Nabla Dewantara: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9. No. Mei 2024, hal. ISSN 2528-3901, eISSN 2657-0335 https://ejournal. com/index. php/nabla ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA BERBASIS PEMETAAN KONSEP (CONCEPT MAPPING) Fina Lutpiani Thohari1*. Khomsatun NiAomah1 Magister Pendidikan Matematika. Pascasarjana. Universitas Siliwangi *finathohari@gmail. com, khomsatunnimah@unsil. Abstract: This research focuses on the aim of this research to observe and describe students' difficulties in solving mathematics problems based on concept mapping. This type of research is qualitative research with descriptive methods. The data collection technique is in the form of test questions. The written test consists of 2 questions. The question format is in the form of high-directed concept mapping tasks: fill Aein-the-map . irected concept mapping: fill in the Data from students' work is corrected and analyzed. Students who experience difficulties are the ones who make the most mistakes. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the research results, it was found that students' difficulties in solving concept mapping-based mathematics problems were difficulty in identifying the problem, not understanding the concept, inability to use the information provided, inability to carry out mathematical calculation processes, inability to carry out algebraic operations and inability to apply mathematical principles. The biggest difficulty experienced by students is difficulty in identifying problems and was difficulty in carrying out the mathematical calculation process Keywords: Difficulty Analysis. Math Problem. Concept Mapping. SPLTV Abstrak: Penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika berbasis pemetaan konsep . oncept mappin. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa soal tes. Tes tulis terdiri dari 2 soal. Bentuk soal berupa high-directed concept mapping tasks: fill Aein-themap . emetaan konsep terarah:isi pet. Data hasil pengerjaan siswa dikoreksi dan dianalisis. Siswa yang mengalami kesulitan adalah yang paling banyak melakukan kesalahan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika berbasis pemetaan konsep yaitu kesulitan dalam mengidentifikasi masalah, tidak memahami konsep, ketidakmampuan dalam menggunakan informasi yang diberikan, tidakmampu dalam melakukan proses perhitungan matematis, tidakmampu dalam melakukan operasi aljabar dan ketidakmampuan dalam menerapkan prinsip matematika. Kesulitan yang paling besar dialami siswa adalah kesulitan dalam mengidentifikasi masalah dan kesulitan dalam melakukan proses perhitungan matematis. Kata Kunci: Analisis Kesulitan. Soal Matematika. Pemetaan Konsep. SPLTV Fina Lutpiani Thohari. Khomsatun NiAomah / Nabla Dewantara 9 . PENDAHULUAN Pendidikan secara signifikan suatu unsur esensial dalam menghasilkan sumber daya manusia untuk pengembangan setiap aspek negara. Menurut UUD 1945 pendidikan memiliki tujuan bahwa setiap penduduk bangsa Indonesia berwenang mendapatkan pendidikan untuk membangun insan cerdas demi keberlangsungan hidup negara. Pendidikan diperoleh sebab adanya proses belajar dan pembelajaran. Pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan agar terciptanya interaksi antara pengajar dan siswa sehingga tercapai tujuan mendapatkan ilmu pengetahuan baru (Berliani & Asmarani, 2. Adapun ilmu pengetahuan yang sangat penting untuk dipelajari adalah matematika. