Permadi et al/Barakuda 45 4 . , 52-64 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. Optimalisasi Rendemen Ikan Tuna (Thunnus Sp. ) Loin Beku Dengan Metode Kaizen di PT. X-Jakarta Utara Aef Permadi. Randi B. Salampessy. Waluyo2*). Andi Perdana Gumilang. Diah Ayu Sri Utami. Niken Dharmayanti. Prodi Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan. Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jl. AUP No. 1 Pasar Minggu-Jakarta Selatan. Telepon 021-7805030 Jakarta 12520 Program Studi Akuakultur. Fakultas Pertanian. Universitas Tidar. Magelang. Jl. Kapten Suparman. Potrobangsan. Kec. Magelang Utara. Kota Magelang. Jawa Tengah, 56116. Indonesia Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon. Jl. Perjuangan No. 17 Cirebon, 45135. Indonesia Korespondensi: uyokuyokkp@gmail. Diterima: 28 Februari 2022. Disetujui: 25 April 2022 ABSTRAK PT. X-Jakarta Utara menghasilkan Tuna Loin Beku. Permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya nilai rendemen yang belum memenuhi standar perusahaan. Tujuan penelitian adalah . mengetahui alur proses pengolahan ikan tuna loin beku . mengetahui mutu ikan tuna loin beku . melakukan penerapan kaizen dengan metode fishbone atau diagram tulang ikan . mengetahui tindakan perbaikan dalam meningkatkan rendemen dan produktivitas . melakukan intervensi peningkatan rendemen dan produktivitas . menghitung estimasi keuntungan setelah intervensi. Penelitian dilaksanakan dari Maret sampai dengan Juni 2021 di PT. X-Jakarta Utara. Metode yang digunakan adalah observasi dengan jenis data yang diambil adalah data primer dan sekunder. Analisis pada metode Kaizen mendapatkan hasil yaitu rendahnya rendemen disebabkan oleh beberapa faktor yaitu mulai dari manusia, metode, bahan baku, dan mesin. Setelah melakukan analisa pengamatan nilai rendemen didapatkan hasil bahwa standar rendemen sebenarnya bisa ditingkatkan hingga 3% pada ikan tuna pada size 20 UP kg yaitu dari nilai rendemen sebesar 49% bisa ditingkatkan menjadi 52% dan size 10-20 kg dari nilai rendemen sebesar 48% bisa ditingkatkan menjadi 51%. Dengan estimasi peningkatan sebesar 3% dari size 20 UP kg peningkatan keuntungan bisa meningkat sebanyak Rp. 000/40 kg bahan baku dan size 1020 kg maka keuntungan yang didapatkan yaitu Rp. 900/19 kg bahan baku, dan jika diestimasikan dalam siklus waktu . maka dapat meningkat sebanyak Rp. /620. 000 kg bahan baku. Peningkatan akan terjadi apabila adanya pengawasan dan kedisiplinan karyawan. perawatan peralatan. perlu ketelitian memilih bahan baku. Kata Kunci: Kaizen. PT. Rendemen. Produktivitas. Fishbone ABSTRACT PT. X-North Jakarta produces Frozen Loin Tuna. The problem faced is the low value of yields that do not meet the company's standards. The purpose of the study is to . know the flow of the process of processing frozen loin tuna. understanding the quality of frozen loin tuna . implementing kaizen using the fishbone method or a fish bone diagram . understanding corrective actions for increasing yield and productivity . intervening in Permadi et al/Barakuda 45 4 . , 52-64 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. increasing yield and productivity . calculating the estimated profit after interventionThe research was conducted from March to June 2021 at PT. X-North Jakarta. The method used is observation, with the type of data taken being primary and secondary data. Analysis of the Kaizen method obtained results showing that low yields were caused by several factors ranging from humans, methods, raw materials, and