LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan STKIP PGRI BANDAR LAMPUNG http://jurnal. id/index. php/lentera UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PORTOFOLIO PADA PELAJARAN IPS KELAS IV SDN 1 KETEGUHAN Sulastri SDN 1 Keteguhan Sulastrispd004@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Model Pembelajaran Berbasis Portofolio kelas IV SD Negeri 1 Keteguhan dapat meningkatkan minat belajar IPS siswa. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari empat kali pertemuan. Hal ini dimaksudkan agar siswa terbiasa menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio sehingga dapat meningkatkan minat belajar siswa pada pelajaran IPS. Dari pelaksanaan PTK ini diperoleh temuan bahwa terjadi peningkatan keaktifan belajar siswa dari siklus I ke Siklus II. Hal ini terlihat ketercapaian indikator keberhasilan yang telah ditetapkan dalam penelitian ini. Pada siklus I diketahui aktivitas siswa 89,3 % ini dikategorikan sangat tinggi. Pada siklus II aktivitas siswa 94 % dikategorikan sangat tinggi. Aktivitas guru dalam Penerapan model pembelajaran berbasis portofolio guru memperoleh skor 94,40 % dari skor maksimal yang diharapkan Ini dapat dikategorikan Pembelajaran Berbasis Portofolio sudah dilaksanakan dengan baik. Kata kunci: model pembelajaran berbasis portofolio, minat belajar mengembangkan berbagai kemampuan dan kecerdasan. Salah satu tantangan mendasar dalam pembelajaran IPS dewasa ini adalah mencari strategi dan model memungkinkan bagi peningkatan mutu pendidikan IPS. Perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, membuka kemungkinan peserta didik tidak hanya belajar di dalam kelas yang dibimbing oleh guru, akan tetapi peserta didik dapat belajar diluar kelas seperti dari lingkungan masyarakat, pakar atau ilmuan, birokrat, media cetak maupun elektronik serta sarana-sarana lain yang Dengan belajar seperti itu peserta didik akan lebih leluasa menuangkan ide- PENDAHULUAN Reformasi dibidang pendidikan telah dan akan bergulir melalui berbagai inovasi untuk menyonsong era baru dan paradigma baru, yang intinya revitalisasi sistim pembelajaran. Diantaranya adalah pemberdayaan guru dalam kegiatan belajar mengajar sehingga potensi peserta didik dapat berkembang secara optimal. Mengoptimalkan potensi peserta didik secara optimal diperlukan strategi dan model pembelajaran yang sistimatis dan terarah. Sementara itu, strategi pengelolaan pendidikan selama ini, termasuk aktualisasi kurikulum dalam pembelajaran, kurang memberi kebebasan Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa melalui Model Pembelajaran Portofolio pada Pelajaran IPS Kelas IV SDN 1 Keteguhan idenya yang dibangun berdasarkan informasi dari berbagai sumber dalam pembelajaran IPS. Dari hasil ujian tahun pelajaran 2016/2017 siswa kelas IV nilai pelajaran IPS rata-rata mencapai 5,50 sedangkan KKM kelas IV adalah 6, dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa nilai mata pelajaran IPS masih rendah. Rendahnya hasil belajar, mengakibatkan Proses belajar mengajar terkesan membosankan, kurangnya keberanian siswa untuk bertanya dan mengemukakan pendapat. anak sulit menjawab tentang pengetahuan Terkesan siswa tidak berminat IPS. Setelah mencapai ketuntasan belajar dan kurang berminat pada pembelajaran. Upaya yang telah dilakukan guru agar siswa minat dalam pembelajaran IPS, adalah dengan menggunakan metode ceramah yang selama ini memang telah diterapkan guru dalam pembelajaran IPS apalagi buku pelajaran yang tersedia Namun kenyataannya tetap saja minat belajar siswa yang diperoleh belum sesuai dengan yang diharapkan. Guru sebagai pengajar yang memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada murid harus mengetahui strategi penyampaian materi dengan baik. Guru harus memiliki strategi dalam proses belajar mengajar, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, serta mencapai pada tujuan yang Salah satunya dengan menguasai model pembelajaran atau strategi pembelajaran yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran, agar siswa menyenangi dan memahami pelajaran yang diberikan. Dari uraian tersebut di atas, penulis penelitian yang berjudul Penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio dalam Meningkatkan Minat Belajar siswa pada Pembelajaran IPS Kelas IV SD Negeri 1 Keteguhan. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: Untuk pelaksanaan model pembelajaran berbasis dan . untuk mengetahui dengan dampak model pembelajaran berbasis portofolio ada peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS dikelas IV SDN 1 Keteguhan. TINJAUAN PUSTAKA Minat Belajar Menurut W. S Winkel . minat adalah kecenderungan yang menetapkan dalam subjek untuk tertarik pada bidang atau hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam hal itu. Selanjutnya Mimin Haryati . minat adalah watak yang tersusun melalui pengalaman yang mendorong individu mencari objek, aktivitas, pengertian, keterampilan untuk atau penguasaan. Kemudian Slameto mengemukakan minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang Dari pernyataan ketiga ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa minat belajar merupakan watak yang tersusun melalui pengalaman individu mencari objek, aktivitas, keterampilan perhatian dan rasa senang terhadap mata pelajaran. Belajar merupakan kegiatan bagi setiap orang. Seseorang yang sedang belajar dan hasil dari belajar tersebut