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang menempati peran penting dalam pendidikan (Fauziah & Wahid, 2. Matematika menjadikan seseorang dapat berpikir logis, analisis, kritis dan sistematis (Ramadhan & Hidayah, 2. Matematika memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan di sekolah dan mencapai tujuan pendidikan yang diatur oleh hukum sebagai ilmu dasar yang vital (Mardhiyah et al. , 2. Oleh sebab itu. Matematika dipelajari mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi, tetapi sebagian siswa merasa sulit memahami karena terkesan negatif. Memahami konsep adalah satu dari beberapa kunci utama untuk berhasil dalam mempelajari matematika (Fatqurhohman, 2. Pentingnya pemahaman konsep dalam pembelajaran matematika menjadi kunci keberhasilan, dengan memahami pemahaman konsep sebelumnya memudahkan pemahaman konsep baru (Toyyibah & Setyawan, 2. Dalam mempelajari matematika rendahnya pemahaman konsep sering menjadi masalah yang mendasar dalam penguasaan dan kecakapan bermatematika secara keseluruhan (Antari et al. Pemahaman konsep ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa (Nuriana & Hotimah, 2. , dan salah satu pendekatan untuk memahami matematika secara mendalam adalah melalui penggunaan peta konsep yang menggambarkan hubungan antar konsep tersebut (Sekarini et al. , 2. Hal ini sesuai dengan teknik peta konsep berdasarkan teori belajar asimilasi kognitif Ausubel (Isra et al, 2. Concept mapping atau peta konsep adalah cara visual dalam menyusun dan menyajikan Umumnya, berisi konsep-konsep yang diatur dalam bentuk lingkaran atau kotak, dan hubungan antara konsep tersebut ditunjukkan oleh garis yang menghubungkan satu sama lain (Dungir & Gugule, 2. Kata-kata yang terletak di sepanjang garis menggambarkan atau menjelaskan hubungan antara dua konsep yang terhubung. Pendapat lain mengatakan peta konsep . oncept mappin. merupakan alat pembelajaran yang menampilkan sistematisasi konsep ilmiah, mulai dari inti permasalahan hingga elemen pendukung yang saling terhubung, sehingga dapat membantu pengetahuan dan mempermudah pemahaman topik pelajaran (Yunita et al. , 2. Tetapi dalam kenyataannya, siswa masih kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika berbasis pemetaan konsep . oncept mappin. Siswa yang mengalami kesulitan dalam matematika memiliki keyakinan negatif (Harahap & Syarifah, 2. Kesulitan belajar matematika juga dikenal sebagai diskalkulia, yang mengindikasikan adanya gangguan pada sistem saraf pusat. Secara medis, diskalkulia merujuk pada gangguan sistematis dalam kemampuan aritmatika yang terbagi menjadi kesulitan aritmetika dan kesulitan aritmetika (Juniawan, 2. Menurut Kosc (Metikasari et al. , 2. kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika yaitu . diskalkulia ideognostik meliputi kesulitan mengidentifikasi masalah. Fina Lutpiani Thohari. Khomsatun NiAomah / Nabla Dewantara 9 . 1-13 tidak memahami masalah dan ketidakmampuan dalam menggunakan informasi yang diberikan, . diskalukulia operasional meliputi ketidakmampuan dalam melakukan proses/prosedur perhitungan matematis, ketidakmampuan dalam melakukan operasi aljabar, dan ketidakmampuan dalam menerapkan prinsip matematika. Teori lain menurut Cooney (Yusmin, 2. menyatakan bahwa kesulitan yang dihadapi siswa dalam menyelesaikan masalah matematika mencakup kesulitan dalam penerapan konsep matematika, kesulitan dalam menerapkan prinsip-prinsip matematika, dan kesulitan menyatakan solusi secara lisan. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Mardiyanti et al. , 2. yang mengidentifikasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika yaitu kesulitan fakta, kesulitan konseptual, kesulitan prinsip, dan kesulitan operasional. Faktor-faktor yang menjadi pemicu kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika disebabkan kurangnya minat, motivasi, dan bakat. Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel merupakan topik dalam matematika. Materi ini salah satu materi wajib yang dipelajari di kelas X. Materi SPLTV merupakan materi lanjutan dari materi SPLDV (Nurhafifah et al. , 2. Namun, materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) ini masih dianggap materi yang sulit bagi siswa karena memerlukan proses penyelesaian yang terbilang panjang, ribet, dan memerlukan waktu yang lama dalam proses pengerjaannya (Qohar & Sulandra, 2. Kompetensi dasar yang terdapat dalam materi SPLTV yaitu menyusun dan menyelesaikan masalah kontekstual dengan sistem persamaan linear tiga variabel. Berdasarkan kompetensi dari tersebut, siswa harus mampu memahami konsep dari mater SPLTV. Berdasarkan pada uraian diatas, perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk menganalisis kesulitan-kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika berbasis pemetaan konsep . oncept mappin. khususnya pada materi sistem persamaan linear tiga variabel. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika berbasis pemetaan konsep . oncept mappin. Penelitan terdahulu yang dilakukan oleh Alfiani. Muliana dan Masrura yang berjudul AuAnalisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Berbasis HOTS kelas X SMA Negeri 1 Majene, yang membedakan penelitian terdahulu dengan penelitian ini adalah pada type soal yang digunakan penelitian terdahulu berbasis HOTS sedangkan penelitian ini berbasis pemetaan konsep. METODE Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai masalahmasalah manusia dan sosial (Fadli, 2. Penelitian ini dilakukan di kelas X-IPA MA Budi Sartika. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes. Teknik pengumpulan data yaitu tes tulis. Tes tulis ini untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika berbasis pemetaan konsep pada materi SPLTV. Tes tulis terdiri dari 2 soal. Bentuk soal berupa high-directed concept mapping tasks: fill Aein-the-map . emetaan konsep terarah:isi Soal pemetaan konsep ini memberi siswa beberapa konsep dan frasa penghubung sehingga mengharuskan siswa mengisi peta kerangka dengan konsep-konsep tersebut. Tujuan soal pemetaan konsep ini untuk mengetahui pemahaman konsep siswa pada materi SPLTV. Data hasil pengerjaan siswa dikoreksi dan dianalisis. Siswa yang mengalami kesulitan adalah yang paling banyak melakukan kesalahan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data yang telah diperoleh dari teknik Fina Lutpiani Thohari. Khomsatun NiAomah / Nabla Dewantara 9 . 1-13 pengumpulan data akan direduksi. Penyajian data disajikan dalam bentuk narasi berupa kalimat-kalimat yang menunjukkan kesalahan siswa sehingga dapat mengetahui kesulitan yang dialami siswa. Penarikan kesimpulan untuk menemukan pokok utama dari hasil penelitian agar dapat memberikan gambaran secara pasti kesulitan-kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika berbasis pemetaan konsep . oncept mappin. Menurut Kocs (Metikasari et al. , 2. indikator kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika AuDiskalkuliaAy dalam tabel berikut. Tabel 1 Indikator Kesulitan Siswa Diskalkulia Ideognostik Diskalkulia Operasional Kesulitan mengidentifikasi masalah Ketidakmampuan dalam melakukan proses/prosedur perhitungan matematis Tidak memahami konsep Ketidakmampuan dalam melakukan operasi aljabar Ketidakmampuan dalam menggunakan Ketidakmampuan dalam menerapkan informasi yang diberikan prinsip matematika HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan di Kelas X-IPA MA Budi Sartika sebanyak 10 orang. Pada penelitian ini dipilih tiga subjek penelitian yang dipilih berdasarkan jenis kesulitan Koch. Penentuan subjek ini dari hasil siswa dikoreksi kemudian diurutkan berdasarkan kesulitankesulitan siswa dari yang terbanyak melakukan kesalahan sampai yang tidak melakukan Tiga subjek penelitian dan jenis kesulitannya dapat dilihat pada tabel berikut. No Soal Tabel 2. Data Subjek Penelitian Subjek Jenis Kesulitan P1. AAN P1. P2. R1. AAN R1,R3 R1. R2. Keterangan : Kesulitan mengidentifikasi masalah : Tidak memahami konsep : Ketidakmampuan dalam menggunakan informasi yang diberikan : Ketidakmampuan dalam melakukan proses/prosedur perhitungan matematis : Ketidakmampuan dalam melakukan operasi aljabar : Ketidakmampuan dalam menerapkan prinsip matematika Fina Lutpiani Thohari. Khomsatun NiAomah / Nabla Dewantara 9 . 