machines. After conducting an observation analysis of the yield value, it was found that the standard yield can be increased by 3% in tuna at a size of 20Ae50 kg, namely from the yield value of 49% can be increased to 52% and the size of 10Ae20 kg, the yield value of 48% can be increased to 51%. Profits can increase by Rp. 96,000/40 kg of raw materials with a 3% increase in size from 20 kg to 40 kg, and profits can increase by as much as Rp. 2,790,000,000/620,000 kg of raw materials if calculated over a time cycle . Improvements will occur if there is supervision and discipline of employees, equipment maintenance, and a need to carefully choose raw Keywords: Kaizen. PT. Yield. Productivity. Fishbone dapat menjadi tolak ukur dari segi profit oleh perusahaan, semakin besar bagian yang dapat termanfaatkan maka semakin besar ukuran berat produk yang dihasilkan (Siregar et al. , 2. Kaizen adalah menghilangkan pemborosan-pemborosan yang tidak memberikan nilai tambah produk/jasa dari perspektif konsumen, pemborosan-pemborosan itu perlu di hilangkan karena menimbulkan biayabiaya yang menyebabkan berkurangnya profit (Turyandi, 2. PT. X merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang penanganan dan pengolahan ikan beku dengan salah satu komoditas unggulannya adalah ikan tuna yang diolah menjadi produk loin beku. Perusahaan ini juga tidak terlepas dari permasalahan dalam proses pengolahannya, adapun masalah yang dihadapi oleh perusahaan ini yaitu masih rendahnya nilai rendemen yang dihasilkan atau rendemen masih belum mencapai Perusahaan ini mempunyai standar rendemen dalam proses pengolahan tuna loin yaitu 50%, akan tetapi dalam prosesnya selama ini rendemen yang dihasilkan dibawah standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Rendemen adalah adalah daging yang dapat Tujuan penelitian adalah mengetahui alur proses pengolahan ikan tuna loin PENDAHULUAN Indonesia kepulauan dengan luas wilayah perairan yang mencapai 5,8 juta km2 dan garis pantai sepanjang 81. 000 km. Hal ini membuat Indonesia memiliki potensi perikanan yang sangat besar baik dalam tingkat kualitas maupun keberagaman Komoditas ikan tuna merupakan salah satu komoditas unggulan dalam Hal dikarenakan tuna merupakan jenis ikan ekonomis tinggi dan merupakan komoditas penghasil devisa negara nomor dua untuk komoditas perikanan setelah udang. Pada tahun 2015, komoditas tuna, menyumbang nilai ekspor sebesar US$ 498. 000 atau 14% dari total nilai ekspor perikanan Indonesia. Pada tahun 2016, secara angka potensi produksi komoditas tuna di Indonesia diperkirakan hampir mencapai 1,2 juta ton per tahun, dengan nilai ekspor lebih dari 3,5 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) (Rifaldi & Usman, 2. Dari beberapa kasus yang terdapat pada perusahaan yaitu pada rendahnya rendemen yang dihasilkan maka akan mempengaruhi profit perusahaan dan apabila dibiarkan secara terus menerus maka hasil produksi pada suatu perusahaan akan mengalami penurunan dan profit yang diterima perusahaan akan berkurang juga. Besarnya rendemen tuna yang dihasilkan Permadi et al/Barakuda 45 4 . , 52-64 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. mengetahui mutu ikan tuna loin timbangan digital, stopwatch, lakban, melakukan penerapan kaizen dengan masker, sarung tangan, metal detector lori metode fishbone atau diagram tulang ikan. atau kereta dorong, alat strapping. Bahan mengetahui tindakan perbaikan dalam yang digunakan adalah bahan baku ikan meningkatkan rendemen dan produktivitas. tuna (Thunnus