunakan untuk menyampaikan materi tentang konsep dasar pengelolaan keuangan usaha dan pentingnya penggunaan aplikasi sistem akuntansi. Setelah penyampaian materi, dilanjutkan dengan metode diskusi untuk memberikan kesempatan kepada peserta mengajukan pertanyaan dan mendalami pemahaman terhadap materi yang dianggap Metode terakhir adalah simulasi, di mana para peserta diajak untuk langsung mempraktikkan pencatatan keuangan menggunakan aplikasi akuntansi yang telah disiapkan, agar dapat memperoleh pengalaman langsung dan terarah. Pada saat pelatihan juga akan diberikan praktek aplikasi akuntansi untuk melihat modul-modul akuntansi yang ada. Ditambah akan diberikan juga buku atau catatan bagaimana cara penggunaan aplikasi Tahap ketiga adalah evaluasi. Tahapan evaluasi ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemahaman dan keterampilan para pelaku UMKM setelah mengikuti pelatihan. Evaluasi ini dilakukan melalui kuisioner, pengamatan langsung selama simulasi, dan diskusi umpan balik dari peserta. Evaluasi ini penting untuk menilai efektivitas materi yang diberikan serta kesiapan UMKM dalam menerapkan sistem akuntansi secara mandiri. Tahap keempat adalah pendampingan lanjutan pasca-pelatihan. Dalam tahap ini, dibuat grup diskusi berbasis WhatsApp sebagai media komunikasi dan konsultasi antara tim pengabdian dan para pelaku UMKM. Grup ini berfungsi sebagai forum tanya jawab, berbagi pengalaman, serta menyelesaikan kendala teknis yang dihadapi para UMKM saat mulai menggunakan aplikasi akuntansi dalam kegiatan usahanya (Siti Aminah et al. Melalui pendampingan ini, diharapkan para pelaku UMKM tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu secara praktik menerapkan pengelolaan keuangan dan pencatatan akuntansi secara Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dilakukan memiliki tiga tahapan. Tahapan pertama adalah melakukan persiapan dengan cara melakukan observasi dan wawancara langsung ke pelaku UMKM untuk mengidentifikasi kondisi pencatatan dan pengelolaan keuangan yang masih belum terstruktur serta minimnya penggunaan sistem akuntansi. Tahapan kedua yaitu pelaksanaan yang dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan secara langsung di lokasi UMKM. Kegiatan ini dibantu oleh mahasiswa dan bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan keuangan serta praktik penggunaan aplikasi akuntansi dalam menyusun laporan keuangan. Ditambah ada praktek langsung pengguanaan aplikasi akuntansi berbasis website dengan para pelaku UMKM untuk Menyusun laporan keuangan. Tahapan yang terakhir adalah pendampingan yang dilakukan setelah pelatihan selesai, peserta akan dibimbing melalui grup WhatsApp untuk mendiskusikan kendala dan kesulitan yang dihadapi dalam penggunaan aplikasi akuntansi. Untuk memastikan keberlangsungan hasil pengabdian, disusun rencana keberlanjutan dengan memanfaatkan grup WhatsApp sebagai media evaluasi dan komunikasi lanjutan. Di dalamnya, pelaku UMKM dapat menyampaikan masalah dan menerima solusi secara langsung agar tetap dapat mengelola keuangan dengan baik dan konsisten menggunakan sistem aplikasi akuntansi. Copyright A2024 JE (Journal of Empowermen. Pendampingan Pengelolaan Keuangan UMKM Melalui Penggunaan Aplikasi Akuntansi Digital Berbasis SAK EMKM Ihsan Nasihin. Dian Purwandari. Neni Sumarni. Desty Prawatiningsih, & Erawati JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 HASIL ATAU PEMBAHASAN Penyusunan laporan keuangan bagi UMKM sangat penting untuk mendukung operasional dan evaluasi bisnis. Agar laporan keuangan akurat dan sesuai dengan standar akuntansi. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi akuntansi digital dapat mempermudah pencatatan, pelaporan, dan analisis keuangan secara cepat dan minim kesalahan. Selain itu, aplikasi akuntansi ini dapat membantu UMKM dalam menyusun laporan keuangan sesuai standar, sehingga meningkatkan kredibilitas usaha di hadapan investor, perbankan, dan pemerintah (Kusno et al. , 2. Observasi dan Survei Lapangan Survei dan observasi lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM masih mencatat keuangan secara manual, mencampurkan keuangan pribadi dan usaha, serta belum memiliki laporan keuangan sesuai standar. Hal ini menghambat pengelolaan keuangan yang efektif. Oleh karena itu, penggunaan aplikasi akuntansi dipandang sebagai solusi praktis untuk membantu UMKM mencatat transaksi secara terstruktur dan menyusun laporan keuangan sesuai SAK EMKM. Gambar 2. Pengelolaan Keuangan UMKM Dengan Menggunakan Sistem Aplikasi Akuntansi Untuk menyusun laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK EMKM, pertama-tama pelaku UMKM harus mengumpulkan data keuangan, seperti bukti transaksi yang terdiri dari faktur, kwitansi, nota transaksi, dan lain-lain. Dengan menggunakan aplikasi akuntansi, proses ini akan menjadi lebih mudah dan terstruktur (Nasihin. Purwandari. Lasmini. Kartika, et al. , 2. Selanjutnya, para pelaku UMKM perlu memilih aplikasi akuntansi yang sesuai dan melakukan pengaturan awal, seperti pembuatan akun usaha dan input data keuangan. Transaksi harian kemudian dicatat secara rutin dalam aplikasi akuntansi, yang akan secara otomatis menghasilkan laporan keuangan sesuai SAK EMKM. Dengan aplikasi ini. UMKM dapat memantau Copyright A2024 JE (Journal of Empowermen. Pendampingan Pengelolaan Keuangan UMKM Melalui Penggunaan Aplikasi Akuntansi Digital Berbasis SAK EMKM Ihsan Nasihin. Dian Purwandari. Neni Sumarni. Desty Prawatiningsih, & Erawati JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 arus kas secara rutin, melakukan analisis keuangan, dan membuat keputusan bisnis yang lebih tepat, serta memenuhi kebutuhan pelaporan untuk akses pembiayaan atau pajak (Aprilia et al. , 2. Pelatihan Tahapan selanjutnya dalam pengabdian adalah melakukan pelatihan pengelolaan keuangan UMKM dengan menggunakan aplikasi akuntansi. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usahanya secara efektif. Pelatihan dilakukan secara praktis, dengan materi yang mencakup contoh transaksi nyata dan studi kasus. Peserta UMKM diberi kesempatan untuk langsung mencoba aplikasi akuntansi untuk mencatat transaksi, menyusun laporan keuangan, dan mengevaluasi kondisi keuangan usaha (Febriansah et al. , 2. Pendekatan interaktif akan dapat memastikan pelaku UMKM tidak hanya memperoleh pengetahuan tetapi juga keterampilan yang dapat langsung diterapkan. Gambar 3. Pelatihan Pengelolaan Keuangan UMKM Dengan Menggunakan Sistem Aplikasi Akuntansi Didalam aplikasi akuntansi ini terdapat modul yang sudah lengkap dan sudah sesuai dengan kebutuhan para pelaku UMKM. Ditambah adanya modul pembelian dan penjualan yang sudah terintegrasi langsung kedalam laporan keuangan, yang terdiri dari laporan laba rugi, laporan posisi keuangan . , dan laporan arus Hal ini dapat membantu para pelaku UMKM mengukur seberapa besar penghasilan yang didapatkan. Penggunaan aplikasi akutansi sangat efektif untuk digunakan oleh para pelaku UMKM untuk melakukan pencatatan keuangan secara rutin, yang akan berdampak kepada keuntungan yang dihasilkan. Evaluasi Copyright A2024 JE (Journal of Empowermen. Pendampingan Pengelolaan Keuangan UMKM Melalui Penggunaan Aplikasi Akuntansi Digital Berbasis SAK EMKM Ihsan Nasihin. Dian Purwandari. Neni Sumarni. Desty Prawatiningsih, & Erawati JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Pengabdian ini bertujuan untuk menilai efektivitas pelatihan pengelolaan keuangan UMKM berdasarkan SAK EMKM dengan menggunakan aplikasi akuntansi (Nasihin. Purwandari. Lasmini, & Ardiansyah, 2. Evaluasi dilakukan melalui tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan prinsip penyusunan laporan keuangan, serta praktik langsung di mana peserta diminta menyusun laporan keuangan menggunakan aplikasi akuntansi. Selain itu, evaluasi berkala dilakukan melalui monitoring setiap bulan untuk memastikan para pelaku UMKM dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Pendampingan dilakukan dengan membuat grup WhatsApp untuk memudahkan pelaku UMKM bertanya jika mengalami kesulitan dalam melakukan pencatatan keuangan menggunakan aplikasi akuntansi, serta memberikan bantuan langsung di lokasi Pojok Wirausaha (Kareja et al. , 2. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan pelaku UMKM dapat menyusun laporan keuangan yang terstruktur, akurat, dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Gambar 4. Pelatihan Pengelolaan Keuangan UMKM Dengan Menggunakan Sistem Aplikasi Akuntansi PENUTUP Sebelum pelaksanaan pengabdian tentang pengelolaan keuangan UMKM dengan menggunakan sistem aplikasi akuntansi, banyak pelaku UMKM binaan Pojok Wirausaha yang belum melakukan pencatatan keuangan harian secara rutin, baik untuk transaksi pembelian maupun penjualan, serta belum memahami cara menyusun laporan keuangan sesuai dengan SAK EMKM. Setelah pengabdian ini, para pelaku UMKM mulai melakukan pencatatan keuangan harian, menyimpan bukti transaksi, dan memahami pentingnya penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan SAK EMKM. Penggunaan sistem aplikasi akuntansi membantu mempercepat dan mempermudah proses pencatatan serta penyusunan laporan keuangan yang lebih terstruktur dan akurat, sehingga memberikan dasar yang jelas untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dalam mengembangkan bisnis UMKM. Aplikasi akuntansi Copyright A2024 JE (Journal of Empowermen. Pendampingan Pengelolaan Keuangan UMKM Melalui Penggunaan Aplikasi Akuntansi Digital Berbasis SAK EMKM Ihsan Nasihin. Dian Purwandari. Neni Sumarni. Desty Prawatiningsih, & Erawati JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 juga dapat membantu para pelaku UMKM untuk mengukur penghasilan yang didapatkan secara tepat dan akurat. Disarankan agar pelaku UMKM terus mengembangkan keterampilan pengelolaan keuangan dan konsisten menggunakan aplikasi akuntansi. Pemerintah daerah dan lembaga terkait diharapkan memberikan pelatihan lanjutan, sementara institusi pendidikan dapat menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran praktis yang mendukung UMKM. UCAPAN TERIMA KASIH Dengan telah dilaksanakannya Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) khususnya kepada Kelompok Usaha Pojok Wirausaha, yang telah membantu, baik moril maupun material atas terselenggaranya pelatihan pendampingan penyusunan laporan keuangan menggunakan aplikasi akuntansi telah dilaksanakan dengan sukses. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas segala dukungan, bantuan, dan kerjasamanya yang baik selama ini. DAFTAR PUSTAKA