1-13 Berikut hasil analisis dan pembahasan dari kesalahan-kesalahan siswa. Analisis kesalahan dalam mengerjakan soal nomor 1 dan nomor 2 subjek S Gambar 1 Jawaban nomor satu subjek S Berdasarkan Pada gambar 1, dapat dilihat bahwa S pada nomor 1 melakukan dua kesalahan dalam menjawab concept mapping tersebut. S keliru dalam menjawab soal Auapakah ketiga persamaan tersebut termasuk SPLTVAy. S menjawab AuiyaAy. Dapat kita lihat bahwa dalam soal tersebut pada persamaan ke 2 variabel x memiliki pangkat kuadrat seharusnya syarat/ciri dari SPLTV harus berpangkat satu. Kemudian S keliru dalam menjawab soal Auapakah SPLTV harus memiliki koefisienAy. S menjawab AytidakAy. Syarat/ciri dari SPLTV salah satunya yaitu harus memiliki koefisien. Dapat disimpulkan pada jawaban soal nomor 1 siswa S kesulitan dalam mengidentifikasi masalah dan tidak memahami konsep Gambar 2 Jawaban nomor dua subjek S Fina Lutpiani Thohari. Khomsatun NiAomah / Nabla Dewantara 9 . 1-13 Pada gambar 2, dapat dilihat bahwa S pada nomor 2 melakukan kesalahan dalam menjawab concept mapping tersebut. S keliru dalam menjawab soal bagian menyelesaikan SPLTV menggunakan metode gabungan yaitu Auy=2 merupakan hasil eliminasi x pada persamaan 4 dan 5Ay. Dapat dilihat pada frasa penghubung dan konsep sebelumnya, terdapat frasa penghubung eliminasi x pada persamaan 1 dan 2, 2 dan 3 sehingga diperoleh konsep persamaan 4 dan 5. Dari prasa penghubung sebelumnya telah di eliminasi variabel x, maka seharusnya mengeliminasi variabel lain yaitu z, karena pada konsep selanjutnya telah diketahui nilai variabel y=2. Kemudian pada bagian menyelesaikan SPLTV menggunakan metode determinan S keliru dalam mencari determinan. S menjawab Auz=-3Ay seharusnya nilai determinannya AuD=77Ay, kemudian S keliru dalam mencari Dx. Dy. Dz. Sehingga S tidak dapat membuktikan Himpunan Penyelesaian metode determinan dengan metode gabungan memiliki hasil yang Dapat disimpulkan pada jawaban soal nomor 2 siswa S kesulitan dalam tidakmampu dalam melakukan proses perhitungan matematis, dan ketidakmampuan dalam menerapkan prinsip matematika. Analisis kesalahan dalam mengerjakan soal nomor 1 dan nomor 2 subjek AAN Gambar 3 Jawaban nomor satu subjek AAN Berdasarkan Pada gambar 3, dapat dilihat bahwa AAN pada nomor 1 melakukan satu kesalahan dalam menjawab concept mapping tersebut. AAN keliru dalam menjawab soal Auapakah ketiga persamaan tersebut termasuk SPLTVAy. AAN menjawab AuiyaAy. Dapat kita lihat bahwa dalam soal tersebut pada konsep dan prasa penghubung selanjutnya yaitu variabel x tidak boleh memiliki pangkat kuadrat, sementara dalam soal persamaan kedua variabel x memiliki Dapat disimpulkan pada jawaban soal nomor 1 siswa AAN kesulitan dalam mengidentifikasi masalah. Fina Lutpiani Thohari. Khomsatun NiAomah / Nabla Dewantara 9 . 1-13 Gambar 4 Jawaban nomor dua subjek AAN Pada gambar 4, dapat dilihat bahwa pada soal nomor 2, dalam mengerjakan soal bagian menyelesaikan SPLTV menggunakan metode gabungan AAN dapat menjawab dengan benar. Namun. AAN melakukan tiga kesalahan dalam menjawab soal bagian menyelesaikan SPLTV menggunakan metode determinan pada frasa penghubung ke dua AAN menjawab Ausubstitusikan y=2 dan z=-3 ke persamaan 4Ay dapat dilihat konsep setelah frasa penghubung tersebut yaitu bentuk matriks dari ketiga persamaan diatas, seharusnya jawaban AAN yaitu ubah SPLTV ke bentuk matriks, kemudian dalam mencari determinan AAN menjawab Auz=-3Ay seharusnya nilai determinannya AuD=-77Ay, kemudian AAN keliru dalam mencari Dx. Dy. Dz. Sehingga AAN tidak dapat membuktikan Himpunan Penyelesaian metode determinan dengan metode gabungan memiliki hasil yang sama/pembuktian yang dilakukan keliru. Dapat disimpulkan pada jawaban soal nomor 2 siswa AAN tidakmampu dalam melakukan proses perhitungan matematis dan ketidakmampuan dalam menerapkan prinsip matematika Analisis kesalahan dalam mengerjakan soal nomor 1 dan nomor 2 subjek AN Gambar 5 Jawaban nomor satu subjek AN Fina Lutpiani Thohari. Khomsatun NiAomah / Nabla Dewantara 9 . 