sp. ) beku dari berbagai supplier serta bahan penolong air dan es pada proses pencucian, dan glazing. Air menghitung estimasi keuntungan setelah dan es yang dipakai sebagai bahan penolong untuk kegiatan unit pengolahan telah memenuhi persyaratan kualitas air minum sesuai dengan SNI 01-3553. METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan dari Maret Data yang dikumpulkan terdiri dari sampai dengan Juni 2021 yang bertempat data primer dan sekunder. Dalam di PT. Jakarta Utara. Daerah Khusus pengumpulan data primer dilakukan Ibukota Jakarta 14440. Peralatan yang dengan pengamatan, pengujian dan digunakan pada saat pengolahan berupa wawancara dan diskusi, sedangkan data alat mesin pemotong, pisau, ganco, alat sekunder diperoleh dari buku-buku laporan pembekuan (ABF), alat penyimpanan perusahaan dan studi pustaka. Secara lebih (Coldstorag. , long pan, meja proses, detail teknik pengumpulan data primer forklift, alat pengemas plastik polyethlene, yang dilakukan di sajikan pada Tabel 1. Tabel 1 Teknik Pengumpulan Data Jenis Data Alur proses pengolahan Teknik Melihat dan melakukan proses secara langsung di unit pengolahan Mutu Organoleptik bahan baku dan produk akhir Pengujian dengan Scoresheet organoleptik ikan beku (SNI 4110:2. dan scoresheet organoleptik loin beku (SNI 41042. Pengujian Histamine (SNI 2. Mercury (SNI 012354. Lead (SNI2354. 5:2. Cadmium (SNI 5:2. Pengujian TPC (SNI 2332. Escherichia coli (SNI 2332. Salmonella (SNI 01-2332. cholerae (SNI 0123332. Mutu Kimia bahan baku dan produk Mutu Mikrobiologi bahan baku dan produk akhir Menerapkan analisi kaizen Melihat secara langsung serta berdiskusi dengan kepala produksi dan pihak terkait menggunakan diagram fishbone Permadi et al/Barakuda 45 4 . , 52-64 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. Memberikan solusi perbaikan dalam Berdiskusi dengan pihak meningkatkan rendmen dan perusahaan dengan permasalahan yang terdapat di diagram fishbone Menghitung intervensi peningkatan rendemen dan produktivitas 10 kali pengamatan dan 3 kali pengulangan secara langsung di unit pengolahan Menghitung estimasi keuntungan Membandingkan keuntungan perusahaan setelah intervensi Data diolah secara deskriptif terhadap hasil pengujian bahan baku mikrobiologi dan kimia, hasil pengujian organoleptik bahan baku dan produk akhir, sebab akibat yang terjadi di perusahaan dengan menggunakan produktivitas pada tahapan pembuangan kulit dan perapihan, dan estimasi keuntungan yang didapatkan perusahaan. (Manusia/Karyawa. Machine (Mesin/ Peralata. Methode (Metod. Material (Bahan bak. diagram tulang ikan dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1 merupakan diagram tulang ikan yang terdiri dari Man . anusia/karyawa. Machine (Mesin/ peralata. Methode (Metod. Material (Bahan Baku. Diagram tulang ikan dijelaskan pada Tabel 2. Pada Tabel 2 didapatkan hasil bahwa rendemen dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu dari karyawan, bahan baku, metode, dan peralatan sehingga dalam pengambilan sampel dibutuhkannya data berupa rendemen dan produktivitas pertahapan proses yaitu pada tahapan pembuangan kulit dan perapihan. Dari permasalahan yang ada penulis melakukan diskusi dengan Kepala Produksi. QA dan pihak perusahaan dan menyimpulkan berpengaruh yaitu faktor bahan baku (Hanifah, et al, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis kaizen Analisis Diagram Sebab Akibat Tahapan awal yang dilakukan dalam penerapan metode kaizen adalah melakukan analisis permasalahan yang terjadi mulai dari proses penerimaan