tidak Sulastri LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. dapat diketahui secara langsung jika orang tersebut tidak melakukan sesuatu diperolehnya dengan belajar. Berdasarkan pendapat diatas bahwa minat belajar siswa besar pengaruhnya terhadap belajar atau kegiatan. Bahkan pelajaran yang menarik minat siswa lebih mudah dipelajari dan disimpan karena minat menambah kegiatan belajar. Untuk menambah minat belajar siswa didalam menerima pelajaran disekolah siswa diharapkan dapat mengembangkan minat untuk melakukan Minat belajar yang telah dimiliki siswa merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar. Apabila seseorang mempunyai minat yang tinggi terhadap sesuatu hal maka terus berusaha untuk melakukan sehingga apa yang diinginkannya dapat tercapai sesuai dengan keinginannya. Menurut Syah . ada 3 . faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa, yaitu: Faktor internal . aktor dari dalam diri sisw. , yaitu yang meliputi aspek fisiologis yang menyangkut keberadaan kondisi fisik siswa, dan aspek psikologis yang meliputi intelegensi, bakat dan motivasi Faktor eksternal . aktor dari luar diri sisw. , yaitu yang meliputi faktor lingkungan sosial, yang meliputi keberadaan guru, temanteman sekelas, keluarga, masyarakat dan lingkungan sekitar siswa. Faktor pendekatan belajar, yaitu jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan proses belajar mengajar dan menelaah materi pelajaran yang disampaikan guru. Dalam hal ini peranan guru dalam proses belajar mengajar sangat mutlak Guru sebagai subjek, kegiatan mendidik merupakan proses, sedangkan siswa sebagai objek. Ini semua merupakan suatu sistim yang saling keterkaitan antara satu dengan yang lain demi suatu tujuan yang ingin dicapai yaitu peningkatan minat dan hasil belajar siswa. Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa strategi dan model pembelajaran dapat mempengaruhi minat belajar siswa. Model Pembelajaran Berbasis Portofolio Berbagai metode dapat digunakan dalam Pembelajaran Berbasis Portofolio, seperti metode Inkuiri, metode diskusi, pemecahan masalah dan bermain peran. Strategi pelaksanaan pembelajaran ini dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan kemampuan dan daya kreativitas guru. Model Pembelajaran Berbasis Portofolio mengacu pada sejumlah prinsip pembelajaran dasar. Prinsip-prinsip pembelajaran dasar yang dimaksud adalah: . prinsip belajar siswa aktif, . kelompok belajar kooperatif, . pembelajaran partisipatorik, . mengajar yang reaktif. Model Pembelajaran Berbasis Portofolio adalah salah satu yang dirasakan dapat merangsang minat dan keaktifan siswa dalam belajar. Model Pembelajaran Berbasis Portofolio ini merupakan suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang terseleksi menurut panduan-panduan Fajar, . Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa melalui Model Pembelajaran Portofolio pada Pelajaran IPS Kelas IV SDN 1 Keteguhan Portofolio sebagai model pembelajaran diadaptasikan dari model Aywe the peopleAy yang dikembangkan oleh Center Civic Education (CCE) berkedudukan di Calabas Amerika Serikat, dan diadaptasi oleh beberapa negara diantaranya Indonesia. Model dikembangkan di Indonesia, dalam hal ini peneliti ingin menerapkannya pada Sekolah Dasar. Model Pembelajaran Berbasis Portofolio merupakan landasan pemikiran dalam pandangan konstruktivisme yang pada prinsipnya menggambarkan bahwa siswa pengetahuannya melalui interaksinya dengan lingkungan. Menurut Yager . alam Budimansyah, konstruktivisme dalam pembelajaran berarti menempatkan siswa pada posisi sentral dalam keseluruhan pembelajaran. Dengan adanya diskusi dan pembahasan dimaksudkan kepada semua siswa agar dapat mengungkapkan gagasan dan kegiatan praktis lain yang memberi peluang peserta didik untuk mempertajam Pada model pembelajaran berbasis portofolio ini bertujuan agar siswa dapat menunjukkan kemampuannya untuk menghasilkan sesuatu, menunjukkan suatu kinerja dan menunjukkan hasil karyanya untuk umum bukan sekedar mengulang apa yang sudah diajarkan oleh Dengan model pembelajaran menciptakannya sebagai strategi yang tepat agar siswa memiliki minat belajar yang tinggi. Minat akan dapat tercipta apabila guru dapat meyakinkan siswa akan kegunaan materi pelajaran dengan kehidupan nyata (Budimansyah, 2. Menurut Budimansyah . Portofolio biasanya merupakan karya terpilih dari seorang siswa tetapi juga karya terpilih dari satu kelas secara keseluruhan yang berkerja secara kooperatif membuat kebijakan untuk memecahkan masalah. Istilah karya terpilih merupakan kata kunci dari Portofolio yang maknanya adalah bahwa yang harus manjadi akumulasi dari segala sesuatu yang ditemukan para siswa dari topik mereka bahan-bahan menggambarkan usaha terbaik siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya, serta mencakup pertimbangan terbaik tentang bahanbahan mana yang paling penting. Portofolio diartikan sebagai : Suatu wujud benda fisik adalah bundel, yaitu kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan peserta didik yang disimpan pada suatu bundel seperti hasil tes awal . re tes. , tugas-tugas, catatan anekdot, piagam penghargaan, keterangan melaksanakan tugas, hasil tes akhir . os tes. dan sebagainya. Sebagai suatu proses social pedagogis yaitu portofolio adalah yang terdapat dalam pikiran peserta didik baik berwujud pengetahuan . , keterampilan atau skill . , maupun nilai dan sikap . Sebagai