1-13 Berdasarkan pada gambar 5, dapat dilihat bahwa AN pada nomor 1 melakukan kesalahan dalam menjawab concept mapping tersebut. Jawaban nomor satu AN salah. AN keliru dalam menjawab soal Auapakah ketiga persamaan tersebut termasuk SPLTVAy. AN menjawab AuiyaAy. Dapat kita lihat bahwa dalam soal tersebut pada persamaan ke 2 variabel x memiliki pangkat kuadrat seharusnya syarat/ciri dari SPLTV harus berpangkat satu. Kemudian AN keliru dalam menjawab soal Auapakah SPLTV harus memiliki koefisienAy. AN menjawab AytidakAy. Syarat/ciri dari SPLTV salah satunya yaitu harus memiliki koefisien. Kemudian dalam mengisi frasa penghubung AN tertukar. Siswa AN tidak mengetahui syarat/ciri dari SPLTV. Dapat disimpulkan pada jawaban soal nomor 1 siswa AN kesulitan dalam mengidentifikasi masalah, tidak memahami konsep dan dan ketidakmampuan dalam menggunakan informasi yang Gambar 6 Jawaban nomor dua subjek AN Pada gambar 6, dapat dilihat bahwa pada soal nomor 2, dalam mengerjakan soal bagian menyelesaikan SPLTV menggunakan metode gabungan dan metode determinan AN melakukan kesalahan dalam menjawab soal bagian menyelesaikan SPLTV menggunakan metode determinan dan metode gabungan. Sehingga AN tidak dapat membuktikan Himpunan Penyelesaian metode determinan dengan metode gabungan memiliki hasil yang sama/pembuktian yang dilakukan keliru. Dapat disimpulkan pada jawaban soal nomor 2 siswa AN tidakmampu dalam melakukan proses perhitungan matematis, tidakmampu dalam melakukan operasi aljabar dan ketidakmampuan dalam menerapkan prinsip matematika. Berdasarkan hasil penelitian diatas, temuan dalam penelitian ini kesulitan-kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal SPLTV berbasis pemetaan konsep . oncept mappin. dapat disimpulkan bahwa pada soal pemetaan konsep nomor 1 siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi masalah, tidak memahami konsep dan ketidakmampuan dalam menggunakan informasi yang diberikan. Kesulitan yang paling besar dialami siswa adalah kesulitan dalam Fina Lutpiani Thohari. Khomsatun NiAomah / Nabla Dewantara 9 . 1-13 mengidentifikasi masalah. Dapat dilihat pada hasil analisis penelitian, pada soal nomor satu siswa tidak dapat mengidentifikasi masalah, masalah pada nomor 1 yaitu mengenai syarat/ciri dari SPLTV. Melakukan identifikasi masalah merupakan hal penting yang harus dilakukan pertama kali, sebab dengan mengidentifikasi masalah siswa dapat mengetahui permasalahan apa yang terjadi, bagaimana prosedur untuk menyelesaikan soal matematika berbasis . oncept Hal ini sejalan dengan pendapat (Aulia & Murtiyasa, 2. keberhasilan siswa dalam menyelesaikan soal matematika tergantung pada kesadaran awal untuk mengidentifikasi masalah mengenai informasi penting yang diketahui dan ditanya pada soal tersebut dan bagaimana rencana itu dilaksanakan. Menurut (Ramadhani & Hakim, 2. Siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah karena kurangnya pengetahuan mengenai unsur-unsur tugas yang diberikan atau ditanyakan. Oleh sebab itu, mengindentifikasi masalah merupakan langkah awal yang harus dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal matematika (Turrosifah & Hakim, 2. Kemudian kesulitan memahami konsep. Hal ini sejalan dengan pendapat (Utari et al. , 2. kurangnya memahami konsep menyebabkan siswa