Tinjauan Pustaka Pemberian Nutrisi pada Pasien Payah Ginjal Kronik Gracia JMT Winaktu Staf Pengajar Bagian Ilmu Gizi Fakultas kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana. Jakarta Alamat Korespondensi: g_winaktu@ yahoo. Abstrak Payah Ginjal Kronik (Chronic Kidney Disease/ CKD) adalah kelainan pada fungsi atau struktur ginjal dan telah berlangsung lebih dari 3 bulan. Menurut Kidney FoundationAos Kidney Disease Outcomes Quality Initiative fungsi ginjal diklasifikasikan menjadi stadium 1 hingga 5. Pada CKD, nutrisi dan diet memiliki peranan penting baik dalam mencegah progresi penyakit maupun menurunkan gejala yang ada. Asupan protein sebelum dilakukan hemodialisis adalah 0,6 g/kgBB/hari atau setara jika menggunakan analog keton dan kombinasinya dengan diet. Selain dengan pembatasan asupan protein, pasien dengan Payah Ginjal Kronik disarankan mendapatkan asupan energi yang adekuat di mana pada pasien berusia kurang dari 60 tahun membutuhkan 126-167 KJ/hari . dan 146 KJ/hari . ialisis peritonea. serta lebih dari 60 tahun membutuhkan 126-146 KJ/hari. Vitamin D diberikan pada pasien yang mengalami penurunan pada serum 25-hydroxyvitamin D. Kata kunci: Payah Ginjal Kronik, asupan protein, asupan energy, vitamin D Nutrition in Chronic Renal Disease Patients Abstract Chronic Kidney Disease is a function and stuctural disorder for as long as 3 months or more. According to Kidney FoundationAos Kidney Disease Outcomes Quality Initiative, kidney function was classified into grade 1 Ae 5. In Chronic Kidney Disease, nutrition and diet has an important role to prevent the progressivity of the disease or to decrease the symptom. Protein intake before hemodialysis should be 0,6 g/kgBW/day. Patient with Chronic Kidney Disease must have protein intake restriction and an adequate intake energy for the patien younger than 60 years old need 126167 KJ/day . and 146 KJ/day . eritoneal dialysi. and for patient older than 60 years need 126-146 KJ/day. Chronic Kidney Diasease patien who is low in 25-hydroxy-vitamin D must be given Vitamin D suplementation. Keywords: Chronic Renal Disease. Diet Pendahuluan Payah Ginjal Kronik (Chronic Kidney Disease/ CKD) adalah kelainan pada fungsi atau struktur ginjal dan telah berlangsung lebih dari 3 bulan. Menurut Kidney FoundationAos Kedokt Meditek Volume 22. No. 60 Sept-Des 2016 Kidney Disease Outcomes Quality Initiative fungsi ginjal diklasifikasikan menjadi stadium 1 hingga 5. Pasien Payah Ginjal Kronik memiliki peningkatan risiko dari penyakit ketergantungan khususnya bagi mereka yang Pemberian Nutrisi pada Pasien Payah Ginjal Kronik telah membutuhkan hemodialisis. Pada Payah Ginjal Kronik, nutrisi dan diet memiliki peranan penting baik dalam mencegah progresi penyakit maupun menurunkan gejala yang ada. Pemantauan pemberian nutrisi pada pasien Payah Ginjal Kronik biasanya 1 hingga 3 bulan pada Payah Ginjal Kronik stadium 3 dan 4 . Yang sampai saat ini masih menjadi masalah adalah tingkat kepatuhan pasien dalam asupan nutrisi yang telah ditentukan. Tujuan diet pada Payah Ginjal Kronik adalah mencapai dan mempertahankann status gizi optimal dengan memeperhitungkan sisa fungsi ginjal agar tidak memberatkan kerja mencegah dan menurunkan kadar ureum yang tinggi, mengatur keseimbagan cairan dan elektrolit. mencegah atau mengurangi progresivitas gagal ginjal dengan Definisi Payah Ginjal Kronik merupakan suatu penurunan fungsi ginjal yang berlangsung lama dan perlahan-lahan sehingga laju filtrasi glomerulus kurang dari 25 ml/menit. Pada keadaan ini kemampuan ginjal untuk mengeluarkan hasil-hasil metabolisme tubuh terganggu sehingga sisa-sisa metabolisme menumpuk dan menimbulkan sindroma uremik, seperti mual, muntah dan kehilangan nafsu makan . Akibatnya terjadi gangguan-gangguan fungsi hormon dan penurunan fungsi imun. Manajemen nutrisi Protein : Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menilai asupan jumlah protein yang sesuai pada pasien Payah Ginjal Kronik. Beberapa faktor yang ikut dipertimbangkan adalah ada tidaknya diabetes sebagai penyakit Pada salah satu systematic review menunjukkan bahwa asupan protein sebelum dilakukan hemodialisis adalah 0,6 g/kgBB/hari atau setara jika menggunakan analog keton dan kombinasinya dengan diet. Hasilnya adalah penurunan tingkat kematian sebesar Pada pasien dengan diabetes tipe I dan II, penurunan asupan protein terkait dengan perlambatan progresivitas dari nefropati diabetikum yang nantinya menimbulkan gagal Pada penelitian lain menunjukkan bahwa terdapat bukti pada asupan protein 0,3 g/kgBB/hari ditambah analog keton dan energi yang adekuat dapat memperlambat kebutuhan hemodialisis tanpa adanya efek samping terhadap mortalitas. Restriksi protein yang lebih berat (< 0,3 g/kgBB/har. mengurangi penurunan Glomerulo Filtration Rate (GFR) tetapi membutuhkan suplemen asam amino tambahan dan membutuhkan pemantauan ketat untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan kalori dan makronutrien lainnya. Caring for Australian with Renal Impairment (CARI) menyatakan bahwa pasien CKD stadium 3-4 kebutuhan proteinnya adalah sebesar 0,75-1,0 g/kgBB/hari. Menurut mereka, asupan protein kurang dari 0,6 g/kgBB/hari tidak menunjukkan hasil yang signifikan terhadap penurunan progresivitas dari kerusakan ginjal itu sendiri. British Dietetic Association menyatkan bahwa asupan protein pada pasien dengan hemodialisis adalah sebesar 1,1 g/kgBB/hari dan pada pasien dengan dialisis peritoneal adalah sebesar 1,0-1,2 g/kgBB/hari. Selain dengan pembatasan asupan protein, pasien dengan CKD disarankan mendapatkan asupan energi yang adekuat di mana pada pasien berusia kurang dari 60 tahun membutuhkan 126-167 KJ/hari . dan 146 KJ/hari . ialisis peritonea. serta lebih dari 60 tahun membutuhkan 126-146 KJ/hari. Rekom endasi ini lebih rendah jika dibandingkan dengan rekomendasi sebelumnya tetapi pemberiannya dikhususkan pada pasien dengan kondisi stabil dan pada pasien dengan kondisi yang tidak stabil asupan energi nya harus dihitung lebih The National Kidney FoundationKidney Disease Outcomes Quality Initiative Guidelines Hypertention Antihypertensive Agents CKD merekomendasikan asupan diet untuk pasien Payah Ginjal Kronik stadium 3-4. Diet tersebut termasuk asupan protein yang lebih tinggi dibandingkan populasi normal tetapi protein berasal dari sayur-sayuran, produk susu, dan daging non merah. Protein yang disarankan adalah sebesar 0,6-0,8 g/kgBB Ideal/hari dengan jumlah asupan fosfor lebih rendah yaitu 0,8-1,0 g/hari serta kalium sebesar 2-4 gr/hari. Rekomendasi ini mirip dengan yang dikeluarkan oleh American Diabetes Association untuk pasien dengan DM dan Payah Ginjal Kronik di mana asupan protein harus konsisten dengan rekomendasi Kedokt Meditek Volume 22. No. 60 Sept-Des 2016 Pemberian Nutrisi pada Pasien Payah Ginjal Kronik sebesar 0,8 g/kgBB Ideal/hari. Jika terdapat penurunan GFR hingga < 60 ml/menit/1,73m2 maka asupan protein yang disarankan adalah sebesar 0,6 g/kgBB Ideal/hari. Diet tinggi protein harus dihindari pada pasien dengan Payah Ginjal Kronik tanpa dialisis. Vitamin D Vitamin D diberikan pada populasi yang mengalami penurunan pada serum 25hydroxy-vitamin D. Pada stadium lanjut dari Payah Ginjal Kronik, pemberian nutrisi menitikberatkan pada hasil yang diperoleh dari kombinasi kalsium, fosfat, hormon paratiroid, dan vitamin D. Wang et al menyebutkan dalam penelitiannya bahwa 87% pasien penurunan nilai 25(OH)D . urang dari 75 mol/L) dan semakin rendahnya nilai 25(OH)D terkait dengan peningkatan risiko kardiovaskuler meskipuun tidak terkait dengan risiko mortalitas jangka panjang. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa suplemen parakalsitriol oral sebanyak 1 g/hari memberikan hasil penurunan rasio proteinkreatinin sebesar 17,6% dibandingkan dengan plasebo yang hanya memberikan penurunan rasio protein-kreatinin sebesar 2%. Agarwal et al pada penelitiannya menemukan bahwa konsumsi suplemen parakalsitriol oral . osis rata-rata 9,5 g/mingg. memiliki efek yang signifikan terhadap 51% penurunan dari proteinuria dibandingkan dengan plasebo yang hanya memberikan penurunan sebesar 25%. Kidney Disease Improving Global Outcomes (KDIGO) pemberian kalsitriol atau suplemen vitamin D lainnya pada pasien dengan peningkatan hormon paratiroid. Hal ini berbeda dengan rekomendasi dari CARI di mana pemberian vitamin D pada pasien Payah Ginjal Kronik fase awal yang diseertai dengan peningkatan serum hormon paratiroid harus dipantau apakah ada risiko peningkatan nilai serum kalsium dan fosfat, oleh karena itu pemberiannya harus dipantau secara rutin. Lemak Sampai saat ini penelitian mengenai asupan lemak pada pasien Payah Ginjal Kronik masih terbatas. Beavers et al pada Kedokt Meditek Volume 22. No. 60 Sept-Des 2016 penelitiannya menyatakan bahwa suplemen dari omega-3 sebesar 6 gr tidak memiliki efek pada nilai homosistein pada pasien dengan hemodialisis selama 6 bulan. Saltissi et al menemukan bahwa diperhitungkan merupakan kendala utama. Pemberian nutrisi yang telah dimodifikasi agar sesuai dengan panduan dari National Heart Foundation untuk menurunkan asupan lemak jenuh dan kolesterol, memberikan hasil yang baik pada pasien dengan hemodialisis di mana terjadi penurunan pada kolesterol total dan LDL. Pada pasien dengan dialisis peritoneal di sisi lain tidak memberikan efek besar. Belum ada bukti yang menunjukkan kegunaan plant sterols dalam menurunkan nilai kolesterol pada pasien Payah Ginjal Kronik, tetapi penggunaannya sampai saat ini aman dengan pemberian sebesar 2 gram per hari dapat menurunkan nilai kolesterol pada populasi Daftar Pustaka