bahan objektif portofolio seringkali disanding dengan konsep pembelajaran dan penilaian. Portofolio yang dilaksanakan guru di kelas adalah pengumpulan . data secara sistematis terhadap hasil unjuk kerja, baik unjuk kerja verbal, unjuk kerja fisikal, maupun unjuk kerja sikap Sulastri LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. termasuk di dalamnya minat, bakat, kemampuan berkerjasama dengan orang lain, mematuhi peraturan sekolah dan lain-lainnya selama proses pembelajaran di kelas (Sudrajat, 2004:. Paradigma baru pada pembelajaran portofolio menghendaki inovasi yang terintegrasi dan berkesinambungan. Salah satu wujudnya adalah inovasi yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas dan usaha atau kreativitas guru dalam hal ini yaitu kebiasaan guru tingkat pemahaman siswa melalui pertanyaan, observasi, pemberian dan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio mempunyai manfaat agar siswa dapat memberikan penilaian terhadap memahami materi yang diberikan sehingga minat belajar lebih baik. Berenson dan Certer . alam Sudrajat, 2004:. portofolio sebagai berikut. Mendemonstrasikan siswa selama kurun waktu tertentu. Mengetahui bagian-bagian yang Membangkitkan kepercayaan diri dan motivasi untuk belajar. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yakni penggunaan Model pembelajaran berbasis portofolio untuk meningkatkan minat belajar IPS kelas IV SD 1 Keteguhan tahun pelajaran Adapun Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Keteguhan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 34 siswa, terdiri atas 19 orang siswa putera dan 20 orang siswa puteri. Kemampuan akademis siswa kelas IV SD tersebut termasuk dalam kategori rendah. Prosedur pembelajaran ini terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus dari empat pertemuan, sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setiap siklus dilaksanakan dengan tahapan yang telah direncanakan sesuai dengan model pembelajaran berbasis portofolio, yaitu: . perencanaan, . pelaksanaan tindakan,. observasi, . refleksi (Sumarno, 2007:. Tahap Perencanaan Tahap perencanaan yang harus dilakukan antara lain: Menentukan jumlah portofolio yang akan dipergunakan dengan sebaik menampung semua tugas-tugas, dokumen-dokumen, penghargaanpenghargaan dan lain sebagainya dari semua siswa yang ada. Menetapkan muka/pertemuan. Menyiapkan pedoman observasi sebagai kerangka acuan untuk dapat dilakukan oleh observer. Menyampaikan dan menetapkan poin dan bentuk-bentuk apa saja yang dapat dikategorikan sebagai bahan portofolio. Menetapkan materi pelajaran. Mempersiapkan perangkat pelajaran yaitu: rencana pelajaran, lembaran observasi aktivitas siswa dan guru dalam proses belajar mengajar. Membuat pernyataan/pertanyaan dalam pelaksanaan refleksi. Tahap pelaksanaan tindakan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah melaksanakan skenario pembelajaran yang telah dilaksanakan Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa melalui Model Pembelajaran Portofolio pada Pelajaran IPS Kelas IV SDN 1 Keteguhan sesuai dengan langkah-langkah Model Pembelajaran Berbasis Portofolio. Observasi Pada tahap ini dilaksanakan proses observasi terhadap aktivitas belajar siswa sebagai dampak penggunaan model pembelajaran berbasis portofolio dalam meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran IPS dikelas IV SDN 1 Keteguhan. Refleksi Data yang diperoleh dalam tahap observasi dikumpulkan serta dianalisa. Dari hasil observasi itu peneliti dapat merefleksi diri dengan melihat data dilakukan telah dapat meningkatkan minat belajar siswa sesuai dengan tujuan Hasil analisa data yang dilaksanakan dalam tahap ini akan dipergunakan sebagai acuan untuk merencanakan siklus selanjutnya. Sumber pembelajaran ini siswa dan guru, sedangkan jenis data yang didapatkan adalah data kualitatif dan kuantitatif, terdiri dari: data hasil observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran dan tes minat siswa terhadap mata pelajaran IPS, diperoleh dengan mengisi pernyataan yang ada. Data yang dikumpulkan adalah aktivitas guru dan dan siswa selama proses pembelajaran serta data minat Data aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran dikumpulkan menggunakan lembar observasi yang dibuat oleh guru pamong dan data minat siswa terhadap mata pelajaran IPS siswa menggunakan angket /kuesionir yang dijawab langsung oleh siswa pada saat refleksi tiap siklus. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Tindakan Penelitian Model Pembelajaran Berbasis Portofolio ini dilakukan pada kelas IV SDN 1 Keteguhan. khususnya mata pelajaran IPS tahun pelajaran 2015-2016. Penelitian dilakukan pada semester mulai dari bulan Februari s. Maret 2016 yang meliputi 2 Penelitian dilakukan dengan kolaborasi ibu Maisyuri. Ibu Yeni dan Indar Risman, guru SDN 1 Keteguhan. Observasi dilakukan terhadap 3 aspek, yaitu aktivitas penggunaan model aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung menggunakan lembaran Sedangkan minat belajar siswa menggunakan kuesioner/angket yang dijawab oleh siswa. Pelaksanaan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio ini dilakukan dengan tahap sebagai berikut. Tahap Persiapan Pada tahap ini peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran yaitu silabus, rencana pembelajaran, lembaran observasi siswa, lembaran observasi guru, angket atau lembaran pernyataan/pertanyaan untuk