bahan baku hingga pembentukan tuna loin. Analisis permasalahan adalah pemekrisaan terhadap proses, fakta dan data untuk mengapa suatu permasalahan terjadi dan dimana kesempatan untuk melakukan perbaikan (Wicaksana, et. al, 2. Salah satu cara yang digunakan dalam menentukan masalah yang terjadi pada proses produksi tuna loin beku adalah penggunaan diagram fishbone. Berdasarkan pengamatan, nilai data rendemen bulan Maret tahun 2021 masih belum memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan dengan nilai rata- rata ikan pada size 10 - 20 kg yaitu 48,67%, dan ikan pada size 20 UP kg yaitu 75% dengan nilai standar perusahaan yaitu 50%. Diagram sebab akibat disajikan dalam bentuk diagram tulang ikan yang meliputi pengamatan terhadap Man Permadi et al/Barakuda 45 4 . , 52-64 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. Manusia Method Susut pembuangan kulit dan perapihan Tidak disiplinnya Kurangnya Waktu tunggu lama Susut bahan baku Mutu bahan baku ikan . ercak darah dan kerusakan fisik Alat tumpul dan karatan Rendemen Tuna Loin Beku Pisau dan alat pemotong yang digunakan secara terus Materials Machine Gambar 1. Diagram Fishbone Menurut Khodijah dan Rahardjo . , bahan baku yang rusak adalah bahan baku yang tidak dapat digunakan karena terjadi kerusakan seperti terdapat banyak bercak darah pada saat penanganan di kapal. Salah satu indikator yang mempengaruhi tingkat pengawasan, pengawasan adalah tindakan dengan pengawasan berarti atasan harus aktif dan langsung mengawasi perilaku, moral, sikap, gairah kerja, dan prestasi kerja bawahannya (Alni, 2. Akibatnya yaitu banyak terbuangnya daging pada saat pembuangan kulit dan Tindakan perbaikan yang dapat di berikan yaitu memberikan pengawasan terhadap karyawan pada tahapan proses pembuangan kulit dan perapihan agar karyawan disiplin pada saat proses sedang Menurut Alni . , salah satu indikator yang mempengaruhi tingkat disiplin kerja karyawan adalah pengawasan terhadap karyawan. Pengawasan terhadap karyawan adalah tindakan nyata dan paling efektif dalam mewujudkan kedisiplinan Dengan pengawasan terhadap karyawan berarti atasan harus aktif dan langsung mengawasi perilaku, moral, sikap, gairah kerja, dan prestasi kerja Tindakan Perbaikan Dari hasil beberapa analisa diatas penyebab permasalahan dan tindakan perbaikan untuk meningkatkan nilai rendemen suatau perusahaan. Adapun hasil tindakan perbaikan yang diberikan pada permasalahan yang ada adalah sebagai Faktor manusia / karyawan Permasalahan yang terjadi pada faktor ini adalah kuranganya pengawasan kepada karyawan pada tahapan pembuangan kulit dan perapihan membuat karyawan tidak disipilin pada saat proses pembuangan Permadi et al/Barakuda 45 4 . , 52-64 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. Tabel 2. Sebab Akibat Parameter Sebab Akibat Method Waktu tunggu proses yang lama pada tahapan proses pembuangan kulit dan Man Kurangnya pengawasan pada karyawan Materials Kerusakan mutu bahan baku pada saat penangan sehingga banyak bercak darah dan kerusakan fisik. Hal ini disebabkan oleh benturan bahan baku pada saat proses penanganan di Pisau dan alat mesin pemotong yang digunakan secara terus menerus pada tahapan pemotongan, pembuangan kulit dan perapihan sehingga ketumpulan dan karatan pada pisau dan mesin pemotong yang kondisinya sudah kurang baik Sehingga ikan menumpuk di atas meja proses dan menyebabkan daging ikan cepat lembek dengan kondisi ikan yang lembek maka ikan akan lebih sulit di proses Karyawan tidak disiplin dan banyak terbuangnya