kesulitan mengerjakan soal matematika serta dapat mengakibatkan siswa tidak dapat membuat hubungan-hubungan bermakna dalam matematika. Menurut (Prasasti et al. , 2. keterbatasan perhatian dan pemahaman konsep menyebabkan siswa kesulitan menyelesaikan masalah dengan baik. Kemudian kesulitan terhadap ketidakmampuan dalam menggunakan informasi yang diberikan. Hal ini sejalan dengan pendapat (Sirri et al. , 2. siswa yang mengalami kesulitan dalam menggunakan informasi yang diberikan menyebabkan siswa tidak menarik kesimpulan untuk menyelesaikan soal. Pada soal nomor dua, kesulitan-kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal SPLTV berbasis pemetaan konsep . oncept mappin. dapat disimpulkan bahwa siswa mengalami kesulitan terhadap tidakmampu dalam melakukan proses perhitungan matematis, tidakmampu dalam melakukan operasi aljabar dan ketidakmampuan dalam menerapkan prinsip matematika. Kesulitan yang paling besar dialami siswa adalah kesulitan dalam melakukan proses perhitungan matematis. Dapat dilihat pada hasil analisis penelitian, pada soal nomor dua siswa kesulitan dalam melakukan proses perhitungan persoalan SPLTV menggunakan metode gabungan dan determinan. Dalam proses pembelajarannya, siswa sering melakukan kesalahan dalam prosedur perhitungan matematika, beraksi tanpa pertimbangan yang matang, serta gagal menyelesaikan masalah karena kurangnya pemahaman terhadap konsep materi matematika(Yuliyani et al. , 2. Menurut (Sugiarti, 2. penguasaan terhadap operasi aljabar merupakan hal penting yang harus dimiliki siswa, sebab keterampilan operasi aljabar akan berdampak pada hasil belajar siswa. Siswa yang memiliki keterampilan dalam operasi aljabar akan mudah dalam menyelesaikan masalah matematika. Kemudian kesulitan terhadap ketidakmampuan dalam menerapkan prinsip matematika. Hal ini sejalan dengan pendapat (Patricia & Zamzam, 2. bahwa ketidakmampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika disebabkan oleh kesulitan dalam menerapkan prinsip-prinsip matematika. Salah satu penyebabnya adalah disfungsi pada bagian otak kanan, yang mengakibatkan kesulitan memahami sifat besaran. Menurut (Pramesti & Prasetya, 2. kesulitan siswa dalam menerapkan indikator prinsip dan ketidakmampuan menggunakan rumus juga termasuk dalam hal yang rendah. Oleh sebab itu, perlu adanya bimbingan langsung oleh guru untuk meminimalisir kesulitan ini. Fina Lutpiani Thohari. Khomsatun NiAomah / Nabla Dewantara 9 . SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, siswa mengalami kesulitan-kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika berbasis pemetaan konsep . oncept mappin. pada materi SPLTV. Kesulitan-kesulitan yang dialami siswa pada nomor satu yaitu siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi masalah, tidak memahami konsep dan ketidakmampuan dalam menggunakan informasi yang diberikan. Kemudian kesulitan-kesulitan yang dialami siswa pada nomor dua yaitu kesulitan terhadap tidakmampu dalam melakukan proses perhitungan matematis, tidakmampu dalam melakukan operasi aljabar dan ketidakmampuan dalam menerapkan prinsip matematika. Kesulitan yang paling besar dialami siswa pada nomor satu adalah kesulitan dalam mengidentifikasi masalah. Siswa tidak dapat mengidentifikasi syarat/ciri SPLTV. Kesulitan yang paling besar dialami siswa pada nomor dua adalah kesulitan dalam melakukan proses perhitungan matematis. Siswa kesulitan dalam melakukan proses perhitungan persoalan SPLTV menggunakan metode gabungan dan determinan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi sebagai dasar pertimbangan dan sumbangan pikiran kepada guru dan peneliti selanjutnya guna memperluas pengetahuan jenisjenis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika materi SPLTV berbasis pemetaan konsep . oncept mappin. DAFTAR PUSTAKA