mengetahui tingkat minat siswa. Tahap Pelaksanaan Proses belajar mengajar pada siklus 1 dan II, masing-masing siklus dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan yang terdiri dari empat buah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), setiap siklus, dengan pokok bahasan Sumber Daya Alam serta Pemanfaatannya adalah sebagai berikut. Sulastri LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. Pelaksanaan Silkus 1 Pertemuan Pertama Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari senin, 06 Februari 2017. Pada pertemuan ini proses pembelajaran dilaksanakan dengan materi yang berpedoman pada RP-1 yaitu membahas tentang Sumber Daya Alam serta Pemanfaatannya Kegiatan Ekonomi. Pembelajaran dimulai dengan memberikan motivasi dengan pengalaman siswa sehari-hari dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Langkah awal, kegiatan ini guru memberikan pertanyaan sesuai dengan materi yang diajarkan, pada keaktifan siswa dalam memulaikan Siswa mulai merespon pada pertanyaan yang ajukan guru. Setelah itu guru mulai membagikan kelas untuk membuat kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 orang siswa secara heterogen dan membagikan buku teks dan koran untuk dibaca siswa dalam mencari masalah tentang perkembangan trasportasi, yang mana dapat dijadikan bahan untuk mengidentifikasi masalah dalam mencari masalah yang dapat dijadikan bahan kajian kelas. Siswa diajak untuk menuliskan masalah-masalah yang sudah mereka pilih dengan cara menuliskannya dipapan tulis. Selanjutnya dilakukan pemilihan masalah untuk kajian kelas seperti dilakukan pada identifikasi masalah yaitu dengan melalui Setelah masalah berhasil dipilih sebagai kajian kelas dengan bimbingan Guru membuat kelompok tugas secara heterogen dalam empat kelompok masing kelompok mendapat tugas dengan judul yang berbeda. Sebelum siswa mencari dan mengumpulkan data menjelaskan sumber-sumber informasi. Guru menjelaskan sumber-sumber informasi yaitu perpustakaan, media cetak, media elektronik, dan nara sumber yang berkenaan dengan masalah kajian kelas dan siswa memperhatikan dengan serius penjelasan guru. Guru dan siswa berdiskusi tentang tugas-tugas yang harus Guru mengarahkan siswa agar memupuk kerjasama yang baik dalam satu tim dan dengan kelompok yang lain. Selanjutnya guru memberi salam penutup mengakhiri Pertemuan Kedua Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 08 Februari 2017 Pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan materi yang berpedoman pada RPP-2 yaitu Sumber Daya Alam serta Pemanfaatannya untuk Kegiatan Ekonomi. Kegiatan diawali guru menanyakan tugas kepada siswa. Guru membimbing siswa untuk mengkaji, memilah, merumuskan informasi atau data yang sudah kumpulkan. Langkah membimbing siswa untuk menyusun/ menjelaskan aturan dalam penyajian portofolio kelas dan siswa memperhatikan penjelasan guru dengan serius. Guru dan siswa berdiskusi merencanakan dan mempersiapkan penyajian portofolio Pada akhir pembelajaran guru memotivasi siswa. Guru mengarahkan siswa untuk membuat portofolio dengan Sebagai Selanjutnya guru memberikan salam penutup sebagai mengakhiri pelajaran. Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa melalui Model Pembelajaran Portofolio pada Pelajaran IPS Kelas IV SDN 1 Keteguhan Pertemuan Ketiga Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Senin, 13 Februari 2017. Pelaksanaan RPP-3. Kegiatan diawali guru menanyakan kesiapan siswa untuk penyajian portofolio Siswa merespon pertanyaan guru dan menjawab dengan semangat akan kesiapan mereka dalam penyajian portofolio kelas. Selanjutnya guru menunjukan guru kelas lain untuk menjadi dewan juri dalam pelaksanaan penyajian portofolio kelas. Guru bertindak sebagai moderator, dan mempersilakan dewan juri . ari guru kelas lai. untuk mengamati portofolio Moderator kelompok I untuk memyajikan secara lisan portofolionya didepan kelas. Setelah portofolionya, dilanjutkan dewan juri bertanya hasil temuan kelompok I. Kemudian giliran kelompok lain untuk bertanya kepada kelompok penyaji portofolio sehingga setiap kelompok mendapatkan giliran sebagai penyaji Setelah kelompok tampil, guru memberikan Sebagai penutup pelajaran penghargaan kepada kelompok yang Pertemuan Keempat Pertemuan keempat dilaksanakan pada hari Selasa 14 Februari 2017. Pelaksanaan berdasarkan RPP-4 yaitu merefleksi minat belajar siswa pada IPS. Kegiatan menanyakan bagaimana pengalaman siswa yang menyenangkan maupun tidak selama dalam pelaksanaan proses belajar mengajar dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio. Kegiatan merefleksi pengalaman belajar dilakukan secara klasikal. Pertama-tama guru dapat mengkondisikan kelas untuk merenungkan pengalaman belajarnya kebelakang, sejak tahap kegiatan sumber-sumber informasi, mengumpulkan data dan informasi dilapangan, membuat portofolio kelas, menyajikannya didepan kelas, merefleksi pengalaman belajarnya secara perorangan maupun sebagai anggota Selanjutnya, guru bertanya kepada . melalui kerjasama dengan teman-teman sekelas, apakah yang telah kamu pelajari secara pribadi tentang caracara membuat suatu kebijakan untuk mengatasi masalah? . Kerampilan apakah yang telah kamu pelajari melalui kegiatan ini? . Apakah keuntungan dalam tim? . Apakah kerugian bekerja dalam tim? Siswa menjawab pertanyaan guru dengan bahasanya Refleksi Siklus I Berdasarkan hasil pengamatan aktivitas guru dalam