daging pada tahapan pembuangan kulit dan Banyak terdapat bercak darah dan kerusakan fisik pada ikan Machine Faktor material / bahan baku Permasalahan pada bahan baku sangat mepengaruhi hasil akhir dari tuna loin Salah mempengaruhi yaitu kerusakan mutu bahan baku pada saat penangan sehingga banyak bercak darah dan kerusakan fisik. Berdasarkan hasil wawancara oleh QA hal ini disebabkan oleh benturan pada bahan baku pada saat proses penanganan di kapal, dalam hal ini tindakan perbaikan yang dapat di berikan yaitu perlunya ketelitian dalam proses memilih bahan baku, dengan penanganan yang baik di atas kapal sebelum proses pembekuan sehingga bahan baku yang di proses dalam keadaan Banyaknya daging yang terbuang dan kurang tajam dan karatan pada alat yang digunakan selama proses berlangsung baik dan mempermudah dalam proses pembentukan menjadi produk akhir tuna Faktor machine / peralatan Permasalahan pada peralatan yang digunakan pisau yang digunakan dalam proses pengolahan akan tumpul dan karatan apabila terlalu sering digunakan dapat mengganggu jalannya produksi dan terbuang, dalam hal ini tindakan perbaikan yang dapat di berikan yaitu perlu dilakukan perawatan pada pisau yang harus selalu di cek secara rutin untuk melihat ketajaman dan dilakukan pergantian peralatan apabila Permadi et al/Barakuda 45 4 . , 52-64 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. alat yang digunakan sudah tidak layak Menurut Sehabudin . , bahwa perawatan pada peralatan, setiap peralatan yang telah digunakan di bersihkan tentunya harus disimpan dalam kering dan di tempatkan pada tempat semestinya, seperti pisau jika telah digunakan segeralah di bersihkan dan di keringkan, jika tidak hal ini akan membuat bagian mata pisau menjadi tumpul dan proses pun akan Rendemen Rendemen adalah presentase produk yang didapatkan dari membandingkan berat awal bahan baku dengan berat akhirnya (Radityo et al. , 2. Pengamatan Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada tahapan proses yang diamati yaitu pada tahapan pembuangan kulit dan Data hasil rendemen pada pengamatan 1 sampai 10 dapat dilihat pada diagram pada Gambar 2 dan diagram batang Gambar 3. nNilai Rendemen (%) Rendemen 49,18 49,61 49,48 49,04 49,03 53,65 52,83 52,85 52,64 52,68 Size 10- 20 48,65 48,06 48,07 51,66 52,13 51,59 52,27 51,76 Size 20 UP Gambar 2. Rendemen Tahapan Pembuangan Kulit dan Perapihan Pada Gambar 2 dan Gambar 3 dapat dilihat rendemen mengalami peningkatan secara berkala setelah dilakukan intervensi pada pengamatan 6 sampai dengan 10. Nilai rata-rata intervensi pada size 10 Ae 20 kg 48,26% setelah intervensi meningkat menjadi 51,91%, pada size 20 UP kg sebelum intervensi menunjukkan nilai 49. setelah intervensi meningkat menjadi Peningkatan dikarenakan perbaikan- perbaikan yang telah dilakukan pada 3 faktor permasalahan yaitu manusia, material, mesin sehingga rendemen dapat di tingkatkan sesuai dengan standar perusahaan yaitu 50%. Ada mempengaruhi rendemen salah satunya adalah mutu bahan baku . aktor kesegaran rendemen yang dihasilka. , sarana dan prasarana, tenaga kerja, ukuran dan jenis bahan baku (Hanifah et al. , 2. Karyawan juga sangat berpengaruh terhadap hasil rendemen dimana semakin terampil, disiplin dan semakin lama karyawan bekerja maka rendemen yang dihasilkan akan semakin tinggi (Siregar et , 2. Permadi et al/Barakuda 45 4 . , 52-64 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. Hasil Rendemen Nilai Rendemen (%) Size 10 -20 Size 20 UP Sebelum 48,26 49,27 Sesudah 51,91 52,93 Standar Perusahaan Gambar. 