penerapan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio pada siklus I, apabila dianalisa lebih juah dan diskusi dengan observer ditemukan ada beberapa kelemahan seperti berikut. Dalam penyajian materi . guru masih kurang sistimatis, dan memakan waktu yang cukup lama dan kurang keterkaitan dengan materi. Dalam membimbing pelaksanaan diskusi kelompok guru terfokus kepada kelompok tertentu saja. Sulastri LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. Khusus dalam mengidentifikasi masalah guru lambat memberikan respon kepada siswa, sehingga siswa asyik dengan buku teks dan koran yang dibagikan guru. Dalam diskusi kelompok siswa yang kurang lancar membaca sulit untuk mendapatkan sehingga tugas yang diberikan kepadanya lambat selesainya. Pelaksanaan Siklus II Pertemuan Pertama Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin 03 Maret 2017, pada pertemuan ini proses belajar mengajar dilaksanakan dengan materi yang berpedoman pada RP-1 yang membahas tentang Keragaman Suku Bangsa dan Budaya. Pembelajaran dimulai dengan memberikan motivasi tentang pentingnya materi yang diberikan dengan pengalaman siswa sehari-hari dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Langkah awal, guru memberikan pertanyaan sesuai dengan materi yang diajarkan, pada penyelesaiannya untuk keaktifan siswa dalam memulaikan pelajaran. Siswa mulai merespon pada pertanyaan yang ajukan Setelah itu guru mulai membagikan kelas untuk membuat kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 orang siswa secara Guru membagikan buku teks dan koran untuk dibaca siswa dalam mencari masalah tentang Keragaman Suku Bangsa dan Budaya, sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi masalah dalam mencari masalah yang dapat dijadikan bahan kajian kelas. Siswa diajak untuk menuliskan masalah-masalah yang sudah mereka pilih dengan cara menuliskannya dipapan tulis. Langkah selanjutnya dilakukan adalah pemilihan masalah untuk kajian kelas seperti dilakukan pada identifikasi masalah yaitu dengan melalui voting. Setelah masalah berhasil dipilih sebagai kajian kelas dengan bimbingan guru, selanjutnya guru membentuk kelompok Guru membuat kelompok tugas dalam empat kelompok masing kelompok mendapat tugas dengan judul yang Sebelum siswa mencari dan mengumpulkan data kelapangan terlebih dahulu, guru menjelaskan sumber-sumber informasi yaitu perpustakaan, media cetak, media elektronik dan nara sumber yang berkenaan dengan masalah kajian Siswa memperhatikan penjelasan guru dengan serius. Guru dan siswa berdiskusi tentang tugas-tugas yang harus dilakukan diluar Guru mengarahkan siswa agar memupuk kerjasama yang baik dalam satu tim dan dengan kelompok yang lain. Selanjutnya guru memberi salam penutup sebagai mengakhiri pelajaran. Pertemuan Kedua Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Selasa, 04 Maret 2017. Pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan materi yang ber pedoman pada RPP -2 yaitu Keragaman Suku Bangsa dan Budaya. Kegiatan diawali guru menanyakan tugas kepada siswa. Guru membimbing siswa dalam berinteraksi dalam kelompok untuk informasi atau data. Selanjutnya guru menyusun/membuat portofolio kelas dan Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa melalui Model Pembelajaran Portofolio pada Pelajaran IPS Kelas IV SDN 1 Keteguhan menjelaskan aturan dalam penyajian portofolio kelas. Siswa berkerja dalam kelompok membuat portofolio kelas. Guru penyajian portofolio kelas. Pada akhir pembelajaran guru memotivasi siswa untuk lebih memperhatikan penjelasan guru dengan baik. Guru mengarahkan siswa untuk membuat portofolio dengan baik dan siswa dengan semangat Selanjutnya guru memberikan salam penutup bagai mengakhiri pelajaran. Pertemuan Ketiga Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Senin, 10 Maret 2017, pertemuan ini dilaksanakan sesuai dengan Rencana Pembelajaran (RPP-. Pada awal kegiatan guru menanyakan kesiapan siswa untuk melaksanakan penyajian portofolio yang dilakukan dikelas, dan siswa menjawab dengan tegas, siap ! Guru bersama siswa menentukan juri dan waktu penyajian Guru menjelaskan langkah-langkah penyajian portofolio kelas. Siswa merhatikan penjelasan guru dengan Guru bertindak sebagai moderator dalam penyajian portofoilo kelas. Setiap kelompok menyajikan hasil temuannya didepan kelas secara bergilir pada penyajian portofolio kelas. Sebagai salam penutup guru mengumumkan kelompok yang terbaik dan memberi penghargaan. Pertemuan Keempat Pada pertemuan ke 4 yang dilaksanakan pada hari Selasa 11 Maret 2016, pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan Rencana Pembelajaran (RPP -. yaitu merefleksi pengalaman belajar. Dalam melakukan merefleksi pengalaman belajar siswa, guru melakukan upaya evaluasi untuk mengetahui seberapa jauh siswa telah mempelajari berbagai hal yang berkenaan dengan materi sebagai upaya belajar kelas secara kooperatif. Pertama-tama guru dapat mengkondisikan kelas untuk merenungkan pengalaman belajarnya kebelakang, sejak tahap memilih masalah untuk kajian kelas, sumber-sumber informasi, mengumpul data dan informasi lapangan, membuat portofolio kelas, dan menyajikan didepan kelas. Setelah siswa melakukan refleksi pengalaman belajarnya, dapat diambil kesimpulan, bahwa betapa pentingnya keterampilan-keterampilan ini untuk di masa yang akan datang apabila kelak mereka dewasa. Selanjutnya guru pernyataannya dijawab siswa untuk dijadikan tolok