3 Diagram Rendemen yaitu manusia/karyawan, material/bahan baku, mesin/peralatan. Dari data tersebut menunujukkan nilai rata-rata produktivitas karyawan pada tahapan pembuangan kulit dan perapihan yaitu ikan size 10-20 sebelum kg/jam/org setelah intervensi meningkat menjadi 50,8 kg/jam/org, ikan size 20 UP sebelum intervensi menunjukkan nilai 124,35 kg/jam/org setelah intervensi meningkat menjadi 178,11 kg/jam/org. Menurut Baktiyasa dan Farida . , pegawasan terhadap karyawan dan disiplin yang baik dan kondunsif secara tidak langsung dapat meningkatkan kinerja, motivasi, loyalitas kerja dan produktivitas kerja, serta akan mempermudah dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan Produktifitas Produktivitas merupakan suatu akibat dari persyaratan kerja yang harus dipenuhi oleh setiap karyawan (Hambali, 2. , produktivitas merupakan perbandingan antara jumlah hasil produksi dibandingkan dengan perbandingannya dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk tersebut. Adapun hasil produktivitas karyawan pada tahapan pembuangan kulit dan perapihan pada pengamatan 1 sampai 10 dapat dilihat pada Gambar 4 dan Gambar 5. Dari data yang dihasilkan nilai produktivitas karyawan pada tahapan pembuangan kulit dan perapihan mengalami peningkatan setelah dilakukannya intervensi yang dilakukan pada 3 faktor permasalahan Permadi et al/Barakuda 45 4 . , 52-64 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. NilaiProduktivitas . g/jam/orang Pembuangan kulit dan Perapihan Size 20 UP 107,91 113,62 135,17 125,87 139,21 168,04 180,93 192,12 181,39 168,06 Size 10 -20 Nilai Produktivitas. g/jam/or. Gambar 4. Produktivitas Tahapan Pembuangan Kulit dan Perapihan Pembuangan kulit dan Perapihan 178,11 124,35 Size 10-20 Size 20UP Sebelum 124,35 Sesudah 178,11 Sebelum Sesudah Gambar 5. Rata- Rata Produktivitas Tahap Pembuangan Kulit dan Perapihan Menurut Kartina dan Kusumayadi . , faktor-faktor yang mempengaruhi produktifitas diantara lain yaitu: kuantias, tingkat keahlian, latar belakang pendidikan, umur, keterampilan, kecekatan pekerja, motivasi kerja. yang diterima oleh perusahaan selama masa perhitungan tertentu. Secara umum, semakin banyak keuntungan dapat diinvestasikan kembali ke dalam usaha atau disimpan oleh pemilik usaha. Menentukan keuntungan juga dapat membantu dalam menentukan harga jual dan jasa, serta menentukan gaji karyawan dan lainnya (Nurcahyo dan Purwana. Estimasi Keuntungan Keuntungan merupakan salah satu tolak ukur kesuksesan perusahaan, keuntungan dapat diartikan sebagai jumlah pendapatan Permadi et al/Barakuda 45 4 . , 52-64 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. Setelah melakukan analisis data primer dengan melihat nilai rendemen dan produktivitas maka didapatkanlah hasil rendemen ikan pada size 20 UP kg dari 49% bisa ditingkatkan menjadi 52%, dan size 10 kg dari 48% bisa ditingkatkan menjadi 51%. Untuk melihat estimasi keuntungan dari peningkatan rendemen tersebut dapat dilihat pada Tabel 3 dan Tabel 4. Tabel 3. Estimasi Keuntungan Estimasi Harga Ikan / kg Harga Produk Akhir / kg Jenis Ikan dan Size Nilai Rendem Modal Awal Keuntungan Estimasi Harga Ikan / kg Harga Produk Akhir / kg Jenis Ikan dan Size Nilai Rendem Modal Awal Perhitungan Rp. 35,000 Rp. 80,000 Tuna . UP) Bahan Baku 490 gram 0,49 kg 40 kg bahan baku menghasilkan 19. 6 kg produk Jumlah Bahan Baku x Harga Bahan Baku = 40 kg x Rp. = Rp. Harga Jual Ae Modal Awal = (Rp. 000 x 19. 6 kg ) Ae Rp. = Rp. 000 Ae Rp. = Rp. 000 / 40 kg Bahan Baku Perhitungan Rp. Rp. Tuna . UP) Bahan Baku 520 gram 0,52 kg 40 kg bahan baku menghasilkan 20. 