ukur sejauh mana minat siswa dalam pelajaran IPS. Setelah siswa menjawab kuesioner Selanjutnya guru Refleksi Siklus II Hasil tindakan yang dianalisis pada siklus 1 menunjukan bahwa: Dalam penyajian materi guru masih kurang sistimatis, dan memakan waktu yang cukup lama dan kurang keterkaitan dengan materi. Dalam membimbing pelaksanaan diskusi kelompok guru terfokus kepada kelompok tertentu saja. Khusus dalam mengidentifikasi masalah guru lambat memberikan respon kepada siswa, sehingga siswa asyik dengan buku teks dan koran yang dibagikan guru. Sulastri LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. Hal ini disebabkan bahwa dalam proses belajar mengajar yang dibawakan oleh peneliti masih perlu perencanaan yang lebih baik dengan memperhatikan kelemahan dan kekuatan yang terdapat pada siklus ke 1, yang mana sebagai dasar untuk perbaikan pada siklus ke 2. Kelemahan-kelemahan terdapat pada siklus ke 1 dalam penerapan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio telah diperbaiki pada pertemuan siklus ke 2. Pada siklus ke 2, melalui Pembelajaran Berbasis Portofolio tampak aktivitas pada siswa meningkat baik secara pribadi maupun secara Hal lain yang didapatkan pada pembelajaran berbasis portofolio yaitu mampu menghargai pendapat orang lain dan mampu mengumpulkan data, bersikap toleran, terampil memecahkan masalah, serta mempunyai rasa tanggung jawab. Pembelajaran model ini juga dapat mengembangkan kemampuan berpikir secara kreatif dan bertindak secara cakap. Hal ini senada dengan pernyataan Budimansyah . bahwa dalam Pembelajaran Berbasis Portofolio yaitu dapat meningkatkan keterampilan dalam memahami teori secara mendalam melalui pembelajaran mendorong rasa tanggung jawab dan partisipasi siswa sehingga dapat memotivasi dan mengairahkan minat belajar siswa. Hasil yang dicapai menunjukan peningkatan pada minat belajar siswa terhadap pembelajaran IPS, artinya perencanaan pembelajaran yang dibuat sesuai dengan apa yang diharapkan yaitu Model Pembelajaran Berbasis Portofolio dapat meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran IPS dikelas IV SDN 1 Keteguhan. Tabel 1 Minat siswa terhadap mata pelajaran MATA PELAJARAN AGAMA PKN IPS BAHASA INDONESIA MATEMATIKA IPA/SAINT PENJASKES SENI BUDAYA BAHASA LAMPUUNG BAHASA INGGRIS SUKA TIDAK SUKA Hasil Penelitian Hasil tindakan yang dianalisa pada siklus I dan II tentang aktivitas siswa dan guru, baik secara individu maupun secara Data yang penulis peroleh terdiri dari data observasi siswa yang berisikan data mengenai aktivitas siswa yang dinilai oleh guru pamong . bu Masitoh. , dan data observasi untuk guru oleh guru pamong (Ibu Nurhayat. serta data minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS oleh guru pamong (Yen. Adapun datadata tersebut sebagai berikut. Tabel 2 Aktivitas Minat siswa Siklus I Aktivitas siswa Suka Mengidentifikasi Memilih kajian kelas Mengumpul masalah informasi tentang kajian kelas Mebuat/mengemba ngkan portofolio Menyajikan Refleksi pengalaman belajar Tidak Suka Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa melalui Model Pembelajaran Portofolio pada Pelajaran IPS Kelas IV SDN 1 Keteguhan Aktivitas Belajar Siswa Aktivitas Belajar Siswa Siklus I Hasil nilai aktivitas siswa pada siklus I dari jumlah siswa 34 orang dilihat per item aktivitas siswa yaitu . Aktivitas terdapat 32 siswa . %) yang mendapat sangat sempurna, 0 siswa . %) nilai sempurna, 7 siswa . %) yang mendapat cukup sempurna dan 0 siswa . %) yang mendapat kurang sempurna. Aktivitas memilih masalah untuk kajian kelas, 30 siswa . %) yang mendapat nilai sangat sempurna, 0 siswa. %) yang mendapat nilai sempurna dan 9 siswa . %) yang mendapat nilai cukup sempurna serta 0 siswa . %) kurang sempurna. Aktivitas mengumpulkan informasi tentang masalah yang dikaji oleh kelas terdapat 26 siswa . ,8%) yang mendapat nilai sangat sempurna, 0 siswa. %) yang mendapat sempurna, 12 siswa( 30. yang mendapat cukup sempurna dan 0 siswa . %) yang mendapat kurang . Aktivitas membuat/mengembangkan terdapat 36 siswa . ,3%) yang mendapat nilai sangat sempurna, 0 siswa . %) yang mendapat nilai sempurna dan 0 siswa . %) yang mendapat nilai kurang . Aktivitas menyajikan portofolio 33 siswa . ,7%) yang mendapat nilai sangat sempurna, 0 siswa . %) yang mendapat nilai sempurna, dan 4 siswa . ,3%) yang mendapat nilai cukup sempurna serta 0 siswa . %) yang mendapat nilai kurang sempurna. Aktivitas refleksi pengalaman belajar. ,6%) yang mendapat nilai sangat sempurna, 6 siswa . ,4%) yang mendapat sempurna, 0 siswa . %) yang mendapat nilai cukup sempurna dan 0 siswa . %) Aktivitas Belajar Siswa Siklus II Aktivitas belajar siswa pada siklus II dapat dipaparkan sebagai berikut ini berdasrkan tabel distribusi frekuensi. Hasil nilai aktivitas model pembelajaran berbasis portofolio dari jumlah siswa 34 orang, item . aktivitas mengidentivikasi masalah 32 siswa. ,4%) yang mendapat nilai sangat sempurna, 1 siswa . ,6%) yang mendapat nilai sempurna, dan 0 siswa . %) yang mendapat nilai cukup sempurna serta 0 siswa . %) yang mendapat nilai kurang sempurna. Item . memilih masalah untuk kajian kelas 32 ,4%) yang mendapat nilaisangat sempurna, 1 siswa . ,6%)yang mendapat nilai sempurna, dan 0 siswa . %) yang mendapat nilai cukup sempurna dan 0 %) yang mendapat nilai kurang Item . mengumpulkan informasi 34 siswa . ,2%) yang mendapat nilai sangat sempurna, 2 ,1%) yang mendapat nilai sempurna, dan 3 siswa . ,7%) yang mendapat nilai cukup sempurna dan 0 %) yang mendapat nilaikuarang Item /mengembangkan portofolio kelas. ,3%) yang mendapatkan nilai sangat sempurna, 3 siswa . ,7%) yang dapat nilai sempurna, 0 siswa . %) yang dapat nilai cukup sempurna, 0 siswa . %) yang dapat nilai kurang sempurna. Item . aktivitas siswa menyajikan portofoilo. 33 siswa . ,3%) nilai yang sangat sempurna, 3 siswa . ,7%) nilai yang sempurna, dan 0 siswa . %) nilai yang cukup sempurna, 0 siswa . %) yang dapat nilai kurang sempurna. Item . aktivitas siswa refleksi pengalaman belajar, 34 Sulastri LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. ,4%) yang mendapat nilai sangat sempurna, 1 siswa . ,6%) yang mendapat nilai sempurna. 0 siswa . %) yang dapat nilai cukup sempurna,dan 0 siswa . %) yang dapat nilai kurang sempurna. Aktivitas siswa secara keseluruhan dari siklus I dan siklus II terjadi peningkatan, perbaikan ini diterapkan dan sebaik-baiknya keberhasilan indikator dalam penelitian ini maksimal karena indikator kinerja dari sebesar 80% keaktifan siswa terlampaui. Tabel 3 Aktivitas Minat siswa Siklus II AKTIVITAS SISWA Mengidentifikasi Memilih kajian kelas Mengumpul informasi tentang kajian kelas Mebuat/mengembangkan Menyajikan Refleksi SUKA TIDAK SUKA Aktivitas Guru Analisis mengenai aktivitas guru memiliki 4 klasifikasi yang terdiri dari sangat sempurna (SS), sempurna (S), cukup sempurna (CS) dan kurang sempurna(KS). Nilai tertinggi sebesar 24 dan terendah adalah 0, diperoleh dengan cara junlah aktivitas X jumlah klasifikasi . X 4 = . Untuk mencari interval digunakan rumus sebagai berikut. Interval . Skor maks Ae Skor min = 28 Ae 0 = 7 Jumlah Klasifikasi atau P = F x 100 % Dari interval sebesar 7, standar pengukuran dapat diperincikan sebagai Sangat sempurna 22 Ae 28 Sempurna 15 Ae 21 Cukup sempurna 8 Ae 14 Kurang sempurna 0- 7 Daftar hasil Aktivitas guru pada siklus I dan II berdasarkan klasifikasi sebagai berikut. Hasil nilai aktivitas guru tidak terlalu bervariasi dari siklus I dan siklus II hanya terpaut pada klasifikasi sangat sempurna dan sempurna. Aktivitas guru pada siklus I, sebanyak 2 item . ,6%) mendapat nilai sangat sempurna. Sebanyak 5 item . ,4%) yang mendapat nilai sempurna. Aktivitas guru pada siklus II, sebanyak 6 item . ,7%) yang Sebanyak 1 item . ,3%) yang mendapat nilai sempurna. Data yang diperoleh dari aktivitas Model Pembelajaran Berbasis Portofolio berada pada posisi sempurna. Terdapat 5 item aktivitas guru berada pada posisi sempurna, dan 2 item mendapat posisi sangat sempurna. Nilai ini diperoleh dari rumus nilai . yaitu sebesar Interval yang digunakan adalah: Sangat sempurna 22 Ae 28, sempurna 15 Ae 21, cukup sempurna 8 Ae 14, kurang sempurna 0 Ae 7 Aktivitas guru masih lemah pada memotivasi siswa, memilih masalah untuk kajian kelas, mengumpulkan informasi tentang masalah yang akan /mengembangkan penyajian portofolio. Pada siklus II terjadi perbaikan dalam penerapan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa melalui Model Pembelajaran Portofolio pada Pelajaran IPS Kelas IV SDN 1 Keteguhan Kemampuan guru untuk langkah-langkah Model Pembelajaran Berbasis Portofolio dengan nilai sangat sempurna dengan pencapaian nilai 85. Minat Belajar Siswa pada pelajaran IPS Tes minat belajar siswa pada pelajaran IPS diperoleh dengan mengisi pernyataan/pertanyaan menggambarkan minat siswa terhadap pelajaran IPS. Instrumen yang dipakai bersumber dari Mimin Haryati 2007:102. Minat belajar siswa siklus I Tabel 4 Nilai minat belajar siswa pada pelajaran IPS di kelas IV SDN 1 Keteguhan PERNYATAAN Saya senang belajar mata pelajaran IPS. Saya berusaha memahami pelajaran IPS. Saya senang berdiskusi pada pelajaran IPS. Saya selalu mencatat penjelasan guru. Saya selalu mengerjakan tugastugas IPS yang diberi guru. Saya selalu tepat tugas IPS. Saya senang membaca buku-buku IPS. Saya senang mengerjakan soalsoal IPS. Catatan IPS saya Saya selalu berusaha hadir belajar IPS. JUMLAH RATA-RATA FREKUENSI TIDA ( %) (%) Berdasarkan tabel 4, dapat diketahui hasil nilai minat belajar siswa pada pelajaran IPS dengan materi pelajaran Sumber Daya Alam serta Pemanfaatannya untuk Kegiatan Ekonomi, pada siklus I. Item pertama saya senang belajar mata pelajaran IPS, 12 siswa . 7%) mendapat nilai berminat. Item ke 2, saya berusaha memahami pelajaran IPS 20 siswa . 3%) yang menjawab ya, mendapat nilai berminat. Item ke 3, saya senang berdiskusi pada pelajaran IPS, 15 siswa . 5%) yang menjawab ya mendapat nilai kurang berminat, dan 23 siswa yang menjawab tidak . 9%) yang mendapat nilai tidak berminat. Item ke 4 saya selalu mencatat penjelasan guru, 23 siswa . 9%) mendapat berminat, dan 16 siswa . 1%) mendapat nilai yang berminat. Item ke 5 saya selalu mengerjakan tugas yang diberikan guru, 21 siswa yang menjawab ya . 8%) mendapat nilai yang berminat dan 18 siswa yang menjawab tidak . 2%) nilai yang diperoleh adalah tidak berminat. Item ke 6 saya selalu mengumpulkan tugas tepat waktu sebanyak 19 siswa yang menjawab ya . 7%) dengan nilai kurang berminat. 20 siswa yang menjawab tidak . dengan nilai tidak berminat. Item ke 7 saya senang membaca buku IPS, 24 siswa yang menjawab ya . 5%) dengan nilai kurang berminat, dan 15 siswa yang menjawab tidak . 5%) dengan nilai tidak berminat. Itim ke 8 saya senang mengerjakan soal-soal, 18 siswa yang menjawab ya . 1%) dengan nilai kurang 21 siswa yang menjawab tidak . 