8 kg produk Jumlah Bahan Baku x Harga Bahan Baku = 40 kg x Rp. = Rp. Keuntungan Harga Jual Ae Modal Awal = (Rp. 000 x 20. 8 kg ) Ae Rp. = Rp. 000 Ae Rp. = Rp. 264,000 / 40 kg Bahan Baku Keuntungan = Rp. 000 Ae Rp. = Rp. 000 / 40 kg bahan baku Permadi et al/Barakuda 45 4 . , 52-64 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. Tabel 4. Estimasi Keuntungan Estimasi Harga Ikan / kg Harga Produk Akhir / kg Jenis Ikan dan Size Nilai Rendem Modal Awal Keuntungan Estimasi Harga Ikan / kg Harga Produk Akhir / kg Jenis Ikan dan Size Nilai Rendem Modal Awal Perhitungan Rp. Rp. Tuna . Ae 20 k. Bahan Baku 480 gram 0,48 kg 19 kg bahan baku menghasilkan 9. 12 kg produk Jumlah Bahan Baku x Harga Bahan Baku = 19 kg x Rp. = Rp. Harga Jual Ae Modal Awal = (Rp. 000 x 9. 12 k. Ae Rp. = Rp. 400 Ae Rp. = Rp. 400 / 19 kg Bahan Baku Perhitungan Rp. Rp. Tuna . Ae 20 k. Bahan Baku 510 gram 0,51 kg 19 kg bahan baku menghasilkan 9. 69 kg produk Jumlah Bahan Baku x Harga Bahan Baku = 19 kg x Rp. = Rp. Keuntungan Harga Jual Ae Modal Awal = (Rp. 000 x 9. 69 k. Ae Rp. = Rp. 300 Ae Rp. = Rp. 300 / 19 kg Bahan Baku Keuntungan = Rp. 300 Ae Rp. = Rp. 900 / 19 kg bahan baku Tabel diatas menunjukkan bahwa rendemen ikan tuna pada size 20 UP kg 49% maka keuntungan yang didapatkan yaitu sebesar Rp. 000 / 40 kg bahan baku, jika rendemen pada ikan tuna 52% maka keuntungan yang didapatkan yaitu sebesar Rp. 000 / 40 kg bahan baku, dan rendemen ikan tuna pada size 10 Ae 20 kg 48% maka keuntungan yang didapatkan yaitu sebesar Rp. 400 / 19 kg bahan baku, jika rendemen pada ikan tuna 51% maka keuntungan yang didapatkan yaitu Rp. 300 / 19 kg bahan baku. Adapun estimasi nilai keuntungan dalam siklus waktu dapat dilihat pada Tabel 5 dan Tabel Permadi et al/Barakuda 45 4 . , 52-64 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. Tabel 5. Estimasi Keuntungan Dalam Siklus Waktu Waktu Bahan Baku (K. Tuna Hari 1 Hari Minggu 6 Hari Bulan 24 Hari Tahun 310 Hari Selisih peningkatan 3% Rendemen Rp 201. Rp 2. Tabel 6. Estimasi Keuntungan Dalam Siklus Waktu Waktu Bahan Baku (K. Tuna Hari 1 Hari Minggu 6 Hari Bulan 24 Hari Tahun 310 Hari Selisih peningkatan 3% Rendemen Rp 172. Rp 2. Dari Hasil analisa estimasi keuntugan pada Tabel diatas dapat kita simpulkan bawa keuntungan ikan tuna pada size 20 UP kg dengan estimasi peningkatan sebesar 3% maka keuntungan bisa meningkat sebanyak Rp. 000/40 kg bahan dan ikan tuna pada size 20 UP kg dengan estimasi peningkatan sebesar Rp. 900/19 kg bahan baku. Jika diestimasikan dalam siklus waktu . maka dapat meningkat sebanyak Rp. 000/620. 000 kg bahan baku. secara rutin untuk melihat ketajaman dan dilakukan pergantian peralatan apabila alat yang digunakan sudah tidak layak pakai, faktor bahan baku perlunya ketelitian dalam proses memilih bahan baku. Hasil data setelah intervensi mendapatkan nilai rendemen dan produktivitas mengalami peningkatan secara berkala dan sudah memenuhi standar yang ditetapkan perusahaan yaitu 50%. Peningkatan rendemen tersebut dapat meningkatkan pula keuntungan perusahaan yang bisa mencapai meningkat Rp. 000 kg bahan baku dalam satu tahun. KESIMPULAN Penerapan Kaizen menghasilkan 3 . faktor yang sangat berpengaruh dalam peningkatan rendemen dan produktivitas yaitu karyawan, bahan baku dan peralatan. Tindakan perbaikan yang diterapkan menggunakan 3 . faktor yaitu faktor manusia perlu adanya karyawan, faktor peralatan perlu dilakukan perawatan pada pisau harus selalu di cek DAFTAR PUSTAKA