8%) dengan nilai tidak berminat. Item ke 9 yaitu catatan saya lengkap, 19 siswa yang menjawab ya . 7%) dengan nilai kurang berminat. 20 siswa yang menjawab tidak . 3%) dengan nilai Sulastri LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. tidak berminat. Item ke 10 saya selalu berusaha hadir dalam belajar IPS, 28 siswa yang menjawab ya dengan nilai . 8%) dengan nilai kurang berminat. siswa yang menjawab tidak . dengan nilai tidak berminat. Secara klasikal minat belajar siswa pada siklus I mencapai 51,1% yang menyatakan berminat dalam belajar IPS 9% siswa yang menyatakan tidak berminat dalam belajar IPS. Permasalahan siswa yang tidak berminat, karena ada beberapa siswa yang kurang lancar membaca sehingga terkesan siswa bosan dalam belajar. Secara keseluruhan minat siswa sesuai dengan yang diharapkan Minat siswa pada pelajaran IPS dapat dikategorikan sangat berminat. Minat belajar siswa siklus II Tabel 5 Nilai Minat Belajar Siswa pada Pelajaran IPS Dikelas IV Pernyataan Belajar IPS sangat Saya senang belajar membuat Portofolio pelajaran IPS Saya selalu penjelasan guru dg Saya selalu pelajaran IPS dg Saya selalu mengerjakan tugas IPS yang diberi Saya selalu tugas IPS tepat Saya mempunyai buku teks IPS. Frekuensi Jawaban Ya (%) Tidak (%) . %) . Saya senang mengerjakan soalsoal IPS dengan Saya selalu melaksanakan tugas IPS dengan tekun. Saya senang belajar IPS dgn model pembelajaran berbasis portofolio. JUMLAH Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa minat siswa pada pelajaran IPS bila dilihat per item yaitu. Item pertama belajar IPS sangat menyenangkan sebanyak 34 siswa yang menjawab ya . %) dengan kategori belajar membuat portofolio pelajaran IPS, 38 siswa yang menjawab ya . ,4%) dengan nilai sangat berminat dan 1 siswa yang menjawab tidak . ,6%) dengan nilai tidak berminat. Item ke 3 saya selalu memperhatikan penjelasan guru dengan serius sebanyak 32 siswa yang menjawab ya . ,3%) dengan nilai sangat berminat, dan 3 siswa yang menjawab tidak . ,7%) dengan nilai tidak berminat. Item ke 4 saya selalu memperhatikan pelajaran IPS dengan serius, 33 siswa yang menjawab ya . ,9%) dengan nilai sangat berminat, 2 siswa yang menjawab tidak dengan nilai tidak berminat. Item ke 5 saya selalu mengerjakan tugas IPS yang diberikan guru, 36 siswa yang menjawab ya . ,3%) dengan nilai sangat berminat. siswa yang menjawab tidak . ,7%) dengan nilai tidak berminat. Item ke 6 saya selali mengumpulkan tugas IPS tepat 29 siswa yang menjawab ya ( 74,4%) dengan nilai berminat dan 10 siswa yang menjawab tidak . ,6%) yang nilai tidak berminat. Item ke 7 saya punya buku teks IPS 34 siswa yang menjawab ya dengai nilai . %) dengan nilai Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa melalui Model Pembelajaran Portofolio pada Pelajaran IPS Kelas IV SDN 1 Keteguhan sangat berminat, 0 siswa yang menjawab tidak . %) dengan nilai tidak berminat. Item ke 8 saya senang mengerjakan soalsoal IPS dengan baik. 34 siswa yang menjawab ya . %) dengan nilai sangat berminat dan 0 siswa yang menjawab tidak . %) dengan nilai tidak berminat. Item ke 9 selalu melaksanakan tugas dengan tekun. 32 siswa menjawab ya ( 92,3%) dengan nilai sangat berminat, 3 siswa yang menjawab tidak . ,7%) dengan nilai tidak berminat. Item ke 10 saya senang belajar IPS dengan berbasis portofolio. 34 siswa yang menjawab ya . %) dengan nilai sangat Berdasarkan pengamatan observer, minat siswa pada siklus II secara umum pada saat menjelaskan materi bahan ajar, siswa terlihat sangat tertarik dengan penerapan model pembelajaran ini, hal ini disebabkan mereka dapat secara langsung berinteraksi dengan kelompoknya dan saling berlomba untuk mengeluarkan mengidentifikasi masalah Yang akan dijadikan bahan kajian kelas, sehingga suasana kelas tampak hidup dan semangat selama proses pembelajaran berlangsung. Pada siklus I secara klasikal minat siswa dalam belajar mencapai . ,5%) dengan nilai sangat berminat. Siklus ke II minat siswa secara klasikal mencapai . ,4%) dengan nilai yang diperoleh sangat berminat. Minat siswa dari siklus I dan siklus II terjadi peningkatan minat belajar siswa sesuai dengan yang diharapkan guru dalam penerapan model pembelajaran berbasis portofolio dengan kategori sangat berminat. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, berikut dapat disimpulkan beberapa hal. Aktivitas siswa dalam penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio 89,3 % . pada siklus 1, meningkat pada siklus 2 menjadi 94 % dengan kategori sangat tinggi. Aktivitas kemampuan guru dalam penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio pada siklus 1 82,1% angat sempurn. , dan meningkat pada siklus 2 pada menjadi 96,4% . angat Secara keseluruhan rata-rata aktivitas guru 89,3% dangan kategori sangat Minat belajar siswa pada pelajaran IPS yang disampaikan dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio pada siklus 1 . , meningkat pada siklus 2 menjadi 94,40 % dengan kategori sangat Nilai rata-rata kelas pada IPS menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio 5. 5 meningkat Model Pembelajaran Berbasis Portofolio menjadi 8,0 Secara disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis portofolio dapat meningkatkan minat belajar siswa pada pelajaran IPS dikelas IV SD Negeri 1 Keteguhan Tahun Pelajaran 2015-2016. Sulastri LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press. DAFTAR PUSTAKA